Arsip

Archive for 21 Februari 2015

11 Resep Sambal Khas Nusantara yang Sedap, Mantap, dan Bikin Makanmu Lahap

21 Februari 2015 1 komentar

Makanan apa yang paling identik dengan masyarakat Indonesia? Yap! Sambal jawabannya. Dari Sabang sampai Merauke, hampir seluruh masyarakat Indonesia menyantap sambal sebagai teman makan besar. Nggak hanya memberikan rasa pedas, sambal juga bisa menambah kelezatan dan nafsu makan kita.

Di Indonesia sendiri ada banyak jenis sambal: mulai dari sambal bajak hingga sambal dabu-dabu khas Manado dan lado ijo khas Padang. Dulu untuk menyantapnya, mungkin kamu harus pergi ke restoran atau warung makan. Tapi sekarang nggak perlu lagi. Kenapa? Karena Hipwee punya resep rahasia kelezatan sambal-sambal tersebut spesial untukmu.

 

1. Jika Kamu Bukan Penikmat Sambal Tingkat Profesional, Sambal Bajak yang Manis Bisa Jadi Andalan

Sambal bajak, cocok untuk goreng-gorengan

Jenis sambal satu ini adalah yang paling sering ditemukan di warung-warung makan, terutama di daerah Jawa Tengah. Rasanya cukup manis dan nggak terlalu pedas, tapi ampuh banget untuk meningkatkan nafsu makan kita.

Membuatnya cukup mudah. Pertama, siapkan bahan-bahan ini:

untuk ditumis:

  • 5 buah cabai merah keriting atau sesuai selera
  • 2 butir bawang merah
  • 1 buah tomat merah
  • Minyak untuk menumis

bahan lainnya:

  • Terasi secukupnya, sangrai terlebih dahulu
  • 2 sendok makan gula merah
  • 2 sendok makan air asam jawa
  • Garam secukupnya.

Setelah siap, tumislah cabai merah, bawang merah, dan tomat secara utuh, nggak perlu dipotong-potong dulu. Kalau sudah terlihat layu, tiriskan minyaknya dan tuang ke atas cobek atau ulekan. Tambahkan terasi, gula merah, dan garam, lalu haluskan sambil disirami air asam jawa.

Jadi, deh sambal bajaknya. Enaknya nih, sambal bajak ini dijadikan cocolan untuk ayam goreng yang gurih. Jangan lupa nasi panasnya. Hmm.. dijamin nambah terus, deh!

 

 

2. Sambal Terasi Segar, Mantap Bersama Potongan Timun, Kubis, dan Kemangi Lalapan

Mantap untuk lalapan

Kebanyakan sambal memang bisa dibilang matang karena cabai dan bawangnya digoreng terlebih dulu. Tapi, nggak semua orang suka sambal yang matang. Ada beberapa yang justru suka sambal mentah. Nah, salah satu sambal mentah yang bisa kamu coba adalah sambal terasi segar ini.

Untuk membuatnya, bahan-bahan yang kamu perlu siapkan adalah:

  • 3 buah cabai merah keriting
  • 3 buah cabai rawit merah, kalau nggak ada bisa pakai cabai rawit lain
  • 1 buah tomat ukuran sedang
  • Terasi secukupnya, sangrai terlebih dulu
  • Garam secukupnya
  • 1 buah jeruk limau, optional

Kalau sudah siap semua, ulek cabai, tomat, terasi, dan garam sampai halus. Kemudian untuk menambah rasa dan aroma segar, peras jeruk limau ke atas sambal tersebut. Air jeruk limau ini nggak wajib, kok. Kalau nggak punya, ya nggak perlu dipaksakan.

Sambal terasi segar ini cocok banget untuk teman makan lalapan, tahu goreng, maupun ikan asin goreng. Eh, nasi panasnya jangan lupa, ya!

 

 

3. Sambal yang Lagi Nge-Hits: Sambal Bawang

Nggak bisa nolak 'kan?

Akhir-akhir ini, sambal bawang mulai nge-hits dan digemari di Indonesia. Salah satunya sih karena sambal bawang ini menjadi oleh-oleh khas sebuah daerah di Jawa Timur. Tapi nggak hanya itu saja, kok. Sambal bawang ini memang digemari karena rasa pedasnya nggak kira-kira dan cocok untuk makanan apa saja. Pokoknya sangat memanjakan lidah para penyuka kuliner dan rasa pedas, deh.

Kalau lagi ingin menyantap sambal bawang ini, kamu nggak perlu repot-repot memesan sambal yang nge-hits itu. Buat sendiri saja di rumah. Gampang, kok. Ini nih bahan-bahan yang perlu kamu siapkan:

  • 7 cabai rawit merah segar; jumlah cabai bisa dilebihkan sesuai selera
  • 3 siung bawang putih
  • 1 butir bawang merah
  • Gula dan garam secukupnya
  • 3 sendok makan minyak goreng untuk menumis.

Kemudian, setelah semua bahan siap, tumis cabai dan bawang dalam minyak yang panas. Jika sudah mulai layu, tiriskan sejenak cabai dan bawang tersebut. Siapkan cobek dan ulekan yang akan digunakan, lalu haluskan cabai dan bawang yang sudah ditumis dengan menambahkan gula serta garam secukupnya. Jadi, deh, sambal bawangnya!

Sambal bawang ini cocok untuk segala jenis makanan. Tapi menurut Hipwee, sambal bawang ini cocok banget untuk teman makan bebek atau ayam goreng. Ditambah lagi dengan nasi dan lalapan, wah nikmatnya sempurna!

 

 

4. Sambal Dabu-Dabu: Irisan Tomat, Cabai, Bawang, dan Jeruk Nipis Khas Kota Manado

Sambal dabu-dabu yang segar

Sama seperti sambal terasi segar, sambal dabu-dabu juga merupakan jenis sambal mentah yang khas. Bedanya, sambal khas Manado ini nggak diulek atau dihaluskan, hanya diiris-iris kecil saja.

Mendengar nama dabu-dabu, kayaknya sambal ini adalah sambal yang rumit dan nggak semua bisa membuatnya. Padahal sih sebenarnya gampang banget. Caranya, siapin dulu nih bahan-bahan ini:

  • 4 buah cabai merah besar, iris bulat
  • 5 buah cabai rawit hijau, iris bulat
  • 5 butir bawang merah, iris tipis
  • 1 buat tomat merah, buang bijinya dan potong kotak
  • 1 sendok teh garam
  • ¾ sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh air jeruk nipis
  • 5 sendok makan minyak goreng, panaskan.

Kemudian, iris seluruh bahan-bahan tersebut dan tuangkan pada sebuah mangkuk. Siramkan air jeruk nipis ke dalamnya, aduk-aduk sampai rata. Terakhir, panaskan minyak goreng dan tambahkan ke dalam mangkuk.

Selesai, deh! Nah, sambal dabu-dabu ini paling cocok kamu santap dengan nasi panas dan juga ikan bakar. Kebayang ‘kan lezat dan segarnya?

Resep diolah dari situs Sajian Sedap.

 

 

5. Makan Ikan Bakar Serasa di Bali Dengan Sambal Matah

Sambal cantik dan lezat

Kalau sambal dabu-dabu asalnya dari Manado, sambal matah yang segar ini asalnya dari Bali. Sambal matah juga merupakan jenis sambal mentah segar yang tanpa diulek atau dihaluskan, sama seperti sambal dabu-dabu. Hanya saja bahan-bahan pembuatnya agak sedikit lebih banyak, yaitu:

  • 4 butir bawang merah, iris halus
  • 5 cabai rawit merah, iris bulat
  • 5 cabai hijau, iris bulat
  • 3 tomat hijau, iris kotak
  • 2 batang serai, iris tipis bagian putihnya saja
  • 1 sendok teh terasi, bakar atau sangrai terlebih dulu
  • Garam dan gula secukupnya
  • 3 lembar daun jeruk, iris tipis
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • 3 sendok makan minyak goreng, panaskan sebentar

Untuk membuatnya, kamu hanya tinggal mencampur bahan-bahan tersebut ke dalam mangkuk, kok. Dan sebagai sentuhan terakhirnya, tuangkan minyak goreng yang telah dipanaskan ke dalam mangkuk tersebut dan siramkan air jeruk nipis untuk menyeimbangkan rasa. Yeay, jadi deh! Nggak hanya rasanya yang enak dan segar, warnanya pun cantik dan membuat kita semakin nafsu makan. Cocok banget dimakan bareng nasi panas dan ikan atau seafood bakar.

Resep ini diolah dari situs Kokiku.

 

 

6. Sambal Tomat, Gurihnya Begitu Nikmat

Cocolan yang nikmat

Sekilas, sambal tomat ini memang mirip dengan sambal bajak. Wajar saja, beberapa bahan-bahannya memang sama dan prosesnya juga sama-sama digoreng. Namun bedanya ada pada rasa. Sambal tomat rasanya lebih segar, asin, dan gurih dibanding sambal bajak.

Kalau ingin mencicipi perbedaannya, kamu bisa nih mencoba membuatnya sendiri. Bahan-bahan yang kamu butuhkan:

  • 7 buah cabai merah, atau sesuai selera
  • 3 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 buah tomat
  • 1 sendok teh terasi, bakar atau sangrai terlebih dulu
  • Garam dan gula secukupnya
  • Minyak goreng

Langkah membuatnya:

  • Goreng cabai, bawang, dan tomat dalam minyak panas sampai layu. Angkat dan tiriskan
  • Siapkan cobek dan ulekan. Masukkan garam, gula, dan terasi.
  • Tambahkan cabai, bawang, dan tomat yang sudah digoreng. Ulek sampai halus.

Sudah jadi, deh. Siap dinikmati bersama ayam goreng dan nasi panas. Kalau ingin lebih segar, kamu bisa menambahkan air perasan jeruk limau ke atas sambal tersebut.

 

 

7. Sambal Mangga, Sambal Unik A La Indonesia

Sambal + buah = nikmat tiada tara

Sambal di Indonesia memang unik-unik jenisnya. Salah satunya ya sambal mangga ini. Walaupun menggunakan buah mangga sebagai bahan utama, sambal ini cocok dan enak banget untuk disantap bersama nasi serat lauk-pauk.

Bahan-bahan yang kamu perlukan untuk membuatnya:

  • 2 buah mangga muda, potong korek api
  • 6 buah cabai merah keriting, bisa disesuaikan selera
  • 3 buah cabai rawit merah, bisa disesuaikan selera
  • 1 sendok makan gula merah
  • Garam dan terasi secukupnya
  • Air sedikit saja

Cara membuatnya:

  • Kupas dan iris mangga muda sebesar ukuran korek api. Jika ingin lebih tebal atau lebih tipis juga bisa.
  • Ulek cabai, gula merah, garam, dan terasi sampai halus.
  • Tambahkan sedikit air supaya sambal nggak kering. Sedikit saja, kira-kira 1 sendok makan.
  • Masukkan mangga muda ke dalam cobek. Aduk rata sampai semua tercampur dengan sambal.

Siap dihidangkan, deh! Sambal mangga ini enak banget lho untuk disantap bersama dengan panganan laut atau seafood. Cocok dihidangkan saat kumpul atau acara keluarga. Yummm!

Resep diolah dari situs Kokiku.

 

 

8. Belut Nggak Hanya Bisa Jadi Lauk, Tapi Juga Cocolan Sambal yang Nikmat

Belut jadi samba? Yap! enak kok

Ini juga salah satu sambal unik di Indonesia nih. Belut yang biasanya menjadi lauk, kali ini justru dijadikan bahan utama dari sambal. Mau mencobanya? Yuk, siapin bahan-bahan ini dulu:

  • 250 gram belut, buang isi perutnya dan cuci bersih
  • 10 buah cabai rawit merah
  • 3 buah cabai rawit keriting
  • 2 siung bawang putih
  • Garam dan gula secukupnya

Nah, kalau sudah siap semua, ikuti langkah-langkah ini:

  • Goreng belut dalam minyak panas sampai kering. Angkat, tiriskan. Kalau sudah agak dingin, bagi belut menjadi 3 bagian.
  • Goreng cabai rawit dan cabai merah sampai layu. Nggak perlu pakai minyak yang baru. Pakai saja minyak bekas menggoreng belut untuk menambah cita rasa. Angkat, tiriskan.
  • Ulek cabai yang telah digoreng bersama bawang, garam, dan gula sampai halus.
  • Masukkan belut. Penyet-penyet sedikit, lalu aduk merata hingga seluruh belut tercampur dengan sambal.
  • Terakhir, siram sambal tersebut dengan 1 sendok makan minyak bekas menggoreng belut.

Bagaimana? Gampang, ‘kan? Rasanya juga enak, lho. Cocok disantap bersama nasi panas, tahu, dan juga tempe goreng.

Resep diolah dari situs Femina.

 

 

9. Serasa Makan di Restoran Padang Dengan Sambal Lado Ijo Buatan Sendiri

Serasa makan di restoran padang

Siapa coba yang nggak suka sambal lado ijo atau cabai hijau yang ada di rumah makan khas Padang? Nggak terlalu pedas tapi rasanya begitu khas dan menyatu dengan lauk penuh santannya. Mantap deh pokoknya.

Untuk bisa menyantapnya, kamu nggak harus selalu ke rumah makan khas Padang, kok. Membuat sendiri untuk sambal sehari-hari juga nggak sesulit yang dibayangkan. Ini nih caranya:

Pertama, siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan:

  • 100 gram cabai hijau keriting, rebus
  • 3 tomat hijau, potong jadi 2 bagian dan rebus
  • 4 butir bawang merah, kupas dan rebus
  • 2 siung bawang putih, kupas dan rebus
  • Garam dan gula secukupnya
  • Minyak goreng

Kemudian, ikuti langkah-langkah ini:

  • Rebus cabai hijau, tomat hijau, bawang merah, dan bawang putih sampai layu. Pastikan warna cabai hijau sudah berubah. Angkat dan tiriskan.
  • Ulek seluruh bahan tersebut bersama dengan garam dan gula secukupnya sampai halus.
  • Panaskan minyak, lalu tumis sambal tersebut sampai harum.

Jadi, deh sambal lado ijonya. Dihidangkan bersama apa saja pasti enak, kok. Dan pastinya, bikin kamu nggak bisa berhenti makan. Hehehe.

Resep diolah dari situs Femina.

 

 

10. Sambal Kecap, Sambal Nikmat Untuk Ikan dan Ayam Bakar

Cocok untuk ikan dan ayam bakar

Sambal yang satu ini juga cukup legendaris. Nyaris di seluruh restoran, warung makan, atau bahkan rumahmu sendiri pasti menyediakan atau pernah membuatnya. Rasanya manis-pedas tetapi juga segar karena bahan-bahan yang digunakan masih fresh dan tidak digoreng. Mau coba membuatnya? Siapin dulu bahan-bahan ini:

  • 5 buah cabai rawit hijau, iris bulat dan tipis
  • 2 buah cabai merah keriting, iris bulat dan tipis
  • 1 buah tomat, iris kotak
  • 2 butir bawang merah, iris tipis
  • Kecap manis sesuai selera

Kemudian, iris seluruh bahan tersebut dan campurkan ke dalam sebuah mangkuk. Tambahkan kecap manis sesuai selera dan voilà! Siap dihidangkan bersama ayam dan ikan bakar.

 

 

11. Sambal Petai, Sambal yang Punya Fans Garis Kerasnya Sendiri

Enak, tapi jangan lupa minum air putih :D

Wah, kalau sambal yang satu ini pasti punya fans tersendiri nih. Siapa lagi kalau bukan para penggemar petai. Bagi kamu yang suka petai, sambal ini mungkin sumber dari segala kelezatan makanan yang kamu santap. Dan pastinya, kamu pasti nggak bisa berhenti melahapnya.

Untuk bisa menyantapnya, kamu nggak perlu ke warung makan lagi, kok. Coba resep sambal petai dari Hipwee ini ya.

Pertama-tama, siapkan bahan yang dibutuhkan:

  • 2 papan petai, buka kulit dan belah jadi 2
  • 6 buah cabai merah keriting
  • 2 siung bawang putih
  • 4 buah cabai rawit merah
  • 2 butir kemiri
  • 2 sendok teh gula merah
  • ½ gelas air
  • Garam secukupnya
  • Minyak untuk menumis

Lalu, ulek seluruh bahan-bahan tersebut sampai halus; kecuali petainya ya. Panaskan minyak dan tumis bumbu halus tersebut hingga harum. Masukkan petai ke dalam tumisan, masak sampai petainya layu. Tuangkan ½ gelas air, aduk-aduk dan masak hingga sambal mengental. Siap disajikan, deh!

By the way, habis makan sambal ini jangan lupa sikat gigi dan minum air putih ya. Hehehe:D

Resep diolah dari video YouTube Seri Cara Membuat.

 

 

Nah, itulah 11 jenis sambal khas Nusantara yang bisa kamu buat sendiri di rumah sebagai teman santapan sehari-harimu. Dijamin enak dan pastinya bikin kamu nggak berhenti ngunyah, deh. Hehehe. Selamat mencoba!:D

sumber

7 Pertanyaan yang Akan Membantumu Merenung dan Menemukan Renjana Hidup

Menemukan sesuatu yang menjadi passion atau renjanamu itu memang gampang-gampang susah. Renjana tidak sama dengan hobi, karena perasaan itu jauh lebih kuat. Ibaratnya, renjana adalah sesuatu yang tak hanya mengisi waktu, namun juga jadi penentu tujuan hidup dan kebahagiaanmu.

Kalau hingga hari ini kamu masih belum menemukan renjanamu, wajar kok, karena menemukan renjana itu seiring dengan menemukan jati diri. Tapi Mumpung masih muda, ada baiknya kamu mencoba menemukan renjanamu mulai dari sekarang. Semakin cepat kamu menemukannya, semakin luas kesempatan yang terbentang di hadapanmu untuk bisa menggeluti dan mengembangkannya.

Lalu bagaimana sih cara menemukannya? Warren Berger merumuskan tujuh pertanyaan penggugah pikiran yang akan membantumu menemukan jawabannya.

 

1. Jika harus bertanya pada diri sendiri, apa yang melengkapi hidupmu selama ini?

Ikut kata hati

Renjana bisa berupa hal yang sangat menarik hatimu, sesuatu yang sangat kamu inginkan. Ini bukan hal yang diinginkan orang tuamu, pacarmu, atau teman-temanmu. Renjana adalah sesuatu yang benar-benar bisa mengobarkan semangat dalam jiwamu, yang membuat hidupmu terasa utuh.

Ketika kamu melakukannya, kamu merasa bisa mencurahkan segalanya tanpa ragu demi satu hal ini. Mengerjakan hal sesuai renjana membuatmu merasa hidup.

 

 

2. Hal apa yang kamu yakini dengan bulat, walau ditentang oleh hampir setiap orang?

Jangan ragu

Lewat pertanyaan ini, kamu akan mencoba menggali apa yang unik dari dirimu. Kebanyakan orang — terutama orang tua — cenderung punya nilai yang linear tentang makna sebuah pekerjaan dan kesuksesan. Memang sih maksudnya baik, biar kita hidup nyaman. Tapi, bukankah nyaman tidak selalu sama dengan kebahagiaan?

Saya menemukan renjana menulis saya sewaktu kuliah. Sebelumnya, saya juga tidak sadar jika ternyata panggilan saya ada di dunia tulis menulis. Keinginan saya untuk menjadi seorang full-time writer sempat ditentang oleh orang tua, apalagi renjana itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan jurusan yang saya ambil sewaktu kuliah.

Meski banyak yang menentang, percayalah bahwa mengikuti renjana itu bukan hal yang buruk. Hingga hari ini saya akan teguh berkata bahwa renjana adalah hal yang sangat layak untuk dikejar.

 

 

3. Selama ini, kemampuan apa yang paling menonjol dari dirimu?

Apa kemampuan terhebatmu?

Pertanyaan ini akan membongkar kepribadian serta bakat yang sudah kamu miliki sejak awal. Setiap orang pasti punya kelebihan dan bakat. Memahami kemampuanmu yang paling dominan, bisa membantumu menemukan hal yang sebenarnya menjadi renjanamu.

Semisal, kamu adalah karyawan yang sebenarnya punya kemampuan merancang desain kaus. Menanyakan pertanyaan diatas pada diri sendiri bisa membuka matamu, bahwa sebenarnya kamu lebih ahli di bidang desain dibanding harus jadi karyawan seumur hidup.

Terus menggali rasa ingin tahu tentang kemmapuan terkuat yang kamu miliki bisa membantumu menemukan renjana yang selama ini kamu cari.

 

 

4. Apa hal yang kamu sukai sewaktu kecil dulu?

Gali masa kecilmu

Terkadang kamu bisa menemukan apa yang kamu cari ketika kamu mencoba menilik kembali ke belakang. Saat kamu kecil, coba ingat-ingat hal apa yang suka kamu lakukan. Seperti yang pernah ditulis Hipwee di artikel ini, memainkan imajinasi adalah hal hebat yang dilakukan dilakukan seorang anak, dan kita harus belajar dari mereka.

Kita yang sekarang dibentuk oleh banyak hal, termasuk orang tua dan lingkungan. Membongkar kembali masa kecil kita berarti melihat diri kita sebelum didikte oleh orang lain. Mungkin kamu akan menemukan sesuatu yang patut untuk dikejar di sana, sesuatu yang beresonansi dengan diri kita di masa sekarang.

 

 

5. Kegiatan apa yang paling membuatmu penasaran untuk mencobanya?

aaaa

Salah satu cara terbaik untuk menemukan tujuan hidup dan renjana adalah dengan mencoba-coba. Banyak orang yang menganggap hal ini kurang intuitif dan buang-buang waktu. Well, tapi kamu juga bukan cenayang kan yang bisa tahu sesuatu hanya lewat imajinasi?

Menemukan renjana bukan hanya soal berpikir dan menggali diri. Melainkan juga soal bertindak dan mengenali banyak hal yang ada di luar diri kita. Bagaimana kamu tahu kalau kamu bakal menyukai sesuatu tanpa mencobanya sendiri? Jadi, kalau ada sesuatu yang ingin kamu coba lakukan, lakukanlah sekarang. Siapa tahu kamu berjodoh dan justru menemukan bahwa itulah renjanamu.

 

 

6. Pencapaian apa yang ingin kamu ceritakan pada orang-orang, 20-30 tahun dari sekarang?

aa

Pencapaian apa yang kira-kira ingin kamu ceritakan dengan bangga pada 20-30 tahun mendatang? Cerita tentang kamu menua di jalan karena pekerjaan sebagai karyawan mengharuskanmu pergi pagi-pulang malam setiap hari? Atau justru kamu akan merasa bangga saat bercerita soal bagaimana kamu mewujudkkan impianmu sebagai penulis?

Pencapaian yang diperoleh lewat renjana akan menggugah siapapun yang menyimaknya, sesederhana apapun pencapaianmu. Bukan materi yang penting, karena materi hanyalah hasil. Yang terpenting adalah proses menuju hasil tersebut. Nah, kamu pengen dikenang sebagai apa nih kira-kira?

 

 

7. Seandainya tak ada orang yang bisa melihatmu, mendengarmu, atau memengaruhimu; kamu akan menjadi orang yang seperti apa?

Siapakah kamu?

Pertanyaan yang sangat sederhana sekaligus yang terbaik. Pertanyaan ini akan membantu kamu untuk merumuskan tujuan hidup dan renjana dalam satu kalimat sederhana. Jawaban dari pertanyaan ini bisa menjabarkan siapa dan apakah kamu, serta, lebih dalam lagi, tujuan yang sebenarnya ingin kamu capai.

Jawabannya pun bisa beragam. Mulai dari:

“Seorang pria yang pergi keliling dunia dan  berbagi pengalamannya lewat buku dan foto.”

Atau:

“Wanita mandiri yang menemukan perangkat yang memudahkan hidup umat manusia.”

Jangan remehkan satu kalimat ini, karena mereka punya kekuatan yang besar untuk mengubah hidupmu. Kalau tujuan hidup di dalam kalimat yang kamu tulis itu belum juga tercapai, mungkin kamu juga bisa bertanya:

“Dari mana saya akan memulai untuk mengejar tujuan hidup saya?”

Berhasil menemukan renjana berarti kamu sudah maju selangkah lebih dekat ke dirimu sendiri. Yang berikutnya harus kamu lakukan adalah bertahan di jalurnya dan tetap konsisten. Rasa bosan itu pasti ada, tapi percayalah bahwa hal inilah yang akan membuatmu merasa cukup.

 

Nah, sudah siap mengajukan berbagai pertanyaan pada diri sendiri agar bisa menemukan renjanamu?

Artikel ini terinspirasi dari laman Fast Co. Design. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

sumber

Barisan Kenangan yang Membuatmu Teringat Masa-Masa Bahagia Bersama HP Jadulmu

Handphone atau HP saat ini bukanlah kebutuhan tambahan saja, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama. Rasanya kalau belum punya, belum afdhol kehidupanmu. Kamu akan sulit dihubungi dan ketinggalan banyak informasi. Belum lagi dengan kehadiran smartphone yang makin canggih. Kalau nggak mengikuti perkembangannya, bisa-bisa kamu jadi yang paling kudet alias kurang update di antara teman-temanmu lainnya.

Tapi di balik semua kecanggihan itu, pernah nggak sih kamu merasa rindu dengan masa-masa dulu saat kamu masih pakai HP yang jadul? HP yang bahkan layarnya saja masih kecil dan hitam putih. Kalau iya, mungkin artikel ini bisa mengobati kerinduanmu. Selamat membaca!

1. Bagi kebanyakan anak 90-an, punya HP pertama kali itu ketika duduk di bangku SD atau SMP

Umur-umur segini nih dulu kamu punya HP pertama kali

Di akhir tahun 90-an, handphone atau HP mulai dikenal di Indonesia. Saat itu, ukuran HP masih cukup besar dan memiliki antena. Harganya pun mahal banget, hanya orang-orang tertentu dan orangtuamu saja yang mungkin memilikinya.

Tapi akhirnya, di awal tahun 2000-an, mulai keluar banyak jenis HP dengan harga yang cukup terjangkau. Para orangtua pun berbaik hati membelikan anak-anaknya HP untuk berkomunikasi (baca: buat nelepon minta jemput). Mungkin kamu adalah salah satu anak yang beruntung, bisa punya HP di awal-awal kemunculannya. Padahal sih saat itu kamu masih SD atau SMP.

 

2. Ini nih HP-HP yang pertama kali kamu punya

Berhubung tipe HP saat itu belum terlalu banyak, pasti HP-HP inilah yang dulu kalian miliki:

Nokia 5110

Nokia 5110, paling ngehits saat itu

Nokia 3310

Nokia 3310, HP nya anak gaul

Ericsson R310

Ericsson R310, HP nya para petualang yang tahan air

Nokia 3315

Nokia 3315, adiknya 3310

Siemens A50

Siemens A50, layarnya lucu! Hitam-kuning

 

3. Teman yang punya HP mendadak jadi paling populer satu sekolahan

Punya HP = paling populer

Teman A: “Eh si Prisil yang kelas 6 punya HP, lho!”

Teman B: “Oh, ya? Keren banget. Lihat, yuk!”

Teman A, C, dan kamu: *berbondong-bondok ke kelas Prisil* “Yuk.. yuk.. yuk!”

Di awal kemunculannya, HP memang masih menjadi barang mewah. Nggak semua orang bisa punya, apalagi kamu yang masih remaja dan anak-anak.

Makanya, nggak heran kalau ada teman di sekolah yang sudah punya HP bisa mendadak jadi terkenal. Tiba-tiba, dia jadi orang yang paling sering diajak ngobrol, main, dan makan bareng di kantin. Kelihatannya seperti mau ajak berteman, tapi kebanyakan sih cuma penasaran ingin lihat HP-nya saja. Hehehe.

 

4. Padahal layarnya masih monokrom, ringtone-nyamonophonic, harga kartu perdana juga mahalnya selangit

Harga perdana Rp 100.000 tahun 2003

Bisa punya HP saat itu, membuat kita merasa jadi paling keren sedunia. Sebentar-sebentar telepon rumah atau orangtua; bosan sedikit langsung main game dan asal SMS nomor orang yang ada di kontak. Pokoknya, HP itu harus terus kelihatan sama orang lain, deh.

Padahal sih kalau diingat-ingat, nggak ada yang perlu dibanggain dari HP yang dulu kamu miliki itu. Layarnya masih monokrom atau hitam putih, ringtone-nya masih monophonic, dan harga kartu perdananya saja mahal sekali; bisa mencapai ratusan ribu. Beda banget ya sama sekarang? Dengan Rp 15.000 saja sudah bisa punya kartu perdana dengan nomor yang cantik dan bisa internetan.

 

5. Yang belum punya HP? Ikutan antre panjang untuk bisa mainin game di HP-nya

Ngerubungin yang lagi main

Kalau yang punya HP kerjaannya pamer, yang belum punya ngapain dong? Yap! Ikutan antre sama anak-anak lain supaya bisa main gamegame yang ada di HP milik temanmu itu. Antrenya pun bukan yang memanjang seperti di loket, tetapi mengerubungi yang sedang main. Waktu per gilirannya nggak pasti. Tapi biasanya, kalau sudah game over harus segera gantian.

By the way, masih ingat mainannya apa saja? Kebanyakan sih mainnya Snakedan Space Impact.

 

6. Di HP zaman dulu, kita bisa buat ringtone sendiri, lho! Dari mulai do-re-mi-fa-sol-la-si-do, lagu Cicak-Cicak di Dinding, sampai lagu Ibu Kita Kartini

Hayo ini lagu apa?

Pada HP lawas monophonic yang digunakan dulu, kita belum bisa menyimpan dan memutar lagu. Ringtone yang ada juga sedikit, masih standar sesuai bawaan HP. Tapi beruntunglah, di HP-HP lawas tersebut ada fitur di mana kita bisa membuat ringtonesendiri. Kita hanya perlu memasukkan kunci-kunci nada yang diinginkan, save, dan jadikan ringtone kalau ada telepon, deh!

Sol-mi-sol-mi mi-fa-sol

Fa-re-fa-la sol-fa-mi

La-fa-la-fa la-si-dô. Dô

Mi-sol-fa-re-do

— Nada lagu Cicak-Cicak di Dinding

Fitur ini membuat kita jadi cukup kreatif, lho! Lagu-lagu yang ada di buku Kerajinan Tangan dan Kesenian (Kertakes) nggak hanya kita baca saja, tetapi juga langsung dipraktikan untuk membuat bunyinya. Ada beberapa lagu yang jadi favorit, yaitu Cicak-Cicak di Dinding dan Ibu Kita Kartini.

 

7. Tapi setelah HP layar warna dan polyphonic muncul, kamu lebih pilih mengunduh wallpaper dan ringtoneyang ada di iklan majalah. Mumpung sudah ada jaringan GPRS di HP-mu

Ini nih iklannya

Hobi membuat ringtone sendiri itu perlahan punah karena HP-mu makin canggih. Layarnya sudah berwarna, ringtone sudah polyphonic, dan pastinya bisa MMS karena sudah memiliki jaringan GPRS.

Karena kecanggihan ini, banyak iklan yang menyediakan konten berupa puluhan wallpaper dan ringtone bertebaran di majalah. Kamu pun nggak mau kelewatan untuk mengunduh wallpaper dan ringtone itu supaya semakin banyak pilihan gambar dan lagu untuk digunakan. Padahal sih harganya cukup mahal. Per wallpaper harganya Rp 4.000 dan setiap 1 ringtone dihargai Rp 5.000.

 

8. Sesekali kamu juga bertukar gambar dan lagu lewat infrared dan bluetooth dengan teman-temanmu

"Bluetoothnya nyalain, ya!" "Oke!"

Kamu: “Eh aku punya wallpaper baru, nih! Lucu banget, lho!”

Teman: “Oh ya? Mau dong. Pakai infrared, ya! Mana HP lo?”

Kamu: “Nih! Deketin lagi HP-nya. Awas kegeser, nanti nggak kekirim gambarnya”

Nggak hanya mengunduh dari iklan di majalah saja, gambar dan lagu baru pun bisa kamu miliki saat itu dengan saling bertukar bersama teman-temanmu. Masih ingat bertukarnya lewat apa? Yap! Bluetooh dan infrared. Lawas banget, ya? Dan mengirim gambar atau lagu lewat infrared ini cukup perjuangan, lho. Infrared HP-nya harus nempel. Kalau kegeser sedikit, bisa gagal ngirimnya.

 

9. Dulu, biaya telepon itu masih mahal. Alhasil, tren telepon ngejam pun jadi pilihanmu saat itu

Halo? *tutup* Jemput ya *tutup* Di sawah *tutup*

Kalau sekarang banyak bonus pulsa dan bisa telepon gratis, zaman dulu hal ini mustahil adanya. Terlebih lagi, biaya telepon saat itu mahal banget. Ada yang mencapai Rp 900 per detiknya. Kebayang ‘kan berapa banyak pulsamu yang habis kalau keseringan menelepon? 30 detik saja bisa habis Rp 27.000.

Sebagai solusinya, ada yang namanya telepon ngejam, yaitu setiap 2 detik telepon ditutup. Kenapa begitu? Karena kalau masih 2 detik, teleponmu belum akan dikenakan biaya alias gratis. Pantas saja telepon ngejam cukup jadi tren saat itu.

Kamu: “Halo, Yah?” *tutup telepon*

Ayah: “Ya, Kak?” *tutup telepon*

Kamu: “Jemput, Yah” *tutup telepon*

Ayah: “Oke, Kak” *tutup telepon*

 

10. Eh tapi, biaya SMS-nya nggak semahal itu, lho. Nggak heran deh kalau kamu keranjingan sama pesan singkat ini

Ketagihan SMS-an

Biaya telepon mahalnya memang selangit, tapi nggak dengan biaya SMS. Masih cukup terjangkau dan nggak jauh beda kok dengan biaya SMS saat ini, yaitu Rp 350 per SMS-nya. Dengan biaya yang murah dan bisa mengirimkan banyak pesan, nggak heran kalau SMS jadi media komunikasi favorit saat itu.

Kamu pun ikut keranjingan sama pesan singkat ini. Setiap ada pulsa lebih sedikit, kamu pasti langsung SMS teman-temanmu. Topiknya juga nggak penting-penting banget, paling-paling cuma update-an gosip yang sebenarnya bisa diobrolin besok saat di sekolah. Tapi karena SMS itu lagi hits banget, biayanya murah, dan sifatnya real-time, jadilah kamu pilih SMS-an setiap saat untuk ngobrol. Ya, semacam Whatsapp-an, BBM-an atau LINE-an sekarang ini. Hehehe.

 

11. Namun, pulsa tetap saja pulsa. Saat itu, pilihan nominalnya nggak sebanyak sekarang. Uang jajanmu terpaksa dikorbankan deh untuk mengisi pulsa yang kosong

Uang jajanmu habis di sini

Walaupun biaya SMS murah, tapi pulsa tetap saja pulsa; akan tetap habis kalau dipakai terus menerus. Apalagi melihat frekuensi SMS-anmu saat itu. Wah, pulsa 50 ribu pasti bisa habis dalam sekejap.

Sedihnya lagi, nominal pulsa yang tersedia zaman dulu itu belum bervariasi seperti sekarang. Paling murah saja yang 50 ribu. Terpaksa deh merelakan sebagian uang jajan demi mengisi pulsa yang kosong.

 

12. HP-HP zaman dulu memang nggak secanggih sekarang, tapi daya tahan baterai dan fisiknya nggak ada lawan

Saking tahan bantingnya

Kalau membandingkan kecanggihan, HP-HP jadul ya jelas nggak ada apa-apanya dibandingkan smartphone yang beredar saat ini. Jaringan internetnya masih mahal dan lambat, kapasitas memori terbatas, kameranya pun masih buram. Tapi ada 2 hal dari HP jadul yang nggak bisa ditandingi oleh smartphone saat ini, yaitu daya tahan baterai dan kekuatan fisiknya.

Daya tahan baterai HP jadul itu juara banget. Bisa sampai 3 hari, bahkan ada yang bisa tahan sampai 1 minggu. Nggak perlu deh tuh dulu kamu bawa-bawa chargeratau powerbank untuk menghindari baterai HP-mu habis. Selain itu, kekuatan fisiknya juga jagoan. HP jadul jatuh berkali-kali nggak akan error ataupun rusak. Palingan cuma lecet sedikit saja.

 

13. Fungsinya pun tepat, yaitu untuk mendekatkan yang jauh

Mendekatkan yang jauh

Nggak hanya daya tahan dan kekuatan fisiknya saja yang juara, HP jadul juga masih memiliki fungsi yang digunakan dengan tepat. Saat itu, HP bukanlah kebutuhan utama. HP hanya berfungsi sebagai alat bantu komunikasi jarak jauh yang praktis karena bisa dibawa ke mana saja dan bisa digunakan kapan saja. Jadi, kita bisa dengan mudah menghubungi orang yang saat itu nggak berada di tempat yang sama. Dengan kata lain, dulu, HP berfungsi untuk mendekatkan yang jauh.

 

14. Nggak seperti HP zaman sekarang: menjauhkan yang dekat

Sekarang, menjauhkan yang dekat

Sayangnya, fungsi HP untuk menjauhkan yang dekat sudah mulai terkikis dengan kehadiran smartphone yang semakin canggih. Saat ini, hampir seluruh kebutuhan hiburan dan kehidupan sosialmu sudah ada semua di dalam smartphone. Mulai dari chatting dengan berbagai instan messenger, main games, mendengarkan musik, menonton video, hingga membaca buku dan mengatur keuangan. Lengkap, ‘kan? Fitur-fitur itu memang memudahkanmu, tapi di sisi lain juga mengambil banyak hal dari hidupmu.

Perlahan kamu mulai terlarut dalam keseruan HP canggihmu itu. Dan tanpa sadar, kepalamu terus menunduk sehingga mengabaikan hal-hal penting juga menarik di sekitarmu. Hubungan keluarga dan pertemanan yang tadinya sedekat nadi, sekarang mulai memiliki jarak yang cukup berarti. Sampai-sampai, mungkin kamu sudah lupa kapan berbagi obrolan dan canda tawa terakhir kali.

 

15. Mengingat kenangan-kenangan itu, wajar rasanya kalau kamu kangen dan ingin kembali ke masa-masa masih memakai HP jadul seperti dulu. Tenang dan menyenangkan, sih!

Masa-masa bahagia

Kalau mengingat kenangan-kenangan bersama HP jadul, rasanya kamu ingin kembali saja ke masa-masa itu. Masa di mana hidupmu tenang dan menyenangkan. Nggak ada tuh bete-bete sama pacar karena chat-mu cuma di-read saja; nggak ada juga rasa urgensi untuk selalu mengecek HP karena takut ada informasi mendadak.

Kehidupan sosialmu terasa normal. Ingin bermain? Ya pergi ke rumah teman untuk bermain bersama, bukannya kirim-kiriman item di game online. Kangen sama pacar? Ya langsung saja telepon dan ajak ketemuan, bukannya basa-basi di media sosial. HP benar-benar digunakan untuk keadaan darurat dan komunikasi jarak jauh, bukan untuk menyibukkan diri dari keadaan yang jenuh.

 

Bagimana kenangan-kenangannya? Sesuai nggak sama kenangan kamu dulu? Kalau ada kenangan lain yang seru dan nggak terlupakan, silakan tuliskan di kolom komentar, ya!:D

sumber

Kategori:revo Tag:, , , ,

Saat Pekerjaan Impian Belum Ada Di Tangan Haruskah Mengalah Pada Pekerjaan yang Pertama Datang?

Saat berhasil meraih gelar sarjana tentu wajar rasanya bila kamu merasa gembira. Sederet ucapan selamat pun akan berdatangan menemanimu menyambut keberhasilan. Namun sayangnya rasa senang itu tidak akan berlangsung lama, karena (biasanya)  pertanyaan pamungkas seperti:

“Kapan mulai kerja?”

“Sudah keterima di mana?”

Akan menjadi kalimat ‘penghias’ hari-harimu selanjutnya. Kamu pun mulai dibuat galau dengan berbagai panggilan kerja yang datang silih berganti. Sebagai seorang yang baru lulus, tentu memiliki pekerjaan sesuai impian menjadi keinginan terbesar. Sayangnya nasib belum tentu selalu sepakat dengan itu. Misalnya nih Hipwee tanya, mana akan kamu pilih menunggu pekerjaan impian datang atau menyabet pekerjaan yang pertama datang?

 

 

Lulus dan mengantongi gelar sarjana tak serta merta membuat semua pintu terbuka. Pilihannya dua: mengambil kesempatan apapun yang ada di depan mata atau menunggu sampai pekerjaan impian tiba

pengalaman kerja yang utama

Sebelum akhirnya mengentaskan pendidikan tentu kamu punya sederet impian pekerjaan. Bagi yang berlatar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi menjadi jurnalis atau penyiar radio kawakan bisa jadi telah menjadi mimpimu sedari kecil. Tidak hanya itu, kamu yang dulunya kuliah di bidang hukum sesungguhnya berkeinginan menjadi pengacara terkenal sekelas Ruhut Sitompul. Akan tetapi sayangnya belum tentu semua keinginanmu terkabul di awal.

Ada masanya kita harus ‘mengalah’ pada keadaan. Jika memang menjadi jurnalis atau pengacara terkenal belum bisa terkabul saat itu juga tak salah kamu menerima dulu pekerjaan lainnya. Dengan mengambil kesempatan kerja yang datang padamu meski itu belum tentu sesuai dengan keinginan kamu memiliki kesempatan untuk belajar. Berbagai ilmu yang dipelajari di sana tentunya akan berguna bagi kehidupan kelak. Bahkan sederet pengalaman tersebut bukan tak mungkin menjadi nilai lebih yang kamu miliki untuk mencari pekerjaan lainnya.

 

Menjalani pekerjaan pertama yang tak sesuai isi hati bukanlah harga mati. Setelah tuntas atau merasa bosan di sini toh kamu bisa memilih pergi– mencari kesempatan lain yang lebih menentramkan hati

masih banyak kesempatan yang menunggu

Hindari berpikir bahwa jika kamu mengambil pekerjaan yang tak sesuai dengan keinginan akan mematikan jenjang karir nantinya. Pekerjaan yang nantinya kamu lakoni tersebut bukanlah harga mati. Ingat selalu ada kesempatan bagi siapa saja yang mau berusaha. Di lingkungan pekerjaanmu, kamu akan bertemu dengan banyak ilmu baru yang tidak akan bisa kamu dapatkan kala memilih diam di rumah saja.

Kamu bisa men-charge otakmu dengan ilmu-ilmu tersebut. Jika memang nantinya dirasa tidak betah melamar pekerjaan di tempat yang baru tentu bisa kamu lakukan. Malahan dengan modal pengalaman kerjamu itu bisa menambah nilai jualmu sebagai calon karyawan. Pada intinya semakin kamu memiliki banyak pengalaman maka akan semakin besar pula kesempatanmu memilih pekerjaan yang sesuai dengan impian.

 

 

Otakmu bisa membayangkan betapa nikmatnya bekerja di perusahaan impian. Tapi bukankah tak ada pekerjaan yang tanpa beban? Di manapun kamu bekerja akan tetap kau hadapi tantangan dan beberapa hari yang masuk kategori menyebalkan

tiap pekerjaan memiliki tantangan

Kamu yang sudah memiliki ancang-ancang bekerja di bidang impian tentu berpikir bisa bekerja tanpa tangangan. Alasannya simpel, “Kan gue suka sama kerjaannya”.

Eits, meskipun kamu nantinya bisa berhasil bekerja di bidang yang kamu suka bukan berarti kehidupan karirmu akan berjalan mulus tanpa tantangan loh ya. Berbagai tantangan dalam pekerjaan akan tetap datang sekalipun jenis pekerjaan yang sedang kamu tekuni tersebut sesuai dengan passion-mu. Tidak salah memang jika dikatakan bekerja sesuai dengan kemauan akan memberi kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan. Namun meskipun memiliki kekuatan bukan berarti juga kehidupan kerja bisa langgeng-langgeng saja.

 

 

Pada pekerjaan pertama yang jauh dari bayangan akan kamu dapatkan kesempatan. Secure key selanjutnya bagi langkah yang lebih ringan menuju pekerjaan impian

pengalaman

Seperti yang telah Hipwee katakan bahwa meskipun harus bekerja di bidang yang mungkin jauh dari keinginan akan memberi manfaat positif lainnya. Salah satunya adalah dengan mendapat link kerja. Mendapat tawaran dari sesama pekerja atau orang lain adalah hal lumrah ditemukan. Kalau kamu menunjukkan kualitas diri yang mumpuni tawaran pekerjaan dari berbagai pihak bisa saja datang. Justru bila kamu menunda-nunda memulai kerja dengan alasan tidak meminati bidangnya, maka kesempatan untuk meraih pekerjaan impian semakin jauh.

Di awal masa bekerja kamu mungkin setengah mati berusaha mendamaikan diri dengan pekerjaanmu tersebut. Akan tetapi yang perlu diingat adalah pekerjaan tersebut suatu saat bisa menjadi anak tangga mengantarkanmu ke pekerjaan impian nantinya.

 

 

Seperti labirin yang ujungnya masih belum tentu, kamu pun belum mengerti apa yang bisa diberikan pekerjaan ini padamu. Bisa jadi dia membukakan pintu yang selama ini ingin kamu tuju — siapa yang tahu?

modal pengalaman

Saat ini di dunia profesional memiliki pengalaman segudang adalah modal yang harus dimiliki jika ingin  menyabet berbagai pekerjaan impian. Jika kamu memiliki pengalaman yang menjanjikan maka kesempatan untuk memperoleh kerja yang baik akan semakin tinggi. Nah maka dari itu wajib hukumnya untuk memiliki “portofolio” dalam bentuk pengalaman kerja. Jadi meskipun tawaran kerja yang pertama datang tidak sesuai dengan mimpi jangan ditolak mentah-mentah ya. Pelajari dulu dan selidiki apakah pekerjaan tersebut akan memberi manfaat bagimu. Jika ya, meskipun bidangnya di luar dari keinginan ada baiknya kamu mempertimbangkan.

 

 

Pekerjaan pertama adalah gerbang yang mengajarkanmu untuk tidak tinggi hati. Dari situ pula kamu akan cerdik memilah pengalaman macam apa yang berguna bagi masa depanmu nanti

tapi tetap selektif

Akan tetapi meski sayang melewatkan pekerjaan pertama yang datang bukan berari kamu harus asal loh ya. Sebelumnya Hipwee juga pernah membahas 9 hal yang harus diketahui oleh fresh graduate saat mencari perusahaan. Dengan panduan tersebut kamu yang baru saja lulus bisa mengetahui ciri-ciri perusahaan yang berkualitas tanpa harus melewatkan berbagai kesempatan yang datang padamu.

Namun apapun hasil akhirnya, baik bagi kamy yang bertahan menunggu pekerjaan impian atau yang langsung menerima tawaran kerja pertama, Hipwee mendukung semuanya. Hal yang paling penting adalah kamu harus menjadi pribadi yang bertanggung jawab pada apapun pilihanmu nantinya ya!

 

Featured Image by: expertbeacon.com

sumber

Kategori:revo Tag:, , , , ,
%d blogger menyukai ini: