Arsip
Para PSK Italia Saat Menawarkan Barang Dagangannya
Prostitusi ada di setiap negara, mulai dari negara yang mengklaim diri sebagai negara yang menjunjung tinggi susila sampai negara yang memberikan kebebasan kepada warganya untuk melakukan apapun. Penyakit sosial ini hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat setiap negara. Kesenjangan sosial dan kemiskinan lebih dominan sebagai penyebab munculnya bisnis esek-esek ini.
Di Indonesia, untuk menertibkan para pelaku bisnis jual diri ini di buatkan lokasi khusus atau biasa di sebut sebagai lokalisasi. Namun lokalisasi yang dibuat rupanya belum mampu menertibkan mereka, pelacuran masih ada dimana-mana baik yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi.
Pelacur Indonesia masih agak sopan dalam berpakaian dibandingkan pelacur-pelacur negara barat dan Eropa. Pelacur barat dan Eropa dalam berpakaian lebih menyerupai pakaian pantai walaupun mereka berada dipegunungan untuk memamerkan “barang dagangan mereka”. Berikut ini foto-foto para pelacur Italia saat mencoba mendisplay barang dagangan mereka.
Surat dari polisi: Maaf tuan, putri anda seorang pelacur
Polisi wilayah Xiangfu, Hangzhou, Zhejiang, China mengatasi pelacuran, yaitu dengan cara mengirimkan surat kepada keluarga wanita yang berprofesi sebagai pekerja seks komersil (PSK).
“Maaf Tuan…dengan berat hati kami sampaikan jika keluarga Anda ini bekerja sebagai pelacur dan sebagai sebuah keluarga tentu tahu situasi dari pekerjaan itu. Kami berharap kerja sama Anda untuk memberikan nasehat kepadanya agar mereka tidak terjerumus lagi,” demikian isi surat tersebut disertai foto-foto sanak keluarga mereka yang tertangkap razia polisi dan dilansir media setempa
Ironisnya, para perempuan ini bekerja di salon-salon kecantian dan berdasarkan hasil investigasi polisi sebanyak 99 persen salon tak resmi terlibat dalam kegiatan prostitusi. Meski demikian, polisi sulit membawa kasus ini ke pengadilan karena kurangnya bukti.
Namun, polisi sepertinya tak kurang akal. Mereka mengirimkan 60 surat dalam kurun dua bulan terakhir dan 88 persen surat itu memberikan respon. “Kebanyakan keluarga mereka mengontak kami dan mereka ingin segera bertemu dengan anak perempuan mereka,” demikian disampaikan kepala kepolisian wilayah Xianfu Wang Peijun.
“Mereka menyatakan jika anak perempuan mereka dipaksa masuk ke dunia prostitusi dan mereka berharap agar anak mereka bisa kembali ke rumah,” kata Wang. Menurut keluarga dari perempuan yang terlibat prostitusi, mereka kehilangan kontak dengan anak perempuan mereka dan sebagian lagi melarikan diri.sumber
Uedan, Demi Blackberry Anak SMP Jual Diri
Hanya gara-gara ingin punya Blackberry dan hidup mewah, tujuh siswi SMP nekad melacur melalui situs jejaring sosial Facebook. Praktek mesum ketujuh siswi SMP ini terungkap setelah Sat Serse Polres jakarta Pusat menangkap mucikarinya.

Praktek prostitusi yang memanfaatkan Facebook ini diungkapkan oleh Kasat Serse Kriminal Polres Jakarta Pusat, Komisaris Toni Surya Putra. Katanya, dari hasil pemeriksaan terhadap DD, wanita 35 tahun yang diduga sebagai mucikari dan ketujuh siswi SMP tersebut, tujuh siswi SMP yang terjun ke bisnis prostitusi melalui Facebook ini bukan atas dasar paksaan.
Tujuh siswi ini melacur karena ekonomi mereka kekurangan. Kondisi ekonomi inilah yang kemudian dimanfaatkan DD untuk menjerat mereka dengan iming-iming bisa mendapatkan uang banyak secara gampang.
Kebanyakan para siswi itu mengaku tergiur punya barang yang sedang ngetren seperti memiliki BlackBerry dan banyak uang, sehingga mereka pun secara sukarela menjadi anak buah DD.
Berkaitan dengan kasus ini, Toni mengimbau para orangtua yang memiliki anak gadis agar selalu mengawasi ketat pergaulannya. Misalnya menegur saat anaknya pulang larut malam.
DD sendiri ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Selain DD, polisi juga menangkap seorang pria hidung belang berinisial AL yang tengah berhubungan badan dengan salah satu siswi SMP itu di kamar apartemen di Kemayoran, Jakarta Pusat. AL mengaku membooking siswi SMP ini dengan bayaran Rp 2 juta.
sumber
Foto Cewek Bu9il Tolak Euro 2012
Berikut ini aksi cewek bugil menolak adanya pertandingan Euro 2012.
Apa yang menyebabkan mereka menolah pertandingan Euro 2012, silahkan simak dibawah ini.

“Hampir sebagian besar orang asing yang datang ke sini pada putaran final Euro 2012 memiliki pikiran sama, yakni bisa menikmati layanan wanita-wanita Ukraina dan Polandia. Itu sungguh menyesakkan, karena kami sudah bertahun-tahun memperbaiki citra di dunia. Kondisi kami sudah semakin positif, tapi kini akan kembali rusak. Karena itu, kami konsisten menolak Euro 2012.”
Kalimat bernada kecaman dan protes tersebut keluar dari mulut Anna Hutsol. Wanita berusia 27 tahun ini adalah Pendiri sekaligus Pemimpin Organisasi Kebebasan untuk Wanita alias FEMEN. Organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2008 ini selalu memprotes keberadaan sebuah turnamen sepak bola berskala besar.
Mereka menganggap putaran final Euro 2012 di Polandia-Ukraina, akan mendatangkan banyak dunia prostitusi. Walhasil, nama baik yang sudah mulai melekat di dunia wanita Ukraina- Polandia, terancam rusak kembali.


“Sangat banyak permintaan terkait pekerjaan seks komersil itu menjelang Euro 2012. Kami tak ingin semuanya hancur hanya karena rentang tak sampai sebulan,” tegas Anna.
Bersama 40 anggotanya, ia berjanji memimpin FEMEN untuk terus berunjuk rasa sepanjang perhelatan. Tidak hanya di Kiev dan Warsawa, aksi tersebut juga akan dilakukan di Paris, Istanbul sampai Praha.
Perkawinan Massal di “Desa Pelacur” India
Delapan wanita muda yang merupakan putri para pekerja seks dikawinkan di desa tadi berdasarkan sebuah rencana untuk menyelamatkan mereka agar tak sampai terjerumus kedalam profesi tertua di dunia tersebut.
Acara tersebut, yang dilangsungkan di desa Vadia, diorganisasikan oleh Vicharta Samuday Samarthan Manch (VSSM), sebuah kelompok nirlaba yang bekerjasama dengan berba-gai komunitas nomadis terpinggirkan.
Para mempelai perempuan itu, semuanya berusia 18 tahun atau sedikit lebih tua, mengenakan pakaian sari warna-warni, dengan pengantin pria memakai sorban melebar pada bagian ujungnya saat para penabuh drum beraksi memeriahkan pesta perkawinan tadi.
Turun Temurun
Wanita-wanita dari desa Vadia telah bekerja di industri seks secara turun temurun dan upacara perkawinan tadi merupakan suatu usaha mematahkan siklus eksploitasi tersebut, ungkap Mittal Patel dari VSSM.
“Perkawinan berarti para gadis muda itu akan diselamatkan dari profesi prostitusi tradisional tersebut,” ujar Patel. “Begitu gadis itu kawin atau bertunangan maka dia tidak dapat dipaksa memasuki flesh trade tersebut.”
Duabelas gadis lainnya usia di bawah 18 tahun juga bertunangan pada acara tadi, yang digelar di desa 210 km dari kota utama Gujarat, Ahmedabad.
Kendati begitu, tiga pertunangan lainnya dibatalkan ketika sang pria tidak muncul.
Patel menjelaskan kelompoknya telah bekerja sama dengan komunitas-komunitas lokal selama lima tahun dan mendapatkan pria-pria muda yang berkenan menyunting wanita-wanita tadi ” dengan membangun kepercayaan di antara mereka”.
Emosional
Menurutnya, pada waktu lalu tak ada pria yang bersedia mengawini seorang gadis dari Vadia, yang secara lokal dikenal sebagai “village of prostitutes”. Pria di desa tadi selama ini dikenal berpenghasilan dengan menjadi germo.
Sekira 3.00 orang hadir pada acara perkawinan di Vadia, Minggu, setelah undangan yang termasuk sajak emosional oleh seorang penulis Gujarat, dikirim untuk hari besar tadi.
“Aku bukan buah cintamu; aku hadir di dunia ini karena profesimu, aku tak menyalahkanmu ada realita ini,” bunyi sebaris sajak tadi seperti dilaporkan koran The Times of India.
Salah satu ritual perkawinan tadi dipimpin oleh J.B. Vora, pejabat teras distrik yang juga memberikan kado kepada pasangan-pasangan berbahagia tadi.
“Ini merupakan sebuah acara bersejarah yang akan membawa suatu perubahan sosial besar pada kehidupan wanita-wanita desa Vadia,” ujar Vora sebelum pesta yang meriah itu dimulai untuk para tamu.
Perkawinan jodohan merupakan hal umum di India, dan acara-acara perkawinan massal kerap digelar di area-area pedalaman yang miskin dengan kelompok-kelompok pasangan muda melakukan upacara perkawinan untuk menekan biaya.
Potret Suram Pelacur Nigeria Di Italy
Profesi pekerja sex memang salah satu profesi tertua di dunia, tidak disini tidak disana. Mungkin sebagian kita pikir kalau pekerja seks di negara maju seperti Eropa pasti tidak ada yang mengenaskan, alias semuanya berkelas.
Tapi ternyata bukan demikian nyatanya. Kalau di tanah air mudah kita jumpai tempat praktek PSK di kolong jembatan atau tanggul bahkan ada yang dikuburan Cina seperti halnya di Surabaya. di Italia yang sudah majupun hal mirip begini ternyata ada. Prostitusi dimanapun ternyata mirip-mirip kondisinya.

Berikut ini merupakan sebuah potret nyata kehidupan para pekerja seks alias pelacur di negara Italia yang kebanyakan berasal dari negara-negara Afrika, salah satunya Nigeria. Mereka praktek di tepi-tepi jalan antar kota di semak semak dengan alas seadanya dan begitu jorok, tapi nyatanya hal begitupun tetap saja ada pelanggannya, singkatnya tak ada penawaran kalau tak ada permintaan.



















































Komentar Terakhir