Arsip

Posts Tagged ‘mampu’

Gemasolar Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia

Gemasolar Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Dunia

Gamasolar merupakan pembangkit listrik tenaga listrik tenaga surya terbesar di dunia berada di Sellvilla, Spanyol. Gamasolar terdiri dari 2600 buah cermin yang tersebar di 180 hektar lahan pedesaan.

 

Gemasolar ini mampu menghasilkan 20 Megawatt yang cukup memenuhi kebutuhan listrik 25.000 rumah selama 24 jam sehari. Gamasolar dibangun dengan biaya 260 pounsterling atau sekitar Rp.338 miliar.

 

Pembangkit tenaga surya ini merupakan perusahaan patungan antara  perusahaan  energy Abu Dhabu Masdar dan Spanyol SENER sehingga gamasolar ini disebut Torresol Energi dengan kontrak dua tahun pembangunan.

 

Gamasolar terdiri dari 2600 buah cermin

 

cermin yang digunakan untuk memantulakan cahaya matahari

 

deretan cermin gamasolar

Gamasolar terdiri dari 2600 buah cermin

 

skema gamasolar menghasilakan energi listrik

Skema gemasolar menghasilakan energi listrik

 

Sinar matahari dipantulkan melalui cermin ke tangki yang berisi air garam. Panas matahari dengan suhu lebih dari 900°C tersebut membuat air garam mendidih dan uap air mengerakkan turbin uap yang menghasilkan energi listrik. Energi yang berlebih disimpan di termal raksasa seperti baterai digunakan pada saat malam hari.

 

Cahaya matahari yang panas dipantulkan oleh cermin ke termal raksasa

 

cermin ditanam melingkar mengelilingi termal raksasa

Cahaya matahari yang panas dipantulkan oleh cermin ke termal raksasa

 

salah satu cermin saat mementulkan cahaya matahari

Salah satu cermin saat mementulkan cahaya matahari

 

Gemasolar dibangun didaerah yang kaya akan matahari atau daerah tropis yang memungkinkan menghasilakan tenaga surya yang maksimal.

 

Gamasolar merupakan konsep yang ramah lingkungan yang mampu mengurangi emisi CO2 sebanyak 30.000 ton pertahun.

 

Sepertinya ini merupakan ide yang cemerlang untuk dibangun juga di daerah Indonesia yang kaya akan sinar matahari mengingat Indonesia mengalami krisis akan BBM beberapa waktu yang akan datang. Semoga…!!

 

(Dari Berbagai Sumber)

Perbedaan 6 Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin

http://absoluterevo.files.wordpress.com/2013/04/anak-kaya-dan-anak-miskin.jpg?w=595

Secara alami apa yang terjadi didunia ini mengikuti hukum alam, yaitu sebab akibat. Kecuali jika ada penetrasi dari luar maka hukum tersebut tidak berlaku. Namun anda harus secara terus menerus memberikan pengaruh dari luar tersebut tanpa henti. Begitu pengaruh dari luar dihilangkan, maka akan kembali mengikuti hukum alam.Begitu pula manusia juga tunduk terhadap hukum alam. Maka apa yang kita tabur, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita lakukan itulah yang akan diterima.Dengan mengikuti hukum tersebut, kita dapat mempelajari , kenapa seseorang menjadi kaya, sementara yang lain miskin. Setelah diamati ternyata ada perbedaan perilaku atau kebiasaan yang menyolok antara orang kaya dan orang miskin. Dan kebiasaan-kebiasaan itulah yang menyebabkan seseoarng menjadi kaya. Dengan demikan jika anda melakukan kebiasaan-kebiasan tersebut maka anda berada pada jalur yang benar menuju keberlimpahan harta.

Setidaknya ada 6 kebiasaan yang dilakukan oleh orang kaya yang tidak dilakukan oleh orang miskin, yaitu

1. Menunda kenikmatan,

Orang kaya mampu menunda menikmati apa yang mereka peroleh untuk mendapatkan yang lebih besar. Kita sering mendengar bagaimana perjuagan orang non pribumi sehingga mereka mampu menguasai perekonomian kita. Ketika mereka masih dibawah mereka cukup makan bubur seadanya walaupun sebenarnya mereka mampu untuk makan yang lebih mewah. Mereka juga rela hidup dirumah yang sempit, meskipun mereka mampu tinggal dirumah yang lebih besar. Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin membangun atau mengembangkan pendapatan yang lebih besar lagi. Mereka ingin menjadi kaya bukan kelihatan kaya.Nanti pada saatnya, baru mereka menikmati apa yang diusahakan selama ini.

Kebiasaan ini berbeda dengan orang pribumi yang kebanyakan miskin. Orang pribumi jika memperoleh penghasilan, bingung ingin segera membelanjakannya. Membeli baju baru, membeli TV yang lebih besar, membeli kendaraan dan lain sebagainya yang sifatnya konsumtip.

Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin segera menikmati apa yang diusahakannya. Atau mereka ingin segera dipandang sebagai orang yang berhasil atau kaya. Namun pada akhirnya kehidupan mereka bukannya terus membaik tetapi sebaliknya justru malah menurun atau mandek. Karena mereka tidak berusaha membangun atau mengembangkan pendapatan dari hasil yang mereka peroleh. Tetapi hasil yang diperoleh habis untuk belanja barang konsumtip untuk memenuhi keiinginannya biar kelihatan kaya.

2. Kerja keras

Orang kaya sanggup dan mampu bekerja keras, karena mereka paham akan hukum alam. Siapa yang menabur akan menuai. Siapa yang menabur banyak akan menuai banyak. Dengan demikian siapa yang kerja keras akan mendapatkan hasil yang banyak.

Sementara orang miskin berpikir sebaliknya. Mereka inginnya kerja sedikit tetapi menedapatkan hasil yang besar. Mereka tidak mau diserahi tanggung jawab yang besar, tetapi mereka ingin gajinya terus naik. Meskipun mereka kerja banting tulang memeras keringat, karena mereka kerja kasar, seperti buruh bangunan atau buruh pabrik, mereka bukan kerja keras, namun sebenarnya mereka adalah pemalas. Mereka malas berpikir, malas mengembangkan kariernya dan malas menerima tanggungjawab yang lebih besar. Akhirnya mereka menerima kariernya mandek. Jika ada orang mempertanyakan tentang sikapnya itu mereka menyalahkan pihak lain.

http://absoluterevo.files.wordpress.com/2013/04/miskinkaya.jpg?w=595

3. Hemat

Orang kaya itu hemat, sementara orang miskin itu boros. Kelihatanya pernyataan kurang tepat. Namun begitulah kebenarannya. Orang dikatakn boros apabila sebagain besar atau seluruh penghasilannya habis dibelanjakan. Jika seseorang mempunyai penghasilan Rp. 1000.000,;perbulan dan semuanya habis dibelanjakan maka dia itu dikatakan boros. Sebaliknya jika seseorang mempunyai penghasilan 10 milyar perbulan lalu mereka membeli BMW seharga 1,5 Milyar, dia tidak dikatakan boros. Walaupun yang dibelanjakan nilainya besar namun pendapatannya jauh lebih besar.

Orang kaya dalam membelanjakan uangnya, selalu dikaitkan dengan segi manfaat dan keuntungan. Semantara orang miskin mementingkan gengsi.

http://nanabalaxs.blogdetik.com/files/2009/06/rizki-ramadansuci-dengan-memberi_1105_l.jpg

4. Tidak mudah merasa puas.

Ada perbedaan antara merasa puas dan bersyukur. Merasa puas terkesan akan mandek dan tidak mau berusaha lagi. Sementara bersyukur, terkesan menerima hasil yang diperoleh dengan senang hati, namun tetap berusaha , bekerja dan berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar lagi.

Kadang pemahaman kita salah, orang kaya itu rakus dan serakah dan orang miskin itu menerima dan mengalah. Apa benar demikian?

5. Menghargai uang sekecil apapun.

Sepintas kebiasaan yang kelima ini sama dengan hemat atau kebiasaan ketiga. Tetapi sebenarnya berbeda. Perbedaannya adalah hemat berkaitan dengan pengeluaran uang sedangkan menghargai uang sekecil apapun, berkaiatan dengan pendapatan.

Orang miskin perpendapat buat apa uang satu rupiah atau dua rupiah, bikin capek saja. Namun orang kaya berpendapat, jika uang seperak dikalikan 1 juta maka akan jadi besar. Atau uang Rp 9999 tidak dikatakan Rp 10.000, walau kurang 1 rupiah saja.

6. Tidak malu, kerja apapun akan dikerjakan tidak pilih-pilih

Orang kaya tidak mengenal malu mengerjakan sesuatu jika itu baik, halal dan mengahasilkan. Namun orang miskin, pilih-pilh dan mengutamakan gengsi. Karena itu kebanyakan orang miskin itu bekerja. Mereka pikir bekerja itu lebih terhormat apalagi jika memiliki jabatan. Saya mempunyai teman seorang mantan direktur suatu perusahaan. Karena perusahaannya bangkrut maka terkena PHK. Karena usianya sudah cukup berumur maka dia mengalami kesulitan mencari kerja ditempat lain. Akhirnya memutuskan untuk usaha sendiri. Walaupun usahanya cukup lumayan, tetapi dia tidak merasa puas, apalagi jika ditanya anaknya. “ Bapak ini kerja apa sih dan jabatanya apasih. Kok dirumah terus.” Hatinya terasa teriris-iris.

sumber :

Gagahnya Mercedes-Benz G63 AMG Versi 6×6, sang MOBIL JEEP beroda 6 + VIDEO

Melalui 6 ban dengan ukuran 37 inchi yang dimilikinya,  sepertinya tidak ada jalanan yang tidak bisa dilalui oleh mobil sangar yang memiliki nama lengkap Mercedes-Benz 6×6 G63 AMG ini.
Sangar! merupakan sebutan yang pas untuk mengungkapkan kekaguman terhadap mobil yang satu ini. Dapurpacunya dibekali dengan jantung biturbo V8 berkapasitas 5.5 liter yang mampu memproduksi power hingga 544 bhp. Total tenaga tersebut disalurkan menuju roda-rodanya secara bersamaan melalui gearbox 7-kecepatan.
Mercedes-Benz 6x6 G63 AMG
Namun, tampilan luar berbanding terbalik dengan apa yang terdapat dalam interiornya. G63 AMG 6×6 ternyata tetaplah sebuah Mercedes yang selalu menghadirkan kemewahan nan elegan pada setiap mobil yang diprodukasinya. Interiornya dilengkapi dengan balutan bahan kulit berkualitas, mulai dari bagian bawah, kursi-kursinya hingga ke bagian atap. Hingga saat ini dikabarkan baru 2 unit yang telah dibangun oleh Mercedes dan belum ada keterangan mengenai berapa harga mobil ini bakal dilepas jika memang akan diproduksi secara massal.
Mercedes-Benz 6x6 G63 AMG

PENAMPAKAN mobil sport TERBARU dari Lamborghini (Lamborghini Veneno)

undefined

undefined

Sebelumnya Lamborghini berjanji akan merilis satu mobil hebat sebagai kado ulang tahun mereka yang ke-50. Mobil itu akhirnya muncul dan sanggup membuat orang geleng-geleng kepala dibuatnya. Bagaimana tidak mobil sport yang dinamai Veneno ini hanya tersedia 3 unit saja dan itu semuanya sudah laku terjual bahkan sebelum mobil itu dirilis di Geneva Motor Show.
 

Dalam perhelatan Geneva Motor Show, Lamborghini meluncurkan mobil barunya Lamborghini Veneno dengan harga yang luar biasa mahal, senilai $3.9 juta atau Rp 37,8 miliar. 


Secara desain, Veneno tampak sangat futuristis dan aerodinamis. Dengan desain yang lancip, sekilas mobil ini mirip Mach 5 dari seri kartun Speed Racer. Benar-benar mirip mobil konsep tetap mobil ini bisa dijual dan digunakan. Itupun jika anda sanggup menebus harganya yang mahal.

Hanya ada tiga buah mobil ini yang diproduksi, dan ketiganya sudah dipesan. Oleh karena ini mobil Italia, maka tidak mengherankan tiga mobil yang dijual berwarna hijau, putih, dan merah, seperti bendera Italia.

Tetapi, tidak banyak informasi mengenai kemampuan mobil ini, kecuali mesin V12 dengan 750 tenaga kuda yang mampu mencapai kecepatan maksimum  221 mil per jam ( 355 km/jam).

Penulis: Faisal Maliki Baskoro/FMB

undefined

undefined

undefined

undefined

sumber

Danau Terunik dan Indah di Dunia

http://www.didunia.net/
Danau Terunik dan Indah di Dunia

Faroe – Pemandangan yang tak biasa ada di Kepulauan Faroe, Denmark. Bayangkan saja, di sini terdapat sebuah danau yang berada di atas danau lainnya. Kok bisa, ya?

Jika traveling ke Denmark, coba sempatkan untuk mampir ke Faroe. Ya, kepulauan ini adalah salah satu tempat cantik di dunia yang juga dikenal dengan pemandangannya yang mirip suatu tempat di negeri dongeng. Pulau ini berada di antara Islandia dan Norwegia. Sekelilingnya adalah perairan Samudera Atlantik.

Di kepulauan tersebut, ada Pulau Vagar yang punya danau unik. Namanya Leitisvatn, ini adalah danau terbesar di Kepulauan Faroe. Dari Amusing Planet, luas danau ini sekitar 3,4 km persegi.

Yang membuat danau ini unik tentu karena pemandangannya. Jika dilihat sepintas, danau ini seperti memiliki dua susun permukaan air. Satu permukaan ada di bawah dengan ukuran yang cukup luas dan satu lagi di atasnya dengan ukuran yang lebih kecil. Terdengar agak mustahil memang, tapi itulah yang bisa Anda saksikan di sini.

Namun ternyata, hal itu hanyalah ilusi belaka. Pemandangan alam yang terlalu cantik di Danau Leitisvatn memang selalu mampu menghipnotis tiap pengunjungnya. Sekilas memang danau ini seperti dua tingkat, tapi jika dilihat secara seksama sebetulnya tidak.

Danau yang berada hanya 30 mdpl ini memang terbelah dengan sebuah bukit. Jika Anda melihat dari posisi yang lebih tinggi, danau ini terlihat seperti memiliki dua tingkat. Ini karena bentuk bukit yang tingginya sekitar 100 meter tersebut agak tegak.

Keunikan ini mampu membuat Danau Leitisvatn menjadi sangat terkenal. Banyak wisatawan yang penasaran dengan foto-foto danau cantik ini yang sudah terlebih dahulu tersebar di internet. Kebanyakan dari mereka ingin datang untuk membuktikan sendiri pemandangan yang ada di sana.

Seiring tenarnya Danau Leitisvatn, muncul konflik di antara penduduk desa setempat, karena nama danau diambil dari satu nama desa saja. Padahal danau ini masuk juga ke dalam kawasan desa yang lainnya. Walaupun begitu, nama Danau Leitisvatn sudah terlanjur terkenal. Namun, untuk saling menghormatinya, penduduk setempat sepakat untuk menyebutnya dengan nama Vatni yang berarti danau.

Berikut kumpulan fotonya :

Danau benar-benar terlihat seperti bertingkat


Pemandangan terlihat dari ketinggian


Jika Anda menganggao ini danau bertingkat, berarti Anda salah

http://www.didunia.net/

Perspektif Alternatif oleh Randy Slavin

perspektif alternatif randy slavin 2Foto-foto panorama menyerupai bola ini merupakan hasil karya fotografer sekaligus pembuat film, Randy Scott Slavin. Seri foto panorama  360° ini dinamakannya “Alternative Perspective”. Untuk membuat satu foto, Slavin membutuhkan ratusan gambar yang digabung menjadi satu foto. Lingkaran sirkular pada foto-fotonya mampu memberikan sudut pandang yang unik.

 

Ide untuk membuat foto panorama dengan lingkaran sirkular muncul dari gambar-gambar yang dihasilkan oleh kaleidoskop. Teknik fotografi ia kembangkan sendiri dengan berbagai eksperimen. Hasilnya, seri foto Alternative Perspective hasil karyanya mampu memberikan kesan yang unik, provokatif sekaligus indah.

Randy Slavin Website

 

perspektif alternatif randy slavin perspektif alternatif randy slavin 3 perspektif alternatif randy slavin 4 perspektif alternatif randy slavin 5 perspektif alternatif randy slavin 6 perspektif alternatif randy slavin 7 perspektif alternatif randy slavin 8 perspektif alternatif randy slavin 9 perspektif alternatif randy slavin 10 perspektif alternatif randy slavin 11

Via: Telegraph

sumber

Passport, Tiket Menuju Dunia

4 Februari 2013 1 komentar
Passport, tiket menuju dunia
Ini merupakan artikel yang ditulis oleh dosen UI, Artikel ini memotivasi mahasiswa untuk pergi keluar negeri. So siakan dibaca…

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport.* Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan.* Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport.* Setiap mahasiswa* harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril.* Dua minggu kemudian,* mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.

Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini?* Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu.** Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam.* Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.
“Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?”
Saya katakan saya tidak tahu.* Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint.* Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.

Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan.* Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang.* Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri.* Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju.* Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.

Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu* tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring.* Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.

Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian.* Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar.* Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara.* Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi.* Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.

The Next Convergence
Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan,* dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri.* dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat.* Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.

Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun.* Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia.* Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching.* Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini.* Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.

Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya.* Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi.* Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani.* Saat anak-anak Indonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri.* Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya.* Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan.* Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.

Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak.* Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan.* Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.
Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh.* Rasa percaya diri mereka bangkit.* Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.

Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport.* Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri.* Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat.* Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.

Rhenald Kasali

Guru Besar Universitas Indonesia

Sadis, IPhone 5 Selundupan Senilai Total US$ 36.500 Dimusnahkan Dengan Buldozer (Photo+Video)

 

Seorang pria warga negara China ditangkap di Moskow oleh pihak pabean dan kepolisian Moskow karena berniat menyelundupkan iPhone 5 senilai total lebih dari US$ 36.500 apabila semua iPhone tersebut adalah asli.

 

Pria ini ditangkap karena pihak yang berwenang merasa curiga dengan kardus besar yang dibawanya. Setelah disita dan dibuka paksa, ternyata isinya adalah iPhone palsu. iPhone tersebut secara kasat mata teramat sangat mirip dengan aslinya!

 

Semua iPhone 5 ini adalah barang palsu

 

Oleh pihak pengadilan setempat ia hanya dikenakan denda sebesar US$ 65. Terhitung sangat ringan, tapi yang pastinya mampu membuat siapapun melongo adalah pengadilan memerintahkan agar semua iPhone 5 tersebut dimusnahkan.

 

 

 

Di Russia, tidak ada ampun dan toleransi bagi barang selundupan. Tanpa kecuali!

 

Bagaimana cara memusnahkan gadget-gadget yang menjadi dambaan semua penggila teknologi tersebut? Tidak tanggung-tanggung, semua iPhone 5 yang masih di dalam box-nya tersebut dilindas dengan buldoser pada 18 Januari 2013 kemarin.

sumber

Adolfo Farsari, Pria Dibalik Foto-Foto Jepang Tempo Dulu

9 Januari 2013 1 komentar

adolfo farsari japan photo 1

Pada tahun 1880, pada saat sebagian besar orang-orang Eropa tidak diberikan akses untuk mengambil gambar di dalam rumah-rumah Jepang, seorang fotografer Italia berhasil menangkap banyak gambar Jepang di masa lalu. Sebagian Foto-foto Farsari diwarnai dengan menggunakan tangan yang menampilkan gambaran indah tentang Jepang di masa lalu.

 

adolfo farsari japan photo 2Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 3Photograph via Styeb on Flickr

Meskipun sebagian besar foto-foto Farsari adalah orang-orang Jepang yang sedang berpose, mereka mampu memberikan pemahaman yang berharga tentang nilai-nilai kearifan lokal Jepang melalui pakaian yang mereka kenakan. Berbasis di kota Yokohama, Farsari memiliki perjalanan yang cukup unik. Ia pertama kali memulai karirnya sebagai seorang tentara dan bertugas di Angkatan Darat pasukan Union pada saat perang saudara Amerika. Mungkin foto prajurit Jepang dengan pakaian armor menceminkan minat Farsari di militer.

 

adolfo farsari japan photo 4Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 5Photograph via Styeb on Flickr

Farsari merupakan fotografer komersial, gaya dan komposisi pada foto-fotonya dirancang untuk dijual kembali kepada turis-turis asing yang datang ke Jepang. Foto-foto landscape nya mampu menggambarkan romantisme dan keindahan Jepang yang banyak diminati pada saat itu. Foto-foto Farsari beberapa menggambarkan tentang  ide-idenya mengenai kesetaraan. Perempuan digambarkan dalam posisi yang sama dengan pria dan tidak berada dalam posisi tunduk.

 

adolfo farsari japan photo 6Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 7Photograph via Styeb on Flickr

Pada tahun 1885 ia mengajak seorang Jepang Tamamura Kozaburo untuk mendirikan sebuah studio foto. Bersama-sama keduanya membeli sebuah studio yang ada saat itu, Japan Photographic Association. Namun dalam beberapa tahun ke depan terjadi perselisihan diantara mereka dan memutuskan untuk bersaing satu sama lain.

 

adolfo farsari japan photo 8Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 9Photograph via Styeb on Flickr

Kamera yang digunakan Farsari tidak memiliki kecepatan rana tinggi seperti pada kamera saat ini. Terkadang beberapa foto-fotonya tampak kabur. Hal ini dapat dipahami betapa sulitnya mengambil gambar dengan menggunakan kamera yang ada pada saat itu. Pada tahun 1886 Farsari dan Tong Cheong (fotografer dari China) adalah fotografer komersial non Jepang yang bekerja di negara tersebut. Pada tahun 1887, Farsari adalah fotografer komersial non Jepang satu-satunya.

 

adolfo farsari japan photo 10Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 11Photograph via Styeb on Flickr

Selama bertahun-tahun foto-fotonya tersebar secara luas melalui berbagai media – sebagian besar adalah buku, majalah dan panduan wisata. Salah satu fotonya, serang perempuan yang sedang duduk diatas kendaraan menyerupai becak, namun ditarik oleh manusia menjadi terkenal dan diproduksi ulang di seluruh dunia dalam bentuk patung dan lukisan.

 

adolfo farsari japan photo 12Photograph via Wikimedia Commons

 

adolfo farsari japan photo 13Photograph via Wikimedia Commons

Beberapa foto-fotonya menjadi inspirasi bagi para seniman. Seperti foto pemandangan Shijo-dori, Kyoto diatas. Gambar ini diambil pada tahun 1886 dan telah menjadi inspirasi bagi pelukis Perancis Jules Dumoulin pada tahun 1888, dengan menambahkan beberapa sentuhan.

 

adolfo farsari japan photo 14Photograph via Steyeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 15Photograph via Styeb on Flickr

Reputasi Farsari pada saat itu bisa dikatakan tidak tertandingi. Pada tahun 1886, beberapa negatif film-filmnya sempat terbakar oleh api misterius. Kemudian Farsari memulai tur nya selama setengah tahun, berkeliling Jepang dan mengumpulkan kembali stok foto serta membuka kembali studionya. Pada saat ia meninggalkan Jepang di tahun 1890, ia telah mengumpulkan lebih dari seribu foto.

 

adolfo farsari japan photo 16Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 17Photograph via Styeb on Flickr

Mengapa Farsari menjadi sangat istimewa? Salah satunya telah dipaparkan dalam tulisan diatas, ia adalah satu-satunya fotografer asing komersil di Jepang. Apa yang membuatnya sangat menonjol adalah standar teknis yang tinggi pada saat itu. Bahkan teknik fotografinya telah mempengaruhi perkembangan dunia fotografi sebagai salah satu bentuk seni di Jepang.

 

adolfo farsari japan photo 18Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 19Photograph via Wikimedia Commons

 

adolfo farsari japan photo 20Photograph via Styeb on Flickr

Meskipun foto-fotonya dapat dibeli secara terpisah, Farsari menyadari bahwa uang sesungguhnya datang dari pembuatan album foto. Ia mulai mencetak foto-fotonya (hitam putih) dan kemudian diwarnai dengan tangan oleh seniman-seniman lokal Jepang. Foto-foto tersebut kemudian dipasang dalam sebuah album dengan dekorasi dari daun dan dijual dengan harga yang tinggi kepada kolektor foto.

 

adolfo farsari japan photo 21Photograph via Styeb on Flickr

Farsari banyak menjual foto-fotonya kepada turis-turis Eropa dan Amerika dan beberapa orang asing yang sedang berada di Jepang. Foto-foto Farsari berharga sangat mahal dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membelinya. Pada tahun 1889 Farsari memutuskan untuk meninggalkan Jepang dan kembali ke Italia dan mendapatkan kembali status kewarganegaraannya (ia telah melepaskan status kewarganegaraanya ketika memutuskan pergi ke Amerika untuk berperang di perang sipil)

 

adolfo farsari japan photo 22Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 23Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 24Photograph via Styeb on Flickr

 

adolfo farsari japan photo 1Photograph via Styeb on Flickr

Studio foto yang telah ia tinggalkan tetap berjalan, meskipun tanpa Farsari. Manajer Studio pada saat itu, Tookura Tsunetaro mengambil alih bisnis. Beberapa catatan menunjukkan bisnis foto berjalan hingga tahun 1917. Pada tahun 1923, terjadilah gempa dahsyat yang menghancurkan sebagian besar kota Yokohama termasuk studio yang telah dirintis oleh Farsari. Meskipun demikian, foto-foto Farsari telah menjadi bukti eksistensinya dan ia akan selalu dikenal sebagai Pria Dibalik Foto-Foto Jepang Tempo Dulu.

sumber

Perahu-Perahu Kertas Penuh Warna di Sepanjang Canary Wharf, London

kapal kertas di london 8

Melihat perahu-perahu kertas dengan lampu penuh warna ini mengingatkan kembali pada masa kanak-kanak. Sebuah konsep sederhana yang datang dari Claudio Benghi dan Gloria Ronchi mengajak orang-orang yang melintasi daerah London Canary Wharf untuk berimajinasi sejenak dan berbagi pengalaman melalui perahu-perahu kertas yang mereka buat.

Claudio Benghi merupakan seorang arsitek dan seniman, sedangkan Gloria Ronchi adalah seniman yang sering menggunakan media cahaya dalam karya-karyanya. Kolaborasi diantara mereka dikenal dengan nama Aether & Hemera.

Perahu-perahu kertas mungil ini diterangi oleh lampu LED, cahaya-cahaya yang terpancar mampu menciptakan suasana yang hangat di tengah kesibukan pusat bisnis London Canary Wharf. Instalasi seni ini mampu memberikan warna lain di kota dan mengajak orang-orang yang lewat untuk mengenang sejenak masa-masa kanak-kanak mereka.

 

kapal kertas di london kapal kertas di london 2 kapal kertas di london 3 kapal kertas di london 4 kapal kertas di london 5 kapal kertas di london 6 kapal kertas di london 7 kapal kertas di london 8 kapal kertas di london 8 kapal kertas di london 8

 

Via: 123 Inspiration

sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 274 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: