Arsip

Posts Tagged ‘masa’

Sadis, Video Begal Motor Disembelih Warga Ini Beredar Luas dan Menjadi Trending

Heboh begal motor di wilayah Depok, nampaknya menjadi pelajaran bagi para pengendara motor untuk lebih waspada berkendara sendirian, terlebih pada malam hari. Bagi sang begal pun, tak ada ampun apabila tertangkap masa. Seperti yang terjadi dan terekam di kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Dalam video berdurasi 4 menit 11 detik itu, terlihat darah kental yang bercucuran di lantai. Darah itu merupakan darah dari salah satu pelaku setelah di sembelih oleh masa. Pelaku diketahui rata-rata masih berusia 17 tahun berjumlah 3 orang.

2 Pelaku tewas mengenaskan, satu disembelih dan satu lainnya kondisi tanggannya putus. Sedangkan 1 pelaku lainnya masih hidup dan diamankan polisi.

Menurut beberapa sumber, kejadian tersebut bermula ketika warga melihat 3 orang pelaku mencurigakan, dan ketika ditanyakan tujuan dan maksud dari 3 oarng mencurigakan itu, warga malah hendak di celurit oleh pelaku. Tak hanya itu,pelaku juga mengeluarkan pistol rakitan.

 

Screenshot rekaman video saat salah satu begal disembelih. Sadis

Warga yang sudah siap dan berjumlah banyak juga membawa senjata tajam akhirnya menggebuki pelaku. hingga akhirnya pelaku tewas mengenaskan. Kemarahan warga cukup beralasan bro-sis, mengingat di wilayah tersebut memang sering terjadi begal motor.

 

Bahkan seminggu sebelum kejadian tersebut, bocah berusia 8 tahun yang meninggal akibat di bacok oleh pelaku begal motor ketika hendak merampas motor.

(Lintas.me, youtube)

Kategori:revo Tag:, , , , ,

Hal Yang Perlu Kamu Ingat Ketika Menghadapi Kekacauan Hidup di Usiamu yang Sudah Seperempat Abad

Menginjak usia 25 tahun, mungkin jadi kali pertama usiamu mulai bisa disebut dengan bilangan abad. Tiba-tiba saja kenyataan sudah berusia seperempat abad, membuatmu mengerti bagaimana cepatnya waktu berjalan. Mungkin kamu yang dulunya berharap cepat dewasa, sekarang justru mendambakan betapa sederhananya kehidupan semasa kanak-kanak dulu.

Di masa transisi menuju kedewasaan ini, hari-harimu juga pasti dipenuhi berbagaikegalauan dan kebimbangan hidup yang sering disebut ‘quarter life crisis‘.  Jangan khawatir! Sudah sewajarnya kamu bingung ketika akhirnya harus mengambil berbagai keputusan besar seorang diri. Tapi bukan hanya kamu sendiri kok yang sedang meraba-raba jalan hidup dan tampaknya seringkali menemukan jalan buntu. Semua orang seusiamu juga sedang belajar. Maka dari itu ketika tampaknya tidak ada jalan lain kecuali menyerah, ingatlah hal-hal ini.

 

Jangan Panik Ketika Kamu Merasa Tersesat. Wajar Saja Kebingungan Arah Ketika Begitu Banyak Jalan Baru Terbuka Untukmu Yang Sudah Dewasa

Businessman choosing the right door

Batasan umur minimal untuk diperbolehkan menyetir, memiliki hak suara, sampai menikah bisa jadi berbeda-beda di setiap negara. Tapi dimana pun, umur 25 tahun pasti sudah dianggap umur yang dewasa. Kedewasaan itu pasti diikuti dengan berbagai hak dan kewajiban baru yang sebelumnya belum pernah kamu emban.

Yang tadinya masih dalam naungan orang tua, sekarang sudah mulai membangun kehidupan mandiri. Dengan begitu banyaknya hal baru yang bisa dilakukan, tempat baru yang dapat dikunjungi, dan peluang baru yang didapatkan sebagai orang dewasa, wajar saja jika kamu kesulitan membuat keputusan.

Dengan pengalamanmu yang minim, maklum saja jika kamu belum tahu mana pilihan terbaik dan merasa tersesat. Jangan panik! Nikmati saja pengalamanmu mencoba hal baru, toh kamu hanya muda sekali! Tapi yang lebih penting lagi, jangan lupa untuk belajar dari tiap pengalaman baru tersebut.

 

Jangan Terlalu Lama Berdiam Diri Karena Ragu Mengambil Keputusan. Di Masa Uji Coba Ini, Keputusan Salah Sekali Pun Bisa Jadi Pembelajaran

Woman_Girl_Mood_Brunette_Reflection_Glass_Hand_1680x1050

 

Sah-sah saja bingung dan ragu memilih, tapi jangan terbiasa berdiam diri lama-lama karenanya. Jika hanya berdiam diri, waktu yang akan mengkhianatimu. Sebelum kehabisan waktu, dengan segenap keyakinan diri buatlah keputusan dan bersiaplah menerima segala konsekuensi dan pembelajaran dari keputusanmu tersebut. Strategi itu paling sesuai karena sejatinya di usiamu yang baru menginjak kedewasaan ini tidak ada keputusan yang benar-benar salah.

Kamu masih dalam masa uji coba dengan kemandirian dan statusmu sebagai orang dewasa. Jadi, semua pengalaman baik keberhasilan maupun kegagalan adalah sumber pembelajaran yang berharga. Yang gawat adalah jika kamu melewati masa produktifmu ini tanpa mencoba tantangan baru yang akan terus mendorongmu untuk belajar jadi lebih baik. Bisa saja kamu berkeras tidak ingin melakukan kesalahan, tapi mungkin kamu hanya berdiam diri atau akan terus berakhir melakukan hal yang sama.

 

Setelah Seperempat Abad Menjalani Kehidupan, Seharusnya Kamu Juga Sudah Tahu Bahwa Tidak Ada Kesuksesan Yang Instan

sport_climb_climbing_men_cliff_mountains_1920x1200

 

 

Setelah menempuh berbagai jenjang pendidikan, sedang terseok-seok memilih jalan karier dan berusaha memantapkan langkah kakimu di dunia, sudah sepatutnya kamu mengerti bagaimana kegagalan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah cerita sukses. Sesekali bisa saja keberuntungan menghampirimu dan membuatmu meraih keberhasilan tanpa usaha yang berarti. Namun jika kamu selalu memperlakukan hidupmu layaknya judi atau lotre seperti itu, kamu hanya akan kelelahan dan kehabisan waktu menunggu peruntungan yang baik.

Maka dari itu seharusnya kamu justru berusaha sekuat tenaga dengan kemampuanmu sendiri untuk mengubah tiap peluang menjadi kesuksesan. Yakini saja bahwa semakin pahit kegagalan yang kamu alami, maka akan semakin manis rasa sukses yang menantimu ketika berhasil mengatasinya.

 

Inilah Waktu Dimana Fisikmu Paling Prima, Sudah Sewajarnya Kamu Bekerja Rodi Untuk Masa Tua Yang Nyaman

OFFICE-WORKOUT

 

Bukan tanpa alasan mengapa usia ini mulai disebut usia produktif. Bayangkan coba kapan lagi kamu akan lebih sehat, kuat, dan banyak energi jika tidak di umur-umur ini. Maka dari itu sudah sewajarnya kamu memanfaatkan kekuatan fisikmu sekarang untuk bekerja sekeras mungkin demi menjamin masa tua yang lebih nyaman.

Jadi jangan merasa frustasi ketika beban hidup baik pekerjaan, studi, sampai urusan percintaan tampaknya sangat berat saat ini. Justru bersyukurlah karena kamu sedang berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapinya. Jangan malas memaksa dirimu untuk tidak menyerah dan mencoba terus walau badan terasa mau ambruk. Tubuh mudamu masih bisa pulih kembali.

Ingatlah sebaik apapun kamu mengurus diri, tubuh manusia memang dirancang untuk melemah seiring bertambahnya umur. Jadi, haram hukumnya melewatkan masa-masa ini tanpa kerja keras karena sejatinya ke depannya tubuhmu tidak akan lagi memberikanmu kesempatan untuk berkarya semaksimal sekarang.

 

Hidupmu Bukan Perlombaan Dengan Siapapun. Boleh Saja Kamu Termotivasi, Tapi Jangan sampai Merasa Rendah Diri Melihat Kesuksesan Orang Lain

last_sales_mile

 

Setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Maka dari itu jangan pernah menganggap hidupmu sebagai perlombaan dengan mematok keberhasilan dan kegagalan orang lain sebagai garis start atau finismu. Dengan mentalitas tersebut, sama saja kamu menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain.

Boleh saja termotivasi dan ingin belajar dari pengalaman orang lain, tapi jangan sampai kamu dengan mudah merasa gagal dan tidak berguna hanya karena gagal mengejar atau menyamai pencapaian orang lain. Carilah jalanmu sendiri menuju aktualisasi diri. Cari tahu apa yang benar-benar membuatmu merasa bahagia. Kemungkinan besar jalan tersebut tidak akan sama dengan cerita sukses orang lain.

 

Dan Jika Kamu Tahu Bahwa Pilihanmu Saat Ini Tidak Membuatmu Bahagia, Bergegaslah Ganti Gigi dan Mengarahkan Jalanmu ke Pilihan Yang Lebih Baik

man-car

 

 

Jangan merasa bersalah atau merasa dirimu plin-plan karena akhir-akhir ini kamu banyak berubah pikiran. Kehidupan sebagai seorang dewasa memang pasti jauh berbeda dari apa yang kamu bayangkan dulu. Maka dari itu tidak aneh jika apa-apa yang dulu kamu yakini banyak bertentangan dengan realita hidup yang kamu hadapi sekarang.

Jangan panik dan terlalu defensif mempertahankan apa yang kamu yakini sebagai idealismemu. Anggap saja gemuruh pertentangan ide di kepalamu itu sebagai kesempatan untuk belajar lebih banyak. Sah-sah saja kalau kamu berganti pemikiran atau bersikeras mempertahankannya. Tapi yang paling penting adalah kamu tidak pernah mau berhenti untuk belajar dan selalu berpikiran terbuka.

Dan ketika hasil pembelajaranmu menunjukkan jalan baru untuk kebahagiaanmu, jangan terus bersikeras dengan jalanmu yang terdahulu hanya karena gengsi atau harga diri. Kehidupan terlalu singkat untuk semua itu.

 

Kamu Sudah Hidup Cukup Lama Menyaksikan Bagaimana Orang Bisa Datang dan Pergi dari Kehidupanmu. Jadi, Hargailah Tiap-Tiap Keberadaan Mereka Yang Mungkin Tidak Selamanya

moving-on-woman-with-luggage-on-a-desert-road-1152x720-wide-wallpapers.net (1)

 

Di umurmu yang sudah kepala dua ini, kamu pasti sudah mengalami berbagai pertemuan dan perpisahan dalam hidup. Dari perpisahan SMA, ospek kuliah, putus-nyambung dengan pacar, sampai ketika mungkin kamu sudah harus mengantar orang terkasihmu ke peristirahatan mereka yang terakhir.

Semua itu seharusnya sudah mengajarimu bahwa dari setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Jangan pernah takut dengan perpisahan yang pasti akan terjadi, pastikan saja kamu menghargai waktu yang kalian miliki bersama dengan sebaik-baiknya. Lihat sekelilingmu, pastikan tiap-tiap dari mereka mengerti bagaimana kamu bersyukur dan menghargai keberadaan mereka dalam hidupmu.

Relakanlah mereka yang sudah harus pergi dan sambutlah orang baru dalam hidupmu dengan tangan terbuka. Memang mereka mungkin tidak bisa bersamamu selamanya, tapi segala memori dan  pembelajaran yang mereka tinggalkan dalam hidupmu selalu akan jadi milikmu.

 

Kamu Juga Sudah Harus Mulai Memilih Teman dan Pasangan Hidup Untuk Bisa Berbagi Selamanya Yang Kapan Saja Bisa Berakhir

o-BRIDESMAIDS-GROOMSMEN-facebook

 

Siklus kehidupan memang luar biasa. Orang tuamu mendedikasikan hidupnya untuk membesarkan dan melindungimu hanya untuk kemudian mempersiapkanmu untuk jadi mandiri. Dalam kemandirian itu pun, kamu terus harus belajar untuk saling mempercayai dan mengandalkan orang lain karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Dan hanya dengan orang-orang yang tepat, kamu bisa membangun kehidupan yang bahagia.

Apalagi kehidupan itu singkat. Jadi bukan lagi waktunya kamu sekedar bersenang-senang menjalani hubungan yang tidak berarti. Biarkanlah ‘selama’ mu yang bahagia bisa dimulai lebih cepat dengan segera menemukan teman dan pasangan hidup yang tepat.

 

Selamanya Hanya Akan Ada Sesingkat Bilangan Umurmu, Jadi Pastikan Kamu Tidak Perlu Menunggu Hari Esok Untuk Merasa Bahagia

Enjoyment - free happy woman enjoying sunset

 

 

Selamanya itu adalah konsep relatif yang sejatinya berbeda-beda bagi tiap orang. Jika Tuhan menghendaki umurmu sampai 100 tahun, maka selamanya bagimu adalah 100 tahun. Tidak ada orang yang tahu kapan ‘selamanya’ bagi mereka akan berakhir. Bisa saja besok, lusa, atau 10 tahun lagi, tapi satu-satunya hal yang pasti adalah selamanya akan berakhir.

Mengetahui hal tersebut, sudah seharusnya kamu mulai memperlakukan hari ini sebagai selamanya. Temukan kebahagiaan-kebahagiaan setiap harinya baik sekecil apapun. Kebahagiaan yang mampu membuatmu mensyukuri hidup bahkan jika hari esok tidak datang sekalipun.

 

 

Jangan merasa nelangsa sendirian dalam persimpangan hidupmu yang sudah berjalan seperempat abad ini. Mereka yang membusungkan dada dan tampaknya baik-baik saja sekalipun pasti juga tidak bisa terlepas dari pergelutan itu. Tidak ada jalan pintas atau jembatan tol untuk melewati persimpangan tersebut. Jadi, ambilah napas panjang dan langkahkanlah kakimu ke depan untuk menyebrang dengan berani. Nikmatilah semua kebingungan, kegalauan, dan perjuanganmu sekarang karena pada waktunya nanti semua akan jadi indah.

sumber

Kategori:revo Tag:, , , , ,

Foto: Inilah Sosok Abbas Alizada “Bruce Lee” Made In Afghanistan

13 Desember 2014 1 komentar

APA yang terlintas di benak Anda soal Afghanistan? Alamnya nan elok dan dilintasi jalur sutra masa lalu? Atau, perang tak berkesudahan yang mengubah wajah negeri? Tapi, kini Anda bisa mengingat Afghanistan sebagai negeri tempat lahirnya ’’reinkarnasi’’ maestro kungfu, Bruce Lee.

 

Ya, di Afghanistan ada Abbas Alizada. Anak muda 20 tahun itu persis plek dengan mendiang Bruce Lee. Ya wajahnya, ya bodinya, ya gayanya. Termasuk saat melakukan tendangan memutar plus memainkan ruyung, dua bilah kayu yang dihubungkan dengan rantai.

 

Abbas Alizada Menunjukkan kepiawainya dalam beladiri

Abbas Alizada Menunjukkan kepiawainya dalam beladiri

 

Abbas lahir dari keluarga miskin dengan 10 anak. Sejak kecil, dia memang suka bela diri. Sayangnya, orang tuanya terlalu papa untuk mendaftarkannya ke akademi bela diri. Beruntung, ada dermawan yang membantu Abbas berlatih di Darulaman Palace, Kabul. Di tempat itu, Abbas berlatih kungfu dan tinju, melakukan push-up dengan ujung jari, plus selalu memotong rambut dengan gaya Bruce Lee.

 

Nama Abbas langsung mendunia begitu akun Facebook-nya dilihat banyak orang. Ketenarannya langsung melambung. Jurnalis berdatangan ke Kabul, kota yang dikoyak perang itu, untuk menyaksikan si ’’Bruce Lee’’ imitasi tersebut.

 

’’Sayalah Bruce Lee Afghanistan. Ke depan, saya ingin jadi simbol Bruce Lee di dunia. Bukan hanya di Afghanistan,’’ harapnya. Ambisi Abbas saat ini adalah terbang ke Hollywood dan menjadi bintang. Dengan begitu, kata dia, orang tidak hanya mengenal Afghanistan lewat kisah-kisah kelam peperangan belaka.

 

JPNN.

Kendaraan Pribadi yang Dipakai Anak Kuliahan Tahun 90’an

Buat kamu yang sekarang pakai motor dan mobil keren untuk pergi ke kampus, penasaran nggak sama kendaraan pribadi seperti apa yang dipakai anak-anak kuliahan seperti kita di tahun 90’an? Kira-kira masih oke nggak ya kalau dipakai sekarang? Yuk, simak kendaraan pribadi apa saja yang saat itu dipakai anak-anak kuliahan untuk pergi ke kampus. Kendaraan jadul tahun 90’an berikut ada yang masih eksis lho sampai sekarang.

Astrea Prima

Masih ingat dengan motor yang satu ini? Tahun 90’an Astrea Prima adalah salah satu motor keluaran Honda yang populer di kalangan mahasiswa untuk pergi ke kampus. Meskipun sederhana tapi motor yang satu ini menjadi salah satu bagian sejarah untuk kehidupan mahasiswa di masa itu.

Vespa

Ini dia motor yang nggak ada matinya sampai sekarang. Meskipun sering macet, kendaraan yang satu ini tetap menjadi favorit di kalangan mahasiswa masa itu. Sampai sekarang motor ini juga masih populer kok hanya saja dengan modifikasi yang lebih modern dan lebih stylish pastinya.

Suzuki Jimny

Buat mereka yang berasal dari keluarga berpunya, pergi ke kampus ya harus naik mobil dong. Salah satu mobil yang hits pada tahun 90’an adalah Suzuki Jimny. Cukup keren kan buat ngajak pacar jalan?


Yamaha Alfa

Yamaha juga punya motor yang hits di tahun 90’an. Ya ini nih salah satunya, Yamaha Alfa. Modelnya sama saja seperti motor-motor tahun 90’an lainnya. Meskipun nggak begitu keren, tapi masih bisa kok kalau mau nawarin tebengan buat gebetan.


Honda Tiger 2000

Nah, kalau mau yang lebih keren lagi ada Honda Tiger 2000.  Biasanya anak-anak kuliahan yang naik motor seperti ini pada masa itu merasa percaya diri buat ngajak gebetan berangkat atau pulang ngampus bareng.

Federal

Ini adalah kendaraan pribadi bagi anak kuliah tahun 90an yang ingin selalu sehat. Di masa itu sepeda federal jadi salah satu sepeda yang hits banget. Meskipun harus keringetan dulu buat sampai ke kampus, mereka tetap keren kok naik sepeda.

Suzuki Trail TS

Kalau yang satu ini, motor trail yang hits banget untuk cowok-cowok kuliahan di tahun 90’an. Mungkin sampai sekarang masih ada yang naik motor trail buat pergi ke kampus, selain bikin heboh bisa bikin motormu mudah diingat juga sama si penjaga parkir. Hayo buat cewek, mau nggak nih dibonceng pakai motor ini?

Yamaha Crypton

Ada satu lagi motor keluaran Yamaha yang cukup populer di kalangan anak kuliahan tahun 90’an. Kalau model motor yang satu ini sih, bisa fleksibel dipakai cewek atau cowok di masa itu.


Honda GL Pro

Tampaknya motor keluaran Honda yang satu ini masih sering kita lihat di jalan raya ya? Di tahun 90’an, motor yang satu ini banyak digunakan oleh anak kuliahan untuk pergi ke kampus.

Toyota Great Corolla

Satu lagi mobil pribadi yang biasa dipakai oleh anak kuliahan tahun 90’an. Ini dia, Toyota Great Corolla yang sangat populer di akhir tahun 90’an. Mobil yang satu ini memang bukan golongan mobil termahal, tapi cukup asyik kok buat bergaya di depan gebetan.

Adelina Mayang  

sumber

4 Jenis Teman Yang Kamu Butuhkan Saat Kamu Lagi Jomblo

Single bukanlah sebuah kutukan, namun single adalah sebuah fase dalam kehidupan yang memberimu waktu untuk memperbaiki kesalahan yang telah lalu demi memantaskan diri untuk seseorang yang lebih baik di masa yang akan datang. Dalam melewati masa single tentu kamu akan merasa jenuh dan kesepian, kamu perlu mencari 4 jenis teman seperti yang berikut ini :

1. Teman berpetualang

Percayalah saat kamu single, kamu akan lebih leluasa dalam berpetualang. Tidak terikat dengan hubungan apapun membuat kamu merasa bebas kemanapun kamu akan pergi. Carilah teman yang juga menyenangi petualangan. Ia yang akan menemanimu mencari kesenangan.

2.  Sama-sama single

Melewati masa jomblo dengan teman yang juga jomblo adalah sesuatu yang menyenangkan. Kamu dapat berbagi pengalaman atau tips yang bermanfaat untuk kehidupan percintaanmu sebelumnya. Karena mungkin kegagalan setiap orang yang membuat ia jomblo berbeda-beda. teman sesama jomblo juga akan lebih peka terhadap apa yang kamu rasakan. Bahkan ketika kamu curhat ia mungkin akan memberikan solusi yang tepat, karena persamaan nasib yang dialami. Ya…. nasib jomblo 🙂

3. Jujur

Teman yang berkata jujur meski kurang sesuai dengan apa yang kamu inginkan mungkin lebih berguna saat kamu jomblo. Apa yang ia sampaikan dan pikirkan bisa jadi lebih realistis. Mungkin sarannya benar, jadi jangan ragu untuk mempertimbangkan segala sesuatu yang ia katakan. Karena kejujuran dalam pertemanan akan membuat awet hubungan.

4. Gaul

Teman yang gaul atau berwawasan luas sangat penting bagi kamu para kaum jomblo. Hidup tidak melulu soal cinta..so tambah pengetahuan kamu soal hal-hal lain yang lebih bermanfaat dan penting dengan bergaul dengan anak gaul. Jomblomu tidak akan sia-sia jika lebih banyak wawasan dan pengalaman yang bisa kamu dapatkan.

 oleh : Puri Candraditya   
Kategori:revo Tag:, ,

[NOSTALGIA TERLUCU] 15 Hal yang Paling Kita Takuti Saat SD tapi Sekarang Terasa Konyol

Di masa SD saat kita masih lugu dan polos, ada banyak hal yang bisa membuat ketakutan setengah mati. Hal-hal seram itu justru terasa konyol kalau kita pikirkan di usia dewasa sekarang ini. Ternyata hidup jauh lebih banyak tantangan seiring berjalannya waktu.
Apa saja 15 hal yang paling menyeramkan saat SD tapi sekarang terasa konyol? Simak daftarnya di bawah ini untuk bernostalgia keluguanmu di masa lalu.
1. Guru galak.
 
 
Tidak ada yang lebih menyeramkan daripada belajar di kelas dengan guru yang galak. Pelajaran jadi terasa tegang, PR tidak boleh lupa dikerjakan, dan sikap harus benar-benar dijaga.
2. Lupa mengerjakan PR.
Lupa mengerjakan PR bisa menjadi hal yang sangat menyeramkan karena bisa membuatmu disetrap/ dipermalukan di depan kelas, dilaporkan ke orang tua, dan kena marah guru.
3. Tidak membawa atribut lengkap saat upacara.
Atribut upacara seperti topi, sepatu hitam, dan kaus kaki putih wajib dibawa ketika upacara berlangsung. Jika kita melupakan salah satu atribut tersebut, sudah dijamin akan ada hukuman menyeramkan yang menanti seperti lari keliling lapangan upacara, dll.
4. Bully.
Bully sangat mengancam kehidupan tenangmu di masa SD karena mereka bisa memukulmu, memalak uang sakumu, mengejekmu dengan kata-kata kasar, dll.
5. Lupa potong rambut. 
Buat para siswa cowok, rambut gondrong bisa menimbulkan banyak masalah di sekolah. Kamu bisa kena marah dan dipanggil ke ruang kepala sekolah, atau bahkan dicukur secara brutal saat itu juga.
6. Nungguin jemputan lama.
Menunggu jemputan sekolah yang terlalu lama bisa jadi sangat membosankan dan menyeramkan kalau suasana sekolah sudah mulai sepi.
7. Vaksinasi di sekolah.
Vaksinasi di sekolah adalah momen ketika teman-teman kita menangis dan menjerit-jerit. Sensasi ditusuk jarum suntik juga meninggalkan kenangan menyeramkan tersendiri.
8. Maju nyanyi di depan kelas.
Bagi sebagian besar anak SD, maju menyanyi di depan kelas bukanlah hal yang gampang. Dibutuhkan rasa percaya diri yang tinggi untuk bisa menyelesaikan ujian menyanyi di depan kelas.
9. Dijodoh-jodohin sama orang yang nggak kita suka.
Waktu SD dulu, dijodoh-jodohkan dengan orang yang tidak kita suka akan menjadikan hari-harimu terasa berat. Teman-teman kita akan bertingkah heboh tiap kali kita dekat dengan orang itu dan tingkah laku kita jadi serba salah.
10. Belum belajar waktu ulangan.
Belum belajar waktu ulangan tentu saja sangat menyeramkan karena bisa membuat panik, bingung mengarang jawaban, dan tentu saja mendapat nilai jelek.
11. Dapat nama julukan yang aneh.
Semasa SD, teman-teman kita banyak yang suka memberikan nama julukan yang aneh-aneh seperti Si Hitam, Si Kerempeng, Si Bencong, dll. Parahnya, kadang guru kita ikut memanggil dengan nama itu.
12. Terlambat masuk sekolah.
Terlambat masuk sekolah tentu saja menyeramkan karena kita bisa dikunci dari pagar sekolah, dihukum, kena marah guru dan ortu, bahkan disuruh pulang ke rumah.
13. Jawaban konyol waktu ulangan dibacakan di depan kelas.
Kalau guru kita suka iseng, jawaban konyol kita waktu ulangan terkadang dibacakan di depan kelas sehingga teman-teman kita akan meledek selama berhari-hari.
14. Kerja kelompok bareng anak-anak nakal.
Tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok kadang berkali-kali lipat lebih berat daripada tugas individu. Apalagi jika dikerjakan bersama anak-anak nakal yang tidak tahu tanggung jawab. Ujung-ujungnya pasti kena marah guru.
15. Diajarin merokok dan hal-hal negatif sama teman.
Teman bisa membawa pengaruh baik dan buruk, terutama di masa kecil kita. Kalau waktu SD dulu kita tidak bisa menolak ajakan merokok dan melakukan hal-hal negatif, sudah pasti hingga dewasa kebiasaan itu terus berlanjut.
Kategori:revo Tag:, , , ,

Berbagai Kesalahan Finansial Di Usia 20-an yang Sebaiknya Kamu Hindari

19 September 2014 Tinggalkan komentar

Umur 20-an adalah masa dimana kamu bisa mulai meraba-raba arah hidupmu. Di umur ini kamu akan banyak dihadapkan pada keputusan dan pilihan penting, termasuk menentukan arah kehidupan keuangan dan pekerjaanmu. Tapi tunggu! Apakah selama ini kamu sudah bisa mengatur uangmu dengan baik?

Ada kalanya lho kita lalai dan membuat keputusan yang salah. Nah, agar terhindar dari masalah keuangan yang mengancam masa depanmu, kali ini Hipwee akan mengulas tentang hal-hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan di usia 20-an. Kamu tentu ingin ‘kan bisa menjalani masa muda yang menyenangkan dan mempunyai masa tua yang nyaman kelak?

 

 

1. Kuliah Tidak Dijalani dengan Serius Sekalipun Biayanya Sangat Besar

Tidak serius menjalani kuliah

Banyak yang percaya bahwa pendidikan adalah sebuah investasi. Bangku kuliah menghasilkan gelar sarjana yang bisa jadi modal untuk bekerja di perusahaan ternama dan dapat gaji tinggi. Demi masa depanmu, orang tua rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mengirimmu ke universitas berkualitas. Tapi, apakah semua sarjana punya jaminan sukses secara finansial?

Tanpa rencana karir yang jelas dan keseriusan menjalani kuliah, akan sulit menemukan pekerjaan yang bisa mengantarmu ke level ‘mapan’. IPK yang tidak excellent, minim pengalaman organisasi dan pengalaman kerja tidak akan membawamu kemanapun. Kuliah yang hanya asal-asalan sama halnya membuang-buang uang.

Dana pendidikan tentu sah-sah saja jika digunakan dengan bertanggung jawab. Pastikan bahwa uang yang dikeluarkankan oleh orang tuamu memang benar-benar bermanfaat dan menjadikanmu pribadi yang berkualitas.

 

 

2. Sudah Mulai Berhutang Sejak Usia Muda

hutang

Orang-orang yang akhirnya sukses di usia 40 atau 50-an mengaku sangat berhati-hati dengan keuangan mereka di usia 20-an. Pasalnya, jika di usia muda saja sudah mulai berhutang, ini bisa jadi pertanda bahaya untuk masa tuamu kelak.

Usia muda adalah waktumu untuk menekan diri sekuat-kuatnya. Misalnya, lebih memilih transportasi umum dan makan di warteg daripada harus kredit motor atau nongkrong di restoran. Alih-alih berhutang, seharusnya momentum masa muda bisa dimanfaatkan untuk menabung sebanyak-banyaknya.

Anak muda belum punya banyak kebutuhan yang sifatnya mendesak layaknya mereka yang sudah berkeluarga. Lalu, buat apa hutang? Berusahalah memenuhi kebutuhan dengan penghasilan yang kamu miliki. Kuncinya, kamu harus pintar-pintar membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

 

 

3. Menggunakan Kartu Kredit Tanpa Diimbangi Kemampuan Mengontrol Diri Sendiri

hidup dengan kartu kredit

Kartu kredit bisa jadi masalah bagi kamu yang nggak bisa mengontrol diri sendiri. Sistem meminjam uang lewat kartu kredit hanya akan mengajarkanmu hidup boros. Terbiasa belanja dan mengejar diskon dengan kartu kredit,  kamu pun terlilit banyak hutang yang entah kapan bisa dilunasi.

Akan lebih baik jika anak muda menunda memiliki kartu kredit hingga kondisi finansialnya benar-benar mapan. Hal ini penting lantaran sikap gegabah seringkali masih muncul dalam diri anak muda.

Ketika akan berbelanja, sebaiknya tentukan jumlah uang yang akan dibelanjakan. Pastikan untuk membawa uang tunai sesuai jatah belanja yang sudah ditentukan.

 

 

4. Gegabah Memutuskan untuk Kredit Kendaraan Pribadi

kredit kendaraan pribadi

Sekali lagi, kendaraan pribadi sebenarnya belum jadi kebutuhan mendesak bagi anak muda 20-an. Selain gaji di awal karir yang belum cukup ‘aman’ untuk membayar cicilan, akan lebih baik jika uangmu ditabung terlebih dahulu.

Kendaraan pribadi cenderung jadi keinginan dan bukan kebutuhan bagi anak muda. Kadang, ada rasa gengsi jika bertemu teman-teman lama tanpa membawa tunggangan baru yang dianggap bukti dari hasil kerjamu sendiri.

Bertahanlah sementara waktu dengan kendaraan yang dihibahkan oleh orang tua. Jika tak ada “warisan” macam ini, menggunakan transportasi umum juga jauh lebih murah dan efisien kok. Sepeda juga bisa jadi alternatif transportasi yang punya nilai lebih, yaitu membuat tubuhmu lebih bugar.

 

 

5. Gagal Mengontrol Pengeluaran Sosial

pengeluaran sosial

Gagal mengontrol pengeluaran sosial adalah salah satu kesalahan finansial yang sering  tidak disadari banyak dilakukan oleh anak muda. Ada saja acara nongkrong bersama teman-teman sepulang kerja, pergi ke bioskop di akhir pekan, atau pergi berlibur ke luar kota. Kalau tidak diatur dengan cerdik, bisa-bisa kantungmu sudah cekak sebelum akhir bulan.

Ketika tidak bisa mengatur keuangan untuk pengeluaran sosial dengan baik, berapa pun gajimu akan cepat habis. Kamu harus bisa menyusun strategi demi bisa tetap menabung dan bersosialisasi dengan teman-temanmu.

Selama satu minggu, pilih 2 atau 3 hari sebagai kesempatanmu untuk bersenang-senang. Sisanya, gunakan waktumu untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat sekaligus tidak mengeluarkan biaya.

 

 

6. Gampang Tergoda Iklan dan Punya Sifat Konsumtif

punya sifat konsumtif

Beberapa orang memang punya kecenderungan berperilaku konsumtif. Hobi berbelanja dan loyal menghamburkan uang untuk barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting. Kadang, hanya lantaran menonton iklan atau mendengar cerita teman bisa membuatmu gatal untuk membeli gadgets keluaran terbaru.

Nah, ini lho sikap yang sebaiknya kamu hindari. Perilaku konsumtif dan mudah terpengaruh jelas akan merugikanmu sendiri. Gaji dan uang tabunganmu bisa mendadak raib ketika kamu hobi gonta-ganti gadgets setiap bulannya. Sadarilah kalau mengikuti tren gawai itu tidak pernah akan ada ujungnya. Pilih gawai yang paling bisa memenuhi kebutuhanmu dan bertahanlah dengannya sampai maut memisahkan ia benar-benar rusak.

 

 

7. Tidak Punya Rencana Masa Depan yang Jelas

Tetapkan tujuan masa depan yang jelas

Merasa masih muda, kamu mungkin berpikir bahwa belum saatnya merencanakan masa depan. Pekerjaan dijalani dengan biasa saja, asalkan merasa nyaman dan ‘cukup’. Padahal, penting untuk menyadari bahwa pekerjaan yang dijalani saat ini tidak akan selamanya kamu kerjakan. Bukankah setiap karyawan bisa pensiun atau dipecat sewaktu-waktu ketika kinerja mereka tidak cukup baik?

Nah, mulailah merencanakan untuk berinvestasi. Pelajari tentang valuta asing, reksa dana, emas, hingga investasi properti. Pikirkan strategi berinvestasi yang paling tepat supaya bisa menikmati masa tuamu dengan santai dan bahagia. Masih bingung harus mulai berinvestasi dari mana? Hipwee pernah menulis artikel “Instrumen Investasi yang Cocok Dicoba Anak Muda” yang bisa jadi bahan pertimbanganmu.

 

 

8. Tidak Menyiapkan Dana Darurat

dana darurat

Selain kemungkinan diberhentikan dari tempat kerja, ada-ada saja musibah yang bisa setiap saat menghampirimu. Mendadak sakit, kebutuhan membantu keluarga, atau bahkan kecelakaan bisa jadi hal yang tak diduga membuat kantungmu tiris.

Cara paling aman untuk mengatasi kondisi tidak terduga adalah dengan menyiapkan dana darurat. Setiap bulannya, usahakan menyisihkan 20% dari gajimu untuk masuk ke rekening dana darurat. Jadi, ketika sewaktu-waktu mendapat musibah, kamu tidak perlu meminjam ke teman atau minta bantuan ke orang tua.

 

 

9. Menganggap Bahwa Anak Muda Belum Butuh Asuransi

anak muda butuh asuransi

Seperti sudah dijelaskan di poin sebelumnya, musibah bisa saja datang kapan saja dan pada siapa saja. Inilah kenapa memiliki asuransi yang bisa memberikanmu proteksi sangat dibutuhkan. Kemalangan dan hal-hal tak terduga tidak hanya datang pada mereka yang sudah mapan dan berkeluarga ‘kan?

Jika saat ini kamu belum memiliki asuransi, mulailah pelajari tentang asuransi jiwa, kesehatan, hingga properti. Pilihlah satu atau dua jenis asuransi yang menurutmu paling cocok dan pembayarannya tidak terlalu memberatkanmu. Menyisihkan uang setiap bulan atau per 3 bulan untuk membayar premi asuransi akan sebanding dengan manfaat jangka panjang yang bisa kamu rasakan.

 

 

10. Nekat Menikah Walaupun Belum Punya Kemampuan Finansial yang Mumpuni

keputusan menikah

Anak muda usia 20-an biasanya sudah punya pasangan dan mulai memikirkan tentang pernikahan. Menjalani hubungan pacaran yang menyenangkan, kemudian berharap bisa segera melangkah ke pelaminan. Saat kamu sudah merasa siap secara mental, apakah kondisi finasialmu juga sudah mumpuni?

Kenyataannya, usia 20-an adalah masa-masa produktif bagi anak muda untuk meniti karir. Daripada membagi fokus untuk karir dan berumahtangga, sebaiknya utamakan pencapaian karirmu dulu. Pasalnya, pernikahan bukan hanya perkara menggelar resepsi, setelahnya banyak hal yang harus dipikirkan. Tempat tinggal, kendaraan, kebutuhan sehari-hari hingga dana untuk anak harus disiapkan matang-matang. Yakin nih, mau buru-buru menikah kalau kemampuan finansial belum memadai?

 

Nah, itu tadi kesalahan-kesalahan finansial yang seringkali dilakukan anak muda 20-an. Supaya masa depanmu lebih ‘aman’ secara finansial, sebaiknya hindari hal-hal di atas, ya! Semoga sukses!

 

sumber

Chika Nakamura, Petinju Wanita Jepang Yang Masuk Islam

Chika Nakamura, Petinju Wanita Jepang yang Masuk Islam

Chika Nakamura lahir dan dibesarkan di Jepang, dengan masa kecil yang bahagia, diasuh oleh orang tuanya yang sangat disiplin.

 

Ia belajar di sekolah yang bagus, mengikuti kegiatan ekskul, bermain dengan teman-teman; bermain bola dan plastisin (playdough) setiap akhir pekan. Ia adalah tipikal anak Jepang yang sangat dimanjakan secara material.

 

“Namun ada yang hilang saat itu, yakni komunikasi anak dengan orang tua di dalam keluarga,” ungkapnya.

 

Padahal, ia telah melewati masa kecil yang gembira karena terpenuhi segala kebutuhannya. Begitu pula saat menginjak masa remaja, Chika bersekolah di sekolah favorit. Tapi ia tetap merasa ada yang hilang, yaitu passion-nya.

 

“Saya tidak tahu apa yang hilang ketika itu,” hatinya bertanya-tanya.

 

Saat usia 16 tahun, Chika meninggalkan rumah, pergi ke Inggris. Ia mencoba hidup mandiri, mencari nafkah; untuk makan, membayar tagihan-tagihan dan biaya sekolah bahasa Inggris. Perasaannya begitu tertantang. Semuanya baru; orang baru, lingkungan baru, bahasa baru. Ia merasa bersemangat.

 

 

Namun demikian, ia mengakui, “Hidup di Inggris terlalu berat dan mahal, maka saya putuskan untuk kembali ke Jepang 2 tahun kemudian.”

 

Saat berjumpa dengan Chika, orang tuanya terkejut. Caranya berpakaian telah berubah. Ia sangat kebarat-baratan. Pakaiannya ketat dan memakai rok mini. Karena merasa tidak cocok tinggal di pinggiran kota, ia lalu pindah lagi ke Tokyo selama 2 tahun.

 

Tokyo adalah kota besar yang sangat materialistis. Segalanya serba canggih. Di sana, Chika berjumpa dengan seorang teman wanita yang mengajarinya mengendarai motor. Saat itulah, ia merasa menjadi wanita bebas. Di atas motor, ia melihat sebuah billboard. Di bawah lampu merah itu ada gambar wanita petinju. Sejak saat itu ia berpikir, “Aha, inilah passion-ku!”

 

 

Chika bertekad menjadi petinju. Saat itu tahun 1999. Ia berangkat ke Amerika, mengejar mimpi sebagai seorang petinju profesional. Di tahun 2001 dan 2002 ia menjadi satu-satunya wanita petinju asal Jepang yang memenangkan beragam kejuaraan tinju tingkat dunia.

 

Sayangnya, ternyata Chika tetap mengeluh, “Saya telah berkorban banyak, meninggalkan orang tua, keluarga, kampung halaman, teman, dan banyak lagi. Sementara, hidup di Amerika juga berat karena saya serba kekurangan. Saya merasakan penderitaan fisik dan mental.”

 

Suatu hari Chika menderita cedera. Menurut dokter, itu adalah cedera yang serius. Katanya ia harus beralih profesi. Sebagai atlet, cedera adalah hal yang menakutkan. Ia terancam kehilangan mimpinya sebagai petinju wanita profesional.

 

 

Secara emosional Chika merasa gelisah. “Saya bertanya-tanya apakah tujuan hidup ini. Saat itu kali pertama hidup saya merasa terhenti sejenak. Saya tidak bisa berlari, tidak bisa berjalan, tidak punya keluarga, dan tak punya tujuan hidup,” ungkapnya.

 

Dia mempertanyakan kembali apa yang telah dialami. Mengapa harus meninggalkan Jepang? Mengapa mau menjadi petinju wanita profesional?

 

Chika bangkit kembali dan mengaku dibisiki hawa nafsu bahwa, “Inilah tujuan hidupku. Passion-ku adalah tinju. Segalanya telah ku korbankan demi bertinju. Aku bisa bertahan demi karier sebagai wanita petinju. Aku bisa membantu orang lain dengan berbagi pengalaman tentang perjalanan hidupku menuju profesi sebagai petinju.”

 

Seolah benar, Chika menemukan sebuah pola hidup manusia, bahwa hidup ini pasti mendapati masalah, lalu berhasil melewatinya, kemudian timbul lagi masalah, dan kita lewati lagi, demikian seterusnya. Maka ia pikir pasti bisa selamat melewatinya. Ia pun tak menuruti saran dokter.

 

Mulanya Chika mendapatkan “keajaiban” bertubi-tubi. Ia mendapatkan sponsor dan pindah ke California untuk berlatih demi kejuaraan. Di sana ia mendapatkan pelatih yang hebat. Saat itu ia merasa begitu kuat, sehat dan dimudahkan.

 

Sampai suatu ketika, Chika berjumpa dengan seorang mantan petinju kelas dunia. Ia seorang Muslim. Ia berdiskusi dengannya. Ia sangat sederhana, rendah hati, ramah, dan baik sekali. Inilah yang telah Chika tinggalkan dan hilang dari masyarakat London dan di Jepang.

 

 

“Tidak perlu ilmu akademik yang banyak dan keterampilan yang tinggi untuk memperoleh ketenangan. Saya juga bisa mendapatkannya sambil fokus pada tinju,” pikirnya.

 

Lantas, tiba-tiba takdirnya berubah. Karirnya terhenti tanpa sponsor, setelah mencoba peruntungan di New York selama 4 bulan. Kekasihnya pergi dan ia tak punya siapa-siapa lagi. Ia putus asa dan menghentikan semuanya.

 

Qodarullah, Allah pertemukan Chika dengan seorang teman wanita asal Prancis, dia seorang kristen. Dia bilang ada satu potong puzzle yang hilang pada dirinya. Itulah sang pencipta. Dia bertanya apakah Chika tahu tentang pencipta. “Tentu aku tak tahu apa-apa tentang pencipta,” jawabnya.

 

 

Maka Chika ikuti saran temannya untuk mempelajari agama-agama. Ia mendatangi tempat ibadah Hindu, gereja, Budha, dan masjid.

 

Di masjid, Chika mengenang detik-detik saat menjemput hidayah-Nya. “Saya bersujud, menangis. Hati dan jiwa ini berbisik. Butuh banyak waktu untuk saya menempuh perjalanan hidayah ini. Saya kembali kepada Allah. Segera saya ingin menjadi Muslimah. Pada hari Jumat, beberapa tahun yang lalu, saya tinggalkan tinju, cinta dan rencana ingin menikah cepat. Saya mengucap syahadat.”

 

 

“Tentu saya sedih. Memang sulit meninggalkan passion-mu. Tetapi, kini saya punya misi baru, yakni membela Islam, berdakwah di negara saya dan dunia. Inilah jalan yang benar,” pengakuan Chika.

 

Alhamdulillah, kini Chika merasakan kedamaian jiwa setelah ber-Islam dan mengaku telah bahagia menjadi seorang Muslimah.

 

 

Kategori:muallaf Tag:, , , ,

Hmm.. Foto Presiden indonesia kita ketika masih muda…. (Wajib Diliat)

21 September 2013 Tinggalkan komentar
Ir.Soekarno

Soeharto
Soeharto

B.J Habibie

Dr. Abdulrrahman Wahid

Megawati Soekarnoputri

Susilo Bambang Yudhoyono

undefined

gmna menurut agan agan tentang Photo pemimpin kita masa itu ??

 

%d blogger menyukai ini: