Beranda > revo > Mengintip Hedonisme Dan Kegilaan Kehidupan Malam Para Pelajar Dan Guru Di Seoul

Mengintip Hedonisme Dan Kegilaan Kehidupan Malam Para Pelajar Dan Guru Di Seoul

Hedonisme kehidupan malam di Korea Selatan mendapat perhatian di seluruh dunia. Potret hedonis ini bisa dilihat di Gangnam, Seoul. Di daerah ini bisa dikatakan bahwa aktivitasnya berlangsung selama 24 jam non stop.

 

Namun kehidupan malam di Gangnam lebih unik dibandingkan dengan kehidupan malam kota-kota metropolitan lain di dunia.

 

Dugem di Gangnam

Wanita ini bukan pelajar, mahasiswa atau eksekutif muda. Wanita ini adalah seorang guru yang ikut dugem di klub malam di Gangnam

 

Kegilaan Dugem di Gangnam

Wanita yang mengenakan tanktop ini seorang guru SMA. Nampaknya sudah menjadi rahasia umum kalau guru sekolah yang ikut dugem memalingkan wajahnya ketika di foto

 

Yang membuatnya beda adalah kebanyakan pengunjungnya adalah para pelajar SMA. Dan terkadang juga sering terlihat guru mereka juga. Uniknya, mereka santai saja kala bertemu di tempat dugem. Mereka saling bersikap pura-pura tidak tahu.

 

Kegilaan Dugem di Gangnam

Wanita ini bukan guru atau pelajar, ia merupakan salah satu wanita penghibur yang berkeliaran untuk diajak kencan

 

Kegilaan Kehidupan Malam di Gangnam

Gadis ini adalah pelajar SMA, jelas sekali ia sedang mabuk oleh minuman keras

 

Kejadian guru, yang di Indonesia diharamkan, dugem di klub malam ini bisa dimaklumi karena rata-rata guru SMA di Korea masih berusia muda. Usia mereka rata-rata 30an dan awal 40an tahun, sehingga mereka terlihat enerjik di lantai dansa.

 

Kegilaan dugem di gangnam

Paar pengunjung yang pelajar atau guru amat mudah dibedakan. Para guru wanita yang masih muda tidak pernah mabuk karena mereka sadar dan goyangannya tidak hot seperti para pelajar. Wanita cantik yang seksi ini adalah salah satu guru yang beraksi di lantai dansa

 

Para pelajar dan para guru seolah melupakan status mereka saat di klub malam, khususnya kala akhir pekan. Mereka berdansa dengan gila dan mabuk diiringi musik yang berdentam. Namun yang patut diperhatikan adalah mereka tidak suka memakai narkoba.  Mereka hanya meminum miras dan merokok.

 

Gadis pelajar ini berpose nakal di salah satu klub malam

 

Untuk membedakan mana para guru dan mana para pelajar saat di klub malam bisa dikatakan amat mudah. Para guru tidak pernah mabuk, tariannya kurang hot dan tidak pernah berdandan terlalu seksi.

 

Salah satu aksi gila dan tak pantas di salah satu klub malam di Gangnam: penampilan penari striptease yang membuka seluruh pakaiannya (sensor)

 

Bagaimana degan di Indonesia? Hal yang berlawanan dapat ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Klub-klub malam disini kebanyakan dikunjungi oleh para mahasiswa berduit dan para eksekutif muda. Di Korea, para pekerja kantoran bisa dikatakan tak pernah terlihat mengunjungi klub malam.

 

Salah satu pelajar yang mengunjungi klub malam. Penampilan mereka bisa dikenali dengan goyanagnnya yang gila dan hot, serta berpenampilan seronok dan vulgar seperti ini (umumnya mereka suka memamerkan tali bra-nya)

 

Para mahasiswa juga susah ditemukan di klub malam karena mereka amat serius dengan pendidikannya yang padat dan amat menentukan masa depan mereka. Hal ini bisa dimaklumi karena persaingan mencari pekerjaan di Korea amat ketat dan keras, jadi hal seperti ini adalah buang-buang waktu.

 

Para Pelajar Dugem di Gangnam

Jelas sekalim mereka ini adalah pelajar yang sedang mabuk. Gadis berkaus biru ini melorotkan pakaian kawannya (foto selanjutnya disensor disini demi etika)

 

Kegilaan Dugem di gangnam

Setelah memelorotkan pakaian temannya, gadis berkaus biru ini juga berupaya memelorotkan pakaian temannya yang lain. Sungguh gila! (foto selanjutnya disensor disini demi etika)

 

Begitulah gaya hidup ala Gangnam yang diolok-olok dan disindir oleh Rapper PSY melalui lagu “Gangnam Style” yang mendunia. Walaupun anda dikatakan belum mengunjungi Seoul apabila belum pernah ke Gangnam, namun bagi sebagian kaum muda Korea yang sudah mapan, hal tersebut tak lebih dari sebuah hura-hura yang hedonis, tidak bermakna dan tidak berguna.

(Business Insider, Stomp, Koreaboo)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: