Arsip

Posts Tagged ‘samping’

Seorang Balita Nyaris Dihancurkan Oleh Seekor Kuda

Seorang Balita Nyaris Dihancurkan Oleh Seekor Kuda

 

 

Sebuah balita yang tidur terlempar dari tempat tidurnya dan nyaris dihancurkan oleh kuda yang lari di sebuah acara festival.

 

Gambar yang menakjubkan ini menunjukkan, kuda berlari dan melemparkan penunggangnya, yang mendarat beberapa inci di samping anak itu.

 

Tragedi ini terjadi di Dunster Country Fair di Somerset ketika binatang yang sangat bersemangat itu dibebankan ke kerumunan  anak-anak dan pensiunan yang sedang duduk di kursi santai.

 

Gilly Davidson memotret acara di Kastil Dunster dekat Minehead ketika dia melihat kuda hitam lepas.

 

Dia berkata: “Aku melihat mungkin ada masalah ketika kuda mulai pergi.

 

Tidak ada yang terluka dalam insiden pada 24 Juli di Festival Dunster Country Fair yang ke 35.

 

Berikut Foto Kejadiannya:

 

 

 

 

 

 

MSI GX 60, Laptop Dengan 2 Graphics Card Yang Bertenaga

Dengan adanya graphics card AMD Radeon seri 7 pada prosesor AMD Trinity membuat on-die graphics card APU semakin bertenaga. Tidak hanya pada desktop PC, AMD Trinity juga ada untuk notebook salah satunya adalah MSI GX 60 yang menggunakan prosesor AMD A10-4600M.

 

Seri A10 merupakan kelas tertinggi dalam jajaran prosesor AMD Trinity. Prosesor A10-4600M ini dilengkapi dengan  on-die graphiics card AMD Radeon 7660G yang memiliki memori 512 MB DDR3 dengan core clock 686 MHz dengan memory clock 800 MHz.

 

Bagian bawah notebook MSI GX 60

 

Tidak cukup dengan on-die graphics card saja, sebagai notebook kelas gaming MSI GX 60 juga dipersenjatai dengan discrete graphics card AMD Radeon HD 7970M yang memiliki core clock 850 MHz dan memory clock 1200 MHz. Dengan memory GDDR5 berkapasitas 2 GB dan interface memory 256-bit, membuatnya cukup bertenaga untuk memainkan game kelas berat. Tidak hanya itu, dengan adanya port D-Sub, HDMI, dan Mini DisplayPort, kita bisa menikmati teknologi multi display AMD Eyefinity pada notebook ini.

 

Teknologi multi display AMD Eyefinity memungkinkan gamer menggunakan 3 monitor sekaligus

 

Layar LCD 15,6 inci yang beresolusi Full HD akan memanjakan para gamer karena juga dilengkapi dengan teknologi anti-glare. Tidak hanya saat bermain game, saat membaca maupun mengedit gambar, obyek yang ditampilkan terlihat lebih jelas. Sedangkan bagi para gamer yang sering bermain game dalam waktu yang lama, MSI GX 60 menyediakan tombol kipas yang terdapat di samping kiri tpmbol power.

 

Implementasi multi display AMD Eyefinity saat dipakai bermain game bergenre First Person Shooter

 

Meskipun sejatinya notebook ini diperuntukkan bagi mobile gaming, notebook ini menyediakan feature multimedia yang cukup lengkap seperti speaker 2.1 channel dan 4 buah port audio (Audio-out, Audio-in, Line-in dan Line-out) yang berada di sisi kanan. Selain itu juga teedapat optical drive dan port USB 2.0 pada sisi kanan. Dan pada sisi kiri terdapat 3 buah port USB 3.0 dan card reader.

 

Spesifikasi Lengkap:

Operating System : Windows 8

Layar : 15,6 inci dengan resolusi 1920 x 1080 pixel

Prosesor : AMD A10-4600M

Chipset : AMD AM70 FCH

Memory : 8 Gb DDR3

Graphics Card : AMD Radeon HD 7660G / AMD Radeon HD 7970M

Hard disk : 750 Gb

Wireles LAN : Atheros AR1111 WB-EG

Optical Drive : TSSTCorp CDDVDW SN-208AB

Webcam : 1,3 MP HD Webcam

Interface : USB 3.0 x 3, USB 2.0 x 1, RJ-45 x 1, Audio-out x 1, Audio-in x 1, Line-in x 1, Line-out x 1, HDMI, Mini DisplayPort, D-Sub, card reader.

Bobot: 3405 gram

Special Feature: Killer Gaming LAN, AMD Eyefinity, Steelseries Keyboard, THX TruStudio Pro, Ati Glare LCD Panel.

 

Spesifikasi hardware system rating oleh Windows

 

Kelebihan:

1. Baterai dapat bertahan cukup lama.

2. Port audio yang disediakan lengkap.

3. Mendukung teknologi multi display dengan adanya AMD Eyefinity.

 

Kekurangan:

Bobotnya yang berat.

(3yoso)

Alasan Orang Indonesia Suka Ngaret

undefined

Kengaretan muda-mudi kita memang sudah memasuki fase yangsangat mengkhawatirkan. Janjian jam berapa, eh berangkatnya jam berapa. Udah gitu ujung-ujungnya nyalahin macet. Ya emang macet suka bikin kita telat sih, tapi kalau janjian jam 10.00, ya jangan berangkat jam 10.30 juga! Itu mah garansi pasti bakal telat woooii!!! Duh kok jadi marah marah gini.
Nah, MBDC akan menjelaskan ke kamu beberapa alasan kenapa temen-temen kamu, atau bahkan kamu sendiri, suka telat.

1. Waktu Pulau

Apa sih ‘waktu pulau’ itu? Waktu pulau adalah metode bikin janjian yang emang nggak nyebutin waktu yang spesifik, kamu pasti pernah deh janjian kayak gini. Contohnya: “Oke deh, ntar maleman ya kita ketemu.”
Maleman itu jam berapa? Kan nggak disebutin tuh jamnya. Jadi kalau kamu janjian kayak gini dan kamu nungguin dari jam 19.00 sedangkan temen kamu baru nongol jam 23.00, kamu nggak bisa marah juga, kan emang janjiannya ‘maleman.’
Contoh janjian dengan waktu pulau yang lain adalah: “Yaudah kita ketemuan abis maghrib aja ya.” Ini sangat amat salah. Di samping kental dengan unsur SARA, bisa jadi yang kamu ajak janjian itu nggak tau maghrib itu jam berapa. Jangan marah kalau dia baru nongol jam 10 malam.

2. Pasti Ditungguin

Pada dasarnya orang Indonesia itu sangat toleran. Sayangnya, toleransi ini juga diaplikasikan pada keterlambatan. Emang sih maksudnya baik, cuma kadang orang tuh kalau dibaikin terus jadi nggak merasa kalau salah.
Contoh yang paling konkrit adalah ketika kamu merencanakan jalan-jalan ke pantai bareng temen-temen kamu, janjian jam 8 pagi di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Nah temen kamu ada yang baru bangun jam 8. Apakah kamu tega meninggalkan dia? Dari pengalaman yang dulu-dulu sih temen kamu ini pasti ditungguin. Ngaret deh jadinya.

3. Yang Lain Juga Ngaret

Alasan yang ke tiga ini merupakan dampak dari dua alasan diatas. Dua alasan diatas memungkinkan seseorang untuk datang tidak tepat waktu, dan pasti ada aja orang yang nggak datang tepat waktu. Mengetahui hal ini, kamu jadi tergoda juga untuk tidak datang tepat waktu.
Biasanya sih yang terlintas di pikiran kamu kurang lebih seperti ini: “Kalo aku datang tepat waktu, paling cengo di sana nungguin yang lain. Rada nelat dikit aja kali ya?”. Semua mikir kayak gini ya semua jadi telat lah.
Nah kalau semua orang mikir kayak gini, mending nggak usah janjian sekalian aja deh..

4. Dateng Terakhir Itu Keren

Biasanya dalam acara-acara seperti pesta ulang tahun atau prom atau acara sejenisnya, anak-anak yang dianggap keren itu datengnya telat. Yang dateng duluan itu biasanya yang dianggap culun gitu.
Kalimatnya biasanya gini: “Haaaaah? Ngapaaaiiiin lo jam segini udah berangkat? Mau ngepel dulu? Hihihihihihi.” Ya lumayan annoying sih emang. Bikin males dateng tepat waktu.
Nah kalo kamu biasanya kenapa nggak tepat waktu?

Sepatu Unik, Alasnya Terbuat Dari Gigi Manusia

Mungkin ini adalah sepatu paling aneh di dunia. jika sepatu pada umumnya menggunakan karet sebagai alas sepatu atau solnya maka sepatu ini justru menggunakan 1050 gigi.
Dilihat dari atas model sepatu ini tampak normal seperti sepatu fantofel pada umumnya, namun keanehan akan terlihat saat dilihat dari samping atau bahkan dari bawah. Sepatu karya Desainer Mariana Fantich dan Dominic Young in itampak mengerikan dengan sol sepatu yang diganti gigi berjajaran.
Namun gigi yang dipasang pada sepatu ini bukanlah gigi manusia melainkan gigi palsu atau gigi tiruan yang terbuat dari plastik. Meskipun tidak berdesain terlalu aneh namun sepatu ini tetap terlihat mengerikan.

undefined

sumber

Penasaran underground jacuzzi di kamar rumah

14 September 2012 Tinggalkan komentar

Semua orang ingin memiliki jacuzzi di kami rumah , dan di samping harga, pembatasan lain adalah bahwa banyak memiliki ruang untuk meletakkannya. Tetapi orang-orang datang dengan ide yang cukup bagus, dan melakukan semacam lubang di ruang tamu untuk me-mountjacuzzi , yang setelah digunakan benar-benar tersembunyi: D

underground jacuzzi
underground jacuzzi
underground jacuzzi
underground jacuzzi
underground jacuzzi
underground jacuzzi
jacuzzi subterraneo
jacuzzi subterraneo
underground jacuzzi
underground jacuzzi

Mengintip Cewek Saat Tidur Sexy Dan Lucu

Menurut Chris Idzikowski direktur Sleep Assessment and Advisory Service , posisi tidur seseorang menggambarkan kepribadian seseorang. Posisi tidur seseorang di yakini sebagai posisi bahasa alam bawah sadar seseorang. Posisi tidur tertentu akan berakibat baik bagi kesehatan seseorang, namun posisi yang salah pada saat tidur juga akan memicu mimpi buruk bagi seseorang.

Dalam foto-foto ini anda akan melihat berbagai macam posisi tidur perempuan sebagian di antaranya terlihat sexy dan lucu, yang kemungkinan juga merupakan gambaran pribadi mereka. Anda dapat mengenali kepribadian mereka dengan membaca sedikit artikel dibawah ini yang saya kutip dari web tetangga. Ada 6 posisi tidur yang biasa dilakukan seseorang dan seperti saya sampaikan di atas kemungkinan hal tersebut adalah merupakan gambaran kepribadian mereka. Silahkan anda lihat dan simpulkan kepribadian mereka.

Fetal position (51%) 
Posisi ini digambarkan sama seperti janin dalam kandungan, tidur menggulung diri, menghadap ke samping sambil memeluk bantal. Posisi ini merupakan posisi tidur yang paling populer. Sekitar 51% perempuan dalam studi tersebut tidur dengan posisi ini.

Berdasarkan studi, mereka yang tidur dengan posisi tidur seperti ini cenderung pemalu dan sensitif, meskipun mereka terlihat tangguh dari tampilan luarnya.

Soldier Position (8%) 
Tidur terlentang pada punggung dengan tangan diletakkan di samping tubuh. Menurut studi, posisi ini menggambarkan kepribadian yang pendiam dan termasuk orang yang menetapkan standar-standar pencapaian yang tinggi.

Starfish Position (5%) 
Tidur terlentang pada punggung dengan tangan dan kaki terulur keluar. Berdasarkan studi, posisi ini menggambarkan seseorang yang bisa menjadi pendengar yang baik dan bisa berteman dengan mudah, tetapi tidak suka menjadi pusat perhatian.

Freefall Position (7%)
Tidur telungkup dengan lengan berada di kepala atau telinga. Posisi ini menggambarkan tampilan luar yang ceroboh dan suka berteman tapi sebenarnya mudah cemas dan sensitif terhadap kritikan.

Log Position (15%) 
Tidur menghadap ke samping dengan kaki terjulur keluar dan lengan berada di samping tubuh. Posisi ini merepresentasikan kepribadian yang suka dan mudah bergaul.

Yearner Position (13%)
Hampir sama dengan log position, tapi dengan tangan yang terjulur keluar. Posisi ini menggambarkan kepribadian yang penuh curiga dan sinis.

Manakah yang lebih baik bagi kesehatan? Menurut profesor Idzikowski, freefall position  bisa membantu pencernaan. Sedang starfish dan soldier sleeping positions cenderung menyebabkan tidur mendengkur dan tidur yang tinyak nyenyak.

Bisakah Anda mengubah posisi tidur? Bisa, tetapi menurut Idzikowski, ini agak sulit sama seperti sulitnya mengubah kepribadian. Menurut dia, kurang dari 5% orang yang tidur dengan posisi berbeda setiap malam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

Lelaki Yang Gelisah


Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?

Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.

Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.

Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?

Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.

Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.

Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.

Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.

Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?

Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini: “Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.

Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.

Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.

Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?

Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.

Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.

Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.

Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.

Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.

Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”

Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.

Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.

Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.

Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.

Di stop-an terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir di mata saya.

Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.

sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 315 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: