Arsip

Archive for 20 Oktober 2014

Gambar Bom Atom Beberapa Jam Sebelum Dijatuhkan Di Jepang

20 Oktober 2014 1 komentar

 ‘littel boy adalah nama yang diberikan kepada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 silam. Bom ini dibawa menggunakan pesawat Boeing B-29 Superfortress Gay Enola, dipandu oleh Kolonel Paul Tibbets Skuadron pengeboman ke-393, Heavy, Angkatan Udara Amerika Serikat.

Ia merupakan bom atom pertama yang digunakan sebagai senjata. Yang kedua, dikenali sebagai ‘Fat Man’, dijatuhkan tiga hari kemudian di Nagasaki.

Senjata ini diciptakan oleh sebuah Projek Manhattan ketika Perang Dunia ke-2. Pengeboman Hiroshima adalah merupakan peledakan nuklir buatan kedua dalam sejarah dunia, setelah uji coba peledakan bom atom pertama di dunia pada hari senin 16 July 1945 yang dikenal dengan nama Trinity.

diperkirakan sekitar 130,000 hingga 150,000 jiwa telah meninggal dunia pada akhir Desember 1945 akibat letupan itu.

http://www.liataja.com/2014/10/gambar-bom-atom-beberapa-jam-sebelum-dijatuh.html
http://www.liataja.com/2014/10/gambar-bom-atom-beberapa-jam-sebelum-dijatuh.html
http://www.liataja.com/2014/10/gambar-bom-atom-beberapa-jam-sebelum-dijatuh.html
bom atom | liataja.com
bom atom | liataja.com
bom atom | liataja.com
The Fat Man diturunkan ke transportasi dan diperiksa untuk perjalanan ke lapangan terbang di Kepulauan Mariana, di sebelah selatan Jepang
bom atom | liataja.com
Ayo hati-hati bawanya, ntar kepeleset.
Bom selesai kemudian dibawa ke lapangan udara di bawah penutup dengan pengawalan
Bom-bom itu ditempatkan di dalam lubang ini di Tinian di Kepulauan Mariana, di sebelah selatan Jepang
Lift hidrolik mengangkat bom ke pesawat
bom atom | liataja.com

Komposisi/struktur bom atom

Oke boss.. kami siap berangkat

Okee Ayo berangkan, kita ledakkan

pesawat pun berangkat.. ini jalur yang ditempuh

B-29 Superfortress Enola Gay di pangkalan Tinian setelah misi pengeboman atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945

Masya Allah, Kehancuran yang ditimbulkan Luar biasa >.<

Kategori:revo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan untuk pertama kalinya dalam Sidang Paripurna MPR/DPR, Senin 20 Oktoner 2014.

Dalam sambutannya, Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para presiden dan wakil presiden yang hadir, dan tamu undangan dari luar negeri.

Secara khusus, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu mengucapkan terima kasih kepada Prabowo Subianto, mantan rivalnya dalam pemilihan presiden beberapa waktu lalu.

Prabowo yang duduk di bangku khusus undangan itu langsung berdiri dan memberi hormat kepada Jokowi. [Baca Jokowi: Terima Kasih Sahabat Saya, Pak Prabowo Subianto]

“Saya bisa merasakan para pendukung Prabowo merinding semua. Mereka bangga kepada pemimpin yang dipilih pada pilpres,” ujar Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin dalam perbincangan dengan tvOne.

Irman mengatakan, setelah presiden dan wakil presiden resmi dilantik, menjadi tugas Koalisi Merah Putih benar-benar mengimplementasikan diri sebagai penyeimbang. Program yang baik didukung. Sebaliknya, yang merugikan bangsa dan negara wajib dikritik.

“Harapan pendukung Prabowo, bukan lari dari kekuatan penyeimbang. Ini harus membuktikan komitmen sebagai penyeimbang,” kata Irman.

Sebaliknya, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, kata Irman, tidak perlu khawatir dan resah dengan kekuatan penyeimbang ini. Koalisi penyeimbang, kata Irman, justru menjadi sangat baik untuk roda pemerintahan Jokowi.

“Justru yang berbahaya itu adalah teman tidur kita, tiap malam dinina bobokan. Yang melemahkan SBY bukan oposisi PDIP, tapi justru koalisi SBY yang selama ini mengkitik-kitikkan. Harapan itu tidak terjadi di pemerintahan Jokowi,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik kehadiran Prabowo Subianto dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di gedung MPR/DPR.

“Itu menunjukkan kerendahan hati kedua tokoh. Maka hari ini keduanya menunjukkan kenegarawanannya dan ditunjukkan kepada publik, bersalaman. Pak Jokowi menyampaikan terima kasih. Pak Prabowo memberi hormat. Saling menghormati,” kata Ganjar.

Hubungan seperti ini, kata politikus PDI Perjuangan itu, yang harus dijaga dan contoh bagi semua pihak. “Ini kita turunkan kepada mereka yang ada di elite partai sampai ke grass root,” kata Ganjar. (adi)

sumber:viva.co.id

%d blogger menyukai ini: