Archive

Posts Tagged ‘singapura’

Penjual Hape Berulah, Netizen Pun Marah

9 November 2014 1 komentar

 

Quote:Pasti udah pernah denger kasus ulah toko hp nakal di Singapura yang melorotin duit turis asal Vietnam kan gan?


Pham Van Thoai, turis Vietnam yang dikerjain pedagang hp di Slim Lim Square, SIngapura

Kalo belom, cekidot alkisahnya gan

Spoiler for alkisah:
Publik Singapura sedang geger. Beredar foto dan video soal turis asal Vietnam yang digetok oleh pedagang nakal di Kawasan Slim Lim Square, Jalan Rochor Canal, Singapura.

Pria bernama Pham Van Thoai itu mengalami pengalaman tak mengenakkan saat membeli iPhone 6 di toko Mobile Air, seperti dilansir Stasiun Televisi Channel News Asia, Kamis (6/11). Toko itu terletak di Slim Lim, pusat belanja produk elektronik berharga miring, mirip Glodok di Jakarta.

Ceritanya, turis nahas itu membeli ponsel anyar buatan Apple itu dengan harga normal USD 950 (setara Rp 11,5 juta). Tapi, karena tidak bisa berbahasa Inggris, dia dipaksa menandatangani dokumen, isinya mewajibkan Pham membayar garansi USD 1.500 (setara Rp 18 juta). Kalau tidak dibayar tunai, hape itu tak boleh dia bawa pulang.

Menyadari dia kena trik sang pedagang nakal, Pham minta uangnya dikembalikan. Dia sampai menangis dan menyembah-nyembah, tapi pegawai Mobile Air malah menertawakannya.

Bersama pacarnya, Pham lapor polisi. Tapi setelah kasus ini ditangani Asosiasi Konsumen Singapura (CASE), pria Vietnam itu cuma mendapat pengembalian uang USD 400.

CASE beralasan secara hukum Mobile Air tidak salah, apalagi Pham terlanjur tanda tangan dokumen yang merugikan tersebut.


Ampe sujud sembah ga digubris samsek! Malah diketawain doang!

Quote:Ngeselin abis kan gan

Spoiler for suspect:
Spoiler for toko:

Penampakan toko Mobile Air
Spoiler for penampakan:

Joker Chew, eh Jover Chew


Cekidot kelanjutan ceritanya

Sampai Kamis lalu, hampir US$10,000 (S$12,938) – Rupiahnya itung ndiri ya gan – terkumpul untuk Pham Van Thoai. Penggalangan dana ini dibuka di situs Indiegogo pada 4 November. Cerita tentang si turis Vietnam berlutut, menangis dan memohon-mohon pada karyawan toko tersebar di internet dan menggerakkan hati Gabriel Kang untuk memulai proyek penggalangan dana.

Sementara berbagai tawaran bantuan melayang untuk Pham, ia hanya mau menerima uang sejumlah $550 saja, sesuai dengan kerugian yang dialami dirinya. Pham mengaku tidak ingin mengambil keuntungan dari peristiwa ini. “Saya kehilangan $500. Jadi saya hanya akan menerima $550 yang didonasikan pada saya. Tidak Lebih. Saya bersyukur atas kebaikan Anda semua tapi saya tidak akan menerima lebih banyak dari kerugian yang saya alami,” ujar Pham pada Lianhe Zaobao.

Note: Pham adalah seorang buruh pabrik di Vietnam, gajinya $200 perbulan, sementara ia dipaksa membayar tambahan $1500, setara 7,5 bulan gajinya (busyet cuman buat iPhone). Sebenarnya ia hanya berniat untuk membelikan iPhone seharga $950 pada sang pacar saat berlibur ke Singapura.

Quote:Tambahan gan! Ga sampe di situ aja!

Tersebarnya video pelecehan terhadap Pham di internet menggegerkan netizen. Pemilik toko Mobile Air jadi sasaran amarah netizen karena ulahnya yang merugikan konsumen.

Pembalasan dari netizen kocak-kocak gan, cekidot lah


Serangan bon bertubi-tubi . Order makanan dalam jumlah besar ditujukan ke alamat rumah Joven.


Nyang ini gan


SGAG, semacem, 9gag-nya Singapura nggak tinggal diam (Chibai search ndiri artinya ya gan )

Spoiler for jreng jreng:
Alhasil toko Mobile Air pun tutup


TS-nya ngacir gan

Quote:Tambahan:
Merujuk data CASE, bila anda ingin belanja barang elektronik di Slim Lim, hindari kios-kios berikut:

Mobile Air Pte Ltd
Mobile 22 Pte Ltd
Gadget Terminal Pte Ltd
Mobile Appas Pte Ltd
Mobile Planet Pte Ltd

Dari temuan tersebut, hindari juga berbelanja di lantai lima dan enam Mal Slim Lim. Pengelola pusat belanja itu mengklaim, cuma segelintir pedagang saja yang nakal. Selebihnya, ada 473 kios bagi turis berbelanja dengan harga miring.
SUMUR
SUMUR DALEM
SUMUR DALEMAN 

DIKUTIP DARI

Peringatan buat turis yang bahasa Inggrisnya minim.

Belanja iPhone di Singapura, Pria Ini Sampai MenangisPham Van Thoai (Straitstimes.com)

Dream – Ini peringatan bagi turis yang bahasa Inggrisnya minim dan mencoba belanja barang mahal di luar negeri.

Seorang turis asal Vietnam, Pham Van Thoai, sedang berwisata di Singapura bersama pacarnya. Atas nama cinta, Pham berniat membelikan pacarnya sebuah iPhone 6 di sebuah toko di Sim Lim Square sebagai hadiah ulang tahun. Pham kemudian mengajak pacarnya ke toko handphone Mobile Air.

Di toko tersebut, Pham membeli iPhone 6 yang dibanderol US$ 950 (Rp 11,5 juta). Setelah bertransaksi dan akan meninggalkan toko, Pham diminta membayar biaya tambahan sebesar US$ 1.500 (Rp 18 juta) untuk biaya garansi.

Tentu saja Pham kaget dan lemas. Kepada koran lokal, Lianhe Zaobao, Pham mengatakan bahwa dia hanyalah pekerja pabrik di negaranya. “Gajiku hanya US$ 200 (Rp 2,4 juta) per bulan, dan untuk mengumpulkan US$ 950 (Rp 11,5 juta) perlu beberapa bulan. Itu jumlah yang sangat besar bagiku.”

Saat membeli iPhone di Mobile Air, Pham diminta untuk menandatangani perjanjian. Namun Pham tidak meneliti isinya karena bahasa Inggrisnya minim. Selama ini, Pham mengira bahwa Singapura adalah tempat yang aman untuk berbelanja.

“Saat itu mereka menyodorkan pilihan garansi satu atau dua tahun. Aku pikir satu tahun cukup, jadi aku bilang satu tahun. Tapi mereka tidak bilang bahwa itu harus bayar,” katanya.

Pham diberitahu jika tidak membayar biaya garansi, dia tidak boleh membawa iPhone yang sudah dibelinya.  Mendengar itu, Pham memohon sambil berlutut untuk mengembalikan saja uangnya, tapi para pegawai Mobile Air malah menertawakannya.

Mobile Air akhirnya bersedia mengembalikan US$ 600 (Rp 7,2 juta) kepadanya. Tapi pacar Pham bersikeras toko tersebut mengembalikan semua uang dan kemudian memanggil polisi.

Saat polisi datang, staf Mobile Air berkata bahwa Pham sudah menandatangani perjanjian dan menawarkan pengembalian hanya US$ 70 (Rp 850 ribu).

Setelah Consumers Association of Singapore (Case) turun tangan, Pham akhirnya hanya dapat US$ 400 (Rp 4,8 juta).

“Aku akan pulang dalam dua hari ini dan tak ingin ada masalah lagi. Jadi aku terima saja uang pengembalian itu,” katanya.

Bukan kali ini saja Mobile Air mendapat keluhan dari pelanggan. Menurut data Case, toko tersebut mendapat 14 keluhan mulai dari Juli sampai September. Angka tersebut yang tertinggi di antara toko-toko di Sim Lim Square.

Mobile Air membuat heboh media Singapura pekan lalu. Mereka membayar seorang wanita yang memenangkan klaim senilai US$ 1.010 (Rp 12 juta) dengan uang koin.

(Sumber: Straitstimes.com)

Kolam Renang Sepanjang 150 Meter Di Atas Sebuah Hotel

24 April 2013 1 komentar

 

 


Inilah kolam renang paling spektakuler di dunia. Terletak di Marina Bay Sands Singapura, kolam ini terletak di lantai 55 sebuah hotel di Singapura. Di desain dengan desain modern unik yang akan membuat betah siapapun yang berkunjung ke tempat ini.
Panjang kolam ini adalah 150 meter di desain seperti sebuah cakrawala seperti ketika kita melihat laut lepas yang seolah-olah tidak ada ujungnya. Ketinggian air sengaja di buat melebihi bibir kolam sehingga air meluap ke tempat yang di desain sedemikian rupa kemudian air dipompa kembali kedalam kolam. Kolam renang mewah ini sering juga di sebut sebagai “Infinity Pool”. Konon kolam ini terinspirasi oleh sawah-sawah di Bali. Kolam ini adalah salah satu daya tarik yang di miliki oleh hotel tersebut daya tarik lain dari hotel ini adalah tersedianya kamar mewah, suite, restoran, toko dan hotel, sebuah kemewahan yang luar biasa.

Berikut foto-fotonya:

Spoilerfor 1:
Spoilerfor 2:
Spoilerfor 3:
Spoilerfor 4:

Bagi anda yang punya rencana untuk berkunjung ke Singapura, tempat ini layak sekali untuk di jadikan target utama dalam kunjungan anda.

sumber

Peti Jenazah Om Liem Seharga Rp675 Juta

12 Juni 2012 1 komentar

 

Singapura: Jenazah taipan Liem Sioe Liong atau Sudono Salim ditempatkan di peti yang berharga 9 ribu dolar Singapura. Bila dikonversi dengan kurs Rp7.500 pe dolar Singapura, maka harga peti mati itu senilai Rp675 juta.

Demikian yang diakui petugas Singapura Cascet yang mengurusi persemayaman Om Liem di Singapura, Selasa (12/6). Peti itu, kata petugas tersebut, berwarna cokelat yang terbuat dari kayu cherry. Peti mati itu diimpor dari luar Singapura.

Sementara itu, kerabat Om Liem, Jamin Hidayat, menolak menyebut nilai persemayaman orang terkaya di Indonesia itu. “Tidak tahu, tidak etis,” kata dia.

Namun, kata dia, yang lebih tak etis bila keluarga melakuka tawar menawar harga peti mati dengan penjual.

“Tidak boleh ditawar,” kata dia. Pengadaan peti mati diurus Singapore Cascet.

Di halaman dalam tempat persemayaman, terpasang sedikitnya lima tenda besar berwarna putih yang menutup seluruh halaman. Di dalam tenda, pendingin ruangan berukuran besar disediakan untuk menyejukan pelayat.

Selain tenda, para pelayat juga disuguhkan makanan dari Mandarin Hotel dengan berbagam menu China dan internasional berikut buah-buahan.
sumber

Indonesia Menjadi Pembeli Rumah Termahal di Singapura

 

Sekitar 79 persen dari total pembelian mereka mencapai
US$ 1 juta, yang mengindikasikan pembeli Indonesia sangat aktif
bertransaksi
https://i1.wp.com/maxcdn.fooyoh.com/files/attach/images/592436/924/853/004/cube_house_with_amazing_swimming_pool_1_554x421.jpg
Indonesia menjadi pembeli rumah paling mahal di
Singapura, hal itu diungkap berdasarkan data yang dirilis baru-baru ini
oleh negeri Singa.
Alan Cheong, Direktur Riset dan Konsultan dari
Consultancy Savills Singapore mencatat, meski China menjadi pembeli
paling utama, namun Indonesia muncul sebagai pembeli dengan dana
terbesar dan mendominasi kota Singapura.
https://i1.wp.com/www.idesignarch.com/wp-content/uploads/Yacht-House-Singapore_2.jpg
“Sekitar 79 persen dari
total pembelian mereka mencapai US$ 1 juta, yang mengindikasikan pembeli
Indonesia sangat aktif bertransaksi rumah bertipe kecil, yang mana
properti berharga dibawah US$ Ijuta,” tuturnya.
 https://i1.wp.com/coodet.com/wp-content/uploads/2011/02/Meera-House-Singapore-Architecture-by-Guz-Architect-4.jpg
Orang Indonesia
merupakan bagian dari pembeli asing terbesar bagi properti di Singapura.
Sementara berdasarkan data, pembeli asing telah melakukan transaksi
sebanyak 9.300 rumah pribadi sepanjang tahun lalu di negeri Singa.
Pembeli
dari China mencatatkan diri sebagai yang terbesar dengan pangsa pasar
28 persen, menyusul Malaysia 20 persen, Indonesia 18 persen dan India
dengan 12 persen kepemilikan.
https://i1.wp.com/pursuitist.com/wp-content/uploads/2011/09/The-Sun-House.jpg

 

sumber :

Mengapa Bangsa Indonesia Mengemudi di Jalur Kiri?

Mengapa kita (orang Indonesia) berkendara di lajur kiri jalan? Sebelum saya jawab, perlu anda ketahui bahwa di dunia terdapat dua aturan/standar dalam berkendara yaitu left-driving countries dan right-driving countries.

Left-driving countries

eft-driving

Left-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kiri jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir/kemudi pada mobil ada disebelah kanan.Contoh paling gampang adalah yang berlaku di Indonesia. Negara lainnya yang menganut sistem yang sama adalah UK, Jepang, Australia, India, Singapura,Malaysia dll.

Setir di kanan:

setir di kanan

Perhatikan, jangan sampai kebolak-balik !

Right-driving countries

Right-driving countries

Sebaliknya, right-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kanan jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir/kemudi pada mobil ada disebelah kiri.Contoh : USA, mayoritas negara Eropa (kecuali UK), Cina,dll

Setir dikiri:

setir dikiri

Dan ternyata… Indonesia tergolong minoritas di dunia dalam menggunakan lajur kiri jalan alias left-driving country. Dari data yang ada, hanya 75 negara (termasuk Indonesia) yang menganut left-driving, sedangkan yang menganut right-driving ada 165 negara. Berikut peta sebaran left vs right driving countries di dunia saat ini :

Peta sebaran:

undefined

Begitu juga jika dilihat dari statistik populasi penduduk, maka 34% penduduk dunia berasal dari left-driving countries, sedangkan 66% sisanya berasal dari right-driving countries.

Mengapa Indonesia menjadi left-driving countries? Tidak ada sejarah yang jelas mengenai hal tersebut. Namun demikian sedikit analisanya :

Ada 2 faktor yang kemungkinan berpengaruh besar terhadap gaya berkendara orang Indonesia, yaitu :

Mayoritas mobil yang ada di pasaran Indonesia adalah buatan Jepang yang notabene left-driving country…Mobil Eropa kurang laku di Indonesia..

Posisi Indonesia “terjepit” oleh negara-negara commonwealth (persemakmuran) seperti Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia yang jelas-jelas berkiblat pada UK yang menganut left-driving countries. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap kebiasaan masyarakat dan politik dagang negara kita…

Pada tanggal 7 September 2009, Samoa (189.000 penduduk) menjadi negara pertama di dunia mengubah aturan dari right-driving menjadi left-driving. Samoa sebelumnya menganut right-driving sejak lama karena menjadi koloni Jerman pada awal abad ke-20, meskipun Samoa dikelola oleh Selandia Baru setelah Perang Dunia Pertama dan meraih kemerdekaan pada 1962. Perdana Menteri Tuilaepa Sailele Malielegaoi mengubah aturan untuk membuatnya lebih mudah untuk impor mobil murah dari Jepang, Australia dan Selandia Baru.

autisboy – kaskus

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 392 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: