Arsip

Archive for 27 Mei 2015

Kisah Sopir Taksi Lulusan Jerman yang Memberi Pelajaran Bahwa Tak Perlu Gengsi Berjuang Untuk Hidup

27 Mei 2015 2 komentar

Nama Peter Yan beberapa hari ini ramai menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir taksi ini memang memiliki pengalaman hidup yang layak untuk dijadikan pelajaran. Di usianya yang sudah menginjak usia 58 tahun ini, Peter Yan yang lulusan S2 teknik Sipil di Jerman, kini dengan ikhlas menjalani profesinya sebagai seorang sopir taksi.

Bermula dari seorang penumpang yang kaget ketika Peter Yan menjawab telepon dengan Bahasa Jerman.

http://www.facebook.com/v2.1/plugins/post.php?app_id=453099894792994&channel=http%3A%2F%2Fstatic.ak.facebook.com%2Fconnect%2Fxd_arbiter%2FQrU_tEEWym9.js%3Fversion%3D41%23cb%3Df1817aef34%26domain%3Dwww.hipwee.com%26origin%3Dhttp%253A%252F%252Fwww.hipwee.com%252Ff336e6772%26relation%3Dparent.parent&container_width=742&href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fmurahsandangpangan%2Fposts%2F10205578304729183%3A0&locale=en_US&sdk=joey&width=500

Postingan itu kemudian menjadi viral dan menjadi pembicaraan di media sosial. Media-media mainstream pun tak ketinggalan memberitakan sosok Peter Yan yang mengejutkan ini.

Sepuluh tahun tinggal di Jerman, Peter Yan pulang ke Indonesia dan mengerjakan banyak proyek pembangunan.

Peter Yan tak malu menjadi sopir taksi

Lulus SMA, pria asal NTT ini memutuskan kuliah di Jerman. Tak ada bayangan apa yang akan dilakukannya. Baginya, saat itu lulus dan diterima kuliah di luar negeri adalah sesuatu yang membanggakan. Selama sepuluh tahun, Peter Yan tinggal di Jerman untuk kuliah. Menurutnya, waktu itu kuliahnya gratis, namun dia harus bekerja untuk memenuhi kehidupannya selama di Jerman. Dia pun menikah dengan gadis Indonesia yang juga berkuliah di Jerman dan telah dikaruniai anak.

Setelah lulus kuliah, Peter Yan pun kembali ke Indonesia untuk menerapkan ilmu yang telah ditimbanya selama sepuluh tahun di Jerman. Dia memulai dengan mempraktikkan ilmu yang diperolehnya di Jerman, yakni membuat desain tata kota. Tahun 1991, Peter dan kedua temannya sudah membuat desain busway seperti yang digunakan saat ini. Namun sayang, Pemprov DKI Jakarta waktu itu belum tertarik untuk menggunakan desain yang diberikan Peter. Ia pun mengaku pernah membuat desain beberapa jalan layang di Jakarta. Peter pun turut membuat desain untuk pembangunan ribuan rumah pasca gempa Aceh pada tahun 2004 silam.

Kisah Peter Yan ini telah diangkat ke sejumlah televisi dan membuat kagum presenter televisi yang mewawancarainya.

Testimoni salah satu presenter yang mewawancarai Peter Yan

Kisah perjalanan Peter Yan yang inspiratif ini membuat sejumlah media penasaran dengan sosoknya. Bahkan, Peter Yan baru-baru ini mulai mucul di televisi. Presenter yang mewawancarainya pun dibuat kagum dengan kerendahan hati dan keikhlasan diri Peter Yan. Seperti yang diungkapkan Andini Effendi, presenter televisi ini menunjukkan kekagumannya pada Peter Yan melalui akun pribadi Path-nya. Andini bertanya kepada Peter, apakah tidak malu menjadi sopir taksi. Dengan santainya Peter Yan menjawab, kalau dia malu dia tidak akan bisa diwawancara di televisi.

“Tuhan itu baik, Mbak…” ujar Peter Yan diakhir jawabannya.

Di samping menjadi sopir taksi, Peter Yan juga masih  menerapkan ilmunya dengan mengajar di salah satu universitas swasta di Jakarta.

Sopir taksi lulusan Jerman

Beberapa bulan ini, kondisi Peter Yan memang sedang sulit. Usaha yang dikerjakannya bagkrut dan dia kesulitan mencari pekerjaan. Makannya dia pun beralih profesi menjadi sopir taksi. Meski demikian, Peter Yan masih bisa menyalurkan ilmunya. Dia juga menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta, meski itu cuma dianggap sebagai pekerjaan paruh waktunya. Pekerjaannya utamanya tetap sebagai sopir taksi.

Sebenarnya meski menjadi seorang sopir taksi, Peter Yan tetap bisa mengamalkan ilmunya. Kesehariannya sebagai sopir taksi ini membuat dia mengerti daerah mana saja yang macet pada jam tertentu. Peter Yan pun telah memiliki solusi untuk mengatasi daerah-daerah macet yang hampir setiap hari dilaluinya itu.

Kisah Peter Yan ini mengajarkan pada kita bahwa hidup tak selamanya berjalan mulus. Kadang mendapat banyak kenikmatan, tak jarang mendapat cobaan. Peter Yan mengajarkan untuk menerima segala yang diberikan dengan ikhlas dan tetap menjalaninya dengan penuh semangat serta syukur. Tak perlu malu dengan apa yang dikerjakan, selama itu baik, tentu kelak akan berbuah baik.

Kalau Peter Yan yang sudah berumur saja masih semangat menghadapi cobaan, masa kamu yang masih muda dikasih cobaan sedikit aja, udah galau…

sumber

Kategori:revo

Seandainya Skripsi Gak Lagi Dipakai Sebagai Syarat Kelulusan Mahasiswa…

27 Mei 2015 1 komentar

Kabar gembira buat kamu yang sedang berjuang keras menjadi sarjana. Walau masih sebatas wacana, Mentri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) akan menghapuskan skripsi sebagai syarat untuk menjadi sarjana. Ingat ini masih wacana lho!Menurut Muhammad Nasir adanya skripsi ini justru jadi ajang kecurangan bagi mahasiswa. Banyak mahasiswa yang melakukan plagiasi atau membayar orang untuk membeli skripsi agar bisa jadi sarjana. Rencananya, menulis skripsi ini hanya jadi salah satu pilihan saja. Sementara pilihan lainnya, mahasiswa bisa memiliki beberapa pilihan untuk lulus.

Hmm, kira-kira pilihan apa saja yang diberikan ya agar mahasiswa bisa lulus? Mari kita berandai-andai, selain skripsi, ujian apa yang bisa diberikan agar seseorang bisa jadi sarjana.

1. Magang di perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Sampai perusahaannya bangkrut gara-gara ngurusin kamu, mungkin.

Magang bisa sama memusingkan dengan skripsi

Sebagian mahasiswa, mungkin kamu kurang memiliki kemampuan menulis (skripsi) yang baik. Makanya meskipun sebenarnya penguasaan teorinya bagus atau prakteknya juga cukup menguasai, tapi skripsinya nggak kelar-kelar dari semester empat sampai sekarang menginjak akhir semester tujuh. Untuk itu, mungkin ada baiknya selain membuat skripsi, mahasiswa diberi pilihan untuk kerja magang di suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Penilaian dari perusahaan tempat magang itulah yang dijadikan acuan kelulusan. Jadi, mereka yang kesulitan menyusun skripsi bisa mengerjakan pilihan lain seperti magang di perusahaan ini.

2. Pengabdian kemasyarakatan bisa juga jadi salah satu pengganti skripsi.

Pengabdian nyata untuk masyarakat mungkin lebih berguna dibanding skripsi

Mungkin beberapa mahasiswa menjadi mahasiswa abadi karena sibuk menjadi abdi masyarakat. Ada yang sibuk mengajar di tempat-tempat terpencil, ada juga yang jadi relawan di LSM, ada juga yang jadi tukang demo. Intinya, mereka nggak lulus-lulus bukan karena malas atau bodoh, tapi karena punya aktivitas sosial. Kenapa nggak sekalian saja aktivitas itu jadi salah satu syarat kelulusan pengganti skripsi. Asalkan SKS yang ditempuh sudah cukup, mereka boleh memilih yang dikerjakan untuk kelulusan. Di samping menulis skripsi, yang ingin mengabdi di masyarakat dipersilahkan dan tentunya ada pembinaan dan laporan apa yang dilakukannya tersebut.

3. Menjadi asisten dosen bisa jadi ujian yang sama beratnya dengan mengerjakan skripsi.

Mungkin kalau disuruh ngomong lebih jago dari pada nulis skripsi

Sudah dijelaskan di atas, kalau lamanya membuat skripsi itu bisa jadi bukan karena si mahasiswa nggak pintar atau malas. Tapi, bisa juga karena dia memang nggak punya kemampuan menulis yang baik. Ide dan pemikirannya yang brilian itu susah sekali tertuang dalam secarik kertas, tapi kalau disuruh cerita di depan umum jagonya bukan main. Nah, karena ada beberapa mahasiswa yang tipenya begini bagaimana kalau syarat kelulusannya diganti menjadi asisten dosen. Mereka yang jago presentasi itu mungkin akan lebih mudah mendapatkan gelar sarjana jika gagasan dan pemahaman teorinya tak perlu dituliskan tapi diceritakan dalam bentuk mengajar di kelas.

4. Seharusnya ada standar IPK tertentu, sehingga yang memenuhi standar nggak perlu ngerjain skripsi.

Atau yang IPK nya tinggi langsung lulus aja

Selain mengerjakan kegiatan, mungkin bisa juga dibuat pengecualian. Buat mereka yang SKS-nya sudah mencukupi dan mencapai IPK tertentu, diberi kado nggak usah ngerjain skripsi. Pastinya standart IPK-nya juga harus tinggi. Mereka yang dapat keistimewaan ini IPK-nya harus di atas 3,85 misalnya. Mereka yang nggak pingin ngerjain skripsi, ya ngulang terus sampai nilai IPK-nya jadi di atas 3,85. Sama-sama sulitnya kan?

5. Merumuskan teori serta membuat karya atau penemuan-penemuan mutakhir yang bermanfaat.

Bikin penemuan juga bisa jadi pengganti skripsi

Sebenarnya, ilmu yang dipelajari di bangku kuliah tentu akan bermanfaat bila bisa dipraktekan dalam kehidupan nyata dan berguna untuk masyarakat luas. Di samping membuat skripsi, untuk syarat kelulusan meraih gelar sarjana, bisa juga membuat pilihan harus menciptakan penemuan yang inovatif dan berguna bagi nusa dan bangsa. Mahasiswa yang kreatif tentu lebih tertantang dengan syarat kelulusan ini. Mungkin mereka yang berada di jurusan-jurusan sains membuat penemuan seperti alat pendeteksi letak batu akik. Mereka yang berada di jurusan sosial bisa membuat penemuan tentang templete desain logo partai yang pasti menang setiap pilkada.

6. Bikin artikel ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah atau lolos ikut seminar ilmiah tingkat dunia.

Nulis karya ilmiah boleh tapi artikel aja nggak usah panjang-panjang

“Orang Amerika bisa ke bulan dengan pesawat luar angkasa, Orang Indonesia bisa ke bulan dengan tumpukan kertas!”

Di samping nulis skripsi panjang-panjang yang pada akhirnya menambah tumpukan kertas, mending nulis artikel ilmiah yang benar-benar berbobot dan layak untuk masuk ke jurnal-jurnal ilmiah. Kalau jurnal ilmiah terlalu sulit, bisa lah dengan diikutkan seminar yang menerima naskah ilmiah secara terbuka. Ada banyak seminar yang membuka pengumpulan artikel untuk mahasiswa. Biasanya pengirim artikel yang lolos mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara di ruang diskusi dari seminar yang pesertanya umum dan dari berbagai tempat itu. Artikel yang nggak sepanjang skripsi itu jadi bisa dibaca oleh masyarakat yang lebih luas.

Skripsi sebagai syarat kelulusan gelar sarjana seperti yang selama ini dilakukan nggak salah. Tapi, kayaknya banyak teman-teman mahasiswa yang tambah semangat kuliah kalau ada syarat lain selain skripsi. Kalau sudah banyak pilihan selain skripsi tapi masih susah lulus juga, ya berarti emang kebangetan mahasiswanya! Semoga saja apa yang diharapkan Pak Mentri bisa cepat terlaksana, sehingga mereka yang sedang berjuang meraih gelar sarjana itu punya sedikit kegembiraan.

Kalau menurut kamu, selain skripsi kegiatan apa yang bisa dilakukan sebagai pengganti skripsi?

sumber

Kategori:revo

10 Cara Gampang Bikin Laptop Lamamu Kembali Segar dan Bekerja Kencang

Di manapun kamu dan apapun status pekerjaanmu, hampir bisa dipastikan bahwa laptop sudah menjadi ajudan kepercayaan dalam menemani dan mengangani segala macam pekerjaan: mulai dari membuat presentasi, menulis laporan, membaca dokumen, hingga menggarap tugas akhir. Selain karena ukurannya yang bisa dibawa kemana-mana, laptop juga cukup terjangkau harganya.

Setahun-dua tahun, si laptop masih bisa saja: bersih kinclong tanpa menunjukkan gejala lemot. Tapi menginjak tahun ketiga, biasanya si komputer jinjing ini mulai jelek, kotor, rewel dan mengalami penurunan performa. Padahal, tugas-tugas dan laporan yang harus dikerjakan bejibun. Waduh, gawat tuh!

Bagi kamu yang mulai galau karena laptop kesayangan sudah mulai dimakan usia, kali ini Hipwee ingin memberikan cara agar dia kembali bisa segar seperti dahulu kala. Dengan cara yang mudah dan ekonomis, tentunya.

1. Memoles tubuh laptop dengan lap kacamata dan isoprofil alkohol bisa memperbaiki penampilannya. Noda kotor yang mengganggu mata akan hilang segera

Gunakan lap kacamata, atau bahan lainnya yang permukaannya lebih halus, terutama jika kamu membersihkan layar sentuh

Seperti prajurit yang pulang dari perang, laptopmu yang sudah 2 tahun lebih menemanimu bergerilya bertualang ke kafe, perpustakaan, kantor, dan ruang kuliah mulai menunjukkan tanda penuaan. Bisa ditebak, badan si leppy ini pastinya sudah bercodet dan kotor.

Solusinya, cukup siapkan lap kacamata dan alkohol berkadar rendah. Lap kacamata memiliki tekstur halus, berbeda dengan tissue apalagi lap gombal, yang tentunya laptopmu sensitif dengan yang “kasar-kasar”. Sedangkan alkohol, memudahkan pembersihan laptop karena alkohol mampu membasmi noda-noda kotor di tubuhnya.

Untuk memudahkanmu membersihkan keyboard dan sela-sela laptop, ambillah cotton bud yang dicelup ke dalam alkohol, dan gosok celahdan lekukan tersebut. Dijamin, bakal lebih bersih dari sebelumnya.

2. Suara kipas membising dan laptop panas? Cukup buka casing bawah, bersihkanlah hardware dalamnya dengan usb vacuum cleaner yang pas di saku

Vacuum Cleaner Portable ini harganya cukup terjangkau kok

Penulis rasa, tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk menghanguskan garansi laptopmu, dan karena garansinya sudah tidak ada, membuka casing bawah laptopmu kini bukanlah hal yang tabu dilakukan. Cara ini gak seberbahaya yang dikhawatirkan orang kok. Video tutorial di Youtube bisa membantumu mendapatkan gambaran cara membukanya.

Jangan kaget apabila jeroan sahabatmu ini berdebu dan mungkin sudah terdapat lapisan debu di kipas laptopmu. Mulailah membersihkan dengan USB Vacuum Cleaner, yang bisa dinyalakan hanya dengan menggunakan adaptor smartphone mu. Harga USB Vacuum Cleaner ini gak mahal kok, paling yang bagus bisa kamu tebus dengan selembar uang 50 ribuan.

3. Guna meniupkan semangat baru ke sahabatmu ini, memasang cover laptop dengan motif dan warna yang menarik bisa jadi pilihan oke

Tiupkan semangat baru

Mendapatkan laptop yang bersih kinclong like new, bisa jadi belum memuaskan hasratmu yang ingin sobatmu ini membawa semangat baru. Segeralah browse internet dan cari lapak terpercaya, lalu rogoh kocekmu untuk membeli cover laptop. Cover laptop ini beragam motifnya, bahkan bisa kamu buat sendiri.

4. Mungkin beban beratlah yang sudah bikin dirinya melambat. Segera rapihkan storage-mu dari file-file usang dan sudah tidak terpakai lagi

Apalagi buat kamu yang rajin mengisi ruang kosong penyimpananmu hingga merah

Bertahun-tahun berlalu, dan siapa tahu kamu belum pernah meluangkan waktumu untuk membersihkan file-file tidak terpakai di laptopmu. Sisakan waktu di akhir pekan atau waktu istirahatmu untuk menghapus file tak terpakai, ataupun merapihkan kembali dokumen-dokumen dan file penting di laptopmu. Memindahkan file-file tersebut ke external hardisk untuk melegakan space, juga boleh.

Alternatif lainnya sih, kumpulkan saja file-file lawas itu jadi satu dan gunakan WinRAR untuk meng-compress-nya menjadi kecil. Dijamin membantu banget melegakan nafas laptop bututmu.

5. Defrag berkala bisa membantu melancarkan dirinya. Cukup jalankan dan tunggu sambil melahap pisang goreng plus kopi.

Prosesnya cukup memakan waktu, pastikan kamu bawa cemilan

Data sudah kamu bersihkan, nah selanjutnya tinggal merapihkan lokasi file-file tersebut di hard-drive mu. Buka menu start, dan carilah disk defragment. Software tersebut adalah bawaan windows, dan yang kamu perlukan hanya menjalankannya, dan tunggulah hingga selesai. Oh, jangan lupa bawa pisang goreng plus kopi sebagai teman menanti.

6. Lupakan antivirus bonusan yang berat. Segudang antivirus baru yang lebih ringan dan bersahabat bisa kamu temukan dengan mudah di internet.

Antivirus alternatif juga ada beberapa yang gratis dan bagus kok!

Gak jarang, laptop menjadi super lemot bahkan loyo akibat antivirus bonusan yang diinstallkan vendor ke laptopmu. Cukup uninstall mereka (apalagi mereka selalu bikin notifikasi untuk minta dibeli lisensinya, nyebelin kan?), dan cari antivirus ringan yang rekomendasinya bisa kamu cari via internet.

7. Sama kayak kamu, laptopmu pun gak suka dirinya kotor. Usir jauh-jauh junk files di laptopmu dengan software pembersih PC

Software semacam ini akan mengusir file-file sampah dari leppy-mu

Selain menginstall antivirus baru, akan lebih oke jika kamu menambahkan software baru yang bisa mengusir junk files alias file sampah yang teronggok di sistem mu secara menahun tanpa kamu tahu. Pastikan, kamu mencari yang aman dan bukan membawa virus, ya.

Tentunya, sekedar membersihkan junk files, lebih baik daripada harus menginstall ulang laptopmu dan kehilangan banyak data bukan?

8. Masih merasa lelet? Mungkin komputermu menjalankan secara otomatis aplikasi yang tidak dibutuhkan sewaktu startup

Bisa dicek.. Siapa tahu ia menjalankan aplikasi-aplikasi gak perlu, yang cuma bikin lelet startup

Langkah ini agak sedikit butuh pemahaman komputer. Di menu search-mu, ketiklah msconfig, dan lihatlah apa saja yang laptopmu jalakan ketika ia dinyalakan. Beri tanda pada kotak “hide all microsoft service”, dan perhatikan aplikasi apa saja yang ada, siapa tahu ada yang tidak kamu kenal dan memberatkan proses laptopmu. Setelah selesai, kamu akan diingatkan untuk me-restart laptopmu.

9. Mengupgrade RAM bukanlah hal yang terlampau mahal, namun bisa meningkatkan kemampuan multitasking laptopmu secara signifikan.

Pastikan kamu memilih yang berkualitas ya

Beberapa vendor laptop masih suka iseng dengan membekali RAM (Random Access Memory) laptop dengan ukuran kecil, yakni hanya 2 GB. Memang kalau kamu tipe yang hanya mengetik saja tanpa melakukan apapun, itu sudah cukup, kecuali kamu tipe orang yang suka mengetik, menyetel lagu, sambil berselancar di dunia maya dan mendownload sekaligus, ada baiknya kamu segera menggantinya dengan yang 4GB, atau jika keperluanmu lebih berat lagi macam rendering atau video editing, ram 8GB adalah wajib bin kudu.

10. Masih kurang cepat juga? Rogoh kocekmu lebih dalam, dan tebuslah SSD. Dijamin laptopmu bakal melesat lebih cepat.

SSD, kecil-kecil cabe rawit

Cara paling simpel untuk bikin laptopmu melesat maju, paling kelihatan efeknya, dan sekaligus paling mahal, adalah mengganti hardisk drive laptopmu dengan SSD. SSD itu apa sih? SSD itu ibaratnya flashdisk yang ukurannya gede, yang akan menggantikan fungsi dari HDD alias Hardisk Drive milikmu. Bedanya, adalah SSD sudah menggunakan chip untuk penyimpanan data, sedangkan HDD masih menggunakan piringan. Otomatis, akses data SSD jauh lebih ngebut karena tidak harus memutar piringan dahulu, simpelnya sih gitu.

Untuk soal harga, SSD 120GB bisa ditebus dengan harga 800-900 ribuan, dan yang berukuran 256GB seharga 1.5 juta. Memang mahal sih, tapi kalau untuk performa, bisa dipertimbangkan ulang kan? HDD lawas mu tentu bisa kamu jual ketengan untuk membantu nambah-nambah budget beli SSD.

Urusan teknologi memang kian hari kian canggih, tapi bukan menjadi alasan untuk meninggalkan sobat perangmu yang senantiasa menemanimu berjuang meraih mimpi, walau kini ia usang dan kurang bertenaga. Modifikasi sederhana, bisa membuatnya kembali seperti sediakala. Yang kamu perlukan hanya uang dan sedikit waktu luang saja. Sudahkah kamu mencobanya?

sumber

Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: