Arsip

Posts Tagged ‘terima kasih’

Di Masa Depan, Pastikan Anak-Anakmu Mengetahui Hal-Hal Ini…

19 September 2014 1 komentar

Sebagai calon orang tua, kamu harus sudah belajar dari sekarang tentang apa yang wajib kamu lakukan ketika sudah benar-benar punya momongan. Menjadi orang tua itu tidak mudah; semakin awal kamu mulai belajar, semakin baik.

Sewajarnya, kamu menginginkan anakmu nanti menjadi pribadi yang menyenangkan. Untuk itu banyak yang harus kamu ajarkan dan contohkan kepada mereka. Tapi kamu juga tidak harus menunggu sampai benar-benar menjadi pamong. Sedari kini, kamu bisa mengajarkan adik atau ponakanmu menjadi anak yang sopan, baik hati, dan disenangi banyak orang. Praktikkan saja bersama-sama hal-hal di bawah ini!

 

1. Mengucapkan “Terima Kasih” dan “Sama-Sama”

Terima kasih

Ajarkan hal yang paling dasar dulu. Selalu ucapkan “terima kasih” setelah menerima sesuatu. Ucapkan juga rasa terima kasih ketika kamu dibantu oleh orang lain. Dengan begitu, mereka tidak akan segan untuk membantumu lagi di masa mendatang. Ucapkan “sama-sama” atau “terima kasih kembali” apabila ada yang menyampaikan terima kasih padamu. Dengan begitu, kamu bisa menunjukkan bahwa kamu memang tulus membantu.

2. Tolong, Mintalah Sesuatu Dengan Sopan

Minta tolong

Ajarkan pada anak bahwa ada cara selain teriak dan menangis untuk meminta sesuatu. Jika mereka menambahkan kata “tolong” tiap kali meminta sesuatu, maka kamu dan orang lain akan dengan senang hati membantu.

3. Jangan Menyela Pembicaraan

Menyela orang yang lagi bicara gak sopan

Jelaskan bahwa sangat tidak sopan untuk memotong pembicaraan orang lain. Apalagi kalau kalau orang yang lebih tua yang sedang berbicara. Silakan menyela hanya jika ada sesuatu yang sangat darurat. Dengan menyadari etika ini, si kecil akan paham kapan harus bicara dan kapan harus mendengarkan orang lain.

 

 

4. “Permisi…”

Sopan kuncinya

“Permisi” bisa berguna saat anak merasa segan untuk berjalan di depan orang yang lebih dituakan. Kalau perlu, ajarkan juga mereka untuk berjalan dengan sedikit membungkukkan badan demi kesopanan.

Kata ini juga sangat ampuh untuk memulai percakapan dengan orang yang baru dikenal. Selain itu, ajarkan mereka untuk menggunakannya ketika meminta tolong di tempat umum.

5. Jangan Malu Bertanya

Rajin bertanya

Ajarkan pada anak untuk selalu bertanya apabila dia bingung dan ragu. Tanamkan pengertian bahwa bertanya bukan tanda kebodohan, namun usaha untuk jadi lebih pintar. Semangati juga dia untuk bertanya di sekolah dan ketika berinteraksi dengan teman dan anggota keluarga lain. Orang akan jadi tertarik padamu jika kamu juga tertarik pada mereka.

 

 

6. Kalimat Haram: “Kok Om-nya Gendut, Sih?”

Siapa bilang aku gendut?

Kamu harus bilang pada anakmu bahwa menilai penampilan fisik orang lain itu nggak baik. Kecuali, kalau penilaian itu bersifat pujian. Tidak ada orang yang tidak senang jika dipanggil “manis”, apalagi jika pujiannya tulus.

7. “Apa Kabarmu?”

Apa kabar, jeng?

Ketika orang bertanya bagaimana keadaannya, ajarkan si anak untuk menjawab dengan lugas. Ajarkan juga bahwa hal yang sopan adalah menanyakan kembali bagaimana kabar orang yang bertanya pada mereka. Dengan begitu, anakmu akan menjadi orang yang menyenangkan untuk diajak bicara.

8. Etika Main di Rumah Teman Juga Penting!

Beda keluarga, beda aturan

Sopan santun yang diajarkan ke anak akan terlihat ketika ia berkunjung ke rumah teman. Kamu nggak mau mereka malu-maluin, ‘kan? Tanamkan pada mereka supaya tetap santun di rumah orang. Tiap keluarga juga punya aturan masing-masing yang harus mereka perhatikan.

Jika harus menolak ajakan makan, sampaikan dengan sopan. “Makasih om, tapi saya udah makan…” Jika harus berpamitan, ucapkan “terima kasih” sebelum pulang ke rumah.

9. Mengetuk Pintu

Salam...

Ajarkan anak untuk selalu mengetuk pintu yang sedang tertutup. Tunggu respon dari yang di dalam sebelum masuk. Jangan mengintip-ngintip isi dalam rumah dari jendela. Kalau tuan rumahnya sedang nggak berpakaian lengkap, gimana?

10. Ketika Menelepon Teman

Saya Rina. Rani ada om?

Ketika menelepon temannya, anak harus terlebih dahulu memperkenalkan dirinya lalu minta tolong agar disambungkan ke teman yang ia maksud. Dengan mengenalkan diri, orang tua atau saudara teman yang dicarinya akan menganggap anakmu sebagai kawan yang ramah.

11. Memanggil Nama Olokan

Jangan biarin anak kamu jadi tukang bully

Selain menasihatinya supaya nggak boleh berkata kotor, kamu harus bisa melarang mereka mengolok-olok temannya. Apalagi kalau olokan itu menggunakan nama yang jelek dan gak terpuji. Mengejek orang lain adalah tanda kelemahan. Bullying adalah tindakan yang kejam.

12. Duduk Tenang

Nikmati acaranya

Walaupun pesta ultahnya membosankan atau permainannya jelek, ajarkan anak untuk tetap tenang dan tidak merengek. Berusahalah untuk tetap menikmati acaranya. Kasian ‘kan, Om/Tante MC-nya udah berusaha maksimal?

13. Enjoy The Ride

Bikin mereka menikmati perjalanan bukan menunggu tujuan

Ketika dalam perjalanan, anak-anak akan mudah bosan. Hal ini mungkin wajar karena mereka kelelahan. Di sinilah peran orang tua diperlukan untuk membuat si anak tetap tertarik dengan perjalanan diperlukan. Kamu bisa ajak dia bercerita, bermain, atau mengambil gambar.

14. Menyampaikan Maaf

Biasakan minta maaf kalau salah

Sudah fitrahnya anak kecil untuk menjadi sangat aktif, apalagi ketika kamu mengajaknya pergi keluar rumah. Besar kemungkinan ia akan berlarian dan menyenggol orang lain. Jadi sebelum keluar rumahm ajarkan dia meminta maaf jika dia nggak sengaja mengganggu orang lain.

15. Jangan Ngupil Sembarangan

Ngupil di mana-mana

Kita nggak bisa melarang anak mengupil karena kita juga sering melakukannya. Yang bisa kamu usahakan adalah meminta anak nggak mengupil di tempat umum atau di depan orang yang lagi ngomong sama dia.

16. Kalau Bersin

Hatcchiiiu

Tutup hidung dan mulut ketika bersin agar tidak mengganggu orang lain. Ucapkan juga “maaf” kalau kamu bersin agak berlebihan. Anakmu juga harus terbiasa mengungkapkan “Yarhamukillah”, “bless you”, atau semacamnya kalau mendengarkan orang lain bersin.

17. Tawarkan Bantuan

Bantu ayah cuci mobil

Ketika melihat orang tua, guru, atau tetangga sedang sibuk atau kerepotan mengerjakan sesuatu, jangan malu-malu menanyakan “Apa saya boleh bantu?”Mungkin anak kamu memang cuma bisa membantu seadanya, namun dia bisa belajar banyak dari situ. Ingatkan juga anak untuk patuh jika diminta bantuan oleh orang tua, bukan malah menggerutu dan cemberut.

18. Krama Di Meja Makan

Boleh main-main asal habis dan dirapikan

Ajarkan anak cara menggunakan alat makan dengan benar. Mulai dari sendok dan garpu, pisau, sumpit, dan sebagainya. Jika makanan letaknya di seberang meja, jangan mencoba meraihnya sendiri. Mintalah pertolongan seseorang untuk mengoper makanan itu ke kamu. Biasakan anak makan dengan bersih dan rapi. Ingatkan dia untuk mengumpulkan tumpahan makanannya kembali di dalam piring. Jika memungkinkan, minta anak mengantar piringnya sendiri ke tempat cucian piring.

19. Sayang Pada Hewan

Sayang hewan

Jelaskan pada anak bahwa hewan adalah mahluk yang bernyawa, sama seperti manusia. Mereka juga punya perasaan dan akal. Untuk itu, anak nggak boleh semena-mena terhadap mereka. Jangan mencabuti bulu atau kaki hewan yang lemah. Dan hindari mencoba menyakiti hewan yang bisa menjadi buas!

 

Namun yang paling penting dalam pembentukan sikap anak adalah perilaku yang dicontohkan oleh orang dewasa di sekitarnya. Makanya, kamu harus bisa memberi contoh yang baik pada anak-anakmu. Jangan cuma mulutmu saja yang berbicara. Tangan dan tindak-tandukmu juga harus bisa!

 

sumber

Tata Krama Kebudayaan Indonesia Yang Hilang

Tata Krama Kebudayaan Indonesia yang hilang

1. Cium Tangan Pada Orang Tua

Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang.Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya

2. Penggunaan tangan kanan

Biasanya sih dibilang“salim“, bila di semasa saya hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting loh, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini?

3. Senyum dan Sapa

Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan.(kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir)

4. Musyawarah

Ini sih Indonesia banget!Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.

5. Gotong Royong

Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkanegonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.

Dan Tata Krama budaya yang terakhir

“Itu bukan urusan gue!“, “emang gue pikiran“, Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.

sumber

Coba Lihat Gambar Dramatis Seorang Polisi Menyelamatkan Warga Yang Hampir Tewas Ditabrak Kereta Api

25 April 2013 1 komentar
Coba Lihat Gambar Dramatis Seorang Polisi Menyelamatkan Warga Yang Hampir Tewas Ditabrak Kereta Api

 

Rekaman CCTV memperlihatkan drama dimana seorang perwira polisi menyelamatkan nyawa seorang pria dari hantaman kereta cepat.

 

Momen heroik ini terjadi di Medelin, Kolombia ketika seorang pria yang mengenakan kemeja putih dan celana gelap berjalan menuju ke tepian platform Metro.

 

Kemudian seorang polisi yang bernama sebagai Gustavo Chaparro menarik pria tersebut berjalan ke arah rel kereta tanpa rasa takut kemudian menariknya ke tanah sebelum membawanya pergi.

 

“Terima kasih kepada semua orang yang ingin menunjukkan penghargaan mereka kepada saya, tetapi itu adalah tugas saya untuk melindungi dan melayani masyarakat,” kata Mr Chaparro, “Dan aku akan terus melakukannya.”

 

Insiden ini dikatakan terjadi di Stasiun Hospital di Medellin, yang terletak di sebelah kompleks Rumah Sakit Universitario San Vicente de Paul, sekitar 275 km sebelah utara-barat dari ibukota Bogotá.

 

 

 

• Sebuah kamera CCTV menangkap momen luar biasa di Medellin, Kolombia, ketika seorang pria berjalan menuju tepi platform Metro

 

 

• Petugas polisi yang sejak dilaporkan bernama Gustavo Chaparro, menarik pria sebelum ia melangkah dari panggung dan menariknya ke tanah

 

# TWM | DM

Seram, patung ini dibuat dari 11 liter darah manusia!

  

Seram, patung ini dibuat dari 11 liter darah manusia!

Seorang pria India yang dikenal dengan sebutan Hussaini ini baru saja memamerkan sebuah karya seni yang terbuat dari darah manusia.

Tak tanggung-tanggung, patung kepala J. Jayalalitha, Kepala Menteri negara bagian Tamil Nadu, itu dibuat dari 11 liter darah manusia yang telah dibekukan. Darah tersebut dikumpulkan dari darah pelukis sendiri dan 32 muridnya.

Hussaini adalah seorang pematung dan guru memanah dari Chennai yang memiliki ide tidak biasa untuk merayakan ulang tahun J. Jayalalitha yang ke-65.

undefinedPhoto: Martin Louis/New India Express

Hussaini rupanya ingin mengucapkan terima kasih kepada politisi tersebut karena telah mendukung perkembangan olahraga panahan di India. Untuk itu, dalam interval tiga bulan, Hussaini menyedot darahnya secara bertahap.

Kemudian darah itu disimpan selama delapan tahun terakhir, sembari menunggu kesempatan untuk menggunakannya sebagai media untuk patung. Sayangnya, kala itu Hussaini hanya memiliki 6,5 liter darah, sedangkan proyek khususnya membutuhkan 11 liter.

Untungnya, 32 murid memanahnya bersedia untuk menyumbangkan 4,5 liter darah tambahan yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan proyek tersebut.

“Darah merupakan simbol dari keberanian dan pengorbanan Tamil Thaai – ibu dari Tamil. Jadi, ini adalah wujud rasa hormat saya untuk pak menteri,” kata Hussaini kepada New India Express.

Hal pertama yang dilakukan Hussaini untuk membuat patung darahnya adalah menyiapkan tanah liat. Kemudian menyiapkan cetakan silikon yang diisi dengan campuran tanah liat dan 11 liter darah. Cetakan itu dibekukan pada suhu -27 derajat Celcius, selama dua bulan. Seram juga ya!

sumber

Tradisi Pernikahan Unik di Vietnam

undefined

pada kebudayaan tradisional rakyat Vietnam, pernikahan adalah salah satu peristiwa yang paling penting dalam hidup.
Dalam masyarakat sekarang ini, pernikahan tradisional terlihat sangat kompleks, lama, dan seksama dengan proses 6 langkah standar: mulai dari seleksi calon pengantin perempuan atau yang pria (ken chon), saling bertemu muka (giam ngo), pertunangan (an hoi), pesta perkawinan, kembali ke orang tua pengantin perempuan (lai mat), dan pesta untuk para tetangga (le nop treo)

Saat proses ken chon, para orang tua memilih pasangan untuk anak mereka. Ini adalah proses seleksi, tidak hanya pasangan yang dipertimbangkan, tetapi juga situasi dan kedudukan dari keluarga pasangan saat ini.
Langkah ini memerlukan waktu yang paling lama, dan biasanya kedua keluarga telah memiliki hubungan yang baik selama bertahun-tahun.

Pada saat giam ngo, wakil dari keluarga sang pemuda (pada umumnya dipimpin oleh ayah dari sang pemuda) meminta persetujuan pada keluarga si gadis untuk menikahkan putranya dengan putri mereka. Jika keluarga si gadis menerima permintaan tersebut, maka rencana pernikahan akan dibahas secara lebih mendetail.

Pada saat an hoi, wakil dari keluarga pemuda membawa segala sesuatu yang diminta oleh keluarga si gadis, dan pada saat ini pula, semua detail pernikahan akan ditetapkan.
Sesudah pernikahan berlangsung, pengantin perempuan akan pulang bersama suaminya.
Lai mat adalah saat tiga hari sesudah pernikahan, di mana pengantin pria baru akan membawa isterinya dan beberapa hadiah tradisional kembali ke rumah orang tuanya untuk mengucapkan terima kasih mereka.

Pada le nap treo, pasangan suami isteri baru akan mengorganisir sebuah pesta untuk para tetangga untuk memperkenalkan kepada mereka pengantin perempuan yang baru dinikahi. Umumnya, dalam kesempatan ini, pasangan suami isteri juga mendermakan sesuatu kepada komunitas setempat.

Secara tradisional, isteri yang baru harus tinggal di rumah keluarga suaminya sejak malam pernikahan sampai akhir hayat hidupnya. Ini menyiratkan bahwa dia harus melepas rumah keluarganya yang sudah sangat dikenalnya dan masuk ke situasi yang sama sekali baru, dan bergaul dengan orang-orang dari generasi yang berbeda di dalam rumah suaminya.
Sebagai tambahan, pembauran ketat dengan orang-orang di desa memiliki arti bahwa ketika seorang istri yang baru datang untuk tinggal dengan suaminya, dia tidak hanya harus beradaptasi dengan keluarga suaminya, tetapi juga dengan kelompok komunitas suaminya.
Oleh karena itu, orang Vietnam zaman dulu betul-betul menganggap bahwa pernikahan bukan hanya antar dua individu, tetapi juga antar dua keluarga besar dan komunitasnya. Dengan begitu persiapan psikologis dari calon pengantin putri dan keluarganya adalah sangat penting.

Sumber :

Menitikkan Air Mata Membaca Kisah Qurban Bu Sumi

 

 

Kisah ini terjadi ± tahun 1995, sudah cukup lama memang,namun setiap ingin memasuki I’dul Adha saya selalu teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya tidak pernah melupakannya.
Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan bersama teman (kami berempat waktu itu), kami mengeluh karena sudah 3 hari kami berdagang baru 6 ekor yang terjual, tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor laku terjual dan hari raya sudah didepan mata (tinggal 2 hari lagi). Kami cukup gelisah waktu itu.

Ketika sedang berbincang salah seorang teman mengajak saya untuk sholat ashar dan saya pun bersama teman saya berangkat menuju masjid yang kebetulan dekat dengan tempat kami berjualan. Setelah selesai sholat, seperti
biasa saya melakukan zikir dan doa. Untuk saat ini doa saya fokuskan untuk dagangan saya agar Allah memberikan kemudahan semoga kiranya dagangan saya laku/ habis terjual.

Setelah selesai saya dan teman kembali bergegas untuk kembali ke tempat kami jualan, dari kejauhan kami melihat ditempat kami berjualan banyak sekali orang disana dan terlihat teman kami yang berada disana kesibukan demi melayani calon pembeli. Akhirnya saya dan teman saya berlari untuk cepat membantu melayani teman kami. Alhamdulillah pada saat itu sudah ada yang membeli beberapa ekor kambing. “Terima kasih Ya Robb, Engkau telah mendengar dan menjawab doa kami”,
Syukur saya dalam hati.

Namun setelah semuanya terlayani dan keadaan kembali normal, saya melihat
seorang ibu-ibu sedang memperhatikan dagangan kami, seingat saya ibu ini sudah lama berada disitu, pada saat kami sedang sibuk ibu ini sudah ada namun hanyamemperhatikan kami bertransaksi. Saya tegur teman saya “Ibu itu mau beli ya ? dari tadi liatin dagangan terus, emang gak ditawarin ya ?, sepertinya dari tadi udah ada disitu. Kayaknya Cuma liat-liat aja, mungkin lagi nunggu bus kali.
Jawab teman singkat.
Memang sih kalau dilihat dari pakaiannya sepertinya gak akan beli ( mohon maaf.. ibu itu berpakaian lusuh sambil menenteng payung lipat ditangan kanannya) kalau dilihat dari penampilannya tidak mungkin ibu itu ingin berqurban.

Namun saya coba hampiri ibu itu dan coba menawarkan. “Silahkan bu dipilih hewannya, ada niat untuk qurban ya bu ?.
Tanpa menjawab pertanyaan saya, ibu itu langsung menunjuk, “Kalau yang itu berapa bang ?” Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah dari hewan yang lainnya. Kalau yang itu harganya Rp.600.000,- bu, jawab saya. Harga pasnya berapa bang ?, gak usah tawar lagi yabu… Rp. 500.000 deh kalau ibu mau. Fikir saya memang dari harga segitu keuntungan saya kecil, tapi biarlah khusus untuk ibu ini. “Uang saya Cuma ada 450 ribu, boleh gak”.
Waduh… saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug dengan teman yang lain. “Biarlah mungkin ini jalan
pembuka untuk dagangan kita, lagi pula kalau dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang mampu, kasihan, hitung-hitung kita membantu niat ibu itu untuk berqurban”.
Sepakat kami berempat. “Tapi bawa sendiri ya.. ?” akhirnya si
ibu tadi bersedia, tapi dia minta diantar oleh saya dan ongkos bajaj-nya dia yang bayar dirumah. Setelah saya dikasih alamat rumahnya si ibu itu langsung pulang dengan jalan kaki. Saya pun berangkat.

Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Subhanallaah….. Astaghfirullaah…..
Alaahu Akbar, merinding saya, terasa mengigil seluruh badan saya demi melihat keadaan rumah ibu tersebut.
Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan orang tuanya (ibunya) dan satu orang anaknya
di rumah gubuk dengan berlantai tanah dan jendela dari kawat. Saya tidak
melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh.
Diatas dipan sedang tertidur seorang perempuan tua kurus yang sepertinya dalam
kondisi sakit. “Mak … bangun mak, nih liat Sumi bawa apa” (oh ternyata ibu
ini namanya Sumi), perempuan tua itu terbangun dan berjalan keluar. “Ini ibu saya bang” ibu itu mengenalkan orang tuanya kepada saya. Mak Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak. Orang tua itu kaget namun dari wajahnya terlihat senang dan bahagia, sambil mengelus-elus kambing
orang tua itu berucap, Alaahu Akbar, Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga
emak qurban.
“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya telalu murah, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya. Aduh GUSTI……. Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yang satu ini. HambaMU yang
Miskin Harta tapi dia kaya Iman.
Seperti bergetar bumi ini setelah mendengar niat dari ibu ini. Rasanya saya sudah tidak sanggup lagi berlama-lama berada disitu. Saya langsung pamit meninggalkan kebahagiaan penuh keimanan mereka bertiga.
“Bang nih ongkos bajajnya.!, panggil si Ibu, “sudah bu cukup, biar ongkos bajaj
saya yang bayar. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah
basah, karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan
saya dengan hambaNYA yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin
memuliakan orang tuanya.

 

sumber

Gambar2 Lucu Ukuran Payudara Wanita

Wow itulah Di Benak Anda Setelah Melihat Ukuran Payudara Yang Terbilang sangat Besar ini….Tapi Jangan ngeres Dulu Ini Cuma Mainan Doang Yang di tempelkan di badan Wanita yang ada di Foto tersebut…. Untung itu Palsu kalo nggak kn banyak Kaum Adam Pada Melototin Seperti Yang Lagi Baca postingan Ini….he…he…intermezzo doang kok..selamat Menikmati
(Terima Kasih Telah Membaca Dan Berkomentar Di sini)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 313 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: