Beranda > revo > Ini Rahasia Sederhana Warga Singapura Bisa Panjang Umur, Awet Muda Dan Cantik   

Ini Rahasia Sederhana Warga Singapura Bisa Panjang Umur, Awet Muda Dan Cantik   

Ini Rahasia Sederhana Warga Singapura Bisa Panjang Umur, Awet Muda dan Cantik

Singapura termasuk salah satu negara dengan angka harapan hidup yang tinggi. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat Singapura merupakan salah satu dari beberapa negara yang menempati peringkat kedua untuk angka harapan hidup.

Singapura bersama Andorra, Italia, Swiss, Australia dan San Marino menempati peringkat kedua dengan angka rata-rata harapan hidup 83 tahun. Sangat jauh dari Indonesia yang bersama Mesir, Maroko dan Ukraina ada di peringkat 110 dengan angka harapan hidup 72 tahun.

‎Dr William Wan, PhD, Sekretaris Jenderal Singapore Kindness Movement, menyebut bahwa salah satu alasan Singapura memiliki angka harapan hidup yang tinggi adalah sistem pelayanan kesehatan yang baik. Namun, hal tersebut bisa jadi tidak berguna jika masyarakat masih dihantui oleh stres.

Walau Singapura merupakan negara kota yang amat sibuk, namun warganya selalu tersenyum dan tertawa lepas

“Singapura memang memiliki sistem kesehatan yang baik. Namun kami adalah masyarakat yang sering bekerja terlalu keras, karena itu kami sangat rentan stres. Yang membuat kami rental terserang penyakit mental,” tutur Dr Wan, dalam temu media bersama Singapore International Foundation, di kantor Ministry of Communication and Information, Singapore, Kamis 28 Mei 2015.

Oleh karena itu, Dr Wan bersama Singapore Kindness Movement mencoba untuk membuat Singapura menjadi lebih menyenangkan. Caranya, dengan menyebarkan kekuatan senyuman di masyarakat.

Menurut Dr Wan, senyum merupakan perbuatan baik yang sangat mudah. Tidak ada alasan terlalu sibuk atau terlalu lelah hanya untuk sedikit menggerakkan bibir dan memberikan senyuman.

“Beberapa orang mengatakan mereka terlalu sibuk untuk berbuat baik, tidak punya waktu untuk bahkan menyenangkan orang lain. Kami mencoba mengubah itu dengan satu hal, yakni memberikan senyuman,” tutur pria berkepala plontos ini.

Kebiasaan tersenyum dan kemampuan mengelola stress membuat warga Singapura lebih percaya diri. Ini berpengaruh terhadap postur tubuh mereka

Senyuman memberikan dampak yang tidak sedikit. Dikatakan Dr Wan, senyum merupakan rahasia penduduk Singapura sehat hingga tua dan panjang umur. Selain itu, perasaan gembira pun secara tak langsung ikut memperbaiki postur tubuh.

“Senyum hanya membutuhkan kurang dari 10 otot wajah, sementara cemberut membutuhkan 47 otot. Hal ini yang membuat wajah penduduk kami terlihat lebih muda dan menarik,” ujarnya.

Gadis Singapura Cantik

Pramugari Singapore Airlines Cantik

Karena terbiasa tersenyum, maka para wanita Singapura yang sudah cantik terlihat semakin cantik dan menarik

Kegiatan Singapore Kindness Movement menyebarkan senyuman dilakukan kepada anak-anak hingga orang dewasa. Dengan satu senyuman, diharapkan ada efek berantai yang membuat kadar stres warga Singapura berangsur-angsur hilang.

Dr Wan percaya senyuman membuat suasana kantor menjadi lebih baik dan menyenangkan. Ketika suasana kantor menyenangkan, maka produktivitas akan meningkat. Ditambah lagi, pekerjaan menjadi terasa lebih ringan.

Singapore Kindness Movement juga melakukan pendataan‎ soal pengalaman masyarakat Singapura dalam memberi dan memperoleh kenaikan. Survei tersebut bernama Graciousness Index.

Survei ini mencoba mengukur dampak yang telah mereka berikan kepada masyarakat. Mungkin ini memang bukan penelitian ilmiah, namun lebih bersifat persepsi.

Pertama kali dilakukan, Graciousness Index Singapura ada di angka 50-an. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan metode dan program yang dilakukan, angka ini meningkat menjadi 61 pada 2014. Dr Wan berharap apa yang ia lakukan memang berefek baik bagi warga Singapura secara khusus dan masyarakat dunia secara umum.

“Kalau saya tidak percaya dengan apa yang saya lakukan, saya akan berhenti dari dulu. Namun saya yakin gerakan saya bermanfaat dan tentu saja Anda-anda sekalian boleh membantu saya menyebarkannya di Indonesia,” pungkasnya.

Masalahnya, apakah Indonesia, dalam hal ini pemerintah mau belajar dari mereka?

(istimewa)

Kategori:revo
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: