Arsip

Posts Tagged ‘sekolah dasar’

Lebih Miris, Siswa di China Terpaksa Bawa Meja Sendiri ke Sekolah

20 Mei 2013 1 komentar
Lebih Miris, Siswa di China Terpaksa Bawa Meja Sendiri ke Sekolah

 

Sepertinya sudah menjadi hukum alam jika ada kemakmuran maka di situ juga terdapat kemiskinan. Terlepas dari masih tingginya tingkat kemiskinan di dalam negeri, pengalaman yang lebih miris ternyata dialami oleh sebagian penduduk di negara China.

Dibalik kesuksesan negara Tirai Bambu ini menyaingi hegemoni negara barat dalam bidang ekonomi dan perdagangan, namun potret buram kemiskinan masih sangat kental terlihat. Minimnya kesejahteraan penduduk di beberapa wilayah sejalan dengan buruknya pendidikan yang ada.

Potret itu bisa dilihat dari Wang Ziqi, bocah perempuan berusia tiga tahun di Shunhe, Provinsi Hubei. Di saat memasuki tahun ajaran baru di sekolah, Wang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan berbagai keperlua sekolah berupa pensil atau buku. Lebih dari itu, Wang juga terpaksa membawa meja dan kursi sendiri ke sekolah.

Pemandangan miris ini terjadi setiap tahun ajaran baru. Untuk membawa meja dan bangku, Wang biasanya dibantu oleh kakak dan neneknya.

Walau demikian, Wang bukanlah satu-satunya siswa yang terpaksa membawa meja dan kursi dari rumah. Setidaknya  ada lebih dari 3 ribu siswa lainnya di sekolah dasar dan sekolah menengah di Shunhe yang dipaksa membawa mejanya sendiri. Kondisi itu terjadi karena keterbatasan fasilitas yang diberikan pemerintah. Mereka hanya menyediakan sekitar 2 ribu pasang kursi dan meja. Padahal ada lebih dari 2 ribu siswa yang bersekolah.

Nenek dan kakak Wang Ziqi membantu membawakan meja dan kursi ke sekolah.
Di kota miskin tersebut, para orang tua murid terpaksa menggunakan apa saja yang mereka bisa gunakan, termasuk membawa meja kopi ke sekolah agar anak-anak mereka dapat belajar.

Saat dimintai komentar, banyak orang tua yang mengeluh. Mereka menyalahkan sistem pemerintahan yang dianggap sangat korup.

Orang tua di Shunhe akan menggunakan apapun yang dimiliki agar anaknya tetap bersekolah.
“Pemerintah pusat memberikan dana untuk fasilitas sekolah,” kata seorang wali murid kepada stasiun berita NBC. “Tapi ketika sampai ke tempat kami, uang itu menghilang.”

Meski pemerintah setempat di sana sudah merespon dengan memberikan tambahan meja dan berkomitmen akan memberikan bantuan lebih dari US$ 600.000 untuk menutup defisit anggaran, namun banyak dari penduduk yang tetap tidak percaya dengan janji-janji tersebut.

“Saya lebih suka percaya ada hantu di dunia ini daripada mempercayai janji-janji pemerintah,” tulis salah satu kometar pada berita Changjiang Times

Berkaca dari kasus ini, kita hanya bisa mengharapkan pemerintah Indonesia tidak melakukan hal yang sama karena mewariskan kecerdasan dan ilmu bagi generasi muda lebih berharga daripada mewariskan harta semata.

(ma/nbctimes)

SUMBER

[Foto] Hahaha…Gara-Gara Orangtuanya Tidak Bisa Membedakan Anak Kembar 4, Rambut Anak Dicukur Angka

[Foto] Hahaha…Gara-Gara Orangtuanya Tidak Bisa Membedakan Anak Kembar 4, Rambut Anak Dicukur Angka

Terkadang tidak mudah bagi orangtua yang memiliki anak kembar untuk membedakan anak-anaknya. Namun hal aneh yang dilakukan oleh orangtua di China ini untuk membedakan anaknya yang kembar empat ini cukup membuat kita geleng-geleng kepala. Mereka mencukur rambut keempat anak laki-lakinya hingga membentuk angka. Angka 1 hingga 4 yang pada ‘tercetak’ kepala anak-anak tersebut didasarkan pada urutan lahir mereka.

 

Menurut sang orangtua, hal ini terpaksa dilakukan agar mudah membedakan anak-anaknya yang terlahir kembar identik, terutama bagi guru dan teman-teman sekolah anak-anak tersebut. Keempat anak kembar tersebut kini sudah berusia 6 tahun dan sudah masuk Sekolah Dasar (SD).

“Putra-putraku benar-benar identik, bahkan untukku sekalipun,” tutur sang ibunda Tan Chaoyun , bahkan sekarang, ayah mereka masih tidak bisa membedakan mereka sama sekali. Terkadang dia menghukum anak kedua atas perbuatan yang dilakukan anak ketiga,” tandasnya.

Peristiwa unik ini terjadi di wilayah Shenzhen, Provinsi Guangdong, China.

Jauh-jauh jadi Nelayan di Uruguay, Bawa Pulang Uang Rp 1.000

 

 

 

Hanya empat helai baju kotor dan uang Rp 1000 rupiah, Maulana akhirnya sampai juga di Bandara Internasional Schippol, Amsterdam, Belanda.

Ia ditemani Wahyudi yang kebetulan bertemu, sedang berdiri sambil mengepul-epulkan asap rokoknya di ruang khusus bagi para penikmat rokok. Tatapannya kosong, sejenak ia kaget saat dihampiri dan langsung sumringah saat Tribunnews memperkenalkan diri sama-sama berasal dari Indonesia.

Mukanya terlihat agak berseri-seri. Obrolan santai kemudian terjadi sambil menceritakan kisah nelayan ini bisa sampai ke Uruguay tepatnya di perairan Montevedio, sebagai nelayan di perahu berbendera China.

Sebelumnya, Maulana mengaku seorang penjual ketroprak, di Bekasi Utara. Lelaki muda asli Cirebon ini, mengaku tergugah hatinya begitu ada ajakan menjadi nelayan, pencari ikan di Uruguay.

“Saya tertarik, karena mendapat gaji Rp 1.700.000 per bulan. Saat berangkat, saya juga tak mengeluarkan uang. Gaji yang didapat dipotong untuk biaya buat paspor, oleh pihak agen,” tutur Maulana mengawali ceritanya kepada Tribunnews

Pertama kali sampai di Uruguay, Maulana mengaku tak berfikir macam-macam. Sampai akhirnya, ia diharuskan pulang lantaran ada penyakit dalam yang dideritanya.

Maulana mengaku sedih. Kontrak selama dua tahun, empat bulan terpaksa kembali ke tanah air. Sedih bercampur bahagia, lantaran menjadi nelayan di negeri orang, tak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Praktis, 23 jam Maulana bekerja setiap hari untuk mencari ikan. Istirahat yang kurang, Maulana mengaku ia coba hilangkan dengan keasyikannya mencari ikan di laut di negara orang.

Kagalauan hatinya, tak bisa ia tutupi, empat bulan berjalan, Maulana mengaku sudah harus kembali ke Jakarta lantaran kondisi kesehatannya yang tak mengharuskan ia berlama-lama di Uruguay.

Lelaki yang hanya lulusan sekolah dasar ini kemudian bertanya-tanya di dalam hati, mengapa ia bisa sampai ke Uruguay kalau memang kesehatannya tak mengharuskannya berangkat ke negara di benua Amerika Latin tersebut.

Pertanyaan di dalam hatinya ia hilangkan, begitu dapat memastikan bisa pulang ke Indonesia. Senang, bercampur sedih, Maulana bertutur dengan tatapan sedih.

“Senang karena bisa pulang, tak lagi merasa sendiri di sana (Uruguay). Sedih, karena hanya uang RP 1000 di kantong dan satu bungkus rokok (merek lokal Uruguay) yang bisa dibawa. Baju saya hanya bawa yang bersih-bersih saja,” tuturnya.

Baju yang awalnya ia bawa hampir memadatkan tas ranselnya, terpaksa ia tinggalkan di Uruguay. Sambil memastikan, Maulana kemudian membuka dompetnya, menunjukkan uang Rp 1000 yang tertinggal disakunya.

“Mudah-mudahan tak ada yang bekerja menjadi nelayan seperti saya. Hanya cape yang didapat, tapi tak mendapatkan apa-apa,” akunya sedih.

Iming-iming Rp 1.700.000 per bulan, hanya impian, bagi Maulana. “Saat saya tanya, uang gaji untuk empat bulan, bos saya hanya bilang, sudah syukur kamu bisa dipulangkan ke Indonesia, dengan tiket gratis,” ungkap Maulana seraya menirukan perkataan bosnya.

Berangkat dari Uruguay dengan perut yang sudah terisi. Dengan modal bahasa Indonesia, tanpa bisa bahasa lain, Maulana nekat, mengakhiri kisah pilunya di negara lain.

Sebelum bisa sampai Bandara Internasional Belanda, Schippol, Maulana mengaku transit terlebih dahulu di Sao Paulo Brasil.

“Praktis, saya hanya makan apa yang diberikan di dalam pesawat. Mau minta ini, malah dikasih makanan lain. Mau minum jus, malah dikasih air putih,” katanya terkekeh seraya mengaku kerap bingung saat diajak ngobrol dengan orang lain.

Selama di bandara atau dalam pesawat, Maulana mengaku lebih banyak diam lantaran tak menguasai bahasa Inggris.

Saat mencari tahu dari pintu masuk mana untuk bisa naik pesawat ke Belanda, ia harus berkali-kali bertanya kepada orang yang ia temui. Modal nekat, Maulana sampai juga di Bandara Schipol, Amsterdam.

“Pakai bahasa tubuh saja mas, sambil pakai isarat,” ujarnya terkekeh.

Bau badan Maulana yang sudah tak sedap, ia tak pedulikan. Yang ia fikirkan adalah bagaimana caranya bisa sampai ke tanah air.

Maulana tak lagi galau. Ia bisa leluasa bila ingin ke kamar kecil selama transit di Belanda. Sambil menunjukkan surat kontrak kerja yang sudah lusuh, Maulana mencoba menghibur dirinya sendiri.

“Meski saya orang susah, dan hanya seribu rupiah di dalam dompet, paling ngga saya sudah sampai ke negeri orang. Mantan tukang ketoprak bisa sampai ke Uruguay, Brasil, dan Belanda,” ujarnya sumringah, menghibur dirinya yang masih dibalut kesedihan. Mimpi mendapat penghasilan di negeri orang ternyata sia-sia belaka.

sumber

Lagi, Tragedi Penembakan Massal Di Sekolah Dasar Di AS

Loading image...

Teror penembakan terjadi lagi di Amerika Serikat. Kini giliran sekolah dasar di Conneticut yang menjadi sasaran teror penembakan. Adam Lanza, pemuda berusia 20 tahun membunuh ibunya sendiri, Nancy Lanza, yang merupakan seorang guru sekolah dasar. Lalu Adam berangkat ke sekolah dasar Shandy Hook, tempat ibunya mengajar. Guru penjaga mengijinkan Adam masuk ke sekolah yang memiliki 700 orang siswa, karena guru tersebut mengenali Adam sebagai seorang putra dari sesama guru.

 

 

Adam kemudian memborbardir setiap ruangan kelas yang tengah melaksanakan kegiatan mengajar. Total 20 orang anak kecil berusia antara 5  hingga 10 tahun tewas akibat tembakan, sementara itu enam orang guru termasuk kepala sekolah juga tewas akibat melindungi murid-murid mereka. Kemudian Adam membunuh dirinya sendiri dengan cara menembak kepalanya.

 

Teror di sekolah dasar ini merupakan tragedi penembakan terbesar di AS, bahkan mengalahkan penembakan SMA Columbine yang terjadi tahun 90’an lalu. Presiden Obama telah berkomentar dan berjanji akan memperketat peraturan terkait kepemilikan senjata. Obama sendiri menyatakan keprihatinannya dan turut berbela sungkawa kepada para korban. Obama bahkan menitikan air mata ketika ia menyatakan bahwa dirinya berkomentar sebagai ‘orang tua’ bukan sebagai presiden

 

 

 

Guru-guru yang tewas

 

   

sumber

Gila… Siswa Kelas 6 SD Hamili Siswi Kelas 1 SMP

Seorang siswa kelas 6 sekolah dasar (SD) di Lumajang, ditangkap polisi karena dituduh menghamili temannya setelah terpengaruh video porno. Satu lagi dampak buruk tayangan film porno melalui VCD yang bisa diperoleh dengan bebas di pasaran merusak moral generasi bangsa ini. Mirisnya, kejadian ini menimpa seorang bocah ingusan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD di Dusun Sukosari, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Siswa Kelas 6 SD Hamili Siswi Kelas 1 SMP

Bocah berinisial WY (12) itu melakukan seks bebas dengan anak gadis tetangganya, EK, yang berusia tiga tahun di atasnya atau 15 tahun hingga hamil enam bulan. Perbuatan buruk WY ini sebagai dampak buruk dari kegemarannya menonton VCD porno di rumah salah seorang temannya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kediaman WY dan EK hanya berjarak beberapa meter. EK sendiri selama ini tak sekolah karena menderita keterbelakangan mental alias idiot.

Kasus ini terungkap setelah orangtua EK melihat adanya perubahan fisik pada diri putrinya. Karena curiga, mereka memeriksakan anak gadis itu ke seorang bidan. Hasil pemeriksaan, EK positif hamil. Itulah yang menggegerkan kedua orangtuanya.

Apalagi, mereka mendapatkan pengakuan bahwa orang yang menghamili EK tak lain adalah WY yang masih tetangganya. Atas keterangan ini, akhirnya orangtua EK melaporkan perbuatan pelajar SD itu ke Mapolsek Candipuro, Selasa (8/2) siang.

Menyusul laporan itu, petugas langsung menjemput WY di rumahnya saat bocah itu baru pulang dari sekolah. Lantaran kasus ini melibatkan korban dan pelaku yang masih di bawah umur, aparat Polsek Candipuro melimpahkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Lumajang.

Guna mengungkap kasus ini, petugas memboyong WY dan EK didampingi orangtua masing-masing serta perangkat Desa Sumberwuluh ke Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum. Dalam pemeriksaan terungkap juga bahwa WY telah melakukan perbuatan itu cukup lama alias sudah berkali-kali.

Kepada petugas, pelajar itu mengaku bahwa dia melakukan perbuatan tersebut bersama korban pertama kali sebelum Lebaran 2010. Tindakan itu dia lakukan lantaran terdorong nafsu setelah sering melihat tayangan film porno melalui VCD di rumah temannya.

“Saya sering melihat film porno di rumah teman saya berinisial RC. Saya melihat film porno melalui VCD yang diberi seseorang kenalan,” kata WY blak-blakan.

Yang mengejutkan lagi, di usianya yang masih anak-anak itu, WY tak hanya melakukan seks bebas, tapi sudah terbiasa dengan minuman keras dan obat-obatan berbahaya. Bocah ingusan ini mengaku sering menenggak pil koplo dan mabuk-mabukan bersama teman-temannya.

Dia mengaku, setelah menonton film porno, rasa ingin melakukan sendiri begitu dahsyat. Makanya, dia mendatangi EK. Secara kebetulan pula, saat itu kediaman EK sedang kosong. Dia lantas mengajak korban masuk kamar, lalu menyetubuhinya. Perbuatan itu leluasa dilakukan tersangka karena orangtua korban sedang tidak berada di rumah.

“Perbuatan itu awalnya memang ada pemaksaan. Sampai-sampai WY melakukan pemaksaan dengan merobek celana dalam EK,” kata Kapolsek Candipuro Ajun Komisaris H Sutopo.

Perbuatan pertama itu tak terendus, karena WY mewanti-wanti agar EK tak melaporkannya kepada siapa pun. Pengalaman pertama itu membuat WY ketagihan, sehingga terus mengulang perbuatannya. Dan, terakhir kali pekan lalu sebelum perbuatan itu terbongkar.

“Meski korban diketahui hamil, WY masih terus melakukan hubungan intim dengan EK di rumahnya. Sampai akhirnya, perbuatannya terbongkar berkat kecurigaan orangtua EK,” ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, karena perbuatan ini melibatkan anak di bawah umur, pasal yang dikenakan adalah Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, untuk proses penyidikan, ungkapnya, dilimpahkan ke Unit PPA Satuan Reskrim Polres Lumajang.

Hanya saja, lanjutnya, untuk melengkapi prosedur penyidikan pihaknya telah memintakan visum dari dokter yang menyatakan bahwa korban EK memang hamil 6 bulan. “Kami juga telah menyita VCD porno yang menjadi pemicu WY melakukan perbuatan itu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, keterlibatan anak SD dalam mengakses atau menonton tayangan pornografi saat ini sudah dalam tahap memprihatinkan. Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati, sejak tahun 2008 sampai 2010 muncul fakta bahwa 67 persen dari 2.818 siswa SD kelas IV, V, dan VI di wilayah Jabodetabek mengaku pernah mengakses informasi pornografi. Sekitar 24% mengaku melihat pornografi melalui media komik, 22% dari internet, 17% dari game, 12% dari film di televisi, dan 6% melalui telepon genggam.

Menurut Elly, pengurus Yayasan Kita, komik dan game perlu diwaspadai. Komik Naruto, game Counter Strike dan Point Blank, ujarnya, sangat digemari anak-anak. Belakangan ini, kata Elly, ada game baru bernama Rape Play (Permainan Perkosaan) yang bisa diunduh secara gratis dari internet.

Menurut dia, tontonan-tontonan itu telah menanamkan pornografi di benak anak-anak dan remaja. Makanya, belakangan ini banyak pertanyaan dari anak SD yang sudah berbau seks seperti halnya orang dewasa.

Menurut survei, lanjutnya, kebanyakan anak-anak (sekitar 48%) melihat pornografi justru di rumah. Dan, orangtua mereka tanpa sadar membayari biaya internet dan pulsa telepon genggam anak-anaknya.

Selain itu, yang juga perlu dikhawatirkan, imbuh Elly, saat ini kita belum mempunyai ahli pengobatan khusus pornografi. Padahal, sebagaimana dikatakan Randy Hyde, anak-anak yang mengalami kejadian ini harus segera dibantu. Pasalnya, bukan saja merusak mental sang pecandu pornografi, tapi bagian otaknya pun ikut terpengaruh. Jika kecanduan narkoba merusak tiga bagian otak, maka kecanduan pornografi bisa merusak lima bagian otak.

“Harus kita tangani secara serius sebelum terlambat. Jangan sampai menjadi fenomena gunung es,” kata Elly.

Sedangkan praktisi home schooling Seto Mulyadi mengatakan, orangtua harus intensif mendampingi anak untuk mengantisipasi dampak pemberitaan video seks. Komunikasi orangtua dan anak harus mengutamakan dialog.

“Orangtua harus mendengarkan pendapat anak tentang kasus itu. Jangan memberi ceramah panjang lebar,” katanya.

Orangtua diminta proaktif berdialog dengan anak terkait peredaran video seks itu. Namun, orangtua sebaiknya lebih banyak mendengarkan anak daripada menasehatinya.

“Yang harus dilakukan adalah dialog. Lalu, orangtua bisa mengkaitkan kasus itu dengan nilai-nilai moral maupun agama yang telah diajarkan,” katanya.

Menurut dia, penyebar video seks itu telah melakukan tindak kriminal dan harus diproses hukum. Pemberitaan dan penyebaran video itu mengancam perkembangan jiwa anak yang dalam proses imitasi atau meniru. “Penyebaran video itu membuat masyarakat goncang,” ujarnya.

sumber

Dendam Akan Merusak Hati Anda

Dendam yang tertumpuk lama dan mengendap akan membuat hati Anda membusuk dan memberatkan hidup Anda. Mari belajar dari anak-anak ini..

***

Di sebuah sekolah dasar, seorang guru akan memberi pelajaran motivasi dengan praktik langsung. Guru tersebut meminta murid-muridnya menuliskan nama orang-orang yang pernah jahat dan menyakiti mereka. Kemudian, sang guru meminta murid-muridnya mencoret nama-nama yang telah mereka maafkan. Sedangkan nama-nama yang belum dimaafkan akan ditulis pada apel hijau yang harus mereka bawa keesokan harinya.

Sang guru meminta murid-murid menuliskan satu nama orang yang belum mereka maafkan pada satu apel. Ternyata ada banyak nama yang mereka tulis. Masing-masing murid harus membawa sendiri sejumlah apel tersebut dalam plastik. Mereka harus membawanya kemanapun mereka pergi selama berhari-hari. Jika mereka kesal dengan seseorang dan belum memaafkan, mereka harus menulis lagi pada apel lain dan membawanya. Begitu terus setiap hari.

Semakin hari, apel terasa semakin berat. Murid-murid mulai merasa capek harus membawa kantong-kantong itu, bahkan saat mereka tidur. Mereka jadi susah bermain, susah mengerjakan PR dan melakukan aktivitas lain. Hingga pada akhirnya, apel-apel mulai busuk dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Akhirnya mereka protes kepada sang guru yang memberi tugas aneh tersebut.

Sang guru tersenyum lalu menjelaskan, “Anggaplah apel-apel itu sebagai dendam yang kalian tumpuk karena tidak memaafkan seseorang. Semakin banyak dendam yang kalian tumpuk, semakin berat hati kalian untuk melihat kebaikan orang lain dan menikmati kebahagiaan.”

Para murid mendengarkan dengan antusias.

“Yang harus kalian lakukan pada apel-apel itu.. buanglah! Tidak ada gunanya menyimpan dendam. Coba nikmati perasaan setelah kalian membuang apel-apel dendam itu, kalian akan lebih ceria dan bahagia,” ujar sang guru.

Akhirnya anak-anak itu mengerti. Mereka pelan-pelan mulai belajar memaafkan orang lain. Memaafkan dengan tulus agar hati mereka tetap terjaga dari prasangka buruk. Satu persatu apel busuk dibuang. Satu persatu murid mulai menikmati kebahagiaan tanpa dendam.

***

Dendam tidak akan memberi manfaat apapun, Anda hanya akan menyakiti diri sendiri. Lepaskan dendam Anda karena hati Anda akan lebih terbuka untuk melihat kebahagiaan yang ada.
sumber

Siti Rohana Latifa Ismail, Sang Peraih Nilai Sempurna Ujian Nasional SD

http://images.detik.com/customthumb/2012/07/06/10/114900_latifaberkerudunghijau.jpg?w=460kedua dari kiri (berkerudung)

Nilai ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar diraih sempurna oleh Siti Rohana Latifa Ismail. Dari tiga pelajaran yang diujikan, Latifa mendapatkan nilai sempurna: 30.

Atas prestasinya itu, gadis 12 tahun tersebut banjir penghargaan. Dia mendapat piagam penghargaan dari Pemprov DKI Jakarta, kota administrasi Jaktim, Kecamatan Makasar sebagai siswa mencapai nilai 30 di UN tertinggi SD tingkat Kecamatan Makasar. Penghargaan diberikan pada 16 juni 2012.

Anak yang biasa dipanggil Ifa itu juga mendapat penghargaan dari Pemprov DKI Jakarta atas nama Fauzi Bowo sebagai siswa peringkat I. Penghargaan diberikan tanggal 27 Juni 2012. Dinas Pendidikan Provinsi DKI, melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, DR Taufik Yudi Mulyanto juga memberikan penghargaan pada 21 Juni 2012.

Ifa saat ini sudah diterima menjadi siswi SMPN 109 Jakarta Timur. Sebelumnya dia merupakan siswa SDN Kartika X-7 yang berlokasi tidak jauh dari SMPN 109.

Menurut sang ibunda, Farida, Ifa selalu mendapatkan nilai yang baik sejak masuk SD. Namun soal peringkat memang fluktuatif. Bagi ibunda, hal ini bukan masalah. Yang terpenting Ifa mengerti apa yang dipelajarinya.

“Persaingan di sini memang tinggi. Selain itu guru-guru nya juga sangat bagus dalam metode pengajarannya,” ucap Farida kepada detikcom.

Tidak seperti kebanyakan siswa lainnya, Ifa tidak pernah mengikuti les pelajaran. Maklum, Ifa lahir di tengah keluarga sederhana sehingga ibunya yang merupakan single parent, tidak sanggup membiayai bimbingan belajar khusus untuk Ifa.

“Dia belajar otodidak, biasanya mengulang pelajaran yang ada. Paling tidak try out di sekolah seminggu sekali. Saya nggak mampu untuk membiayai dia bimbel pada waktu itu. Untuk membeli buku pelajaran saja kita pernah beli yang bekas dan Ifa sempat marah-marah dan minder, takutnya bukunya beda dengan teman sekelasnya,” papar Farida yang bekerja di perusahaan asuransi ini.

Sebelum pengumuman kelulusan Ifa sempat deg-degan karena dipanggil lebih dulu oleh pihak sekolah. Maklum, siswa yang tidak lulus biasanya dipanggil duluan. Syukurlah, pihak sekolah memberi kabar baik. Ifa lulus dengan nilai tertinggi.

“Karena dipanggil duluan Ifa juga sempet minder dengan teman-teman, takut diomongin yang enggak-enggak,” ucap Farida.

 

sumber :

Diperkosa Kakak Gadis Belia Ini Bersalin di Usia 12 Tahun


undefined

Tressa Middleton masih duduk di bangku sekolah dasar ketika melahirkan anak pertama. Usianya masih belum genap 12 tahun saat kakak laki-lakinya melakukan kekerasan seksual yang membuat dia hamil.

Hasil DNA membuktikan bahwa kakak laki-laki tertuanya sebagai ayah biologis putrinya. Aksi bejat itu membuat sang kakak dipenjara. Sementara ia harus membesarkan putri kecilnya seorang diri.

Dua tahun berjuang membesarkan anaknya, Middleton akhirnya menyerah. Gadis asal Bathgate, West Lothian, ini terpaksa menuruti saran lembaga sosial untuk menyerahkan putrinya kepada orangtua asuh demi masa depan lebih baik.

“Hati saya berkecamuk, ketika mereka membawa putri saya untuk diadopsi,” ujarnya, dikutip The Sun. “Saya tahu, saya terlalu muda menjadi seorang ibu, tapi saya dua tahun membesarkannya sendiri, saya mencintai dia lebih dari segalanya.”

undefined

Enam tahun berlalu. Kini, Middleton tengah menunggu kelahiran anak kedua, buah cinta bersama pasangan hidupnya. “Saya bahagia akan kembali menjadi ibu, tapi di sisi lain saya takut. Saya trauma dengan pengalaman masa lalu yang membuat putri saya terenggut.”

Trauma itu memang masih menyiksa. Setiap malam, ia selalu tidur dengan boneka beruang miliki putrinya terdahulu. Itu menjadi perlambang bahwa ia tak akan pernah melupakan dan mengikis cintanya untuk sang putri.

Ia berharap suatu saat bisa bertemu lagi dengan putri sulungnya. Setiap tahun, ia mendapat dua surat dari orangtua asuh putrinya. Lewat surat itu, ia bisa menyimak kondisi putrinya dalam kondisi baik, meski ia tak bisa menyentuhnya.

“Saya ingin mengatakan saya sangat mencintainya, dan jika ia ingin bertemu saya selalu ada kapanpun untuk dia,” ujarnya.

5 Tips Menahan Emosi Saat Memarahi Anak



Quote:
Terkadang, anak-anak bisa melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Kenakalan anak sangat wajar terjadi, apalagi di usia menginjak bangku taman kanan-kanak atau sekolah dasar. Marah atau kesal karena kenakalan anak memang tidak dilarang. Tapi jangan meluapkannya dengan membentak atau memarahi anak dengan nada tinggi dan kasar, bahkan kekerasan fisik sekalipun.
Quote:
Quote:
Quote:
Ada beberapa strategi untuk mengatasi kemarahan pada anak :

Quote:
1. Saat anak mulai mengesalkan dan membuat marah, tariklah nafas dalam-dalam secara perlahan. Tindakan ini akan mencegah Anda berkata kasar atau membentak si anak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit tenang, sebelum Anda mengatakan atau berbuat apapun. Setelah tenang, otak pun akan berpikir lebih jernih sehingga Anda bisa mengontrol apa yang akan Anda bicarakan nantinya.
Quote:
2. Ketika amarah mulai memuncak, memang sulit mengontrol diri. Tapi ingat, Anda sedang berhadapan dengan anak Anda sendiri. Cobalah pikirkan sifat-sifat positif yang ada pada diri si anak. Bayangkan bagaimana lucunya dia saat mulai belajar merangkak atau saat dia tertawa polos ketika Anda ingin memotretnya. Mengingat hal-hal baik dari anak, akan membantu Anda meredakan kemarahan dan bertindak lebih terkontrol.
Quote:
3. Setelah berhasil mengontrol diri, ajak anak Anda bicara dari hati ke hati. Dalam hal ini, bertindaklah seperti teman. Posisikan tubuh Anda sejajar dengan tinggi badannya, tatap mata lalu bicara dengan nada pelan. Tanyakan kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Anda marah, apa yang diinginkannya. Sebaliknya, jangan menyuruhnya harus begini atau begitu.
Quote:
4. Belajarlah lebih sensitif terhadap perasaan anak. Ketahui apa yang ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya. Dengan memahami anak, maka Anda bisa menyikapi masalah sesuai sudut pandang si anak.
Quote:
5. Jika memang rasa marah seperti tidak bisa ditahan lagi, pergilah sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Tinggalkan dia ke ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah lebih tenang, Anda bisa berkomunikasi lagi dengan anak Anda.

SUMBER

5 Bocah Cilik yang Luar Biasa

Waktu kecil mungkin kita tidak bakal kepikiran berada dalam situasi-situasi yang dialami dan dipikirkan bocah-bocah ini. Waktu yang paling darurat bisa jadi ketika apa yang kita minta pada orang tua tidak dipenuhi. Inilah sedikit cerita tentang 5 bocah extraordinary yang bisa berbuat sesuatu yang besar walaupun orang lain menganggap mereka ‘kecil’.1. Nathan Thomson, bocah 9 tahun yang menyelamatkan ibunya dari tikaman orang tak dikenal

Bocah ini tertusuk di bagian wajah saat dia berkelahi untuk menyelamatkan ibunya dari seorang tak dikenal. Nathan Thomson melompat ke atas punggung Hugh Clark, seorang pemabuk yang ingin menusuk ibu Nathan, Ena saat mereka berada di jalan malam hari. Pemabuk itu lalu beralih ke arah Nathan dan menghunuskan pisaunya ke arah Nathan setelah menusuk Ena sebanyak 8 kali. Beruntung keduanya selamat dan peristiwa ini berhasil dihentikan pihak berwajib yang berada di sekitar tempat kejadian.

2. Charlie Simpson, bocah 7 tahun yang bersepeda keliling kota untuk mengumpulkan sumbangan bagi para korban gempa Haiti

Charlie mengawali usahanya dengan pesan singkat, “Namaku Charlie Simpson, aku sedang berusaha mengadakan kegiatan sponsor bersepeda untuk Haiti karena di sana sedang terjadi gempa dan banyak orang kehilangan nyawa karenanya. Aku ingin mengumpulkan uang untuk membeli makanan, air, dan tenda bagi seluruh korban Haiti”. Charlie berharap untuk mengumpulkan uang sebanyak 500 euro dengan bersepeda sejauh 15 mil di sekitar taman kota. Namun usahanya telah menyentuh hati banyak orang dan membuatnya mengumpulkan 120. 000 euro bagi korban Haiti.

3. Lin Hao, anak laki-laki yang menyelamatkan teman sekelasnya saat gempa

Lin Hao duduk di kelas 2 sekolah dasar dan menjadi ketua kelas dari 30 teman-temannya. Saat gempa bumi datang, seluruh bangunan runtuh dan menimpa Lin Hao serta teman-temannya. Seluruh kelas berusaha menyelamatkan jiwa masing-masing. Namun sebelum Lin Hao lari dari bencana itu, dia kembali ke reruntuhan dan menyelamatkan kedua temannya yang tersangkut di antara puing. Ketika ditanyakan mengapa dia mau mempertaruhkan nyawanya untuk kedua orang temannya, dengan enteng dia menjawab, “Aku adalah ketua kelas dan sudah seharusnya aku bertanggung jawab atas teman-temanku”.

4. Alexis Goggin, bocah tujuh tahun yang menggunakan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi nyawa ibunya

Alexis Goggin, bocah yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar ini diberi predikat sebagai ‘malaikat dari surga’ setelah dia melompat di depan seorang pria bersenjata dan menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk menghalau 6 peluru yang ditujukan pada ibunya. Ibu sang gadis, Selietha Parker, 30, tertembak di bagian kiri pelipis dan lengannya oleh pacarnya yang mengamuk, dan sebelum dia menembakkan pelurunya lagi ke arah Selietha, Alexis melompat ke hadapan sang penembak dan memohon agar tidak mengambil nyawa ibunya. Beruntung nyawa keduanya masih bisa terselamatkan.

5. Ibrahim Ouaida, bocah 8 tahun yang tenggelam setelah menyelamatkan kakak perempuannya

Peristiwa ini terjadi ketika Ibrahim berenang di pantai Sandrigde, Melbourne bersama kakaknya Sarah yang berumur 10 tahun. Seketika ombak besar datang dan menyapu mereka ke arah laut lepas. Kakaknya yang tidak dapat bertahan terus berteriak meminta pertolongan. Saat itu juga Ibrahim datang dan berseru “Aku datang kakak, aku datang”. Ibrahim menarik kepala Sarah ke permukaan dan menjaga agar mereka tetap terapung dengan tetap berkata, “Aku menyayangimu kakak, kau akan baik-baik saja”. Setelah seorang tim penyelamat datang, Ibrahim memintanya untuk menyelamatkan kakaknya yang sudah tak sadarkan diri dan berkata “Tolong selamatkan dia, ibuku membutuhkannya, dia sangat berarti”. Setelah sang penyelamat menarik Sarah ke pantai dan mencari Ibrahim, nyawanya sudah tak tertolong. Atas jasanya, Ibrahim diberi ‘Bravery Medal’ oleh pemerintah setempat.

sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 250 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: