Beranda > revo > Pilkada DKI 2017: Kata-kata Dhani dan Tantowi Yahya Ini Sulut Pertikaian Dengan Personel Slank     

Pilkada DKI 2017: Kata-kata Dhani dan Tantowi Yahya Ini Sulut Pertikaian Dengan Personel Slank     

Pilkada DKI 2017 Kata-kata Dhani dan Tantowi Yahya Ini Sulut Pertikaian Dengan Personel Slank

Pilkada DKI yang berlangsung tahun depan memang membuat anomali dalam politik Indonesia khususnya Jakarta. Suasana dan suhu politik yang memanas pun tak pelak memicu pertikaian.

 

Ahmad Dhani yang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI mengaku dirinya heran dengan sikap 2 personel band Slank, yaitu Bimbim dan Kaka. Dhani menilai Kaka dan Bimbim sangat berpihak kepada pemerintahan sekarang.

 

Atas dasar tersebut, Dhani meminta Bimbim dan Kaka untuk duduk berdiskusi dalam pertemuan besar para seniman agar suara para pekerja seni tidak pecah.

 

“Saya ini heran, isi otaknya Bimbim dan Kaka itu kayak apa ya. Jadi, penting sekali, perlu adanya pertemuan besar-besaran seperti muktamar seniman,” kata Dhani dalam diskusi bertajuk “Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik” di Crown Plaza Hotel, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu 16 Maret 2016.

 

Menurut Dhani, seperti warga negara lainnya, artis dan seniman juga berhak terjun di dunia politik. Karena itu dirinya justru menyayangkan jika ada artis atau seniman mencibir pekerja seni lain yang berpolitik.

 

“Memang pengetahuan (politik) artis hanya di permukaan, tetapi itu hak semua warga negara,” katanya.

 

Dhani pun menyindir sikap para artis yang terkesan senang kepada pemerintahan dan malah membela habis-habisan. Menurut dia, sikap dan cara mereka seperti itu hanya karena ingin dekat dengan penguasa.

 

“Ada artis yang mentalnya senang dekat dengan penguasa. Namun, mereka sebagai seniman seharusnya punya tanggung jawab terhadap isi otak mereka, kenapa mendukung pemerintahan ini,” lanjut dia.

 

Menurut Dhani, keberpihakan Kaka dan Bimbim hanyalah keberpihakan buta belaka dan tidak didukung oleh pengetahuan politik. Bahkan dia menyebut Kaka dan Bimbim adalah tipe seniman pelat merah karena hanya mau dekat dengan pemerintah, tanpa tahu tujuan politik mereka.

 

“Ada artis yang mentalnya senang dekat dengan penguasa. Namun, mereka sebagai seniman seharusnya punya tanggung jawab terhadap isi otak mereka, kenapa mendukung pemerintahan ini,” lanjut dia.

 

Tantangan Dhani sebenarnya berawal dari sentilan budayawan Ratna Sarumpaet yang mengaku gerah dengan sikap band papan atas Slank yang terlihat diam dengan Pemerintahan Jokowi-JK. Menurut dia, sebagai pendukung, Kaka dkk tentu seharusnya tak berdiam diri dan membeo dengan pemerintahan yang menurutnya sudah di ambang kehancuran.

 

“Saya heran kenapa Slank diam diri. Mereka tidak pernah pikir kenapa fans mereka menurun, itu karena mereka mendukung pemerintahan yang salah,” kata Ratna dalam kesempatan yang sama.

 

Sementara itu, politisi Golkar, Tantowi Yahya mengatakan agar Kaka dan Bimbim perlu meninjau ulang dukungan mereka kepada pemerintah. Mereka, kata Tantowi, hidup dari musik. Seharusnya tidak berpolitik praktis terlibat jauh sehingga dapat merugikan mereka.

 

“Soal Slank, kalau masih mau cari duit dari situ (dunia musik) pikiran kan baik-baik. Karena kita bawa warna sampai mati,” tukas anggota Komisi II DPR ini

 

Menanggapi hal tersebut, Bimbim menanggapi santai, “Kami gak mau ngomong. No comment,” ujar Bimbim saat datang ke Gedung BNN Jalan MT Haryono No 11 Cawang, Jakarta Timur, Rabu 17 Maret 2016.

 

Kalau dicermati, ada kerancuan dan bias dalam kata-kata yang dilontarkan Tantowi Yahya. Bukankah dirinya dan Dhani yang notabene juga merupakan pemusik juga sudah terjun ke politik praktis?

(Kompas, Merdeka)

Kategori:revo
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: