Beranda > Inspirasi > 10 Pertanyaan yang Harus Kamu Jawab Sebelum Resign dari Kantor & Memulai Usaha Sendiri

10 Pertanyaan yang Harus Kamu Jawab Sebelum Resign dari Kantor & Memulai Usaha Sendiri

Modal sudah terkumpul, ide brilian pun sudah dijadikan konsep. Keinginanmu memiliki usaha sendiri semakin menggebu-gebu, dan jalan kesana semakin lama semakin terbuka. Apakah ini saat yang tepat untuk menyerahkan surat pengunduran dirimu sebagai karyawan?

Jangan terburu-buru! Sebelum memutuskan, pastikan dulu bahwa melepas stabilitas finansialmu sebagai karyawan akan jadi keputusan terbaik dalam hidupmu; bukan justru keputusan yang akhirnya hanya akan kamu sesali karena kurangnya persiapan atau pemilihan waktu yang tidak tepat. Nah, untuk memantapkan jalanmu, Hipwee telah merangkum 10 pertanyaan yang wajib kamu tanyakan pada dirimu sendiri sebelum membuat keputusan tersebut. Inilah pertanyaan yang harus kamu ajukan pada dirimu sendiri sebelum akhirnya jadi pengusaha full time:

 

1. Apakah Kamu Yakin Menjadi Pengusaha Akan Membuatmu Lebih Bahagia?

Tutup tab di komputermu dan mulailah fokus

Sebelum mencemplungkan diri ke wilayah asing seperti dunia usaha, pastikan bahwa memulai usahamu sendiri adalah hal yang benar-benar ingin kamu lakukan dalam hidup. Banyak orang yang diam-diam menderita karena pekerjaan yang dilakoninya. Tapi, itu bukan alasan yang tepat untuk serta merta “kabur” ke dunia wirausaha.

Pastikan bahwa kamu percaya bahwa hanya dengan menjadi bos dari dirimu sendiri kamu akan dapat menemukan kebahagiaan dan aktualisasi diri. Jika kamu bahkan tidak yakin atau percaya hal ini, mungkin kamu membutuhkan waktu lebih untuk benar-benar melihat ke dalam dirimu sendiri dan cari tahu apa yang akan membuatmu bahagia.

Menjadi pengusaha bukan pekerjaan yang mudah. Ketika kamu sudah benar-benar yakin bahwa memang ini yang kamu mau, di masa sulit pun kamu akan lebih bisa bertahan. Semua orang berhak mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan dari karier yang akhirnya dapat melengkapi hidupmu.

 

 

2. Bagaimana Kamu Bisa Yakin Bahwa Sekarang Adalah Waktu Yang Tepat?

the_paper_boat_dreams_by_marcodiquattro

Menahkodai usahamu sendiri memang butuh keberanian besar. Tapi bukan hanya asal berani, kamu juga harus tahu waktu yang tepat dan paling kondusif untuk menanggalkan status karyawanmu dan beralih menjadi pengusaha penuh waktu. Artinya, jangan pernah merasa bersalah menunda rencanamu memulai usaha jika kamu yakin semua itu demi hasil akhir yang lebih baik.

Waktu yang tepat tidak hanya soal kesiapan modal atau kematangan rencana bisnis, tapi juga kesiapanmu menanggung semua tanggung jawabmu tanpa sokongan gaji yang selama ini rutin masuk ke rekeningmu. Jika istrimu sedang hamil atau orangtuamu sedang sakit, meninggalkan jaminan finansial yang disediakan kantormu sekarang mungkin bukan keputusan yang tepat.

Bahkan sebelum memulai bisnismu pun, kamu harus sudah mampu membuat keputusan secara realistis dan terbuka.

 

 

3. Apakah Kamu Rela Mengorbankan Kenyamanan Saat Ini Demi Mendapatkan Lebih Di Kemudian Hari?

Relaxing At Work

Liburan keluarga yang rutin kamu lakukan tiap tahun, kredit mobil baru, sampai bahkan waktu istirahat yang rutin adalah kenyamanan-kenyamanan yang harus rela kamu korbankan pada masa-masa awal pendirian bisnismu. Membangun usaha dari nol menuntut semua waktu, sumber daya, dan perhatian yang tidak terbagi. Apalagi ketika semua hal dan keputusan penting ada di pundakmu. Mengalihkan tanggung jawab pada orang lain bisa sulit dilakukan.

Tapi kamu harus mengerti bahwa pengorbanan tersebut memang perlu demi pondasi usahamu. Percayalah bahwa di hari-hari dimana usahamu sudah tinggal landas, kamu akan memiliki keleluasaan, waktu, dan semoga saja keuntungan finansial yang lebih untuk dapat kamu bagi dengan orang-orang terkasih. Namun jika saat ini kamu belum siap merelakan semua kenyamanan tersebut, mungkin kamu memang harus menunggu.

 

 

4. Apakah Kamu Siap Untuk Menghadapi Perubahan Gaya Hidup Yang Ekstrem?

asset

Ada beberapa orang yang memang sangat cocok mengikuti struktur dan aturan yang sudah ada. Bangun pagi, berangkat ke kantor pada jam yang sama tiap paginya, bercengkrama, berbagi tugas dengan rekan kerja, menyelesaikan target hari ini, dan pulang pada jam yang sudah ditentukan pula. Banyak juga orang yang sudah merasa cukup terpenuhi dengan rutinitas tersebut. Namun jika setelah menjadi karyawan selama beberapa tahun, kamu menemukan dirimu bosan dan tidak puas dengan rutinitas tersebut maka kamu harus siap dengan perubahan ekstrem dalam hidupmu.

Memulai usahamu sendiri seringkali berarti kebalikan dari dunia terstruktur tersebut. Lepas dari struktur rutin yang bagimu membosankan itu tidak melulu berarti kebebasan. Kamu justru harus bersiap menghadapi jam kerja yang tak kenal pagi atau malam. Jam-jam panjang tersebut juga kebanyakan akan kamu habiskan sendiri. Butuh banyak upaya memotivasi diri untuk melewati jam-jam penuh kesendirian itu.

Pastikan kamu tidak hanya bosan dengan rutinitas kantor yang selama ini kamu jalani, tapi juga sesuai menjalani petualangan solo yang seringkali sepi dan melelahkan.

 

 

5. Apakah Kamu Sudah Memiliki Dukungan yang Cukup Untuk Menyertai Upayamu Membangun Usaha Sendiri?

Mark Zuckerberg gets married

Pastikan kamu memiliki sistem dukungan yang cukup untuk mengisi kekosongan pendapatan, waktu, dan perhatianmu selama kamu sibuk membangun perusahaan. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat adalah faktor krusial yang mampu memuluskan upayamu meluncurkan usahamu.

Pastikan kamu memiliki tabungan terpisah yang akan mampu menanggung pengeluaran selama usahamu belum menghasilkan keuntungan. Jika kamu adalah seorang kepala keluarga, pastikan juga pasanganmu mengerti pengorbanan waktu dan perhatian yang harus kamu berikan terhadap usahamu mungkin akan mengurangi waktumu dengan keluarga untuk sementara waktu.

Walaupun kamu memang harus memiliki komitmen kuat dan rela mengorbankan banyak hal untuk membangun usahamu sendiri, keseimbangan dalam hidup itu juga penting untuk dijaga. Maka sebelum memutuskan untuk benar-benar mencemplungkan diri sepenuhnya, pastikan kamu memiliki pelampung yang mampu membuatmu tetap mengapung di tengah terjangan ombak.

 

 

6. Apakah Kamu Sudah Cukup Disiplin Untuk Menjadi Bos Bagi Diri Sendiri?

SeanPo1

Banyak orang pasti berpikir dengan menjadi atasan untuk diri sendiri, kehidupan mereka bebas dari tekanan. Tapi jika tujuan akhirmu membangun usaha adalah aktualisasi diri dan kesuksesan, percayalah menjadi atasan bagi dirimu sendiri jauh lebih sulit daripada menjadi bawahan untuk orang lain. Tidak akan ada orang lain selain dirimu sendiri yang akan mengingatkan kesalahan, memuji keberhasilan, atau sekedar berbagi tanggungjawab.

Pastikan kamu memiliki disiplin diri yang tinggi untuk mampu menilai pekerjaanmu sendiri secara objektif dan terbuka. Penilaian tersebut sangat penting dalam menentukan berbagai keputusan penting yang harus kamu ambil sebagai pemimpin perusahaan. Jika kamu tidak memiliki disiplin diri yang cukup, masa depan usahamu juga pasti akan mencerminkan sifat pemimpinnya tersebut.

 

 

7. Apakah Kamu Sudah Siap Melepaskan Egomu?

man-in-suit-relaxing-on-bench-2

Pekerjaan pertamamu sebagai pimpinan dari perusahaanmu sendiri adalah untuk memecat dan meninggalkan egomu jauh-jauh. Jika kamu masih mengikutsertakan egomu dalam tim perusahaanmu, egomu itulah yang akan jadi karyawan terburukmu. Egomu akan menghalangimu berpikir objektif karena ia akan selalu mengingatkanmu bahwa kamu selalu benar, bahwa rencana usahamu selalu brilian. Pastikan kamu mampu menerima segala informasi dan pendapat se-objektif mungkin tanpa merasa terancam dengan kemungkinan bahwa pendapatmu sendiri mungkin salah.

Sebagai pengusaha, kamu harus mampu terbuka dan sanggup menerima masukan yang kamu terima dalam feedback konsumen. Informasi itu krusial dalam upaya meningkatkan produk atau servismu. Kamu tidak akan bisa mendapatkan informasi ini jika kamu membiarkan egomu mempengaruhi tiap keputusan.Tapi kamu juga harus ingat bahwa ada saat dimana kamu harus memutuskan dari berbagai informasi yang pada sifatnya tidak akan selalu seragam. Kamu harus mampu memilih mana informasi yang tepat untuk tujuan akhirmu.

 

 

8. Apakah Kamu Cukup Fleksibel Mengikuti Berbagai Tuntutan Pasar?

shutterstock_158229176

Resep utama dalam kegagalan bisnis adalah ketika bisnis tersebut berhenti beradaptasi. Jika produk awal ternyata tidak menjual, kamu harus terus menyesuaikan diri, mengadakan modifikasi produk, serta mengubah dan memperbaiki produk hingga daya jualnya meningkat. Kamu mungkin harus mengubah spesifikasi, harga, atau target pasar untuk mencapai tujuan tersebut. Bahkan kamu mungkin harus mengubah produkmu secara keseluruhan. Teruslah beradaptasi hingga kamu menemukan formula yang tepat. Kegagalan itu pasti jika kamu berhenti melakukan hal ini.

 

 

9. Apakah Kamu Mampu Mencari Cara Untuk Bangkit Lagi Ketika Gagal?

dreamstimelarge_25503938-e1409766518940

Dalam dunia wirausaha kegagalan bukanlah titik akhir atau kiamat. Seandainya begitu, pengusaha sukses pasti tak akan pernah mengecap manisnya kesuksesan karena sudah mengalami kiamat duluan. Kegagalan hanya merupakan bagian dari prosesmu menemukan kesuksesan dalam usaha. Kegagalan hanya membawa langkahmu lebih dekat mendekati kesuksesan. Jadi janganlah kamu percaya bahwa kegagalan adalah akhir dari semuanya. Bersiaplah untuk gagal dan berdirilah kembali untuk jadi lebih kuat.

 

 

10. Apakah Kamu Sadar Sepenuhnya Bahwa Hanya Kamu-lah yang Akan Bertanggung Jawab Pada Segala Kegagalan, Maupun Kesuksesan, Usahamu?

o-FAILURE-facebook

Ketika kamu memulai bisnismu sendiri, kamu harus mengerti bahwa kemajuan maupun kemunduran, keuntungan maupun kerugian, atau kegagalan maupun kesuksesan semuanya terjadi karena usahamu sendiri. Kamu tidak lagi memiliki atasan, bawahan, atau rekan kerja yang bisa kamu kambing hitamkan. Segala tanggung jawab dan kekuasaan ada di tanganmu.

Jika dalam situasi tersebut pun kamu masih saja menyalahkan orang lain, itu sama saja kamu menghilangkan kuasa atas usahamu sendiri. Bukankah ini kebalikan dari tujuan awalmu membuka usaha? Jadi, pastikan bahwa kamu benar-benar memiliki pengertian menyeluruh tentang tanggungjawab besar yang menyertai keputusanmu memimpin diri sendiri.

 

 

Bagaimana jawabanmu atas pertanyaan-pertanyaan di atas? Apakah kamu mendapatkan dirimu menjawab ya di setiap pertanyaan? Jika ya, ambillah napas panjang dan beranikan dirimu memulai perjalanan yang memang ditakdirkan bagimu.

Sebaliknya, jangan berkecil hati untuk kamu yang masih belum bisa menjawab ‘iya’ untuk semua pertanyaan di atas. Kamu masih membutuhkan waktu untuk mempersiapkan dirimu, dan itu tidak apa-apa. Keberanianmu mengakui kebenaran tersebut saja sudah menunjukkan kemampuanmu membuat keputusan yang realistis dan objektif. Inilah modal yang penting bagi seorang pengusaha. Percayalah bahwa waktumu juga pasti akan segera datang!

sumber

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: