Arsip

Archive for 15 Juli 2015

Anda Suka Berbohong? Siap-Siap Terjangkit Penyakit Ini

15 Juli 2015 1 komentar

Anda termasuk orang yang suka berbohong? Maka berhati-hatilah. Berbohong dapat memicu beberapa penyakit menghampiri Anda.

Berikut ini 4 penyakit yang bisa timbul akibat kebiasaan sering berbohong, dirangkum dari Next Avenue, Selasa (14/7).

Sakit Kepala
Penyakit ini merupakan penyakit yang sering dikeluhkan orang-orang. Anda sering mengalami sakit kepala tanpa sebab? Bisa jadi itu karena kebiasaan Anda sering berbohong. Bagaimana bisa? Sakit kepala bisa terjadi karena ada otot saraf yang tarik menarik ketika kita berbicara sesuatu hal yang tidak benar. Bahkan ketika berbohong, terjadi perpindahan, peradangan, spasme pembuluh darah serta distensi dari struktur otot di kepala atau leher. Hal-hal ini yang kemudian menimbulkan nyeri tak tertahankan di bagian kepala Anda.

Stres
Sering merasa tiba-tiba bingung, khawatir tidak karuan setelah berbicara bohong? Bahkan stres karena selalu terngiang-ngiang? Berhati-hatilah, jika stres dibiarkan berlanjut bisa menyebabkan tekanan pada mental Anda. Kondisi tertekan jika ditambah dengan konflik batin lainnya pada akhirnya bisa memicu kehilangan kesadaran diri yang disebut psikosomatik. Sikosomatik sendiri adalah penyakit fisik yang didasari penyakit psikis yang bisa kambuh jika adanya faktor pencetus stres.

Penyakit Jantung
Ketika seseorang berbohong, tubuh akan mengeluarkan suatu hormon yang bernama kortisol dan norepinefrin. Terlepasnya kedua hormon ini dipicu oleh respons yang terjadi saat menghadapi kondisi dimana seseorang akan merasa dilema terhadap dua pilihan. Peningkatan kedua hormon ini akan menimbulkan respons detak jantung yang semakin cepat serta tekanan darah pun meningkat secara drastis.

Stroke
Jika berbohong sudah menjadi suatu kebiasaan, jangan kaget bila suatu saat Anda dapat terkena stroke mendadak. Berbohong atau bahkan menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk mengalami gangguan kesehatan dibandingkan mereka yang jarang berbohong.

sumber

Kategori:revo

Juara Dunia Kickboxing Asal Jerman Dieksekusi ISIS Karena Coba Kabur Setelah 6 Bulan Bergabung

Juara Dunia Kickboxing Asal Jerman Dieksekusi ISIS Karena Coba Kabur Setelah 6 Bulan Bergabung
   

Valdet Gashi (29 tahun) asal Jerman, yang 2 kali menjadi juara dunia kickboxing yang pada Januari 2015 memutuskan bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), ditangkap dan dieksekusi setelah mencoba kabur pada akhir Juni 2015.

Valdet Gashi ISIS

Valdet Gashi dengan bangga berfoto dengan sabuk-sabuk juaranya dengan latar belakang bendera ISIS

Berita ini mencuat beberapa hari setelah seorang penyanyi rap asal Inggris, Abdel-Majed Abdel Bary, dikabarkan tengah diburu pasukan ISIS karena mencoba meninggalkan kelompok militan ini.

Valdet Gashi ISIS

Valdet Gashi (baju hitam) bersama teman-temannya

Berdasarkan rilis Lembaga pemantau HAM Irak (SOHR) Gashi meninggalkan istri dan 2 anaknya di Thailand untuk bergabung dengan ISIS pada Januari 2015 lalu.

Gashi mencoba kabur meninggalkan ISIS pada 30 Juni 2015, tetapi dikabarkan tertangkap di kota Aleppo. “Kami mendengar ISIS menahan dia (Gashi) dan mengeksekusinya tiga hari kemudian. Namun, tak ada seorang pun yang menyaksikan eksekusi itu, hanya mendengar,” kata Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman.

Valdet Gashi

Valdet Gashi (kiri) berfoto selfie bersama sesama milisi ISIS

“Kabar ini belum terkonfirmasi karena sumber-sumber lain di dekat Aleppo mengatakan bahwa ISIS menangkap Gashi. Lalu ia ditahan di penjara yang dikuasai ISIS di Manbej, tak jauh dari Aleppo,” tambah Rami.

Gashi sudah mencoba kabur dari Suriah dan kembali ke Jerman sebulan setelah bergabung dengan ISIS. Rami mengatakan, Gashi sangat terkejut dengan aksi kekejaman ISIS.

Lewat akun Facebook-nya yang kini sudah tak digunakan, Gashi mengatakan, selama di Suriah, dia tak pernah menggunakan senjatanya, tetapi dia menyaksikan sejumlah eksekusi yang digelar di depan warga.

Valdet Gashi

Valdet Gashi merasa menyesal bergabung dengan ISIS karena ia melihat kekejaman ISIS yang tidak berperikemanusiaan. Ia mencoba kabur, namun sayangnya, bagi ISIS sekali masuk maka tidak boleh keluar

Pada Juni lalu, beberapa saat sebelum mencoba kabur, Gashi mengatakan, dia mendapatkan tugas berpatroli di sepanjang Sungai Efrat untuk mencari para penyelundup. “Kami mencari para penyelundup yang membawa barang-barang ilegal, seperti rokok, alkohol, atau narkoba yang sangat terlarang,” kata Gashi lewat akun Facebook-nya.

Menurut data PBB, tak kurang dari 22.000 warga asing bertempur bersama ISIS di wilayah Suriah dan Irak yang dikuasai kelompok itu.

Sementara itu, SOHR memperkirakan ISIS sudah mengeksekusi 143 orang anggotanya yang kedapatan hendak kabur meninggalkan kelompok itu sejak Abu Bakar al-Baghdadi memproklamasikan sebuah kekhalifahan pada Juni 2014.

Kategori:revo

Borok-borok Facebook Yang Tidak Diketahui Masyarakat Ini Dibocorkan Oleh Mantan Karyawannya     

Borok-borok Facebook Yang Tidak Diketahui Masyarakat Ini Dibocorkan Oleh Mantan Karyawannya

Facebook adalah jejaring sosial dan salah satu perusahaan yang paling diincar sebagai tujuan karir. Hal ini dibenarkan oleh laporan riset Glassdoor menobatkan Facebook sebagai perusahaan teknologi yang paling oke untuk berkarir. Namun, faktanya tak semua orang yang pernah bekerja di Facebook mempunyai pendapat yang sama.

Ada beberapa hal yang barangkali bisa membuat siapapun berpikir berulang kali untuk jadi pegawai Facebook.

Menurut mantan pekerja Facebook, perusahaan tersebut tidak menyediakan ruang privasi bagi pegawainya. Tak ada dinding pemisah antar-pekerja. Untuk beberapa orang, ini tentu cukup mengganggu kenyamanan.

Hal lainnya adalah tentang beban kerja. Setiap hari pegawai Facebook akan menerima sekitar 1600 e-mail yang harus direspon. Belum lagi, dalam 6 minggu setahun, pegawai harus siaga ditelpon selama 24 jam dalam 7 hari penuh.

Kantor Pusat Facebook di Menlo Park

Suasana kantor pusat Facebook di Menlo Park. bekerja di Facebook bisa dengan pakaian santai, namun para pekerjanya ternyata sangat stress karena beban kerja yang berat

Salah satu mantan pegawai bahkan menyebut manajemen Facebook sangat buruk. “Manajemen tidak fokus dalam membentuk tim kerja,” katanya.

Hal lainnya adalah tentang fasilitas kantor. “Tak ada infrastruktur yang benar-benar berfungsi di Facebook,” tuturnya lagi.

Selain itu Facebook dianggap masih menanamkan nilai-nilai kesederhanaan perusahaan rintisan digital (startup). Padahal, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini merupakan salah satu raksasa teknologi.

“Rasanya seperti Adam Sandler yang sudah tua tapi masih ingin berperan sebagai remaja. Aneh sekali,” kata si mantan pegawai.

lingkungan kerja di Facebook pun juga dinilai intimidatif dan membuat depresi. “Tim (kerja) memperlakukan saya seperti sampah. Saya disuruh melakukan hal-hal di luar tanggung jawab saya. Misalnya memisahkan baju cucian bos dan keluarganya,” kata mantan pegawai lainnya.

Ternyata walau “menyilaukan”, “jeroan” Facebook sangat menakutkan.

(BGR)

Kategori:revo

Jangan Panik, Ini Langkah Mudah Sembuhkan Ponsel Android Yang Nge-Hang Berat   

Jangan Panik, Ini Langkah Mudah Sembuhkan Ponsel Android Yang Nge-Hang Berat

Android, walau merupakan sistem aplikasi mobile nomor satu di dunia bukannya luput dari masalah. Fragmentasi di Android merupakan masalah bagi pengembang aplikasi (developer). Para developer mesti menyesuaikan setiap aplikasi buatan mereka agar cocok dengan sekian banyak versi sistem operasi, hardware dan interface yang melapisinya.

Penyesuaian aplikasi tersebut tentu tidak mudah. Kadang, saat mengatur penyesuaian tersebut, ada saja pengembang yang keliru memasukkan kode pemrograman atau ternyata mereka tak sengaja mengisinya dengan kode yang buruk.

Dampak negatif hal itu akan sampai ke pengguna perangkat genggam. Bisa saja, ketika sedang membuka game atau aplikasi lain, kekeliruan kode pemrograman malah membuat ponsel Android “nge-hang” serta tidak merespon segala sentuhan pengguna.

Masalah akan makin rumit jika pengguna ternyata tidak bisa mengakses menu pengaturan untuk me-reset gadget miliknya.

Jangan panik apabila seandainya hal seperti itu menimpa Anda. Masih ada solusi yang bisa dilakukan, yaitu menghapus semua data dan melakukan reboot secara manual.

Anda bisa mencoba mengikuti langkah-langkah mudah berikut ini:

1. Pertama, masuklah ke menu recovery. Caranya adalah mematikan ponsel, lalu tekan dan tahan tombol power bersama tombol volumeup, down atau keduanya.

Tahan tombol volume bersamaan dengan tombol power untuk mengakses menu recovery ponsel Android

Masing-masing produsen handset menerapkan metode reset berbeda. Agar lebih detil, Anda sebaiknya mencari tahu model gadget Anda dan metode yang dapat digunakan melalui Google.

2. Setelah masuk ke dalam menu recovery akan terlihat banyak pilihan berjajar. Tampilan menu recovery ini berbeda-beda tergantung masing-masing produsen ponsel. Meskipun demikian setiap ponsel Android pasti dibekali fitur ini.

Kemudian pilihlah opsi bertuliskan Wipe Data. Fungsinya seperti reset to factory setting.

Pilih Wipe Data untuk menghapus seluruh data ponsel, seperti pada reset to factory setting

Opsi tersebut memerintahkan penghapusan seluruh data yang ada di ponsel kamu dan mengembalikannya pada mode default.

3. Biasanya, sistem akan menanyakan konfirmasi Anda untuk menghapus seluruh data dalam ponsel. Bentuknya antara lain dengan menampilkan banyak pilhan “No” dan hanya satu perintah bertuliskan “Yes, delete all user data“.

Pilihlah “Yes” dan biarkan seluruh data dihapus. Proses penghapusan tersebut dapat memakan waktu beberapa menit dan selanjutnya Anda mesti memilih reboot system now agar ponsel dapat kembali menjalankan sistem operasi Android.

Setelah menghapus data, pilih reboot system now untuk kembali ke sistem operasi Android

Sebagai catatan, setelah menghapus dan menyalakannya kembali, ponsel Anda akan perlu waktu lebih lama untuk menyala. Ini hal normal, jadi jangan panik dan tunggu saja.

(Phone Arena)

Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: