Arsip

Posts Tagged ‘google’

Ini Dia Karyawan Cantik Google Yang Menjadi Selingkuhan CEO Google

Salah seorang pendiri sekaligus co-CEO Google, Sergey Brin (40 tahun) berselingkuh dengan seorang karyawannya yang cantik yang bekerja di divisi pengembangan kacamata pintar Google Glass.

 

Karyawan cantik tersebut adalah Amanda Rosenberg (27 tahun). Kecantikannya mampu menaklukkan Brin yang telah menikah selama 6 tahun dengan Anna Wojcicki (40 tahun) yang telah memberinya 2 orang anak.

 

Sergey Brin-Anna Wojcicki

Pesona Rosenberg menaklukkan Sergey Brin (kiri) sehingga sang bos meninggalkan istrinya yang cantik, Anna Wojcicki (kanan) yang telah dinikahinya selama 6 tahun

 

Desas-desus yang selama ini beredar di kantor Google akhirnya terkonfirmasi setelah Brin dan Rosenberg selalu berduaan dengan mesra di berbagai tempat. Walau mereka selalu menyangkal dengan mengatakan bahwa kebersamaan mereka hanyalah hubungan profesional demi pengembangan Google Glass, namun tetap tidak bisa membohongi publik.

 

Pesona Amanda Rosenberg ini menghancurkan pernikahan sang bos dengan istrinya

 

Di lingkungan Google, Amanda terkenal sebagai karyawan yang sering tidur bareng dengan para petinggi Google. Ia pernah terlibat skandal dengan Hugo Barra, salah seorang eksekutif Google yang akhirnya resign dan bekerja untuk sebuah perusahaan telekomunikasi di China.

 

Sosok manis Amanda ini banyak mempesona para bos di Google, dan ia benar-benar memanfaatkan kelebihannya ini untuk kemajuan karirnya

 

Amanda yang energik dan imut-imut ini amat aktif di jejaring sosial. Ia rajin memposting foto-fotonya yang menggoda. Jadi pantas saja seorang berkuasa seperti Brin meninggalkan istrinya yang cantik demi wanita yang berusia 13 tahun lebih muda ini.

 

Salah satu foto nakal Amanda Rosenberg yang ia posting. Foto-fotonya membuat para bos bertekuk lutut.

 

Sudah rahasia umum, di perusahaan mana pun karyawan wanita kadang sering mempergunakan pesonanya untuk menjerat para bos demi mendapatkan posisi yang lebih tinggi.

(Daily Mail, Guardian)

Ketika Kita Merasa Harus Jadi Sarjana, Google Menganggap Gelar Sarjana Tak Mutlak Bagi Karyawannya

15 Januari 2015 1 komentar

Gelar sarjana di Indonesia sering dianggap sebagai syarat mutlak bagi kesuksesan seseorang di masa depan. Seakan tanpa gelar akademis di tangan kesempatan untuk masuk ke perusahaan bergengsi dan mengejar karir yang menjanjikan pun tertutup dengan serta merta.

Tapi tahukah kamu jika Google, salah satu perusahaan multinasional terbesar yang punya kantor keren di Jakarta yang pernah Hipwee bahas di artikel ini justru tidak begitu mementingkan gelar sarjanamu? Salah satu petinggi Google sekaligus kepala rekrutmennya, Laszlo Bock, mengungkapkan bahwa nilai akademik dalam ijazah sarjanamu tidak bisa serta-merta memberikan gambaran potensimu sebagai karyawan. Jadi, IPK 4 sempurna bukan jaminan kamu bisa bergabung ke perusahaan ini.

Lantas, apa saja sih yang dilihat perusahaan sekaliber Google dari kandidatnya selain gelar perguruan tinggi?

 

 

1. Google menganggap gelar sarjana bukanlah jalan satu-satunya bagi seseorang untuk menunjukkan bakatnya.

aaaa

“Saat orang yang tidak mengenyam bangku sekolah bisa berhasil dalam hidupnya, berarti dia adalah orang yang istimewa. Kita perlu melakukan yang terbaik untuk bisa menemukan lebih banyak orang-orang seperti ini.”

Bagi Google gelar sarjana bukan segalanya, memang tentu saja di dalam perusahaan ini bertebaran orang-orang dengan gelar Ivy League mentereng.  Tapi, Google sendiri tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang mutlak.

David Byttow, seorang Google Engineer menungkapkan ceritanya dalam lamanMedium pribadinya tentang bagaimana ia bisa diterima di Google meski tanpa mengantungi gelar Sarjana,

“Sebenarnya aku ingin kuliah tapi sayang GPA (nilai, setara dengan IPK) SMA ku termasuk rendah untuk dapat diterima di universitas.  Akhirnya aku memilih masuk ke universitas kecil di kotaku dan berharap bisa masuk ke universitas yang lebih bergengsi di semester berikutnya.

Tapi pada 2 semester selanjutnya ada tawaran pekerjaan untuk mengerjakan sebuah game online di perusahaan kecil. Aku rasa itu bisa jadi pendongkrak karirku, maka aku memilih untuk keluar kuliah dan fokus bekerja. Semenjak itu aku benar-benar belajar semuanya secara otodidak. Dari orang-orang yang berpengalaman aku belajar bagaimana cara menghadapi masalah dengan tenang. Aku juga belajar bahwa tidak ada artinya merencanakan sesuatu tanpa membuatnya secara langsung.

5 tahun kemudian aku mencoba melamar ke Google. Setelah proses tes dan wawancara yang panjang akhirnya aku diterima.”

 

 

2. Alih-alih memikirkan kamu datang dari latar belakang pendidikan apa, Google justru mencari orang yang paling dibutuhkan oleh perusahaan mereka.

Tunjukkan bahwa kamu serbabisa.

“Kami akan memilih pelamar yang memiliki kemampuan kognitif tinggi, rasa ingin tahu yang besar, mau belajar, berjiwa pemimpin, tapi belum memiliki pengetahuan yang memadai, daripada seseorang yang cuma fokus pada satu bidang dan menjadi ahli di bidang tersebut.”

Gelar sarjana hanyalah sebuah sertifikat keahlian. Misalnya, punya gelar di bidang jurnalisme adalah penanda bahwa kamu tahu sedikit-banyak tentang menulis berita dan mewawancarai narasumber. Tapi, itu belum tentu menunjukkan apakah kamu bisa menyajikan ide yang brilian. Belum tentu juga itu menunjukkan kemampuanmu bicara di depan orang banyak. Belum tentu kamu bisa membangun sebuah situs atau berpikir secara antusias terhadap suatu permasalahan.

Lebih lanjut lagi, ijazah sarjana itu belum tentu membuktikan bahwa kamu memang memiliki karakter yang diperlukan perusahaan. Apakah kamu orang yang mau belajar? Apakah kamu orang yang terbuka pada kritik? Apakah kamu luwes dan komunikatif, atau selama ini cuma sukses melalui berbagai tes di bangku kuliah?

 

 

3. Kenapa gelar sarjana tak begitu penting bagi Google? Sebab toh gelar sarjana tak serta menjamin kemampuan berpikir logis seseorang.

Berpikir logis dan analitis.

“Secara alami, manusia adalah makhluk yang kreatif, namun bukan makhluk yang logis. Logika dan cara berpikir yang runut adalah dua kemampuan yang harus berusaha dipelajari seseorang.”

Berpikir secara logis tak segampang kelihatannya. Bahkan, orang-orang yang bergulat di bidang komputer dan matematika masih bisa terjebak pada kesesatan logika.

Misalnya, di tahun 2010 Facebook mengklaim bahwa semakin banyak seorang kandidat politik memiliki fans di Facebook pagenya, semakin mungkin dia memenangkan pemilihan umum, Tapi, ini pendapat yang kurang tepat. Mungkin aja calon yang punya banyak fans di Facebook page-nya itu memang sudah terkenal dari dulu. Kandidat politik yang punya fans sedikit di Facebook juga masih mungkin menang kalau konstituennya memang bukan pengguna Facebook yang aktif.

Para karyawan Facebook yang membuat klaim di atas tidak menunjukkan kemampuan berpikir analitis yang baik. Padahal, Facebook adalah salah satu perusahaan Internet multinasional terbesar di Amerika. Seharusnya, yang bekerja disana bukan orang-orang sembarangan, bukan?

Memilah data dan membuat simpulan dari data-data tersebut memerlukan pelatihan teknis yang khusus, demi memahami hubungan sebab-akibat dan mengeksplorasi pola-pola data yang ada. Gelar sarjana saja tak akan cukup memastikan bahwa kamu bisa melakukannya.

 

 

4. Google lebih tertarik membentuk orang yang punya daya juang dan kegigihan daripada mereka yang mengantungi nilai sangat memuaskan

Buktikan kegigihanmu.

“Hal yang membedakan mahasiswa yang biasa-biasa aja dengan mahasiswa yang sukses itu bukanlah pengetahuan mereka, melainkan kegigihan mereka mengusahakan sesuatu.”

Google lebih tertarik untuk membentuk orang-orang yang punya kegigihan dibandingkan mereka yang cerdas dan punya nilai tinggi tetapi malas. Sementara, kita tidak bisa melihat apakah seseorang itu “sudah pintar dari sananya” atau memang pekerja keras cuma dari gelar sarjana saja. Buat sebagian orang, kuliah itu mudah. Mereka bisa tetap dapat nilai A meskipun sebelum ujian akhir mereka dugem sampai jam 4 pagi. Padahal, yang lain cuma dapat nilai B meskipun sudah susah payah belajar.

 

 

5. Google tentu saja tidak menyarankanmu untuk tidak kuliah. Hanya saja gunakan waktu kuliahmu untuk benar-benar menggembleng soft skill dan mengumpulkan pengalaman

Asah kemampuanmu, jangan cuma berfokus ke satu hal.

“Saya bukannya menyarankan bahwa kamu tidak usah kuliah. Asal, pikirkan juga kenapa kamu harus kuliah, dan apa yang kamu ingin lakukan selepas jadi sarjana.”

Kuliah itu penting, setuju; kalau bisa, memang sebaiknya kamu belajar di perguruan tinggi. Tapi, yang penting itu bukan penguasaanmu terhadap jurusan yang kamu ambil, melainkan keterampilan (termasuk soft skill) serta pengalaman. Tipe kandidat seperti itulah yang lebih dicari oleh Google.

 

Jadi, IPK yang kurang memuaskan atau gelar sarjana yang belum di tangan sama sekali tak perlu membuatmu berkecil hati. Yang penting, kamu gigih dan punya kemauan untuk belajar. Buat kamu yang kuliah, jangan cuma fokus untuk dapat IPK tinggi doang. Gunakan waktu empat tahunmu untuk mempelajari hal lain di luar kelas, dan dapatkanlah pengalaman baru yang akan membangun karaktermu.

Artikel ini terinspirasi dari laman Venture Beat. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

sumber

Penasaran Gimana Rasanya Pake Komputernya Orang Korea Utara? Yuk Masuk!


Ketika mantan pegawai Google Will Scott dapet kesempatan buat mengunjungi Pyongyang University of Science and Technology, dia juga membeli kopian operating system Red Star 3 buatan Korea Utara sebelum kembali ke Amerika.

Quote:Perlu anda ketahui Korea Utara memang telah lama membuat dan mengambangkan sistem operasi berbasis Linux sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk mengontrol seluruh informasi yang mengalir melalui sektor IT. Dan sekarang udah sampe versi Red Star 3

Quote:Tidak banyak yang diketahui dari Red Star 3.

Korea Utara tentu aja pernah pake Windows, tapi sebelum Red Star 3 diciptakan, yang didesain mirip operating system Mac OS X milik Apple.

Apa yang bakal kalian temukan? Mulai dari wallpaper yang menakjubkan dan indah, sampai dihapusnya Korea Selatan dari zona waktu yang ada.

Jadi, nggak usa nunggu lama lagi. Inilah rasanya menggunakan komputernya orang Korea Utara!

Quote:1. Ini layar awal waktu Red Star 3 pertama kali booting.

Quote:2. Ketika menginstall Red Star 3, kalian diminta untuk memilih kota buat nentuin zona waktu.

Menariknya, Seoul, Korea Selatan, nggak termasuk dalam pilihan.

Quote:3. Ini halaman login.

Quote:4. Welcome!

Kalian pasti ngerasa kalau Red Star 3 mirip banget sama Mac OS X. Versi sebelumnya malah mirip Windows XP. Sejak Kim Jong Un terlihat menggunakan iMac di mejanya tahun 2013 lalu, beberapa orang percaya kalau dia ingin Red Star terlihat mirip dengan Mac.

Quote:5.Ini word processor untuk membuat dokumen.

Quote:6. Ini email client nya.

Quote:7. Untuk mengakses dokumen yang uda kamu save, kamu menggunakan file manager Red Star, yang mirip banget ama sistem manajemen “Finder” milik Apple.

Quote:8. Web browser Red Star namanya “Naenara”, dan bisa kalian tebak, bentuknya kayak Mozilla Firefox yang uda dimodif habis-habisan.

Quote:9. Ini untuk personalize desktop Red Star, dan kalian bisa mengakses beberapa wallpaper bawaan yang uda tersedia

Quote:10. Wallpaper ini namanya 다박솔초소의 설경, atau “salju di post baksol”.

Quote:11. Kalau yang ini, kalau diterjemahkan artinya “Pemandangan malam danau Zhuangzi”.

Quote:
12. 대홍단의 감자꽃바다, atau “bunga potato daehongdan”.

Quote:13. Wallpaper cantik ini artinya “Iron’s Azalea” yang menampilkan bunga Azalea.

Quote:14. “Di cakrawala” memperlihatkan ladang pertanian Korea Utara.

Quote:15. Wallpaper air terjun keren ini namanya “gema air terjun”.

Quote:16. 범안리의 선경, atau “Pinggiran Beomanli”.

Quote:17. “Sunrise Gunung Paekdu”.

Quote: NAH ITU LAH TAMPILAN OS RESMI NEGARA KOREA UTARA YANG
MENAMBAH SATU LAGI KEUNIKAN KOREA UTARA ,
DI LIHAT DARI TAMPILAN SEBELUMNYA YANG MIRIP WINDOWS XP TETAPI SEKARANG MALAH MIRIP Mac OS X DAPAT DISIMPULKAN BAHWA TAMPILAN Mac OS X LEBIH UNGGUL DARI PADA WINDOWS MENURUT ORANG-ORANG KORUT YE GAN

sumur  (en.rocketnews24.com)
sumber 2  (keepo.me)

sumber

11 Aplikasi Android yang Bikin Pengguna iPhone Gigit Jari

3 Desember 2014 1 komentar

Meski spesifikasi gawainya gak seragam antara satu merek dengan merek lain, soal aplikasi pengguna Android boleh berbangga hati. Sebab dari segi jumlah Google Play menjadi rumah dari 1,3 juta aplikasi, melangkahi App Store-nya Apple yang masih berkisar 1,2 juta aplikasi (data per Juli 2014). Kalau selama ini temanmu yang pakai iPhone selalu pamer, “Aku punya app keren lho! Android pasti gak punya!” kamu sebagai fanboy Android jangan diam aja dong. Dengan lagak gak mau kalah, kamu pamerin juga aplikasi keren android yang gak dimiliki oleh iPhone, iPad dan saudara-saudaranya.

 

 

1. Muzei bagi kamu yang mencintai seni

Nyeni dikit

Muzei akan mengubah home screen gawai android kamu menjadi museum berjalan. Dengan app ini wallpaper kamu akan diganti secara berkala, dihiasi dengan karya-karya lukisan dari seniman lukis ternama sepanjang sejarah manusia. Teman kamu yang pake iPhone pasti melongok heran ketika melihat Monalisa nangkring pada layar gawai kamu.

 

 

2. HoverChat membawa kegiatan multitasking ke level yang baru

SMS-an sambil nonton Frozen? Bisa!

HoverChat adalah aplikasi messaging yang nongol ke layar kamu tanpa harus menghentikan aplikasi lain yang kamu jalankan. Entah kamu lagi nonton di Youtube, ngetwit, atau lagi video call sama pacar, HoverChat bikin pesan yang muncul di layar jadi tembus pandang namun masih bisa dibaca. Sementara jendela pesannya sendiri bisa kamu atur besarnya sesuai selera. Jadi kamu gak perlu keluar dari Youtube buat balas pesan, lalu ngulang buffering lagi dari awal.

 

 

3. Dengan Google Keep kamu gak pernah kelupaan ide lagi

Catat semua

Ide bisa datang kapan aja, di mana aja. Kadang menjelang tidur kamu mendapat inspirasi, kadang lagi di depan TV kamu dapat ide baru buat berkarya besok. Nah, dengan Google Keep kamu bisa menyimpan ide tersebut ke dalam kolom bewarna yang mirip sticker Post-it. Warna bisa kamu asosiasikan dengan tingkat urgensi ide kamu. Selain bisa diberi catatan, Keep juga bisa menyimpan foto yang berkaitan dengan ide atau kamu bisa merekam suaramu lalu Keep sendiri yang akan mentranskripsikannya ke bentuk tulisan.

 

 

4. Cover bikin app favorit kamu selalu dalam jangkauan

App penting di lockscreen

Cover meminimalisir keribetan membongkar daftar aplikasi dengan meletakkan app favorit kamu pada lockscreen. Cover juga dapat mempelajari kebiasaan kamu membuka aplikasi saat beraktivitas. Sehingga ketika kamu bersantai di rumah, lagi nyetir atau lagi di kantor, Cover akan meletakkan aplikasi yang paling sering kamu akses pada jadwal-jadwal tersebut pada lockscreen. Pinter banget.

 

 

5. Light Flow, supaya LED android kamu gak monoton

Beda notifikasi beda LED

Dengan Light Flow, kamu bisa mengakses dan hack pengaturan lampu LED (jika ada) pada gawai androidmu. Sehingga kamu bisa mengkostumisasi warna tertentu untuk notifikasi tertentu. Contoh, warna hijau tua buat SMS, hijau muda untuk pesan masuk Whatsapp, biru kalau ada telepon masuk, merah saat bateraimu mendekati 20% dan wana lain untuk pemeberitahuan lain. Jadi LED-nya gak monoton merah aja.

 

 

6. Cerberus yang lebih dari sekedar app anti maling biasa

Anti maling

Apa yang dilakukan Cerberus saat gawai android kamu hilang atau dicuri bukan sekedar mendeteksi lokasinya aja. Melalui website dan/atau SMS kamu bisa mengontrol gawai kamu yang dibawa maling dari jarak jauh. Kamu bisa membunyikan alarmnya, walaupun ponsel dalam mode silent, menghapus semua data, mengunci rapat ponsel dengan kode rahasia, merekam suara pencuri dari microphone, melihat daftar panggilan keluar dan masuk dan yang paling ajib, menyembunyikan Cerberus sehingga si maling gak tahu dia lagi dicari polisi.

 

 

7. Gunakan Lux untuk mengatur kecerahan layar

Lux auto brightness

Kalau kamu gak puas dengan pengaturan tingkat kecerahan layar yang dibatasi oleh pabrik, kamu bisa menembus batas itu dengan Lux. Kamu bisa merendahkan tingkat kecerahan hingga di bawah nol, supaya nyaman Twitter-an di kamar gelap. Atau kamu bisa mengaktifkan Night Mode yang otomatis menurunkan kecerahan layar saat matahari terbenam.

 

 

8. Locale buat yang hobi nge-tweak android-nya

Kostumisasi sana-sini

Cocok buat yang suka merubah setting androidnya secara gila-gilaan, Locale adalah aplikasi serba otomatis. Jadi kamu bisa mengubah setting-an gawaimu sesuai dengan keberadaan kamu, tergantung siapa yang lagi menelepon, jumlah baterai yang tersisa, atau sesuai dengan jam. Contohnya kamu bisa bikin gawai kamu jadi silent dengan membalik layar menghadap bawah. Atau kamu bisa atur kecerahan layar jadi otomatis meredup ketika baterai tinggal 20%.

 

 

9. Sky Map supaya pengetahuan astronomi kamu makin kaya

Bintang di layar ponsel

Sky Map dikembangkan oleh Google sendiri supaya pengguna android jadi lebih paham dan mau mempelajari perihal perbintangan yang berada di luar langit biru kita. Dengan mengarahkan gawai android kamu ke arah langit kamu akan paham konselasi bintang apa yang sedang kamu pandangi dan apa aja nama bintangnya.

 

 

10. VLC, iya VLC!

VLC kini di Android

Kamu boleh berbangga jika udah memiliki aplikasi ini dalam genggaman. Bagi yang belum tahu, VLC adalah pemutar video serba bisa, semua format video digital yang telah ditemukan manusia bisa dimainkan oleh VLC. Kamu gak perlu khawatir apa gawai kamu bisa memutar .mp4 atau .mkv atau format aneh lain, karena semuanya bisa diatur sama VLC.

 

 

11. Link Bubble akan mengubah cara kamu browsing internet

Tab? Tab apa?

Link Bubble Browser adalah browser yang menekankan pada penghematan waktu, yang mudah-mudahn bisa menghemat kuota, ya. Ketika kamu nge-klik sebuah tautan, Link Bubble akan membuka laman dari tautan tersebut di background jadi kamu bisa lanjut laman yang masih kamu baca. Kamu gak perlu khawatir soal “Open in new tab” atau semacamnya. Ketika laman baru udah siap dibuka, kamu tinggal klik bubble yang mengambang itu dan silakan nikamti laman yang udah lengkap, gak pake lama.

 

Android adalah platform yang sangat terbuka (kamu bahkan bisa mengunduh torrent dari smartphone android), jadi yang dibutuhkan adalah kebiasaan mengotak-atik gawaimu hingga bisa mencapai kemampuannya yang maksimal. Kebebasan berekspresi di android inilah yang akan bikin teman-teman pemuja iPhone kamu akan gigit jari.

 

sumber

Ini Dia Alasan Kenapa Gelar Sarjanamu Gak Penting buat Bekerja di Google

13 September 2014 1 komentar

Siapa yang nggak mau kerja di Google? Salah satu perusahaan multinasional terbesar ini punya kantor keren di Jakarta yang pernah Hipwee bahas di artikel ini. Hebatnya, perusahaan sebesar ini ternyata tidak terlalu memikirkan gelar sarjanamu, lho!

Salah satu petinggi Google sekaligus kepala rekrutmennya, Laszlo Bock, mengungkapkan bahwa nilai akademik dalam ijazah sarjanamu tidak bisa serta-merta memberikan gambaran potensimu sebagai karyawan. Jadi, IPK 4 sempurna bukan jaminan kamu bisa bergabung ke perusahaan ini.

Lantas, apa saja sih yang dilihat perusahaan sekaliber Google dari kandidatnya selain gelar perguruan tinggi?

 

1. Kamu tidak perlu gelar sarjana untuk menunjukkan bakatmu.

aaaa

“Saat orang yang tidak mengenyam bangku sekolah bisa berhasil dalam hidupnya, berarti dia adalah orang yang istimewa. Kita perlu melakukan yang terbaik untuk bisa menemukan lebih banyak orang-orang seperti ini.”

Tuh, yang paling kamu butuhkan sebenarnya bukan gelar sarjana, melainkan kemauan untuk belajar. Memang sih, masih banyak perusahaan yang memperhitungkan gelar sarjana dalam memilih kandidatnya. Tapi, Google sendiri tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang mutlak.

Sekarang sudah banyak kursus mandiri dan pendidikan kejuruan yang bisa kamu ikuti. Beberapa malah gratis dan online, seperti yang pernah Hipwee bahas di artikel ini. Lewat kursus-kursus itulah, mereka yang punya kemauan bisa mempelajari kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di sebuah perusahaan. Jadi, nggak kuliah bukan alasan kamu nggak bisa berkembang, ‘kan?

 

 

2. Gelar sarjana tak akan cukup memastikan bahwa kamu memiliki karakter yang diperlukan perusahaan.

Tunjukkan bahwa kamu serbabisa.

“Kami akan memilih pelamar yang memiliki kemampuan kognitif tinggi, rasa ingin tahu yang besar, mau belajar, berjiwa pemimpin, tapi belum memiliki pengetahuan yang memadai, daripada seseorang yang cuma fokus pada satu bidang dan menjadi ahli di bidang tersebut.”

Gelar sarjana hanyalah sebuah sertifikat keahlian. Misalnya, punya gelar di bidang jurnalisme adalah penanda bahwa kamu tahu sedikit-banyak tentang menulis berita dan mewawancarai narasumber. Tapi, itu belum tentu menunjukkan apakah kamu bisa menyajikan ide yang brilian. Belum tentu juga itu menunjukkan kemampuanmu bicara di depan orang banyak. Belum tentu kamu bisa membangun sebuah situs atau berpikir secara antusias terhadap suatu permasalahan.

Lebih lanjut lagi, ijazah sarjana itu belum tentu membuktikan bahwa kamu memang memiliki karakter yang diperlukan perusahaan. Apakah kamu orang yang mau belajar? Apakah kamu orang yang terbuka pada kritik? Apakah kamu luwes dan komunikatif, atau selama ini cuma sukses melalui berbagai tes di bangku kuliah?

 

 

3. Logika itu harus terus dipelajari. Bangku kuliah belum tentu mencukupi.

Berpikir logis dan analitis.

“Secara alami, manusia adalah makhluk yang kreatif, namun bukan makhluk yang logis. Logika dan cara berpikir yang runut adalah dua kemampuan yang harus berusaha dipelajari seseorang.”

Berpikir secara logis tak segampang kelihatannya. Bahkan, orang-orang yang bergulat di bidang komputer dan matematika masih bisa terjebak pada kesesatan logika.

Misalnya, di tahun 2010 Facebook mengklaim bahwa semakin banyak seorang kandidat politik memiliki fans di Facebook pagenya, semakin mungkin dia memenangkan pemilihan umum, Tapi, ini pendapat yang kurang tepat. Mungkin aja calon yang punya banyak fans di Facebook page-nya itu memang sudah terkenal dari dulu. Kandidat politik yang punya fans sedikit di Facebook juga masih mungkin menang kalau konstituennya memang bukan pengguna Facebook yang aktif.

Para karyawan Facebook yang membuat klaim di atas tidak menunjukkan kemampuan berpikir analitis yang baik. Padahal, Facebook adalah salah satu perusahaan Internet multinasional terbesar di Amerika. Seharusnya, yang bekerja disana bukan orang-orang sembarangan, bukan?

Memilah data dan membuat simpulan dari data-data tersebut memerlukan pelatihan teknis yang khusus, demi memahami hubungan sebab-akibat dan mengeksplorasi pola-pola data yang ada. Gelar sarjana saja tak akan cukup memastikan bahwa kamu bisa melakukannya.

 

 

4. Gelar sarjana tak akan cukup untuk membuktikan bahwa kamu orang yang gigih

Buktikan kegigihanmu.

“Hal yang membedakan mahasiswa yang biasa-biasa aja dengan mahasiswa yang sukses itu bukanlah pengetahuan mereka, melainkan kegigihan mereka mengusahakan sesuatu.”

Google lebih tertarik untuk membentuk orang-orang yang punya kegigihan dibandingkan mereka yang cerdas dan punya nilai tinggi tetapi malas. Sementara, kita tidak bisa melihat apakah seseorang itu “sudah pintar dari sananya” atau memang pekerja keras cuma dari gelar sarjana saja. Buat sebagian orang, kuliah itu mudah. Mereka bisa tetap dapat nilai A meskipun sebelum ujian akhir mereka dugem sampai jam 4 pagi. Padahal, yang lain cuma dapat nilai B meskipun sudah susah payah belajar.

 

 

5. Kalau kamu memang tetap mau kuliah, pastikan bahwa waktumu terpakai untuk menempa skill dan karaktermu.

Asah kemampuanmu, jangan cuma berfokus ke satu hal.

“Saya bukannya menyarankan bahwa kamu tidak usah kuliah. Asal, pikirkan juga kenapa kamu harus kuliah, dan apa yang kamu ingin lakukan selepas jadi sarjana.”

Kuliah itu penting, setuju; kalau bisa, memang sebaiknya kamu belajar di perguruan tinggi. Tapi, yang penting itu bukan penguasaanmu terhadap jurusan yang kamu ambil, melainkan keterampilan (termasuk soft skill) serta pengalaman. Tipe kandidat seperti itulah yang lebih dicari oleh Google.

 

Jadi, IPK yang kurang memuaskan atau gelar sarjana yang belum di tangan sama sekali tak perlu membuatmu berkecil hati. Yang penting, kamu gigih dan punya kemauan untuk belajar. Buat kamu yang kuliah, jangan cuma fokus untuk dapat IPK tinggi doang. Gunakan waktu empat tahunmu untuk mempelajari hal lain di luar kelas, dan dapatkanlah pengalaman baru yang akan membangun karaktermu.

sumber

Google Memperkenalkan Desain Halaman Utama Dan Logo Barunya

20 September 2013 Tinggalkan komentar
Google memperkenalkan desain halaman utama dan logo barunya

 

 

Google mulai memperkenalkan desain baru halaman utamanya dengan mengubah sedikit logo dan merapikan menu bar.

 

Mereka meratakan logo seperti keadaan semula, yaitu tanpa bayangan, serta memindahkan posisi menu bar dari atas ke sisi kanan halaman dengan bentuk lebih kecil.

 

Perubahan ini dilakukan Google pada saat bersamaan ketika Yahoo dan Bing Microsoft melakukan perubahan perwajahannya.

 

Juru bicara Google mengatakan perubahan serupa akan “diluncurkan secara perlahan” di seluruh produknya.

 

Dalam situs blognya, perusahaan mesin pencari terbesar di seluruh dunia ini menyebutkan bahwa “perampingan” disain ini untuk memudahkan para pengguna.

 

Ini merupakan perubahan logo Google yang pertama semenjak tiga tahun silam.

 

Menurut analis dari lembaga konsultan teknologi Forrester, Sarah Rotman Epps, perubahan disain halaman utama Google merupakan langkah penyegaran yang diharapkan pengguna situs tersebut.

 

“Apa yang mereka lakukan sebenarnya cukup halus, karena sejumlah perusahaan lunak bergantung pada loyalitas pengguna. Mereka tidak ingin melakukan apa pun yang akan menjauhkan pelanggan mereka,” katanya.

 

Analisa lain mengatakan, langkah Google mengurangi jumlah link akan mendorong para pengguna untuk menggunakan jaringan sosial Google lainnya, yaitu Google Plus.

 

 

Halaman pertama Google yang baru (bawah).

 

why/bbc.co.uk

WAW! Gaji Programmer Google Lebih Besar Dari Apple Dan Facebook

WAW! Gaji programmer Google lebih besar dari Apple dan Facebook

Google memang dikenal memanjakan karyawannya dengan berbagai kemudahan dan gaji besar. Sebagai bukti, sebuah penelitian mengungkap programmer Google mendapat gaji paling besar dari perusahaan IT lain.

Hasil penelitian Glassdoor, website informasi lapangan kerja, mengungkapkan gaji programmer Google lebih besar dari pada Facebook, Apple, eBay dan Zynga. Programmer Google rata-rata menerima gaji USD 128.336 per tahun (senilai Rp 1,23 miliar) sedangkan programmer Facebook menerima USD 123,626 (senilai Rp 1,19 miliar) dan programmer Apple menerima USD 114,413 per tahun (senilai Rp 1,1 miliar).

Besarnya gaji bagi programmer Google ini merupakan cara mereka untuk menarik perhatian talenta pemrograman.

Walau masih memimpin, Google nampaknya harus waspada terhadap Facebook. Raksasa jejaring sosial itu tersebut menipiskan selisih besar gaji yang diberikan pada programmer-nya. Selisih gaji programmer kedua perusahaan tersebut tahun ini, menurut informasi Wall Street Journal (17/10), menipis menjadi hanya USD 4.710 dari nilai tahun sebelumnya yang sebesar USD 6.852.

Google nampaknya akan terus menawarkan berbagai kemudahan dan insentif bagi karyawannya. Tahun lalu mereka telah meningkatkan gaji seluruh karyawannya sebesar 10 persen.

Hal tersebut untuk menjaga kesetiaan pegawai mereka sekaligus menarik perhatian calon karyawan baru. Hal ini penting dilakukan karena upaya pembajakan karyawan merupakan hal biasa dilakukan berbagai perusahaan kelas dunia.

 sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 381 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: