Beranda > Inspirasi > 5 Penyesalan yang Paling Sering Dirasakan Orang di Hari Tua

5 Penyesalan yang Paling Sering Dirasakan Orang di Hari Tua

Terdengar seperti pepatah usang, tapi penyesalan memang selalu datang terlambat. Seberapa tulus pun kita berusaha, setiap orang pasti pernah merasakan kecewa yang berujung rasa menyesal.

Sesal yang datang ketika manusia sudah dekat dengan ajal mungkin adalah penyesalan yang paling dalam. Tak ada lagi kesempatan memperbaiki kesalahan, tak ada waktu untuk mengganti apa yang hilang.

Kita masih muda. Kematian mungkin tak setiap hari berkelebat di kepala kita. Namun bukankah sudah sepantasnya kita bersiap-siap sebelum hari tua? Berikut adalah 5 hal yang paling banyak disesalkan orang-orang sebelum meninggal. Semoga kita terhindar dari kesalahan yang sama.

 

1. Tidak Bisa Menunjukkan Jati Dirinya yang Sebenarnya

Nggak bisa menunjukkan jati diri yang sebenarnya adalah penyesalan yang paling banyak dirasakan orang-orang di ujung hayat mereka. Selama mereka hidup, yang mereka kejar hanyalah citra baik dan pujian orang sekitar.

Di hari-hari terakhir hidup mereka, barulah mereka sadar bahwa pujian dan citra akan percuma jika mereka tak menyukai apa yang mereka lakukan seumur hidup. Mereka terlambat menyadari bahwa sebenarnya kebebasan menjadi diri sendiri adalah yang paling berharga.

 

 

 

2. Bekerja Terlalu Keras

Kerja terlalu keras hingga melewatkan banyak momen

Penyesalan ini paling banyak dirasakan oleh kaum pria. Sebagai tulang punggung keluarga, mereka harus rela bekerja keras untuk bisa menafkahi orang-orang yang mereka cintai. Sudah pasti mereka kehilangan banyak waktu dan momen-momen penting bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Mereka menyesal bekerja terlalu keras, karena mereka tidak bisa melihat pertumbuhan anak-anaknya dan sering melewatkan acara-acara hangat dengan keluarga.

 

 

3. Gagal Mengungkapkan Isi Hati Mereka

Sulit mengungkapkan perasaan yang sebenarnya

Banyak orang yang memilih untuk memendam dalam-dalam perasaan dan emosi mereka sebenarnya. Mereka lebih memilih bungkam demi terhindar dari perselisihan. Mereka lebih baik berbohong untuk menyenangkan semua orang.

Perasaan seperti ini pada akhirnya akan mereka bawa dan akan terus teringat sampai hari tua mereka, dan yang ada hanyalah rasa menyesal.

 

 

4. Meremehkan Teman Baik Sehingga Harus Kehilangan Mereka

Rindu dengan teman-teman baik

Teman-teman yang baik, yang selalu ada untuk kita, adalah seseorang yang sudah selayaknya kita anggap sebagai saudara. Di masa-masa muda, kita bahkan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman dibandingkan keluarga sendiri. Namun, kesibukan dan prioritas masing-masing dapat dengan mudah merenggangkan jalinan pertemanan.

Di penghujung hidup mereka, banyak orang yang akan merasa rindu dengan teman-teman baiknya yang lama. Mereka berharap diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan para sebaya — meski tentu saja itu seringkali hanyalah doa yang hampa.

 

 

 

5. Berharap Bisa Lebih Bahagia

Berharap bisa lebih bahagia lagi

Banyak yang terlambat menyadari bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Mereka bahkan nggak tahu kalau sebenarnya kebahagian itu mereka sendiri yang menentukan. Karena terlalu nyaman dengan kehidupannya yang begitu-begitu saja, mereka terlalu takut pada perubahan — pada hal-hal baru yang mungkin bisa saja membuat mereka lebih bahagia lagi.

 

 

Kita tak pernah mampu membalikkan waktu untuk mengubah bilur masa lalu. Yang bisa kita lakukan adalah belajar dari orang-orang yang telah mendahului kita ini, sebelum kemudian memperbaiki diri sendiri.

Kapan lagi? Jangan sampai kehidupan kita berujung penyesalan.

sumber

Kategori:Inspirasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: