Arsip

Archive for 15 Januari 2015

Ketika Kita Merasa Harus Jadi Sarjana, Google Menganggap Gelar Sarjana Tak Mutlak Bagi Karyawannya

15 Januari 2015 1 komentar

Gelar sarjana di Indonesia sering dianggap sebagai syarat mutlak bagi kesuksesan seseorang di masa depan. Seakan tanpa gelar akademis di tangan kesempatan untuk masuk ke perusahaan bergengsi dan mengejar karir yang menjanjikan pun tertutup dengan serta merta.

Tapi tahukah kamu jika Google, salah satu perusahaan multinasional terbesar yang punya kantor keren di Jakarta yang pernah Hipwee bahas di artikel ini justru tidak begitu mementingkan gelar sarjanamu? Salah satu petinggi Google sekaligus kepala rekrutmennya, Laszlo Bock, mengungkapkan bahwa nilai akademik dalam ijazah sarjanamu tidak bisa serta-merta memberikan gambaran potensimu sebagai karyawan. Jadi, IPK 4 sempurna bukan jaminan kamu bisa bergabung ke perusahaan ini.

Lantas, apa saja sih yang dilihat perusahaan sekaliber Google dari kandidatnya selain gelar perguruan tinggi?

 

 

1. Google menganggap gelar sarjana bukanlah jalan satu-satunya bagi seseorang untuk menunjukkan bakatnya.

aaaa

“Saat orang yang tidak mengenyam bangku sekolah bisa berhasil dalam hidupnya, berarti dia adalah orang yang istimewa. Kita perlu melakukan yang terbaik untuk bisa menemukan lebih banyak orang-orang seperti ini.”

Bagi Google gelar sarjana bukan segalanya, memang tentu saja di dalam perusahaan ini bertebaran orang-orang dengan gelar Ivy League mentereng.  Tapi, Google sendiri tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang mutlak.

David Byttow, seorang Google Engineer menungkapkan ceritanya dalam lamanMedium pribadinya tentang bagaimana ia bisa diterima di Google meski tanpa mengantungi gelar Sarjana,

“Sebenarnya aku ingin kuliah tapi sayang GPA (nilai, setara dengan IPK) SMA ku termasuk rendah untuk dapat diterima di universitas.  Akhirnya aku memilih masuk ke universitas kecil di kotaku dan berharap bisa masuk ke universitas yang lebih bergengsi di semester berikutnya.

Tapi pada 2 semester selanjutnya ada tawaran pekerjaan untuk mengerjakan sebuah game online di perusahaan kecil. Aku rasa itu bisa jadi pendongkrak karirku, maka aku memilih untuk keluar kuliah dan fokus bekerja. Semenjak itu aku benar-benar belajar semuanya secara otodidak. Dari orang-orang yang berpengalaman aku belajar bagaimana cara menghadapi masalah dengan tenang. Aku juga belajar bahwa tidak ada artinya merencanakan sesuatu tanpa membuatnya secara langsung.

5 tahun kemudian aku mencoba melamar ke Google. Setelah proses tes dan wawancara yang panjang akhirnya aku diterima.”

 

 

2. Alih-alih memikirkan kamu datang dari latar belakang pendidikan apa, Google justru mencari orang yang paling dibutuhkan oleh perusahaan mereka.

Tunjukkan bahwa kamu serbabisa.

“Kami akan memilih pelamar yang memiliki kemampuan kognitif tinggi, rasa ingin tahu yang besar, mau belajar, berjiwa pemimpin, tapi belum memiliki pengetahuan yang memadai, daripada seseorang yang cuma fokus pada satu bidang dan menjadi ahli di bidang tersebut.”

Gelar sarjana hanyalah sebuah sertifikat keahlian. Misalnya, punya gelar di bidang jurnalisme adalah penanda bahwa kamu tahu sedikit-banyak tentang menulis berita dan mewawancarai narasumber. Tapi, itu belum tentu menunjukkan apakah kamu bisa menyajikan ide yang brilian. Belum tentu juga itu menunjukkan kemampuanmu bicara di depan orang banyak. Belum tentu kamu bisa membangun sebuah situs atau berpikir secara antusias terhadap suatu permasalahan.

Lebih lanjut lagi, ijazah sarjana itu belum tentu membuktikan bahwa kamu memang memiliki karakter yang diperlukan perusahaan. Apakah kamu orang yang mau belajar? Apakah kamu orang yang terbuka pada kritik? Apakah kamu luwes dan komunikatif, atau selama ini cuma sukses melalui berbagai tes di bangku kuliah?

 

 

3. Kenapa gelar sarjana tak begitu penting bagi Google? Sebab toh gelar sarjana tak serta menjamin kemampuan berpikir logis seseorang.

Berpikir logis dan analitis.

“Secara alami, manusia adalah makhluk yang kreatif, namun bukan makhluk yang logis. Logika dan cara berpikir yang runut adalah dua kemampuan yang harus berusaha dipelajari seseorang.”

Berpikir secara logis tak segampang kelihatannya. Bahkan, orang-orang yang bergulat di bidang komputer dan matematika masih bisa terjebak pada kesesatan logika.

Misalnya, di tahun 2010 Facebook mengklaim bahwa semakin banyak seorang kandidat politik memiliki fans di Facebook pagenya, semakin mungkin dia memenangkan pemilihan umum, Tapi, ini pendapat yang kurang tepat. Mungkin aja calon yang punya banyak fans di Facebook page-nya itu memang sudah terkenal dari dulu. Kandidat politik yang punya fans sedikit di Facebook juga masih mungkin menang kalau konstituennya memang bukan pengguna Facebook yang aktif.

Para karyawan Facebook yang membuat klaim di atas tidak menunjukkan kemampuan berpikir analitis yang baik. Padahal, Facebook adalah salah satu perusahaan Internet multinasional terbesar di Amerika. Seharusnya, yang bekerja disana bukan orang-orang sembarangan, bukan?

Memilah data dan membuat simpulan dari data-data tersebut memerlukan pelatihan teknis yang khusus, demi memahami hubungan sebab-akibat dan mengeksplorasi pola-pola data yang ada. Gelar sarjana saja tak akan cukup memastikan bahwa kamu bisa melakukannya.

 

 

4. Google lebih tertarik membentuk orang yang punya daya juang dan kegigihan daripada mereka yang mengantungi nilai sangat memuaskan

Buktikan kegigihanmu.

“Hal yang membedakan mahasiswa yang biasa-biasa aja dengan mahasiswa yang sukses itu bukanlah pengetahuan mereka, melainkan kegigihan mereka mengusahakan sesuatu.”

Google lebih tertarik untuk membentuk orang-orang yang punya kegigihan dibandingkan mereka yang cerdas dan punya nilai tinggi tetapi malas. Sementara, kita tidak bisa melihat apakah seseorang itu “sudah pintar dari sananya” atau memang pekerja keras cuma dari gelar sarjana saja. Buat sebagian orang, kuliah itu mudah. Mereka bisa tetap dapat nilai A meskipun sebelum ujian akhir mereka dugem sampai jam 4 pagi. Padahal, yang lain cuma dapat nilai B meskipun sudah susah payah belajar.

 

 

5. Google tentu saja tidak menyarankanmu untuk tidak kuliah. Hanya saja gunakan waktu kuliahmu untuk benar-benar menggembleng soft skill dan mengumpulkan pengalaman

Asah kemampuanmu, jangan cuma berfokus ke satu hal.

“Saya bukannya menyarankan bahwa kamu tidak usah kuliah. Asal, pikirkan juga kenapa kamu harus kuliah, dan apa yang kamu ingin lakukan selepas jadi sarjana.”

Kuliah itu penting, setuju; kalau bisa, memang sebaiknya kamu belajar di perguruan tinggi. Tapi, yang penting itu bukan penguasaanmu terhadap jurusan yang kamu ambil, melainkan keterampilan (termasuk soft skill) serta pengalaman. Tipe kandidat seperti itulah yang lebih dicari oleh Google.

 

Jadi, IPK yang kurang memuaskan atau gelar sarjana yang belum di tangan sama sekali tak perlu membuatmu berkecil hati. Yang penting, kamu gigih dan punya kemauan untuk belajar. Buat kamu yang kuliah, jangan cuma fokus untuk dapat IPK tinggi doang. Gunakan waktu empat tahunmu untuk mempelajari hal lain di luar kelas, dan dapatkanlah pengalaman baru yang akan membangun karaktermu.

Artikel ini terinspirasi dari laman Venture Beat. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

sumber

Jika Kamu Masih Salah Menggunakan 20 Kata Ini, Jangan Bilang Bahasa Indonesia Itu Gampang!

15 Januari 2015 1 komentar

Konon, bahasa Indonesia itu gampang! Tata bahasanya sederhana dan kosakatanya pun relatif lebih sedikit dibandingkan, misalnya, bahasa Inggris. Tapi, tahukah kamu bahwa bahasa Indonesia itu tak semudah kelihatannya?

Yup, ada banyak sekali kesalahan yang kerap kita lakukan ketika berbahasa Indonesia. Mungkin karena kita terlalu sering menggampangkan bahasa ibu. Padahal, bukankah masa depan bahasa Indonesia ada pada kita, anak muda penutur aslinya?

Nah, dalam artikel ini, Hipwee akan menjabarkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang sering tanpa sadar salah kita gunakan. Tahukah kamu kata-kata apa saja itu?

 

1. Arti ‘Nyinyir’ Itu Bukan ‘Suka Nyindir’, Tapi Cerewet atau Hobi Mengulang-Ulang Perintah!

Bermulut pedas itu bukan nyinyir

Teman : “Si A kok mau sih jadian sama B? Padahal si B ‘kan baru aja putus sama C!”

Kamu : “Yaelah, biarin aja sih, urusan orang. Nggak usah nyinyir kali…”

Ah, nyinyir. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mulutnya “pedas” saat sedang membicarakan orang lain. Kata ini juga bisa menggambarkan orang yang kerjaannya suka menyindir.

Tapi kamu tahu nggak kalau sebenarnya kata “nyinyir” itu sama sekali nggak ada hubungannya dengan mulut pedas atau membicarakan orang? Sebenarnya, kata ini memiliki makna sifat yang cerewet dan suka mengulang-ulang permintaan.

Nyinyir

Nah, bagi yang terkenal suka nyinyir… Yakin kamu memang nyinyir?

 

 

2. Arti ‘Wacana’ Juga Bukan “Rencana yang Batal Dilaksanakan”.

Makna wacana tidak senegatif ini

Kamu: “Widiih, besok long weekend. Ke pantai yuk!”

Teman: “Ah, kemarin katanya kita mau ke Semarang… Jangan wacana aja dong.”

Kata ‘wacana’ sering digunakan untuk menggambarkan sebuah rencana yang gagal terjadi atau sebuah omong kosong belaka. Lucunya, dalam KBBI kata ini justru memiliki makna yang bertolak belakang dengan yang selama ini kita maksudkan, lho.

Wacana

Kata ‘wacana’ memang berarti percakapan dalam bentuk verbal. Namun, percakapan yang dimaksudkan biasanya berupa khotbah, pidato, atau diskusi — buktinya dalam wacana kamu perlu bertutur secara sistematis dan berargumen dengan masuk akal.

Jadi, kurang tepat rasanya menggunakan “wacana” untuk menggambarkan rencana yang gagal atau omong kosong. Gimana tidak, untuk berwacana saja kita perlu untuk menggunakan baik-baik akal sehat yang kita punya…

 

 

3. ‘Acuh’, ‘Tak Acuh’. Nah Lho… Maksudmu yang Mana?

Ini kamu sedang diacuhkan

Teman : “Ugh, kesel kalau pacar lagi asyik main game. Aku pasti diacuhin!”

Kamu : “Lho, enak banget dong, kamu masih bisa diacuhin pas dia main game? :|”

Sebenarnya kamu sedang diacuhkan atau tidak diacuhkan sih? Kalau diacuhkan, justru seharusnya kamu merasa senang. Mengapa? Karena arti dari kata “acuh” itu sendiri adalah peduli atau mengindahkan.

Acuh atau tak acuh?

Selama ini, kita hampir selalu salah mengartikan kata “acuh” sebagai ketidakpedulian. Padahal, makna sebenarnya berkata sebaliknya. Aih, jangan sampai salah lagi ya!

 

 

4. ‘Merubah’. Hmmm… Sebenarnya Kamu Mau Mengubah Sesuatu Atau Menjadi Rubah?

Ini rubah

Ah, ‘merubah’. ‘Dirubah’. Mungkin karena ada kata ‘berubah’, kita buru-buru mengambil kesimpulan bahwa ‘merubah’ dan ‘dirubah’ itu adalah kata-kata yang baku. Padahal, harusnya yang kita pakai adalah ‘mengubah’ dan ‘diubah’.

Jadi, kamu mau membawa perubahan pada sesuatu… atau mau menjadi rubah?

 

 

5. ‘Normatif’ Itu Tak Selalu Berarti Buruk, Lho!

SBY, presiden normatif?

“Dulu gue suka mantengin pidato SBY di TV. Lama-lama gak gue pantengin lagi deh, soalnya normatif sih.”

Pada periode pemerintahan mantan presiden SBY, kata ‘normatif’ mengalami penyempitan makna. Kita sering nyinyir menyindir ujaran atau perkataan beliau dengan menyebutnya ‘normatif’. Kata ini jadi punya konotasi yang negatif, deh.

Namun sebenarnya kata “normatif” tidak melulu buruk, lho:

Normatif

Justru kata ini lebih sering bermakna positif daripada negatif. Tidak ada yang salah kok dengan menjadi normatif! Lagipula kalau dipikir-pikir lagi, pemuda atau pemudi yang normatif itu justru adalah…

CALON 

MENANTU

IDAMAN

 

 

6. “Gue Bangun Kesiangan Nih. Titip Absen Ya! :3″

Bukan TA, tapi TP. Titip Presensi

Kamu : “Oy, kemarin aku minta titip absen kok nggak diabsenin, sih?”

Teman : “Nggak perlu titip absen juga kamu udah absen dari kelas. Kalau mintanya titip presensi sih beda lagi. Heheheheee…”

Jangan marah kalau ada teman yang seperti itu, karena kali ini kamulah yang salah. Kata “absen” memang sering sekali disalahartikan sebagai kehadiran dan “absensi” sebagai tanda kehadiran. Tapi kata-kata tersebut justru bermakna sebaliknya!

Absen = Tidak hadir!

“Absen” berarti tidak masuk atau tidak hadir, sedangkan “absensi” memiliki makna ketidakhadiran. Jadi, ketika kamu bilang “Gue titip absen yaaa…” sesungguhnya kamu sedang bilang apa?

 

 

7. Orang yang Anarkis Tak Selalu Memakai Kekerasan. Demikian Juga, Para Pelaku Kekerasan Belum Tentu Anarkis!

Ini anarkistis

“Jangan lewat Malioboro ya. Dekat situ ada demo anarkis.”

Penggunaan kata ‘anarkis’ di Indonesia sudah mengalami penyempitan makna. Kata ini sering dikaitkan dengan kekacauan, keributan, kekerasan serta kegiatan unjuk rasa. Padahal, makna ‘anarkis’ sendiri belum tentu ada hubungannya dengan kekerasan atau kekacauan. Anarkis adalah sebutan untuk penganut paham anarkisme, dan anarkisme sendiri sebenarnya adalah sebuah paham politik yang menentang adanya negara atau pemerintahan.

Anarkisme

Yang patut dicatat adalah walaupun paham politik ini menentang eksistensi negara/pemerintah, mereka tidak lantas ingin menciptakan kekacauan. Justru mereka menganut paham ini karena percaya bahwa anarki akan membawa kedamaian pada masyarakat. Ha.

 

 

8. “Memang Kebiasaan Buruk Orang Indonesia, Deh. Nggak Bisa Antri.”

Antre

Dilarang Menyerobot. Harap Antri.

“Antri” kerap diartikan sebagai deretan memanjang untuk menunggu giliran, padahal sebenarnya kata ini bukanlah lema baku yang seharusnya digunakan. Pada KBBI, tidak terdapat kata “antri”.

Antre

Yang ada “antre”!

 

9. “Ke Apotik Dulu Ya, Beli Vermint.”

Tidak ada yang namanya Apotiker

Sama seperti kata “antri”, penulisan serta pengucapan kata “apotik” juga masih sering tidak sesuai dengan KBBI. Kata “apotik” seharusnya ditulis dan diucapkan sebagai “apotek” — artinya toko tempat meramu dan menjual obat serta barang medis.

Lagipula, peracik obat tidak disebut dengan “apotiker”, tapi “apoteker”, bukan?

 

 

10. “Dimana”; “Dibawah”. Sudah Diajarkan Berkali-Kali, Kita Masih Saja Sering Salah! XD

Di bawah, bukan dibawah

Poster acara itu terpajang dimana-mana.

Jika menunjukkan arah atau letak suatu tempat, kata “di” tidak berfungsi sebagai imbuhan, tapi sebagai preposisi alias kata tunjuk. Untuk itu, kurang tepat jika kamu menuliskan “di” dan “bawah” atau “samping” dengan menyambungnya. Penulisan “di” sebagai preposisi harus dipisah.

“Di bawah”, “di samping”, dan “di mana”, ya!;)

 

11. Di Sekolah Dulu, Kamu Pasti Tak Pernah Mencontek. Soalnya, Kamu Murid Teladan  ‘Mencontek’ Itu Bukan Kata dalam Bahasa Indonesia.

Bahkan surat kabar juga masih salah tulis :(

“Dilarang mencontek saat ujian!”

Kalau sedang menjalani ujian tengah dan akhir semester, tulisan seperti ini mungkin sering kamu lihat tertempel di lorong sekolah. Kata “mencontek” memang sudah lazim digunakan untuk menerangkan kegiatan menjiplak pekerjaan atau melihat materi secara sembunyi saat sedang ujian. Namun, yang belum banyak diketahui adalah bahwa seharusnya kata tersebut ditulis “menyontek”. Kenapa? Karena akar dari kata ini adalah…

Sontek

“Sontek”, bukan “contek”.

12. “Ih, Bajunya Seronok Banget!” “Yeee… Bagus, Dong!”

Baju-baju seronok

“Jangan pakai baju itu dong, agak seronok.”

“Yeee… Bagus dong, seronok?”

Selama ini kata “seronok” identik dengan pakaian yang terbuka dan seksi. Istilah lainnya, “kehabisan bahan”. Hmmm… Apakah itu sendiri tepat?

Seronok = Senang

Ternyata dalam KBBI, kata “seronok” itu berarti sesuatu yang menyenangkan hati, sedap dilihat, dan juga nikmat untuk didengar. Jadi, jangan mau ya kalau kamu disuruh untuk berpakaian yang tidak seronok. Itu artinya kamu disuruh untuk menggunakan pakaian yang tidak bagus dan tidak enak dilihat!

 

 

13. Cek Kosong Bukanlah Cek yang Membebaskan Penerimanya Menuliskan Berapapun Nominal yang Ia Mau. Kalau Itu Namanya ‘Cek Blanko’ :’)

Tidak usah kerja, sudah kaya, yey :")

Mungkin selama ini kamu mengira cek kosong adalah selembar kertas cek yang diberikan oleh seseorang dan membebaskanmu dalam mengisi nominal sesuai keinginan. Makna ini pulalah yang sering digunakan oleh sinetron dalam berbagai adegan dramatisnya.

Cek kosong...

Jika mencari cek kosong dalam kamus atau tesaurus, kamu tidak akan menemukan makna yang selama ini kamu pahami. Menurut KBBI, cek kosong adalah cek yang tidak dapat diuangkan karena uang yang disimpan di bank yang dimaksud sudah tidak ada lagi. Jika maksudmu adalah cek yang jumlah nominalnya ditentukan oleh kemauan sang penarik sendiri, kamu bisa menggunakan kata ‘cek blanko’. Mungkin ini masih ada hubungannya dengan kata ‘blank check’ dalam bahasa Inggris atau ‘carte blanche’ dalam bahasa Prancis?

 

 

14. Lagi Sendirian? Cobalah Mojok dan Tanyakan Diri Sendiri… Sebenarnya Arti ‘Sekelumit’ Itu Apa Sih? :/

Sekelumit tidak akan membuatmu pusing

Sekelumit masalah yang membuat rumit.

Kalau masalah hanya ada sekelumit, mengapa bisa mengubah keadaan menjadi rumit? “Sekelumit” memang seringkali diartikan sebagai sebuah keruwetan atau kerumitan yang bisa membuat kepalamu mau meledak. Pokoknya identik dengan hal-hal yang menyusahkan, deh. Namun, kata “sekelumit” ini sebenarnya memiliki makna yang sama sekali tidak membuat rumit, lho.

Sekelumit

“Sekelumit” dalam KBBI adalah sebuah adjektiva yang memiliki makna “sedikit sekali”. Jauh berbeda ‘kan dengan makna yang selama ini kita pahami?

 

 

15. Negeri Jiran Itu Bukan Hanya Malaysia atau Brunei! Australia dan Timor Leste Juga:D

Negara ini juga negeri jiran

Ia mencari nafkah di negeri jiran.

Saat melihat kalimat ini, menurut kamu ke manakah “ia” pergi mencari nafkah? Pasti kebanyakan di antara kamu langsung memikirkan Malaysia atau Singapura sebagai negeri jiran yang dimaksudkan. Ya, makna negeri jiran yang merupakan negeri tetangga memang mulai menyusut hanya menjadi dua negara itu saja. Padahal, negara yang menjadi tetangganya Indonesia tidak hanya dua itu saja, lho. Masih ada Australia, Brunei Darussalam, Timor Leste, bahkan Papua Nugini.

Jiran = bukan cuma Malaysia

 

 

16. ‘Terlanjur’ atau ‘Telanjur?’ Artinya Tak Sama, Lho.

Memes

“Seribu ragu yang kian menyerang. Tapi diriku terlanjur sayang~”

Kamu yang merasa generasi 90-an mungkin familiar dengan lirik lagu di atas. Iya, itu adalah lirik lagu berjudul Terlanjur Sayang, yang dipopulerkan oleh Memes pada tahun 1994.

Lalu, apa yang salah? Tidak ada, jika maksud dari kata “terlanjur” tersebut adalah terdorong untuk melakukan atau mengucapkan sesuatu dengan tidak sengaja, karena itulah artinya dalam KBBI.

Terlanjur

Namun jika maksud dari lagu itu adalah rasa sayang yang sangat banyak sehingga tidak bisa ditarik kembali, maka penggunaan kata “terlanjur” di sana kurang tepat. Kata yang seharusnya digunakan untuk mendapatkan makna tersebut adalah “telanjur”!

Telanjur

Menurut KBBI, ‘telanjur’ memiliki arti (1) terlewat batas dari tujuan; (2) sudah terlampau banyak; (3) sudah terlambat sehingga sukar untuk ditarik kembali. Jadi, kamu mau pakai ‘terlanjur’ atau ‘telanjur’?

 

 

17. Bergeming

Bergeming

Dari tadi ia hanya diam saja di pojok mushola, tidak bergeming.

Kalimat mirip atau serupa dengan di atas mungkin sering kamu temukan atau bahkan kamu dengar. Tapi tahu tidak, kalau kalimat tersebut sebenarnya salah lho! Kata “tidak bergeming” memang sering dipadukan dengan kata “diam” untuk semakin memperjelas keadaan atau sikap yang benar-benar sunyi-senyap. Namun pada dasarnya “bergeming” dan “diam” memiliki makna yang sama.

Bergeming = diam

Jadi, arti sebenarnya dari kalimat di atas adalah:

Dari tadi ia hanya diam saja di pojok mushola, tidak diam.

BINGUNG, NGGAK?:|

 

 

18. Ayo Tebak: Berapakah Jumlah Armada Mikrolet Dalam Gambar di Bawah Ini?

1 armada mikrolet

Pemerintah DKI Jakarta telah menyiapkan 20 armada TransJakarta tambahan untuk liburan akhir pekan kali ini.

Kata “armada” seringkali digunakan dalam pemberitaan untuk menyatakan satuan kendaraan. Padahal jika kamu lihat dalam KBBI, kata “armada” memiliki arti rombongan yang membentuk suatu kesatuan.

Armada

Jadi sebenarnya, armada TransJakarta itu ya cuma satu. Tapi, bus yang tergabung dalam armada itu ada 20 buah!:D

 

 

19. Secara Teknis, Kamu Tidak Punya Itikad Baik Atau Buruk. Karena yang Benar Adalah ‘Iktikad’, Bukan ‘Itikad’.

Iktikad baik

Teman: “Maaf ya aku telat datang ke acaramu. Ada urusan lain nih…”

Kamu: “Nggak apa-apa. Yang penting ‘kan kamu udah iktikad mau datang ke sini. Hehehee.”

Lho, kok “iktikad”? Mengapa bukan “itikad”? Iya, karena kata “itikad” memang tidak terdapat dalam KBBI. Selama ini, kita memang sudah salah menyebutkan kata “iktikad” dengan “itikad”. Walaupun makna yang dimaksudkan sama — yaitu niat atau kemauan yang baik — tetap saja kita tidak boleh membiarkannya salah kaprah.

Iktikad

Memang terlihat remeh sekali untuk mengoreksi ‘itikad’ menjadi ‘iktikad’. Namun, kita perlu tahu kata-kata yang memang baku untuk digunakan sehingga tak akan terjadi kesalahan saat kamu harus menuliskan dokumen atau tulisan yang bersifat resmi nantinya.

 

 

20. Jika Temanmu Sedang ‘Emosi’, Belum Tentu Dia Sedang Marah. Kamu Juga Bisa Menyebutnya Sedang ‘Emosi’ Ketika Dia Bahagia:D

Ini mbaknya juga lagi emosi

“Emosi” adalah salah satu kata yang juga mengalami penyempitan makna. Selama ini, “emosi” hampir selalu hanya identik dengan rasa marah yang meluap-luap. Kita tidak pernah sadar bahwa ternyata rasa senang, sedih, bahkan cinta juga bagian dari emosi karena menurut KBBI, “emosi” adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat.

Emosi

Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa “emosi” tidak hanya untuk kemarahan saja tetapi juga seluruh perasaan yang kita rasakan! Jadi, apakah kamu orang yang emosional? :’p

 

Itulah beberapa kata-kata yang masih sering digunakan dengan salah, baik dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu tidak lagi salah dalam berbahasa Indonesia, ya!

sumber

Langka, Pria Ini Menjadi Satu-satunya Penumpang Pesawat B737-900ER Delta Airlines

Sebuah peristiwa langka terjadi dalam sebuah penerbangan yang dinaiki oleh penumpang bernama Chris O’Leary. Ia menjadi satu-satunya orang di pesawat saat terbang bersama Delta Airlines pada 14 Januari 2014.

Chris O’Leary tidak salah pesawat. Ia memang berencana terbang dengan Delta Airlines dari Cleveland ke New York. Namun ia amat kaget ia saat mendapati ia menjadi satu-satunya penumpang di pesawat Boeing 737-900ER tersebut.

Ia pun memilih kursi paling nyaman, serta tak lupa, selfie. Ia sempat memposting beberapa tweet sebelum terbang. Ia mengatakan bahwa ia sungguh benar-benar menjadi penumpang satu-satunya di pesawat tersebut.

 

Chris O'Leary Delta Airlines

Chris berselfie sesaat setelah boarding sebelum pesawat lepas landas dengan latar belakang kursi-kursi kosong

 

Chris juga mengatakan bahwa ia menjadi satu-satunya penumpang yang diberikan demo keselamatan oleh dua pramugari yang sedang bertugas saat itu.

Kejadian langka ini terjadi karena cuaca buruk membuat pesawat yang penumpangnya sedikit akan dipindah jadwal. Entah bagaimana, Chris jadi salah satu penumpang yang lupa diinformasikan untuk pindah jadwal.

Namun, pesawat ini memang harus terbang ke New York. Sehingga, kesalahan kecil ini sungguh bukan masalah. Malah, jadi pengalaman super beda bagi Chris.

 

Karena ia menjadi satu-satunya penumpang di pesawat, Chris yang memegang tiket kelas ekonomi berpindah duduk ke kelas bisnis dan ia meminta pramugari memotretnya. Dan ia bersama satu penumpang lain mendapat layanan kelas bisnis dari pramugari cantik Delta

Saat pesawat sudah mulai bergerak untuk lepas landas, impian Chris jadi satu-satunya penumpang di pesawat terpaksa kandas. Karena pesawat kembali merapat ke terminal dan membuka pintu untuk mengangkut satu penumpang lain.

 

Kalau di Indonesia keadaan ini pasti akan membuat penerbangan tersebut dibatalkan atau minimal perubahan jadwal secara sepihak oleh maskapai penerbangan.

(ABC, CNN)

Foto: Aktivitas Elvira Devinamira Saat Mengikuti Miss Universe 2015

Di tanah air, Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira sedang menjadi perbincangan karena foto mesra palsunya dengan Ketua KPK Abraham Samad. Namun hal itu tak bisa mengganggunya untuk tetap fokus mengikuti kompetisi Miss Universe 2014.

 

Elvira Devinamira Balita

Foto imut Elvira Devinamira saat masih balita juga dipublikasikan oleh panitia Miss Universe

 

Pada Rabu 14 Januari 2015 kemarin saat berita tentang dirinya marak di Tanah Air, dia sibuk menjalani fashion show busana renang brandasal Italia, Yamamay

 

Elvira Devinamira Miss Universe 2015

Elvira berpose bersama kontestan lainnya. Dalam kesehariannya disana ia amat menyukai mengenakan celana pendek hotants

 

Situs resmi Miss Universe mempublikasikan foto-foto dara cantik kelahiran Surabaya 21 tahun ini memakai bikini dan segala aktivitas lain bersama kontestan yang berasal dari negara lain.

 

Miss Universe

Elvira berpose dengan Miss Rusia sebelum sesi foto mengenakan seragam tim basket NBA

 

Elvira Devinamira Miss Universe

Elvira Devinamira (kanan) narsis bersama Miss Kazakhstan dan Miss Serbia saat sesi melukis. Hmm, siapa yang lebih cantik?

 

Elvira Devinamira dalam sesi foto pribadi

 

Elvira Devinamira Miss Universe Swimsuit

Salah satu foto Elvira Devinamira dalam sesi foto bikini Miss Universe 2015

 

Elvira Devinamira Miss Universe 2015 Swimsuit

Gaya narsis Elvira sebelum diambil gambarnya dalam sesi foto bikini Miss Universe

 

 

Elvira tampak anggun saat menjalani sesi foto mengenakan bikini dalam salah satu sesi foto lain

 

Elvira tak lupa memotret Miss Turkey dan Miss Thailand yang duduk semeja dengannya saat melakukan sesi seni lukis

 

Elvira Devinamira

Salah satu sesi foto Elvira Devinamira mengenakan busana nasional kebaya

 

Elvira mmeposting foto-foto bikininya ke internet dan memicu banyak komentar mulai dari yang negatif hingga yang positif.

(Miss Universe, Missosology, Instaram)

%d blogger menyukai ini: