Arsip

Archive for 28 Juli 2015

Melongok Aksi Keren Girlband Cantik Asal Korut Yang Semua Personelnya Dipilih Kim Jong-Un

Melongok Aksi Keren Girlband Cantik Asal Korut Yang Semua Personelnya Dipilih Kim Jong-Un
   

Korea Utara (Korut) selama ini identik dengan kediktatoran Kim Jong-un. Nah, rupanya Kim Jong-un pun memperhatikan hal tersebut. Nah, pemberitaan negatif mengenai Korut coba diklarifikasi oleh sebuah girlband beraliran rock yang beranggota 7 perempuan cantik. Girlband ini bernama Moranbong.

Namun, lagu-lagu yang dilantunkan oleh girlband bukan seperti lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh girlband pada umumnya, sebab lagu-lagu mereka rata-rata berupa lagu patriotik dan sosialis. Bahkan setiap pentas malam, Moranbong selalu membawakan “anthem” dari Partai Buruh. Tak heran jika Moranbong dikenal sebagai corong diktator Kim Jong-un.

Ditenggarai, 7 wanita cantik yang menjadi personel Moranbong disebut-sebut dipilih oleh Kim Jong-un. Moranbong kerap tampil di kota-kota perbatasan Korut-China. Mereka menyuguhkan hiburan di restoran-restoran Korut sekaligus berperan sebagai alat dilplomasi Korut yang terisolasi.

Moranbong Girlband Korut

Walau seringkali tampil mengenakan setelan seragam militer, namun penampilan Moranbong tetap terlihat cantik dan seksi

Keberadaan girlband Korut selain meraih simpati juga menggugah rasa patriotik warga China yang sama-sama menganut paham sosialis. “Korut begitu miskin dan mereka benar-benar perlu membuka ekonomi seperti yang dilakukan China,” kata seorang turis bernama Zhao Dongxia.

Moranbong

Girlband Moranbong cukup sering pentas mengenakan kostum ala wanita barat, namun itu tetap tidak menghapus kesan bahwa mereka sejatinya merupakan duta Kim Jong-un

“Tapi band ini cukup bagus. Ini pertama kalinya saya melihat girlband Korut. Mereka tidak melihat bahwa negaranya miskin,” lanjutnya.

Moranbong

Personel Moranbong memang parasnya cantik-cantik, karena mereka semuanya khusus dipilih oleh Kim Jong-un

Saorang penyanyi Korut, Lim Tae-jong, mengatakan hampir seluruh personel girlband Korut itu menghabiskan waktu di hotel dan jarang berkeliaran di luar.

Aksi memukau para perempuan Korut berparas cantik tersebut bisa dilihat dalam video klip berikut:

(AFP)

Kategori:revo

Fantastis, Begini Hasilnya Ketika Kamera GoPro Dibekukan, Direbus dan Dibakar Pada Suhu Ekstrim   

Fantastis, Begini Hasilnya Ketika Kamera GoPro Dibekukan, Direbus dan Dibakar Pada Suhu Ekstrim

Action camera dirancang untuk merekam aksi olahraga atau kegiatan ekstrim oleh penggunanya. Nah bagaimana bila kamera-kamera tersebut dibekukan, direbus dalam air mendidih lalu dibakar?

Seorang presenter bernama Kai Man Wong merekam aksi sintingnya menguji (lebih tepatnya, menyiksa) Xiaomi Yi dan GoPro Hero 4. Selain kedua action kamera itu, dia juga membandingkannya dengan vibrator cam Siime Eye serta Amkov AMK 5000.

Siksaan yang diberikan tidak tanggung-tanggung. Kai memasukkan kamera-kamera mahal itu ke dalam sebuah kotak berisi biang es, menimbun, lalu menyiramkan air ke dalamnya. Sehingga suhu dalam kotak tersebut sangat ekstrim, yaitu minus 94 derajat Celcius.

Hasilnya dapat dilihat dalam rekaman milik Kai, kamera Siime Eye lebih dulu mati sedangkan GoPro Hero 4, Xiaomi Yi dan Amkov AMK 500 hanya mengalami battery drain saja namun tetap berfungsi.

Masih belum puas juga, Kai segera merebus keempatnya. Dia bahkan memasukkan telur untuk membandingkan mana yang lebih cepat matang.

Dari ujian kedua ini, GoPro Hero 4 lebih dulu mati karena suhu panas. Kemudian Xiaomi Yi menyusul. Dua kamera lainnya baik-baik saja dan tetap merekam suasana saat mereka direbus.

Apakah ujian dan siksaan tersebut sudah selesai? Belum! Setelah memandikan keempat kamera itu dengan wanita berbikini, dia juga melemparkan ke ring basket, meluncurkan ke udara menggunakan roket air hingga memakainya di dekat api unggun.

Hasil pengujian ekstrim di dekat api unggun menunjukkan GoPro Hero 4 adalah yang paling bisa diandalkan. Meskipun terbakar dan lensanya baret, action kamera ini masih bisa dipakai merekam.

Penyiksaan gila dan sinting tersebut bisa disaksikan lebih detil dalam video berikut:

Peringatan: jangan sekali-sekali mencobanya di rumah kecuali Anda memang benar-benar tidak sayang uang Anda.

(istimewa)

Kategori:revo

Kasihan, Wanita Ini Jual Pelukan Untuk Biaya Berobat Putri Kecilnya Yang Sakit Leukemia   

Kasihan, Wanita Ini Jual Pelukan Untuk Biaya Berobat Putri Kecilnya Yang Sakit Leukemia

Ini adalah contoh cinta tanpa batas seorang ibu untuk anaknya. Kisah nyata ini terlihat di kota Chongqing, China dimana seorang ibu muda mencoba mencari biaya pengobatan putrinya dengan menjual pelukan.

Ia sudah beberapa kali terlihat di stasiun kereta bawah tanah Chongqing yang sibuk untuk menjual pelukan demi mengumpulkan biaya pengobatan untuk putrinya yang menderita leukemia.

Chen Dejuan (28), nama ibu muda itu, rutin menjual pelukan setiap Jumat dan Sabtu di stasiun itu. Untuk menjajakan pelukannya, Chen memegang sebuah papan berbunyi “menjual pelukan untuk 10 yuan”.

Chen Dejuan

Ny. Chen Dejuan sedang menawarkan pelukan didampingi putri kecilnya yang sakit Leukemia. Pemandangan ini membuat banyak penumpang yang tersentuh hatinya

Chen berada di stasiun bersama putrinya yang berusia 4 tahun, Nana, yang mengenakan respirator dengan kepala yang nyaris tak berambut.

Chen mengatakan, dia sebenarnya berasal dari Guangdong, sementara suaminya adalah penduduk asli Chongqing. Mereka berdua bekerja di Shandong dan baru pada bulan Mei 2015 lalu pasangan itu mengetahui kondisi kesehatan putri tunggal mereka. Saat itu, Nana tiba-tiba terjatuh, membuat bocah kecil itu harus menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.

Chen Dejuan

Banyak penumpang yang tersentuh, seperti ibu bergaun pink ini yang menangis haru dan mendonasikan uangnya untuk pengobatan Nana

Nana sudah mendapatkan pengobatan dari beberapa rumah sakit di Shandong. Namun, Chen dan suaminya memutuskan agar Nana dikirim ke Chongqing yang memiliki rumah sakit dengan fasilitas lebih baik.

Chen Dejuan

Tubuh Nana sangat kurus dan lemas, Ny. Chen Dejuan harus berusaha keras meneanangkan dan memberi pengertian putri tunggalnya apabila sang putri “mogok” atau ngambek

Selama beberapa bulan terakhir, pasangan ini sudah menghabiskan uang sebesar 70.000 yuan (sekitar Rp 152 juta) dari tabungan dan meminjam sanak saudara demi pengobatan Nana.

Dengan berjualan pelukan ini, Chen mendapatkan uang 600 yuan atau sekitar Rp 1,3 juta dalam satu jam. Beberapa warga memberinya uang tunai, dan beberapa warga mengirim uang secara elektronik setelah mengetahui kisah Chen dan Nana.

Chen mengatakan, upayanya menjual pelukan adalah pilihan terakhir karena dia dan suaminya kini sudah kebingungan untuk mencari biaya pengobatan Nana. “Cara ini (berjualan pelukan) membutuhkan keberanian yang luar biasa,” ujar Chen.

Chen bukan satu-satunya warga China yang harus mencari cara alternatif mencari uang untuk menambah biaya pengobatan. Situasi ini menunjukkan kelemahan sistem kesehatan China, tempat banyak penduduk negeri itu kesulitan membayar biaya kesehatan yang sangat tinggi.

(Shanghai List)

Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: