Beranda > revo > Juara Dunia Kickboxing Asal Jerman Dieksekusi ISIS Karena Coba Kabur Setelah 6 Bulan Bergabung

Juara Dunia Kickboxing Asal Jerman Dieksekusi ISIS Karena Coba Kabur Setelah 6 Bulan Bergabung

Juara Dunia Kickboxing Asal Jerman Dieksekusi ISIS Karena Coba Kabur Setelah 6 Bulan Bergabung
   

Valdet Gashi (29 tahun) asal Jerman, yang 2 kali menjadi juara dunia kickboxing yang pada Januari 2015 memutuskan bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), ditangkap dan dieksekusi setelah mencoba kabur pada akhir Juni 2015.

Valdet Gashi ISIS

Valdet Gashi dengan bangga berfoto dengan sabuk-sabuk juaranya dengan latar belakang bendera ISIS

Berita ini mencuat beberapa hari setelah seorang penyanyi rap asal Inggris, Abdel-Majed Abdel Bary, dikabarkan tengah diburu pasukan ISIS karena mencoba meninggalkan kelompok militan ini.

Valdet Gashi ISIS

Valdet Gashi (baju hitam) bersama teman-temannya

Berdasarkan rilis Lembaga pemantau HAM Irak (SOHR) Gashi meninggalkan istri dan 2 anaknya di Thailand untuk bergabung dengan ISIS pada Januari 2015 lalu.

Gashi mencoba kabur meninggalkan ISIS pada 30 Juni 2015, tetapi dikabarkan tertangkap di kota Aleppo. “Kami mendengar ISIS menahan dia (Gashi) dan mengeksekusinya tiga hari kemudian. Namun, tak ada seorang pun yang menyaksikan eksekusi itu, hanya mendengar,” kata Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman.

Valdet Gashi

Valdet Gashi (kiri) berfoto selfie bersama sesama milisi ISIS

“Kabar ini belum terkonfirmasi karena sumber-sumber lain di dekat Aleppo mengatakan bahwa ISIS menangkap Gashi. Lalu ia ditahan di penjara yang dikuasai ISIS di Manbej, tak jauh dari Aleppo,” tambah Rami.

Gashi sudah mencoba kabur dari Suriah dan kembali ke Jerman sebulan setelah bergabung dengan ISIS. Rami mengatakan, Gashi sangat terkejut dengan aksi kekejaman ISIS.

Lewat akun Facebook-nya yang kini sudah tak digunakan, Gashi mengatakan, selama di Suriah, dia tak pernah menggunakan senjatanya, tetapi dia menyaksikan sejumlah eksekusi yang digelar di depan warga.

Valdet Gashi

Valdet Gashi merasa menyesal bergabung dengan ISIS karena ia melihat kekejaman ISIS yang tidak berperikemanusiaan. Ia mencoba kabur, namun sayangnya, bagi ISIS sekali masuk maka tidak boleh keluar

Pada Juni lalu, beberapa saat sebelum mencoba kabur, Gashi mengatakan, dia mendapatkan tugas berpatroli di sepanjang Sungai Efrat untuk mencari para penyelundup. “Kami mencari para penyelundup yang membawa barang-barang ilegal, seperti rokok, alkohol, atau narkoba yang sangat terlarang,” kata Gashi lewat akun Facebook-nya.

Menurut data PBB, tak kurang dari 22.000 warga asing bertempur bersama ISIS di wilayah Suriah dan Irak yang dikuasai kelompok itu.

Sementara itu, SOHR memperkirakan ISIS sudah mengeksekusi 143 orang anggotanya yang kedapatan hendak kabur meninggalkan kelompok itu sejak Abu Bakar al-Baghdadi memproklamasikan sebuah kekhalifahan pada Juni 2014.

Kategori:revo
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: