Archive

Archive for the ‘revo’ Category

Alasan Gadis Cantik Nan Imut Berusia 18 Tahun Ini Menikahi Pria Berusia 58 Tahun   

4 Juli 2015 1 komentar
Alasan Gadis Cantik Nan Imut Berusia 18 Tahun Ini Menikahi Pria Berusia 58 Tahun

Istilah bahwa “Cinta itu buta” memang benar adanya. Bagi siapapun yang sedang jatuh cinta, terkadang bisa menjadi gelap mata. Kalau sudah benar-benar cinta maka usia, berat badan, tinggi badan hanyalah angka-angka yang tak berarti. Inilah yang terjadi kepada pasangan yang perbedaan usianya terlalu jauh.

Pasangan ini mendadak menjadi sensasi di internet, khususnya di China karena perbedaan usia dan fisik yang terlampau jauh. Sekilas mereka ini pantasnya menjadi ayah dan anak.

Li Kuncheng-Lin JIn en

Li Kuncheng (58 tahun), seorang penulis lagu asal Taiwan dan Lin Jing-en (18 tahun) mendadak membuat gempar karena perbedaan usia mereka mencapai 40 tahun. Yang mengejutkan, mereka pada akhirnya memutuskan akan menikah.

Li Kuncheng-Lin Jin en

Sejak 2 tahun lalu, hubungan cinta Li Kuncheng dan Lin Jing-en menjadi pembicaraan. Ketika itu Li Kuncheng berpacaran dengan Lin Jing-en yang masih duduk di bangku SMA. karuan saja hubungan cinta ini ditentang oleh keluarga Lin Jing-en, khususnya sang ayah. Sang ayah tidak ingin putrinya menjalin hubungan dengan pria yang usianya lebih tua dibanding dirinya. Ayah Lin Jing-en berusaha sekuat tenaga mendorong putrinya untuk mengakhiri hubungan tersebut, namun gagal.


Setelah 2 tahun berlalu, Li Kuncheng memberi berita mengejutkan bahwa dirinya akan menikah dengan Lin Jing-en. Mereka akan menikah bulan November tahun depan. Pasangan ini bahkan sudah memutuskan untuk melakukan bulan madu ke Jepang karena sama-sama menyukai budaya dari negara tersebut. Li juga mengatakan ingin memiliki anak setelah menikah nanti, dia yakin tetap sehat dan dapat membesarkan anak-anak mereka.

Li Kuncheng dan Lin Jing-en

Li Kuncheng dengan jujur mengatakan bahwa hubungan mereka seperti ayah dan anak, namun saling mencintai. Kendala terbesar dalam hubungan mereka berdua adalah restu ayah Lin Jing-en. Awalnya, ayah Lin Jing-en dan Li Kuncheng adalah teman baik. Namun setelah sang putri berhubungan dengan dengan Li Kuncheng, hubungan mereka merenggang. Demi pernikahan ini, Lin Jing-en memutuskan untuk tidak akan mengundang ayahnya di pesta pernikahan yang direncanakan.

Li Kuncheng dan Lin Jing-en tak peduli dengan gunjingan masyarakat mengenai hubungan mereka. Bahkan Li Kuncheng memiliki rencana untuk membuat sebuah buku tentang hubungannya dengan gadis manis yang masih berusia 18 tahun.

Li Kuncheng Lin jing-en

Nah, mari kita tunggu kabar berikutnya: apakah Lin Jing-en akan menikah pada November tahun depan atau menuruti permintaan ayahnya.

(Stomp, Weibo)

Kategori:revo

Kisah Bocah Ajaib Martunis Adalah Pelajaran: Ada Hal yang Manis di Balik Tiap Cobaan Tuhan

Tuhan tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya.

Sebagai makhluk Tuhan, manusia kerap mendapat ujian dan cobaan yang mewarnai perjalanan hidup ini. Ada yang menanggapinya dengan ikhlas; ada yang bertanya-tanya mengapa mereka mendapat cobaaan seberat ini; ada pula yang ‘membentak‘ Tuhan, protes tentang keadaan dan tidak terima akan ujian.

Sangatlah manusiawi bagi kita untuk bersedih ketika mendapatkan musibah atau rintangan dalam kehidupan. Tapi sebenarnya ada titik terang dari semua kegelapan. Yang harus kamu lakukan adalah optimis, berpikir positif dan tidak menyerah dengan keadaan.

Seperti Martunis, bocah yang selamat dari cengkraman maut gelombang Tsunami 2004 di Aceh. Dalam hitungan menit, kehidupan Martunis kecil hancur remuk berserakan ditelan laut dan bumi.

2A2AFE3500000578-3147052-image-a-66_1435835298853

Terkadang, ketika sudah tenggelam menangisi problem kita sendiri, kita lupa bahwa banyak orang-orang lain yang masalah hidupnya jauh lebih berat daripada yang kita pikul. Merasa paling menderita dan putus asa begitu saja. Padahal ada orang-orang lain yang lebih tegar meskipun diri mereka pilu habis-habisan; nyaris kehilangan nyawa bahkan.

Martunis

Tengoklah Martunis, bocah yang saat kejadian gempa dan tsunami Samudra Hindia berumur 8 tahun tersebut, kehilangan ibu; saudara-saudara; dan seluruh hartanya dalam hitungan menit. Gelombang besar menyapu Tanah Aceh tempat Martunis dan keluarganya tinggal. Tanpa peringatan, tanpa ampun; Tsunami yang merenggut 230.000 korban jiwa dan menghantam 14 negara ini menyeret Martunis dan keluarganya.

Tanpa disangka, ada tekad dan keberanian luar biasa besar untuk bertahan hidup dari tubuh mungil Martunis. Ia berhasil menyambung nafasnya meski berada di tengah keadaan yang sangat mengerikan.

General - GEN - Banda Aceh tsunami survivor Martunis

Martunis tergulung gelombang, terpisah dari ibu dan kakak adiknya yang kemudian diketahui tidak selamat lagi. Rumahnya hancur lebur, namun itu bukan jadi masalah terbesar Martunis saat itu. Ia terombang-ambing di laut seorang diri, tanpa makanan dan minuman; tanpa pakaian hangat dan jaminan selamat. Setiap hembusan nafas bisa menjadi yang terakhir baginya, namun Martunis tidak menyerah dan putus asa begitu saja. Anak yang punya hobi bermain sepak bola ini terus bertahan apapun yang terjadi.

“Saat itu aku tidak takut sama sekali, karena aku masih ingin hidup untuk bertemu keluargaku dan untuk menjadi seorang pemain sepak bola.” kata Martunis ketika ditanyai wartawan tentang pengalamannya.

Di usianya yang begitu belia, di bawah cobaan hidup yang begitu besar; Martunis bertahan. Berpegangan pada sebatang pohon kelapa selama 21 hari, mengganjal perut hanya dengan minum air kubangan dan makan mie instan yang hanyut di lautan. Terlambat satu hari saja Martunis mungkin tak akan lagi bernyawa, kata salah satu anggota penyelamat dari Program Save the Children yang mengantarkannya ke rumah sakit. Keadaannya sangat lemas, kelaparan, penuh luka dan mengenaskan. Yang masih melekat pada tubuh mungil Martunis hanyalah kaos seragam tim sepak bola favortinya, tim nasional Portugal.

Coba kita pikirkan, bagaimana perasaan Martunis yang seluruh hidupnya terbalik 180 derajat secara mendadak ini? Di umur yang sebelia itu, ia harus kehilanggan segalanya, termasuk orang-orang paling berharga baginya.

prezhivea-cunami-go-nemashe-21-den-a-sega-kje-igra-vo-sporting-lisabon-127408

Beruntung Martunis masih bisa dipersatukan lagi dengan ayahnya. Rumah dan segala harta benda mereka raib dihancurkan oleh kemarahan alam. Ibu dan kedua saudaranya juga berpulang ke pangkuan Tuhan. Boro-boro memikirkan impiannya menjadi pemain sepak bola profesional, melanjutkan hidup pun mungkin terasa sukar.

Namun Tuhan Maha Adil, penderitaan dan kesulitan yang dialami Martunis kecil memberikan hikmah yang begitu besar dan merubah hidupnya dengan cara yang luar biasa. Kalau Martunis tidak karena terseret gelombang tsunami selama berhari-hari dengan mengenakan kaos tim sepak bola favoritnya, media massa Portugal tidak akan memberitakan kisah ajaib bocah yang berhasil selamat dari maut itu.

877x658

Kalau bukan karena tekad bajanya untuk bertahan hidup demi impiannya itu, Martunis mungkin tidak akan punya kesempatan bertemu Christiano Ronaldo yang tersentuh dengan kisahnya dan menyantuninya.

ad1af91d17f79f274d986820d2101f5d

Kalau Martunis langsung menyerah begitu saja pada keadaan, dia tidak akan bertemu dengan kesempatan emas untuk turut serta dalam berbagai agenda sepak bola dunia; seperti bertemu tim Portugal dan menjadi salah satu tamu di pertandingan kesebelasan favortinya.

Martunis3

Kalau Martunis hanya bisa pasrah tanpa ingat pada keluarga dan cita-citanya menjadi pemain sepakbola, mungkin ia tidak akan dapat kesempatan untuk dibimbing oleh Akademi Sporting Lisbon di Portugal agar dapat memenuhi cita-cita sedari kecilnya: menjadi pemain sepak bola profesional tingkat dunia.

Segala penderitaan dan cobaan yang dilalui Martunis kecil bukan tanpa hikmah. Tuhan Maha Adil dan tidak akan meninggalkan umatnya yang pantang menyerah.

2A2ADBF700000578-3147052-image-m-49_1435833999707

Apa yang menimpa Martunis adalah salah satu contoh bahwa seberapa pun jatuhnya dirimu; seberapa pun kamu merasa sedang berada di paling dasar jurang nestapa, selalu ada harapan dan kebahagiaan yang menunggu orang-orang yang tidak menyerah pada pukulan kehidupan. Kamu harus berhenti merasa tak berdaya dan putus asa begitu saja. Karena hidup selalu punya rahasia dan kejutan untuk kita semua.

Good luck, Martunis! Bikin Indonesia bangga

source

Kategori:revo

Walau Beragama Muslim, Para Wanita Di Suku Ini Bebas Bercinta Dengan Banyak Pria   

Walau Beragama Muslim, Para Wanita Di Suku Ini Bebas Bercinta Dengan Banyak Pria

Suku Touareg selama ratusan tahun hidup nomaden (berpindah-pindah) melintasi Gurun Sahara di Afrika. Terkadang, mereka dituntun pemimpin mereka yang buta, tapi memiliki indera penciuman dan rasa yang kuat untuk menunjukkan arah hidup mereka di gurun.

Laki-laki di suku Touareg dikenal dengan sebutan ‘orang biru dari Sahara’ lantaran pewarna yang dibalurkan ke wajah mereka sehingga memunculkan aura misterius. Suku Touareg membangkitkan kembali citra orang-orang terlupakan yang hidup seperti di zaman kuno.

Suku Touareg masih mempertahankan tradisi kuno dalam kehidupan mereka, mereka memiliki budaya yang yang lebih progresif bahkan jika dibandingkan dengan standar budaya barat yang liberal.

Contohnya, wanita Touareg diperbolehkan memiliki pasangan seks lebih dari satu di luar pernikahan alias selain suami. Wanita Touareg juga berhak atas seluruh harta mereka setelah cerai. Mereka pun dihormati oleh menantu laki-laki sehingga sang menantu tidak berani makan dalam satu ruangan.

Gadis Touareg Muda

Gadis muda dari Suku Touareg

Fakta yang lebih mengejutkan lagi, meski mayoritas anggota suku Touareg memeluk agama Islam, mereka tetap melestarikan budaya mereka yang bertolak belakang dengan ajaran Muslim. Contohnya, dalam budaya Touareg, bukan kaum wanita yang memakai cadar, melainkan kaum pria-lah yang memakai cadar.

Kaum Pria Suku Touareg Bercadar

Ajaran Islam mengajarkan agar wanita memakai hijab dan cadar, namun di Suku Touareg kaum prialah yang memakai cadar

Fotografer Henrietta Butler merasa takjub dengan suku Touareg sejak mengikuti mereka pada 2001. Ia pernah bertanya soal hal tersebut. Jawaban suku Touareg sederhana. “Wanita adalah keindahan. Kami ingin melihat wajah mereka.”

Bukan hanya itu saja budaya Touareg yang berbeda dengan mayoritas muslim di dunia. Sebelum seorang wanita Touareg menikah, dia bebas memilih pasangan bercinta sebanyak mungkin.

“Mereka memilih dengan mata tertutup,” kata Butler. “Perempuan-perempuan muda Touareg punya kebebasan yang sama besarnya dengan pemuda di sana.”

Selama bertahun-tahun, pemuda suku Touareg diperbolehkan masuk ke tenda milik pemudi yang disukainya. Sedangkan, unta milik pemuda tersebut menunggu di luar tenda. Saat pemuda dan pemudi Touareg bermalam di tenda tersebut, keluarga pemudi di dalam tenda berpura-pura tidak tahu.

Jika keesokannya sang pemudi memilih pemuda lain untuk bermalam di tendanya, itu diperbolehkan.

Tapi ada kode etik yang tidak mereka tak berani langgar. Privasi masing-masing pasangan tetap dijaga. Jika kode etik saat masa pacaran tersebut dilanggar, hasilnya bisa bencana. Sang pemuda pasangannya akan pergi.

“Suku Touareg sangat bijaksana. Semua dilakukan dengan pertimbangan dan rasa hormat,” kata Butler.

Budaya soal pasangan seksual yang relatif longgar membuat para wanita muda Touareg lebih telat menikah ketimbang muslimah lainnya. Hampir tidak ada wanita Touareg yang menikah di usia 20 tahun.

Padahal, para pria muda Touareg biasanya berusaha sekuat tenaga untuk menggaet wanita Tuareg. Pria-pria Touareg kerap membuat puisi khusus untuk wanita yang dia sukai. Puisi tersebut dibuat selama berjam-jam agar bisa meluruhkan hati sang pujaan.

Gadis-gadis Touareg pun dikenal jago menulis dan membuat puisi. Mereka memiliki alfabet sendiri yang diajarkan oleh ibu mereka. “Wanita Tuareg juga membuat puisi untuk memuji pemuda Tuareg,” ujar Butler. “Ada kisah cinta tingkat tinggi dan pemujaan.”

Tidak seperti budaya lain, wanita Touareg tidak kehilangan kekuasaan saat mereka menikah. Kaum wanita suku Touareg tidak hanya membuat makanan dan merawat anak mereka. Wanita Touareg bahkan merupakan pemilik rumah dan binatang peliharaan. Binatang peliharaan adalah harta tak ternilai bagi kaum suku Touareg di tengah Gurun Sahara.

Wanita Suku Touareg

Setelah menikah, waniat suku Touareg tidak hanya membuat makanan dan menyusui serta mengasuh anak mereka. Namun kekuasaan mereka malahan semakin besar setelah menikah. Kaum wanita adalah pemilik rumah dan harta

Wartawan Peter Gwin mengingat pesan seorang nomaden sesepuh kepadanya. “Hewan-hewan adalah segalanya bagi seorang Touareg. Kami minum susu mereka, makan daging mereka, menggunakan kulit mereka, menukar mereka. Jika hewan peliharaan mati, seorang Touareg mati.”

Sayangnya banyak pernikahan suku Touareg yang berbuntut perceraian. Apabila itu terjadi, maka wanitalah yang berhak atas hewan peliharaan dan tenda. Dan biasanya, wanita Touareg yang memutuskan untuk bercerai. Tidak pernah ada sengketa mengenai harta gono gini.

Jika perceraian terjadi, sang pria akan kembali ke rumah ibunya. Sedangkan sang wanita memiliki semua harta termasuk anak-anak mereka.

Menurut Butler, ibu pemilik tenda Touareg merupakan sosok penting di suku tersebut. Tapi suku Tuareg tidak bisa disebut menganut budaya matriarki. Sebab, kata Butler, pria T0uareg masih berperan mengurus politik.

Suku Touareg

Salah seorang ibu Suku Touareg yang menjadi pemilik tenda. Wanita pemilik tenda amat dihormati di kalangan kaum Suku Touareg

Namun, Touareg dianggap menganut budaya matrilineal. Garis keturunan mengikuti perempuan. “Menurut tradisi di sana, pria menjadi milik kelompok wanita. Bukan sebaliknya,” kata Butler.

(Daily Mail)

Kategori:revo

Melihat Wanita Hindu Mandi Suci Massal Pada Festival Swasthani Brata Katha Di Nepal   

Melihat Wanita Hindu Mandi Suci Massal Pada Festival Swasthani Brata Katha di Nepal

Kebudayaan di setiap penjuru dunia memang berbeda-beda dan sangat unik. Bagi seorang traveller, justru keragaman budaya yang unik ini bisa membuat merasa dekat menjadi bagian warga dunia.

Mari kita mengunjungi Nepal, sebuah negara yang berada di kaki Pengunungan Himalaya yang terkenal dengan Puncak Everest-nya untuk melihat kebudayaannya yang unik yaitu Festival Swasthani Brata Katha.

Banyak wanita Hindu mandi suci secara massal di Sungai Saali pada hari pertama Festival Swasthani Brata Katha di Sankhu, Kathmandu, Nepal, Senin pada 5 Januari 2015.

Setiap hari dalam waktu sebulan penuh, umat Hindu membaca satu bab dari 31 bab Swasthani yang dinukil dari kitab suci Brata Katha yang didedikasikan untuk Dewa Madhavnarayan dan Dewi Swasthani.

Festival Swasthani Brata Katha di Nepal

Festival Swasthani Brata Katha di Nepal

Festival Swasthani Brata Katha di Nepal

Festival Swasthani Brata Katha di Nepal

Para wanita Hindu mandi suci massal di Sungai Saali, Sankhu pada hari pertama Swasthani Brata Katha festival di Kathmandu, Nepal, Senin 5 Januari 2015

Nah, apabila ingin melihat festival ini, kunjungilah Nepal pada awal bulan Januari. Anda akan takjub melihat kebudayaan mereka.

(istimewa)

Kategori:revo

KPI Beberkan 6 Program TV Tidak Berkualitas Alias Sampah!

Berkerjasama dengan 9 perguruan tinggi di 9 kota di Indonesia, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menyelenggarakan survei indeks kualitas program siaran tv periode Maret hingga April 2015. Data 810 responden diambil untuk menentukan program tv mana saja yang mencapai predikat berkualitas (indeks 4) dari skala 1-5.

Dan hasilnya, bisa dibilang tidak mengejutkan bagi kamu yang selama ini mengeluhkan kualitas siaran tv Indonesia. Tapi kita juga tidak bisa memungkiri beberapa program ini begitu populer hingga pasti banyak yang kaget kalau acara tv favoritnya masuk ke kategori tidak berkualitas.

1. “Emak Ijah Pengen ke Mekah” masuk ke jajaran sinetron yang tidak berkualitas.

Sabar ya mak

Dari skala 1 sampai 5, indeks sinetron yang plotnya sudah lari dari ide aawal ini hanya mencapai angka 2,97. Mendekati 4 saja tidak. Tampaknya penonton Indonesia mulai sadar kalau tontonan ini udah gak memiliki relevansi cerita lagi.

2. “Sinema Pintu Tobat” juga masuk ke dalam kategori sinetron tak berkualitas.

Gak sesuai dengan judul

Hanya meraih indeks 2,90, aspek terburuk dalam penilaian sinetron ini justru datang dari ketidakmampuannya “membentuk watak, identitas dan jatidiri bangsa Indonesia yang bertakwa dan beriman”, demikian menurut survei KPI.

(Jujur, saya gak tahu ini sinetron apa. Jadi harap maklum kalau gambarnya salah).

3. Dan gelar sinetron dengan kualitas terburuk diberikan pada “7 Manusia Harimau” meong~

Worst of the worst

Ini yang paling parah, hanya meraih indek 2,20 dari 5. Salah satu aspek terburuk sinetron ini adalah bermuatan mistik, horor, dan supranatural.

4. Sementara variety show tak berkualitas pantas disematkan pada “Pesbukers”.

Bedak?

Tanpa mengurangi rasa hormat pada mendiang Olga Syahputra, variety show yang isinya mencela satu sama lain ini emang bikin ngantuk kalau ditonton. Masak air, lalu yang dikeluarkan adalah bedak tabur. Pliss deh…

5. Selanjutnya ada “Duo Pedang”, tidak mengagetkan sama sekali.

Gak senonoh?

Banyak yang bilang Hipwee (terutama kategori Hiburan) sering mengeluarkan artikel inappropriate, gak pantas, gak senonoh, cari sensasi bla bla bla. Haduh, mereka yang ngomong gitu belum pernah nonton Duo Pedang kali ya…

6. Melengkapi daftar acara tak berkualitas ada “Late Night Show”

Late night show ya?

Istilah Late Night Show biasanya menjadi jaminan kesuksesan acara tv di Amerika sono, tapi gak berlaku di Indonesia. Dan sekali lagi sejujurnya saya gak tahu ini acara apa, jadi harap maklum kalau gambar di atas keliru.

Untungnya, masih ada segelintir program tv berkualitas yang masih layak kita tonton.

Berkualitas

Dibalik pemandangan kelam di layar kaca, masih ada secercah cahaya harapan pada acara-acara tv di atas ini. Dari survei KPI menemukan bahwa acara-acara ini memiliki kualitas untuk ditonton oleh keluarga Indonesia.

Semoga acara-acara lain segera menyulus dan memperbaiki kualitasnya ya. Karena kita semua sudah bosan melihat acara sampah bertendensi kepentingan pribadi dan politik nongol di ruang keluarga kita.

Data diambil dari hasil survei oleh KPI. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

source

Kategori:revo

Komposer OST Titanic “My Heart Will Go On” Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat

Komposer OST Titanic "My Heart Will Go On" Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat
   

James Horner (61 tahun), komposer kawakan yang meraih Piala Oscar untuk musik di film Titanic, meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat di California.

Horner merupakan pilot terlatih. Namun, saat menerbangkan pesawat kecil pribadinya pada Senin 22 Juni 2015 waktu setempat, pesawatnya jatuh di Santa Barbara.

James Horner Titanic

Senyuman James Horner saat lagu ciptaannya “My Heart Will Go On” memenangkan Oscar

Horner selama ini dikenal produktif dengan menggubah musik untuk tiga film besutan sutradara terkemuka James Cameron, Titanic, Aliens, dan Avatar. Ia juga menggubah musik untuk film A Beautiful Mind, Braveheart, Troy, dan Apollo 13 serta film-film box office lainnya.

Adegan Legendaris Film Titanic

Adegan romantis Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet) ini mungkin tidak akan legendaris dan terkenang tanpa iringan lagu gubahan James Horner

Selain mendapat dua Oscar, Horner juga pernah dinominasikan untuk 8 Piala Oscar.

Bersama dengan Will Jennings, Horner meraih Oscar keduanya untuk naskah dalam lagu asli yang terkenal, My Heart Will Go On, yang dinyanyikan Celine Dion.

Reruntuhan Kecelakaan Pesawat James Horner

Reruntuhan sisa kecelakaan jatuhnya pesawat yang dipiloti James Horner di Santa Barbara, California

Dalam pernyatannya Dion mengeluarkan pernyataan “amat sedih” akibat kematian tragis Horner.

OST Titanic yang legendaris “My Heart Will Go On” gubahan James Horner yang dinyanyikan oleh Celine Dion

Kepolisian setempat mengatakan pesawatnya yang jatuh sempat menyebabkan kebakaran semak sehingga membutuhkan bantuan pemadam kebakaran.

(BBC, Hollywood Reporter, The Wrap)

Kategori:revo

Lihat, Wasit Ini Memberi Kartu Merah Dan Menghajar KO Pemain Yang Memprotesnya Di Lapangan   

Lihat, Wasit Ini Memberi Kartu Merah dan Menghajar KO Pemain Yang Memprotesnya Di Lapangan

Kejadian heboh ini masih banyak orang yang belum tahu. Umumnya, dalam sebuah pertandinagn sepakbola para pemain sering mmeprotes keputusan wasit. Dan dalam memprotes tersebut mereka bahkan seringkali menyerang wasit secara fisik.

Nah, dalam pertandingan Liga Kuwait Al Nasr vs Al Arabi pada 23 October 2013 yang berlangsung ricuh, wasit Saad Al Fadhi memukul pemain yang melakukan protes karena hukuman penalti. Dalam pertandingan tersebut, sang wasit juga mengeluarkan banyak kartu merah, bukan hanya bagi pemain di lapangan, namun juga bagi ofisial di bangku cadangan.

Namun, pihak yang mengalami nasib paling sial adalah pemain Al Nasr bernomor punggung 11, Abdulaziz Farraj. Ia jatuh terjengkang dengan telak setelah menerima pukulan sang wasit, sebuah pukulan hook kiri ala petinju Manny Pacquiao. Sungguh gila!

Laga yang berkesudahan 1-4 bagi kemenangan Al Arabi ini pun nyaris ricuh di akhir pertandingan. Kita tak bisa membayangkan bagaimana kelanjutan kejadian ini apabila terjadi dalam pertandingan Liga Indonesia. Ngeri.

(Guardian, IBTimes)

Kategori:revo
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 412 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: