Beranda > revo > Tanpa Perlu Meminjam Ke Bank 8 Cara Ini Bisa Memberimu Modal Usaha yang Dibutuhkan

Tanpa Perlu Meminjam Ke Bank 8 Cara Ini Bisa Memberimu Modal Usaha yang Dibutuhkan

Saat ini, memiliki bisnis pribadi sudah bukan lagi menjadi hal asing. Bahkan, banyak anak muda mengharapkan bisa memiliki bisnis mereka sendiri. Harapan agar tidak perlu lagi bekerja di kantor dari pagi sampai malam dan menunggu gaji turun setiap bulannya, membuatmu menjadi bos di pekerjaanmu sendiri. Kurang nikmat apa lagi?

Sayangnya, mimpi untuk memiliki bisnis sendiri seringkali berhenti karena tidak ada modal untuk mewujudkannya. Keterbatasan modal kerap membuat calon pengusaha patah arang sebelum waktunya. Padahal sebenarnya, ada banyak sekali cara untuk mendapatkan modal yang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot mengajukan pinjaman ke bank, ini nih 8 upaya yang bisa kamu lakukan demi memndapatkan modal.

 

 

1. Untuk modal usaha awal sebenarnya kamu bisa sedikit berhemat dan menyisihkan uang tabungan

Sisihkan sebagian gajimu untuk tabungan modal

Salah satu sumber termudah untuk mendapatkan modal usaha adalah dari kocek pribadimu sendiri. Tidak hanya mudah, menggunakan uang tabungan pribadi juga memiliki risiko yang minim karena kamu tidak dibebani oleh biaya tambahan atau bunga pinjaman. Jadi, kalau usahamu belum balik modal atau mencapai keuntungan besar, kamu tidak perlu kebingungan mencari cara untuk membayar biaya tambahan tersebut.

Mengumpulkan modal dari kocek pribadi ini tidak sulit, kok. Kamu bisa memulainya dari menyisihkan sedikit biaya hidup atau gajimu, kemudian masukkan ke dalam tabungan khusus untuk usahamu kelak. Misalnya:

  • Gajimu selama 1 bulan adalah Rp 3.000.000
  • Modal yang kamu butuhkan adalah sejumlah Rp 20.000.000
  • Kamu mencoba untuk menyisihkan Rp 1.000.000 per bulannya

Dalam kurang dari 2 tahun, kamu sudah bisa mengumpulkan seluruh modal yang kamu butuhkan. Lumayan, ‘kan? Ya, memang sih selama 20 bulan terakhir hidupmu harus lebih sederhana karena sebagian gaji telah disimpan untuk modal. Tapi saat nanti usahamu mulai berjaya, usaha kerasmu dulu akan terbayar dengan sempurna.

 

 

2. Aset dan barang berharga yang sudah jarang digunakan, bisa kamu jual untuk modal tambahan

Jual barang-barang berhargamu yang sudah jarang dipakai

Untuk bisa mewujudkan usaha impian, pastinya banyak yang perlu untuk kamu korbankan. Tidak cuma biaya hidup dan gaji bulananmu saja, beberapa aset dan barang berharga yang kamu miliki juga sudah mulai harus direlakan untuk “pergi” sementara.

Coba lihat lagi seisi rumahmu dan buatlah daftar barang apa saja yang kamu miliki. Misalnya, barang-barang yang kamu miliki adalah:

  • motor
  • televisi
  • gadget (handphone, laptop, dan kamera) seri lama
  • mesin cuci
  • baju, tas, dan sepatu jarang dipakai.

Dari kelima jenis barang itu, kamu perhitungkan baik-baik barang mana saja yang sudah tidak lagi atau jarang dipakai dan memiliki nilai jual tinggi. Kamu bisa menjual gadget seri lamamu dan berbagai jenis pakaian, tas, serta sepatu lewat garage sale. Mesin cuci pun juga bisa kamu jual dan mulai membiasakan diri mencuci dengan tanganmu sendiri. Dengan begitu, kamu pun bisa mendapat tambahan modal yang cukup lumayan untuk memulai bisnismu.

 

 

3. Masih belum rela menjual barang-barang pribadimu? Simpan saja dulu di lembaga pegadaian

Menggadaikan barang, dana cepat pun didapat

Memang sih, menjual barang yang telah dimiliki sekian lama itu rasanya berat sekali. Apalagi kalau dibelinya dari hasil keringat dan jerih payah sendiri. Nah, kalau kamu memang merasa demikian, barang-barang pribadi yang berharga itu tidak perlu kamu jual, kok. Kamu cukup “menyimpan” sementara barang-barang tersebut di lembaga-lembaga pegadaian.

Menggadaikan barang-barang ini cukup aman, kok. Prosesnya cepat, bunganya relatif lebih kecil dibandingkan dengan bank, dan kamu bisa mengatur cashflow-mu sendiri supaya bisa menebus barang yang kamu gadaikan. Kalau memang dalam jangka waktu yang ditentukan kamu belum bisa membayar, kamu bisa memperpajangnya dengan mudah. Enak, ‘kan?

Oh iya, supaya proses pencairan dana modalmu lebih cepat, kamu perlu mempersiapkan dan membawa kelengkapan surat beserta bukti pembelian barang yang akan kamu gadaikan. Jangan lupa, ya!

 

 

4. Dapat modal hanya dengan laptop dan internet? Bisa kok lewat situs-situs crowdfunding!

Semakin menarik idemu, semakin banyak yang menjadi sponsormu

Mengumpulkan modal tidak melulu harus kerja keras dan mengorbankan banyak hal. Ada cara mudah untuk mendapatkan modal, bahkan hanya bermodal laptop dan internet saja, yaitu crowdfunding. Sistem yang dimiliki oleh crowdfunding ini sebenarnya hampir serupa dengan sponsorship. Kamu menawarkan jenis usahamu lewat sebuah situs, lalu para pengunjung yang tertarik dan berminat untuk menjadi sponsor akan menyumbangkan uangnya lewat situs tersebut. Dan sebagai gantinya, kamu akan memberikan reward kepada para sponsor dalam berbagai bentuk, sesuai dengan yang kamu jelaskan di situs tersebut.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak situs crowdfunding yang bisa kamu manfaatkan, seperti Crowdtivate, KitaBisa, dan Wujudkan. Keuntungan yang kamu bisa dapatkan dari mencari modal dengan crowdfunding ini adalah hemat waktu dan biaya. Kamu hanya perlu membuat konsep yang apik dan menarik, serta aktif mempublikasikan link proyekmu tersebut supaya banyak orang yang mengunjungi, tertarik, dan akhirnya memberikan modal. Namun, jadikan crowdfunding ini sebagai sumber modal tambahan saja. Karena bisa saja nominal yang kamu harapkan tidak sesuai dengan yang kamu dapatkan.

 

 

5. Kamu dan teman juga bisa bekerja sama mendirikan usaha.  Modal pun semakin ringan karena ditanggung bersama

Bikin usaha bersama, modal bisa dibagi dua

Kalau memang ada teman atau kerabat yang memiliki keinginan untuk berusaha di bidang yang sama, mengapa tidak kamu manfaatkan saja kesempatan ini untuk bekerja sama? Sudah modal bisa ditanggung berdua, saat ada masalah juga bisa dipikul secara bersama. Jadi, tanggunganmu tidak berat-berat banget, deh.

Walaupun kerja sama ini memberikan banyak kemudahan, masih ada beberapa hal yang perlu kamu waspadai. Mulai dari komunikasi di antara kalian, perbedaan pendapat, sampai perhitungan keuntungan. Untuk mengantisipasi hal itu, kamu harus ketahui betul siapa partner kerja samamu. Cari tahu latar belakangnya dengan lengkap, hingga sifat buruk dan bagaimana cara mengatasinya. Selain itu, ketahui juga keahlian masing-masing sehingga sudah jelas pembagian peran kalian dalam usaha ini.

 

 

6. Tidak ada salahnya meminjam dana dari sahabat atau keluarga. Merekalah investormu yang paling setia

Presentasikan rencana usahamu

Sudah menabung tapi uangmu belum cukup untuk menutupi modal usaha? Tenang. Coba deh mengusulkan niat usahamu ini kepada keluarga atau sahabat terdekat. Siapa tahu dengan melihat kesungguhanmu, mereka bersedia meminjamkan sedikit uangnya untuk membantu.

Sahabat dan keluarga memang orang terdekat di hidupmu. Mereka pasti dengan senang hati akan membantu. Tapi, jangan langsung “menodong” begitu saja dan meminta uang modal. Kamu perlu untuk membuat proposal supaya mereka tahu bagaimana rencana dan prospek bisnismu ke depannya. Buat proposal dengan sebaik dan serinci mungkin. Dengan begitu, mereka pasti akan semakin yakin.

Kalau bisnismu sudah berhasil kelak, jangan lupa ya untuk mengembalikan modal kepada mereka!

 

 

7. Manfaatkan dana hibah perusahaan atau program kreatif mahasiswa. Dana yang dikucurkan lebih dari cukup untuk menopang usahamu

Dana hibah yang dimenangkan sudah lebih dari cukup untuk mewujudkan bisnismu

Saat ini, sudah semakin banyak perusahaan yang memberikan dana hibah sebagai bentuk corporate social responsibility atau CSR. Perusahaan-perusahaan ini, baik BUMN maupun swasta, sudah memiliki anggaran dana sendiri untuk membantu perekonomian masyarakat dan badan-badan usaha mikro. Biasanya, dana hibah ini diberikan melalui kompetisi yang kreatif dan juga inovatif. Jumlahnya terbilang cukup besar, jadi tidak ada salahnya kamu mengasah kemampuan dan keberuntungan lewat program ini.

Di sisi lain, tidak hanya BUMN dan perusahaan swasta saja lho yang berbaik hati menghibahkan sebagian dana perusahaannya. Berbagai universitas di Indonesia juga sudah mulai memiliki kompetisi serupa yang mengasah kreativitas dan inovasi dari mahasiswanya. Nominal yang dihibahkan memang tidak sebesar yang diberikan perusahaan, tapi lumayan banget kok untuk modal pertamamu.

 

 

8. Rajin-rajin datang ke seminar, supaya bisa mendapat investor dengan sokongan dana yang cukup besar

Rajin-rajin ikut seminar supaya bisa bertemu investor yang tepat

Mau dapat sokongan dana dalam jumlah yang besar? Cari investor saja! Memang sih mendapatkan dananya butuh perjuangan yang tidak mudah. Investor itu sangat jeli dalam mempertimbangkan untung dan ruginya. Kalau mereka melihat bisnismu tidak punya prospek yang menjanjikan, jangan harap deh bisa dapat bantuan modal. Jadi, penting bagi kamu untuk menyusun proposal usaha dengan sangat baik dan terperinci.

Lalu dari mana bisa menemukan para investor itu? Rajin-rajinlah kamu mengikuti seminar atau workshop kewirausahaan. Di situ kamu nggak hanya bisa bertemu dengan pembicara-pembicara hebat, tetapi juga berkenalan dengan sesama wirausahawan. Jalinlah obrolan yang mengalir, sambil sesekali membahas mengenai usaha masing-masing. Siapa tahu salah satu dari wirausahawan di situ adalah calon investormu kelak.

 

Itulah 8 sumber modal usaha yang bisa kamu dapat tanpa perlu harus berhutang pada bank. Namun, pada dasarnya, bisnismu akan berhasil kalau kamu memiliki perencanaan yang baik dan matang.

Dengan perencanaan yang baik, pasti banyak kok pihak yang akan meminjamkan dananya dan kamu pun akan lebih cepat untuk balik modal.

Artikel ini terinspirasi dari laman Startups UK Artikel asilinya bisa dilihat disini.

sumber

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: