Arsip

Archive for 27 Agustus 2015

Jet Tempur Tercanggih AS, F-35 Diolok-olok Karena Kalah Canggih Dari Jet Tempur Lawas Rusia, Su-27   

27 Agustus 2015 1 komentar
Jet Tempur Tercanggih AS, F-35 Diolok-olok Karena Kalah Canggih Dari Jet Tempur Lawas Rusia, Su-27

Pesawat jet tempur yang dianggap tercanggih saat ini adalah F-35 milik Amerika Serikat (AS). Namun pesawat canggih tersebut jadi bahan olok-olokan karena dinilai kalah bersaing dengan pesawat jet tempur Rusia, Su-27 dan Mig-29 yang merupakan jet tempur lawas. Padahal F-35 yang juga dikenal sebagai Joint Strike Fighter merupakan hasil program senjata termahal Pentagon.

F-35 US Air Force

Pesawat jet tempur F-35 yang dianggap tercanggih saat ini

Pesawat jet tempur F-35 yang dibangun dengan perkiraan biaya US$1,4 triliun merupakan pesawat jet tempur serbaguna generasi ke-5. Pesawat itu bahkan digadang-gadang sebagai tulang punggung kekuatan udara AS untuk beberapa dekade yang akan datang dan jadi bagian penting dari kekuatan pertahanan AS.

Tapi, ternyata karakteristik kinerja dari pesawat tercanggih AS itu dianggap lebih rendah dibanding pesawat jet tempur generasi ke-4 yang digunakan oleh Rusia dan China.

Sebuah laporan yang dirilis oleh lembaga think-thank AS, National Security Network (NSN), diketahui ada 4 kelemahan utama F-35. Yakni, kemampuan manuvernya miskin yang membuatnya rentan dalam serangan dogfights (pertempuran antar pesawat tempur di udara), kapasitas muatan internal kecil, jangkauan operasional pendek dan masih ketergantungan pada teknologi siluman untuk survivability.

”F-35 akan menemukan (bukti) sendiri untuk dikalahkan, soal persenjataan, soal di luar jangkauan, dan masih terlihat oleh sensor musuh,” kata analis kebijakan NSN, Bill French.

”Ke depan, investasi penuh dalam F-35 akan menempatkan taruhan buruk triliunan dolar pada masa depan kekuatan udara (AS) berdasarkan asumsi kecacatan dan kinerja buruk dari pesawat itu,” lanjutnya pada 15 Agustus 2015 lalu.

”Untuk menghindari hal-hal buruk seperti bencana, Kongres dan DOD (Departemen Pertahanan) harus memulai proses guna mempertimbangkan alternatif untuk F-35. Ini mungkin sia-sia untuk bertaruh secara besar dari kekuatan udara Amerika dengan biaya besar dan risiko yang tidak perlu bagi kehidupan Amerika,” ujarnya.

Sukhoi Su-27

Sukhoi Su-27, walau harganya jauh lebih murah namun kemampuan dan kinerja tempurnya mengalahkan pesawat jet tempur yang dianggap tercanggih saat ini, F-35

Dalam laporannya, NSN membandingkan F-35 dengan pesawat jet tempur buatan Rusia, seperti Mig-29 dan Su-27, juga pesawat jet tempur produksi China. NSN mengklaim ada kekurangan dari pesawat tempur AS.

F-35 vs Su-27

Salah satu perbandingan antara F-35 vs Su-27, terlihat jelas jarak jelajah dan kecepatan maksimum F-35 kalah jauh dari Su-27 yang notabene pesawat lawas

”Dibandingkan dengan Su-27 dan MiG-29, F-35 terlalu rendah dalam hal beban sayap (kecuali untuk F-35C), percepatan transonik, dan dorongan berat. Semua varian F-35 juga memiliki kecepatan maksimum yang secara signifikan lebih rendah,” bunyi laporan NSN.

(Russia Today)

Kategori:revo

Rekaman CCTV Seorang Bocah Terjatuh Menimpa Dan Merusak Lukisan Antik Seharga Rp 22 M Ini Jadi Sensasi   

Rekaman CCTV Seorang Bocah Terjatuh Menimpa dan Merusak Lukisan Antik Seharga Rp 22 M Ini Jadi Sensasi

Kesialan yang dialami oleh seorang bocah berusia 12 tahun yang tengah berada di sebuah pameran lukisan di kota Taipei, Taiwan ini sungguh benar-benar fatal.

Rekaman CCTV yang dramatis dan membuat kehebohan karena beredar luas ini memperlihatkan bocah laki-laki itu sedang berjalan di ruangan tempat pameran sambil memegang minuman kaleng.

Tiba-tiba, mungkin karena terpeleset, bocah itu jatuh dan celakanya dia menimpa lukisan cat minyak yang sudah berusia 350 tahun karya Paolo Porpora berjudul “Flowers”. Lukisan cat minyak tersebut berharga sedikitnya 1 juta poundsterling atau sekitar Rp 22 miliar.

Akibatnya, kanvas lukisan itu sobek berbentuk kepalan tangan. Setelah berhasil menyeimbangkan tubuhnya, bocah itu sempat tertegun dan melihat ke sekeliling ruangan.

Seorang pria dewasa kemudian mendekatinya dan membawanya pergi ke arah yang di luar jangkauan kamera CCTV. Rekaman CCTV itu dirilis penyelenggara pameran Face of Leonardo: Images of a Genius di Taipei, Taiwan.

Namun dikabarkan pihak penyelenggara pameran tidak akan meminta orangtua anak tersebut  untuk membayar biaya restorasi.

Bocah Taiwan Merusak Lukisan Berusia 350 Tahun

Seorang staff museum dan ahli restorasi terkenal, Tsai Shun meneliti bagian lukisan berusia 3,5 abad yang rusak akibat tertimpa bocah tersebut

Penyelenggara pameran, Sun Chi-hsuan, mengatakan bahwa anak itu tak bisa disalahkan dan lukisan yang merupakan sebuah koleksi pribadi itu sudah diasuransikan.

Ini video rekaman CCTV yang merekam adegan kesialan bocah tersebut yang berujung bencana:

Dalam pameran yang juga menampilkan beberapa karya Leonardo da Vinci itu, lukisan dikumpulkan dari berbagai kolektor di dunia. Paolo Porpora (1617-1673) merupakan pelukis Italia dari masa Barok spesialis lukisan bunga atau buah-buahan. Paolo Porpora melukis lukisan “Flowers” ini pada tahun 1660.

Flowers by Paolo Porpora

Lukisan “Flowers” karya Paolo Porpora pada tahun 1660 (foto diambil sebelum dirusak oleh sang bocah). Sungguh indah!

Sungguh disayangkan. Seharusnya dalam pameran tersebut diumumkan larangan membawa makanan dan minuman ke dalam area pameran. Peraturan tersebut diadopsi oleh hampir semua museum di seluruh dunia. Kami yakin, pengalaman “mengerikan” ini bakalan tak akan pernah dilupakan seumur hidup oleh sang bocah.

(Guardian, NBC, CBS)

Kategori:revo

Beginilah Keadaan Setelah Data Center Google di St. Ghislain, Belgia Tersambar Petir   

27 Agustus 2015 1 komentar
Beginilah Keadaan Setelah Data Center Google di St. Ghislain, Belgia Tersambar Petir

Google mengalami kerugian yang cukup besar. Data center Google di St. Ghislain, Belgia mengalami bencana yang menyebabkan sebagian kehilangan data dalam jumlah besar. Bencana ini bukan disebabkan oleh peretas (hacker) melainkan karena faktor alam.

Tanpa banyak yang tahu, pada Kamis 20 Agustus 2015 lalu, data center Google Cloud Platform di St. Ghislain, Belgia tersebut mendapat sambaran petir sampai 4 kali berturut-turut.

Google Data Center St. Ghislain, Belgia

Pemandangan bagian luar dari Google Data Center di St. Ghislain, Belgia

Hal tersebut menyebabkan 5% perangkat harddisk server yang terletak di zona Europe-west1-b tersebut menjadi tidak berfungsi baik, sulit untuk menulis atau membaca data.

Server Data Center Google di St. Ghislain, Belgia

Salah satu bagian Server Data Center Google di St. Ghislain, Belgia. Kelihatannya baik-baik saja, namun totalnya ada 5% harddisk yang rusak dan tidak bisa digunakan lagi sehingga harus dimusnahkan

Teknisi Google segera melakukan perbaikan dengan mengambil berbagai langkah untuk memulihkan data, mulai dari menjalankan protokol yang rumit hingga me-reboot server.

Beruntung, mereka berhasil mengembalikan sebagian besar data, dan hanya kehilangan sebanyak 0,000001% data yang tersimpan di hard disk.

“Kalau kasusnya seperti ini, maka full recovery tidak lagi dimungkinkan,” tulis pernyataan Google. Oleh karena itu, Google terpaksa memusnahkan banyak harddisk yang rusak tersebut untuk menjamin keamanan data para penggunanya.

Harddisk Data Center Google Yang Rusak

Foto yang dirilis oleh IT Hardware ini adalah tumpukan harddisk data center Google di Saint Ghislain, Belgia yang rusak saat akan dimusnahkan. Harddisk-hardisk ini harus dimusnahkan untuk menjamin keamanan data pengguna

Kondisi ini disebut Google sebagai kejadian yang luar biasa dan tergolong force majeure. Dengan jujur pihak Google juga mengakui bahwa semua kerugian menjadi tanggung jawabnya.

Saat ini, Google sedang melakukan audit untuk mencari tahu perlindungan anti-petir seperti apa yang dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Tangki Pendingin Server Data Center Google di St. Ghislain

Ini adalah deretan tangki-tangki pendingin untuk server data center Google di Saint Ghislain, Belgia

“Memang tidak normal (tersambar petir 4 kali berturut-turut), tapi kan gedung Empire State saja tersambar 100 kali setahun,” kilah Google. Google juga tidak mau menyebutkan besar kerugian yang dialami akibat kejadian ini. Namun sejumlah analis memperkirakan kerugian ini bisa sampai jutaan dollar apabila kerusakan merembet ke bagian lain server akibat kegagalan fungsi salah satu bagian.

(Business Insider, Hot Hardware, ITmagazine.com, India Today)

Kategori:revo

Meminum Teh-Susu Terbukti Dapat Membuat Gigi Lebih Putih   

27 Agustus 2015 1 komentar
Meminum Teh-Susu Terbukti Dapat Membuat Gigi Lebih Putih

Seorang wanita akan terlihat bak malaikat apabila ia tersenyum manis dengan tulus. Senyum yang menawan membutuhkan deretan gigi putih dan bersih. Akan tetapi seiring usia, gigi manusia mengalami perubahan warna dan tekstur. Kondisi ini dikarenakan kebiasaan buruk, seperti kopi, rokok, dan begadang hingga larut malam.

Tidak diragukan lagi bahwa warna gigi yang menguning akan membuat siapapun kurang percaya diri, apalagi ketika tersenyum atau tertawa. Nah, kini Anda tidak perlu repot untuk membersihkan gigi agar kembali terlihat putih. Caranya, sebelum menikmati dan menyesap, tambahkan dan campurkan susu ke dalam teh favorit Anda. Demikian kesimpulan sebuah studi terbaru yang dilakukan para ahli di Kanada.

“Menambahkan dan mencampurkan susu ke dalam teh akan menurunkan kemampuan teh untuk menodai gigi yang membuatnya terlihat kekuningan,” ujar Ava Chow, seorang ahli dari Fakultas Kedokteran Gigi University of Alberta, yang melakukan penelitian ini.

Selanjutnya, Chow menjelaskan bahwa kasein, protein yang terkandung dalam susu, akan mengikat tannin, sebuah komponen di dalam teh yang menimbulkan noda kekuningan. Jadi, kasein akan melindungi enamel gigi dari noda yang disebabkan oleh teh. Namun demikian, hal serupa tidak berlaku pada kopi. Sebab, tannin pada kopi tidak menyebabkan perubahan warna pada gigi.

Di samping itu, Chow menjelaskan pula manfaat lain antara susu dengan teh. Apabila Anda mengganti kebiasaan minum kopi di sore hari dengan secangkir teh yang dicampur dengan susu, Anda akan memperoleh dorongan energi dari kafein tanpa perlu merusak gigi Anda, yang diawali dengan perubahan warna pada enamel.

Nah, temuan pada studi ini tentu amat berguna bagi Anda yang tidak bisa melewati hari tanpa menyesap secangkir teh. Selain rasanya lebih lezat ketika mencampurkan teh dengan susu, gigi Anda pun akan tetap terlihat putih dan bersih serta tidak khawatir dengan noda kekuningan yang mampu menurunkan kepercayaan diri. Selamat mencoba!

(Glamour)

Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: