Arsip

Posts Tagged ‘meninggal dunia’

Pengorbanan Ibu Untuk Anaknya

Pengorbanan Ibu Untuk Anaknya

 

2 months ago

Banyak ibu yang melakukan apa saja demi kebahagiaan anaknya, demi anaknya tumbuh besar, tercukupi sandang pangan papan. Tidak sedikit mereka bekerja siang malam, mendedikasikan hidupnya demi anak yang mereka benar-benar jaga dengan sepenuh hidupnya. Ibu, tidak akan berpikir dua kali demi menyenangkan buah hati. 5 ibu ini, telah melakukan pengorbanan besar demi anaknya, dan membuat mata berkaca-kaca.

Emma Robins dan Bayi Kembar 4 nya

emma

Dokter memberitahu bahwa Emma hamil, tapi dengan berat hati dokter mengatakan bahwa Emma harus menggugurkan dua janin dalam kandungannya. Emma hamil kembar empat, dan dokter bilang hanya dua yang boleh selamat. Emma menolaknya. Semua yang ada dalam kandungannya adalah anaknya, dan tidak akan dibunuhnya dengan alasan apapun. Emma bertahan, sampai usia kehamilan bertambah dan dirinya semakin kepayahan. Hamil kembar empat, membuat perutnya membengkak besar dan sekujur tubuhnya mengalami nyeri tak terkira. Sulit bernapas, susah berjalan, sakit kepala berkepanjangan bahkan tiba-tiba jatuh dirasakan Emma setiap harinya. Emma tahu bahwa kehamilannya kali ini tidak akan mudah dan akhirnya Emma melahirkan si kembar empat dengan sehat tanpa masalah berat.

 

Seorang Ibu Mendekap Bayinya ketika Meninggal Dunia

jepang

Gempa besar yang mengguncang sebagian besar negara matahari terbit itu menyisakan banyak cerita pilu, salah satunya adalah pengorbanan seorang Ibu. Wanita tangguh ini ditemukan meninggal dunia dalam posisi mendekap bayinya, dan bayinya selamat dari reruntuhan bangunan. Ibu ini melindungi anaknya dari gempa, dengan mendekapnya erat dan membiarkan tubuhnya sendiri tertimpa bangunan yang ambruk.

Petugas evakuasi menemukan wanita muda ini dalam keadaan tidak bernyawa, sembari mendekap bayi nya yang baru berusia 3 bulan. Seolah tahu bahwa dirinya tak akan selamat, dia menulis pesan singkat. ‘Nak, bila engkau selamat ingatlah bahwa ibu mencintaimu lebih dari apapun’ tulisnya. Seorang ibu mengorbankan hidupnya, demi keselamatan bayinya.

 

Mulia Membesarkan Sendiri Ke 15 Anaknya

Mulia, Wanita yang kini sudah berusia senja ini pantang menyerah dan berkeras untuk membesarkan 15 orang anaknya sendirian walau suaminya telah meninggal dunia. Kondisi ekonomi pas-pasan dan pekerjaannya yang hanya sebagai buruh dan pembantu harian tentu membuat beban yang dipikulnya semakin berat saja.  Mereka semua butuh makan, butuh sekolah. Dengan berusaha sekuat tenaga, Mulia belajar menjadi penjahit sehingga penghasilannya bertambah. Mulia ingin semua anaknya sekolah agar tidak bernasib seperti dirinya. Mulia merawat 15 anaknya sendirian, tanpa bantuan. Sesekali Mulia menangis bila tak dapat menuruti kehendak sang anak, karena tidak ada uang untuk membelinya. Mulia menghabiskan seluruh waktunya untuk mengurus anak dan bekerja, Tidak pernah terbesit sedikitpun di benaknya untuk menelantarkan anaknya atau membiarkan mereka begitu saja. Mulia rela tidak makan asal anaknya kenyang, rela tidak tidur asal biaya sekolah anaknya terbayar.

 

Putra Tunggal Cyndie Terkena Tumor

cyndi

Cyndie Madsen tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa putra tunggalnya Derek Madson (10) divonis menderita tumor otak. Tumor ini menggerogoti kesehatan Derek, sampai pada akhirnya Derek harus dirawat di rumah sakit hingga akhir hayatnya. Cyndie tidak pernah meninggalkan Derek satu detikpun dan melakukan hal apapun demi Derek. Cyndie menggendong dan mendekap Derek ketika putranya itu kesakitan seusai terapi. Cyndie menghibur putranya dengan mendorongnya berjalan-jalan keliling rumah sakit tanpa peduli bahwa tubuhnya juga bisa lelah.

Cyndie tahu bahwa Derek mungkin tidak akan bisa bertahan. Derek berkata bahwa dia ingin menyetir mobil seperti ibunya, dan Cyndie menurutinya. Cyndie mengajari putranya menyetir mobil, dan membiarkannya menikmati sisa hidupnya dengan melakukan hal-hal yang diimpikannya.

sumber

Gas Beracun Menyerang Suriah di Pagi Hari dan Menewaskan

Gas Beracun Menyerang Suriah di Pagi Hari dan Menewaskan Sekitar 1.300 Jiwa

 

Negara Suriah dalam keadaan berkabung. Kengerian terjadi ketika terjadi serangan gas pada saat sebelum fajar dimana seluruh penduduk Suriah kebanyakan masih terlelap.

 

Serangan gas beracun ini menewaskan sekitar 1.300 orang dan kebanyakan adalah anak kecil.

 

Tepatnya di daerah pinggiran kota Damaskus, bencana ini terjadi. Aktivis Suriah menuduh pasukan Presiden Bashar al-Assad meluncurkan serangan gas tersebut terkait dengan perang saudara berkepanjangan yang tak ada akhirnya.

 

Menurut para saksi, gas ini mendarat di Damaskus tepatnya lagi di  Ain Tarma, Zamalka dan Jobar sebelum fajar.

 

Foto-foto dimana anak-anak meninggal dunia sungguh membuat miris siapapun yang melihatnya. Keputusan untuk menerbitkan foto-foto ini untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran akan penderitaan orang yang tidak bersalah dalam perang yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

 

Sampai sekarang masih diselidiki darimana asalnya gas beracun tersebut, apakah benar karena perang saudara, ataukah ada penyebab lainnya.

 

 

undefined

 

(dailymail)

sumber

Karena Cinta, Pria Ini Membangun Taj Mahal Tiruan Untuk Isterinya

Karena cinta, pria ini membangun Taj Mahal tiruan untuk isterinya

 

 

 

Seorang pensiunan pejabat di India utara membangun gedung Taj Mahal tiruan untuk mengenang istrinya yang telah meninggal dunia.

 

Faizul Hasan Quadri, yang berusia 77 tahun, sedang membangun “monumen cinta” untuk mendiang istrinya Tajammuli Begum di sebuah desa di Distrik Bulandshahr, negara bagian Uttar Pradesh.

 

“Jadi saya berjanji bahwa jika dia mati sebelum saya, saya akan membangun sebuah makam nan indah untuknya agar semua orang akan mengingatnya selama berabad-abad.”

 

Dipisahkan waktu sekitar empat abad, para pria di balik gedung megah nan agung Taj Mahal serta tiruannya di sebuah desa di India ini, disatukan oleh alasan yang sama: cinta luar biasa kepada perempuan yang telah mendampinginya serta semangat untuk mengabadikan cinta mereka.

 

Dan seperti monumen marmer putih milik Raja Mughal Shahjahan, yang telah menarik ribuan pengunjung, monumen milik Quadri juga membuat penasaran warga desa sekitar untuk melihat dari dekat “Taj Mahal” miliknya.

 

“Anda lihat, kami tak punya anak, jadi istriku selalu berkata, ‘setelah kita mati, tidak akan ada seorang pun mengingat kita, kita akan dilupakan’.

 

Jadi saya berjanji bahwa jika dia mati sebelum saya, saya akan membangun sebuah makam nan indah untuknya agar semua orang akan mengingatnya selama berabad-abad, “kata Quadri.

 

Tajammuli Begum meninggal dunia karena kanker pada Desember 2011.

 

“Dia berumur 14 tahun ketika kami menikah. Saya tiga tahun lebih tua… Dia sangat lembut, sederhana, baik hati, dan semua orang mencintainya. Ketika kami menikah, dia buta huruf. Kemudian, saya mengajarinya bahasa Urdu, tapi dia tidak pernah bisa menulis”.

 

“Kami telah hidup bersama lebih dari 58 tahun, dan cinta kami terus tumbuh. Sekarang dia telah pergi, dia selalu ada di hati saya,” katanya, lirih.

 

Lengkap dengan kubah dan menara, bangunan replika Taj Mahal milik Quadri sudah berdiri, namun banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Jendela-jendela, taman serta marmer putih, belum dipasang atau dibuat, sementara Quadri kini kehabisan uang. Tetapi dia menolak menerima bantuan.

 

“Ini bukan makam orang suci atau tempat ibadah, ini hanya makam istri saya, dan saya tidak ingin membangun monumen istri saya dengan menggunakan sumbangan dari orang lain. Saya ingin menyelesaikannya dengan menggunakan uang saya sendiri, tidak peduli berapa lama pekerjaannya, “kata Quadri.

 

Quadri telah menjual sebidang lahan pertanian miliknya, perhiasan istrinya sampai tabungan hidupnya untuk membiayai pembangunan ‘Taj Mahal’.

 

Dia juga telah menghabiskan lebih dari $15.000 atau sekitar £ 9.872 serta membutuhkan setidaknya $ 10.000 atau £ 6.581 lebih.

 

“Saya telah mencoba untuk memenuhi janji saya, dan saya tidak akan menyerah, tidak peduli apa yang diperlukan,” katanya.

 

Sama seperti di asli Taj Mahal, Quadri juga telah menyediakan tempat untuk makamnya yang berada di samping kubur istrinya. Dia juga selalu berdoa “kita juga harus bersama-sama di akhirat nanti”.

 

 

Faizul Hasan Quadri terinspirasi bangunan ‘Taj Mahal’ untuk hadiah buat istrinya.

 

Lvy/bbc.co.uk

sumber

Cerita Nyata di “KAMAR MAYAT”

28 Agustus 2012 1 komentar

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim…Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di sebuah Rumah Sakit. Semoga dapat kita ambil iktibar dan tauladan.

Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari rumah sakit untuk mengurus jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dimandikan. Di luar kamar mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening.

Hanya
saya dan seorang penjaga ruangan tersebut yang berada dalam kamar mayat tsb. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah. Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia sekitar 20thn-an. Allah Maha Berkuasa.

Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit berubah menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sesuatu yg aneh, namun semakin lama berubah semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan seksama, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam.

Selepas lima menit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna, wajah mayat tsb tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari kamar mayat tsb dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh tadi. Berbagai pertanyaan timbul di kepala saya; apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya berubah menjadi warna hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya.

Ketika saya termenung tiba-tiba saya melihat ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di kamar mayat pada pukul 4.00 pagi. Semakin lama dia semakin dekat dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60thn-an dan memakai baju kurung.” Ustadz,” kata wanita itu. “Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak diurus. Jadi saya mau melihat jenazahnya.” kata wanita bertutur dengan lembut.

Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci nomor 313 dan membuka kain penutup wajahnya. “Betulkah ini mayat anak Bunda?”tanya saya. “Bunda rasa betul… tapi kulitnya putih.” “Bunda lihatlah betul-betul.” kata saya. Setelah ditelitinya jenazah tsb, wanita itu begitu yakin bahwa mayat itu adalah anaknya. Saya tutup kembali kain penutup mayat dan mendorong kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari kamar mayat.

Tiba di luar saya bertanya kepadanya. “Bunda, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang terjadi sampai wajah anak bunda berubah menjadi hitam?” tanya saya. Wanita itu tidak mau menjawab sebaliknya menangis terisak-isak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Dia seperti menyembunyikan sesuatu.”Baiklah, kalau bunda tidak mau memberitahu, saya tidak mau mengurus jenazah anak Bunda ini. ” kata saya untuk menggertaknya. Dgn nada gertakan demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya. Sambil mengusap airmata, dia berkata, “Ustadz, anak saya ini memang baik, patuh dan taat kepada saya. Jika dibangunkan di waktu malam atau pagi supaya utk sesuatu pekerjaan, dia akan bangun dan mengerjakannya tanpa membantah sepatahpun. Dia memang anak yang baik. Tapi…” tambah wanita itu lagi “apabila Bunda kejutkan dia untuk bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marah2 sama bunda. membangunkan dia, disuruh pergi ke kios, dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dibangungunkan supaya sembahyang, anak Bunda ini akan terus marah marah. Itulah yang Bunda sesalkan.” kata wanita tersebut. Jawabannya itu mengagetkan saya.

Teringat saya kepada Hadist Nabi bahwa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan saja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Setelah menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri untuk pulang. Dia berjalan dengan tenang dan menghilang dikegelapan lorong rumah sakit. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkan mayat tersebut.

Selesai urusan itu, saya pulang ke rumah lagi. Saya hrs balik secepatnya, kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam disalah satu Masjid. Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi kerabat mayat pemuda tersebut. Melalui nomor telpon yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit, saya hubungi saudara dari mayat yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Setelah memperkenalkan diri, saya berkata, “Bapak, kenapa bapak membiarkan orang tua itu datang ke rumah sakit seorang diri di pagi-pagi hari. Rasanya lebih pantas kalau bapak dan keluarga bapak yang datang sebab bapak tinggal tdk jauh dari kota ini.”

Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, “Orang tua yg mana?” katanya. Saya ceritakan tentang wanita tersebut, tentang bentuk badannya, wajahnya, cara bicaranya serta pakaiannya. “Kalau wanita itu yang ustadz maksud, wanita itu adalah Bundanya, tapi…. Bundanya sdah meninggal dunia lima tahun lalu!” Saya terpaku, tidak tau apa yang hendak dikatakan lagi. Jadi ‘apakah’ yang datang menemui saya pagi itu? Hemm …Walau siapa pun wanita itu dalam arti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah ‘SESUATU’ yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah terjadi hingga menyebabkan wajah mayat pemuda tsb berubah jadi hitam. Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya.

Ia mengingatkan saya kepada sebuah Hadits Nabi, yang menyatakn bahwa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun. Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui karena satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun?

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah …

sumber

Bocah Dua Tahun Donorkan Organnya Untuk Tolong Anak Lain

25 Juni 2012 8 komentar

The touching story below will melt your heart.

The parents of a 2-year-old girl, who suffered from the deadly hypoxic-ischemic cerebral palsy, have donated her organs to save the lives of two children they never met.

The toddler was named “Xiwang (希望)” or “Hope” by the parents, because they would like other children who needed help to have the “hope” to live. “Rather than just leaving the child in a handful of ashes at the end, we would donate her organs to save other children’s lives,” said Wang Xiaofei, the toddler’s mother.

Hats off to vincent01, a user from CHINA FORUM (bbs.chinadaily.com).

Posted Image

At 17:30 June 9, the father gave the last kiss on the forehead of his daughter, a two-year-old girl named Xiwang, or “Hope” whose life came to an end due to hypoxic-ischemic cerebral palsy. She was then sent to the operating room in Chifeng hospital in Innner Mongolia to save the two children far away in Tianjin who suffered from organ failure. The donated organs arrived at Tianjin First Central Hospital around 02:00 on June 10 and were successfully transplanted to two children.

Posted Image

The aunt gentle stroked Xiwang’s forehead.

The grandparents, parents, and other relatives all looked very sad, accompanying the child by the sides for hours. You cannot imagine how strong beliefs they have, in making decision of donating their beloved child’s organs to strangers.

Posted Image

Doctors and nurses bowing to body of Xiwang to pay their last respects to her donation.

It was learned Xiwang’s parents have spent more than 200,000 yuan on medical expenses for treating their child, leaving them in debt of over 70,000 now. The local media have voluntarily called the public to raise funds for the kindhearted parents or find stable jobs for them. But they rejected the help, saying, “we are still young and we can support ourselves. If we accept the donations, it will make us feel like we’re ‘selling’ our child.

Posted Image

The father couldn’t help crying when Xiwang was out of the operating room.

My child is gone, but we can give her organs to other children to prevent another family tragedy. I don’t think I did it for anything; I just did it. I just hope others won’t experience the pain I have gone through; I want to do what I could to prevent it,” said Wang Xiaofei, Xiwang’s mother.

Posted Image

A doctor taking medicine kit with Xiwang’s two kidneys and one liver out of operating room and passing to the doctor from hospital in Tianjin.

Posted Image

Xiwang spent her last time with her favorite toy bear in hospital. Life is short for her, but in this way can her life be regained and rejuvenated.

sumber

 

Pangeran Nayef, Calon Penerus Raja Arab Saudi Meninggal Dunia

Arab Saudi tengah berduka. Putra mahkota mereka, pangeran Nayef bin Abdulaziz al-Saud meninggal dunia di usia 76 tahun. Dia adalah calon pemangku tahta kerajaan berikutnya.

Diberitakan Reuters, Sabtu (16/6/2012), Nayef wafat di Jenewa, Swiss. Kabar ini dipastikan oleh pengurus kerajaan. Namun belum diketahui, apa penyakit yang merenggut nyawanya. Yang jelas,
Nayef sudah berada di Swiss sejak bulan Mei untuk menjalani serangkaian tes kesehatan.

Nayef adalah saudara tiri raja Abdullah yang juga menjabat sebagai menteri dalam negeri Arab Saudi sejak tahun 1975. Pada Oktober tahun lalu, dia ditetapkan sebagai putra mahkota menggantikan putra mahkota yang terlebih dulu meninggal dunia, Pangeran Sultan.

sumber :

 

Kitab Suci dan Kunci Mobil

30 April 2012 1 komentar

Seorang pemuda sedang mempersiapkan wisuda setelah lulus dari ujian sidang. Selama berbulan-bulan ia telah mengagumi sebuah mobil yang bagus di sebuah dealer mobil. Ia tahu ayahnya pasti mampu membelikannya. Lalu pemuda itu menyampaikan keinginannya pada Ayahnya.
”Ayah, belikan aku mobil sebagai hadiah kelulusanku. Mobil itu akan kupakai untuk menjalankan bisnis yang sudah aku rancang, Ayah.”
Ayahnya hanya tersenyum.
Hari Wisuda makin mendekat. Pemuda itu tak sabar menunggu waktu saat ia mendapatkan mobil baru dari Ayahnya. Akhirnya, sore hari setelah acara wisuda di kampus, ayahnya memanggil anaknya ke ruang bacanya. Sang Ayah berkata,

“Anakku, aku sangat bangga padamu. Kamu telah memenuhi harapan Ayah. Aku sangat mencintaimu, Nak.”
Lalu Sang Ayah menyerahkan sebuah kado dengan bungkus cantik yang diikat dengan pita merah .
Pemuda itu penasaran. Dibukanya pelan-pelan kotak hadiah itu sambil tersenyum. Namun, mendadak raut muka pemuda itu berubah. Raut muka sangat kecewa terlukis di wajahnya. Ternyata dalam kotak itu dia tidak menemukan kunci mobil seperti yang diidam-idamkannya. Dia hanya menemukan sebuah Kitab Suci indah dengan ”cover” yang sangat bagus. Dengan nada emosi yang tinggi, Pemuda itu lalu melontarkan kekesalannya pada Ayahnya.
”Ayah, dengan semua kekayaan yang Ayah miliki, Ayah hanya memberikan hadiah Kitab ini?” Lalu pemuda itu meletakkan Kitab Suci di meja dan berlalu meninggalkan kamar Ayahnya.
Lima tahun berlalu. Pemuda itu sangat berhasil dalam bisnisnya. Dia juga memiliki keluarga serta mobil dan rumah mewah. Tapi dia baru menyadari bahwa ayahnya sudah sangat tua. Dia sangat rindu bertemu ayahnya. Dia kemudian memutuskan untuk menemui ayahnya yang sudah lama ditinggalkannya sejak peristiwa pemberian hadiah pasca wisuda.
Tak lama berselang ada pesan singkat pesan yang dikirim oleh kerabatnya. Ia menerima sebuah pesan yang menceritakan ayahnya meninggal dunia. Ayahnya berpesan agar pemuda itulah yang mewarisi hartanya. Dia diminta mengurus pemakaman ayahnya segera.
Lemas lunglailah pemuda itu. Dengan rasa sedih dia meluncur menuju rumah yang dulu dia dibesarkan bersama keluarganya. Ketika ia tiba di rumah ayahnya, kesedihan dan penyesalan begitu menyelimuti hatinya..
Setelah pemakaman usai, ia mulai mencari surat-surat penting ayahnya. Saat membereskan surat-surat itu, ditemukanlah sebuah kitab suci baru persis seperti yang hadiah yang diberikan ayahnya setelah dia diwisuda dulu. Dengan mata berkaca-kaca, ia membuka kitab suci itu lembar demi lembar.
Terbayang dalam hidupnya, Ayahnya selalu rajin membaca kitab suci seperti ini. Dia saja yang malas memenuhi perintah ayahnya untuk relajar membaca dan merenungi isinya. Dia malah menolak dan sangat tersinggung saat ayahnya menghadiahi kitab suci di hari istimewanya. Mungkin ayahnya menginginkan dia untuk berpegang pada ajaran agama dalam menjalani hidup daripada berambisi mencapai kesuksesan materi.
“Duh, sungguh aku anak tak berbudi dan tak berterima kasih pada-Mu, ya Tuhan.!” Serunya dengan nada penyesalan yang dalam.
Saat dia mencoba membaca ayat demi ayat dalam Kitab Suci itu, sebuah kunci mobil jatuh dari bagian belakang halaman Kitab Suci itu. Ternyata kunci mobil itu dilekatkan di halaman belakang dengan selotip oleh ayahnya. Ia juga menemukan secarik kertas yang tertulis nama dealer, dealer yang sama dengan tempat ia menginginkan mobil saat lupus kuliah. Pada lembaran itu tercantum pula tanggal wisudanya dan tertera stempel LUNAS.

 

sumber:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 308 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: