Arsip
Perempuan Cantik Rampok Toko Terekam CCTV
Buxom: This curvaceous robber is being hunted by police in Queensland, Australia, after she held up a petrol station with a knife
Sebuah perampokan terjadi di pom bensin di Arundel, Queensland, Australia, Senin (2/7/2012). Bak adegan film, perampoknya memakai penutup wajah mendatangani kasir toko di pom bensin itu. Namun, penutup wajah itu tak dipakai dengan benar, dan tampaklah wajah cantik sang perampok.
The Sun memberitakan, adegan perampokan itu terekam jelas oleh camera CCTV. Dalam rekamannya terlihat perempuan itu mendatangi kasir dan menodongkan pisau. Ia mengancam dan meminta sang kasir menyerahkan uang. Ia mengenakan topi hitam dan sarung tangan.
Entah karena kurang profesional atau karena maksud lain. Perampok, yang diperkirakan berusia 20 tahun itu, meninggalkan banyak jejak. Di rekaman CCTV terlihat perempuan montok itu berambut pirang mengenakan baju yang menampakkan buah dadanya.
Dangerous curves: And the knife she was carrying looked like it could hurt someone too…

Blunders: The robber failed to hide her face and, while she wore a single glove, she used her ungloved hand to snatch cash from the petrol stations till
Ia memang mengenakan sarung tangan. Namun, saat menyentuh bendar-benda di toko itu, ia melepaskannya sehingga akan sangat mudah bagi polisi untuk mendapatkan sidik jari.
Perampokannya berhasil, ia membawa lari sejumlah uang. Ia meninggalkan pom bensin itu dengan seorang pria yang sudah menantinya di luar, mengendarai jeep 4×4. [tjs]
‘E-KTP’ – Misi Yahudi Memata-matai (Orang Islam) ?
e-KTP atau Elektronic-Kartu Tanda Penduduk merupakan Kartu Tanda Penduduk yang di buat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaan berfungsi secara komputerisasi. e-KTP didesain dengan metode autentikasi dan pengamanan data tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan menanamkan chip di dalam kartu yang memiliki kemampuan autentikasi, enkripsi dan tanda tangan digital.
Tentu yang mengusik nurani kita adalah bahwa e-KTP sangat bersinggungan dengan privasi kita. Dengan adanya chip di dalam e-KTP, tiap warga Negara bisa diawasi begitu ketat, baik keberadaannya maupun gerak-geriknya. Terlebih kini sudah lahir UU Intelijen sebagai otoritas penguat untuk mengintai daya kritisme masyarakyat.
Tentu kita harus sadar, selain terkait masalah kependudukan, penerapan e-KTP tidak terlepas dari isu terorisme yang melanda bangsa ini. Bayangkan dalam tahap pembuatan e-KTP, tiap warga negara harus melalui proses berlapis.
Selain difoto, kita juga harus membubuhkan tanda tangan secara digital, mencap sidik jari (10 jari), memverifikasi sidik jari, dan terakhir kita juga diharuskan melakukan verifikasi tanda tangan digital. Bahkan selain itu, tiap pembuat e-KTP diharuskan melakukan perekaman iris mata. Tentu kita bertanya-tanya apa maksud dari ini semua. Dan kita tidak tahu fungsi sejati dari sebuah ‘perekaman iris mata’. Mari kita berdoa, semoga kita terlindung dari motif yang tidak-tidak.
Tanpa bermaksud melakukan generalisasi secara menyeluruh, namun salah satu yang mengusik pikiran saya selama ini ialan kemiripan e-KTP beserta chip di dalamnya dengan program The RFID Chip 666 sebagai alat kontrol zionisme yang dimasukkan ke dalam permukaan kulit manusia.
Dasar pengembangan RFID untuk manusia adalah sebuah sistem yang disebut SmartCard yang memiliki microchip lithium yang berfungsi membaca data riwayat seseorang yang berhubungan secara elektronik ke pusat data pemerintah seperti informasi kesehatan, data pajak, dan jumlah tabungan serta identitas pribadi lainnya
Tujuannya sederhana, Zionis ingin melakukan kontrolisasi dan pendataan pergerakan manusia-manusia yang telah mereka incar. Dengan dimasukkannya chip ke dalam tubuh manusia, hal itu akan memudahkan mereka untuk memastikan target yang mereka incar berada dalam sebuah pengawasan “Sang mata satu”.
RFID sendiri atau Radio Frequency Identification digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID tag atau transponder. RFID tag adalah sebuah benda kecil (sebesar biji beras) yang dapat ditempelkan pada suatu barang atau produk. Hebatnya meski kecil, RFID tag berisi antena yang memungkinkan mereka untuk menerima dan merespon terhadap suatu query (semacam kemampuan untuk menampilkan suatu data dari database) yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver.
Sejarah ini bermula ketika tahun 1946, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara ini kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID.
Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.Rupanya alasan dibalik pembuatan tekhnologi canggih ini tidak terlepas dari doktrin teologis 666 di bible. Dalam surat wahtu 13: 16-18 dijelaskan.
“dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” (Lebih jauh silahkan anda baca http://www.tldm.org/news4/markofthebeast.htm)
Lantas apa yang membahayakan dari program chip ini? Tidak lain adalah sebuah perangkat yang bisa memanipulasi manusia dari mulai emosi, mental, sekaligus fisik. Dalam program zionis, inilah yang biasa kita kenal sebagai mindcontrol.
Amerika Serikat sendiri sebagai pemerintahan Zionis, sudah mempersiapkan pemberlakukan RFID Chip kepada para warganya sebagai antisipasi dari tindakan terrorisme yang menyerang negaranya. Bahkan di Spanyol Baja Beach Club, sebuah klub malam eksklusif di Barcelona, sejak tahun 2004 sudah menanamkan Chip sebagai prasyarat untuk menjadi pelanggan VIP dengan dalih keperluan identifikasi.
Dan saya sungguh khawatir bahwa e-KTP adalah cikal bakal dari pemberlakuan RFID Chip 666, terlebih dalam e-KTP ada sebuah chip yang berisi data-data yang sama seperti tercantum di tampilan muka kartu identitas, alamat kontak pemilik kartu, sertifikat serta data kunci pemilik kartu yang tersimpan dalam database milik negara (http://pedomannews.com/ Kamis, 30 Juni 2011)
Dan Saat ini e-KTP telah mulai meluas digunakan di hampir seluruh negara anggota Uni Eropa dan beberapa negara Asia seperti China dan India. Akankah ini betul-betul menuju sebuah tatanan yang satu, maksud yang satu, dan arah yang satu yakni sebuah tatanan dunia baru yang lazim disebut New Wolrd Order. Kita harus jeli dan terus waspada. Awasi terus program e-KTP. Allahua’lam.
(@Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi )
[sumber: eramuslim/../konspirasi/e-ktp]
Inilah Proses Terbentuknya Sidik Jari Manusia

Pernah Terlintaskan kenapa semua manusia di dunia punya sidik jadi yang berbeda? Wow, Bagaimana proses terbentuknya sijik jari tersebut?
Perilaku kriminal sering dipersalahkan pada kejadian atau trauma masa kecil. Namun, kemampuan menjadi pencuri berakar pada perkembangan yang terjadi saat berada dalam rahim.
Penyelidikan menunjukkan, pada saat kehamilan memasuki pekan ke-17, sidik jari pada janin mulai tampak. Keunikan sidik jari sudah dikenali selama dua millennia dan dipelajari selama dua abad.
Namun, ilmuwan belum bisa menjelaskan bagaimana sidik jari terbentuk. Model teori komputer baru menunjukkan cara pola ini terbentuk. Sidik jari mulai terbentuk diawali pada saat kehamilan menginjak pekan ke-10 saat panjang janin masih sekitar 80 mm.
Sidik jari melibatkan tiga fitur berbeda, lengkungan, putaran dan beralur. Michael Kucken dan Alan Newell dari University of Arizona menemukan, penciptaan pola sidik jari melibatkan ketegangan dalam selembar kulit yang terjepit yang disebut lapisan basal.
Pada janin, lapisan basal tumbuh lebih cepat dari lapisan sekitarnya, epidermis di bagian luar dan dermis bagian dalam. Lapisan basal melengkung dan melipat di beberapa arah dan memaksa munculnya bentuk kompleks.
Tekanan tercipta pada batas kulit, termasuk kuku dan lipatan buku serta menyusutnya bantalan ujung jari, ungkap laporan Kucken dan Newell yang dimuat dalam edisi jurnal Europhysics Letters.
“Lipatan ini menyandikan pola sidik jari masa depan yang akan terlihat pada permukaan kulit di pekan berikutnya,” papar Kucken. Karena pola sidik jari dikodekan di bawah permukaan kulit, pola ini tak bisa dihancurkan oleh cedera kulit dangkal, lanjutnya.
Namun, ia mengakui, bagaimana tepatnya pola tersebut diawetkan selama pertumbuhan janin masih belum jelas. Model ini menegaskan penjelasan 80 tahun yang belum pernah mendapatkan penerimaan.
Sidik jari merupakan hal aneh bagi ilmuwan. Bahkan, telapak tangan manusia secara misterius berbeda dari bagian tubuh manusia lainnya dalam beberapa cara. “Tak hanya ada sidik jari, pada telapak tangan kulitnya juga tebal,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat kelenjar keringat yang lebih banyak dan tak ada folikel rambut, lanjut Kucken. Kucken mengatakan, lekukan pada sidik jari mungkin berkaitan dengan pembentukan alur otak, struktur tertentu dalam mata, dan bahkan folikel rambut.
Banyak rancangan alam secara matematis sama dengan sidik jari. Termasuk, riak gundukan pasir, garis-garis ikan tropis, dan pola cairan, papar Kucken. Salah satu fenomena serupa yang dikenal sebagai pusaran Von Karman terjadi saat arus udara atau cairan bergerak dalam arah berlawanan.
Proses itu bisa menciptakan awan yang meringkuk secara fantastis. Serangga meminjam energi dari vortisitas von Karman untuk diciptakan sayap mereka sendiri guna meningkatkan kecepatan dan manuver.
Tak semua pola beragam diciptakan mekanisme sama, kata Kucken. Namun, hal ini bisa dijelaskan persamaan serupa. Kesamaan ini membuat sulit untuk menemukan mekanisme fisik dibaliknya, terutama pola biologis yang sangat kompleks.
“Penelitian kami menunjukkan, ketidakstabilan mekanis terkait beberapa keadaan,” kata Kucken. Lebih lanjut, saat ini terdapat diskusi mengenai bukti sidik jari harus tetap berlaku di pengadilan meski tak memiliki implikasi langsung pada identifikasi sidik jari yang bisa membantu memberi landasan yang lebih solid pada subyek masa depan, tutupnya.






























Komentar Terakhir