Arsip

Posts Tagged ‘saya’

Inilah Pidato Anak SMA Yang Menggemparkan Dunia Pendidikan

29 Juli 2013 2 komentar

Kita tentu sudah terbiasa melihat seorang lulusan terbaik dari sebuah sekolah atau kampus diundang untuk maju kedepan mimbar dan memberikan pidatonya mengenai predikat lulusan terbaik yang telah diterimanya.
Umumnya para lulusan terbaik ini akan mengungkapkan betapa bersyukurnya mereka atas prestasi yang telah dicapainya tersebut dan mengucapkan banyak sekali untaian ucapan terimakasih pada orang-orang yang menurut mereka telah berjasa membantu mereka meraih predikat tersebut.
Namun bagaimana jika pidato yang disampaikan tersebut bukannya menunjukan betapa bangganya sang lulusan akan predikat tersebut namun justru sebuah pidato yang sangat brilian dan mecengangkan yang justru menampar secara keras wajah dunia pendidikan.

undefined

Pidato ini disampaikan oleh seorang lulusan dari sebuah Universitas (pada beberapa sumber dikatakan bahwa ini pada jenjang pendidikan setingkat SMA) terkemuka diluar negeri. Berikut ini isi pidato tersebut yang Saya sadur dari sebuah sumber. Sedangkan untuk videonya bisa Anda lihat dibawah.

Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….

Sumber:

Transfer Semua Program Anda dari satu PC ke PC lainnya

10 April 2013 2 komentar

Anda mungkin telah menginstal banyak program pada PC Windows anda, tetapi apa yang terjadi ketika anda membeli laptop baru atau desktop. Cara yang paling umum adalah untuk menginstal semua program sekali lagi, tapi dengan PickMeApp, Anda dapat dengan mudah mentransfer semua program yang diinstal dari satu PC ke PC lainnya. PickMeApp adalah alat freeware portabel dan jika anda bingung PickMeApp menyediakan panduan penggunaan melalui transfer program yang dipilih tanpa perlu mencari CD atau mengulang instalasi yang panjang.

Dan saya rasa program ini sangat baik termasuk untuk menjaga ketika Pc anda mengalami error atau Windows rusak maka ketika anda install ulang Windows anda bisa gunakan aplikasi ini untuk membalikan semua installasi prgram sebelumnya.

PickMeApp Capture Transfer Semua Program Anda dari satu PC ke PC lainnyaSetelah terinstal, PickMeApp akan Mempopulai semua program yang diinstal pada PC anda di panel kiri. Anda dapat memilih program apapun dan kemudian klik pada tombol Capture. Ini mungkin memakan waktu untuk capture program tergantung pada ukuran file program.

PickMeApp Install Transfer Semua Program Anda dari satu PC ke PC lainnyaSetelah Capture semua program yang dibutuhkan selesai, Jalankan PickMeApp pada PC yang lain yang ingin anda untuk bermigrasi dan kemudian klik pada tombol install di daftar capture pada panel sebelah kanan. PickMeApp adalah alat yang sangat berguna untuk pengguna akhir self-directed pemecahan masalah, perbaikan produk, mendiagnosa dan memperbaiki program-program dari PC Windows.

Download PickMeApp

 

sumber

Rekor, Ternyata orang paling ganteng sedunia orang Indonesia

Sekarang saya mau mengabarkan bahwasanya, rekor dunia paling ganteng di dunia itu ternyata orang Indonesia..

Kita mungkin tidak akan percaya, bahwasanya masih banyak orang Indonesia yang bisa berkarya di dunia International, sampai-sampai pada kompetisi orang paling ganteng di dunia yang diadakan di Negeri Sebrang pun dimenangkan oleh orang Indonesia.

Gak percaya? check dah gambar dibawah ini..!!
Spoilerfor rekor orang ganteng:

kita perlu bangga dengan kodrat kita sebgai orang indonesia …… Knpa karen gelar terganteng dan tercantik adalah milik kita !!! hehehehehDescription: Rekor, Ternyata orang paling ganteng sedunia orang Indonesia Rating: 5 Reviewer: Bamb

Sumber :

Foto Ini Mengajarkan Kita Untuk Menghargai Uang

Saat saya sedang asik-asiknya ngaksus, ada yang buat thread ini, saya sangat terharu melihatnya. jadi saya ingin berbagi ke pada kalian lewat unic29.com, silahkan kalian lihat foto-foto di bawah ini :

 

 

 

 

undefined

 

Beliau berjualan mainan-mainan anak-anak, ya mungkin mainannya mainan jadul, entah ada yang beli atau tidak, tapi yang saya sangat salut. dia tetap bisa tersenyum lepas, seperti orang yang tidak memiliki masalah :) .

Kalian bisa bayangin tidak, berapa penghasilan beliau setiap harinya? Mungkin jika kalian jadi dia, kalian akan sulit tersenyum bahkan terus mengeluh deh, betul tidak?
Saya sungguh salut dengan semangatnya, mungkin ini yang dinamakan perjuangan ibu tanpa ada batasnya, karena bisa jadi beliau bekerja untuk menghidupi anak dan cucunya.
Sekarang gimana dengan kalian?

Masihkah kita gak menghargai uang?

Masihkah kita ada alasan untuk durhaka kepada IBU kita?

Maaf saya disini cuma mau sharing..maaf kalo ada salah kata

sumber

Menitikkan Air Mata Membaca Kisah Qurban Bu Sumi

 

 

Kisah ini terjadi ± tahun 1995, sudah cukup lama memang,namun setiap ingin memasuki I’dul Adha saya selalu teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya tidak pernah melupakannya.
Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan bersama teman (kami berempat waktu itu), kami mengeluh karena sudah 3 hari kami berdagang baru 6 ekor yang terjual, tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor laku terjual dan hari raya sudah didepan mata (tinggal 2 hari lagi). Kami cukup gelisah waktu itu.

Ketika sedang berbincang salah seorang teman mengajak saya untuk sholat ashar dan saya pun bersama teman saya berangkat menuju masjid yang kebetulan dekat dengan tempat kami berjualan. Setelah selesai sholat, seperti
biasa saya melakukan zikir dan doa. Untuk saat ini doa saya fokuskan untuk dagangan saya agar Allah memberikan kemudahan semoga kiranya dagangan saya laku/ habis terjual.

Setelah selesai saya dan teman kembali bergegas untuk kembali ke tempat kami jualan, dari kejauhan kami melihat ditempat kami berjualan banyak sekali orang disana dan terlihat teman kami yang berada disana kesibukan demi melayani calon pembeli. Akhirnya saya dan teman saya berlari untuk cepat membantu melayani teman kami. Alhamdulillah pada saat itu sudah ada yang membeli beberapa ekor kambing. “Terima kasih Ya Robb, Engkau telah mendengar dan menjawab doa kami”,
Syukur saya dalam hati.

Namun setelah semuanya terlayani dan keadaan kembali normal, saya melihat
seorang ibu-ibu sedang memperhatikan dagangan kami, seingat saya ibu ini sudah lama berada disitu, pada saat kami sedang sibuk ibu ini sudah ada namun hanyamemperhatikan kami bertransaksi. Saya tegur teman saya “Ibu itu mau beli ya ? dari tadi liatin dagangan terus, emang gak ditawarin ya ?, sepertinya dari tadi udah ada disitu. Kayaknya Cuma liat-liat aja, mungkin lagi nunggu bus kali.
Jawab teman singkat.
Memang sih kalau dilihat dari pakaiannya sepertinya gak akan beli ( mohon maaf.. ibu itu berpakaian lusuh sambil menenteng payung lipat ditangan kanannya) kalau dilihat dari penampilannya tidak mungkin ibu itu ingin berqurban.

Namun saya coba hampiri ibu itu dan coba menawarkan. “Silahkan bu dipilih hewannya, ada niat untuk qurban ya bu ?.
Tanpa menjawab pertanyaan saya, ibu itu langsung menunjuk, “Kalau yang itu berapa bang ?” Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah dari hewan yang lainnya. Kalau yang itu harganya Rp.600.000,- bu, jawab saya. Harga pasnya berapa bang ?, gak usah tawar lagi yabu… Rp. 500.000 deh kalau ibu mau. Fikir saya memang dari harga segitu keuntungan saya kecil, tapi biarlah khusus untuk ibu ini. “Uang saya Cuma ada 450 ribu, boleh gak”.
Waduh… saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug dengan teman yang lain. “Biarlah mungkin ini jalan
pembuka untuk dagangan kita, lagi pula kalau dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang mampu, kasihan, hitung-hitung kita membantu niat ibu itu untuk berqurban”.
Sepakat kami berempat. “Tapi bawa sendiri ya.. ?” akhirnya si
ibu tadi bersedia, tapi dia minta diantar oleh saya dan ongkos bajaj-nya dia yang bayar dirumah. Setelah saya dikasih alamat rumahnya si ibu itu langsung pulang dengan jalan kaki. Saya pun berangkat.

Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Subhanallaah….. Astaghfirullaah…..
Alaahu Akbar, merinding saya, terasa mengigil seluruh badan saya demi melihat keadaan rumah ibu tersebut.
Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan orang tuanya (ibunya) dan satu orang anaknya
di rumah gubuk dengan berlantai tanah dan jendela dari kawat. Saya tidak
melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh.
Diatas dipan sedang tertidur seorang perempuan tua kurus yang sepertinya dalam
kondisi sakit. “Mak … bangun mak, nih liat Sumi bawa apa” (oh ternyata ibu
ini namanya Sumi), perempuan tua itu terbangun dan berjalan keluar. “Ini ibu saya bang” ibu itu mengenalkan orang tuanya kepada saya. Mak Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak. Orang tua itu kaget namun dari wajahnya terlihat senang dan bahagia, sambil mengelus-elus kambing
orang tua itu berucap, Alaahu Akbar, Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga
emak qurban.
“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya telalu murah, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya. Aduh GUSTI……. Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yang satu ini. HambaMU yang
Miskin Harta tapi dia kaya Iman.
Seperti bergetar bumi ini setelah mendengar niat dari ibu ini. Rasanya saya sudah tidak sanggup lagi berlama-lama berada disitu. Saya langsung pamit meninggalkan kebahagiaan penuh keimanan mereka bertiga.
“Bang nih ongkos bajajnya.!, panggil si Ibu, “sudah bu cukup, biar ongkos bajaj
saya yang bayar. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah
basah, karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan
saya dengan hambaNYA yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin
memuliakan orang tuanya.

 

sumber

Pakaian Gadis Ini Dilucuti Oleh Para Temannya

11 Oktober 2012 1 komentar

 

Saya yakin apa yang dilakukan oleh gadis-gadis ini bukan gurauan tapi mereka memang sedang melakukan penganiayaan terhadap gadis ini

Kategori:revo Tag:, , , , ,

Penasaran rumah sakit jiwa ditinggalkan

Kami telah menunjukkan bangunan ditinggalkan banyak, tapi rumah sakit jiwa pasti adalah favorit saya, terutama karena begitu gelap dan menghasilkan rasa takut hanya dengan melihat gambar atau pergi dekat tempat. Ini rumah sakit jiwa telah ditinggalkan selama tujuh tahun, dan dengan gambar-gambar kita dapat melihat sedikit dalam. Bayangkan jika kita harus pergi ke tempat itu pada malam hari: |

 

manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
manicomio abandonado
Kategori:revo Tag:, , , , ,

Sandrina Malakiano Terbuang Dari Metro TV Karena Berjilbab?

24 September 2012 2 komentar

Kita tidak pernah lagi melihat wanita cantik ini terlihat membawakan berita di Televisi. Sandrina Malakiano, seorang pembaca berita dan presenter dengan gaya khas dan smart ini terbuang dari tempatnya bekerja karena keputusan kontroversial untuk mengenakan jilbab di lingkungan tempat kerjanya.

Di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim ternyata pemerintah belum punya taring untuk membela hak warganya yang beragama Islam untuk mengenakan jilbab di lingkungan kerja yang tidak mengakomodasi karyawannya untuk berjilbab. Berikut ini curhat Sandrina Malakiano di akun facebooknya

(Curhat dari seorang Sandrina Malakiano dari Facebook-nya Sandrina Malakiano Fatah)

Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi di belakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan. Saya sendiri yakin bahwa ” sebagaimana Islam mengajarkan ” di balik kebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan boleh jadi tersembunyi kebaikan.

Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakai hijab sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itu saya buat, sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya bekerja, Metro TV.

Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudah mengijinkan saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah berbulan-bulan saya memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang mengelola langsung beragam tayangan di Metro TV menghambat saya di tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi panjang sejumlah orang dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasa pintu memang sudah ditutup.

Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yang tinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta, akhirnya saya memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperoleh penghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusi Metro TV.

Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada sinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri. Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan presenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudah menggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar, ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya.

Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yang terbaik dan bahwa dunia tak selebar daun Metro TV, saya bergeming dengan keputusan itu. Saya yakin di balik musibah itu, saya akan mendapat berkah dari-Nya.

Hikmah Berjilbab

Benar saja. Sekitar satu tahun setelah saya mundur dari Metro TV, ibu saya terkena radang pankreas akut dan mesti dirawat intensif di rumah sakit. Saya tak bisa membayangkan, jika saja saya masih aktif di Metro TV, bagaimana mungkin saya bisa mendampingi Ibu selama 47 hari di rumah sakit hingga Allah memanggilnya pulang pada 28 Mei 2007 itu. Bagaimana mungkin saya bisa menemaninya selama 28 hari di ruang rawat inap biasa, menungguinya di luar ruang operasi besar serta dua hari di ruang ICU, dan kemudian 17 hari di ruang ICCU?

Hikmah lain yang saya sungguh syukuri adalah karena berjilbab saya mendapat kesempatan untuk mempelajari Islam secara lebih baik. Kesempatan ini datang antara lain melalui beragam acara bercorak keagamaan yang saya asuh di beberapa stasiun TV. Metro TV sendiri memberi saya kesempatan sebagai tenaga kontrak untuk menjadi host dalam acara pamer cakap (talkshow) selama bulan Ramadhan.

Karena itulah, saya beroleh kesempatan untuk menjadi teman dialog para profesor di acara Ensiklopedi Al Quran selama Ramadhan tahun lalu, misalnya. Saya pun mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahaman baru tentang agama dan keberagamaan. Islam tampil makin atraktif, dalam bentuknya yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya bertemu Islam yang hanif, membebaskan, toleran, memanusiakan manusia, mengagungkan ibu dan kaum perempuan, penuh penghargaan terhadap kemajemukan, dan melindungi minoritas.

Saya sama sekali tak merasa bahwa saya sudah berislam secara baik dan mendalam. Tidak sama sekali. Berjilbab pun, perlu saya tegaskan, bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentang kesucian. Berjibab adalah upaya yang amat personal untuk memilih kenyamanan hidup.

Berjilbab adalah sebuah perangkat untuk memperbaiki diri tanpa perlu mempublikasikan segenap kebaikan itu pada orang lain. Berjilbab pada akhirnya adalah sebuah pilihan personal. Saya menghormati pilihan personal orang lain untuk tidak berjilbab atau bahkan untuk berpakaian seminim yang ia mau atas nama kenyamanan personal mereka. Tapi, karena sebab itu, wajar saja jika saya menuntut penghormatan serupa dari siapapun atas pilihan saya menggunakan jilbab.

Hikmah lainnya adalah saya menjadi tahu bahwa fundamentalisme bisa tumbuh di mana saja. Ia bisa tumbuh kuat di kalangan yang disebut puritan. Ia juga ternyata bisa berkembang di kalangan yang mengaku dirinya liberal dalam berislam.

Tak lama setelah berjilbab, di tengah proses bernegosiasi dengan Metro TV, saya menemani suami untuk bertemu dengan Profesor William Liddle ” seseorang yang senantiasa kami perlakukan penuh hormat sebagai sahabat, mentor, bahkan kadang-kadang orang tua ” di sebuah lembaga nirlaba. Di sana kami juga bertemu dengan sejumlah teman, yang dikenali publik sebagai tokoh-tokoh liberal dalam berislam.

Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusan saya berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikan sejumlah komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusan Metro TV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satu komentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah, Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar.

Saya sungguh terkejut karena sikap mereka bertentangan secara diametral dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitu pembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang di tengah kemajemukan.

Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yang dimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimana mereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuan berpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka juga semestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperoleh hak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengan kepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsung meredup dan otaknya mengkeret mengecil?

Bersama suami, saya kemudian menyimpulkan bahwa fundamentalisme “mungkin dalam bentuknya yang lebih berbahaya” ternyata bisa bersemayam di kepala orang-orang yang mengaku liberal.

***

Catatan: Pada Mei 2006, keputusan yang sulit pun akhirnya ia ambil. Sandrina resmi keluar dari stasiun televisi itu.

*Sumber Tulisan: Facebook Mba Sandrina Malakiano

Aneh pemancar telepon disamarkan di pohon

22 September 2012 Tinggalkan komentar

Tidak heran mengapa di beberapa negara tidak pernah atau jarang dapat melihat antena ponsel raksasa? Tidak ada? Nah, saya tidak, tapi seperti yang saya katakan penasaran bahwa antena yang digunakan untuk kamuflase untuk menghindari kerusakan lingkungan alam dari tempat-tempat tertentu. Gambar yang cukup aneh dan menarik. Tentunya sekarang mereka akan lebih memperhatikan lingkungan mereka: D

antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje
antenas camuflaje

Foto-Foto Gila Segila-Gilanya

Foto-foto ini adalah merupakan koleksi foto paling gila yang saya peroleh, silahkan dinikmati kegilaan manusia di planet bumi ini yang di abadikan lewat foto-foto ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 275 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: