Arsip

Posts Tagged ‘sekolah dasar’

Harapan “Terpendam” Guru SD Kepada Murid-Muridnya

Pagi ini, Senin, 16 Februari 2015 setelah mengikuti upacara, saya kepikiran akan nasehat yang disampaikan Kepala Sekolah saat memberikan wejangan kepada murid-murid yang tidak mengerjakan PR. Sederhana namun ada harapan besar dibalik semua itu. Iya, hal sederhana yang berawal di Sekolah Dasar mungkin akan terbawa ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Tugas utama kalian adalah belajar, mengerjakan PR itu juga tanggung jawab kalian dan itu kebutuhan kalian sendiri. Bapak/Ibu guru sendiri dulu juga begitu.” kira-kira seperti itulah kata-kata Bapak Kepala Sekolah.

Sesaat saya teringat saat masa menjadi seorang murid, sungguh jauh berbeda. Saat menjadi murid tak sedikitpun (mungkin ada beberapa yang terpikirkan) ada makna yang ingin disampaikan oleh guru-guru kita pada saat itu. Saat ini saya jadi seorang guru yang membantu di sebuah sekolah dasar negeri. Ane tahu apa yang ingin dsampaiakan guru-guru saat itu. Kini saya merasakan sendiri tanggung jawab besar “mencerdaskan anak bangsa”.

Quote:Tak seperti guru SMA/SMK atau bahkan dosen yang tujuanya “mencetak” siswa-siswanya menjadi “seseorang” yang siap dengan dunia luar, guru SD jauh berbeda. Di SD menjadi “dasar” dan awal belajar siswa. Mungkin sebagian berpendapat saat ini PAUD dan TK merupakan awal anak belajar. Tidak ada msalah toh jaman sekarang sudah berbeda dari jaman 2000 kebawah. sebenarnya tak hanya guru SD saja namun semua juga punya harapan yang sama,namun tak dipungkiri Guru SD adalah awal dari harapan-harapan itu muncul. Saya akan mencoba menyampaikan apa harapan terpendam yang ada dibenak Guru SD kepada murid-muridnya

Spoiler for Harapan 1:

Disiplin
Tau kan bandelnya anak-anak itu ginama? mungkin agan-agan masih ingat atau bahkan sekarang mempunyai anak usia sekolah. Tak mudah menggabungkan begitu banyak karakter kedalam suatu wadah yang namanya sekolah. Tak jarang Bapak/Ibu guru marah karena anak didiknya gak mau nurut apa yang disampaikan. Mungkin bagi anak-anak disiplin hanya seputar baris berbaris atau mengerjakan tugas semata. Namun ada makna besar terpendam didalamnya. Bagi agan-agan yang terbiasa hidup disiplin akan terasa hidupnya lebih tertata. semua serba teratur sehingga terhindar dari masalah. Paling terasa adalah pada saat kita kerja, disiplin sangat-sangat diperlukan. Tak jarang beberapa posisi pekerjaan mempertimbangakan disiplin seseorang sebagai syarat naik pangkat. itu hanya sebagian kecil saja harapan guru SD.

 

Spoiler for Harapan 2:

Berprestasi
ini mah harapan semua orang gan. Iya ane tau gan, semua orang pasti berharap anak didiknya berprestasi. Semudah itukan berprestasi? tidak. Di SMP,SMA/SMK atau bahkan perguruan tinggi akan lebih “mudah” meraih prestasi karena sudah belajar dari dasar dan bukan tak mungkin belajarnya saat di SD. Tak semua presasi membutuhkan kecerdasan semata. Semua bisa berprestasi asal ada niat dan usaha. Di SD lebih membentuk dasar dari seorang anak dan menggali potensi besar anak. Terkadang anak yang pintar dalam olah raga tak sepandai saat pelajaran lainya. Begitu pula sebaliknya, Si anak pandai mata pelajaran misalnya Matematika tak pandai dalam bidang olah raga. Nah tugas guru untuk mengarahkannya. Guru SD sangat berharap siswanya mampu berprestasi di bidangnya masing-masing namun tak meninggalkan pelajaran utamanya.

 

Spoiler for Harapan 3:

Pantang Menyerah
Lho gan, kok ilustrasinya gitu?kan guru gak pernah nyuruh lewat jembatan yang rusak. itu cuma ilutrasi aja gan. Tau dong berita soal perjuangan anak-anak yang ingin sekolah tapi terkendala transportasi? nah semangat seperti itu yang ingin ditanamkan pada setiap siswanya. Semangat pantang menyerah demi mendapatkan ilmu. Gak jarang siswa dari kalangan kurang mampu malah mendapatkan prestasi lebih dari siswa yang setiap harinya dapat bimbingan belajar dan les di berbagai tempat.

 

Spoiler for Harapan 4:

Kerja Sama
Sifat manusia jelas berbeda-beda. mungkin di SD lah saat yang tepat untuk menyatukan mereka dalam satu semangat. Pernah ikut Pramuka? pastinya pernah dong. Untuk sebagian orang mungkin Pramuka bukan apa-apa tapi bagi sebagian orang ini sebuah wahana kecil untuk memupuk kerja sama. Tak jarang jiwa leadership muncul dari kegiatan Pramuka. Pernah jadi Ketua Kelas atau setidahnya pengurus kelas? Tentu saja itu melatih kerja sama dan tentu saja tanggung jawab. Siapa tahu kelak agan jadi Presiden?

 

Spoiler for Harapan 5:

Rajin Beribadah
Apapun agamanya jelas mengajarkan agar tak lupa beribadah dan selalu mengingat Sang Pencipta. Di SD adalah usia awal untuk mempelajari agama yang dianutnya. Menanamkan ilmu agama jelas gak mudah apalagi buat anak-anak yang malas. Tak jarang kalo lagi malas beribadah kena semprot bapak/ibu guru. Kalau diingat-ingat saat ini kita lebih jarang beribadah dibandingkan saat masa anak-anak dulu.

 

Spoiler for Harapan 6:

Menghormati Yang Lebih Tua
Tau kelakuan anak-anak jaman sekarang? memang gak semua sih tapi kebanyakan rasa hormatnya kepada orang yang lebih tua udah banyak berkurang. Kita diajarkan sejak kecil untuk menghormati orang yang lebih tua. Tak ketinggalan juga disekolah, guru adalah orang tua kita dan wajib untuk mengormatinya. Bukan karena guru gila kehormatan tapi mereka ingin menanamkan hal tersebut untuk bekal kita dalam kehidupan sehari-hari.

 

Spoiler for Harapan 7:

Kreatif
Kalo dulu kita ajari membuat kerajinan, menggambar, menari, main alat musik atau kesenian lainya untuk bekal kita, sekarang gunakan kreatifitas itu untuk kehidupanmu sekarang. Kembangkan bakatmu. Kreatifitas bukan hanya untuk mengikuti atau mempelajari sebuah karya semata namun kreatif dalam menciptakan atau mengembangkan sesuatu.

 

Spoiler for Harapan 8:

Peduli Sesama
Pernah minjemin pensil buat temanmu? Karena dia gak punya atau gak bawa pensil terkadang kita tegerak buat minjemin pensil kita. Namun gak semua murid sadar akan hal itu, Guru mengajarkan agar saling peduli terhadap sesama kepada siapapun yang membutuhkan bantuan. contoh sederhanya seperti meminjamkan pensil. Sederhana namun harapanya akan kita pakai hingga akhir hayat nanti.

 

Spoiler for Harapan 9:

Mampu Bersosialisasi
Menyatukan berbagai karakter itu bukan hal yang mudah. Jangankan anak kecil, yang udah dewas aja susah. Mungkin ini yang diinginkan guru saat siswanya dibentuk kedalam sebuah kelompok. Selain belajar bersosialisasi juga melatih kerja sama sehingga bisa menekan ego masing-masing. Maklum gak semua anak mudah bersosialisasi dilingkungan barunya.

 

Spoiler for Harapan 10:

Jujur
Susah nih gan. Iya gan, tapi bukan tidak mungkin kalo memang dari kecil dilatih jujur kenapa tidak. Jujur memang sulit gan, ngomong doang gampang namun kalo sudah terikat suatu situasi tertentu mungkin bohong jadi pilihan terakhir. Ane yakin semua pernah berlaku tidak jujur. Namun bukan berarti tidak ada lho ya. Terus terang jujur itu mahal banget soalnya menyangkut rasa kepercayaan orang lain terhadap kita.

Quote:Mungkin itu beberapa harapan dari guru SD yang dapat ane sampaikan. Mungkin nanti akan ane tambah lagi. Sekian thread ane kali ini. Terima Kasih

Quote:”Dalam diamnya, ia memikirkanmu. Dalam marahnya, Ia mencintaimu. Dalam tiap katanya, ia ingin memberimu sesuatu. Dalam tiap langkahnya, Ia memandumu. Dalam tawanya, Ia ingin menghiburmu. Dalam hatinya, Ia hanya berharap engkau mengingatnya”

Quote:Dibalik segala kekuranganya, Guru hanyalah seorang manusia sama seperti lainya. Banyak kekuranganya namun banyak juga kelebihanya. Mungkin saat ini kau membencinya karena suatu hal, mungkin suatu saat nanti kau akan mengetahui harapan dibalik itu. 

sumber

OMG! Topan Besar Memporak-porandakan Oklahoma AS. (foto)

OMG! Topan besar memporak-porandakan Oklahoma AS. (foto)

 

 

Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas akibat topan yang menghantam kawasan pinggiran Oklahoma City, Amerika Serikat, sementara 60 lainnya cedera.

 

Kawasan Moore di sebelah selatan Oklahoma City yang berpenduduk sekitar 55.000 disapu topan pada Senin pukul 15.00 waktu setempat atau Selasa subuh waktu Indonesia Barat.

 

Rekaman video memperlihatkan putaran angin bergerak pelan dan memukul daratan selama hampir sekitar 45 menit.

 

Topan juga menghancurkan satu sekolah, memicu kebakaran, dan menyamaratakan sejumlah wilayah. Petugas penyelamat masih mencari sejumlah anak yang diyakini terperangkap di bawah puing-puing sekolah.

 

Beberapa anak terlihat dikeluar dengan selamat dari reruntuhan Sekolah Dasar Plaza Tower.

 

Tahun 1999, Moore juga pernah menghadapi topan, namun kerusakan yang terjadi akibat topan terbaru ini lebih buruk.

 

Amy Elliot, seorang pejabat dari kantor kesehatan, menyatakan sejauh ini 10 jenazah sudah ditemukan dan 60 terluka, termasuk belasan anak-anak yang dirawat di rumah sakit.

 

“Jelas merupakan topan yang paling kuat yang penah saya tangani dalam karir saya selama 20 tahun.”Rick Smith

 

Dinas Ramalan Cuaca Nasional, NWS, mencatat kecepatan angin akibat topan mencapai 321 km/jam.

 

“Jelas merupakan topan yang paling kuat yang penah saya tangani dalam karir saya selama 20 tahun,” tutut salah seorang staf NWS di Oklahoma, Rick Smith.

 

Sebelumnya topan menyapu kawasan lain di negara bagian Oklahoma, dengan korban jiwa dua orang dan 21 cedera.

 

Hari Minggu, topan memukul sebuah tempat parkir di pinggir jalan bebas hambatan di Shawnee, dan dua orang ditemukan tewas.

 

Badai angin ribut juga menghantam Iowa dan Kansas, yang menjadi rangkaian dari badai yang melalui Texas hingga Minnesota.

 

Topan mulai menyapu Texas sejak Kamis dan menghancurkan sejumlah rumah.

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

Topan dilaporkan menyapu daratan sampai sekitar 45 menit.

 

# TWM | DM | BBC.co.uk

 

sumber

Air Ini Khusus Untuk Insinyur

Air ini khusus untuk Insinyur

Ini sebuah kisah nyata inspiratif, memiliki cara berpikir positif atas segala hal sehingga menghasilkan “buah” yang manis di kemudian hari.

 

 

 

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an….

Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF” . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.”

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai di sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan kamu apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

undefined

undefined

 

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

 

/sdhanifah

sumber

(FOTO) Charlotte Garside, Gadis Terkecil Di Dunia Mulai Bersekolah

(FOTO) Charlotte Garside, Gadis Terkecil di Dunia Mulai Bersekolah

 

London – Tinggi Charlotte Garside hanya 68 sentimeter, inilah yang membuatnya dijuluki gadis terkecil di dunia. Hari ini, dia memulai hari pertamanya di sekolah dasar.

 

 

Dengan tubuh setinggi itu, dan berat hanya 2,7 kilogram, Charlotte tak lebih besar dari bayi yang baru lahir. Ia bahkan lebih kecil dari boneka Teddy kesayangannya. Dokter sempat meramal usianya tak akan lebih dari setahun.

 

 

Orang tuanya, Scott Garside dan Emma Newman, ingin memberikan anak perempuan mereka kehidupan senormal mungkin. Inilah yang mendorong mereka memasukkannya ke sekolah biasa begitu ia berulang tahun ke-5.

 

 

Emma menyatakan, meskipun bentuk tubuhnya tak normal, namun Charlotte tumbuh normal, termasuk perkembangan emosinya. “Dia mungkin kecil tapi dia memiliki kepribadian yang luar biasa dan ingin melakukan segala sesuatu yang normal untuk anak berusia lima tahun,” kata dia.

 

 

Kelahiran Charlotte sempat menyentak dunia kedokteran Inggris. Dia lahir dengan bentuk primordial dwarfism, namun dokter menyebut kondisinya sangat langka. Bahkan, di dunia kedokteran, belum ditemukan nama untuk kondisi seperti dia.

 

 

Charlotte lahir dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan kista pada livernya. Perkembangan fisiknya juga sangat lamban. Sekarang, di usianya yang bergerak menuju enam tahun, dia masih memakai pakaian untuk bayi yang baru lahir.

 

 

Saudaranya, Chloe 15 tahun, Sabrina (12), dan Sophie (8) mengaku sangat bangga pada adik mereka. “Dia mungkin terlihat seperti boneka, tapi dia terbuat dari bahan yang kuat,” kata Chloe.

 

MAIL ONLINE | TRIP B

sumber

Lebih Miris, Siswa di China Terpaksa Bawa Meja Sendiri ke Sekolah

20 Mei 2013 1 komentar
Lebih Miris, Siswa di China Terpaksa Bawa Meja Sendiri ke Sekolah

 

Sepertinya sudah menjadi hukum alam jika ada kemakmuran maka di situ juga terdapat kemiskinan. Terlepas dari masih tingginya tingkat kemiskinan di dalam negeri, pengalaman yang lebih miris ternyata dialami oleh sebagian penduduk di negara China.

Dibalik kesuksesan negara Tirai Bambu ini menyaingi hegemoni negara barat dalam bidang ekonomi dan perdagangan, namun potret buram kemiskinan masih sangat kental terlihat. Minimnya kesejahteraan penduduk di beberapa wilayah sejalan dengan buruknya pendidikan yang ada.

Potret itu bisa dilihat dari Wang Ziqi, bocah perempuan berusia tiga tahun di Shunhe, Provinsi Hubei. Di saat memasuki tahun ajaran baru di sekolah, Wang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan berbagai keperlua sekolah berupa pensil atau buku. Lebih dari itu, Wang juga terpaksa membawa meja dan kursi sendiri ke sekolah.

Pemandangan miris ini terjadi setiap tahun ajaran baru. Untuk membawa meja dan bangku, Wang biasanya dibantu oleh kakak dan neneknya.

Walau demikian, Wang bukanlah satu-satunya siswa yang terpaksa membawa meja dan kursi dari rumah. Setidaknya  ada lebih dari 3 ribu siswa lainnya di sekolah dasar dan sekolah menengah di Shunhe yang dipaksa membawa mejanya sendiri. Kondisi itu terjadi karena keterbatasan fasilitas yang diberikan pemerintah. Mereka hanya menyediakan sekitar 2 ribu pasang kursi dan meja. Padahal ada lebih dari 2 ribu siswa yang bersekolah.

Nenek dan kakak Wang Ziqi membantu membawakan meja dan kursi ke sekolah.
Di kota miskin tersebut, para orang tua murid terpaksa menggunakan apa saja yang mereka bisa gunakan, termasuk membawa meja kopi ke sekolah agar anak-anak mereka dapat belajar.

Saat dimintai komentar, banyak orang tua yang mengeluh. Mereka menyalahkan sistem pemerintahan yang dianggap sangat korup.

Orang tua di Shunhe akan menggunakan apapun yang dimiliki agar anaknya tetap bersekolah.
“Pemerintah pusat memberikan dana untuk fasilitas sekolah,” kata seorang wali murid kepada stasiun berita NBC. “Tapi ketika sampai ke tempat kami, uang itu menghilang.”

Meski pemerintah setempat di sana sudah merespon dengan memberikan tambahan meja dan berkomitmen akan memberikan bantuan lebih dari US$ 600.000 untuk menutup defisit anggaran, namun banyak dari penduduk yang tetap tidak percaya dengan janji-janji tersebut.

“Saya lebih suka percaya ada hantu di dunia ini daripada mempercayai janji-janji pemerintah,” tulis salah satu kometar pada berita Changjiang Times

Berkaca dari kasus ini, kita hanya bisa mengharapkan pemerintah Indonesia tidak melakukan hal yang sama karena mewariskan kecerdasan dan ilmu bagi generasi muda lebih berharga daripada mewariskan harta semata.

(ma/nbctimes)

SUMBER

[Foto] Hahaha…Gara-Gara Orangtuanya Tidak Bisa Membedakan Anak Kembar 4, Rambut Anak Dicukur Angka

[Foto] Hahaha…Gara-Gara Orangtuanya Tidak Bisa Membedakan Anak Kembar 4, Rambut Anak Dicukur Angka

Terkadang tidak mudah bagi orangtua yang memiliki anak kembar untuk membedakan anak-anaknya. Namun hal aneh yang dilakukan oleh orangtua di China ini untuk membedakan anaknya yang kembar empat ini cukup membuat kita geleng-geleng kepala. Mereka mencukur rambut keempat anak laki-lakinya hingga membentuk angka. Angka 1 hingga 4 yang pada ‘tercetak’ kepala anak-anak tersebut didasarkan pada urutan lahir mereka.

 

Menurut sang orangtua, hal ini terpaksa dilakukan agar mudah membedakan anak-anaknya yang terlahir kembar identik, terutama bagi guru dan teman-teman sekolah anak-anak tersebut. Keempat anak kembar tersebut kini sudah berusia 6 tahun dan sudah masuk Sekolah Dasar (SD).

“Putra-putraku benar-benar identik, bahkan untukku sekalipun,” tutur sang ibunda Tan Chaoyun , bahkan sekarang, ayah mereka masih tidak bisa membedakan mereka sama sekali. Terkadang dia menghukum anak kedua atas perbuatan yang dilakukan anak ketiga,” tandasnya.

Peristiwa unik ini terjadi di wilayah Shenzhen, Provinsi Guangdong, China.

Jauh-jauh jadi Nelayan di Uruguay, Bawa Pulang Uang Rp 1.000

 

 

 

Hanya empat helai baju kotor dan uang Rp 1000 rupiah, Maulana akhirnya sampai juga di Bandara Internasional Schippol, Amsterdam, Belanda.

Ia ditemani Wahyudi yang kebetulan bertemu, sedang berdiri sambil mengepul-epulkan asap rokoknya di ruang khusus bagi para penikmat rokok. Tatapannya kosong, sejenak ia kaget saat dihampiri dan langsung sumringah saat Tribunnews memperkenalkan diri sama-sama berasal dari Indonesia.

Mukanya terlihat agak berseri-seri. Obrolan santai kemudian terjadi sambil menceritakan kisah nelayan ini bisa sampai ke Uruguay tepatnya di perairan Montevedio, sebagai nelayan di perahu berbendera China.

Sebelumnya, Maulana mengaku seorang penjual ketroprak, di Bekasi Utara. Lelaki muda asli Cirebon ini, mengaku tergugah hatinya begitu ada ajakan menjadi nelayan, pencari ikan di Uruguay.

“Saya tertarik, karena mendapat gaji Rp 1.700.000 per bulan. Saat berangkat, saya juga tak mengeluarkan uang. Gaji yang didapat dipotong untuk biaya buat paspor, oleh pihak agen,” tutur Maulana mengawali ceritanya kepada Tribunnews

Pertama kali sampai di Uruguay, Maulana mengaku tak berfikir macam-macam. Sampai akhirnya, ia diharuskan pulang lantaran ada penyakit dalam yang dideritanya.

Maulana mengaku sedih. Kontrak selama dua tahun, empat bulan terpaksa kembali ke tanah air. Sedih bercampur bahagia, lantaran menjadi nelayan di negeri orang, tak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Praktis, 23 jam Maulana bekerja setiap hari untuk mencari ikan. Istirahat yang kurang, Maulana mengaku ia coba hilangkan dengan keasyikannya mencari ikan di laut di negara orang.

Kagalauan hatinya, tak bisa ia tutupi, empat bulan berjalan, Maulana mengaku sudah harus kembali ke Jakarta lantaran kondisi kesehatannya yang tak mengharuskan ia berlama-lama di Uruguay.

Lelaki yang hanya lulusan sekolah dasar ini kemudian bertanya-tanya di dalam hati, mengapa ia bisa sampai ke Uruguay kalau memang kesehatannya tak mengharuskannya berangkat ke negara di benua Amerika Latin tersebut.

Pertanyaan di dalam hatinya ia hilangkan, begitu dapat memastikan bisa pulang ke Indonesia. Senang, bercampur sedih, Maulana bertutur dengan tatapan sedih.

“Senang karena bisa pulang, tak lagi merasa sendiri di sana (Uruguay). Sedih, karena hanya uang RP 1000 di kantong dan satu bungkus rokok (merek lokal Uruguay) yang bisa dibawa. Baju saya hanya bawa yang bersih-bersih saja,” tuturnya.

Baju yang awalnya ia bawa hampir memadatkan tas ranselnya, terpaksa ia tinggalkan di Uruguay. Sambil memastikan, Maulana kemudian membuka dompetnya, menunjukkan uang Rp 1000 yang tertinggal disakunya.

“Mudah-mudahan tak ada yang bekerja menjadi nelayan seperti saya. Hanya cape yang didapat, tapi tak mendapatkan apa-apa,” akunya sedih.

Iming-iming Rp 1.700.000 per bulan, hanya impian, bagi Maulana. “Saat saya tanya, uang gaji untuk empat bulan, bos saya hanya bilang, sudah syukur kamu bisa dipulangkan ke Indonesia, dengan tiket gratis,” ungkap Maulana seraya menirukan perkataan bosnya.

Berangkat dari Uruguay dengan perut yang sudah terisi. Dengan modal bahasa Indonesia, tanpa bisa bahasa lain, Maulana nekat, mengakhiri kisah pilunya di negara lain.

Sebelum bisa sampai Bandara Internasional Belanda, Schippol, Maulana mengaku transit terlebih dahulu di Sao Paulo Brasil.

“Praktis, saya hanya makan apa yang diberikan di dalam pesawat. Mau minta ini, malah dikasih makanan lain. Mau minum jus, malah dikasih air putih,” katanya terkekeh seraya mengaku kerap bingung saat diajak ngobrol dengan orang lain.

Selama di bandara atau dalam pesawat, Maulana mengaku lebih banyak diam lantaran tak menguasai bahasa Inggris.

Saat mencari tahu dari pintu masuk mana untuk bisa naik pesawat ke Belanda, ia harus berkali-kali bertanya kepada orang yang ia temui. Modal nekat, Maulana sampai juga di Bandara Schipol, Amsterdam.

“Pakai bahasa tubuh saja mas, sambil pakai isarat,” ujarnya terkekeh.

Bau badan Maulana yang sudah tak sedap, ia tak pedulikan. Yang ia fikirkan adalah bagaimana caranya bisa sampai ke tanah air.

Maulana tak lagi galau. Ia bisa leluasa bila ingin ke kamar kecil selama transit di Belanda. Sambil menunjukkan surat kontrak kerja yang sudah lusuh, Maulana mencoba menghibur dirinya sendiri.

“Meski saya orang susah, dan hanya seribu rupiah di dalam dompet, paling ngga saya sudah sampai ke negeri orang. Mantan tukang ketoprak bisa sampai ke Uruguay, Brasil, dan Belanda,” ujarnya sumringah, menghibur dirinya yang masih dibalut kesedihan. Mimpi mendapat penghasilan di negeri orang ternyata sia-sia belaka.

sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 381 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: