Arsip

Archive for 24 Januari 2015

Kata Cowok: Bagi Kami Cewek Berjilbab Terlihat Lebih Menarik dan Bersahaja, Karena…

Demi menjalankan perintah agama, banyak cewek-cewek memutuskan untuk menutup auratnya dari ujung kepala hingga kaki. Saudari kamu, teman kamu dan bahkan mungkin pacar kamu sudah memutuskan untuk berhijab. Bagi perempuan yang hidup di era modern, berhijab adalah keputusan besar dalam hidupnya. It’s a life changing decision bagi sebagian perempuan.

Namun kamu, para perempuan yang berhijab, tak bergeming, jika hati sudah mantap kewajiban adalah kewajiban. Toh, ketakutan akan dikucilkan dari pergaulan dan diabaikan oleh lawan jenis gak terbukti nyata. Kalau pun ada, kamu mungkin belum aja menemukan orang-orang yang mengapresiasi perempuan-perempuan berhijab, seperti orang-orang ini:

 

 

 1. Perempuan berhijab adalah pribadi yang tidak egois. Mereka membantu kami, para pria, menjaga pandangan secara manis

“Aku suka cewek berjilbab karena dia tahu cara menghargai dirinya sendiri.”

Eka Rizky, 26 tahun.

Memutuskan untuk menutup diri sesuai ajaran agama agar terhidar dari mata yang jelalatan merupakan tindakan yang mulia. Bagaimana tidak? Perempuan berhijab rela berpanas-panasan dalam balutan kain supaya orang lain (terutama cowok) terhindar dari dosa mata. Jika kata ‘dosa’ terdengar begitu berat bagimu camkan ini:staring atau memandang lekat-lekat lawan jenis itu gak sopan. Perempuan berhijab gak ingin kamu bertindak gak sopan, jadi mereka memutuskan untuk lebih dulu sopan di hadapan kamu.

 

 

2. Kecantikan yang nyata tidak perlu diumbar agar bisa dirasa. Justru hijab menyembunyikannya secara bersahaja

Memancarkan kecantikan

“Kalau dipakenya bener, cewek berhijab itu bisa jadi jauh lebih cantik”

Fajar Kurniawan, 24 tahun.

Balutan kain yang tebal tersebut gak bisa menyembunyikan kelembutan, kesolehan dan pesona kecantikan perempuan yang mengenakannya. Di mata sebagian cowok, jilbab dan pakaian yang serba tertutup justru mengamplifikasi pesona seorang perempuan. Dengan warna yang menarik dan style yang makin beragam sekarang, perempuan berhijab seharusnya gak perlu malu dengan apa yang mereka kenakan. Selama pakainya gak aneh-aneh dan terus berpedoman pada norma yang benar, seorang perempuan bisa jadi makin cantik setelah berhijab.

 

 

3. Bagi kami, kamu yang berjilbab adalah wanita yang teguh hati. Perintah agama bagimu tak bisa ditawar lagi

Keteguhan

“Cewek berjilbab itu keren, dia punya tekad kuat untuk menjalankan keyakinannya” 

Aji, 24 tahun.

Selama ini kita selalu mengira perempuan berhijab hanya karena harus memenuhi kewajibannya. Kita seakan lupa kalau ada beberapa perempuan yang mau menutupi dirinya karena pilihan sendiri. Tanpa merasa terpaksa, hanya ikhlas karena dia suka mendapati dirinya dalam keadaan tertutup. Lihatlah para muslimah di negara barat yang tetap teguh dengan pendiriannya meski penampilannya dicibir oleh sejumlah masyarakat yang gak mau mengerti mengapa mereka memilih untuk berhijab. Terlepas dari perintah agama, mengenakan jilbab adalah bukti keteguhan hati.

 

 

4. Kecantikanmu yang disembunyikan terlihat lebih mengagumkan. Tak bisa dipungkiri kami sering merasa penasaran

Bikin penasaran

“Pacaran sama cewek hijab sih belum pernah tapi selalu penasaran tiap kali lihat (cewek berhijab -red). Apalagi kalau cantik. Hehehe” 

Ardy Putra, 24tahun.

Mungkin karena beberapa perempuan berhijab membatasi dirinya dalam pergaulan sehingga kesan yag timbul adalah agak misterius dan bikin penasaran. Mungkin sekilas seperti gadis yang pemalu, namun yang pasti perempuan berhijab gak pernah memposisikan dirinya sebagai orang yang sombong. Mereka hanya segan untuk memulai percakapan, apalagi untuk mengajak kenalan. Tingkah-tingkah seperti inilah yang membuat beberapa cowok menjadi semakin penasaran untuk lebih dekat dengan perempuan berhijab.

 

 

5. Kami tahu tak mudah berpenampilan cantik dengan aturan yang harus ditaati. Terima kasih telah tampak begitu bersahaja tapi tetap nyaman dipandang mata

Usahanya harus diacungi jempol

“Meski aku gak paham dandan tapi kayaknya gak mudah loh buat pake jilbab dan berdandan rapi tiap pagi. Salut!” 

Rahmat, 21 tahun.

Ya, rasa hormat bukan hanya buat pacar atau gebetan kamu, tapi juga buat ibu, saudari, ibu guru dan semua perempuan yang berhijab yang kamu temui. Kalau cewek pada umumnya butuh 1-2 jam buat berdandan cantik maka perempuan berhijab butuh waktu ekstra untuk memilih jilbab yang sesuai dengan warna pakaian dan sesuai dengan acaranya. Mereka juga butuh waktu buat mengenakannya dan merapikannya. Harus diakui perumpuan berhijab gak sesimpel cewek jins dan t-shirt namun semua waktu dan effort yang mereka berikan harus dihargai.

 

 

6. Tanpa banyak kata kalian mengajarkan kami jadi lebih perasa. Kami ingin menjaga penampilanmu agar bebas dari cela

Jadi perasa

“Kadang malu mau ngasih tahu ‘Maaf mbak rambutnya kelihatan (keluar dari jilbab -red)‘ takut salah. Tapi kalo dibiarin kan gak bagus juga” Aji, 24 tahun.

Perempuan membawa presence tiap kali mereka berinteraksi dengan teman-temannya. Baik cewek maupun cowok bisa merasakan kehadirannya dan mengakui eksistensinya sebagai perempuan berjilbab. Sehingga tanpa sadar orang-orang jadi lebih perhatian padanya. Hal ini memberi pengaruh baik bagi cowok yang memang menaruh simpati, kamu jadi lebih perhatian dan peduli. Berusaha menjaga pandangan namun merasa bertanggung jawab untuk memberi tahu bahwa beberapa helai rambutnya menyembul dari dalam jilbab.

 

 

7. Kesadaranmu akan kewajiban menunjukkan akar keimanan yang kuat. Sering kami sebagai pria merasa kerdil dan jauh tertinggal dalam iman dan pemahaman

Mendalami agama

Ketika ditanya mengapa dia memilih berhijab dan jawaban yang meluncur adalah“Karena Allah” maka berdesir darah dalam nadi. Jawaban seperti barusan bakal menyakinkan kamu bahwa jilbab dan pakaian tertutupnya bukan sekedar fashion statement, keputusannya adalah panggilan dari hati untuk memenuhi perintah agama. Dari sini pula kamu sadar bahwa perempuan berhijab kemungkinan memiliki akar agama yang kuat di dalam keluarganya. Lalu ketika kamu bertanya dalil apa yang mendasari keputusannya berhijab dan dia menjawab “An-Nur:31 dan Al-Ahzab:59″ maka sebaiknya kamu pulang dan membaca sendiri ayat-ayat tersebut.

 

 

8. Walau udara sedang panas-panasnya kehadiranmu yang anggun justru menyejukkan suasana. Kamulah oase di tengah makin anehnya dandanan wanita di seluruh dunia

Gerah bukan masalah

“Liat cewek hijab itu sejuuuuk rasanya..” 

Bagus Aditya, 23 tahun.

Tinggal di negara tropis sambil mengenakan pakaian yang serba tertutup dan tebal bukanlah perkara mudah. Terlalu lama di luar ruangan bikin terpapar matahari, berdiam di dalam ruangan juga menimbulkan rasa gerah. Kita para cowok gak pernah tahu bagaimana gerahnya kapala yang dibaluti jilabab tiap saat. Namun perasaan panas tersebut tetap dihadipi perumpuan berhijab dengan kepala dingin, mereka tetap kalem tanpa banyak mengeluh. Sikap tenang itulah membuat mata yang memandang selalu merasa sejuk.

 

 

9. Penampilan yang tertutup membuat kami merasa aman melepaskan kalian pergi sendirian. Ada tameng yang membuat pria-pria lain mau tak mau harus menjaga pandangan

aS

“Cewek yang berhijab itu sudah punya pandangan untuk menuju dunia akhirat dan lebih aman jika berpergian sendiri, terhindar dari laki–laki hidung belang” 

Fajar Kurniawan, 24 tahun.

Bicara soal pandangan ke depan, kamu bisa bisa menganggap perempuan berhijab sebagai orang yang visioner. Harapan dan mimpinya melampaui kehidupan di dunia. Yang mereka harapkan adalah kebahagian di dunia dan di akhirat seperti yang dijanjikan. Di samping itu, beberapa cowok percaya bahwa penampilan yang dijaga sedemikian rupa akan menjauhkan perempuan berhijab dari niat-niat jahat orang lain. Selama perempuan paham cara menjaga diri dan cowok-cowok sendiri bisa mengontrol dirinya, maka Insya Allah dunia ini bisa menjadi tempat yang aman bagi semua.

 

 

10. Ketika akhlak dan penampilanmu sudah sebegini indahnya, adakah alasan untuk tidak jatuh cinta?

Tinggal dilamar

Dari penyataan teman-teman di atas tersirat kalau perempuan jadi lebih cantik setelah berhijab. Penampilan cantik itu hanyalah bonus karena yang terpenting (dan sering dilupakan) adalah cantik perilakunya, mulia akhlaknya dan serta kesolehannya. Perempuan berhijab gak semestinya hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, karena dibalik keanggunannya terdapat kepribadian yang lebih dalam dari yang kamu kira.

 

 

Tulisan ini memang gak mewakili semua perasaan cowok di luar sana karena sama seperti perempuan yang memilih mengenkan hijab, ini masalah hati dan iman. Tapi bagi beberapa cowok gadis berjilbab memang cocok dijadikan pasangan sejiwa. Dia yang tidak boleh disia-siakan, karena begitu berharga.

sumber

 

Demi Pendakian yang Terasa Lebih Ringan, Strategi Mengepak Keril Ini Wajib Kamu Perhatikan!

Puncak-puncak gunung memang menarik untuk dijelajahi. Selain panoramanya yang memukau, mendaki gunung juga menjadi semacam perjalanan spiritual bagi banyak pendaki. Meskipun sejumlah gunung punya medan yang termasuk ramah, tetap aja keselamatan dan kewaspadaan harus tetap dikedepankan. Pulang adalah misi utama yang kita emban.

Selain menjaga kondisi fisik, cara mengepak keril untuk mendaki gunung juga mesti diperhatikan—terutama buat pendaki pemula. Salah strategi, kerilmu bisa terasa tak nyaman di bahu dan memberatkan langkamu. Nah, biar pendakianmu lancar dan langkahmu terasa ringan, nih perhatikan dulu tips mengepak keril yang sudah Hipwee himpun di sini.

 

 

1. Ke mana tujuan dan berapa lama waktu pendakian adalah patokan awal yang harus kamu perhatikan

asdad

Bawaan untuk mendaki Gunung Prau yang cuma semalam dengan medan tanah tentu gak sama dengan jika kamu muncak ke Semeru yang bisa berhari-hari dengan medan yang puncaknya berpasir. Dengan mengantisipasi medan dan membuat itinerary, kamu akan bisa memilah mana yang perlu dibawa dan mana yang enggak.

Kalau belum mengenal medan sama sekali, coba cari referensi dari sesama pendaki yang lebih berpengalaman mendaki gunung yang akan kamu tuju. Dengan begini, kamu bisa menimimalkan beban bawaan tanpa mengabaikan sisi safety.

 

 

2. Hectic-nya persiapan sebelum mendaki bisa membuat hal-hal kecil terlupakan. Agar tak ada yang ketinggalan buatlah checklist mendetil soal barang bawaan

Bikin checklist perlengkapan

Banyak orang yang seringkali malas bikin checklist, padahal ini penting, lho. Alasannya, jelas supaya kamu bisa mengantisipasi barang yang tertinggal atau hilang saat berangkat maupun pulang dari pendakian. Bukan hanya checklist pribadi, tapi juga checklist kelompok. Apa jadinya kalau udah sampai puncak kalian malah lupa bawa tenda? Hehehe.

 

 

3. Jika kamu pergi bersama rombongan alokasikan beban bawaan secara merata. Atau sesuai kemampuan dan tenaga orang yang membawanya

Distribusikan perlengkapan

Perlengkapan yang diperuntukkan untuk dimanfaatkan bersama itu bisa didistribusikan ke tiap anggota rombongan, tentunya dengan memperhatikan kemampuan fisik masing-masing individu. Perlengkapan kelompok ini contohnya tenda, peralatan memasak, dan bahan makanan.

Beban yang berat, tenda misalnya. Bebannya bisa didistribusikan seperti ini: ada satu orang yang membawa body tenda, sementara satu orang lagi bawa rangka dan fly sheet-nya. Peralatan makan kelompok seperti nesting bisa dibawa sama satu orang, sementara kompor dan tabung gasnya bisa didistribusikan. Bahan makanan kelompok juga didistribusikan dengan adil dan bijaksana. Inilah kenapa kamu gak cuma butuh checklist pribadi, tapi juga checklist kelompok.

Kalau ada temanmu yang bertipe pendaki porter alias bisa membawa beban lebih tanpa kelelahan, tenaganya bisa dimanfaatkan—itung-itung ‘subsidi silang’. Apalagi, kalau ada beberapa pendaki cewek yang ikut serta.

 

 

4. Untuk mengurangi beban yang gak perlu, manfaatkan beberapa tips ini:

 

a. Demi mengurangi jumlah baju yang mesti dibawa, tekniklayering bisa kamu coba

Layering

Teknik layering yang tepat bisa membantumu ngirit baju selama naik gunung, dalam artian kamu gak perlu sering-sering ganti baju karena bau atau basah, maupun pakai baju sampai berlapis-lapis karena dingin. Teknik layering ini biasanya terdiri dari tiga lapisan.

Lapisan pertama atau base layer berguna untuk mengatur kelembaban. Gak cuma untuk menyerap keringat, tapi juga menguapkannya ke lapisan selanjutnya. Pakaian berbahan katun kurang direkomendasikan. Bahan ini memang mudah neyerap keringat, tapi juga menahannya, sehingga mudah basah dan bau. Untuk lapisan pertama, sebaiknya kamu menggunakan bahan polyester seperti jersey sepakbola yang mudah menyerap keringat sekaligus cepat kering. Yang jelas, gak bau kayak rendaman kaoskai yang lama gak dicuci.

Lapisan kedua atau insulating layer berguna untuk menahan panas tubuh, menjaga kamu tetap hangat. Jaket atau rompi dengan bulu angsa atau polar adalah pilihan yang tepat, terutama jika kamu naik ke gunung-gunung yang bagian puncaknya sangat dingin.

Lapisan terluar atau shell layer adalah lapisan untuk melindungi dua lapisan di atas. Lapisan ini bisa berupa jaket windproof dan waterproof untuk mengantisipasi cuaca yang gak bisa diprediksi di atas gunung.

 

 

b. Tinggal celana jeansmu di rumah. Dia gak akan kesepian, kamu juga tidak akan membutuhkannya di ketinggian

5cm

Buat kegiatan outdoor, celana jeans ini banyak kekurangannya. Jeans itu berat, apalagi kalau basah; keringnya juga lama. Bahannya yang kaku juga sering menyulitkan gerak dan bikin lecet. Gak enak, ‘kan, kalau pusakamu sampai lecet. Kalau kamu memang suka dengan kegiatan outdoor, investasikan sebagian uangmu untuk membeli celana kargo berbahan ripstop yang biasa digunakan sebagai bahan seragam militer. Selain ringan dan mudah kering, bahan ini juga gak mudah sobek.

 

 

c. Pilih benda-benda yang multifungsi. Ini akan menghemat ruang penyimpanan dalam kerilmu

Multitool yang bisa dimasukin ke dompet

Alih-alih menggunakan benda yang cuma punya satu fungsi, kamu bisa menggantinya dengan peralatan yang multfungsi. Misalnya, multi tool atau pisau multifungsi dengan beragam fungsi perkakas, lebih bagus lagi kalau sendok dan garpu juga nempel di sana. Aluminium foil, bisa kamu gunakan sebagai pengganti piring dan pembungkus makanan, yang pasti tahan panas, kedap air, dan gak makan tempat.

Lalu, gelang paracord, selain bikin kamu tambah keren, talinya bisa diurai dan digunakan untuk berbagai keperluan. Buff atau bandana multifungsi juga bikin kamu jadi gak perlu bawa slayer, scarf, atau kupluk. buat tutup mata pas tidur pun bisa.

 

 

5. Nah, bila barang bawaanmu sudah lengkap, ini saatnya untuk mengepaknya ke dalam keril secara efektif.

Gimana sih caranya packing yang efektif untuk naik gunung?

 

a. Organisir barang-barangmu sesuai klasifikasinya ke dalam kantong-kantong kedap air.

ads

Kelompokkan barang-barangmu dalam wadah kedap air sebelum memasukkannya satu persatu ke keril. Pisahkan pakaian ganti, pakaian dalam, dan kaos kaki. Bungkus rapi bahan makanan. Tempatkan alat mandi serta P3K ke wadahnya masing-masing.  Gak ada wadah kedap air? Pakai kantong plastik juga oke.

Kenapa mesti dipisah-pisah dengan wadah kedap air? Selain biar gak berantakan saat kamu bongkar-bongkar isi tas, isinya gak ikut basah jika tasmu kehujanan.

 

 

b. Urutan memasukkannya ke dalam keril disesuaikan dengan urutan pentingnya barang dan seberapa sering barang itu akan digunakan. Semakin penting dan sering digunakan, barang itu harus diletakkan di atas

Urutkan sesuai keperluan

Secara umum, benda yang paling jarang diakses seharusnya dimasukkan lebih dulu. Benda-benda ini berupa perlengkapan yang baru akan dikeluarkan setelah kamu mencapai tempat untuk mendirikan tenda. Contohnya sleeping bag dan pakaian ganti.

Sementara, bagian paling atas diisi dengan benda-benda yang paling sering dikeluarkan atau yang bisa segera dikeluarkan. Contohnya, snack, P3K, dan jas hujan. Botol minum dan

 

 

c. Distribusi berat juga harus diperhatikan biar bebanmu terasa ringan.

Distribusi berat dalam keril

Selain memperhatikan susunan sesuai keperluannya, barangmu juga harus dikemas sesuai beratnya. Beban paling berat diletakkan di bagian tengah keril, sedekat mungkin dengan punggung untuk menjaga supaya pusat gravitasi tas dekat dengan pusat gravitasi tubuh kita. Bagian yang ringan bisa kamu letakkan menjauh dari punggung. Sleeping bag diletakkan paling bawah sebagai bantalan beban di atasnya.

Meletakkan beban di dasar atau di puncak tas bisa mengganggu keseimbanganmu saat berjalan. Selain itu, berat antara bagian kiri dan kanan tas juga harus seimbang.

 

 

d. Bikin isi tasmu sepadat mungkin.

Tas yang padat bakal nyaman diajak jalan

Saat mengepak barang-barang, usahakan tidak ada ruang kosong yang membuat susunan barang-barangmu bergeser. Bahan makanan bisa kamu letakkan di dalam nesting lalu dibungkus jadi satu. Matras tidur juga bisa kamu manfaatkan untuk menjadi frame di dalam tasmu untuk menjaga bentuk tasmu dan mencegah isinya bergoyang atau bergeser. Manfaatkan compression strap yang ada di sisi tas untuk meminimalkan ruang kosong di tasmu.

 

6. Sebagai tambahan, pastikan beban kerilmu terfokus ke pinggul, bukan ke bahu.

Memfokuskan beban ke pinggul

Distribusi beban keril yang terfokus ke bahu bakal bikin bahumu pegal dan kaku, mengingat berat keril yang mencapai puluhan kilogram. Memindahkan distribusi beban pinggul itu gak sulit kok.

  • Pertama, pastikan hip belt strap atau sabuk di bagian pinggul tepat berada di pinggang, lalu kencangkan.
  • Kedua, kencangkan tali pada shoulder straps atau tali bagian bahu.
  • Ketiga, kencangkan tali load lifters (tali yang berada di bagian atas shoulder straps)
  • Keempat, pasang dan kencangkan tali yang berada di bagian dada atau sternum strap.
  • Terakhir, longgarkan sedikit shoulder straps-mu sehingga beban terfokus di bagian pinggul.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa intip video ini.

 

Nah, itulah dia beberapa tips cerdas untuk mengepak kerilmu secara efektif. Apakah kamu punya tips lain yang bisa dibagikan ke pembaca? Bagikan aja di kolom komentar, yuk

 

Kredit feature imagemakjoel.wordpress.com

sumber

Jangan Pernah Terjun Jadi Wirausaha Kalau 7 Alasan Ini yang Jadi Penyebabnya!

24 Januari 2015 1 komentar

Dari artikel-artikel kesuksesan yang sering Hipwee bagikan, kamu akan menemukan banyak inspirasi dan motivasi yang memacu kamu untuk menjadi seorang entrepreneur. Tujuan artikel-artikel tersebut emang untuk menggugah kamu untuk keluar dari zona nyaman dan terjun ke dunia usaha sedari muda.

Namun sayangnya, gak semua orang cocok jadi pengusaha. Coba pikir-pikir lagi apa alasan kamu mau terjun ke dunia usaha. Jika alasan-alasan di bawah ini terngiang di benakmu mungkin pilihan untuk jadi pengusaha perlu kamu pikirkan ulanhg.

 

 

1. Alasanmu jadi wirausaha hanya untuk “lari” dari kewajiban kerja yang ada. Kamu sudah jenuh dengan rutinitasmu yang itu-itu saja

Kamu gak bisa lari dari ini

Mungkin gara-gara kamu gak suka sama atasan atau kamu gak mencintai pekerjaan kamu jadi ide untuk buka usaha terdengar seperti alunan musik merdu di telinga kamu. Dengan menjadi pengusaha gak ada lagi orang memerintah kamu serta me-review kerjaan setiap bulan. Akhirnya, kamu putuskan untuk menjadi pengusaha demi lari dari pekerjaan kantora.

Memulai usaha sendiri secara gak langsung emang melepaskan dirimu dari status pegawai, karena kini kamu bekerja untuk diri sendiri bukan orang lain. Tapi bukan berarti kamu akan berleha-leha lalu uang datang dengan sendirinya. Malah tugas dan kerjaan kamu justru jadi tambah berat ketika memulai usaha. Kewajiban kamu jadi tambah banyak dan kamu memikul tanggung jawab yang lebih berat daripada menjadi karyawan. Menjadi pengusaha semestinya bukan dijadikan pelarian melainkan dijadikan tujuan untuk dikejar. Karena kalau nggak, kamu cuma bikin masalah baru dan mencari pelarian baru karena sejak awal kamu cuma nyari pelarian saja.

 

 

2. Lupakan keinginan untuk jadi pengusaha jika hanya ingin bebas mengatur bisnis sesuai keinginanmu. Sebab pada kenyataannya bisnis tidak berjalan sesederhana itu

Kamu cuma bisa mengontrol diri

Jika kamu seorang tukang atur alias control freak maka kamu gak seharusnya jadi pengusaha. Kamu ingin bisnis kamu berjalan sedemikian rupa, toko disusun sesuai keinginan, dan proyek/produk harus berjalan sempurna, kalau gagal kamu rela mengulang lagi. Kamu selalu mengira kalau berbisnis itu memberi kamu kendali penuh atas semua orang dan semua hal, padahal nyatanya tidak.

Menjadi pengusaha malah membuat kamu gak berdaya dan gak punya kendali. Kamu bisa memasarkan produk namun kamu gak bisa mengendalikan penjualan, kamu gak bisa memaksa orang untuk jadi pelanggan/pengguna kamu. Ketika kamu berhasil menjual kamu gak bisa mengontrol mereka untuk datang kembali. Kamu gak bisa mengendalikan kemampuan pegawaimu untuk melaksanakan hal-hal gila. Skill yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis adalah skill manajemen bukan skill sok ngatur.

 

 

3. Hasrat jadi pengusaha berkobar karena kamu ingin mendapatkan nama besar. Jadi kaya, tenar, dan banyak dikenal jadi hal yang kamu harapkan

Kepopuleran datang dengan sendirinya

Akui saja, apakah kamu hanya terobsesi menjadi terkenal dan populer seperti Mark Zuckerberg? Kalau kamu menjadi pengusaha hanya karena ingin dikenal semua orang, sering nongol di talk show dan kalau perlu dibikinin filmnya, maka kamu harus berhenti bermimpi terlalu cepat. Menjadi selevel dengan pengusaha-pengusaha top seperti mereka membutuhkan kerja keras dan dedikasi selama bertahun-tahun.

Bukan itu saja, agar namamu terdengar di mana-mana kamu harus punya tim humas siap banting tulang buat kamu. Dan ketika kamu mulai menjual diri di media kamu bakal segera tahu bahwa media gak akan peduli kecuali kamu punya kisah inspiratif untuk diceritakan. Sebagai pengusaha yang baru belajar merangkak, ada baiknya kalau kamu fokus bekerja dan menghasilkan sesuatu terlebih dahulu sebelum mulai memikirkan populeritas.

 

 

4. Status pengusaha terdengar menggoda karena banyaknya waktu luang yang (kelihatannya) akan kamu punya. Tidak sesimpel itu kenyataannya, Bung-Nona……

Kamu gak punya waktu luang

Ide bekerja tanpa ikatan jam kantor dan gak harus hadir di kantor sekilas terdengar menyenangkan. Dengan begitu kamu bisa lebih banyak berada di rumah bersama keluarga (jika sudah punya) atau lebih sering main saat yang lain harus kerja. Tapi itu hanya iming-iming kenikmatan waktu luan yang semu karena ketika kamu memulai usaha 24 jam per hari terasa gak cukup untuk menjalankannya. Kamu gak bisa santai karena ketika kamu membuang-buang waktu berarti kamu membuang-buang uang.

 

 

5. Pikirkan ulang rencanamu jadi pengusaha jika cuma semangat yang kamu punya. Sedang rencana selarik pun tak ada

Semangat saja belum cukup

Katakanlah kamu jago memasak masakan Italia, jadi kamu memutuskan untuk membuka restoran Italia. Kamu punya passion-nya, kamu memiliki semangat buat capek-capek di dapur, tapi kamu gak punya ide sama sekali tentang bagaimana cara menjalankan usaha restoran, apalagi restoran bercita rasa Italia. Bahkan kamu gak tahu cara memasarkan restoranmu di tengah masyarakat yang belum mengenal menu-menu Italia.

Tentu saja kamu bisa belajar sambil berjalan, namun pasti ada cara lain untuk mentalurkan passion kamu tanpa harus membuatmu berhenti dari pekerjaan dan mengalami kerugian tiap hari. Dalam dunia usaha, kadang semangat aja belum cukup.

 

 

6. Gatalnya kamu terjun sebagai wirausaha karena tergiur mudahnya pengajuan modal usaha. Padahal tak ada pinjaman yang gratis — sederet syarat dan bunga yang cukup tinggi bisa membuat meringis

Minjam di bank itu sulit

Meski minim pengalaman dan belum punya rencana bisnis yang jelas kamu memberanikan diri mengajukan kredit ke bank. Karena kamu mengira mendapatkan pinjaman dari bank adalah perkara mudah. Meski perekonomian negara kita (terlihat) membaik tapi percayalah memperoleh ratusan juta buat modal dari bank gak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka butuh keyakinan dari kamu, apa yang bisa dijadikan jaminan, berapa saldo yang kamu miliki dan pekerjaan apa yang kamu miliki.

Pekerjaan? Bukankah kamu udah memutuskan buat resign? Uups…

 

 

7. Memulai usaha bukan cuma soal pamer ide brilian saja. Mengawali usaha tanpa riset pasar dan mengkritisi rencana sendiri sama saja dengan bunuh diri

Ide harus digodok lagi

Yang kamu miliki cuma sebuah ide brilian (setidaknya brilian bagi dirimu). Kamu belum pernah memamerkan ide tersebut di depan orang lain, jadi ide tersebut belum pernah digodok dan dikritisi. Parahnya lagi kamu gak melakukan riset pasar sama sekali untuk melihat apakah ada calon pembeli yang mau membeli/menggunakan produk kamu. Tapi dengan pedenya kamu yakin aja ada yang mau beli. Naif sekali, kamu memulai bisnis tanpa mengetahui apakah ada orang yang mau membeli produk kamu.

 

Terjun ke dunia usaha itu bukan perkara mudah, kamu gak boleh anggap remeh sama sekali. Keputusan untuk berbisnis bisa menjadi perubahan terbesar dalam hidupmu, untuk jadi lebih baik maupun jadi lebih buruk.

Kamu harus punya modal, rencana, memahami pasar selain semangat dan ide. Dan selama menjalaninya kamu harus punya kesabaran dan ekspektasi yang masuk akal. Nah sekarang pertanyaanya: sudah cukup kuatkah alasanmu untuk masuk ke dunia bisnis yang keras?

Terinspirasi dari Forbes. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

sumber

%d blogger menyukai ini: