Beranda > revo > Mobil Nasional Quo Vadis Jokowi

Mobil Nasional Quo Vadis Jokowi

 

Di dalam kisruh yang semakin tidak menentu antara KPK vs POLRI dan KPK bersama semua relawan, tim Independen dan banyak elemen masyarakat terpelajar lainnya sudah secara terus terang minta Jokowi untuk campur tangan segera untuk menengahi mengingat POLRI sudah menggunakan kekuatannya melakukan pidana atas semua pimpinan KPK dalam waktu relatif singkat.

 

Secara tidak terduga Jokowi bukannya membatalkan kepergiannya ke luar negeri namun justru dengan tenang seolah tidak adanya urgensi atas masalah hukum KPK vs POLRI, pergi ke Malaysia dan justru melihat tandatangan atas kerjasama mobil nasional antara perusahaan milik Hendropriyono, mantan kepala BIN dan pembuat mobil Proton asal Malaysia.

 

Apakah maksud semua ini? Saat negara dalam keadaan tidak menentu, Jokowi justru mempromosikan mobil nasional? Apa kriteria sebuah usaha bisa menyebutkan dirinya mobil nasional? Apakah karena komponen lokal mencapai 80% saja? Atau adakah cara-cara model orde baru dimana nantinya semua instansi pemerintah dipaksa untuk membeli dahulu mobil proton yang masih impor sebelum pabrik selesai dibangun?

 

Kemudian mengapa harus Proton yang semua orang tahu, bahwa perusahaan ini bukanlah perusahaan yang bisa dibanggakan di dunia sebagai pemilik teknologi. Mutu dan kualitas proton sendiri diakui relatif rendah dibandingkan dengan mobil Eropa, Jepang dan juga Korea sekalipun. Secara akal sehat, kalau mobil nasional ini dibiarkan berkompetisi secara fair dengan mobl buatan Korea dan Jepang apakah mampu bersaing secara harga dan kualitas? Kami yakin 90% tidak akan bisa bersaing.

 

Sangat mungkin dengan label mobil nasional maka pabrik ini akan diberikan keringanan pajak dibanding pesaingnya. Artinya kita akan bisa membeli mobil lebih murah namun dengan kualitas jauh lebih jelek. Dimana nilai tambahnya? Tentu saja murah kalau diberikan keringanan pajak.

 

 

Kalau disebutkan pabrik mobil ini akan menyerap 60 ribu tenaga kerja, apakah 100 juta masyarakat Indonesia harus mensubsidi 60 ribu orang tenaga kerja? Dimana logikanya? Sebaiknya dilepaskan embel-embel mobil nasional dan kalau mau investasi dipersilahkan dengan kompetisi yang wajar agar masyarakat tidak dirugikan.

 

Kemudian bagaimana dengan Esemka yang dahulu sangat didukung Jokowi? Kenapa Proton? Kenapa tidak Mercedez Benz atau sejenisnya?

 

Quo Vadis Jokowi???? Kemana Anda Mau Pergi Jokowi???

 

AS

Kategori:revo Tag:, , ,
  1. An_Syahri
    10 Februari 2015 pukul 4:32 pm

    Hanya bisa tersenyum melihat tingkah bapak itu…

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: