Arsip

Archive for 5 Desember 2014

Tengok wajah baru Paspor Republik Indonesia

 

Spoiler for Pendahuluan:
Apa sih passport itu?
Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Dengan kata lain, setiap warga negara dari suatu negara yang ingin berkunjung ke negara lainnya ‘diharapkan’ memiliki dan membawa paspor ke negara kunjungan. Ada beberapa kasus di mana paspor tidak diperlukan, sekalipun berkunjung ke luar negeri, bisa dilihat di komunitas negara-negara Eropa (European Union) atau di komunitas negara-negara Amerika Latin yang mengijinkan setiap warga negaranya untuk berkunjung ke sesama negara anggota tanpa membawa paspor, namun kebijakan tersebut ane tidak jelaskan di sini karena hanya ingin sebatas membahas paspor Indonesia.

Mungkin banyak orang mengira bahwa password (kata kunci) dan passport (bahasa inggris dari paspor) adalah 2 hal yang sama, padahal keduanya sangat berbeda maknanya. Pengalaman ane waktu jamannya masih duduk di sekolah dasar, kalo lagi ngobrolin tentang ke luar negeri, pasti ada aja yang menyangka bahwa password dan pasport itu sifatnya saling melengkapi.

Kali ini ane hanya ingin ajak kaskuser sekalian untuk bernostalgia dengan tampilan-tampilan paspor Republik Indonesia dari masa ke masa dan ane jamin pasti masih ada di antara agan2/aganwati yang masih bisa tengok tampilan2 di bawah ini di lemari agan2/wati sekalian.

Masih ada yang ingat dengan tampilan paspor yang ini gan?

Spoiler for Paspor Indonesia dekade lepas:

Ane pribadi pernah memiliki paspor dengan sampul di atas dari tahun 2003 sampai 2008. Kemudian saat perpanjang paspor tahun 2008, ane dapet paspor yang sampul depannya seperti ini:

Spoiler for Tampilan sampul depan Paspor Indonesia::

Jika dibandingkan dengan yang ane dapet tahun 2003, ane rasa yang versi tahun 2003 lebih ‘ngejreng’ dan lebih mudah dilihat tulisan dan logo Garuda Indonesia-nya di sampul depan.

Saat ini beberapa negara telah mengeluarkan apa yang disebut e-paspor atau elektronik paspor. e-paspor merupakan pengembangan dari paspor kovensional saat ini dimana pada paspor tersebut telah ditanamkan sebuah chip yang berisikan biodata pemegangnya beserta data biometrik-nya, data biometrik ini disimpan dengan maksud untuk lebih meyakinkan bahwa orang yang memegang paspor adalah benar orang yang memiliki dan berhak atas paspor tersebut. Sejak tahun 2011, Indonesia resmi menerbitkan paspor elektronik untuk khayalak umum. Umumnya, setiap e-paspor dibubuhkan logo ‘biometrik’ pada sampul terdepannya.

Seperti apa tampilannya?

Spoiler for Paspor elektronik Indonesia versi 2011:

Agan2 sekalian bisa lihat pada gambar di atas ini ada sekilas 2 garis tebal sejajar horizontal dengan lingkaran kecil di tengahnya. Itulah yang disebut sebagai logo paspor elektronik, dan dipakai oleh seluruh negara di dunia yang menerbitkan paspor elektronik.

Kemarin ini sempat heboh di dunia maya mengenai beredarnya tampilan baru wajah paspor Indonesia yang resmi beredar sejak akhir November 2014 ini. Sebenernya, ane juga udah pernah bikin trit mengenai rencana imigrasi Indonesia untuk mengeluarkan paspor dengan desain baru. Tritnya bisa diliat di sini gan. Setelah riset kecil2an (sok keren yah sampe sebut riset segala), ane menemukan berita2 yang isi lengkapnya bisa dibaca di:

Penasaran gak gan gimana wajah baru Paspor ‘Hijau’ kita? Seperti inilah:

Spoiler for Tampilan paspor ‘biru’ Indonesia:

Loh, ternyata udah bukan hijau lagi gan paspor biasa warga negara Indonesia. Dengan kata lain, sudah tidak bisa lagi sebut ‘paspor ijo’ Indonesia setelah bergantinya warna itu. Sekarang, bisa disebut dengan ‘paspor samudera’ karena warna biru sering dikaitkan dengan samudera, air, lautan: hal-hal yang belakangan diangkat sebagai inti pembangunan Indonesia oleh pemerintahnya yang baru.

Ada juga hal menarik mengenai paspor Indonesia versi terbaru ini. Kabarnyam, di setiap halaman ‘visa’ ada gambar-gambar yang merupakan ciri khas dari Indonesia.

Gimana gan tampilannya? keren gak?

(Update tanggal 2 Desember 2014)
Barusan aja baca berita dari detiktravel, ada sebuah artikel yang juga mengulas pesona Indonesia di setiap halaman paspor baru. Meskipun gak keseluruhan, tapi seperti inilah tampilannya:

Spoiler for Halaman 4-5:

 

Spoiler for Halaman 6-7:

 

Spoiler for Halaman 8-9:

 

Spoiler for Halaman 12-13:

 

Spoiler for Halaman 20-21:

 

Spoiler for Halaman 26-27:

 

Spoiler for Halaman 30-31:

 

Spoiler for Halaman 34-35:

 

Spoiler for Halaman 38-39:

 

Spoiler for Halaman 40-41:

Sumber gambar:
http://travel.detik.com/read/2014/12…–2-#menu_stop

Berita resmi dari website imigrasi Indonesia:

Sayangnya, tidak disebutkan berapa biaya paspor elektronik dengan desain terbaru. Karena menurut ane pribadi harga 300 ribu itu untuk paspor non-elektronik.

Di salah satu link berita yang ane bubuhkan di atas, dijelaskan bahwa kantor imigrasi akan menghabiskan blangko paspor hijau terlebih dahulu sebelum menerbitkan paspor berwarna biru itu. Jadi kalau agan masih dapat paspor berwarna hijau, yang sabar yah untuk menunggu sampai paspor tersebut kadaluwarsa atau seringlah jalan2 sehingga bisa ganti paspor secepatnya.

Mohon maaf yah kalau ada kata-kata yang tidak berkenan. Dan kalo ada agan2 yang punya informasi lebih dalam mengenai paspor-paspor NKRI, silahkan beri komentar!

Spoiler for Tambahan dari agan putera.bagus:
Jakarta – Banyak traveler memuji desain baru paspor Indonesia. Tapi banyak juga yang bertanya apakah ini paspor elektronik yang juga bisa digunakan oleh traveler Indonesia. Ternyata e-Passport dan desain baru adalah dua hal berbeda.

“Paspor baru ini mirip dengan yang lama, tapi beda dengan e-Passport karena nggak ada chipnya,” kata Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk Imigrasi Jaksel, Chicco, saat ditemui oleh detikTravel di Kantor Imigrasi Jaksel, Senin (1/12/2014).

Paspor desain baru pada prinsipnya adalah paspor biasa, tapi dengan desain baru pada cover dan gambar pada setiap lembarannya. Sedangkan untuk e-Passport sendiri, desainnya tetap yang lama dan tidak ada perubahan.

“e-Passport belum ada desain baru. Sedangkan paspor baru belum berbentuk elektronik, masih yang biasa itu,” imbuhnya.

Jika traveler membuat paspor biasa atau perpanjangan paspor biasa, maka mereka akan mendapatkan paspor desain baru itu. Namun jika mengajukan e-Passport atau upgrade dari paspor biasa, maka bentuknya adalah e-Passport dengan chip, namun tetap desain e-Passport yang lama.

“Ganti ke e-Passport dari paspor lama yang belum habis masa berlakunya boleh saja,” kata Chicco.

e-Passport memiliki sejumlah keuntungan. Antara lain, Jepang akan memberikan bebas visa untuk traveler Indonesia yang memiliki e-Passport. Namun traveler tetap perlu melapor ke Kedubes Jepang di Jakarta terlebih dahulu untuk memberi tahu sudah memiliki paspor elektronik sebelum pergi ke Jepang.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/12…-2-hal-berbeda

SISIPAN:
Nah, kalo kita berdiskusi mengenai paspor, hal kedua yang biasanya muncul di benak kita (apalagi para traveler) adalah ‘VISA’. Visa tidak lain tidak bukan adalah suatu bentuk formalitas ‘ijin masuk’ kepada seorang warga negara A untuk berkunjung ke negara B dan seterusnya. Menurut Henley & Partner Global (linknya bisa dilihat di trit yang ane selipin berikut), paspor Indonesia hanya bisa menikmati kunjungan ke 56 negara di seluruh dunia dan duduk pada peringkat 72 di dunia. Secara singkat, di tingkat ASEAN paspor Indonesia berada di peringkat 6 setelah Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, dan Filipina. Kalo agan berkenan, silahkan tengok trit ini karena di situ ada petisi yang mendorong pemerintah baru kita untuk lebih menggenjot negosiasi bebas visa dengan negara-negara lain. Linknya:

Spoiler for Dukung gerakan bebas visa untuk WNI:

 

Spoiler for Apa kata agan ryansyah100% mengenai promosi wisata Indonesia:
pasport-nya bagus, warna-nya juga ngejreng
bisa buat pamer juga nih di luar negri diliat ama temen luar . “wuih passpor lu mantep” gitu mungkin ya


mau OOT dikit, pemerintah harus gencar promosi indonesia nih, supaya dikenal. selain buat kesepakatan bebas visa (resiprokal). pemerintah juga harus bisa bikin iklan pariwisata yang bagus.
ane liat iklan pariwisata indonesia yang di tayangkan di channel terestial luar negri (tv1,sky,tv3,dll) dan channel satelit macem history,discovery,TLC,Natgeo,CNN,dll itu “JELEK BANGET!! DAN NGGA NUNJUKIN KEINDAHAN INDONESIA! cuma jakarta DOANG!” 100% KALAH sama iklan promosi wisata SINGAPUR,PILIPIN,TAILAND,AND EVEN MALAYSIA YANG JELAS JELAS NYOMOT BANGET BUDAYA KITA!!!
inget deh itu iklan diliat seluruh dunia! jangan cuma nampilin jakarta aja.. masa cuma nunjukin kota tua,gedung gedung sudirman,mall taman anggrek, buset dah “gue juga punya gitu doang mah” : (kalo kata si bule)

mau liat iklan wisata indonesia yang bagus? gampang! nyomot aja Opening video-nya KOMPAS_TV atau iklan rokok djarum super. ITU BARU INDONESIA YANG SEBENARNYA…!!!! indonesia juga harus kuat ngiklan! liat aja TLC,FYI,NATGEO travel itu isinya malaysia,tailand,pilipin dan kawan kawan semua ampe ada segnmen khusus. Lha indonesia mannnna…????

taro pejwan dong

Kategori:revo Tag:, , , ,

Tipe-Tipe Maling Yang Bikin Resah Gan…!!!


Zaman sekarang yang namanya Maling sudah tidak asing lagi berada di sekitar kita gan. malah yang namanya maling sangat meresahkan ya gan.
berikut tipe tipe maling yang ada di sekitar kita gan :

Quote:Quote:Maling Ayam

Spoiler for pict:

Maling Ayam dah sering kita denger gan, malah tragisnya pernah kejadian para maling ayam ini tidak hanya mengambil ayam nya saja, tapi sama kandang kandang nya juga gan..tragis ya gan?

Quote:Maling Jemuran

Spoiler for pict:

Biasa nya para maling yang bertipe maling jemuran ini mempunyai motif atau modus yang kadang tidak kita duga gan..kebanyakan para maling tipe ini mengambil pakaian dalam wanita gan..mengerikan..

Quote:Maling Helm

Spoiler for pict:

tipe maling helm banyak dijumpai pada saat kita parkir dipinggir jalan gan..

Quote:Maling Sandal

Spoiler for pict:
tipe maling sandal biasanya b
eraksi kebanyakan di masjid gan…terutama pada saat shalat jumat atau saat teraweh(bulan puasa)

Quote:Maling Kendaraan

Spoiler for pict:

tipe yang satu ini bisa beraksi dimana aja gan..lengah sedikit, para maling langsung beraksi gan..kebanyakan di malam hari dan dalam kondisi kendaraan tidak terkunci

Quote:Maling Barang Elektronik

Spoiler for pict:

maling barang elektronik ini lagi tren2 nya gan, banyak berita berita di tv. sampe ada yang ketangkap tangan, trus di gebukin satu RT gan..

Quote:Maling Listrik

Spoiler for pict:

tipe maling listrik sangat mengesalkan gan. karna dengan ulah mereka bisa sangat membahayan bagi warga yang lain, yang berdampak arus pendek yang mengakibatkan kebakaran gan..

Quote:Maling Korek

Spoiler for pict:


kalo tipe maling korek pasti sering agan agan alami di sekitar kita, biasanya para maling korek tidak sadar kalo mereka telah mengambil korek temannya gan…hehehe..

Quote:Maling Pacar Orang

Spoiler for pict:

Bagi para yang dah punya pacar hati hati dengan tipe yang satu ini gan… seperti ada istilah pagar makan tanaman gan…

Quote:Maling Uang Rakyat

Spoiler for pict:

tipe ini yang paling parah dan mengesalkan masyarakat gan.. kalo perlu dimusnahkan dari bumi indonesia.

Spoiler for bonus:

 

Kategori:revo

Dibalik Gemerlap Ekonomi Dubai

Bagi sebagian besar orang, jika mendengar kata Dubai pasti identik dengan kemewahan, kemakmuran, gemerlap dan lain sebaginya. Namun ibarat koin, dubai memiliki sisi yang lainnya. Berikut ini dibalik gemerlap ekonomi Dubai:
1. Ratusan Ribu Pekerja Dubai Diperlakukan Seperti Budak
 
Meskipun dikenal banyak bangunan mewah di sana, namun pada kenyataannya banyak kelas bawah seperti kaum Bangladesh dan India yang diperlakukan seperti budak.

Orang-orang ini dijanjikan gaji bulanan yang besar, menerima akomodasi yang fantastis dan makanan, dan diperlakukan seperti raja. Ini semua bohong.

Nyatanya, saat orang-orang ini turun dari pesawat, majikan mereka menyita paspornya, dan kemudian dipaksa bekerja selama 14 jam sehari di gurun. Bayaran yang diberikan pun kurang dari seperempat dari upah yang dijanjikan. Mereka hidup dalam batas kemiskinan. Ini yang memicu tingginya angka bunuh diri di Dubai.

2. Punya Utang Bisa Masuk Penjara
 
Di Dubai, hanya ada 2 pilihan jika punya utang, Anda membayar utang atau Anda masuk penjara. Sebuah artikel di The Independent menceritakan kisah Karen dan Daniel Andrews, warga Kanada yang pindah ke Dubai, saat Andrews menerima tawaran pekerjaan di UAE.

Karen awalnya ragu-ragu untuk pindah, tapi dia harus mengikuti suaminya. Setelah menetap di sana dengan gaya hidup mewah, mereka berdua mulai ‘terbuai oleh pesona Dubai’.

Daniel didiagnosis tumor otak dan ia membuat kesalahan dalam mengelola keuangan mereka, akhirnya mereka punya utang. Ketika mereka memutuskan untuk meninggalkan Dubai, Daniel berhenti dari pekerjaannya dan ia diberi uang saku lebih rendah daripada yang dijanjikan.

Ada aturan aneh di Dubai, di mana ketika Anda keluar dari pekerjaan Anda, pihak perusahaan memberitahukan kepada pihak bank atas utang yang dimiliki si pekerja sehingga semua akun yang Anda miliki dibekukan.

Ini persis apa yang terjadi pada Andrews. Kartu kredit mereka diblokir, mereka diusir dari apartemen dan Daniel dipenjara.

 
3. Ada Kelas Majikan dan Pembantu
Banyak pekerja di Asia Tenggara yang tertipu pindah ke Uni Emirat Arab (UAE) demi kehidupan yang lebih baik. Populasi di negara tersebut didominasi warga Filipina dan Ethiopia yang menjadi pembantu-pembantu dengan nasib mengerikan.

Paspor mereka disita, gaji mereka tidak pernah dibayar,  tidak boleh istirahat, dan majikan memiliki kekuasaan absolut atas budak-budak mereka.

Karena hal ini, banyak dari mereka melarikan diri hingga ke pinggiran kota untuk mencari perlindungan agar keluar dari negara tersebut dan bisa kembali ke negara asal. Pekerja wanita dipukuli, tidak dihargai dan diperlakukan buruk seperti hewan.

4. Krisis Air
 
Dubai dikelilingi gurun dan padang pasir sehingga sulit untuk mendapatkan air. The Tiger Woods Golf Course misalnya, membutuhkan empat juta galon air per hari.

Dubai memiliki angka curah hujan terendah di planet ini sehingga air minum yang dihasilkan berasal dari sejumlah pabrik penyulingan di sekitar kota, karena itu harga air sangat mahal, bahkan termahal di muka bumi.

Berbicara tentang laut atau pantai yang ada di Dubai, perlahan-lahan mulai tercemar karena pabrik pengolahan pembuangan kotoran tidak mampu bersaing dengan pertumbuhan penduduk yang sangat besar. Mereka membuang sampah ke laut hingga menurunkan minat sebagian besar wisatawan yang mengunjungi kota tersebut.

5. Utang Pemerintah Menggunung
 
IMF memperkirakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Dubai sekitar angka yang sama dengan jumlah utang pemerintah dan entitas yang mencapai US$ 130 miliar.

Ada tiga perusahaan holding yang berhubungan dengan pemerintah yang mengontrol pasar perumahan di Dubai, utang tersebut digunakan untuk pengembangan kota. Namun dengan pertumbuhan properti yang sangat besar, supplai berlebih sementara minat berkurang dan itulah yang terjadi di Dubai.

Gelembung properti meledak pada tahun 2009 dan perlahan mencoba pulih, dan faktanya entitas yang dikendalikan pemerintah tidak bisa membayar utang-utang tersebut yang akan meruntuhkan seluruh kota.

Sebuah artikel baru-baru ini oleh The Economist menunjukkan bahwa Dubai mungkin perlu mengubah model pertumbuhan ekonomi. Masalah lain adalah hanya 10% dari penduduk usia kerja Dubai adalah warga negara Dubai asli, sisanya adalah ekspatriat.

 
 
Kategori:revo Tag:,

Saat Anak Atau Adikmu Main iPad, Anak-Anak Bos Google dan Apple Asyik Main Tanah di Sekolah

5 Desember 2014 2 komentar

Di Indonesia, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu muatan lokal yang umum ditemui. Banyak juga sekolah yang mengizinkan murid-muridnya membawa laptop untuk kepentingan mencatat ataubrowsing informasi saat di kelas. Selesai sekolah, anak-anak ini pun bukannya pulang ke rumah untuk istirahat; mereka justru kembali akrab dengan iPad ataugame konsol mereka dengan alasan refreshing setelah seharian belajar. Saking sudah umumnya, sebagian dari kita mungkin menganggap fenomena ini sah-sah saja.

Tapi tunggu! Mari sejenak jalan-jalan ke Silicon Valley, sebuah kawasan di Amerika dimana perusahaan-perusahaan teknologi top dunia berkantor. Di tempat ini terdapat fakta yang akan membuat kita berpikir ulang,

“Apakah keputusan mengenalkan komputer pada anak sejak usia dini itu tepat?”

 

 

Para petinggi Google, Apple, Yahoo, HP hinggaeBay mengirim anak-anaknya ke sekolah yang sama sekali tak punya komputer

petinggi perusahaan teknologi mengirim anak-anaknya ke sekolah tanpa komputer

Ketika sekolah-sekolah lain memasukkan komputer dalam kurikulum dan berlomba membangun sekolah digital, Waldorf School of the Peninsula justru melakukan sebaliknya. Sekolah ini dengan sengaja menjauhkan anak-anak dari perangkat komputer.

Sekolah Waldorf justru fokus pada aktivitas fisik, kreativitas, dan kemampuan ketrampilan tangan para murid. Anak-anak tak diajarkan mengenal perangkat tablet atau laptop. Mereka biasa mencatat dengan kertas dan pulpen, menggunakan jarum rajut dan lem perekat ketika membuat prakarya, hingga bermain-main dengan tanah setelah selesai pelajaran olahraga.

Guru-guru di Waldorf percaya bahwa komputer justru akan menghambat kemampuan bergerak, berpikir kreatif, berinteraksi dengan manusia, hingga kepekaan dan kemampuan anak memperhatikan pelajaran.

 

 

Para petinggi di dunia IT ini membela keputusan sekolah Waldorf untuk tak memperkenalkan komputer ke anak-anak mereka

metode belajar tanpa komputer justru mendapat kritikan

Banyak yang menganggap bahwa kebijakan yang dibuat Waldorf itu keliru. Meski metode pembelajaran yang mereka gunakan sudah berusia lebih dari satu abad, perdebatan soal penggunaan komputer dalam proses belajar-mengajar masih terus berlanjut.

Menurut para pendidik dan orangtua murid di Sekolah Waldorf, sekolah dasar yang baik justru harus menghindarkan murid-muridnya dari komputer. Ini disetujui oleh Alan Eagle (50), yang menyekolahkan anaknya Andie di Waldorf School of the Peninsula:

“[Anak saya baik-baik saja, meskipun] tak tahu bagaimana caranya menggunakan Google. Anak saya yang lain, yang sekarang di kelas dua SMP, juga baru saja dikenalkan pada komputer,” tutur Eagle, yang bekerja untuk Google.

Eagle tak mempermasalahkan ironi antara statusnya sebagai staf ahli di Google dan kondisi anak-anaknya yang gaptek.

“Misalkan saja saya seorang sutradara yang baru menelurkan sebuah film dewasa. Meski film itu didaulat sebagai film terbaik yang pernah ada di dunia sekalipun, saya toh tak akan membiarkan anak-anak saya menonton film itu kalau umur mereka belum 17 tahun.”

 

 

Tanpa perangkat komputer atau kabel, kelas-kelas di Waldorf punya tampilan klasik dengan papan tulis dan kapur warna-warni

Waldorf punya tampilan klasik nan unik

Sekolah Waldorf tampil dengan gaya ruangan kelas yang klasik. Tak banyak perangkat elektronik, layar-layar komputer, atau kabel-kabel yang menghiasi ruangan. Berhias dinding-dinding kayu, kamu hanya akan menemukan papan tulis penuh coretan kapur warna-warni. Ada rak-rak penuh berbagai jenis ensiklopedia hingga meja-meja kayu dengan tumpukan buku-buku catatan dan pensil.

Andie yang duduk di kelas 5 mendapat pelajaran membuat kaos kaki. Ketrampilan merajut dipercaya membantu anak-anak belajar memahami pola dan hitungan. Menggunakan jarum dan benang bisa mengasah kemampuan memecahkan masalah dan belajar koordinasi. Saat pelajaran bahasa di kelas 2, anak-anak akan diajak berdiri melingkar. Mereka diminta mengulang kalimat yang diucapkan guru secara bergiliran. Gilirannya ditentukan dengan melempar penghapus atau bola. Ternyata, metode belajar ini bisa jadi salah satu cara untuk mensinkronkan tubuh dan otak.

Guru kelas Andie, Cathy Waheed, mengajarkan anak-anak mengenal pecahan dengan metode yang sangat sederhana. Yup, Waheed menggunakan buah apel, kue pai, atau roti yang dipotong-potong lalu dibagikan pada murid-muridnya.

“Saya yakin dengan cara ini mereka bisa lebih mudah mengenal hitungan pecahan,” ujar Waheed, yang merupakan lulusan Ilmu Komputer dan sempat bekerja sebagai teknisi

 

 

Menurut guru-guru Waldorf, mengajarkan siswa memakai komputer tak akan membuat mereka bertambah pintar. Sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa menjelaskan kaitan keduanya.

belum ada fakta yang mengaitkan penggunaan komputer dan prestasi siswa

Selain dari pengajar dan orang tua murid, para ahli pendidikan pun menegaskan:

“Penggunaan komputer di ruang kelas sebenarnya tidak ada alasan ilmiahnya. Sampai saat ini toh belum ada penelitian yang membuktikan bahwa keterampilan menggunakan komputer akan berpengaruh pada nilai tes atau prestasi mereka.”

Nah, apakah belajar hitungan pecahan dengan memotong apel atau merajut jauh lebih baik? Bagi Waldorf, pertanyaan ini sulit dibuktikan. Sebagai sekolah swasta, Waldorf tak berpedoman pada tes-tes dasar yang serupa dengan sekolah-sekolah lain. Mereka pun memang mengakui bahwa murid-muridnya tak akan dapat nilai setinggi anak-anak sekolah negeri jika diminta mengerjakan soal-soal tes umum. Bukan karena mereka bodoh, namun karena murid-murid Waldorf memang tak dijejali teori-teori matematika dasar sesuai kurikulum.

Namun, ketika diminta membuktikan efektivitas pendidikan di Waldorf,Association of Waldorf School di Amerika Utara menayangkan hasil penelitian yang tak main-main:

“94% siswa lulusan SMA Waldorf di Amerika Serikat di antara tahun 1994 sampai 2004 berhasil masuk di berbagai jurusan di kampus-kampus bergengsi seperti Oberlin, Berkeley, dan Vassar.”

Selain faktor minimnya teknologi, kualitas pengajar yang baik di Waldorf juga dinilai berpengaruh pada keberhasilan sekolah tersebut mengirim anak-anaknya ke universitas-universitas bergengsi di Amerika. Waldorf memang tak sembarangan dalam memilih guru. Selain berpendidikan tinggi, mereka harus memiliki jam terbang yang mumpuni. Wajar saja jika Waldorf kemudian berhasil mengembangkan anak didik mereka menjadi hebat dan berprestasi.

Kualitas inilah yang kemudian membuat para orangtua percaya pada metode pengajaran Waldorf. Salah satu orangtua tersebut adalah Pierre Laurent (50), pendiri startup yang sebelumnya bekerja di Intel dan Microsoft. Bahkan saking terkesannya dengan metode Waldorf, Monica Laurent, istri Pierre, bergabung menjadi guru di sekolah ini sejak tahun 2006.

 

 

Waldorf memegang filosofi bahwa belajar-mengajar bukan perkara sederhana. Ini tentang bagaimana seharusnya menjadi manusia.

belajar adalah pengalaman yang berharga

Sebenarnya menurut Waldorf, memilih menggunakan teknologi komputer atau tidak bisa jadi sifatnya subyektif  atau perkara pilihan. Terserah saja, menurut kebijakan sekolah masing-masing. Namun yang harus dicatat: ketika anak sudah dibiarkan lekat dengan komputer sejak dini, bisa saja ia akan ketergantungan dan sulit melepaskan gawai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ann Flynn — petinggi National School Boards Association yang membawahi sekolah-sekolah negeri di Amerika — tetap bersikeras bahwa pelajaran komputer itu penting. Sementara Paul Thomas, mantan guru dan profesor pendidikan yang sudah menulis lebih dari 12 buku tentang metode pendidikan publik, lebih setuju pada Waldorf. Baginya, pendekatan yang minim teknologi di dalam kelas justru sangat bermanfaat.

“Mengajar adalah pengalaman manusia. Teknologi justru bisa jadi gangguan ketika mengenal huruf dan angka, belajar hitungan, dan berpikir kritis, “ ungkap Thomas.

 

 

Keahlian di bidang IT adalah modal untuk bersaing di dunia kerja. Tapi, haruskah itu menjadi alasan untuk mengenalkan komputer pada anak sejak dini?

apakah mengenalkan komputer sejak dini itu tepat?

“Komputer itu sangat mudah. Kami di Google sengaja membuat perangkat yang ibaratnya bisa digunakan tanpa harus berpikir. Anak-anak toh tetap bisa mempelajari komputer sendiri jika usia mereka sudah dewasa.”

– Alan Eagle.

Singkatnya, Eagle menjelaskan bahwa komputer itu mudah dan bisa dipelajari lewat kursus kilat sekalipun. Jadi buat apa “membunuh” kreativitas alami anak dengan memaksa mereka mempelajari komputer sejak dini?

Bukan berarti anak-anak di Waldorf dan Silicon Valley sama sekali tak melek teknologi. Siswa-siswa kelas V di Waldorf mengaku sering menghabiskan waktu mereka dengan menonton film di rumah. Seorang siswa yang ayahnya bekerja sebagai teknisi di Apple mengaku sering diminta mencoba game baru ciptaan sang ayah. Sementara seorang murid biasa berkutat dengan flight control system di akhir pekan bersama orang tuanya.

Justru anak-anak ini sudah mendapat pengetahuan teknologi dalam porsi yang pas, mengingat kebanyakan orangtua mereka adalah penggiat industri teknologi. Berkat didikan di Waldorf, anak-anak Silicon Valley mengaku tak nyaman saat melihat orang-orang di sekitarnya sibuk dengan gadget mereka.

“Aku lebih suka menulis dengan kertas dan pulpen. Ini membuatku bisa membandingkan tulisanku saat kelas I dengan yang sekarang. Kalau aku menulis di komputer ‘kan… gaya tulisannya sama semua. Dan kalau komputermu tiba-tiba rusak atau mendadak mati listrik, pekerjaanmu jadi tak selesai ‘kan?” ungkap Finn Heilig, yang ayahnya bekerja di Google.

Sekali lagi, metode pendidikan tanpa komputer bukannya bermaksut menutup akses anak untuk mengenal teknologi. Kelak, di usia tertentu mereka tetap punya kesempatan untuk mempelajarinya. Sementara di masa kanak-kanak, mereka berhak mendapat kesempatan menjadi sebenar-benarnya anak-anak.

 

Bagaimana nasib adik-adikmu atau anak-anakmu sendiri kelak? Apakah lebih baik mereka dikenalkan dengan gadget dan perangkat teknologi sejak dini, atau lebih baik menunggu sampai saat yang benar-benar tepat?

sumber

15 Tanda Bahwa Kamu Punya Bakat Buat Jadi Seorang Pengusaha Sukses

Entrepreneur, atau ‘pengusaha’ dalam bahasa Indonesia, bisa punya latar belakang apa saja. Seseorang tidak harus mengambil kuliah di bidang ekonomi atau bisnis untuk bisa jadi pengusaha. Kesuksesan finansial yang bisa didapatkan dari membangun bisnis sendiri menarik banyak orang untuk banting setir dan memulai usaha mereka sendiri.

Walau begitu, ternyata tidak semua orang punya bakat untuk bisa jadi seorang pengusaha. Sebagian besar pengusaha sukses di dunia ini memiliki kesamaan cara berlaku dan kepribadian. Kalau banyak dari 15 sifat di bawah ini ada pada dirimu, mungkin saja kamu memang terlahir untuk jadi seorang pengusaha:

 

 

1. Bagimu, Risiko Itu Harus Diambil. Bukan Ada Untuk Dihindari

Mengambil resiko

Untuk memulai sebuah usaha, diperlukan modal yang tak sedikit. Bukan hanya dalam hal dana, tapi juga waktu dan tenaga. Ini kenapa orang sering berkata bahwa memulai sebuah usaha adalah keputusan yang berisiko besar.

Tapi, para pengusaha tidak akan keberatan mengambil risiko tersebut. Tanpa keberanian mengambil risiko, mereka tahu bahwa hasil yang memuaskan tak akan pernah bisa tergapai. Keberanian mengambil resiko membuat pengusaha menjadi pemimpin yang tangguh dan pebisnis yang handal.

 

 

2. Dalam Dirimu Ada Keuletan yang Besar. Meski Gagal Berkali-Kali, Kamu Akan Tetap Bangkit

Buah dari keuletan bekerja

Banyak pengusaha yang gagal karena mereka gak mampu bertahan menghadapi tantangan dalam mendirikan usahanya. Keuletan dibutuhkan untuk terus mendorong hasrat pengusaha agar tetap maju dan maju. Walau bisnis gak selamanya menguntungkan, pengusaha yang ulet bakal terus berdiri setelah berkali-kali jatuh.

 

 

3. Meski Orang-Orang Di Sekeliling Meremehkan, Kamu Tetap Percaya Pada Kemampuan Diri

Confidence

Akan butuh banyak rasa percaya diri untuk keluar dari batasan finansial. Rasa percaya diri juga dibutuhkan untuk terus gigih menjalankan usaha, walau kondisi sedang buruk. Pengusaha merupakan orang-orang yang punya rasa percaya diri yang tinggi. Mereka punya visi, dan percaya kalau visi itu akan tercapai pada suatu saat.

 

 

4. Kamu Selentur Bunglon Saat Dihadapkan Pada Keharusan Untuk Beradaptasi

Achmad Zaky pendiri dan CEO bukalapak.com

Biarpun tren pasar bisa ditebak dan diciptakan, seorang pengusaha belum tentu mampu mengendalikan situasi ekonomi di negara dia berbisnis. Ekonomi terus bergerak dan dibutuhkan seorang yang bisa beradaptasi ketika perekonomian mulai runtuh. Tidak ada yang akan pernah tahu pasti apa yang akan terjadi dengan perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, namun seorang pengusaha selalu siap beradaptasi menghadapi tantangan.

 

 

5. Rasa Ingin Tahumu Bisa Membunuh Seekor Singa Dewasa

David Wayne Ika, CEO Lintas.me

Rasa penasaran yang dimiliki pengusaha berbeda dengan kepo. Sebagian besar usaha dibangun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang membludak di kepala pengusaha. Mereka ingin tahu bagaimana manusia memecahkan masalah dan bagaimana dia bisa membantu untuk meringankan beban manusia.

Pengusaha juga penasaran bagaimana reaksi pasar terhadap solusi yang ia tawarkan. Rasa penasaran membantu pengusaha untuk berinovasi, menemukan strategi baru, dan menjemput kesuksesan dengan cara yang unik.

 

 

6. Dihadapkan Pada Sistem yang Tidak Berjalan Baik, Kamu Selalu Gatal Untuk Membenahinya

CEO tiket.com Wenas Agusetiawan

Pengusaha mudah merasa gelisah, namun dalam artian yang positif. Dia mudah resah ketika melihat masyarakat gak bisa bekerja dengan efektif. Dia juga gelisah melihat satu perusahaan memonopoli sebuah pasar, sehingga dia akan membuat usaha baru sebagai pesaing. Pengusaha juga resah jika melihat kinerja perusahaannya tersendat, sehingga dia akan terdorong untuk turun tangan dan membetulkan yang salah.

 

 

 

7. Saat Sudah Terlalu Nyaman Dengan Sebuah Pekerjaan, Kamu Justru Ingin Mencari Tantangan Baru

Peter Firmansyah of PSD

Untuk keluar dari zona nyaman, kamu membutuhkan nyali yang besar. Tekanan sosial untuk hidup mapan, memakai baju rapih dan terlihat profesional, dannrimo sebagai karyawan adalah sesuatu yang sangat mengganggu bagi seorang pengusaha. Dia akan berusaha mencari cara yang tepat untuk “memberontak”.

Memberontak disini maksudnya tidak hanya pada sistem atau atasan, tapi juga pada diri sendiri. Seseorang yang bermental pengusaha akan berontak pada dirinya sendiri jika dia sudah mulai nyaman menjadi karyawan.

 

 

 

 

8. Proses Membangun Bisnis dari 0 Adalah Sesuatu yang Amat Kamu Nikmati

Owner Cokro Tela Cake, Firmansyah

Bukan bangunan fisik saja yang dimaksudkan disini. Lebih besar lagi, pengusaha sangat menikmati proses merencanakan, mengorganisasi, dan mengeksekusi sebuah proyek. Menjadi pengusaha harus ringan tangan, gesit, dan telaten. Layaknya pengrajin, ada kombinasi unsur kreativitas, optimisme, dan seni dalam dirinya.

Para pengusaha menyukai tantangan, dan membangun bisnis atau produk mulai dari nol adalah kebanggaan tersendiri baginya.

 

 

 

9. Persaingan Justru Membuatmu Ingin Berjuang dan Membuktikan Kemampuan

Siap bersaing

Pengusaha adalah orang yang tidak akan segan menunjukkan sikap siap bersaingnya. Kalau belum mencapai kesuksesan yang sesuai dengan definisinya, dia tidak akan lepas tangan, mengambil cuti, kabur tiba-tiba, lalu berlibur. Seperti olahragawan atau seniman, seorang pengusaha memiliki hasrat untuk menjadi yang terbaik dari yang paling baik.

Seorang pengusaha selalu mencari cara untuk mengalahkan saingannya. Jika tidak bisa? Dia akan berusaha menjadikan saingan itu rekan dekatnya.

 

 

 

 

10. Kamu Punya Ide-Ide Unik yang Sulit Ditebak

Sulit dibaca

Pengusaha yang baik adalah pengusaha yang memiliki strategi bisnis tak tertebak. Saat masyarakat bisa saja berusaha mencari tahu apa detil-detil rencananya di masa depan, seorang pengusaha tidak akan keberatan mengubah strategi bisnisnya jika memang itu diperlukan. Hal ini dilakukannya demi beradaptasi dengan pasar, serta menjadi selangkah lebih maju di depan pesaingnya.

 

 

 

 

11. Bagimu, Setiap Keputusan Harus Bisa Dijelaskan Dengan Rasional

Tidak menerima kata tidak

Seorang pengusaha tidak akan puas jika orang memberinya jawaban “mungkin” atau “tidak bisa”. Dia akan bertanya, “Kenapa?” “Apa yang bisa saya lakukan untuk mengubahnya?” Penolakan tanpa sebab yang jelas adalah hal yang mengusyik ketenangan seorang pengusaha.

 

 

12. Terpuruk Itu Pasti. Tapi Kamu Selalu Menemukan Motivasi Untuk Bangkit Kembali

Kembali tegak setelah sempat terpuruk

Ada anggapan kalau pengusaha itu cepat sukses, namun juga bisa cepat bangkrut. Namun, seorang pengusaha hebat selalu bangkit dalam sekejap. Kuncinya emang terletak seberapa cepat dia berdiri lagi. Jika pengusaha mengalami kegagalan, dia akan menahan diri untuk bermuram atau mengasihani diri sendiri. Dia segera bangkit dan move on ke peluang bisnis berikutnya.

 

 

13. Think Outside The Box

Aria Rajasa, CEO gantibaju.com

Kamu mesti berpikir di luar kebiasaan jika mau sukses. Banyak pengusaha yang sekian lama dicibir, bahkan oleh teman dan keluarganya sendiri, hanya karena ide mereka tidak bisa dipahami orang kebanyakan.

Jeff Bezos meninggalkan pekerjaan bergaji lumayan di New York demi memulai usaha dari garasi rumahnya yang kini dikenal dengan nama Amazon. Tahu dari mana Bezos mendapat ide gilanya? Setelah mendengar bahwa pengusaha retail tak harus membayar pajak jika tidak punya toko fisik. Gila, bukan?

 

 

14. Buatmu, Tidak Mengejar Peluang yang Ada Adalah Sebuah Dosa Besar

CEO Pink Emma, Iwan Tantra

Pengusaha adalah tipe orang yang suka minta maaf karena harus melakukan sesuatu daripada minta izin sebelum memulai apa-apa. Ketika seorang pengusaha melihat peluang, dia akan langsung tancap gas merebut peluang itu. Kalau ada masalah, dia langsung turun tangan tanpa minta persetujuan dan izin dari orang lain.

Jadi jika kamu punya banyak ide di kantor namun malah dianggap sok kritis oleh atasan, mungkin sudah saatnya kamu tancap gas jadi pengusaha.

 

 

 

 

15. Telinga dan Hatimu Cukup Lapang Untuk Selalu Menerima Masukan Baru

Selalu menerima ide

Sangat penting bagi pengusaha untuk mendapat umpan balikkritik, dan saran demi kemajuan usahanya. Mau mendengarkan orang lain akan membuat seorang pengusaha mengerti hal-hal yang tadinya bahkan tak ia pikirkan. Dengan catatan, dia tetap harus bijaksana dalam memilah-milah ide atau nasihat yang datang. Seberapa brilian atau otoritatif pun ide tersebut terdengar, pengusaha yang baik akan mampu mempertimbangkan nilai ide tersebut dari risiko dan potensinya.

 

 

Jadi gimana? Apakah kamu punya kualitas-kualitas seperti pengusaha di atas? Kalau iya, sebaiknya kamu berhenti meragukan diri. Mulailah menseriusi bakatmu untuk menjadi pengusaha sekarang juga.

 

sumber

%d blogger menyukai ini: