Arsip

Posts Tagged ‘kebun binatang’

Kegilaan Di Dubai Yang Tidak Ditemui Di Negara Lain

14 September 2013 1 komentar
Kegilaan Di Dubai Yang Tidak Ditemui Di Negara Lain

Kota Dubai, di Uni Emirat Arab belakangan ini menjadi pusat pertumbuhan, peradaban baru dan modernitas di Timur Tengah dengan perkembangan yang pesat.

 

Berkunjung ke Dubai, kita akan merasa tidak sedang berada di Timur Tengah karena keadaan disana sangat jauh dari kesan negara-negara Arab. Banyak pemandangan menakjubkan yang aneh, luar biasa dan membuat terpana. Seperti contohnya:

 

Kegilaan Di Dubai

Siapa bilang di Dubai tidak ada Kebun Binatang? Hewan-hewan langka yang dilindungi hidup disana

 

Kegilaan Di Dubai

Unta pun tidak mau kalah level dengan Mercedes-Benz dan mobil mewah lain

 

Kegilaan Di Dubai

Hanya ada di Dubai: Binatang buas seperti Harimau dipelihara secara bebas dan diajak jalan-jalan.

 

Fast and Furious Di Dubai?

Nampaknya, Dominic Toretto di Fast and Furious kalah dengan pembalap jalanan di Dubai ini

 

Mobil Mewah Yang Luar Biasa Di Dubai

Supercar unik yang tidak terindentifikasi jenisnya ini mengebut pada tengah malam di Dubai. Edan!

 

Segala keanehan dan hal luar biasa memang ada di Dubai. Hal ini membuat Dubai selalu menjadi obyek keirian negara-negara di sekitarnya yang menganggap kehidupan Dubai sudah tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai budaya Arab.

(dari berbagai sumber)

10 Hukuman Mati Paling Sadis

Pada jaman dahulu hukuman mati adalah hal yang biasa.
Bahkan terkadang untuk sebuah pelanggaran sepele hukum mati adalah akibatnya. Beruntung kini kita telah hidup di jaman yang jauh lebih modern. Meskipun hukuman ini masih banyak diterapkan di berbagai negara, tetapi intentitas menghukum mati lebih didasarkan pada kejahatan yang benar-benar kelas kakap.
Di Indonesia sendiri masih memberlakukan metode tersebut. Terakhir negara ini menghukum mati Amrozi cs yang menjadi tersangka teror Bom Bali tahun 2005 silam. Sekawanan teroris ini mati ditembak. Beberapa penembak mengarahkan sasaran tepat di dada kiri target. Akan tetapi hanya satu senjata yang berisi peluru dan tak seorang penembak pun yang tahu senapan mana yang terisi peluru.
Masih banyak metode-metode lain yang digunakan untuk menghukum mati seseorang. Diantaranya telah ditinggalkan dan masih ada juga yang tetap digunakan hingga sekarang. Penasaran dengan beberapa eksekusi di belahan dunia? Simak ulasan berikut!
1. Guillotine
Guillotine
Sepertinya metode eksekusi yang satu ini adalah yang paling populer di kalangan masyarakat. Model hukuman ini biasa digunakan oleh para pesulap dalam beraksi. Para pesulap selalu berhasil melepaskan diri dari jeratan kayu yang melingkari lehernya. Walhasil kepala mereka aman dan tidak terpenggal.
Eksekusi ini pertama kali diperkenalkan di negara Prancis. Lebih tepatnya pada saat revolusi Prancis sedang berlangsung.
2. Snake Pit
Snake Pit
Terkadang melihat seekor ular di kebun binatang saja sudah ngeri, bagaimana jika kemudian harus mati dihabisi oleh ribuan ular. Hal yang sangat naas. Namun mati di tengah para ular adalah salah satu metode hukuman mati. Ini adalah metode paling tua yang digunakan. Caranya pun cukup mudah. Hanya membutuhkan sebuah lubang dan ribuan ular. Lalu cemplungkan saja tersangka ke dalamnya. Ular-ular algojo siap untuk menyantapnya.
3. The Spanish Tickler
The Spanish Tickler
Alat ini digunakan untuk merobek kulit korban. Senjata yang terlihat seperti cakar unggas ini bisa merobek apa pun, termasuk otot dan tulang. Korban diikat telanjang, kadang-kadang di depan umum, dan kemudian para penyiksa mulai menyiksa mereka. Biasanya dimulai dari tungkai ke dalam, leher dan wajah selalu disimpan untuk terakhir.
4. Necklacing
Necklacing
Melihat alat dasar untuk melakukan eksekusi ini memang tidak terlalu menyeramkan. Alat dasarnya hanyalah sebuah ban. Eits, tunggu dulu. Setelah tau cara pakai alat ini dipastikan bulu kudukmu juga merinding. Necklacing terdiri dari karet ban, diisi dengan bensin. Setelah itu ban dipaksa muat di sekitar dada dan lengan terdakwa. Langkah selanjutnya adalah dibakar. Pada dasarnya Necklacing menyebabkan tubuh akan meleleh karena terbakar. Hukuman ini umum dipraktikkan di Afrika Selatan.
5. The Five Pains
The Five Pains
Metode eksekusi ini adalah mutilasi. Terdakwa akan dipotong satu persatu bagian tubuhnya. Dimulai dengan hidung korban yang dipotong, lalu satu tangan dan satu kaki. Akhirnya, korban dikebiri dan terbelah dua di pinggang. Metode hukuman ini ditemukan oleh Li Si, seorang perdana menteri Cina. Namun akhirnya dia mati dengan cara yang telah ditemukannya.
6. Colombian Necktie
Colombian Necktie
Sewaktu zaman La Violencia, sebuah periode sejarah Kolombia penuh dengan pembunuhan. Eksekusi ini adalah yang paling sering digunakan. Hal ini digunakan terutama untuk mengintimidasi orang lain yang menemukan fakta. Mula-mula tenggorokan korban disayat. Para algojo melakukannya dengan begitu perlahan. Lidah mereka akan ditarik melalui luka yang terbuka. Metode ini adalah salah satu yang paling sadis.
7. Cement Shoes
Cement Shoes
Cara ini diperkenalkan oleh mafia Amerika. Metode cement shoes menempatkan kaki korban dalam blok dan kemudian mengisinya dengan semen basah dan kemudian melemparkan kepadanya ke dalam air. Bentuk eksekusi seperti ini masih dipakai hingga sekarang.
8. Crucifixion
Crucifixion
Ini juga salah satu metode yang paling banyak dikenal. Orang Indonesia menyebutnya dengan salib. Yesus Kristus mati dengan cara tersebut. Eksekusi ini adalah sebagai pengabdian Yesus terhadap umatnya. Penyaliban dilakukan dengan cara memaku tangan dan kaki pada sebuah kayu. Kemudian kayu tersebut ditaruh berdiri. Korban kemudian dibiarkan menggantung di sana sampai mati. Proses kematian tersebut biasanya sampai berhari hari.
9. Hanged, Drawn, and Quartered
Hanged, Drawn, and Quartered
Hukuman untuk pengkhianatan tingkat tinggi di Inggris. Eksekusi ini lumrah terjadi di abad pertengahan. Meskipun telah dihapuskan pada tahun 1814, eksekusi ini bertanggung jawab atas ratusan, bahkan ribuan kematian. Prosesnya adalah sebagai berikut. Pertama, korban diseret pada bingkai kayu yang disebut rintangan ke tempat eksekusi. Kedua, korban digantung sebentar saja untuk membuat terdakwa sekarat. Ketiga, pengebirian terjadi, di mana setelah itu, isi perut dan alat kelamin dibakar di depan korban. Akhirnya, tubuh terbagi menjadi empat bagian yang terpisah dan kepalanya dipenggal.
10. Buried Alive
Buried Alive
Jenis eksekusi ini juga biasa disebut Vivisepulture. Metode ini adalah mengubur orang hidup-hidup. Sampai sekarang cara membunuh orang tersebut masih digunakan di beberapa negara. Korban biasanya diikat dan kemudian ditempatkan dalam sebuah lubang dan dikubur. Dulu pernah ada peristiwa Pembantaian Nanjing selama Perang Dunia II, ketika tentara Jepang mengubur warga sipil Cina hidup-hidup dalam lubang yang sekarang disebut ‘Ten Thousand Corpse Ditch’.

Like Father Like Son, Robert Irwin Penerus Sang Ayah Steve ‘Crocodile Hunter’ Irwin.

3 Desember 2012 2 komentar
Loading image...

 

 

Jika ayahnya bisa melihatnya sekarang, ia pasti akan bangga. Putra Crocodile Hunter Steve Irwin, delapan tahun Robert Irwin, telah mengambil alih para buaya di ‘Crocoseum’ di Australia Zoo di Beerwah, Queensland.

 

• Robert Muda tampak mirip sekali dengan ayahnya, Crocodile Hunter, Steve Irwin

 

• The berusia delapan tahun tampaknya memiliki sentuhan alami ketika datang ke makhluk favorit ayahnya

 

• Irwin muda mengambil alih buaya bayi dengan segenap kekuatan ayahnya

 

Pada saat gambar yang menimbulkan kontroversi di seluruh dunia dari orang-orang yang terkejut melihat bahwa bayi mungil telah diletakan dekat dengan binatang berbahaya tersebut.

Tapi tampaknya Robert muda telah tumbuh di sekitar makhluk predator tersebut, ia telah mengembangkan sedikit rasa takut bagi buaya-buaya liar tersebut.

 

 

• Robert (kiri) ia adalah seorang bayi yang dalam pelukan ayahnya

 

• Robert muda dibantu oleh pekerja di kebun binatang

 

• Anak itu tampaknya nyaman ketika menangani makhluk buas tersebut

 

• Gambar ini menyebabkan beberapa kritik. Irwin dikritik karena memegang bayinya begitu dekat dengan makhluk berbahaya

 

Steve tewas pada bulan September 2006 setelah mendapatkan disengat ikan pari ketika syuting di Great Barrier Reef Australia.

 

undefined

• Robert telah jelas mewarisi energi yang terkenal tangguh dari ayahnya

sumber

Harimau vs Singa, Siapa yang Menang?

Tiger vs Lion

Menurut catatan pada zaman Romawi kuno, saat dimana harimau vs singa sering diadu dalam sebuah pertunjukkan, ternyata harimau-lah yang paling sering menjadi pemenang.

Craig Saffoe, seorang ahli biologi dari kebun binatang Smithsonian Zoo di Washington, D.C., mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi karena harimau memiliki insting membunuh yang lebih besar daripada singa.

Singa terbiasa untuk berburu secara berkelompok, bahkan pada singa jantan sekalipun. Singa juga cenderung untuk tidak langsung membunuh mangsanya. Rupanya sifat “sosial” ini lah yang menjadi kelemahan bagi singa.

Singkat kata, harimau lebih sering memenangkan pertarungan karena harimau lebih beringas daripada singa.

Via: Yahoo!    

sumber

Mengemis Boleh Saja, Asal di Kerangkeng ya…

26 September 2012 1 komentar
Sebuah Festival Organisers (FO) di China baru saja membuat terobosan baru untuk mengendalikan keberadaan pengemis di sebuah acara keagamaan.

FO tersebut membuat sebuah kerangkeng khusus layaknya penjara sebagai tempat para pengemis berkumpul. Kerangkeng itu membuat ribuan turis yang mengunjungi festival di kuil besar di Nanchang, provinsi Jiangxi ini lebih nyaman.

Tetapi dibalik peraturan tersebut ada sebagian pengemis yang protes karena mereka dianggap seperti hewan yang terkurung di kebun binatang. Karena mereka hanya terkurung dan mengharapkan bantuan.

Spoiler:
Spoiler:

Salah satu juru bicara dari FO mengatakan bahwa, “Untuk tahun ini kami tidak akan mengizinkan pengemis berkeliaran dan mengganggu kenyamanan para turis, oleh karena itu kami membuatkan tempat khusus untuk mereka.”

“Kami membuat para pengemis tetap nyaman karena kerangkeng itu kami berikan tenda dan mereka hanya menunggu sedekah dari pengunjung saja.”

“Mereka dapat meninggalkan tempat itu kapan saja, tetapi mereka tetap tak akan kami ijinkan untuk masuk kedalam festival keagamaan tersebut.”

Hwaaa.. tertib sih tertib, tapi nampaknya ada kesan tidak manusiawi ya.. terlihat sekali diskriminasi yang panitia FO lakukan kepada para pengemis itu.. Kasihan..

sumber

Operasi Mata Pada Gajah Asia Penderita Katarak

23 September 2012 1 komentar

Ini adalah sebuah upaya ynag luar biasa untuk menyelamatkan gajah buta karena katarak bernama Duchess. Binatang bergading besar ini menderita katarak cukup lama akhirnya gajah inipun dapat terselamatkan dari kebutaan. Gajah Asia ini berusia 43 tahun dan hanya memiliki mata sebelah kiri dan hanya mampu membedakan antara gelap dan terang saja. Namun berkat kepiawaian dokter ahli bedah hewan di Kebun Binatang Paignton, Devon, akhirnya dia dapat melihat kembali dengan jelas.

Penanganan atas binatang besar ini dipegang oleh dokter hewan David Burton dan Jo Jago selama tiga jam, sementara itu untuk operasi rumitnya dilakukan oleh konsultan opthamologist Jim Carter dan Asistennya John Lewis. Setelah selesai dilakukan operasi Duches terbangun dari biusnya dan terlihat baik-baik saja dan menggosok matanya yang sebelah kiri dengan lembut menggunakan belalainya.

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

Jika harimau dan singa bertarung, siapa yg menang

Spoiler for MACAN SINGA:
Spoiler for MACAN SINGA:
Spoiler for HARIMAU VS SINGA:
Pertarungan antara dua kucing besar, harimau dan singa, sudah terjadi lebih sering dari yang Anda bayangkan. Pada zaman Romawi, Colosseum sering mempertunjukkan pertarungan antara singa Afrika dan harimau Asia untuk menghibur penonton.

Beberapa pertarungan juga pernah diadakan di awal abad 20, dan pada beberapa kali di zaman modern pertarungan antarspesies yang tidak disengaja di kebun binatang berakhir dengan pemandangan berdarah — yang dipastikan akan membuat anak-anak trauma seumur hidup.

Tetapi, bagaimana sebenarnya hasil dari pertarungan antara singa dengan harimau?

Pernyataan tidak resmi dari catatan sejarah menunjukkan, harimau kebanyakan menang di pertarungan pada zaman Romawi kuno, dan di pertarungan pada zaman sekarang juga seperti itu, meski tidak selalu.

Singa dan harimau memiliki kelebihan masing-masing, dan “hasil dari sebuah pertarungan bergantung penuh pada individu hewan: pengalamannya, gaya bertarung dan fisiologi,” kata Craig Saffoe, seorang ahli biologi di kebun binatang Smithsonian Zoo di Washington, D.C.

“Tetapi jika aku diminta bertaruh, aku akan bertaruh untuk harimau,” kata Craig kepada Life’s Little Mysteries.

Pertama, walaupun harimau jenis tertentu lebih besar dari singa mana pun, kedua spesies itu biasanya hampir sama besar. Meski ukurannya bervariasi, Craig mengatakan bahwa rata-rata singa jantan Afrika dewasa dan harimau jantan Bengal dewasa memiliki berat sekitar 400 sampai 420 pounds (180-190 kg).

Surai (bulu tengkuk) singa memberikan keuntungan fisik. Menurut Craig, baju zirah alami tersebut melindungi leher mereka. Singa jantan memang dirancang untuk bertarung. “Singa lebih bersifat sosial daripada harimau, jadi ketika beranjak dewasa, singa akan lebih banyak bermain ala pertarungan karena mereka berlatih untuk menjadi singa dominan, sementara harimau dapat melewati sepanjang hidupnya tanpa mengalami satu pertarungan pun,” katanya.

Walaupun pengalaman bertarung akan membuat singa tua lebih tangguh, namun sifat sosial tersebut juga merupakan kelemahan terbesarnya ketika bertarung dengan harimau.

Menurut Lion Research Center di University of Minnesota, kumpulan dari tiga singa jantan biasanya bertarung sebagai kelompok ketika ada yang mengganggu wilayah mereka, sementara harimau selalu melakukannya sendiri. Perbedaan itu memengaruhi insting dari kedua spesies kucing besar tersebut.

“Apa yang saya lihat dari harimau adalah mereka lebih agresif, mereka langsung mengincar leher, mereka langsung berniat membunuh,” kata Craig. “Sementara singa lebih seperti, ‘Aku ingin memukulmu dan sedikit bermain denganmu.’ Singa mungkin sempat sedikit bermain-main karena mereka memiliki singa lain yang menjaganya.”

“Sementara harimau tidak bisa seperti itu. Mungkin mereka dikondisikan melalui evolusi untuk tidak bergantung kepada pertolongan siapapun dan selalu ingin membunuh dengan cepat.”

Kesadisan itulah yang memberikan harimau kelebihan.

Sebelum kita mengambil kesimpulan, ada baiknya kita memasukkan kucing besar lainnya ke dalam arena. Bagaimana peluang jaguar Amerika melawan singa atau harimau? Bagaimana dengan macan tutul atau cheetah?

Menurut Craig, peringkat dari para kucing besar adalah sebagai berikut: Di peringkat teratas ada harimau, singa, dan jaguar, dan setelah mereka dari yang paling atas adalah macan tutul, cougar, macan tutul salju, dan cheetah. “Pertarungan yang paling menarik mungkin antara harimau Bengal berukuran besar dengan jaguar jantan berukuran besar, karena kedua hewan tersebut memiliki temperamen, kecepatan, ukuran, dan kekuatan yang hampir sama,” kata Craig.

Macan tutul adalah kuda hitamnya. “Jangan meremehkan macan tutul. Mereka kecil tetapi sangat kuat dan petarung yang ulung,” kata Craig. “Siapa yang tahu, seekor macan tutul mungkin bisa berubah menjadi mesin pembunuh dan menumbangkan singa atau harimau.”

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 307 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: