Archive

Posts Tagged ‘menikah’

Mengakali Hukum Islam, PSK Ini Menikahi Pelanggannya Sebelum Transaksi   

Mengakali Hukum Islam, PSK Ini Menikahi Pelanggannya Sebelum Transaksi

Seorang wanita penghibur di London, Inggris menawarkan untuk menikah mut’ah dengan pelanggannya sehingga mereka bisa berhubungan seks tanpa rasa bersalah karena telah melakukan seks di luar nikah.

 

Ini merupakan bagian dari layanan dari perempuan yang mengenakan biaya sebesar 500 dolar untuk setiap jam pelayanan yang dia berikan. Nikah mut’ah secara tradisional memang dikenal dalam masyarakat Islam di masa lalu. Nikah ini biasa digunakan laki-laki dan perempuan yang sedang bepergian atau dalam keadaan darurat.  Namun banyak yang menyebut, cara ini bangkit kembali di era modern. Di mana anak-anak muda menggunakannya sebagai cara untuk bertemu dengan lawan jenis atau kencan sebelum melakukan pernikahan.

Seorang wartawan yang menyamar untuk mencatat perempuan yang dikenal sebagai Fairuza, berumur 25 tahun, melakukan pengaturan melalui telepon.

“Ini sangat populer. Anda dapat menceraikan saya malam ini, tapi saya tidak boleh pergi dengan lelaki lain selama tiga bulan,” katanya.

 

Fairuza, Muslim Lady Escort

Fairuza, Lady Escort yang mengakali hukum agama untuk melakukan bisnisnya

Fairuza menambahkan, ia pernah menikah dengan seorang lelaki dan tinggal bersamanya selama dua bulan di London ketika lelaki itu sedang bepergian. Namun secara tegas, Fairuza tak setuju dengan praktek kawin kontrak, yang menurutnya mirip dengan prostitusi.

Menanggapi hal ini, Kepala Eksekutif Yayasan Ramadhan Mohammed Shafiq mengatakan, tren ini cukup mengkhawatirkan dan tidak dibenarkan.

(The Sun)

Tentang Melepas Keperawanan dan Konsekuensi yang Tak Ringan di Baliknya

31 Januari 2015 1 komentar

Berbicara mengenai keperawanan dan seks adalah hal yang tabu di negeri ini. Tak banyak orang punya keberanian untuk menyuarakan pemikiran dan pengalamannya mengenai seks. Padahal seks tak melulu tentang pornografi, ada banyak pengetahuan lain yang bisa kita petik dan pelajari demi kehidupan yang lebih baik.

Seperti salah satu pembaca Hipwee ini. Dirinya (yang meminta namanya disamarkan) punya keberanian untuk berbagi cerita kepada kita tentang pengalamannya melepas keperawanan sebelum menikah. Dalam artikelnya, ia jujur berbagi cerita dengan harapan agar pengalamannya bisa dijadikan sebuah pembelajaran bagi kita semua.

Aku kembali menyesap teh jahe di hadapanku. Memandang cairan hangat dalam cangkir yang kini setengah kosong seraya berpikir keras. Haruskah aku menceritakan kesalahan besarku pada dunia yang belum tentu dapat menerimanya? Haruskah aku membuka sebuah aib yang seharusnya aku jaga karena Tuhan pun telah menutupnya rapat-rapat? Atau seperti yang sudah lama aku pertimbangkan, menulis kisahku agar bisa dijadikan perenungan bagi orang lain?

Setelah melalui pertentangan batin dan logika yang melelahkan, akhirnya aku memutuskan untuk berbagi sepenggal perjalanan hidupku agar bisa dijadikan sebuah pelajaran bersama. Aku yakin, di luar sana banyak perempuan yang masih bisa diselamatkan dan menyelamatkan diri mereka sendiri setelah membaca pangakuanku. Atau paling tidak jika mereka bernasib sama denganku, mereka mengetahui apa yang harus mereka lakukan.

 

 

Aku tidak sedang mencari pembenaran. Sebelum menghakimiku lebih jauh, izinkan aku menceritakan pengalamanku lebih dulu

jgvrkvg

Aku adalah perempuan yang aktif secara seksual sebelum menikah dan kehilangan keperawanan di usia yang belum lagi genap 19 tahun. Entah siapa yang harus disalahkan, namun di usia yang bukan lagi remaja tanggung itu, aku sama sekali tidak mengerti pentingnya sebuah keperawanan. Yang aku tahu, berhubungan seksual di luar pernikahan adalah dosa besar — titik.

Aku tak pernah mendapat pendidikan seksual yang benar di keluarga maupun sekolah. Pun tidak ada yang mengatakan padaku bahwa selain perihal dosa, melepas keperawanan adalah pertaruhan hidup yang tak mudah konsekuensinya.

Aku tidak sedang mencari pembenaran. Akan tetapi, berkaca dari pengalamanku dan pengalaman banyak perempuan sepertiku di luar sana, bahwa pendidikan agama saja tidaklah cukup. Kata “dosa“ terlalu abstrak sekaligus terlalu mudah dilemahkan oleh hawa nafsu.

Karenanya, aku tidak akan menggunakan dalil-dalil agama untuk mengajakmu menjaga keperawanan dan berhubungan seksual hanya setelah ijab qabul atau janji suci di atas altar. Cukuplah orang tuamu atau para pemuka agama yang fasih melafalkan ancaman dosa dan api neraka bagi mereka yang melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan.

Sebaliknya, aku akan memberitahumu apa yang tidak pernah mereka katakan tentang melepas keperawanan dan menjadi seorang yang aktif secara seksual sebelum menikah. Apa yang aku tulis disini adalah pengalamanku sendiri, pengalaman orang-orang  dan hasil observasi dari beratus-ratus jam curhat dan obrolan santai bersama beberapa teman, baik perempuan maupun laki-laki.

 

 

Seks bisa menjadi sebuah candu, kawan. Sekali kamu melakukannya ia akan terus jadi kebutuhan

Seks

Saat kamu memilih untuk melepas keperawananmu sebelum menikah, kamu tidak akan menjadi orang yang sama lagi dengan dirimu yang sebelumnya. Kegiatan seksual akan menjadi sebuah kebutuhan baru bagimu yang harus terpenuhi.

“Gak semangat banget gue. HBL (Haus Belaian Lelaki). Pacar gue udah hampir sebulan gak ngapelin.“

–Bunga, seorang teman

Seperti halnya rokok, seks pun dapat menjadi candu. Kebutuhan seksual yang tak terpenuhi dapat mengganggu mood-mu dan membuatmu merasa tidak bersemangat sehingga dapat menurunkan produktivitasmu.

Jika seks sudah menjadi sebuah kebutuhan bagimu, secara naluriah kamu akan berusaha mendapatkannya dan mencari pemenuhan. Masalahnya, dari mana kamu bisa selalu memenuhi kebutuhan seksmu jika kamu belum menikah?

 

 

Hubungan seks yang harusnya sakral bisa terasa makin kasual. Pertimbanganmu tak lagi panjang saat diajak berbagi peluh dan saling merengkuh otot yang pejal

Pert

”Dia bukan pacar gue. Kita ngelakuinnya cuma sekali, kok. Karena kita terbawa suasana malam itu. Semua ngalir gitu aja.“

– Mawar, seorang teman

Jika kamu sudah pernah berhubungan seks sebelumnya, pertahananmu terhadap godaan untuk berhubungan seks akan semakin lemah. Kamu tidak akan berpikir seribu kali untuk melakukannya lagi dengan dalih:

“Lagi pula aku sudah gak perawan, kok.”

Hal ini disebabkan seks yang telah menjadi kebutuhan yang harus selalu kamu penuhi.

Sudah lama aku ingin berhenti menjadi seorang yang sexually active sebelum menikah. Tapi hal itu sangat tidak mudah. Butuh waktu satu setengah tahun untukku benar-benar berhenti, sehingga saat ini aku free from sexual activity.

Pertahananku mudah goyah karena melakukan hubungan seksual bukan lagi hal yang berarti. Lain halnya jika kamu belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali, menahan hasrat biologismu yang satu ini akan jauh lebih mudah.

 

 

Akan ada ketakutan yang selalu menghantuimu. Tak ada jaminan bahwa dia 100% setia padamu. Risiko tertular Penyakit Menular Seksual terasa makin mengganggu

Risiko penyakit seks menular akan menghantuimu

Yang satu ini memang terdengar sangat klise. Aku yakin pasti kamu sering mendengarnya. Tapi apakah kamu benar-benar menyadari bahwa kamu bisa saja tertular penyakit yang berbahaya karena seks bebas? Apa kamu yakin, dia, laki-laki yang bersih dan selalu tampil klimis itu tak membawa kuman Treponema penyebab raja singa?

Jika kamu berdalih bahwa kamu hanya melakukannya dengan cowokmu dan begitupun cowokmu hanya melakukannya denganmu, apakah ada jaminan bahwa ia setia di belakangmu? Nope, dear!

 

 

Berhubungan seks selalu sepaket dengan kemungkinan hamil di luar nikah. Memilih melahirkannya atau aborsi sama-sama akan mengubah hidupmu selamanya

Kehamilan di luar nikah mengubah hidupmu

 “Bayi yang dulu merupakan hal yang aku anggap lucu sekarang berubah menjadi hal yang menakutkan. Setiap malam aku selalu dihantui oleh suara tangis bayi.“

–Marry, pacar seorang teman.

Ketika kamu hamil di luar nikah, pilihanmu ada dua. Aborsi atau menikah dengan kesiapan mental yang belum mumpuni. Dari dua pilihan itu, Marry dan pacarnya memilih untuk aborsi. Saat ini luka aborsi Marry sudah sembuh dan ia bisa beraktifitas seperti sedia kala. Namun luka psikologisnya? Belum sama sekali.

“Ibu mertua gue selalu maki-maki gue karena kesalahan sepele. Padahal waktu gue dan suami masih pacaran, dia baik banget sama gue. Tapi setelah nikah (karena hamil duluan) dia benci banget sama gue, karena katanya gue ngerusak masa depan anaknya. Padahal, kalo mau ngomongin siapa yang hidupnya paling rusak ya gue! Umur segini gue udah harus momong anak sana-sini.”

–Karin, teman dari seorang teman

 

 

Kepekaanmu pada perhatian pria juga harus makin teruji. Kadang kamu tak tahu lagi — perhatiannya memang bukti ketulusan, atau sekadar ingin menjadikanmu objek pelampiasan?

Kamu tak tahu laki-laki yang tulus

Jika kamu berhubungan seksual dengan seorang cowok atau pacarmu, kamu akan sulit mengenali motif cowok itu kepadamu. Apakah perbuatan baiknya murni karena kasih sayang, atau hanya untuk memenuhi kebutuhan seksualnya darimu.

Cewek: “Aku gak enak badan, nih. Mana di rumah lagi nggak ada siapa-siapa…“

Cowok: “Loh, orang rumah pada kemana emangnya?“

Cewek: “Ke luar kota“

Cowok: “Aku ke rumah ya. Sekalian aku bawain bubur panas buat kamu“

Cewek: “Tapi di luar hujan deras loh, masa kamu mau kesini jauh-jauh cuma buat anter bubur aja?“

Cowok: “Gak apa-apa, sayang. Buat kamu apa aja aku lakuin“

Mari majukan ceritanyaasatu jam kemudian. Dia akan datang ke rumahmu setengah basah karena menerobos hujan dengan motor sport-nya. Menyuapimu bubur dengantidak sabar. Lalu mengatakan padamu bahwa ia kedinginan dan butuh dipeluk (yang berakhir dengan kamu harus memenuhi kebutuhan seksnya).

Mungkin akan ada pula satu keadaan dimana sebenarnya cowokmu sudah tidak lagi mencintaimu namun ia tetap bertahan denganmu hingga ia mendapat cewek lain yang bisa memenuhi kebutuhan seksualnya.

“Gue udah nggak cinta sih. Tapi ngga niat juga untuk mutusin dia. Nantilah kalo udah ada pengganti yang bisa ngasih gue jatah.”

–Black, seorang teman

Aku yakin tidak semua laki-laki berpikiran sejahat itu. Namun kemungkinan bahwa kamu hanya  dimanfaatkan selalu ada, ‘kan?

 

 

 

Melepaskan pria yang sudah mengambil keperawananmu bukan perkara mudah. Sebrengsek apapun dia tak jarang kamu memilih bertahan dan menyerah

Kamu tak bisa lepas darinya

Ketika kamu memberikan keperawananmu kepada seorang cowok, kamu akan terikat sangat kuat dengannya. Itulah alasan, mengapa banyak pasangan yang tidak juga berpisah walaupun hubungan percintaan mereka seperti neraka. Memang tidak bisa digeneralisir, namun dari pengamatanku, banyak sekali pasangan yang berpacaran bertahun-tahun dengan hubungan yang tak harmonis dan tak bahagia tetap mempertahankan hubungannya.

Cewek yang sudah menyerahkan keperawanannya akan sangat takut kehilangan sang pacar. Hal ini sangat tidak sehat untuk sebuah hubungan. Karena cewek tersebut akan sangat permisif terhadap sikap cowok yang semena-mena sehingga hubungan mereka tidak seimbang.

Aku pun mengalami hal ini. Aku menyadari banyak cowok yang lebih baik dan lebih mencintaiku dari pacarku dulu. Namun aku merasa seperti tak memiliki pilihan lain karena aku sudah memberikan semua yang aku miliki kepada pacarku. Sehingga mau tak mau, aku bertahan dengannya.

 

 

Masa lalu bukan tisu sekali pakai yang mudah dibuang. Dalam hubungan barumu status “tidak perawan” akan tetap dikenang

korban

“Kemaren pacar gue nampar gue lagi pas kita berantem hebat. Dia cemburu banget gue dikasih cokelat sama cowok. Padahal lo tau sendiri kan, kalo gue dan cowok itu gak ada apa-apa. Itu Cuma hadiah ulang tahun yang biasa banget.”

–Melati, seorang teman

Setelah melakukan hubungan seksual, kamu akan lebih protektif dan memiliki rasa cemburu yang lebih besar satu sama lain. Aku banyak menjumpai kasus dimana seorang cowok melakukan kekerasan kepada pacar yang sudah disebadaninya, namun tidak pernah melakukan kekerasan serupa pada mantan pacar lain yang tidak pernah berhubungan seksual dengannya.

Menurutku, hal ini disebabkan karena rasa sayang dan cemburu yang berlebihan serta rasa memiliki secara utuh sehingga dapat memunculkan sikap semena-mena.

”Setiap kali kita bertengkar, pacarku pasti menyinggung soal ketidakperawananku. Sehingga, apapun masalahnya akulah yang akhirnya meminta maaf. Dia seolah-olah tidak pernah bersalah dalam hubungan kami hanya karena aku sudah tidak perawan dan dia masih perjaka”

–Aku

Ya, itu adalah pengalaman pribadiku. Pacarku yang masih perjaka selalu menyiksaku secara psikologis dengan bersikap seolah-olah aku sangat hina dan dia telah memuliakanku karena dia tetap memilihku walaupun aku tak lagi perawan. Sakit? Sudah pasti.

 

 

Tentu ada laki-laki yang bisa menerimamu apa adanya. Tapi ada juga yang tak bisa berbesar hati ketika tahu kondisimu yang sudah tak perawan lagi

Pilihanmu jadi terbatas

 

Ketika kamu menyadari bahwa hubunganmu dengan pria yang telah kau berikan keperawananmu dengan suka rela ternyata tak dapat dipertahankan, kamu akan menemukan masalah ini.

Tidak semua cowok mau menerima cewek yang sudah tidak perawan sebagai istri. Kalaupun ia menyatakan akan menerimamu apa adanya, bukan tidak mungkin di kemudian hari dia akan mengungkit-ungkit kembali masa lalumu yang kelam.

Kamu bisa saja tidak memberitahukan masa lalumu kepada sang calon suami. Namun, apakah sebuah ikatan pernikahan yang awalnya dilandasi kebohongan akan berjalan dengan baik? Ku rasa tidak sama sekali.

 

 

Pandangan orang tidak lagi hanya ditentukan oleh perilakumu. Melainkan  juga keputusan menyerahkan keperawanan yang kamu ambil di masa lalu

kamu sudah pasti dicap cewek nakal

 A: “Si Anggrek cantik, ya! Baik lagi, jago masak, suka sama anak-anak”

B: “Iya istriable banget. Tapi tau nggak sih lo kalo dia udah nggak perawan?”

A: “Hah, masa? Tau dari mana lo?“

B: “Jadi dia itu mantannya si C. Si C  cerita bla…bla…bla..”

A: “Wah, sayang banget ya, mau aja si Anggrek kaya gitu”

Tidak semua cewek yang rela melepaskan keperawanannya sebelum menikah adalah cewek nakal. Tapi dalam budaya Indonesia yang masih kental unsur religiusnya, keperawanan adalah suatu yang sakral, dan melakukan hubungan seks sebelum menikah adalah hal yang tabu. Sehingga bagi para pelakunya akan mendapatkan penghakiman sosial.

Dipandang rendah, dicaci, atau paling tidak, dikasihani seperti contoh dialog di atas adalah hal yang akan kamu hadapi jika kamu melakukan hubungan seks  sebelum menikah.

 

 

Pada akhirnya, mereka yang menjaga keperawanan sebelum menikah akan dinilai sebagai perempuan yang lebih istimewa dan terhormat. Kamu harus terima, walau tak sepenuhnya sepakat

istimewa

Banyak sekali cowok yang mengaku bahwa keperawanan bukan suatu hal penting yang harus diributkan. Dari obrolan ringanku dengan mereka, hampir semua cowok dengan gentle-nya mengatakan mereka dapat menerima cewek yang sudah tidak perawan sebagai pacar atau istrinya kelak. Namun, benarkah semurni itu penerimaan mereka? Benarkah pandangan mereka tentang perawan atau tidak, bukan lagi menjadi masalah penting?

“Aku nggak akanlah making love sama pacarku. Dia masih perawan. Aku emang rusak, tapi aku gak mau merusak sesuatu.”

–Red, seorang sahabat

“Aku have sex sama beberapa cewek, tapi bukan sama pacarku yang sekarang. Aku terlalu sayang sama dia. Enggak tega juga karena dia masih perawan.“

–Blue, seorang teman

Apa yang bisa kita tangkap dari pengakuan cowok-cowok di atas? Ya, mereka lebih menghargai perempuan yang bisa menjaga dirinya sehingga mereka terdorong juga untuk ikut menjaga. Mengambil sebuah keperawanan adalah sebuah beban dan diidentikkan dengan merusak sesuatu bagi mereka.

Hal itu juga lah yang mendasari mengapa cowok dengan mudahnya have seks dengan perempuan yang tidak lagi perawan. Karena mereka merasa tidak punya beban dan tidak merasa merusak!

Cewek-cewek menyukai bad boy yang menjadi good boy hanya karena dirinya. Sementara cowok-cowok menyukai good girl yang menjadi bad girl hanya karena dirinya.

Mengapa bisa begitu? Karena dua-duanya menciptakan rasa diistimewakan. Cewek-cewek akan merasa dirinya berbeda dan istimewa ketika dapat mengubah bad boymenjadi good boy. Sementara cowok-cowok akan merasa sangat tersanjung jika dia bisa mendapatkan cewek baik-baik yang menjadi nakal hanya untuk dirinya.

 

 

Namun pada akhirnya, semua pilihan tetap berada di tanganmu. Bagimu yang masih mempunyai pilihan, memilihlah dengan bijak. Karena jika saja waktu tak terlalu jauh, aku pun ingin kembali untuk dapat menganulir pilihanku. Dan bagimu yang bernasib sama denganku, kuatlah!

Renungkanlah kembali jalan hidup yang kamu ambil dan sedang kamu tapaki. Jika kamu merasa kacau, mungkin tandanya kamu harus kembali pada Tuhan. Hanya Dia yang tidak akan pernah mencampakkan dan memandangmu rendah.

Ingin menulis untuk Hipwee? Yuk, kirimkan karya tulisanmu ke redaksi Hipwee! Untuk informasi lengkapnya, silakan mampir ke sini!

sumber

Aktris Seksi Taiwan Yang Kondang Ini Dinikahi Pria Indonesia Di Bali   

6 November 2014 2 komentar

 

Aktris Seksi Taiwan Yang Kondang Ini Dinikahi Pria Indonesia di Bali

Vivian Hsu, aktris, penyanyi dan model seksi kondang asal Taiwan, Vivian Hsu, menikah dengan Li Yunfeng atau Sean Lee (36), pria Indonesia keturunan Cina. Mereka melangsungkan pernikahan di Bali pada 26 Juni 2014. Pernikahan mereka yang ramai pemberitaannya di Taiwan dan Singapura ini justru sepi dari pemberitaan media lokal Indonesia.

 

Tidak ada yaang tahu kalau ada seleb asing yang menikah di Bali karena pernikahan mereka dilangsungkan secara tertutup dengan hanya mengundang tak lebih dari 100 orang terdekat dan kolega mereka berdua.

 

Sean Lee-Vivian Hsu

Foto pernikahan Vivian Hsu dan Sean Lee di Bali

 

Sean Lee merupakan CEO Group Marcopolo Marine, perusahaan maritim yang memiliki aset 2 miliar yen.

 

Vivian Hsu

Vivian sebelumnya sering bergonta-ganti pacar di Jepang, karena ia juga terkenal di Jepang sebagai penyanyi

 

Vivian Hsu yang selama ini lekat dengan image seksi Vivian pernah tinggal di Jepang sebelum belakangan ini hijrah ke Taiwan. Dia juga pernah menjadi anggota band Jepang Black Biscuits.

 

Vivian Hsu Sexy

Wajah cantik dan imut serta tubuh yang seksi membuat namanya kondang sebagai model

 

Vivian sebelumnya pernah pacaran dengan seorang musisi Jepang, Sugizo, dan pengusaha Taiwan Leo Ho, serta dengan aktor Stephen Fung, selain juga dengan Nicky Wu, namun semuanya kandas di tengah jalan.

 

Di negaranya, Taiwan, Vivian lekat dengan image seksi

 

Selamat menempuh hidup baru, Sean dan Vivian.

(The Straits Times, Taipei Times)

Cewek yang Cocok Jadi Pacar vs Cewek yang Pantas Jadi Istri. Kamu Masuk yang Mana?

11 September 2014 2 komentar

Bagi wanita, memutuskan untuk menjalani komitmen pernikahan adalah sebuah hal besar yang diambil dalam hidup. Selepas menikah, hidup tidak akan lagi sama baginya. Akan ada nyawa-nyawa lain yang bergantung pada keputusan di tanggannya. Karena itu, hanya wanita yang siap secara mental dan fisik-lah yang berani mengambil langkah besar ini.

Apa sih yang membedakan wanita yang siap menikah dan cewek yang belum siap berkomitmen seumur hidup? Di artikel ini Hipwee akan memaparkan beberapa ciri-cirinya. Siap-siap cek ke diri sendiri sembari deg-deg an ya, cewek-cewek. Buat kamu yang cowok, cek juga yuk apakah pasanganmu sudah masuk ke kriteria “siap dinikahi” atau belum.

 

1. Cewek yang Siap Menikah Akan Benar-Benar Menghargai Komitmen

Kesiapan menikah ditunjukkan lewat penghargaan terhadap komitmen

Cewek yang sudah siap menikah tahu dengan pasti arti penting sebuah komitmen. Dia tidak akan main-main dengan hal yang satu ini. Setia, bertanggung jawab dan dapat dipercaya oleh pasangan adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh cewek yang memang sudah siap menikah.

Segala kesepakatan yang sudah dibuat bersama dalam hubungan akan berusaha ditaati oleh cewek yang memang sudah siap menjadi seorang istri. Hal ini dia lakukan demi menghormati pasangan dan menjaga keharmonisan dalam sebuah ikatan. Gak ada tuh ceritanya kasus selingkuh atau ingkar janji yang dilakukan oleh cewek yang sudah layak dipinang.

 

2. Dia Bisa Berkompromi

Dia bisa dia diajak berkompromi

Kemampuan untuk berkompromi adalah hal mutlak yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan. Bagaimana tidak, sebuah ikatan pernikahan secara tidak langsung akan menyatukan 2 kepala jadi satu. Dalam prosesnya, pasti ada silang pendapat dan ketidaksepahaman yang hanya bisa diselesaikan lewat kompromi.

Cewek yang hanya layak jadi pacar akan sulit melakukan kompromi terhadap hal-hal yang bertentangan dengan keinginannya. Kalau ada yang tidak sesuai, ia akan memilih ngambek hingga pasangannya mau mengikuti kemauannya. Nah, hal macam ini tidak akan dilakukan oleh cewek yang sudah siap menikah.

Setiap ada perbedaan pendapat, cewek yang istri-able mau duduk bersama dan mendengar pendapat pasangannya. Ia juga tidak keberatan menurunkan tuntutannya demi mencapai jalan tengah yang bisa diterima kedua belah pihak.

 

3. Cewek yang Cocok Jadi Pacar Akan Banyak Menuntut, Sementara Cewek Istri-Able Akan Menghargai Kemampuan Pasangan

Mau cuma pakai sandal pun, kamu akan tetap diterima

Sangat wajar apabila seseorang memiliki ekspektasi terhadap pasangan romantisnya. Semua orang tentu punya gambaran ideal tentang hal apa yang dia harapkan akan didapatkan dari pasangan. Perbedaan kualitas antara wanita siap menikah dan hanya cocok jadi pacar terlihat saat pasangannya tidak bisa memenuhi ekspektasi yang dimilikinya.

Cewek yang masih punya pola pikir pacaran-minded akan berusaha menuntut pasangannya, sampai dia bisa memberikan apa yang diinginkan. Sementara cewek yang sudah siap dinikahi akan berusaha menempatkan dirinya di posisi pasangan sebelum menuntut lebih jauh.

Contohnya nih, ada seorang cowok yang tidak bisa membelikan pacarnya kamera polaroid sebagai hadiah ulang tahun karena gajinya habis untuk reparasi mobil. Cewek yang hanya cocok dijadikan pacar akan terus merengek sampai si pria membelikan hadiah yang sudah dijanjikan. Sementara wanita yang sudah siap menikah akan berusaha memahami kondisi pasangannya. Dia bisa menerima bahwa terkadang ada hal lain yang harus jadi prioritas.

 

4. Cewek yang Layak Diperistri Tahu Betul Bagaimana Caranya Menempatkan Diri

Dia tahu caranya menempatkan diri

Menjadi istri berarti tahu bagaimana cara menempatkan diri di sisi suami. Mulai dari cara bicara, bersikap di depan orang lain, cara berpakaian dan berdandan, hingga bagaimana membawa diri ditengah rekan dan keluarga pasangan. Kemampuan menempatkan diri ini tidak bisa datang begitu saja. Butuh kerendahan hati dan usaha keras untuk bisa menyesuaikan diri.

Cewek yang sudah siap dinikahi tidak akan keberatan saat harus repot belajar sedikit Bahasa Batak, demi mengambil hati calon mertua yang kebetulan berasal dari Medan. Dia juga bisa dengan mudah membaur dengan teman dan kolega pasangan, yang bahkan belum dikenal sebelumnya.

Dia punya kelenturan sosial yang tinggi

Cewek yang siap menikah punya kelenturan sosial yang tinggi. Dia gak bakal malu-maluin deh kalau dibawa ke berbagai kesempatan.

Sementara cewek yang orientasinya masih sekedar pacaran, akan enggan berusaha untuk masuk ke dalam lingkungan pasangan. Keengganan ini disebabkan oleh pola pikirnya yang masih memandang hubungan sebagai urusan 2 orang semata.

Cewek yang masih belum punya orientasi menikah belum menyadari bahwa penerimaan orang-orang terdekat akan membawa pengaruh besar dalam hubungan yang sedang dijalani.

 

5. Cewek yang Asyik Dijadikan Pacar Akan Mengumbar Masalah Ke Media Sosial, Sementara Calon Istri yang Baik Akan Berusaha Menyelesaikannya Denganmu

Masalah kalian tidak akan diumbar ke publik

Tidak ada hubungan cinta yang akan berjalan mulus-mulus saja. Setiap ikatan pacaran pasti punya konflik di dalamnya. Namun, dari permasalahan itulah sepasang kekasih bisa belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan kekurangan dan kelebihan pasangan. Menyelesaikan masalah secara bersama-sama justru bisa jadi jalan untuk saling mengenal kepribadian.

Perbedaan perempuan yang sudah siap dan belum siap menikah terletak pada responnya saat menghadapi masalah. Cewek yang cocok dijadikan pacar akan cenderung mengumbar masalah tersebut pada banyak orang. Mulai dari curhat terselubung di media sosial sampai menceritakannya secara gamblang pada teman-temannya. Dia merasa dengan melakukan itu, pasangannya akan sadar kemudian berbuat sesuatu demi memperbaiki keadaan.

Dia berusaha menyelesaikan masalah diantara kalian berdua

Hal ini berbeda dengan cewek yang sudah istri-able. Dia sangat mengerti bahwa mengumbar masalah ke orang lain bukanlah jalan keluar yang tepat. Alih-alih mencari dukungan, dia akan mengajakmu duduk dan bicara dari hati ke hati. Cewek yang sudah siap menikah akan berusaha sekuat mungkin untuk menjaga privasi hubungan hanya dengan pasangan. Lagian, kalau cerita-cerita itu namanya mengumbar aib bukan sih?

 

6. Cewek yang Sudah Siap Menikah Tidak Lagi “Galau” Soal Dirinya

Dia sudah selesai melakukan pencarian terhadap diri sendiri

Setiap orang pasti punya momen galau tentang jati diri. Mulai dari jurusan apa yang harus diambil, pekerjaan apa yang paling sesuai panggilan hati, hingga mencari apa yang harus dilakukan demi menggenapkan diri. Nah, cewek yang sudah siap menikah biasanya sudah selesai dengan kegalauan-kegalauan macam ini.

Dia betul-betul telah “selesai” dengan dirinya sendiri. Cewek yang sudah siap menikah tahu dengan pasti kemana akan membawa arah hidupnya. Visi dan tujuan hidup yang ingin dicapai sudah dia miliki dengan jelas. Kehadiran pasangan tidak akan membuatnya limbung. Sebab ia akan berusaha mencari pasangan yang bisa membersamainya dalam mencapai mimpi.

 

7. Cewek Istri-Able Tetap Bertahan Saat Masa Sulit Menghampiri, Cewek yang Oke Dijadikan Pacar Akan Lebih Memilih Pergi

Saat menghadapi masa sulit, dia akan bertahan

Ketika dihadapkan pada momen terendah pasangan, ada perbedaan sikap yang ditunjukkan oleh cewek yang sudah siap menikah dan yang belum. Cewek yang sudah siap menikah tidak akan pergi meninggalkan pasangan meski sang pasangan sedang berada di titik terendah dalam hidup.

Dia mafhum bahwa masa sulit adalah hal yang harus dihadapi bersama dalam sebuah komitmen.

Sementara cewek yang orientasinya masih pacaran akan melihat masa sulit sebagai sebuah pintu keluar yang ditawarkan oleh hidup. Saat pasangan dilanda masalah berat yang membuatnya terpuruk, bukan tidak mungkin seorang “pacar biasa” akan pergi karena enggan terbebani.

 

8. Cewek yang Cuma “Pacar Biasa” Enggan Diajak Membangun Hidup Bersama, Dia yang Istri-Able Rela Berjuang Bersama dari Nol

Cewek yang istri-able akan mau diajak hidup susah

Kehidupan rumah tangga tidak serta merta bahagia. Butuh perjuangan dan kompromi besar untuk menciptakan harmoni dalam sebuah pernikahan. Akan ada banyak masalah yang datang. Mulai dari perbedaan karakter, konflik antara 2 keluarga besar, hingga masalah keuangan.

Kesulitan hidup seperti diatas tentunya tidak mengenakkan. Hanya orang dengan komitmen dan loyalitas besar yang mau diajak berjuang demi membangun kehidupan yang layak dari nol. Nah, cewek yang sudah siap menikah biasanya punya ketangguhan berjuang yang lebih besar dibanding cewek yang masih ingin sekedar pacaran.

Kesiapan menikah akan tercermin pada kemauan untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan yang diimpikan. Apapun kesulitan yang menunggu di depan akan dihadapi oleh cewek yang memang sudah siap menikah. Hidup susah sementara waktu juga gak masalah.

 

9. Cewek yang Siap Menikah Tahu Caranya Bersenang-Senang, Tapi Juga Tetap Bertanggung Jawab

Dia tahu cara bersenang-senang tapi tetap bertanggung jawab

Cewek yang asyik dijadikan pacar biasanya adalah orang yang sangat menyenangkan untuk diajak gaul. Dia tahu tempat-tempat asyik yang harus dikunjungi, terkadang lengkap dengan jam operasional dan menu andalan yang ditawarkan. Tapi memang, bersenang-senang masih jadi prioritas utama bagi cewek yang orientasinya sekedar pacaran. Belum ada kewajiban sebagai orang dewasa yang dipikirkan dengan matang.

Tapi kalau begitu, apakah cewek yang siap menikah adalah orang yang membosankan?

Tentu tidak. Cewek yang siap menikah adalah pribadi yang bisa membawa dirinya sesuai kebutuhan. Dia akan kamu temukan di cafe, berpakaian santai sembari menyesap Affogato. Tapi lain hari kamu akan menemukannya berpakaian resmi dan berdandan profesional karena harus meeting dengan klien.

Dia tahu caranya bersenang-senang tapi tidak melupakan kewajibannya sebagai orang dewasa.

 

10. Cewek yang Sudah Siap Menikah Tahu Cara Mengurus Rumah dan Mengatur Keuangan Keluarga

Dia tahu cara mengurus rumah dan keluarga

Pembagian tugas dalam keluarga memang tidak rigid. Baik lelaki maupun perempuan perlu ambil andil dalam melakukan tugas domestik. Tapi harus diakui bahwa wanita punya “sentuhan” yang lebih dibutuhkan dalam mengurus rumah tangga. Mulai dari memilih warna perabotan, memilih parfum ruangan, hingga jadi manajer keuangan.

Cewek yang orientasinya masih pacaran biasanya belum punya kesadaran soal pentingnya belajar untuk mengatur kebutuhan domestik. Sementara cewek yang istri-able banget akan mahir mengatur rumah dan keuangan keluarga. Dia adalah pribadi yang cerdas di tempat kerja dan di tempat pendidikannya, tapi mau turun tangan untuk mengurus kebutuhan rumah tangga.

 

11. Cewek yang Sudah Siap Dipinang Tahu, Bantuan Terbesar yang Bisa Diberikan Pada Pasangan Adalah Doa Diam-Diam

Pasanganmu akan terus mendoakan dalam diam

Cewek yang sudah siap menjadi seorang istri tahu bahwa tugasnya bukan hanya mencukupi kebutuhan fisik pasangan. Tidak sekedar memenuhi perut dengan makanan enak dan mengatur rumah, dia juga akan membantu pasangannya sekuat tenaga dalam perjuangan mewujudkan impian.

Cewek yang sudah mempersiapkan diri untuk jadi seorang istri tahu, bahwa ada pemberian lain yang lebih layak jadi kado untuk pasangan. Apalagi jika bukan doa diam-diam?

Tanpa diminta, dia akan terus mendoakan pasangannya dalam tiap bincang mesranya dengan Tuhan. Dukungan doa darinya tidak akan pernah putus. Tanpa sepengetahuan pasangan, ada harapan yang secara konsisten terus disampaikan pada Sang Pemberi Kehidupan.

Bukankah bentuk cinta yang paling tulus memang tercermin saat seseorang terus mendoakan pasangannya dalam diam?

 

sumber

 

Gimana nih cewek-cewek, kamu masuk kategori yang mana? Buat cowok-cowok, apakah pasanganmu saat ini adalah cewek yang istri-able?

Semoga kamu segera bertemu dengan pasangan yang bisa menggenapimu, ya!

(Foto) Seorang Wanita Melabrak Selingkuhan Suaminya Di Jalanan Ramai

(Foto) Seorang Wanita Melabrak Selingkuhan Suaminya Di Jalanan Ramai

Kejadian memalukan dimana dua orang wanita bertengkar hebat di jalanan menjadi perbincangan heboh di forum-forum internet Singapura, China, dan Hongkong belum lama ini.

 

Seorang wanita yang tidak rela suaminya menikah lagi dengan seorang wanita muda, melabrak dan menyeret sang wanita muda tersebut ke jalanan sampai bajunya koyak. Menurut catatan kepolisian setempat, wang wanita muda tersebut mengaku tidak menggoda suami wanita yang melabraknya, melainkan suami sang wanita tersebutlah yang ngotot menginginkannya dan mengajaknya menikah.

 

Peristiwa ini menarik perhatian banyak orang yang lalu lalang dan tidak ada satupun yang berniat melerai. Bahkan seorang warga yang melintas mengabadikan pertengkaran kedua wanita tersebut dan mengunggahkan ke situs internet sehingga langsung menjadi perbincangan ramai.

 

Cinta segitiga

 

undefined

Istri tua melabrak istri muda, warga tidak ada yang berani ataupun berhasil melerai mereka

 

Seorang warga berinisiatif melaporkan peristiwa ini ke polisi yang akhirnya melerai mereka. Masalahnya, saat itu tidak diketahui dimana keberadaan laki-laki yang menjadi penyebab cinta segitiga ini.

 

Di Singapura, memang umum seorang wanita berani melabrak wanita lain yang menjadi WIL (wanita idaman lain) suami atau pasangannya. Oleh karena itu, jangan coba “bermain api” dan menjalin cinta segitiga dengan wanita lain di Singapura apabila tidak ingin dipermalukan..

(TT MOP)

sumber

Apakah Kamu Tulang Rusukku ?

Apakah kamu tulang rusukku ?
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut.
Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?
Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya,tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan
wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan.

Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,
“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”

Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat.
Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan.
Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.
Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah.
“Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu.
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya.

Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat.
Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah. Dara tersenyum manis, lalu
berlalu….”Good bye….”

Seminggu kemudian,
Raka mendengar bahwa Dara mengalami ecelakaan, mati.
Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

Kisah Mengharukan Tentang Transplantasi Organ Manusia

Kisah Mengharukan Tentang Transplantasi Organ Manusia

1. Wanita yang menerima ginjal dari kekasih suaminya

Seorang wanita berkebangsaan Turki tetap hidup setelah menerima ginjal dari suaminya. Namun setelah 4 tahun mereka menikah, salah satu ginjal wanita tersebut berhenti bekerja dan berarti dia harus menerima dialysis tiga kali dalam seminggu, empat jam dalam sekali dialysis.

Selama ini, suaminya, Mehmet Avci, bertemu dengan wanita lain bernama Ayse Imdat. Suaminya membawa Imdat ke rumah ibunya dan menyamar sebagai pengasuh bayi untuk putra mereka. Saat istri Mehmet mengetahui tentang perzinahan suaminya, Mehmet Avci mengaku bahwa dia dan Imdat akan menikah setelah istrinya meninggal.

Setelah mereka kembali dari Anatolia Tengah Provinsi Nevsehir ke Istanbul untuk operasi, Imdat bersikeras ingin menyumbangkan ginjalnya untuk istri Mehmet Avci. “Kami berbagi suami, dan sekarang ginjal kami telah bersama,” kata pasien. Imdat berjanji akan terus merawat istri dari Mehmet Avci tersebut.

2. Pria yang menyumbangkan organ untuk saudaranya dengan syarat ia berhenti bersorak untuk tim lawan

Sebuah perkumpulan pendukung Manchester United sepakat untuk memberikan saudaranya transplantasi yang dapat menyelamatkan kondisi adiknya dengan syarat dia berhenti mendukung Manchester City. Konsultan manajemen Martin Warburton (50,) meminta saudaranya Paul (59,) menandatangani kontrak dan berjanji untuk bergabung dengan klub penggemar Manchester United.

Paulus, yang harus transplantasi untuk melawan leukemia limfatik, bersikap filosofis tentang perdebatan antara tim yang sangat kompetitif. ‘Saya sangat beruntung bahwa sel Martin cocok,” kata Paulus. “Tapi dia harus menjadi pendukung The Reds, bukan?’

3. Gadis yang tangannya melekat pada kakinya selama tiga bulan

Ahli bedah ternyata telah menyimpan tangan seorang gadis muda di Cina – dengan mencangkok itu ke kakinya selama tiga bulan. Ming Li (9) kehilangan tangan kirinya ketika dia ditabrak traktor dalam perjalanan ke sekolah pada Juli 2010. Namun kerusakan yang dia alami terlalu parah sehingga tidak dapat memasangnya kembali dengan segera, dan dokter pun memutuskan untuk memasang ke kaki kanannya untuk sementara sampai sembuh. Setelah tiga bulan, tim medis di sebuah rumah sakit di Zhengzou, Provinsi Henan, mentransplantasikan kembali ke lengannya. Juru bicara Dr. Hou Jianxi berkata, “Ketika dia masuk, tangan kirinya benar-benar terputus dari tubuhnya hal itu sangat menakutkan, tapi Ming Li sekarang dapat memindahkan pergelangan tangannya lagi, dan tangan kirinya berwarna merah muda yang sehat menandakan bahwa darah telah beradar.” Ming Li akan membutuhkan dua operasi yang lebih di tahun berikutnya untuk meningkatkan ungsi tangannya dan menghapus bekas luka.

4. Orang yang harus memotong penis transplantasi karena istrinya tidak menyukainya

Pada tahun 2006, seorang pria yang telah memiliki penis transplantasi pertama di dunia menghapus organ tersebut setelah dua minggu kemudian karena dia dan istrinya memiliki ‘masalah psikologis yang parah’ dengan penis barunya. Penis pria itu diperbaiki setelah rusak dalam kecelakaan tahun sebelumnya, yang hanya meninggalkan tunggul sepanjang satu sentimeter yang menyebabkan dia tidak mampu buang air kecil terlebih lagi hubungan seks.

Dokter menghabiskan 15 jam mentransplantasi penis 10 sentimeter untuk pria 44 tahun setelah orangtua dari seorang pria yang menderita mati otak setengah menyetujui untuk menyumbangkan organ putra mereka. Setelah 10 hari, tes mengungkapkan organ tersebut memiliki pasokan darah yang baik dan mampu buang air kecil secara normal.

Meskipun operasi bedah itu sukses, ahli bedah mengatakan mereka harus mencabut penis tersebut dua minggu kemudian. “Karena masalah psikologis yang parah yang di alami penerima dan istrinya, dengan menyesal transplantasi penis itu harus di cabut,” kata Dr Hu. Pemeriksa organ menunjukkan tanda-tanda itu ditolak oleh tubuh, katanya.
Catatan : Dokter sebelumnya telah berhasil pada pria dengan menyatukan kembali organ seksual mereka setelah kecelakaan traumatic atau serangan, tetapi operasi ini adalah yang pertama dimana penis yang di donorkan telah berhasil melekat pada pria lain.

5. Pria yang menyumbangkan ginjal untuk kasir favoritnya

Dan Coyne dari Evanston, Illinois tidak mengetahui tentang Myra de la Vega, kecuali dia adalah seorang kasir favoritnya di took tempat dia berbelanja selama lebih dari 18 tahun. Suatu hari dia melihat si kasih bertambah kurus dan menanyakan tentang kesehatannya. Dia menjelaskan bahwa dia sedang dalam dialysis. Coyne menawarkan untuk menyumbangkan salah satu ginjalnya untuk membantunya! Saat itu De la Vega tidak tahu apakah dia serius. Operasi itu sukses dan kepala sekolahnya menyatakan tanggal 23 Maret 2010 adalah “Hari Dan Coyne” dan dimasukkan ke dalam kurikulum pengajaran.

Cerita ini pasti membutuhkan pelanggan yang memiliki loyalitas tinggi ke tingkat yang baru.

6. Pasien yang bertahan setelah menerima implan kotoran dari suami

Dr Alexander Khoruts, pencernaan, disimpan pasien dengan menanam sepotong kotoran suaminya ke dalam usus besar-nya. Dia memutuskan pasiennya memerlukan transplantasi tetapi dia tidak memberikan sepotong usus orang lain, atau perut, atau organ lainnya. Sebaliknya, dia memberinya beberapa bakteri suaminya. Dia mencampur sedikit contoh tinja suaminya denganlarutan garam dan dikirimkan ke ususnya. Hal tersebut bekerja dan diare pasiennya menghilang dalam sehari. Infeksi Difficile Clostridium nya menghilang dan belum kembali sejak itu. Mikroba dalam kotoran orang itu diganti dengan yang hilang pada pasien.

7. Putri diatur untuk melahirkan dari rahim ibunya sendiri setelah transplantasi pertama di dunia

Sarah Ottonson lahir tanpa rahim karena gangguan genetic langka. Ibu Sarah, Eva akan menyumbangkan rahimnya-yang jelas bekerja- pada putrinya. Apabila ahli bedah Swedia berhasil, dia akan bisa mendapatkan anak. Operasi yang dijadwalkan pada musim semi tahun 2012, bukanlah upaya pertama untuk transplantasi rahim. Upaya lain pada tahun 2000 oleh dokter Saudi sudah berhasil, tetapi transplantasi rahim telah dihapus empat bulan kemudian karena komplikasi. Operasi ini tampaknya sangat rumit dan melibatkan penghubung pembuluh darah ecil dari ovarium ke rahim yang ditransplantasikan. Bahkan jika operasi ini berhasil, dokter tidak yakin apakah rahim yang ditransplantasikan akan dapat meregangkan dan memberikan darah yang cukup untuk mempertahankan hidup.

8. Suami yang meminta kembali ginjalnya setelah kecurangan istri yang meminta perceraian

Dr Richard Batista ditampar dengan surat perceraian dari istrinya, dia memutuskan sudah cukup dan menuntutnya untuk mengembalikan hadiah yang dia berikan delapan tahun sebelumnya yaitu ginjal. Setelah transplantasi sukses, Dawnell – istri Batista- selamat, tapi tidak dengan pernikahan mereka yang hanya berlangsung empat tahun.

Dokter yang patah hati tersebut meminta kembali kepada kekasihnya untuk membayar $1,5 juta untuk organ yang telah dia sumbangkan. Dia bersikeras mengklain untuk membayar ginjalnya secara karena akibat perilaku istrinya.

9. Para remaja yang golongan darahnya berubah setelah transplantasi

Dia memiliki warna ungu terang dirambutnya dan kuku biru terang, tapi untuk dokter di Rumah Sakit Anak daera Westmead, New South Wales, Australia, Demi-Lee Brennan adalah keajaiban satu dalam 6 miliar. 15 tahun pasien transplantasi hati adalah orang pertama di dunia untuk mengambil system kekebalan tubuh dan jenis darah dari donor-nya, meniadakan kebutuhan untuk mengambil obat anti-body untuk sisa hidupnya.

Setelah virus menghancurkan hatinya, dokter memberinya hidup selama 48 jam karena hatinya akan disumbangkan. Dengan sisa hidup yang tersedia, Demi-Lee menjalani operasi selama 10 jam yang telah di mulai sejak koktail immune di berikan, tes standar untuk pasien transplantasi untuk memastikan tubuh mereka tidak menolak organ yang disumbangkan. Sembilan bulan kemudian, ketika kondisinya memburuk dan dia kembali ke Rumah Sakit, dokter terkejut bahwa golongan darahnya telah berubah. Kepala hematologi, Julie Curtin, mengatakan dia terkejut ketika dia menyadari Demi-Lee sekarang O positif, bukan O negatif.

10. Gadis remaja yang sudah memiliki memiliki tiga hati

Seorang gadis yang memiliki tiga hati pada usia 16 tahun. Debbie Ward lahir tanpa katup tricuspid – yang membuat darah mengalir kea rah yang benar – dan memiliki transplantasi jantung pertama ketika ia berusia 15 bulan. Dia adalah korban termuda operasi seperti itu di Great Ormond Street Hospital daerah London. Setelah itu, semua berjalan dengan sangat baik. Dia hanya seperti anak lain seusianya dan benar-benar aktif. Tapi, lebih dari satu decade kemudian, tiba-tiba Debbie terjatuh dengan sakit dada saat di bus sekolah. Para dokter mengatakan hatinya gagal dan ada rawan membentuk di atasnya.

Mereka tidak tahu mengapa, tetapi arteri mulai tersumbat. Remaja, dar Belchford di Lincolnshire, memiliki transplantasi jantung kedua setelah ulang tahun ke-15 nya. Debbie mengatakan pengalamannya telah mengilhaminya untuk bekerja nebjadi seorang perawat anak.
/sdhanifah

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 418 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: