Arsip

Archive for 12 Maret 2015

Hidup Tak Bisa Hanya Dijalani Tanpa Rencana. Punya Target Itu Wajib Hukumnya

Semua orang pasti memiliki mimpi, harapan dan cita-citanya sendiri. Mereka melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Namun tak sedikit pula orang yang tak punya mimpi atau cita-cita. Atau punya cita-cita, namun tak berusaha mewujudkannya, dan membiarkan hal tersebut hanya terserak menjadi pikiran-pikiran indah di dalam kepala.

Padahal bukankah hidup tanpa target dan tujuan itu tak lebih dari sebuah perjalanan sepi yang tidak menghasilkan apa-apa? Jika sampai hari ini target dan tujuanmu masih belum jelas tergambar, ada baiknya ia mulai kamu pikirkan.

 

 

Menetapkan target berarti membuka kompas penunjuk jalan bagi diri sendiri. Perlahan tapi pasti, perjuangan meraih mimpi akan lebih jelas dilalui

Menjadi orang yang lebih baik

Sekarang kamu boleh bermimpi apa saja, menjadi apa saja, tapi kalau tak bertindak untuk mewujudkannya, bagaimana mungkin kamu akan sampai ke sana? Target membuatmu memiliki tujuan yang jelas kemana harus melangkahkan kaki. Tanpa sadar target ini pula yang akan memastikanmu tidak salah arah dalam perjalanan menuju destinasi.

Sebagai contoh, kamu memiliki target agar bisa lulus tepat waktu, maka kamu harus berusaha bagaimana agar target tersebut dapat dicapai. Target lulus tepat waktu akan membuatmu belajar lebih giat, mengurangi terlalu banyak kegiatan yang tak penting-keluyuran sampai malam misalnya- dan rajin kuliah serta rajin bertemu dosen pemimbing.

Tanpa ada target yang terpancang di dahi keinginan besar itu hanya akan jadi mimpi. Tidak pernah terealisasi. 

 

 

Tanpa target yang kamu yakini, zona nyaman itu akan terus melingkupi. Mencanangkan tujuan pasti adalah cara terbaik untuk mengalahkan diri sendiri

Ingin melakukan lebih

“Kalau ada yang ingin kamu gapai dalam hidup ini. Kamu harus mengejarnya. Tak ada seorangpun yang bisa menghentikanmu kecuali dirimu sendiri”

-Kobe Bryant-

Dalam mengejar target, kamu akan sering mendapati dirimu sendiri berbicara dengan orang-orang baru, mempelajari hal-hal baru, dan memacu diri untuk berbuat lebih baik. Perlahan, demi tercapainya target yang jadi impian kamu pun rela keluar dari zona nyaman yang selama ini melingkupimu.

Memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman adalah cara yang bagus untuk terus tumbuh. Alih-alih menjadi katak dalam tempurung, kamu akan mendapati dirimu seperti layaknya seekor burung yang terbang bebas di angkasa nan luas.

 

 

Tercapainya target juga bisa melejitkan rasa percaya diri. Bayangkan betapa bangganya dirimu saat tahu bahwa mimpi-mimpi itu bisa kau wujudkan sendiri

Percaya diri

Apakah targetmu adalah membuat perubahan dalam hidupmu sendiri? Atau apakah targetmu membuat perubahan pada orang lain dan menjadikan dunia lebih baik? Saat kamu ingin memperbaiki dirimu sendiri dan orang lain. Penentuan target akan membantumu mencapai apa yang sudah kamu tentukan- selangkah demi selangkah. Kamu akan terkejut ketika mendapati dirimu melakukan perubahan dan membuat perbedaan yang berarti.

 

Jika kamu memiliki target dan kamu mampu mencapainya, kamu membuktikan pada dirimu sendiri dan orang lain bahwa kamu bisa. Kamu tahu langkah apa yang seharusnya dilakukan. Selain itu, pencapaian target juga akan membuat dirimu jauh lebih kuat, dan membuatmu merasa nyaman dengan dirimu sendiri.

 

 

Target membuatmu bergerak maju. Ia bisa jadi alasan yang membuatmu rela merelakan seluruh energimu

Memaknai arti hidup sesungguhnya

Target akan menunjukkan kepadamu tentang apa yang kamu percayai dan kamu hargai. Dengan target serta tujuan yang jelas akan memberimu rasa sadar arah, karena kamu telah memiliki navigasi yang melekat pada dirimu. Kamu akan memanfaatkan waktumu sebaik mungkin, dan kamu tak akan menghabiskan hidupmu dalam kebosanan.

Target menjadikanmu bergerak maju. Jauh lebih baik daripada hanya duduk diam atau melangkah tanpa tujuan yang jelas. Momen ini adalah pelejit energi yang luar biasa, kamu akan merasa lebih positif.

 

 

Dengan target di tangan akan kau sadari bahwa dirimu ternyata bisa diandalkan. Semua pencapaian bisa tercapai tangan, selama benar-benar diperjuangkan

Percaya diri dan melakukan segalanya sendiri

Kamu akan lebih mandiri dalam menjalani kehidupanmu. Kamu tak akan bergantung pada orang lain untuk mewujudkan mimpi-mimpimu, sehingga kamu-pun tak perlu menggantungkan dirimu pada orang lain. Hal itu terjadi karena kamu bertanggungjawab atas kehidupanmu snediri. Bukan orangtuamu, bukan keluargamu, dan bukan teman-temanmu.

 

 

Layaknya kepingan-kepingan puzzle, mimpimu yang begitu besar akan tersusun menjadi sebuah kenyataan. Dengan target sebagai papan dart tujuan

Keberhasilanmu yang besar merupakan perwujudan dari kepingan-kepingan tindakan kecil

Hal-hal yang tadinya mustahil untuk kamu lakukan, dapat diwujudkan dengan memiliki target yang jelas. Mimpi-mimpi dan cita-citamu yang begitu besar akan terpecah menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dijangkau serta mudah dilaksanakan. Dengan begitu, hal-hal yang tadinya berat akan terasa ringan dan jauh menjadi lebih praktis. Seperti layaknya puzzle, mimpimu yang besar akan tersusun dari potongan-potongan kecil, kamu akan mewujudkan mimpimu dengan langkah-langkah kecil sehingga nantinya dapat terbentuk menjadi sebiah gambar besar yang menawan.

 

 

Target yang sama juga bisa membuatmu bekerja lebih keras lagi. Satu mimpi sudah terlunasi — kini saatnya mengejar impian lain yang masih terbayang dalam mimpi

Terpacu untuk melakukan hal lain

Sebuah target yang tercapai akan memberimu sebuah perasaan puas yang tak terkira dalam hati. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa mereka yang menentukan dan mencapai target memiliki kinerja yang lebih mantap, lebih puas dengan diri mereka sendiri, dan lebih berprestasi. Kamu akan lebih terpacu untuk mengerjakan sesuatu yang lebih besar dan lebih menantang.

 

Jadi, sudahkah hari ini kamu menentukan target apa yang akan kamu capai?

sumber

Kategori:revo

Sebelum Menyatakan Muak dengan Kantor dan Mengundurkan Diri

Alangkah menyenangkannya bisa bekerja di tempat yang mampu memberikanmu posisi tinggi, gaji besar, tanggung jawab yang sesuai ekspektasi, waktu fleksibel, dan kawan-kawan yang asyik. Tapi mungkin pekerjaan yang seperti itu hanya ada di kepalamu. Di dunia nyata, tentu tak ada pekerjaan yang sempurna.

Berbagai permasalahan di tempat kerja yang sekarang pun membuat berpikir untuk mengundurkan diri. Kamu sudah membayangkan kebebasan yang akan didapat setelah resmi keluar dari kantor itu. Di manapun kamu akan bekerja nantinya, kamu yakin akan bertemu gaji yang lebih baik, bos yang lebih bersahabat, atau setidaknya teman-teman kantor yang mendukung.

Sebentar, apakah kamu yakin bahwa mengundurkan diri memang jawaban dari keresahan profesionalmu selama ini. Kesalahan terbesar para fresh graduate adalahasal-asalan dalam memilih pekerjaan. Kalau memang kantormu yang sekarang bukan tempat yang ideal untuk berkembang, pastikan kamu tak asal-asalan pindah tempat kerja. Sebelum kamu benar-benar menulis surat pengunduran diri, ajukan pertanyaan-pertanyaan ini dulu pada dirimu sendiri!

 

1. Kantor yang baik memperhatikan kualitas karyawannya. Selama bekerja di tempat yang sekarang, skill apa saja yang sudah kamu kembangkan?

Skill kamu harus bertambah dari waktu ke waktu.

Cobalah kamu pikirkan! Apa saja sih yang selama ini sudah kamu lakukan di kantormu? Tugas apa saja sih yang telah bos delegasikan padamu? Cobalah pula merenungkan hasil dan pengalaman apa saja yang telah kamu dapatkan situ.

Seharusnya, kantor yang baik akan mengizinkanmu untuk menimba bukan hanya ilmu, namun juga skill. Jadi, skill apa selama ini yang telah sukses kamu kembangkan? Misalnya, skill untuk analisis pasar, olah data, komunikasi, kerja tim, leadership.

Skill apa juga yang belum bisa sepenuhnya kamu asah di kantormu sekarang? Lalu, bagaimana dengan kantor barumu nanti, apakah bisa lebih baik dari kantormu yang sekarang dalam mengasah skill-skill ini? Apakah job desc kamu hanya terdiri dari rutinitas yang terlalu familiar, atau penuh kejutan-kejutan baru? Cobalah kamu cari tahu dengan menanyakannya sewaktu tes tertulis atau interview, maupun lewat kenalan yang bekerja di sana. Kamu tak mau dong pindah ke kantor yang ternyata sama buruknya dalam mengembangkan skill-mu.

 

 

2. Passion memang penting, tapi gaji pun perihal genting. Apakah cicilan masih aman jika kamu keluar dari kantor yang sekarang?

Apakah kamu masih bisa menabung?

Ambillah selembar kertas dan daftarkan apa saja yang harus kamu lunasi! KPR, mobil, motor, handphone, laptop, perhiasan? Lalu, berapa saja sih yang setiap bulannya harus kamu sisihkan untuk dapat melunasi semua itu dalam jangka waktu tertentu? Yakinkah untuk melunasinya apabila kamu terburu-buru resign?

Mungkin sekarang kamu tak lagi merasa berminat pada pekerjaan ini. Mungkin kantor baru menjanjikan wahana yang bisa membuatmu menyalurkan passion-mu. Namun pekerjaan tak hanya soal passion saja. Kamu sendiri yang akan kelimpungan ketika cicilan-cicilan yang sudah terlanjur kamu ambil jadi tak bisa kamu lunasi, ketika pekerjaan barumu tak menawarkan imbalan finansial sebesar atau semapan pekerjaan sekarang. Daripada kelimpungan, bukankah lebih baik menunggu sampai waktu yang tepat datang?

 

 

3. Manajemen yang baik akan membuat suasana kerja menyenangkan. Apakah calon bosmu bisa kamu jadikan teladan?

Bagaimana bosmu?

Bos kamu yang sekarang ini adalah tipikal orang yang galak, sewenang-wenang membuat kebijakan, dan tidak mau tahu kondisi lapangan? Kamu sudah tidak tahan dengan semprotannya dan ingin resign? Lalu, bagaimana jika di kantor yang baru ternyata sama saja? Masih yakin kamu mau pindah? Alangkah baiknya kamu pastikan dahulu. Jangan ragu bertegur sapa dan ngobrol santai dengan satpam atau customer service calon kantor barumu. Dari merekalah kamu bisa sedikit-sedikit kepo tentang calon atasanmu yang baru.

 

 

4. Gaji lebih besar sama saja jika tanggung jawabnya lebih menyita waktu dari yang kamu kira. Jadi, apakah gaji kantor barumu adil?

Capek begini, dapetnya segitu?

Job desc kamu nantinya pergi ke lapangan untuk penawaran, cari narasumber, review kontrak, deal MOU, bla bla bla…”

“Oke Pak. Kalau boleh tahu, gajinya berapa Pak?”

“Hmm… Rp. 1.000.000,00.”

“… Oh. Hehe.”

Gak mau ‘kan nasib kamu seperti kutipan tadi? Apa jadinya jika pekerjaan kamu overload dan gajimu tak sesuai dengan job desc? Kalau nantinya kamu jatuh sakit karena overload pekerjaan, gajimu bisa-bisa juga tak mencukupi untuk berobat. Kalau sudah begitu, apakah kamu bisa berbangga diri dengan pilihanmu? Bagaimanapun juga, gaji merupakan penghargaan atas jerih-payah yang kamu lakukan. Elemen ini merupakan elemen utama yang tetap harus kamu perhatikan.

 

 

5. Memang tak semua tempat kerja menawarkan gaji cemerlang. Tapi, pastikan setidaknya kamu punya teman kantor yang nyaman

Suasana pernikahan yang erat

Lihatlah teman-teman di sekitarmu! Pernah gak kamu menemui teman kamu yang sederhana-sederhana aja? Tapi, kok dia betah sih sama kantornya yang dari zaman lulus kuliah itu?

Usut-usut punya usut, rekan sekantornya pun demikian. Ternyata, lingkungan dan kebersamaan karyawan dalam kantor itulah yang membuatnya enggan beranjak ke perusahaan lain. Bagi kawanmu dan rekan sekantornya, kebersamaan itulah yang menggenapi kecilnya gaji mereka. Buat apa bergaji besar, jika nantinya kamu tak bahagia? Waktu untuk keluarga tak ada, refreshing pun tak pernah?

Nah, bagaimana dengan kamu?

 

 

6. Tak hanya cicilan yang harus kamu pikirkan. Tabungan kamu yang sekarang, mau direncanakan seperti apa nantinya?

Jadi?

Bila kamu berencana mulai menata masa depan, mau diapakan tabungan kamu? Ingin membuat rumah, menikah, membuat yayasan, investasi, atau menekuni bisnis baru? Alangkah baiknya kamu bisa memilih kantor baru yang bisa memberikan sedikit keleluasaan (khususnya waktu) untuk hal itu. Di samping itu, pastikan juga agar tabungan masa depanmu itu tidak terpakai selama peralihan kamu ke kantor baru.

 

 

7. Jangan mengorbankan masa depanmu demi impuls yang mungkin saja sementara waktu. Apakah pekerjaan barumu nanti memang bisa membantu masa depanmu?

Masa depanmu lho, Mbak...

Mimpi apa sih yang kamu bayangkan ketika telah bekerja di kantor barumu nanti? Jadi bos, dapat mobil dinas, tiap pekan kunjungan ke daerah (sekalian traveling)? Atau sudah bisa bangun rumah sendiri atas gajinya setelah setahun bekerja di sana? Hm, yakinkah kamu bahwa calon pekerjaan barumu itu bisa memudahkanmu memiliki itu semua?

Sebelum terlalu jauh bermimpi, sebaiknya tak usah bermuluk-muluk dulu. Bila memang kamu menginginkan itu semua, kamu juga harus melalui proses dan meningkatkan kualitas kinerjamu. Jika dan hanya jika memang itu bisa diwujudkan di kantormu sekarang, apakah perlu kamu berburu-buru resign?

 

Dari poin-poin tersebut, apakah kamu sudah mendapat gambaran tentang kerjamu ke depan? Alangkah baiknya jika kamu memikirkan ide pengunduran dirimu dengan matang. Tapi tentu, pada akhirnya semua kembali kepada pilihanmu. Semoga pilihanmu tak salah, ya.

sumber

Kategori:revo Tag:, , , ,

7 Pemikiran Soal Uang yang Membedakan Mereka yang Kaya dan Dia yang Akan Biasa Saja Selamanya

12 Maret 2015 1 komentar

Siapa sih yang tidak ingin seperti Donald Trump, Aburizal Bakrie, atau Paman Gober? #eh. Selama ini, mereka dikenal sebagai jajaran orang-orang yang sukses dan kaya. Jaringan bisnis mereka begitu banyak dan tersebar di seluruh negeri. Fasilitas mewah juga tak jadi soal karenanya.

Tapi tahukah kamu? Meski mereka sudah kaya, lantas mereka tak serampangan dalam memandang uang. Ada hal-hal yang mereka pegang teguh agar mereka juga tetap bisa kaya hingga akhir hidupnya. Mau tahu? Poin-poin berikut menjadi rangkumannya.

 

 

1. Orang kaya selalu tahu ke mana larinya uang mereka. Sementara mereka yang biasa saja justru tak pernah tahu muaranya

 

Mereka selalu tahu uangnya lari ke mana

Meskipun nominal uang dalam tabungan sudah bukan lagi jadi hal yang harus dikhawatirkan, orang kaya tetap berhati-hati dalam urusan pengeluaran. Mereka selalu cermat memperhitungkan berapa banyak jumlah pengeluaran serta berapa banyak uang yang harus masuk dalam rekening simpanan.

Jika kamu bertanya pada mereka berapa jumlah pengeluaran yang mereka alokasikan, serta berapa persen pendapatan yang masuk ke kantung simpanan atau investasi maka jawaban yang jelas pasti bisa kamu temui. Berbeda dengan mereka yang hanya akan berhenti pada level “biasa-biasa saja”, jangankan tahu presentase simpanan dan pengeluaran. Uangnya habis ke mana saja gagal terlacak.

 

 

2. Mereka yang selamanya akan di level “biasa saja” memandang hutang sebagai hal yang lumrah. Bagi orang kaya hutang justru membuat gerah

Duh, kenapa kamu telepon lagi? Kita kan udah lunas!

Buat orang kaya, hutang seperti hantu. Bahkan lebih seram dari hantu: MANTAN PACAR! Sebagaimana mantan pacar pada umumnya, orang kaya tidak akan mau dibayang-bayangi oleh kenangan-kenangan buruk akan masa lalu. Meski pada faktanya, ada juga hal-hal indahnya.

Hutang bagi mereka yang punya apa yang dibutuhkan untuk menjadi kaya hanya akan dilakukan dalam kondisi tertentu. Demi mengembangkan usaha atau demi pengembangan diri jangka panjang, contohnya. Mereka tidak akan pernah berhutang hanya untuk kebutuhan konsumtif macam membeli gawai terbaru atau belanja impulsif saat musim sale.

Sementara mereka yang biasa saja justru memandang hutang sebagai sesuatu yang wajar dilakoni. Mereka tidak cukup kritis memperhitungkan bagaimana hutang bisa membawa konsekuensi panjang bagi kehidupan fiannsialnya. Asal ada aliran uang segar masuk ke rekening kemudian habis perkara. Mereka memilih menutup mata pada risiko tingginya bunga dan mencekiknya cicilan yang harus dibayar nantinya.

 

 

3. Masa depan finansial dipersiapkan jauh-jauh hari oleh mereka yang kaya. Di lain sisi mereka yang biasa saja justru hidup selow sembari bilang, “Ah, jalani saja…”

Dream21

“Dek, jangan buang-buang yang gak perlu ya! Gak usah belanja yang mahal-mahal. Mending uangnya kamu tabung buat nanti beli rumah.”

Pernah menerima nasehat serupa dari orang tuamu? Pada faktanya, nasehat dari orang tuamu itu bukanlah isapan jempol belaka. Orang kaya dan sukses pun melakukan itu. Mereka memiliki rumah mewah, mobil, dan tas berharga milyaran karena telah melalui proses prihatin di masa muda.

Bagi mereka yang kaya segala yang dimiliki adalah hasil kerja keras dan perencanaan yang sudah dilakukan jauh-jauh hari. Tidak ada hal yang bisa muncul tanpa melewati pengorbanan yang meninggalkan perih di hati. Mereka rela menunggu lebih lama untuk bisa tampak semapan kawan-kawan seangkatan, bujet membeli gawai terbaru dan mobil mentereng direlakan untuk menambah modal usaha.

Berbeda dengan mereka yang biasa saja. Boro-boro mempersiapkan masa depan dari jauh-jauh hari. Bagi mereka hidup hanyalah soal mencukupi kebutuhan hari ini dan bersenang-senang dengan apa yang dimiliki. Kalau sudah begini, masih bingung kenapa kemapanan itu tak kunjung juga mendatangi?

 

 

 4. Mereka yang biasa saja akan jumawa setelah berhasil di satu bidang saja. Padahal bagi orang kaya satu keberhasilan bisa dikembangkan ke kesuksesan lainnya

 

Punya lebih dari satu pendapatan akan berusaha dilakukan

Orang kaya dan sukses pada umumnya memiliki bisnis sampingan. Selain membuat saldo bank semakin banyak, kesibukan kita dalam mengurus bisnis sampingan akan menghindarkan kebiasaan suka belanja. Bukankah ini ide yang bagus?

Sementara mereka yang akan berhenti di level biasa-biasa saja justru cepat merasa bangga ketika keberhasilan di satu bidang sudah teraih tangan. Selepas sukses di satu bidang mereka akan berleha-leha, merasa sudah bisa menaklukkan dunia.

 

 

5. Mereka yang biasa saja merasa bisa mengendalikan segalanya. Sementara orang kaya justru tidak keberatan mengakui jika butuh bantuan dalam mengendalikan keuangan mereka

AA032300

Ketika orang kaya sibuk menangani bisnisnya, apakah mereka sempat menilik riwayat finansialnya? Kalau tidak, siapakah yang menjadi tameng mereka dalam mengatur keuangannya?

Orang kaya tidaklah takut mempercayakan keuangannya pada orang yang bisa dipercaya. Mereka bisa saja meminta ibunya, saudaranya, atau pasangannya untuk mengatur jalannya uang yang keluar masuk. Seandainya tidak ada orang terdekat yang sanggup, mereka tidak segan-segan mencari sumber daya manusia untuk dipekerjakan. Bahkan perencana keuangan dapat mereka sambangi untuk keperluan berkonsultasi.

 

 

6. Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan orang kaya selalu memiliki tujuan. Bagi orang yang biasa-biasa saja tujuan cukup hanya ada di awang-awang

800x600x1.b-Tips-Bangun-Rumah-Baru-untuk-Keluarga.jpg.pagespeed.ic.neLW_9d27X

800x600x1.b-Tips-Bangun-Rumah-Baru-untuk-Keluarga.jpg.pagespeed.ic.neLW_9d27X

“Sayang, nanti kalau proyek kamu sukses, uangnya mau kamu apain?”

“Uangnya mau aku pakai buat membangun rumah tangga kita, dong!”

“Terus yang buat membangun rumah kita nantinya?”

“Oh, tenang sayang! Itu aku ambil dari gaji selama jadi marketing 5 tahun.”

Orang kaya membiasakan dirinya untuk tahu tujuan dari pekerjaan dan uang yang didapatkan karena kerjanya. Mereka tahu, mereka sedang bekerja untuk membiayai pernikahan. Mereka tahu, apakah mereka sedang mencicil KPR dan berusaha melunasinya. Mereka juga mampu memecah tujuannya itu ke dalam teknis yang lebih detail. Misalnya, Rp 800.000,00 untuk biaya hidup. Sisanya lagi untuk mencicil handphone canggih terkini.

 

 

 

7. Ketika orang kaya tahu cara menahan diri, mereka yang biasa saja justru mudah terbuai untuk menghamburkan apa yang dimiliki

in-red1750

“Jeng, jeng! Si A habis beli tas baru loh! Katanya brand terbaru dari Paris!”

“Ah, saya mah hemat aja deh! Lumayan kan bisa buat sekolah anak.”

Orang kaya akan paham betul mana yang jadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier mereka. Tentu saja, kebutuhan primer merupakan prioritas yang wajib didahulukan melebihi apapun. Selama kebutuhan primer masih dirasa perlu, mereka akan pikir panjang untuk membeli apa yang tidak perlu. Termasuk godaan barang-barang terkini, yang mana orang lain sudah ramai-ramai memburunya.

 

Pemikiran-pemikiran dari orang kaya tersebut, ada baiknya untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi buat kamu yang masih berusaha mempelajari mengatur keuangan. Siapa tahu kelak kamu akan menjadi Bob Sadino selanjutnya.

Artikel ini terinspirasi dari “10 Ways Rich People Think About Money Differently” karangan oleh Kelsie Fannon. Artikel aslinya dapat kamu lihat di sini. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

sumber

Pasangan Muda, Ini Resep Mujarab Untuk Mengatur Keuangan Rumah Tanggamu Nantinya

Sebelum memutuskan untuk menikah kamu tentu harus mempersiapkan banyak hal, mulai dari persiapan jasmani, rohani, sampai dengan finansial. Memiliki perencanaan keuangan yang matang penting agar rumah tangga bisa berljalan lancar. Nah, mengingat uang adalah isu yang sensitif, kamu dan pasangan perlu merencanakan yang satu ini secara khusus.

Manajemen keuangan keluarga yang baik juga membantu kamu untuk mengatur rencana jangka pendek dan panjang. Ini termasuk kapan kalian berencana membeli rumah, memiliki anak, merencakan tabungan demi kebutuhan buah hati, sampai dengan simpanan hari tua. Semuanya ini harus kamu pikirkan sejak awal pernikahan — atau bahkan sebelum menikah. Nah, pada artikel ini, Hipwee akan membantumu membahas cara mengatur keuangan bagi pasangan muda yang baru atau akan melangsungkan pernikahan. Apa saja sih yang harus kamu perhatikan?

 

1. Sebelum membuat aturan keuangan bersama, bicarakan dulu dengan pasangan yang jadi prioritas masing-masing dalam hal finansial

bicarakan dengan pasangan cara mengatur uang

Kamu dan pasanganmu tentu memiliki banyak perbedaan, termasuk juga soal mengatur keuangan. Sebetulnya perbedaan tersebut tidak menjadi masalah besar jika masing-masing dari kalian paham dan mau berkompromi. Karena itu, penting halnya untuk terbuka.

Misalnya, kamu lebih mengutamakan cicilan KPR lunas 50%-nya dulu sebelum kalian berbicara tentang anak. Namun, dia sudah lebih ingin memiliki anak dan mengajakmu untuk bersiap-siap menabung kebutuhan untuk anak dari sekarang. Nah, di sinilah kalian harus berkompromi, konsepsi finansial mana yang ingin kalian pakai?

Kalian juga harus menentukan rekening siapa yang rencananya dipakai untuk apa. Misal, ada rekening yang kamu kelola yang dipakai untuk membayar kredit mobil, sementara dia mengelola rekening untuk KPR. Masing-masing harus bertanggung jawab supaya kondisi keuangan bersama tetap aman.

Kamu dan pasangan nantinya bisa mengevaluasi kekurangan dan kelebihan setiap konsepsi pengelolaan uang bersama. Setelah dievaluasi barulah kamu dan pasangan dapat memilih, konsepsi siapa yang dirasa paling cocok untuk diterapkan pada sistem keuangan keluarga kalian.

 

 

2. Untuk membantu memonitor arus uang, tunjuk salah satu dari kalian sebagai bendahara keluarga

tunjuk bendahara keluarga

Sama seperti perusahaan, idealnya keluarga juga memiliki satu orang yang dipercaya memegang serta mengatur pengeluaran. Tidak ada aturan yang menyebutkan siapa yang berhak menjadi bendahara karena dalam keluarga hal itu bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Kalau ternyata kamu yang lebih teliti dan lebih bisa mengatur uang, kamu bisa mengajukan dari sebagai manajer keuangan keluarga, entah kamu istri atau suami. Namun jika ternyata pasanganmu yang lebih baik dalam mengatur uang, kamu dapat menyerahkan urusan ini padanya.

Menetapkan sistem satu pintu dalam keuangan keluarga membuat kalian lebih gampang dalam mengatur arus uang yang masuk dan keluar karena ada satu orang yang memiliki tugas untuk mengaturnya. Kalian juga jadi lebih tahu secara pasti berapa jumlah pengeluaran karena ada satu orang yang memegang uang. Dengan sistem satu pintu dapat dikatakan bahwa kalian juga bisa lebih mudah dalam membuat perencanaan karena sistemnya adalah keuangan yang terpusat.

 

 

3. Selanjutnya, tetapkan besaran pengeluaran yang kalian sepakati: baik untuk biaya harian maupun bulanan

tentukan besaran nominal pengeluaran

Setelah menentukan bendahara keluarga, langkah selanjutnya adalah menentukan besarnya nominal pengeluaran harian dan bulanan. Masukkan semua kebutuhan mulai dari uang makan, belanja kebutuhan seperti sabun, deterjen dll, tagihan koran listrik internet, serta semua pengeluaran rutin kalian.

Menghitung segala pengeluaran rutin kalian berguna untuk memonitor berapa besaran penguluaran setiap bulannya. Hitungan ini juga nantinya dapat dimanfaatkan untuk melihat apakah ada pengeluaran yang sebetulnya bisa dipotong untuk menekan pengeluaran. Kelebihan lainnya adalah agar kalian bisa melakukan penyesuaian antara pemasukan dengan pengeluaran yang kalian miliki.

 

 

4. Jika kamu dan pasangan sama-sama bekerja, tentukan gaji siapa untuk membiayai apa

gaji siapa membiayai apa

Jumlah pengeluaran yang dimiliki membutuhkan sumber uang untuk membiayainya. Jika hanya ada satu orang yang bekerja tentunya tugas selanjutnya adalah membagi uang yang dimiliki sesuai dengan nominal pengeluaran yang telah disepakati. Tapi bila kalian sama-sama bekerja tentukan terlebih dahulu gaji siapa yang akan digunakan untuk membiayai pengeluaran apa. Meskipun pada akhirnya ada satu orang yang akan mengatur keuangan tapi bicarakan terlebih dahulu tentang hal tersebut.

Misalnya gajimu akan dipakai untuk membiayai kebutuhan yang sifatnya kecil-kecil seperti uang makan, membeli keperluan rumah, dan membayar tagihan listrik, telepon, dll. Sementara gaji pasangan bisa dimanfaatkan untuk membayar cicilan rumah atau kendaraan jika memang ada. Semuanya itu kamu tentukan bersama pasangan. Diawal pernikahan hal ini mungkin terasa sedikit merepotkan namun tetap harus dilakukan.

Ingat, keberhasilan sebuah keluarga juga dipengaruhi oleh kemampuan memanfaatkan uang yang ada.

 

 

5. Jangan lupa menyisihkan pendapatan untuk tabungan masa depan. Sulit bagi keluarga kalian untuk selamat kalau kondisi finansialnya bobol terus.

jangan lupa menabung

Di awal pernikahan mungkin gajimu dan pasangan tidaklah terlalu besar sehingga jika masih harus menyisihkan untuk tabungan rasanya masih berat. Tapi satu yang perlu kamu ingat jika tidak dibiasakan sejak awal sebesar apapun gaji kalian nantinya tetap saja menabung sulit dilakukan. Jadi meskipun hanya sedikit usahakan untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk ditabung.

Tabungan yang dikumpulkan bisa digunakan untuk berbagai kepentingan seperti: biaya sekolah anak, investasi, sampai dengan pengeluaran tak terduga seperti sakit atau saat tertimpa musibah. Jika tabungan dirasa sulit alihkan penghasilanmu untuk membeli produk asuransi yang juga berguna untuk masa depan kalian. Kamu dan pasangan bisa memilih mulai dari asuransi kesehatan, pendidikan, sampai dengan asuransi hari tua yang kini banyak tersedia.

 

 

6. Mencatat segala pengeluaran memang merepotkan, namun ini bisa membantu kalian memantau ke mana saja uang telah dihabiskan

meskipun ratat usahakan tetap mencatat

Poin yang wajib dilakukan oleh pihak yang terpilih sebagai sebagai bendahara keluarga yaitu mencatat setiap pengeluaran baik yang bersifat rutin atau dadakan. Fungsi pencatatan adalah agar bendahara tahu benar bahwa pengeluaran sudah sesuai dengan kesepakatan. Mencatat hal tersebut pun berguna apabila pasanganmu menanyakan kemana perginya uang jika ada nantinya ternyata gaji kurang dan harus mengambilm dari tabungan.

Catatan ini sifatnya tidak kaku alias bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya saja kalian bisa melakukan pencatatan baik secara mingguan atau bulanan secara umum saja dan tidak terlalu detail. Pada intinya catatan lebih berguna sebagai neraca keuangan keluarga kalian bisa lebih terpantau.

 

 

7. Tentukan batas kelebihan pengeluaran untuk menghindari kehabisan uang sebelum waktunya

tentukan batas maksimal

Meskipun telah menetapkan berapa jumlah pengeluaran harian dan bulanan tentunya ada beberapa kondisi yang membuat kita terkadang harus mengeluarkan uang lebih dari rencana. Maka dari itu guna mengantisipasi hal tersebut, kalian bisa mengeluarkan batas maksimal pengeluaran untuk tiap jenis kebutuhan. Misalnya kalian mengalokasikan biaya telepon sebesar Rp.100.000. Lalu tentukan kelebihan batas toleransi jika ternyata tagihannya lebih menjadi Rp.150.000 – Rp.200.000. Jika melebihi dari batas itu, maka lakukanlah evaluasi: apakah memang kebutuhan kalian sebesar itu atau karena ada pemborosan yang terjadi?

Menentukan batas maksimal ini membuat kamu dan pasangan menjadi tahu aturan keuangan yang terjadi sehingga menghindari aksi saling menyalahkan bila ternyata kekurangan uang terjadi. Selain itu batas pengeluaran ini juga berguna untuk alat kontrol diri jika ingin mengeluarkan lebih dari jumlah yang telah disepakati.

 

 

8. Meskipun kalian sudah punya kesepakatan tentang cara mengatur uang, jangan ragu membuat perubahan jika memang diperlukan

jangan berbuat kaku

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, sekalipun sudah ada kesepakatan yang telah kali buat hal tersebut bukanlah kontrak mati yang selamanya harus begitu. Itu artinya tetap ada kemungkinan perubahan kesepakatan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Misalnya terjadi kenaikan BBM yang akan berpengaruh pada alokasi uang bensin, kamu bisa menyesuaikan hal tersebut sesuai dengan perubahan yang terjadi.

Buatlah senyaman mungkin aturan keuangan keluargamu tentunya kenyamanan ini juga tetap harus terencana ya. Kamu tidak harus bersikap kaku terhadap segala aturan. Hal terpenting dari seni mengatur uang adalah membuatnya segala terencana dengan tetap mengedepankan kenyamanan dan keluarga.

 

 

9. Keterbukaan dan komunikasi dengan baik adalah syarat utama mengatur keuangan keluarga

komunikasi resep utama

Bersikap terbuka serta selalu berusaha membangun komunikasi yang baik dengan pasangan adalah trik utama jika ingin berhasil membangun keuangan keluarga yang baik. Meskipun kalian sudah menerapkan berbagai cara tapi tanpa keterbukaan dan komunikasi tentunya hasilnya bisa kurang maksimal. Maka dari itu kamu harus bisa bersikap terbuka pada pasanganmu tentang hal apapun, termasuk soal keuangan.

Menjadi terbuka berarti mengkomunikasikan pada pasangan barang-barang apa saja yang ingin kalian beli. Misalnya, jika kalian telah bersepakat bahwa semua barang yang harganya di atas Rp. 1.000.000 harus dikomunikasikan dulu pembeliannya pada satu pasangan ke pasangan yang lainnya, maka beritahu dulu suami/istrimu ketika kamu ingin membeli AC baru. Jangan tiba-tiba memasang AC di ruang tamu padahal pasanganmu tidak tahu apa-apa sama sekali tentangnya.

Contoh lain adalah ketika ada anggota keluarga yang sedang butuh dana dan ingin meminjam uangnya ke kamu. Saat pinjaman itu berjumlah signifikan, komunikasikanlah hal itu dulu dengan pasanganmu. Dengan begitu, dia tidak akan kaget ketika mengetahui bahwa ada sekian juta rupiah dari tabungan kalian bersama yang “raib” entah ke mana.

 

Pada dasarnya cara mengatur uang di setiap keluarga akan berbeda tergantung dari kesepakatan awal. Seperti apapun nantinya kamu akan mengaplikasikan hal terpenting adalah usahakan bahwa cara mengatur uangmu tersebut bisa dipertanggung jawabkan dan cara di atas cuma salah satu dari sekian banyak cara mengatur keuangan setelah menikah. Semoga bermanfaat ya!

sumber

%d blogger menyukai ini: