Beranda > revo > Lebih dari Setengah Juta Penduduk Mesir Tinggal Berdampingan dengan Mayat

Lebih dari Setengah Juta Penduduk Mesir Tinggal Berdampingan dengan Mayat

Lebih dari Setengah Juta Penduduk Mesir Tinggal Berdampingan dengan Mayat

Pemakaman identik sebagai tempat mistis yang menyeramkan. Namun di el-Arafa, Mesir, lingkungan pemakaman diubah menjadi sebuah lingkungan tempat tinggal. Pemakaman yang membentang sepanjang di tepi Kairo ini mendapatkan julukan sebagai The City of the Dead atau Kota Mati. Kota yang merupakan bekas pemakaman kuno ini didiami oleh lebih dari setengah juta jiwa.

Pemakaman di el-Arafa bukanlah jenis pemakanan seperti umumnya. Makam tersebut merupakan sisispan di sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah rumah, lengkap dengan taman pada bagian dalamnya. Penduduk yang tinggal di daerah ini kini sudah mulai menerima sarana yang menunjang keseharian mereka seperti listrik, air, pusat pengobatan, dan kantor pos.
sumber : thehuffingtonpost.com
Seorang fotografer bernama Tamara Abdul Hadi pun mengabadikan beberapa gambar di kompleks pemakaman tersebut saat mengunjungi el-Arafa. Dalam beberapa gambarnya, Hadi memotret kehidupan penduduk el-Arafa dengan latar penduduk kota yang muda hingga yang sudah lansia.

Kegiatan yang dilakukan pun serupa dengan kota lain pada umumnya. Beberapa anak terlihat riang bermain, sedangkan di sisi lain terdapat potret beratnya hidup di el-Arafa yang ditunjukkan oleh beberapa wanita tua.
sumber : thehuffingtonpost.com
Walau hidup dalam ketidakpastian, penduduk el-Arafa masih mensyukuri dapat memiliki tempat tinggal di Kairo. Apalagi jumlah penduduk di Kairo semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tak heran bila el-Arafa menjadi tempat alternatif tempat tinggal untuk penduduk yang mempunyai penghasilan rendah.
sumber : thehuffingtonpost.com
Sebagai salah satu daerah kumuh, kota el-Arafa masih menunjukkan keprihatinan dengan pencahayaan, ruang dan lapangan yang kurang baik. Saat ada penduduk yang merasa bersyukur dapat tinggal berdekatan dengan nenek moyang mereka yang sudah menjadi mayat, beberapa penduduk lain merasa diperlakukan sebagai sampah oleh orang-orang di luar el-Arafa karena keadaan mereka ini.
sumber : thehuffingtonpost.com
Keprihatinan ini semakin menjadi dengan tingginya angka kriminal di el-Arafa. Keadaan jendela-jendela di rumah penduduk yang hanya ditutupi oleh pakaian dan handuk membuat rumah penduduk rentan dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
sumber : thehuffingtonpost.com
“Saya tidak pernah takut akan kematian, saya justru takut akan sebuah kehidupan,” ujar Fatma, ibu dari tiga anak yang tinggal di salah satu kompleks makam, seperti dilansir dariAhram Online, Kamis (6/11).

sumber

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: