Arsip

Archive for 13 Agustus 2012

Galeri: Inilah Yang Terjadi Saat Lelah Tak Terbendung Lagi

 

Siapa bilang jalanan tidak bisa menjadi tempat yang asyik untuk beristirahat? Dari hanya sekedar melepas lelah setelah seharian bekerja hingga akhirnya terlelap dalam buaian mimpi yang indah, jalanan bisa menjadi senikmat dan senyaman kasur yang ada di rumah.

Setidaknya hal itu telah dibuktikan dengan hasil karya fotografi milik Adrian Storey, seorang fotografer yang tinggal di kota Tokyo.

Bukan hanya sebatas gelandangan, jalanan di Tokyo teryata banyak digunakan sebagai tempat peristirahatan, mulai dari para karyawan yang mabuk hingga mereka yang merasa terlalu lelah dan malas untuk pulang ke rumah.  Kondisi ini menginspirasi Adrian untuk menciptakan sebuah koleksi foto dengan judul ‘Street Sleepers’

Berikut ini adalah beberapa koleksi foto yang berhasil diabadikan oleh Adrian Storey seperti yang dilansir oleh CNNGo, lengkap dengan lokasi pengambilannya.



Malas pulang, dua orang pria ini tertidur di bahu jalan kota Shinjuku


Entah karena mabuk atau terlalu lelah, pria ini tertidurdi pinggir jalan kota Shibuya.


Tidak ada tempat yang lebih mengasyikkan selain tempat duduk yang nyaman di Ikejiri Ohashi.


Sepertinya aku terlalu lelah untuk mendengarkan diriku sendiri, Ikejiri Ohashi.


Ikejiri Ohashi, hari yang terasa membosankan sehingga membuat pria ini tertidur di bangku stasiun.


Tidak hanya pria, wanita ini membuktikan tidak perlu malu saat ingin melepas lelah, Ikejiri Ohashi.


Sangenjaya, tangga ternyata tidak hanya menjadi tempat favorit para gelandangan.

undefined
Nikmatnya beristirahat di bawah derasnya hujan, Shibuya.

 

sumber

Galeri: Peti Mati Paling Aneh Dari Ghana

 

Walau mungkin negara Ghana dikenal dengan cuacanya yang panas dan gersang, namun hal itu tidak serta merta membuat kreatifitas penduduknya ikut mengering. Setidaknya untuk urusan kematian.

Jika di banyak tempat kematian umumnya identik dengan kesedihan. Namun di Ghana, kematian kini bukan lagi hal yang menakutkan. Sebaliknya kematian kini disambut dengan hal yang menyenangkan berkat kreasi peti mati unik yang dibuat dengan bentuk tidak lazim.

Seperti yang dilansir oleh buzzfeed, bisnis peti mati di Ghana kini telah berevolusi menjadi sebuah bisnis yang potensial. Kondisi ini tidak lepas dari mulai bermunculannya ide pembuatan peti mati unik dan aneh bagi mereka yang meninggal. Sebuah fenomena yang menciptakan trend baru di kalangan masyarakat.

Mulai dari peti mati berbentuk perahu hingga peti mati berbentuk ballpoint, semua bisa dipesan sesuai dengan keinginan sang pembeli.

Dan berikut ini adalah beberapa koleksi peti mati unik yang berhasil diabadikan.

Kapal pesiar.

Ayam dan anak-anaknya.

Pulpen dan notebook.

Alat pahat untuk tukang kayu.

Proyektor film.
  
Pompa bensin (kiri), rokok filter (kanan)
undefined
Palu untuk tukang kayu

Kunci Inggris untuk insinyur Belanda.

Buku Bible.

Kura-kura

Keong siput.

Kadal

Kamera

Bawang

Peti mati bir, untuk pemabuk mungkin?
sumber

18 Bendera Negara yang Terbuat dari Makanan

13 Agustus 2012 1 komentar

indonesia flag made from foodBendera yang sepertinya enak disantap ini dirancang dalam rangka mengikuti Sydney International Food Festival. Ide kreatif ini dibuat oleh biro iklan WHYBIN\TBWA, dengan konsep menciptakan bendera negara-negara yang terbuat dari makanan khas negara berkaitan.

Dalam foto berikut ini kita dapat melihat makanan khas dari berbagai negara dalam bentuk bendera. Sebagai contohnya, bendera negara Indonesia terbuat dari bahan makanan nasi, kari dan sambal, bendera negara Amerika terbuat dari hot dog, kecap, saus mustard dan keju. Melalui festival ini, makanan khas suatu negara dapat diperkenalkan secara luas. Mungkin suatu saat, sambal dan kari dapat mendunia seperti pizza, burger, atau hotdog.

italy flag made from food

Italy – Basil, pasta, tomatoes

 

brazil flag made from food

Brazil – Banana leaf, limes, pineapple, passion fruit

 

india flag made from food

India – Curries, rice, pappadum wafer

 

japan flag made from food

Japan – Tuna and rice

 

greece flag made from food

Greece – Kalamata Olives and feta cheese

 

lebanon flag made from food

Lebanon – Lavash, fattoush, herb spring

 

vietnam flag made from food

Vietnam – Rambutan, lychee, starfruit

 

australia flag made from food

Australia – Meat pie, sauce

 

south korea flag made from food

South Korea – Kimbap and sauces

 

united kingdom flag made from food

United Kingdom – Scone, cream, jams

 

france flag made from food

France – Blue cheese, brie, grapes

 

china flag made from food

People of Republic China – Pittaya/dragon fruit and star fruit

 

united states flag made from food

United States of America – Hot dogs, ketchup, and mustard or cheese

 

indonesia flag made from food

Indonesia – Spicy curries and rice (Sambal)

 

turkey flag made from food

Turkey – Turkish Delight (Lokum)

 

spain flag made from food

Spain – Chorizo and rice

 

thailand flag made of food

Thailand – Sweet chilli sauce, shredded coconut, blue swimmer crab

 

switzerland flag made from food

Switzerland – Charcuteries and emmental

 

sumber

Pernah Coba? Keripik Kentang Bening, Sebening Kaca

 


Siapa yang tidak suka dengan cemilan? Selain jenis nya bervariasi dengan beragam bentuk dan warna – warni yang menarik, rasa nya juga tidak kalah dengan penampilannya. Ada yang asin, manis, gurih, dan sebagainya. Biasanya cemilan cocok untuk menemani kita ketika sedang menonton film atau ketika di perjalanan. Cemilan juga merupakan salah satu bentuk makanan yang praktis dibawa kemana – mana serta tahan lama. Beberapa macam cemilan contohnya adalah keripik kentang, snack, kacang, wafer, biskuit, dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, cemilan berupa keripik kentang memiliki banyak peminat dari segala kalangan, sama hal nya dengan di Amerika Serikat. Keripik kentang di Amerika Serikat juga kurang lebih bentuk dan rasanya hampir sama dengan keripik kentang yang ada di Indonesia. Keripik kentang ini pastinya sama – sama memiliki bahan dasar dari kentang.

Tapi di Amerika, ada sebuah resep unik yang dapat membedakan keripik kentang mereka dengan yang lainnya. Apakah itu?Ternyata, sebuah resep khusus baru saja dibuka rahasianya oleh sebuah surat kabar di Vancouver, Amerika Serikat. Sebuah resep unik yang dapat membuat keripik kentang ini menjadi bening seperti kaca!

Sebenarnya, keripik kentang bening ini tidak mempunyai rahasia khusus atau bahan aneh di dalamnya. Resepnya hanyalah kentang, garam, minyak zaitun, dan air. Namun campuran – campuran tersebut dapat menghasilkan sebuah keripik kentang bening yang luar biasa.

Setelah penelitian lebih lanjut, ternyata air kaldu bila dicampur dengan pati kentang akan bereaksi sehingga menyebabkan keripik kentang menjadi bening dan transparan seperti gelas. Walaupun bentuk dan warnanya seperti kaca, namun Anda tidak perlu khawatir untuk memakannya. Keripik kentang ini tidak membutuhkan aksi debus yang memakan beling. Rasanya hampir sama seperti ketika Anda memakan keripik kentang pada umumnya.

SUMBER

Gadis Ini Memasang Kait Besi Pada Pantatnya

 


Yang di lakukan gadis cantik ini adalah memasang kait pada kedua pantatnya dan menghubungkannya dengan tali yang kemudian dia menggantung dengan posisi tertelungkup. Saya melihat dia tak seberani yang di lakukan oleh Aksi Gila Pemuja Syetan, aksinya kini terkesan setengah-setengah.

undefined

Apakah yang mereka cari? Mungkin sekedar sensasi walaupun menurut saya mencari sensasi dengan menyakiti nggota tubuh adalah tindakan paling gila dan paling bodoh yang pernah di lakukan oleh manusia.

sumber

Kategori:revo Tag:, , , , ,

Enggan Berceramah Ustad Komersil Kalau Bayaran Kurang

13 Agustus 2012 1 komentar

https://i1.wp.com/ceritamu.com/getattachment/3ac2e715-f680-4487-b1ca-8214330e36fa/show.aspx

Suatu waktu pernah dengar penjelasan dari seorang sahabat, kalau dulu seseorang itu disebut ustad atau kiai dengan beberapa persyaratan. Pertama, dia punya pesantren. Kedua, dia punya jamaah khusus dibina. Ketiga, dia memang memiliki pengetahuan mendalam tentang agama. Yang diukur antara lain pengetahuan bahasa Arab.
Ah itu kan dulu, Dengan gencarnya komersialisasi televisi, maka sekarang banyak lahir ustad-ustad tipe baru. Pertama, ustad tipe baru itu tidak perlu menguasai bahasa Arab, tidak perlu paham banget agama. Kedua, bisa menghibur. Ketiga, jamaahnya adalah fans di televisi. Program seperti itu lebih banyak hiburannya ketimbang informasinya, jadi pertimbangannya lebih ke segi komersil.
Akibat dari komersiliasi dakwah di media elektronik itu mengakibatkan kecenderungan sejumlah ustadz tenar yang wara-wiri muncul diTV dengan mematok bayaran mahal tertentu. Wajar kalau orang apalagi mereka yang berkarya berhak meminta hak atas tenaga, karya dan pikiran yang telah mereka keluarkan.Namun jika itu seorang ustadz yang bertugas sebagai pendakwah ?. Jawabannya mungkin bisa beragam.
Dalam sebuah program talk show di Indosiar, dimana saat itu menghadirkan tiga pendakwah yang terdiri dari seorang ustadzah dan dua orang ustadz. Nama mereka tak usah disebutkan, mereka juga cukup intens muncul diTV apalagi di bulan Ramadhan ini.
Seorang dari tiga pendakwah itu berpendapat kalau seorang ustadz harus “camera face” sementara dua yang lain menjawab tidak. Masihustadz yang sama, dia bersedia dipanggil secaramendadak untuk berceramah menjelang berbuka meski harus meninggalkan buka bersama keluarganya. Sementara dua yang lain tidak bersedia. Lalu ustadz yang bersedia tersebut mengemukakan panjang lebar alasannya lengkap dengan dalil-dalilnya. Memang berbeda pendapat itu boleh dan wajar.Sebagai informasi saja, ustadz ini beberapa waktu lalu pernah muncul di infotainment terkait kontroversinya yang meminta uang muka dibayar terlebih dulu jika ada jamaah yang ingin mengundangnya.
Ada yang paling mengejutkan karena sebuah pertanyaan dari Host yang harus dijawab dengan cepat oleh ketiga pendakwah itu.
“Bersedia diundang tapi budget (pengundang) kurang ?”. Ketiganya kompak menjawab “TIDAK”.
Dari tayangan itu akhirnya saya juga berpikir kalau mereka memang mematok tarif tertentu. Lebih jelas lagi, mereka TIDAK MAU jika bayarannya kurang atau tidak sesuai dengan tarif yang dikehendaki. Lantas apa alasan mereka memilih demikian ?. Menurut mereka sebagian bayaran itu nantinya akan mereka salurkan untuk kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim. Oleh karena itu meskipun dinilai bayarannya mahal, sebenarnyaitu bukan untuk diri mereka sendiri semata.
Sungguh mulia niat dan pikiran mereka. Tapi jujur saja, masih ada pertanyaan yang mengganjal seperti “Apa karena harus menyantuni anak yatim, mereka lalu meminta bayaran tinggi lalu menolak jika bayarannya kurang ?”. “Apa itu berarti mereka mengakui mereka tidak akan bisa menyantuni anak yatim jika bayaran dakwahnya kurang ?”.
Entahlah, semoga saja bukan itu yang terjadi karena sebelumnya mereka sepakat kalau berdakwah itu panggilan hati, bukan pekerjaan mengais nafkah. Lagipula, mahal atau murah, kita harus mengakui mereka telah berperan dalam mencerahkan umat termasuk kita.
Saya juga kadang bingung kalau di infotainment sering muncul sosok ustad, dia ini seorang ustad apa seorang artis? Yang kadang terlihat selalu pamer dan bersifat ria padahal inisangat dilarang oleh agama.
Pernah gak sengaja saya mendengar ibu-ibu ngomongin soal ustad-ustad berwajah ganteng di televisi, eh, ada beberapa dari mereka celoteh begini, “saya juga mau jadi istrinya. bla, bla, bla, bla…..”. Saya cuma tersenyum geli. Ternyata masih banyak umat yang ‘terhipnotis’ oleh penampilan fisik saja. Tak banyak dari mereka yang merenungi isi ceramah para ustad tersebut. Dan lucunya, acara mereka semakin hari justru diminati. Tapi, sampai kapan?
Saya cuma merasa geli, kok begini ya wajah ustad kita di depan publik? Makin hari kok makin banyak saja yang terlihat lebay. Apakah umat sudah tidak lagi mempan dengan metode dakwah yang biasa-biasa?
Dan tidak heran saat jamaah seorang pendakwah yang pernah poligami tersebut tiba-tiba menyusut karena selama ini jamaah yang ‘mengikutinya’ adalah jamaah yang ‘menggilai’ sosok, bukanlah konten islami yang diberikan sang pendakwah…..

sumber

Posted by Wordmobi

Kategori:revo

Demi Jupe, Gaston Rela Jadi Muallaf?

http://cdn1.kasakusuk.com/filez/styles/node/public/img/2012/08/demi-jupe-gaston-

Demi merengkuh kembali cinta Julia Perez, Gaston Castano dikabarkan rela pindah agama alias menjadi muallaf. Benarkah?
“Alhamdulilah, kita doakan saja (Gaston mualaf). Mudah-mudahan ada kabar baik. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan tidak sia-sia,” ujar Jupe saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Meski belum membenarkan kabar Gaston mualaf tersebut, perempuan bernama lengkap Yulia Rachmawati ini selalu mendoakan yang terbaik untuk Gaston.
“Dalam apapun, tidak sia-sia. Ketika saya ketemu dengan beliau (Gaston) tidak sia. Saya selalu berdoa berikan terbaik,” tuturnya.
sumber

Posted by Wordmobi

Kategori:revo
%d blogger menyukai ini: