Beranda > revo > 5 Hal Sederhana yang Membuat Kebahagiaanmu Tertunda

5 Hal Sederhana yang Membuat Kebahagiaanmu Tertunda

Apalagi sih yang kita cari selain kebahagiaan? Sepertinya, motif sebagian besar orang di dunia melakukan sesuatu adalah untuk mengejar yang namanya kebahagiaan. Anehnya, terkadang kamu sendiri nggak tahu kenapa sering kali kamu kurang merasa bahagia. Kamu merasa kebahagiaanmu tidak kunjung datang, Tanpa pernah tahu apa penyebabnya.

Kenapa ya hal seperti itu seringkali terjadi? Jangan-jangan karena kamu sendiri yang sering melakukan hal-hal sederhana yang tanpa sadar bikin bahagiamu tertunda! Apa saja hal-hal tersebut? Apakah kamu juga sering melakukannya?

 

 

1. Kerja, kerja, dan kerja — sampai lupa ada aspek hidup lain yang tak kalah pentingnya

Terlalu sibuk menjalani rutinitas

Terlalu sibuk dengan pekerjaan yang wajib kamu lakukan memang adalah sebuah hal yang dapat dimaklumi. Nggak bisa dipungkiri memang, pekerjaan dan tanggung jawab yang ada di pundakmu kerap memakan banyak waktu dalam hidup. Bangun pagi, ke kampus atau ke kantor, beraktivitas, pulang, istirahat, kemudian hari esok pun datang dan aktivitas sama kembali dilakukan.

Tetapi karena sering terlalu sibuk dengan rutinitasmu, kamu jadi lupa dengan segala esensi dari kehidupan yang kamu jalani. Ada hal-hal penting selain pekerjaan yang juga harus dipikirkan: kesehatan, waktu bersama keluarga dan teman-teman, juga kebahagianmu sendiri. Melupakan aspek hidup lain di luar rutinitas sebenarnya setara dengan mengorbankan kesempatanmu untuk bahagia.

 

 

2. Mengeluarkan uang hanya untuk memenuhi kebutuhan, tanpa pernah membeli pengalaman

Membeli pengalaman

Bagi sebagian orang, mengeluarkan uangnya untuk bersenang-senang adalah sebuah hal yang berlebihan dan dianggap sebagai kegiatan foya-foya. Mereka lebih memilih membeli sebuah barang yang mahal yang bisa mereka gunakan dalam waktu lama atau bisa mereka pakai sebagai investasi. Enggan mengeluarkan uang untuk traveling, tapi rela-rela saja beli gadget berharga belasan juta misalnya.

Mereka beranggapan seperti itu seakan-akan mereka percaya bahwa kebahagiaan hanya datang dari sebuah barang mahal yang bisa mereka beli, bukan dari sebuah pengalaman. Menurut hasil riset, menunjukkan bahwa pengalaman lebih bisa membuat kita bahagia daripada sebuah barang yang bagus. Jadi apa salahnya kita memanjkan diri untuk bepergian ke tempat baru atau menonton konser di luar negeri jika kita mampu? Pengalaman selamanya bisa dikenang dan digenggam, sementara barang suatu saat bisa rusak dan harus diistirahatkan.

 

 

3. Tidak pernah memanjakan diri sendiri dengan berlibur

Sempatkalah untuk berlibur

Kalau bekerja terus-terusan tanpa libur bisa bikin kamu bahagia, mungkin kamu nggak perlu yang namanya liburan. Setiap hari kamu rajin bekerja, tapi sambil mengeluh dan menggerutu karena capek dan bosan. Kalau seperti itu terus yang ada kamu jadi makin tambah stress dan jadi pribadi yang negatif.

Sesibuk apapun dirimu, sempatkanlah dan rencanakan untuk berlibur. Kalau kamu udah ngerasa jengah, tandanya kamu butuh hiburan. Berliburlah saat weekend atau kalau kamu mau, kamu bisa menggunakan waktu cutimu. Kalauliburan bisa bikin kamu lebih bahagia, maka selalu sempatkanlah untuk berlibur dan membahagiakan dirimu sendiri.

 

 

4. Enggan melawan rasa takut demi mencoba hal baru

Coba jajal sesuatu yang baru

Mencoba sebuah pengalaman baru yang belum pernah sama sekali kamu lakukan, mungkin membuatmu sedikit takut dan ragu-ragu untuk mencobanya. Ketakutan-ketakutan tersendiri terkadang suka muncul tiba-tiba sehingga menimbulkan banyak pertimbangan yang sering berujung dengan pembatalan. Mau coba surfing — takut gak bisa, takut jatuh, tenggelam, atau cidera.

Ketakutan ini bisa muncul karena kamu enggan melawan rasa takut diri sendiri sehingga dengan mudahnya menyerah tanpa pernah mencoba. Kalau kamu sendiri nggak cukup punya keberanian dan ketangguhan untuk membuat dirimu bahagia, ketika kebahagiaan tidak datang padamu, orang yang harus kamu salahkan adalah dirimu sendiri.

 

 

5. Menunda. Merasa selalu punya “nanti” untuk mulai mengejar mimpi

Suka menunda-nunda kesempatan

Kamu mungkin lupa udah berapa kali menunda-munda mimpimu sendiri. Entah saat ditawari sebuah kesempatan emas, kesempatan liburan atau bahkan hal kecil seperti pulang ke rumah demi bisa berkumpul bersama keluarga. Kamu sering merasa punya waktu lain untuk melakukan hal tersebut. “Nanti akan tiba masanya, gak papa saat ini aku tunda” — begitu pikirmu.

Apakah kamu nggak pernah sadar ketika mengucapkan “Kapan-kapan aja deh”,  itu sama saja kamu sudah menunda-nunda kesempatan yang akan terjadi pada dirimu, termasuk kebahagianmu sendiri? Kesempatan bisa saja tidak akan datang 2 kali. Menunda hal yang bisa kamu lakukan saat ini sebenarnya sama dengan menunda kesempatanmu demi bisa mendapatkan kebahagiaan untuk diri sendiri.

 

Selalu ingat dan percaya, kebahagiaan itu tidak selamanya datang secara tiba-tiba lalu dengan sendiirinya datang menghampirimu. Semua itu kembali lagi pada diri kita sendiri. Yang tahu banget gimana kamu bisa bahagia adalah dirimu sendiri.

Jangan cuma berharap saja tanpa melakukan apa-apa. Ciptakan kebahagiaanmu dan wujudkanlah, jangan sampai kamu menyesal karena sudah terlalu terlambat untuk menyadari.

sumber

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: