Arsip

Archive for 26 September 2014

Pelajaran-Pelajaran Hidup yang Bisa Kamu Ambil dari Emma Watson

26 September 2014 4 komentar

Sukses di usia muda merupakan keinginan setiap orang. Namun, hal itu tidak mustahil terjadi di hidup kamu. Seperti Emma Watson, aktris muda asal Britania Raya yang sukses di dunia akting melalui peran Hermione Granger di film Harry Potter. Cantik, pintar, ramah dan fashionable, ada dalam diri Emma Watson. Dia pun menjadi panutan di kalangan anak muda.

Pada 21 September 2014 yang lalu, Emma Watson memberikan pidato menggugah di kantor pusat organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Sebagai UN Women Goodwill Ambassador, dia berani membuka suara tentang hak persamaan gender dan kepentingan wanita. Dari pidatonya, kita dapat melihat sosok anak muda yang peduli dengan apa yang terjadi di  sekelilingnya. Sukses sudah diraihnya, namun itu bukan berarti dia melupakan lingkungannya.

Kamu harus simak apa yang dia lakukan untuk mencapai kesuksesannya. Dia pantas memberikan inspirasi untuk kamu!

 

1. Seperti Emma, kamu harus mencintai dirimu sendiri.

“I don’t have perfect teeth, I’m not stick thin. I want to be the person who feels great in her body and can say that she loves it and doesn’t want to change anything.”

Cintai dirimu sendiri!

Bagi aktris satu ini, nyaman dengan diri sendiri adalah kunci kebahagiaannya. Dia mengaku giginya tidak sempurna dan dia nyaman dengan itu. Kamu masih mengeluh dengan berat badan, hidung yang nggak mancung atau dengan warna kulitmu, ingatlah: nggak ada orang yang sempurna di dunia ini. Sempurna hanyalah milik Tuhan. Cintai diri sendiri dan nyamanlah dengan dirimu, maka kebahagiaan itu akan datang mendekat.

 

 

2. Jangan ada kata menyerah dan  jangan takut melakukan hal yang kamu suka!

“I’ve probably earned the right to screw up a few times. I don’t want the fear of failure to stop me from doing what I really care about.”

the perks of being a wallflower, menjadi pembuktian Emma Watson

Identik dengan perannya sebagai Hermione Granger, banyak orang yang meragukan kemampuan Emma Watson dalam film selanjutnya. Salah satunya datang dari profesor di kampusnya, yang menyarankan Emma untuk berhenti akting karena dia meragukan karir Emma selanjutnya. Hal itu sempat membuatnya takut dan galau. Namun, karena dia suka dan cinta dengan dunia seni peran, ia ingin menunjukkan ke orang-orang yang menganggapnya sebelah mata kalau dia bisa lepas dari bayang-bayang Hermione Granger. Ternyata, dia berhasil! The Perks of Being Wallflower dan Noah menjadi buktinya.

Nah, kalau kamu punya kecintaan untuk melakukan hobimu, jangan pernah takut untuk melakukannya. Jangan biarkan rasa takut menguasai dirimu dan membuat kamu jatuh dan terpuruk. Kalau kamu yakin dengan keputusanmu, jalanilah!

“I don’t want other people to decide who I am. I want to decide that for myself.”

 

 

3.  Fokus pada passion-mu dan kejarlah!

“I’m going to do what I want to do. I’m going to be who I really am. I’m going to figure out what that is.”

Mengejar passion

Emma menyukai dunia seni peran sejak umur 6 tahun. Dia tahu passion-nya ada di depan kamera dan dunia akting. Dia pun mulai belajar akting di sekolah seni drama, dan berani untuk ikut audisi film Harry Potter. Sejak itu, dia mulai menggeluti dunia akting semakin dalam dan terus belajar meningkatkan kualitas aktingnya. Buktinya, nama Emma Watson semakin bersinar dan dia menerima banyak penghargaan berkat aktingnya.

Kamu pun bisa bersinar seperti Emma Watson. Kamu punya passion di bidang tertentu, jalanilah itu! Teruslah belajar dan tekuni apa yang kamu suka. Siapa tahu dengan melakoni hal yang kamu suka, kamu bisa menggapai kesuksesan. Kejarlah impian dan passion-mu!

 

 

4. Teruslah belajar!

“I’m not going to school just for the academics – I wanted to share ideas, to be around people who are passionate about learning.”

Pendidikan tetap nomor satu

Di saat banyak artis muda rela untuk tidak melanjutkan pendidikan demi mengejar karir, hal itu tidak berlaku bagi seorang Emma Watson. Pendidikan merupakan hal penting untuknya. Masuk di sekolah unggulan dan nilainya pun juga memuaskan. Walaupun sibuk dengan kegiatan syuting, dia tetap bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Dia pun bertekad melanjutkan pendidikan di universitas dan buktinya, dia berhasil mendapatkan gelar Sarjana Sastra di Universitas Brown.

Tidak hanya itu, kini dia memegang lisensi sebagai pengajar yoga dan meditasi. Ketertarikan Emma Watson dengan berbagai hal menunjukkan pribadinya yang mau terus  belajar dan punya keinginan keras untuk maju. Dari sini kita bisa melihat sosok Emma yang sibuk, banyak kegiatan, tapi dia mempunyai keinginan untuk mengembangkan potensi dalam dirinya.

 

 

5. Jangan takut untuk bersuara karena suaramu bisa mengubah dunia

“I am reaching out to you because I need your help. We want to end gender inequality—and to do that we need everyone to be involved.”

Foto yang sengaja Emma unggah di akun twitternya

Emma Watson sempat menggebrak publik dengan fotonya yang sedang tertawa di tempat umum, yang diunggahnya di Twitter untuk menyindir pemerintah Turki. Hal itu sengaja ia lakukan untuk memprotes pernyataan Wakil Perdana Menteri Turki yang melarang wanita tertawa dan tersenyum lebar di tempat umum. Bagi Emma, pernyataan itu tidak masuk akal dan sebagai seorang wanita muda yang percaya dengan hak persamaan gender, ia berani menyuarakan pendapatnya dengan cara yang cerdas: berfoto di tempat umum dengan senyum lebar.

Sebagai anak muda, kita pun bisa meniru sosok Emma yang berani untuk berpendapat sesuai dengan apa yang dia percaya. Kamu bisa mencari media yang nyaman untuk kamu menyuarakan pendapatmu. Kalau kamu suka menulis, tulislah pendapatmu dan kirim ke surat kabar. Kalau kamu suka mengekspresikannya dengan gambar, gambar saja. Ada juga dengan bergabung di organisasi kemanusiaan dan turun tangan langsung untuk memberikan aspirasi.

Jangan takut untuk angkat suara, siapa tahu suaramu bisa mengubah dunia!

Berani bersuara

 

 

Keberhasilanmu ada di tanganmu. Emma Watson saja bisa mewujudkan impiannya, kamu pasti juga bisa! Jangan takut dengan pendapat orang lain tentang dirimu. Ini saatnya kamu tunjukkan bahwa kamu bisa menguasai dunia.

 

sumber

Para Anak Muda Ini Bisa Sukses Sebelum Usia 21. Kamu Juga Bisa!

26 September 2014 4 komentar

Mereka kaya, terkenal, dan terutama: muda. Sebagian besar dari mereka bahkan belum mencapai usia 21 tahun. Kebayang ‘kan, apa apa lagi yang bisa mereka lakukan di sisa umur mereka yang masih panjang?

Daftar di bawah ini akan menampilkan beberapa anak muda yang paling sukses di dunia teknologi informasi saat ini. Ada yang memimpin startup, sukses sebagai seleb YouTube, bahkan menjadi CEO.

Harapannya, kita bisa mengambil pelajaran dari kesuksesan mereka. Dan yang terpenting, kamu jadi terpacu untuk berbuat lebih banyak untuk kesuksesan dirimu sendiri!

 

1. Palmer Luckey, 21 Tahun

Palmer dan Oculus Rift ciptaannya

Palmer adalah pendiri Oculus VR, sebuah startup yang membuat perangkat realitas virtual seperti Oculus Rift. Perangkat yang dipasang di kepala ini memungkinkan para pemain game terpapar terhadap lingkungan virtual yang terasa “nyata”.

Walaupun tren ini belum mencapai puncaknya, Palmer tinggal menunggu waktu saja sebelum para pengembang membuat lebih banyak game virtual. Produk ini begitu menjanjikan sampai-sampai Mark Zuckerberg melalui Facebook-nya mengakusisi Oculus VR dengan harga USD 2 miliar, atau setara dengan Rp. 23 triliun.

2. Arya Bina, 19 Tahun

Lumayan

Remaja asal Amerika ini memulai perusahaan di bidang travel pada usia 16 tahun. Perusahaan itu berupa situs penyedia paket liburan murah dengan potongan diskon, Cheap Travel Hunter. Dalam tiga tahun website ini berkembang pesat dengan jumlah kunjungan sekitar 75,000 per bulan. Kini, Arya membawahi 20 orang karyawan. Lumayan, lah.

 

 

 

3. Nick D’Aloisio, 18 Tahun

Baru masuk Oxford bulan ini

Nick adalah pengembang aplikasi pengumpul berita, Slummy, yang pada Maret 2013 dibeli Yahoo! dengan mahar USD 30 juta, atau setara dengan Rp. 358 miliar. Sebenarnya, pada dasarnya Yahoo! bukannya membeli Slummy, tapi membeli otak Nick. Buktinya? Di bulan Januari 2014, Yahoo! muncul dengan aplikasi News Digest yang dibangun berdasarkan kesuksesan Slummy. Prestasi yang lebih dari lumayan buat anak yang baru masuk kuliah.

4. Thomas Sohmers, 17 Tahun

Thomas menegejakan komputernya

Thomas memutuskan untuk putus sekolah sejak bangku SMA demi mendapat gemblengan Peter Thiel, salah satu pendiri PayPal, melalui program 20 Under 20 Thiel Fellowship. Namun pengorbanan Thomas nggak sia-sia. Saat ini dia sedang mempromosikan komputer ciptaannya di bawah bendera startup sendiri, REXcomputing. Komputer ciptaan Thomas memiliki fungsi yang sangat cepat, namun juga sangat hemat energi. Bayangkan komputer super yang dioperasikan dengan tenaga baterai smartphone!

5. Erik Finman, 15 Tahun

Erik Finman

Erik merupakan pengusaha muda yang sudah mempelajari komputerisasi dan robotika sebelum menginjak usia 15 tahun. Pada suatu hari, nenek Erik memberikannya hadiah berupa uang sebesar USD 1,000. Alih-alih dipakainya buat beli konsol video game seperti teman sebayanya, Erik memutar kembali uang itu di Bitcoin dan memperoleh keuntungan USD 100,000.

Uang sebanyak itu tidak ditabungnya buat menebus biaya kuliah yang tinggi di Amerika. Lebih cerdik lagi, Erik memutarnya kembali sebagai modal untuk mendirikan Botangle, sebuah situs pendidikan yang menghubungkan para pelajar dengan pengajar. Erik pun sudah bikin deal dengan ayahnya: jika dia berhasil memperoleh 1 juta dolar sebelum berusia 18 tahun, maka dia nggak perlu menempuh bangku kuliah. Semoga sukses, Erik!

 

 

6. Trisha Prabhu, 13 Tahun

Anti cyberbullying

Cewek remaja ini menciptakan sebuah mekanisme yang bisa mencegah cyberbullying bernama Rethink. Rethink adalah pop-up di situs web yang mampu mendeteksi bahasa kotor, hinaan, dan komentar menyakitkan di dalam kolom komentar online. Sebelum meloloskan komentar itu, Rethink akan meminta si pengirim komentar untuk berpikir ulang sebelum mem-posting komentarnya.

Sederhana, ya? Tapi hasilnya luar biasa. 93% remaja yang diminta untuk berpikir kembali oleh Rethink mengurungkan niatnya buat menulis komentar negatif. Trisha mendaftarkan proyek ini ke Google’s Global Science Fair, yang mengantarkannya masuk sebagai finalis.

7. Lily Born, 11 Tahun

Lily dan cangkir rancangannya

Kakek Lily menderita Parkinson, sehingga ia mengalami kesulitan saat mengambil, memegang, dan meletakkan gelas. Lily pun mengakali ini dengan merancang cangkir yang nggak bisa pecah dan anti tumpah. Nama cangkirnya? Kangaroo Cup.

Anak umur 11 tahun mau cari modal buat bikin cangkir dari mana? Kampanye di Kickstarter! Lewat situs urun dana massal ini, Lily berhasil mengumpulkan 62,000 dolar Amerika sebagai modal. Padahal, target dia semula cuma 25 dolar saja, lho. Satu lagi bukti bahwa ide yang bagus pasti akan menarik orang berinvestasi.

 8. Evan, 7 Tahun

Si bintang YouTube

Evan adalah wajah yang sering kita jumpai dalam kanal YouTube EvanTubeHD. Di umurnya yang baru 7 tahun, Evan menjadi salah satu bintang YouTube dengan pemasukan yang tinggi. Kanal Evan berisi ulasan dari game dan mainan-mainan anak yang baru keluar di pasaran. Biasa saja, sih. Tapi gaya bicaranya yang lucu membuat Evan punya banyak penggemar.

Dengan 476,000 pemirsa dan 443 juta views yang sudah dikumpulkannya, Evan berhasil meraup pemasukan bersih sebesar 1,32 juta dolar Amerika (lebih dari Rp. 15 miliar) dari iklan. Bayangkan berapa pemasukan Evan setelah ditambah upah dari sponsor. Belum lagi segudang mainan dan game yang ia dapatkan dari mengulas produk-produk tersebut! Wah, Evan. Masa depanmu cerah!

 

 

Gimana, pada bikin ngiler ‘kan cerita-ceritanya? Makanya, jadikan kisah mereka sebagai bahan bakar semangatmu. Berpikir lebih dalam, bekerja lebih cerdas! Semoga sukses!

sumber

Pria Ini Bakar iPhone 6

26 September 2014 4 komentar

Gadget terbaru yang dirilis Apple, iPhone 6 baru saja diluncurkan. Tetapi, di tanah Jazirah Arab ada aksi yang cukup membuat geleng-geleng kepala. Seorang pria yang emosi akhirnya membakar iPhone 6.

Dilansir Emirates 247, entah apa yang ada di benak orang yang membuang-buang uang hanya untuk membakar iPhone 6 ini. Disebutkan, aksi ini dipicu karena si pria marah akibat kehebohan publik yang berebut menginginkan gadget ini.

“Hei kamu yang berpendidikan. Ini iPhone 6. Sekarang terbakar. Kalian telah dipusingkan dengan barang ini. Sekarang dia meledak dan terbakar,” ucap suara seorang pria di Youtube. Berikut videonya (Ism, Sumber: Youtube)

 

%d blogger menyukai ini: