Beranda > revo > “Grindadrap”, Tradisi Sadis Memburu dan Membantai Paus Di Kepulauan Faroe Yang Menuai Kecaman   

“Grindadrap”, Tradisi Sadis Memburu dan Membantai Paus Di Kepulauan Faroe Yang Menuai Kecaman   

"Grindadrap", Tradisi Sadis Memburu dan Membantai Paus Di Kepulauan Faroe Yang Menuai Kecaman

Perburuan paus yang diikuti dengan pembantaian paus secara massal merupakan tradisi kebudayaan yang telah berlangsung selama ratusan tahun di Kepualauan Faroe, sebuah negara kecil di Samudra Atlantik Utara dekat Denmark.

Sebuah video yang tersebar di internet menunjukkan penduduk desa menusuk paus-paus di tengah air laut yang berubah menjadi merah darah. Sungguh menyedihkan.

Terkait praktek kejam ini, para aktivis dari lembaga non profit Sea Sheperd mencoba menghentikan pembantaian itu namun mereka didesak untuk mundur. Aktivis lain akhirnya mendokumentasikan kekejian itu lewat video.

Dalam video ini terlihat para penduduk yang memburu paus menusuk paus-paus itu dengan tombak baja. Dalam sekejap air di kawasan itu berubah menjadi merah seperti Sungai Nil di Mesir yang dikutuk pada zaman Nabi Musa, karena darah paus.

Tradisi kebudayaan yang memburu paus-paus secara massal ini dinamakan “grindadrap” itu merupakan tradisi di Kepulauan Faroe yang telah dilakukan selama ratusan tahun. Sekitar 800 paus pilot dan beberapa lumba-lumba dibunuh setiap tahunnya.

Grindadrap

Ratusan paus-paus digiring dan dijebak menuju pantai

Grindadrap

Paus-paus ayng sudah digiring ini ditarik dengan kejam ke arah pantai

Perburuan dan Pembantaian Paus di Kepulauan Faroe

Di pantai, ratusan paus yang sudah tak berdaay dibantai secara massal. Penduduk pun bergembira. Sungguh kejam

Pemabntaian Paus Di Kepulauan Faroe

Paus-paus ditombak dan dicabik-cabik sehingga membuat air laut berwarna merah oleh darah paus yang mati dibantai

Ombak darah. Mengerikan, bukan?

Kepulauan Faroe merupakan negara dengan yang memiliki pemerintahan sendiri meski berada di bawah Kerajaan Denmark.

Video perburuan dan pembantaian paus secara massal di Kepulauan Faroe pada 23 Juli 2015

Aktivis Sea Sheperd yang mengambil video itu pada 23 Juli 2015 memperkirakan sebanyak 150 paus piot dibantai hari itu. Sea Sheperd menuduh Angkatan Laut Denmark memberikan izin kepada warga Kepulauan Faroe untuk memburu dan membantai ratusan paus. Mereka juga menuduh Denmark memberikan izin tersebut karena berhubungan dengan pariwisata.

(Mirror, Huffington Post)

Kategori:revo
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: