Arsip

Archive for 15 Oktober 2015

Video Pesawat Jet Airbus 340 Yang Mendadak Terbang Terlalu Rendah Diatas Warga Ini Amat Menakutkan   

15 Oktober 2015 1 komentar
Video Pesawat Jet Airbus 340 Yang Mendadak Terbang Terlalu Rendah Diatas Warga Ini Amat Menakutkan

Ini benar-benar sebuah pengalaman yang seru sekaligus menakutkan ketika sebuah jet penumpang transatlantik tiba-tiba terbang sangat rendah, hanya beberapa kaki dari para pengemudi yang ketakutan saat mendarat di Kosta Rika.

Sebuah pesawat Airbus 340 melayang begitu dekat dengan permukaan tanah diatas jalan raya saat hendak mendarat. Bahkan para saksi bisa melihat dengan jelas sekrup-sekrup pada perut pesawat, sementara rumah di dekatnya juga terguncang.

Kejadian menegangkan ini terjadi karena pilot pesawat tersebut terpaksa mengubah pola pendaratan aslinya karena angin yang bermasalah saat hendak mendarat di Bandara Internasional Juan Santamaria, pada 4 Oktober 2015 Minggu lalu.

Para pengguna jalan raya jelas sangat terkejut, sekaligus takut. Beberapa saksi berhasil merekam kejadian luar biasa ini dan menyebarkannya ke internet.

Setelah diselidiki, pesawat tersebut adalah Jet Iberia dengan nomor penerbangan IB6313 yang terbang dari ibukota Spanyol, Madrid.

Seorang saksi mata, Francisco Portillo, pemilik sebuah restoran dekat bandara mengatakan, “Ini sangat tidak biasa. Restoran penuh sesak. Orang-orang berkerumun melihat pesawat mendarat begitu rendah.”

Meskipun dari tayangan video terlihat begitu menakutkan, pihak otoritas bandara dan penerbangan Spanyol tersebut bersikeras itu pendaratan yang terkendali dan tidak ada yang luar biasa tentang hal itu.

Rolando Richmond, kepala Otoritas Penerbangan Sipil Kosta Rika, mengatakan “Tidak ada ketinggian sehingga pilot harus menyeberangi bagian dari pagar keamanan itu.”

Bagi mereka yang bekerja dalam dunia penerbangan mungkin kejadian ini merupakan hal biasa, namun tidak bagi masyarakat awam.

(Dailymail)

Kategori:revo

Disuruh Menggambar Nabi Muhammad, Respon Siswa Ini Mencengangkan Gurunya

15 Oktober 2015 2 komentar

Sebuah film pendek berlatar belakang peristiwa penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo menyita perhatian netizen. Dalam film berdurasi 4 menit 40 detik ini, seorang guru menyuruh semua muridnya menggambar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Satu di antara sekian siswa dalam kelas itu keberatan dengan tugas tersebut. Ia mengangkat tangan, namun gurunya menolak. “No question,” sergahnya.
Siswa tersebut kemudian tercenung sembari memikirkan bagaimana menyelesaikan tugas tersebut. Tidak tahu memulai dari mana, akhirnya dia putuskan menulis kalimat-kalimat yang sangat menyentuh hati.
Berikut ini terjemahnya seperti dikutip dari Bersamaislam:
Wahai yang tercinta Rasulullah SAW.

Hari ini di sekolah, guru meminta kami melukis wajahmu. Aku suka melukis, tapi aku tidak pernah melihatmu. Lalu aku menutup kedua mataku. Dan aku melihat air mata ibu saat membaca kisahmu. Aku melihat ayah shalat sepanjang malam. Aku melihat kakak tersenyum meski dia baru mendapat penghinaan di jalan. Aku melihat sahabatku meminta maaf meski aku yang bersalah.
 
Aku ingin melukiskan semua gambaran ini. Di sini orang-orang ingin melihat semuanya, menyaksikan semuanya. Tapi aku menutup kedua mataku. Dan aku melihatmu datang kepadaku, kepada kami semua, dengan senyum yang paling sempurna. Bagaimana mungkin aku bisa melukiskan senyum yang sempurna?
 
Guru tidak memberiku kesempatan bicara saat aku ingin menjelaskan. Aku tidak menyalahkannya. Dia mungkin tidak pernah belajar mencintai seseorang yang tidak dilihatnya. Tapi aku, aku mencintaimu meski tak pernah melihatmu.
 
Aku tak begitu pintar melukis tapi aku ingin menulis. Aku ingin menulis kepadamu Ya Rasulullah. Jika saja kau bisa kembali hadir pada kami selama beberapa jam, beberapa detik, atau beberapa saat saja, mungkin dia akan mengerti.
Di balik surat cinta itu, ia menuliskan lafaz Muhammad dalam bahasa Arab. Sang guru tercekat senyumnya tak bisa berkata-kata lagi saat membaca tulisan muridnya tersebut. [Siyasa/Tarbiyah.net]
Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: