Arsip

Archive for 6 Agustus 2015

Kisah Cara Dakwah Dan Kesaktian Sunan Muria 

  

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga dan Dewi Saroh. Nama asli Sunan Muria adalah Raden Umar Said. Dalam berdakwah, beliau menggunakan cara yang seperti ayahnya yaitu dengan cara yang halus.

Tempat tinggal Sunan Muria memang di puncak Gunung Muria; yang salah satu puncaknya bernama Colo. Gunung tersebut terletak di sebelah utara kota Kudus. Beliau dikenal dengan sebutan Sunan Muria karena tempat tinggalnya di gunung tersebut.

Sunan Muria

Sunan Muria

Sasaran dakwah dari Sunan Muria adalah para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Ia adalah satu-atunya wali yang tetap mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah untuk mengajarkan agama Islam. Dan, ia juga yang telah menciptakan berbagai tembang Jawa. Tempat dakwahnya berada di sekitar Gunung muria, dan kemudian meluas meliputi Tayu, Juwana, Kudus, dan dan sekitarnya.

Semasa hidupnya, Sunan Muria merupakan wali yang dikenal memiliki kesaktian. Fisiknya kuat karena sering naik turun Gunung Muria untuk berbagai keperluan,khususnya berdakwah.

Bukti bahwa Sunan Muria adalah guru yang sakti mandraguna dapat ditemukan dalam kisah perkawinan Sunan Muria dengan Dewi Roroyono. Dewi Roroyono adalah Putri Ngerang, yaitu seorang ulama asal Juwana, Pati, yang disegani masyarakat karena ketinggian ilmunya.

Dalam kisah tersebut pada suatu hari, Sunan Ngerang mengadakan syukuran atas usia Dewi Roroyono yang telah genap 20 tahun. Semua muridnya diundang, seperti Sunan Muria, Sunan Kudus, Adipati Pathak Warak, Kapa dan adiknya Gentiri. Tetangga dekat juga diundang, demikian pula sanak saudara yang dari jauh. Setelah tamu berkumpul, Dewi Roroyono dan adiknya, Dewi Roro Pujiwati keluar menghidangkan makanan dan minuman. Keduanya adalah para dara yang cantik rupawan.

Bagi Sunan Kudus dan Sunan Muria yang sudah berbekal ilmu agama, dapat menahan pandangan mata, sehingga mereka tidak terseret oleh godaan setan. Tapi, seorang murid Sunan Ngerang yang lain, yaitu Adipati Pathak Warak memandang Dewi Royoyono dengan mata tidak berkedip karena melihat kecantikan gadis itu.

Ketika Pathak Warak masih menjadi cantrik atau murid Sunan Ngerang dan belum menjadi Adipati, Dewi Roroyono masih kecil dan kecantikannya yang mempesona belum tampak. Tetapi, sekarang, gadis itu sangat membuat Adipati Pathak Warak tergila-gila. Sepasang matanya hampir melotot memandangi gadis itu terus menerus. Akibat dibakar api asmara yang menggelora, ia tidak tahan lagi. Ia pun menggoda Dewi Roroyono dengan berbagai ucapan yang tidak pantas, bahkan bertindak kurang ajar.

Karuan saja, Dewi Roroyoo merasa malu sekali, terutama ketika Adipati Pathak Warak berlaku kurang ajar dengan memegangi bagian tubuhnya yang tidak pantas disentuh. Si gadis pun naik pitam, sehingga nampan berisi minuman yang dibawanya sengaja ditumpahkan ke pakaian sang Adipati. Adipati Pathak Warak menyumpah-serapah, hatinya marah sekali diperlakukan seperti itu. Apalagi ia pun semakin malu karena melihat para tamu menetawakan kekonyolan tersebut.

Dewi Roroyono hampir saja ditampar oleh sang Adipati kalau ia tidak ingat bahwa gadis itu adalah putri gurunya. Lalu, Dewi Rorooyono masuk ke dalam kamarnya, gadis itu menangis sejadi-jadinya karena dipermalukan oleh Adipati Pathak Warak. Pada malam hari, para tamu yang rumahnya dekat sudah pulang ke tempat masing-masing. Adapun tamu yang datang dari jauh terpaksa menginap di rumah Sunan Ngerang, termasuk Pathak Warak. Namun, Pathak Warak belum dapat memejamkan matanya hingga lewat tengah malam. Kemudian, ia bangkit dari tidurnya dan mengendap-ngendap ke kamar Dewi Roroyono.

Dewi Roroyono dibius oleh sang Adipati sehingga tak sadarkan diri, kemudian Pathak Warak turun melewati genteng dan membawanya lari menuruni jendela. Dewo Roroyono dibawa lari ke Mandalika, wilayah Keling atau Kediri. Setelah Sunan Ngerang mengetahui bahwa putrinya diculik oleh Pathak Warak, maka ia berikrar bahwa orang yang berhasil membawa putrinya bila perempuan akan dijadikan saudara Dewi Roroyono. Dan jika laki-laki akan dijodohkan dengan putrinya.

Tak ada seorang pun yang menyatakan kesanggupannya. Sebab, semua orang telah maklum akan kehebatan dan kekejaman Adipati Pathak Warak. Hanya Sunan Muria yang bersedia memenuhi harapan Sunan Ngerang.

Di tengah perjalanan, Sunan Muria bertemu dengan Kapa dan Gentiri, adik seperguruan, yang lebih dahulu pulang sebelum acara syukuran berakhir. Keduanya merasa heran melihat Sunan Muria berlari cepat menuju ke arah daerah Keling.

“Mengapa kakang tampak tergesa-gesa?” tanya Kapa

Sunan Muria pun menceritakan penculikan Dewi Roroyono yang dilakukan oleh Adipati Pathak Warak. Kapa dan Gentiri pun menyatakan diri untuk membantu Sunan Muria merebut kembali Dewi Roroyono.

“Sebaiknya, Kakang pulang ke Padepokan Gunung Muria. Para murid sangat membutuhkan bimbingan Kakang. Biarlah kami yang berusaha merebut Diajeng Roroyono kembali. Kalau berhasil, Kakang tetap berhak menikahnya, kami hanya membantu,” kata Kapa.

“Aku masih sanggup merebutnya sendiri,” ujar Sunan Muria. “Itu benar, tapi, membimbing orang memperdalam agama Islam juga lebih penting, percayalah, kami pasti sanggup merebutnya kembali” kata Kapa bersikeras.

Akhirnya, Sunan Muria mengambulkan permintaan adik seperguruannya. Ia merasa tidak enak menolak seseorang yang hendak berbuat baik. Lagi pula, ia harus menengok para santrinya di Padepokan Gunung Muria. Untuk merebut Dewi Roroyono dari tangan Pathak Warak, ternyata Kapa dan Gentiri meminta bantuan seorang Wiku Lodhang yang dikenal sebagai tokoh sakti dan tidak ada tandingannya. Usaha mereka berhasil sehingga Dewi Roroyono dikembalikan kepada Sunan Ngerang. Hari berikutnya, Sunan Muria hendak pergi menghadap Sunan Ngerang untuk mengetahui perkembangan usaha Kapa dan Gentri. Namun di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Adipati Pathak Warak.

“Hai pahtak warak, berhenti kamu” bentak Sunan Muria. Pathak Warak yang sedang naik kuda terpaksa berhenti karena Sunan Muria menghadang di depannya.

“Minggir, jangan menghalangi jalanku!”, hardik Pathak Warak

“Boleh asal kamu kebalikan Dewo Roroyono”

“Goblok! Roroyono sudah dibawa Kapa dan Gentiri! Kini aku hendak mengejar mereka”! umpat Pathak Warak.

“Untuk apa kamu mengejar mereka?”

“Merebutnya kembali” jawab Pathak Warak dengan emosi.

“Kalau begitu langkahi dulu mayatku, Roroyono telah dijodohkan denganku!” ujar Sunan Muria sambil pasang kuda-kuda. Tanpa basa basi maka pathak warak melompat dari kudanya. Ia menyerang Sunan Muria dengan berbagai macam jurus. Sayangnya, ia bukan tandingan putra Sunan Kalijaga yang memiliki segudang kesaktian. Hanya dalam beberapa kali gebrakan, Pathak warak telah jatuh atau roboh di tanah. Seluruh kesaktiannya lenyap, bahkan ia menjadi lumpuh dan tidak mampu untuk berdiri apalagi berjalan.

Sunan Muria pun meneruskan perjalanan ke Juwana. Kedatangannya disambut gembira oleh Sunan Ngerang. Sebab, Kapa dan Gentiri telah bercerita secara jujur bahwa mereka sendiri yang memaksa mengambil alih tugas Sunan Muria mencari Dewi Roroyono. Pada akhirnya, Sunan Ngerang menjodohkan Dewi Roroyono dengan Sunan Muria.

Upacara pernikahan pun segera dilaksanakan. Kapa dan Gentiri yang berjasa besar diberi hadiah tanah di Desa Buntar. Dengan hadiah itu keduanya menjadi orang kaya yang kehidupan mereka serba kecukupan. Sementara itu, Sunan Muria segera memboyong Dewi Roroyono, iistrinya ke Padepokan Gunung Muria. Mereka hidup bahagia karena merupakan pasangan ideal.

Tidak demikian halnya dengan Kapa dan Gentiri. Sewaktu membawa Dewi roroyono dari Keling ke Ngarang, mereka terlanjur terpesona oleh kecantikan wanita jelita itu. Siang dan malam, mereka tidak dapat tidur. Wajah wanita itu senantiasa terbayang. Namun, wanita itu sudah diperistri kakak seperguruannya sehingga mereka tidak dapat berbuat apapun.

Hanya penyesalan yang menghujam di dada mereka. Mengapa dulu mereka terburu-buru menawarkan jasa baik mereka? Betapa enak Sunan Muria sekarang tanpa harus bersusah payah, ia telah menikmati kebahagiaan bersama gadis yang mereka dambakan. Inilah hikmah ajaran agama agar lelaki diharuskan menahan pandangan mata dan menjaga kehormatan mereka. Andai kata Kapa dan Gentiri tidak menatap terus ke arah wajah dan tubuh Dewi Roroyono yang indah, mereka pasti tidak akan terpesona dan tidak terjerat oleh iblis yang memasang perangkap pada pandangan mata.

Nah, kini pikiran Kapa dan Gentiri telah dirasuki iblis. Mereka bertekad hendak merebut Dewi Roroyono dari tangan Sunan Muria. Mereka telah sepakat untuk menjadikanya sebagai istri kedua secara bergiliran. Sungguh keji rencana mereka. Gentiri berangkat terlebih dulu ke Gunung Muria. Namun ketika ia hendak melaksanakan niatnya, justru kepergok oleh para murid Sunan Muria sehingga terjadi pertempuran dahsyat. Suasana menjadi panas ketika Sunan Muria keluar bertarung menghdapati Gentiri. Akhirnya, Gentiri tewas menemui ajalnya di puncak Gunung Muria.

Berita kematian Gentiri dengan cepat tersebar ke berbagai daerah. Tapi, hal itu tidak menyurutkan niat Kapa. Sebab, Kapa cukup cerdik sehingga ia datang ke Gunung Muria secara diam-diam di malam hari. Tak seorang pun yang mengetahuinya. Pada saat itu, kebetulan Sunan Muria dan beberapa murid pilihannya sedang berpergian ke Demak Bintoro. Kapa membius para murid Sunan Muria yang berilmu rendah yang ditugaskan menjaga Dewi Roroyono, kemudian Kapa menculik dan membawa wanita impiannya ke Pulau Sprapat dengan mudah.

Pada saat yang sama, Sunan Muria bermaksud mengadakan kunjungan kepada Wiku Lodhang, seorang Datuk di Pulau Sprapat sepulang dari Demak Bintoro. Ini biasa dilakukannya, yakni bersahabat dengan pemeluk agama lain. Dan, itu bukanlah suatu dosa, terlebih lagi sang Wiku pernah menolongnya merebut Dewi Roroyono dari Adipati Pathak Warak.

Seperti ajaran Sunan Kalijaga yang mampu hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain dalam suatu negeri, Sunan Muria pun menunjukkan akhlak Islam yang mulia dan agung. Sunan Muria tidak pernah suka berdebat tentang perbedaan agama itu. Dengan menerapkan akhlak yang mulia itu, banyak pemeluk agama lain yang akhirnya tertarik dan masuk Islam secara sukarela. Sementara itu, kedatangan Kapa ke Pulau Sprapat ternyata tidak disambut baik oleh Datuk Wiku Lodhang.

“Memalukan! Benar benar nista perbuatanmu itu. Cepat kembalikan istri Kakanda seperguruanmu!” hardik Wiku Lodhang dengan marah.

“Bagaimana Bapak Guru ini? Bukankah aku ini adalah muridmu? Mengapa tidak membelaku?” protes Kapa.

“Apa? Membela perbuatan durjana?” bentak Wiku Lodhang. “Sampai mati pun, aku takkan sudi membela kebejatan seperti itu, walaupun pelakunya itu muridku sendiri!”

Perdebatan antara guru dan murid tersebut berlangsung lama. Tanpa mereka sadari, ternyata Sunan Muria sudah sampai di tempat itu. Sunan Muria terkejut melihat istrinya tergolek di tanah dengan kaki dan tangan terikat. Sementara itu, ia juga melihat Kapa sedang bertengkar dengan gurunya yaitu Wiku Lodhang. Lalu, Wiku Lodhang melangkah menuju Dewi Roroyono untuk membebaskannya dari ikatan belenggu yang dibuat oleh Kapa.

Ketika sang Wiku selesai membuka tali yang mengikat tubuh Dewi Roroyono, tiba tiba terdengar jeritan keras dari mulut Kapa. Ternyata serangan yang dilakukan Kapa dengan mengerahkan aji kesaktian berbalik menghantam dirinya sendiri. Itulah ilmu yang dimiliki Sunan Muria. Ia mampu mengembalikan serangan lawan. Sebab, Kapa mempergunakan aji pamungkas, yaitu puncak kesaktian yang dimilikinya, maka ilmu itu akhirnya merengut nyawanya sendiri.

“Maafkan saya Tuan Wiki,” ucap Sunan muria dengan penuh penyesalan.

“Tidak mengapa, ia sudah sepantasnya menerima hukuman ini. Aku sangat menyesal karena telah memberikan ilmu kepadanya. Ternyata, lmu itu digunakan untuk jalan kejahatan,” kata sang Wiku.

Dengan langkah gontai, Wiku Lodhang mengangkat jenazah muridnya. Kapa adalah muridnya apapun yang terjadi. Oleh karena itu, pantaslah kalau ia menguburkannya secara layak.

Dewi Roroyono dan Sunan Muria pun kembali ke padepokan, melanjutkan dakwah dan hidup berbahagia. Dalam hidupnya, Sunan Muria pernah membakar masjid megah yang dibangunnya karena masjid tersebut menjadi pergunjingan orang. Setelah membakar masjid tersebut, beliau mendirikan masjid yang sederhana sebagai gantinya.

(Babad Tanah Jawi)

Kategori:revo

Karena Marak Pelecehan Seksual, Para Gadis Di Arab Saudi Ramai-ramai Belajar Beladiri  

Karena Marak Pelecehan Seksual, Para Gadis Di Arab Saudi Ramai-ramai Belajar Beladiri
  

Sudah bukan rahasia umum kalau kasus pelecehan seksual terhadap wanita merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi di Arab Saudi.

Akibat sering mendapatkan pelecehan seksual dari kaum pria, para gadis di Kerajaan Arab Saudi kini banyak yang mendatangi pusat pelatihan bela diri sebagai langkah untuk melindungi diri.

Amani Yassin, seorang pelatih di Taekwondo Training Centre, mengatakan, “Perempuan Saudi tertarik berlatih taekwondo demi mempertahankan dirinya dari penyalahgunaan kekuasaan dan pelecehan. Selain itu, taekwondo bagus juga untuk kebugaran dan kelenturan otot.”

Dia menambahkan, dojonya merupakan lembaga pertama yang menyediakan program pertahanan diri di Provinsi Timur selama dua tahun ini untuk kebutuhan para wanita muda..

Seorang peserta latihan menimpali, taekwondo adalah sebuah olahraga fisik dan intelektual, serta alat pertahanan diri paling bagus buat para gadis. “Saat ini, saya belajar bagaimana cara mempertahankan diri saya sendiri, saya sudah tidak takut sama sekali. Saya nyaman dan saya kira setiap gadis harus kursus pertahanan diri.

“Peserta lainnya menerangkan, “Saya mendorong  para gadis berlatih olahraga ini untuk mempertahankan diri dari penyalahgunaan kekuasaan dan pelecehan di tempat kerja atau pasar,” ucapnya seraya menjelaskan, “Banyak gadis menderita akibat penyalahgunaan kekuasaan, tak sanggup melindungi diri atau melaporkan masalah yang dialami karena takut penilaian masyarakat. Mereka menutup rapat apa yang mereka alami.”

Namun, Masomah Abdul-Reda seorang peneliti sosial menentang para gadis belajar seni bela diri. Menurutnya, cara yang paling ampuh bagi para gadis menghindar dari pelecehan adalah dengan cara menampilkan akhlak yang baik, berpakaian sopan, dan menghindari tempat-tempat yang bercampur dengan kaum lelaki.
Saudi Arabian Girls Taekwondo

Seorang administrator wanita mendaftarkan dan mencatat para wanita yang sedang berlatih Taekwondo di dojo tempatnya bekerja

“Kursus taekwondo bukanlah solusi masalah dan saya tidak merekomendasikan kaum hawa berkonfrontasi dengan para pelaku pelecehan,” ucap Masomah. Dia mengatakan, taekwondo harus diajarkan dari sejak dini karena bila diajarkan dalam kursus-kursus waktunya sangat terbatas.

Video ini memperlihatkan kekerasan seksual yang makin marak di Arab Saudi. Walaupun para wanita setempat mengenakan pakaian tertutup, namun itu tidak juga menyurutkan hasrat para pria setempat untuk melecehkan wanita

Salah seorang warga Saudi, Mona Al-Bori, menolak gagasan pendaftaran kursus bela diri bagi wanita. Dia mengatakan, masyarakat tidak bisa menerima ide tersebut karena taekwondo dianggap tidak tepat bagi para gadis. Dia menyarakan agar para gadis muda melindungi diri mereka dengan cara menjaga diri dari pertemuan campuran lelaki dan perempuan yang dihadiri oleh sebagian besar anak muda.

(Arab News, Harian Aceh, youtube)

Kategori:revo

Video Eksklusif: Pria Ini Mengaku Makin Kuat Dan Bugar Setelah Makan Balsam Obat Gosok 4-6 Kali Sehari   

Video Eksklusif Pria Ini Mengaku Makin Kuat dan Bugar Setelah Makan Balsam Obat Gosok 4-6 Kali Sehari

Ishak (53 tahun), dari Pasuruan, Jawa Timur, agak-agak mirip tokoh kartun Popeye yang semakin kuat setelah melahap bayam. Namun perbedannya, Ishak merasa menjadi kuat bila memakan obat gosok balsam.

Warga Dusun Rembang I Desa/Kecamatan Rembang ini mengaku mengonsumsi balsam untuk dimakan (dan bukan digunakan sebagai obat gosok) setiap hari selama setahun dan tak mengganggu kesehatannya. “Semakin sehat dan punya kekuatan lebih setelah makan balsam,” kata Ishak, saat ditemui pada akhir Juni 2015 lalu.

Ishak mengaku awalnya ia hanya menciumi aroma balsam. Aroma yang menurutnya menyegarkan itu kemudian menggodanya untuk mencicipi rasa balsam. “Nggak ada bisikan apa-apa. Awalnya hanya menciumi baunya,” kata Ishak.

Kemudian, ia meminta izin pada dirinya sendiri bagaimana jika ia memakan balsam. “Saya tanya, gimana kalau saya memakannya. Namun jauh dari itu, hati saya mengizinkan, maka langsung saya makan,” terangnya sembari mencontohkan menikmati balsam.

Sejak saat itu, ia tak pernah ragu ngemil balsam dan rata-rata menghabiskan 4 hingga 6 botol sehari. “Pagi siang malam selalu ngemil balsam,” ujarnya. Ia biasa mencampur balsam dengan puyer obat sakit kepala, pil-pil yang telah digerus atau dihaluskan, minuman soft drink berkarbonasi, hingga kopi. Namun ia paling suka mencampur balsam dengan susu karena, “Kalau dicampur susu rasanya lebih enak, seperti es oyen,” jelasnya.

Ishak mengaku tak ada yang ganjil pada perutnya meski sudah setahun makan balsam. Balsam gosok seperti candu bagi dia dan ia akan gelisah dan risau jika sehari saja tak menikmatinya. Ishak selalu membawa balsem sebagai “bekal” camilan kemana pun dia pergi.

Ishak, pria pemakan balsem

Ishak, pria pemakan balsem menunjukkan balsem gosok yang biasa ia makan sebagai cemilan

Khoirul, perangkat Desa Rembang mengaku ia selalu mengingatkan Ishak agar menyudahi kebiasaannya tersebut. Namun karena selalu diabaikan, ia tak bisa berbuat apa-apa. “Ya namanya perangkat saja kan takut terjadi apa-apa pada warga saya. Tapi yang bersangkutan tak mau berhenti,” tuturnya.

Menurut Khoirul, semua warganya sudah mafhum dengan kebiasaan aneh Ishak. Mereka berharap tak terjadi apa-apa pada Ishak.

Berikut ini adalah video eksklusif yang direkam saat Ishak sedang ngemil balsem:

Walau sepertinya tidak berbahaya, namun Ishak meminta orang-orang tak meniru kebiasaannya tersebut. “Jangan ditiru. Bagi saya mungkin biasa saja, namun bagi yang lain mungkin bisa berbahaya,” katanya.

(istimewa)

Kategori:revo

TKW Indonesia Di Taiwan Ini Terekam CCTV Tengah Menyiksa Pasien Yang Dirawatnya

TKW Indonesia Di Taiwan Ini Terekam CCTV Tengah Menyiksa Pasien Yang Dirawatnya
   

Sebuah kejadian yang memperlihatkan kebejatan moral tenaga kerja Indonesia di luar negeri kembali terungkap dengan bukti-bukti yang teramat jelas.

Seorang warga Chungli, Taiwan, bermarga Chen sering menemukan luka-luka memar di tubuh ibunya yang berusia 66 tahun, yang dirawat oleh TKW asal Indonesia. Oleh karena curiga, maka diam diam Chen memasang kamera CCTV untuk mengetahui apa yang terjadi.

Dugaannya ternyata benar. Pada pagi hari, 29 Juli 2015 kamera CCTV yang ia pasang merekam gambar ibunya tersebut dipukuli oleh TKW asal Indonesia yang merawatnya. TKW tersebut memukuli kepala ibunya. Chen pun lantas melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Polisi mengatakan, pada bulan Mei 2015 Chen terpaksa mencari perawat untuk merawat ibundanya karena fisik sang ibunya lemah. Maka ia merekrut tenaga kerja asing asal Indonesia melalui sebuah agen penyalur tenaga kerja untuk menjaga dan mengurusi kehidupan sehari-hari ibunya.

Sayangnya, di kemudian hari Chen menemukan di tubuh ibunya sering terdapat cedera yang tak diketahui penyebabnya. Oleh karena itu, ia kemudian berinisiatif memasang kamera CCTV di dalam kamar ibunya secara diam-diam.

Akhirnya, pada pagi hari 29 Juli 2015, ia berhasil menemukan bukti kuat yang terekam oleh CCTV. Dalam rekaman ini, sang TKW yang ia pekerjakan menyerang dan memukuli ibu Chen di bagian punggung, kepala, serta menjambak rambutnya.

Saking marah dan terkejutnya, maka Chen langsung melaporkan kasus tersebut kepada polisi dan memecat TKW tersebut.

Polisi menghubungi penanggungjawab agen yang menempatkan TKW tersebut dirumah Chen, staff agency mengatakan akan memulangkan TKW tersebut bulan Agustus 2015. Chen setuju dan bersedia menarik tuntutannya, asalkan TKW tersebut dipulangkan dan dimasukkan dalam daftar hitam ketenagakerjaan di Taiwan.

Kasus ini menjadi perbincangan dalam komunitas TKI di Taiwan dan sempat menjadi bahan pemberitaan media lokal karena Chen juga menyebarkan foto sang TKW yang menyiksa ibunya melalui Facebook.

TKW Penyiksa Majikan di taiwan

Sang TKW kejam (kiri) berfoto bersama ibunda Chen. Chen menyebarluaskan foto ini dan mendapat banyak tanggapan dari berbagai kalangan di Taiwan

Ini adalah rekaman kekejaman dan kekejian sang TKW yang Chen rekam dari CCTV di kamar ibunya.

Sungguh keterlaluan.

(Itn)

Kategori:revo

Aneh, Bu Guru Cantik Ini Dipecat Dari Sekolahnya Karena Berikan Siswanya Makan Siang   

6 Agustus 2015 1 komentar
Aneh, Bu Guru Cantik Ini Dipecat Dari Sekolahnya Karena Berikan Siswanya Makan Siang

Seorang ibu harus kehilangan pekerjaannya di sebuah ekolah dasar karena memberi makan ke anak sekolah yang duduk di kelas I.

Ibu tersebut bernama Della Curry. Ia kehilangan pekerjaannya sebagai guru di Sekolah Dasar Dakota di Aurora, Denver, Amerika Serikat. “Ada seorang siswa kelas I yang berdiri di depan saya menangis karena dia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli makan siang. Jadi, saya membelikannya makanan,” tuturnya.

Della Curry

Bu Guru cantik, Della Curry ini dipecat karena menyayangi siswanya

Peraturan di SD Dakota menyatakan setiap murid yang lupa membawa makan siang sendiri mendapat sebuah burger berisi sepotong keju. Curry mengatakan hal itu tidak cukup dan peraturan harus diubah.

Keinginan Curry tersebut akan sangat sulit terwujud. Sebab, pihak sekolah tidak menyediakan makanan bagi anak-anak yang lupa membawa makan siang. Itu merupakan keputusan yang dibuat pemerintah kota.

“Menurut pelatihan kami, kami menyediakan makanan ringan untuk anak-anak sebanyak tiga kali ketika mereka lupa membawa makan siang dan memberikan denda uang kepada orangtua mereka. Pada makanan keempat, kami menyediakan sandwich keju dan susu,” demikian pernyataan salah satu pihak Sekolah Cherry Creek di kota tersebut.

Della Curry

Ibu Guru Della Curry mendadak menjadi selebritis dan mendapat banyak wawancara televisi karena alasan pemecatannya dinilai aneh dan mengada-ada

Pemerintah kota telah bekerja untuk menjaga harga makan siang yang rendah dan masih memenuhi persyaratan gizi yang ditetapkan provinsi.

“Biaya program makan siang kami tidak tercakup oleh harga yang kami tetapkan. Pada akhir tahun, setiap rekening yang belum dibayar kembali masuk ke dana umum yang juga mencakup instruksi, keamanan, pemeliharaan gedung, dan operasional secara keseluruhan,” demikian ungkap pihak sekolah itu.

(Daily Mail, CNN, Independent)

Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: