Beranda > revo > 5 Langkah Menjadi Bos Idaman

5 Langkah Menjadi Bos Idaman

5 Langkah Menjadi Bos Idaman

Menjadi seorang atasan yang disegani dan disukai oleh bawahan sudah pasti menjadi idaman bagi para bos. Terkadang dalam mewujudkan keinginan tersebut, banyak atasan yang menerapkan langkah-langkah yang salah seperti bertindak sangat disiplin dengan tolenrasi yang minim untuk membuat bawahannya patuh, menerapkan peraturan yang kaku, dan menghindari perilaku bersenang-senang untuk tetap menjaga wibawa.

 

Namun, jika Anda seorang pemimpin yang benar-benar hebat, hal-hal di atas bisa Anda lakukan tanpa harus menyakiti karyawan dan bukan tidak mungkin justru disukai dan dihormati dengan segala perintah tersebut.

 

Ada 5 langkah yang bisa dilakukan oleh para bos agar dapat menjadi idola bagi para bawahannya seperti yang dikutip dari Business Insider, Sabtu (13/9/2014):

 

1. Punya visi yang jelas dan efektif dalam membuat keputusan

Kapten harus mengarahkan kapal, sejatinya begitu. Para manajer terbaik memiliki visi yang jelas dari departemen atau masa depan perusahaan yang ia sampaikan kepada karyawannya.

Bos juga pengambil keputusan yang efektif. Mereka tidak melebih-lebihkan setiap hal kecil. Mampu membuat keputusan dengan cepat dan tegas dan kemudian mengambil tanggung jawab untuk hasilnya. Ini merupakan keterampilan bisnis yang penting, terutama ketika mengelola orang lain.

 

2. Menahan diri dan bertanggung jawab

Kebanyakan bos harus bertanggung jawab terhadap stafnya, tapi yang terbaik menahan diri untuk bertanggung jawab juga. Ini berarti berpegang pada pedoman yang sama yang ditetapkan untuk karyawan dan diri Anda sendiri. Serta mengambil tanggung jawab untuk keberhasilan maupun kegagalan tim.

 

3. Tidak micromanage

Para bos terbaik memahami seni delegasi. Mereka tidak ikut campur dalam kegiatan kerja sehari sehari dari menit ke menit. Intinya, belajar untuk mendelegasikan, jadi micromanage adalah tentang kepercayaan.

 

4. Dahulukan karyawan untuk menunjukkan penghargaan.

Manajer besar memahami bahwa harus ada keseimbangan antara perusahaan atau kebutuhan klien, dan kebutuhan karyawan mereka.

Para bos terbaik bersedia untuk mendengarkan dan berbicara tentang masalah seorang karyawan mungkin akan mengalami karena mereka memahami bahwa karyawan yang bahagia adalah karyawan yang lebih produktif.

5. Berdedikasi, tetapi memiliki keseimbangan kerja dengan kehidupan pribadi

Anda tidak bisa menjadi seorang manajer yang benar-benar efektif dan dihormati kecuali bergairah tentang pekerjaan.

Bos terbaik hidup dan bernapas dengan pekerjaan mereka dan berusaha untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin.

 

(Liputan6)

Kategori:revo
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: