Arsip

Archive for 8 Desember 2015

Gara-gara iPad, Ekor Pesawat Qantas Terseret Di Landasan Saat Lepas Landas   

Gara-gara iPad, Ekor Pesawat Qantas Terseret Di Landasan Saat Lepas Landas

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Australia atau Australian Transport Safety Bureau (ATSB) merilis hasil penyelidikan insiden “tailstrike” yang dialami oleh Boeing 737-800 maskapai Qantas.

 

Dalam insiden yang terjadi pada 1 Agustus 2014 di bandara Sydney, Australia itu, ekor pesawat dengan registrasi VH-VZR itu bergesekan dengan aspal landas pacu saat hendak lepas landas

 

Hasil penyelidikan ATSB menunjukkan bahwa kejadian tersebut disebabkan karena kru pesawat salah pencet pada iPad yang digunakannya. Lho, kok di pesawat boleh menggunakan iPad?

 

iPad dengan aplikasi yang telah disertifikasi memang telah menjadi alat bantu sebagian pilot dalam mengerjakan tugas-tugasnya, seperti menghitung MTOW (maximum tak eoff weight) atau berat beban yang masih bisa ditoleransi oleh pesawat untuk lepas landas dan terbang. Hasil penghitungan dari software di iPad itu kemudian dimasukkan ke dalam komputer pesawat (FMC/flight management computer).

 

Dalam kasus Qantas ini, pilot salah memasukkan nilai MTOW yang seharusnya 76.400 kg menjadi 66.400 kg, atau kurang 10.000 kg.

 

Qantas Tailstrike

Software kalkulasi performa pesawat di iPad menunjukkan angka MTOW yang lebih rendah.

 

Parahnya lagi, pilot juga salah melakukan input suhu udara saat itu di dalam aplikasi. Seharusnya ia memasukkan angka 35 derajat celcius, tapi sang pilot tersebut malah memasukkan nilai 51 derajat celcius.

 

Beda angka dalam nilai MTOW dan suhu udara tersebut membuat aplikasi di iPad mengkalkulasi daya dorong (thrust) yang dikeluarkan mesin saat takeoff menjadi lebih rendah pula. Hasilnya, kalkulasi kecepatan juga keliru.

 

Aplikasi di iPad menghasilkan angka kecepatan VR (V Rotate/kecepatan saat hidung pesawat mulai diangkat pilot) yang lebih rendah.

 

Qantas B737-800 Tailstrike

software kalkulasi performa pesawat di iPad yang diinput dengan angka yang sesuai, menghasilkan daya persentase thrust dan angka VR yang lebih tinggi

 

“Dengan bobot 76.400 kg dan suhu 35 derajat celcius, mesin harusnya mengeluarkan tenaga 93,1 persen dengan kecepatan takeoff 157 knots, namun karena error, thrust diatur pada tingkat 88,4 persen dan kecepatan takeoff-nya 146 knots,” tulis ATSB.

 

Dengan angka VR yang lebih rendah dari seharusnya, saat hidung pesawat diangkat, pesawat tidak lepas landas.

 

Seperti apakah tailstrike itu bisa dilihat dalam video singkat dibawah ini yang kebetulan merekam proses lepas landas pesawat Boeing 737-800 milik Turkish Airlines di Bandara Tegel, Berlin (Jerman).

 

Hidung pesawat hanya mendongak saja dalam waktu cukup lama, sehingga ekor pesawat bergesekan dengan runway sebelum akhirnya berhasil lepas landas. Dan untungnya, pesawat tersebut tidak mengalami kecelakaan.

(Sydney Morning Herald)

Kategori:revo

Kisah Nyata: Wanita Ini Dinikahkan Dengan Pemerkosanya, Disiksa Dan Bangkit Dari Derita 

8 Desember 2015 1 komentar
Kisah Nyata Wanita Ini Dinikahkan Dengan Pemerkosanya, Disiksa dan Bangkit Dari Derita
  

Sungguh memilukan kisah hidup wanita satu ini. Kehidupan masa remajanya sangat suram dan tidak bisa memiliki kenangan indah masa muda sebagaimana remaja seusianya.

 

Itulah yang dialami oleh Maizidah Salas. Hidup dan masa depannya hancur saat ia diperkosa oleh kakak kelasnya sendiri saat masih duduk di kelas I SMA. Hidupnya semakin menderita saat dia harus menikah dengan laki-laki memperkosanya itu.

 

“Akhirnya, saya dinikahkan dengan laki-laki yang memerkosa saya. Waktu dulu solusinya adalah menikah sebagai bentuk tanggung jawab laki-laki itu,” ujar Maizidah lirih pada malam penghargaan Perempuan Inspiratif Nova 2015 di sebuah restoran di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu malam 5 Desember 2015.

 

Akhirnya, Maizidah harus menyadari bahwa menikah dengan orang yang merenggut kehormatannya adalah pilihan yang salah. Selama pernikahan mereka, setiap hari ia disiksa terus-menerus. Ia terbiasa ditendang, dipukul, dan diludahi. Harga dirinya seolah lebih rendah dari binatang.

 

Bahkan saat sedang hamil 6 bulan pun ia tetap mengalami siksaan, bahkan perutnya yang membuncit diinjak sang suami.

 

“Bahkan, waktu itu kalau sampai pukul 12.00 saya belum disiksa saya bingung. Kok saya belum disiksa ya?” ujar dia.

 

Setelah anaknya lahir, sang suami meninggalkannya begitu saja. Maizidah mencoba memperbaiki masa depannya setelah menjadi orangtua tunggal. Sayangnya, karena hanya berijazah SMP, maka tak banyak pekerjaan yang tersedia di negeri ini.

 

Maizidah pun nekat untuk terbang ke luar negeri dengan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Sayangnya, di negara tersebut dia hampir kembali diperkosa.

 

Penderitaan yang dia alami secara terus-menerus membuatnya menjadi sosok yang penuh empati. Dia sering menjadi tempat curhat teman-temannya sesama TKI yang bermasalah di Taiwan.

 

Maizidah juga pernah dipenjara di Taiwan karena menjadi TKI ilegal. Sampai akhirnya, dia dideportasi, pulang ke Indonesia.

 

Sepulangnya ke Wonosobo, Jawa Tengah, Maizidah punya keinginan kuat untuk menghentikan segala deritanya.

 

Dia juga ingin membagi kekuatan dengan warga sekitar. Berbekal pengalamannya selama menjadi TKI, akhirnya Maizidah membentuk Kampung Buruh Migran (KBM) yang merupakan satu-satunya di Indonesia.

 

Maizidah Salas

Maizidah Salas, kehidupan masa remaja dan pernikahannya amat menyakitkan, menyedihkan dan tragis

 

Di sana, dia memberi pendampingan pada korban trafficking yang mana 90% adalah kaum wanita. Hingga kini, KBM dijadikan proyek percontohan komunitas buruh migran di berbagai daerah.

 

Tidak hanya sampai di situ, Maizidah juga mulai membenahi dirinya. Dia menempuh pendidikan untuk mendapat ijazah SMA. Bahkan, baru tahun lalu dia menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Bung Karno dan sudah diwisuda.

 

“Saya juga baru saja mendapatkan beasiswa S-2 saya di Jerman,” ujar Maizidah.

 

Pada malam itu, Maizidah mendapat penghargaan sebagai perempuan inspiratif kategori sosial budaya oleh Tabloid Nova.

 

Sebuah semangat luar biasa yang patut dicontoh oleh para wanita Indonesia.

(Nova, Wonosobo Muda)

Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: