Arsip

Posts Tagged ‘media penyimpanan’

Pilih Apple iOS, Google Android, BlackBerry atau Windows Phone? Di Sini Jawabannya!

25 September 2012 Tinggalkan komentar

Demam smartphone memang sedang melanda dimulai dengan kedatangan produk Apple dengan nama iPhone pada 2007, dan gelontoran smartphone Android pada 2008-2009. Walaupun mulai terlihat menggeliat pada kisaran 2010, namun smartphone kini sudah banyak menggantikan gadget-gadget yang terlebih dahulu ada dipasaran.

Pilih Apple iOS, Google Android, BlackBerry atau Windows Phone? Di Sini Jawabannya! Image

Ketika fungsi banyak gadget yang banyak tersimpan, banyak harapan bahwa smartphone akan menjadi salah satu capaian peradaban terbaik manusia. Bagaimana tidak, fungsi jam, kalkulator, pemutar musik, kalender, radio, pemutar video, kamera, navigator, konektifitas internet, dan media penyimpanan data bisa ada dalam sebuah smartphone.

Kali ini, blog.fastnchep akan mengulas kekurangan dan kelebihan smartphone-smartphone berdasarkan system operasi yang diadopsi dengan tujuan bisa membantu anda yang akan membeli sebuah smartphone namun butuh referensi dan pengenalan secara umum tentang tiap-tiap OS smartphone yang beredar di pasaran;

Pilih Apple iOS, Google Android, BlackBerry atau Windows Phone? Di Sini Jawabannya! Image

1. iOS dari Apple
(+) Plus :

  • Jumlah Aplikasi dan games terbanyak dibanding OS smartphone lain.
  • Punya kontrol ketat terhadap kualitas aplikasi yang ada di apps store.
  • Performa & kualitas menjalankan aplikasi/games lebih bagus dibanding smartphone dengan OS lainnya.
  • Device-device lama bisa mendapat update OS walau secara hardware jauh tertinggal.
  • Pelopor could computing (media penyimpanan data secara online).
  • Garansi device internasional
  • Harga jual kembali lebih stabil.

(-) Minus :

  • Harga devicenya lebih mahal.
  • Media konektifitas seperti bluetooth & wifi sharing terbatas hanya untuk sesama perangkat iOS (bisa diakali dengan cara membeli aplikasi di apps store).
  • Aplikasi-aplikasi tertentu banyak terdapat versi berbayar/trial (bisa diakali dengan jailbreak dan dapat memasang aplikasi bajakan).
  • Harus terkoneksi dengan iTunes jika ingin share media file dengan PC atau Notebook.
  • Tidak ada slot micro SD dan baterai sudah built in ( tidak bisa dicopot).

Pilih Apple iOS, Google Android, BlackBerry atau Windows Phone? Di Sini Jawabannya! Image

2. Android
(+) Plus :

  • Variasi device lebih banyak pilihan dari berbagai produsen smartphone (Samsung, HTC, Motorola, Sony, LG, ZTE, Huawei, Acer, Asus dll).
  • Variasi harga lebih banyak dari yang low-end midle-end high-end.
  • Aplikasi gratisan banyak terdapat di google play store.
  • Konektifitas wifi dan bluetooth lebih bagus dan tidak hanya untuk sesama smartphone-smartphone android, secara default punya wifi sharing.
  • Lebih mudah dimodifikasi dalam artian bisa menggunakan custom rom dan tweaks lainnya dengan tujuan meningkatkan performa smartphone dan merubah user interface.
  • Memiliki developers yang banyak dan kita bisa mendapat source untuk belajar memodifikasi sendiri karena Android bersifat “open source project”.
  • Update OS Android dari google lebih sering.

(-) Minus :

  • Banyak aplikasi/games  yang tidak cocok untuk device-device tertentu karena perbedaan lebar layar, prosesor, GPU (fragmentasi).
  • karakteristik aplikasi/games HD membutuhkan spesifikasi hardware lebih tinggi.
  • Update OS hanya untuk device yang memenuhi syarat secara spesifikasi hardware

Pilih Apple iOS, Google Android, BlackBerry atau Windows Phone? Di Sini Jawabannya! Image

3. Blackberry dari RIM
(+) Plus :

  • Fitur Push mail sangat membantu walau dalam kondisi sinyal seluler data yang kurang bagus.
  • Lebih punya karakteristik sebagai smartphone dengan fungsi social media & fitur messaging dengan dukungan keyboard qwerty.
  • Punya Blackberry messenger (BBM) yang hanya dimiliki ekslusif pada semua perangkat Blackberry.

(-) Minus :

  • Secara spesifikasi hardware sudah ketinggalan sehingga pada device-device Blackberry tertentu mengalami keluhan hang dan lemot.
  • Performa dalam menjalankan aplikasi kurang begitu baik seperti menjalankan aplikasi/games berukuran besar.
  • Jumlah aplikasi dan games tidak sebanyak di iOS dan Android.
  • Jarang mendapat update OS dari RIM.

Pilih Apple iOS, Google Android, BlackBerry atau Windows Phone? Di Sini Jawabannya! Image

4. Windows Phone
(+) Plus :

  • User interface sangat simple dan memudahkan pengguna.
  • Fitur integrasi dengan aplikasi-aplikasi dari microsoft begitu mudah seperti hotmail, zune, dan windows office.

(-) Minus :

  • Harga device yang masih mahal
  • Pilihan device masih sedikit karena hanya tipe-tipe tertentu yang mengadopsi sistem OS Windows Phone
  • Jumlah aplikasi yang masih sedikit
  • Pada Windows Phone 7, Memori internal tidak bisa diakses layaknya sebuah file storage seperti smartphone pada umumnya.
  • Tidak semudah device-device Android untuk dimodifikasi karena dukungan dari developers masih sedikit

Dari ulasan diatas, sebenarnya sudah tergambar jelas bagaimana setiap OS dengan setiap smartphone nya memiliki kekurangan dan kelebihan. Dan dari kekurangan kelebihan itulah anda punya gambaran dari smartphone yang akan anda beli berdasarkan harga, fungsionalitas nya.

Secara garis besar jika anda ingin mendapatkan smartphone dengan performa menjalankan aplikasi dan games yang bagus, maka pilihlah perangkat iOS (iPhone).

Jika anda seorang yang hobi mengutak-atik device dari segi OS dengan kemampuan konektifitas terbaik, maka pilihlah Android.

Jika anda seseorang yang sangat membutuhkan fitur push mail dan social media untuk aktifitas sehari-hari, pilihan tepat jatuh ke perangkat Blackberry dari RIM.

Dan terakhir jika anda membutuhkan smartphone yang mampu menghandle kebutuhan untuk bisnis seperti fitur office, smartphone Windows Phone ialah pilihan terbaik.

source

10 Media Penyimpanan yang gagal di Dunia Komputer

 

ada masa sekarang ini media penyimpanan (storage) seperti BlueRay, DVD ROM, dan Flashdisk mampu menyimpan data dalam Gigabyte, sementara untuk Hard disk sudah ada yang memiliki kapasitas lebih dari 1 Terabyte.
Bila kita ingat beberapa tahun kebelakang harddisk dengan kapasitas 1 GB adalah barang mewah bagi pengguna komputer, dan mengingat lebih jauh lagi kebelakang disket 5 1/4 inchi pernah terkenal dengan kapasitas yang hanya sebesar 720KB.
Ada baiknya kita nostalgia ke zaman dahulu melihat beberapa media penyimpanan yang pernah ada dan dipakai di dunia komputer. Infoteknologi tidak akan membahas sejarah media penyimpanan data seperti disket 3,5 inchi, LS-120, atau tape drive. Tapi akan membahas media storage yang pernah diproduksi namun tidak /kurang berhasil dalam proses penjualannya.
Berikut 10 Media penyimpanan di zaman dahulu dikutip dari PCmag:

3-Inch Compact Floppy

Sebuah konsorsium manufaktur yang dipimpin oleh Matsushita memperkenalkan disket dengan ukuran 3 inchi di tahun 1983 untuk menandingi disket 3,5 inchi buatan Sony.
Disket 3 inchi menampung 140KB disetiap sisinya, digunakan komputer British Amstrad; namun format ini juga hilang dan kalah bersaing dengan disket 3,5?.

Sharp Bubble Memory


Bubble memory merupakan media yang ramai digaungkan oleh para analis industri akan menjadi pengganti media cakram magnetik. Namun realitas berkata lain, bubble memory hanya digunakan di beberapa produk komersial.
Satu diantaranya adalah Sharp PC-5000, model awal dari komputer IBM (1983). Komputer tersebut menggunakan Sharp CE-100B Magnetic Bubble Memory catridge sebagai media penyimpanan utama; setiap catridge mampu menyimpan 128KB data.

Apple Twiggy Diskette


Komputer Apple Lisa(1983) menggunakan dua 5,25 inchi disk drive yang terintegrasi. Drive ini menggunakan format “Fileware”, namun banyak yang mengenalnya dengan nama Twiggy. Disket Twiggy berkapasitas 871KB dan terlihat sebagai versi “aneh” dari versi 5,25 disket yang terkenal.
Apple menyadari bahwa disket ini kurang bagus dan mudah rusak, kemudian Apple menghentikan format ini dan menggantinya dengan disket 3,5 inchi dari Sony dengan kapasitas 400KB pada versi Apple Lisa berikutnya (1984)

Sinclair ZX Microdrive


Di tahun 1983, Sinclair Research meluncurkan ZX Microdrive system untuk system komputer mereka ZX Spectrum. ZX microdrive mampu menyimpan 85KB di media sebesar 1,3 inchi.
Microdrive membaca dan menulis data lebih cepat dibandingkan tape drive kaset pada era tersebut, namun format ini juga lebih mudah rusak.

IBM PCjr ROM Cartridge


Biasanya kita akan berasumsi catridge ROM sebagai media penyimpanan tradisional di konsol video game, namun komputer jaman dahulu juga pernah memakainya. Uniknya lagi, Lotus pernah merilis software terkenal mereka Lotus 1-2-3 dalam format IBM PCjr pada tahun 1984. Meskipun media ini cepat untuk mengakses data dan mudah digunakan, catridge ROM dengan cepat kehilangan popularitasnya karena keterbatasan jumlah data yang dapat disimpan dan juga harga manufaktur dari media ini.

2-Inch Floppy Disk


Didesain pertamakali untuk digunakan pada perekam video awal, Fuji LT-1 2 inch floppy format hanya digunakan di komputer dengan model Zenith Minisport laptop (1989). Kapasitas disket ini adalah sebesar 720 KB, dan karena ukurannya yang sangat kecil, ada olok-olok di era tersebut supaya pengguna disarankan untuk menjauhkan hewan peliharaannya karena mungkin dapat tertelan.

Floptical Diskette


Insight Peripherals memperkenalkan floptical drive pada tahun 1992. Media ini mampu menyimpan 21 MB data di disket berukuran 3,5 inchi, dan disket ini juga kompatibel dengan drive 3,5 inchi. Floptical mampu menyimpan data yang lebih besar melalui teknologi hybrid yang disebut “Floppy Optical” yang menggabungkan teknologi disket konvensional dengan pembacaan data melalui laser yang memungkinkan penulisan data lebih akurat, yang memungkinkan lebih banyak track disimpan pada disket.� haxims.blogspot.com

Canon Optical Card


Media penyimpanan ini mampu menyimpan dua megabyte data di optiknya dan setelah memasukkan data didalamnya maka tidak akan pernah bisa diganti (sama seperti CD-R, tapi tidak berputar)
Diuji coba sebagai kartu identifikasi didunia medis pada 1990, tapi kemudian gaungnya hilang tanpa jejak.

Hitachi Micro Hamster

Foto diatas adalah foto resmi dari iklan Hitachi yang menampilkan seekor hamster dan Compact Flash harddisk yang disebut dengan Microdrive.
Pertama kali deperkenalkan tahun 2003, harddisk kecil ini menawarkan ukuran yang besar dengan performa yang mumpuni, ditambah lagi dengan harga per-megabyte yang lebih murah dibanding media flash.
Namun kemudian media flash mengalami kemajuan yang besar dalam hal peninggakan kapasitas, harddisk miniatur ini kemudian kehilangan pasar.

Magneto-Optical Disk


Teknologi Magneto menggunakan laser untuk membaca data pada cakramnya, mirip seperti pada CD-ROM. Tapi tidak seperti CD, kebanyakan cakram MO dapat ditulis ulang karena menggunakan material magnetik spesial digabung dengan teknologi laser.Magneto disk pertama kali dikenal setelah digunakan pada NeXT Computer pada tahun 1988. Bermacam-macam drive MO masih diproduksi sampai saat ini, tapi gaungnya jauh tertinggal dari media konvensional semacam DVD-R.

berbagai sumber

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 307 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: