Arsip

Posts Tagged ‘kayu’

Desa Tradisional Takpala, Contoh Kesetiaan Terhadap Alam dan Tradisi

Kampung Takpala Alor 4

Desa Takpala adalah sebuah kampung tradisional yang terletak di atas sebuah bukit namun sekaligus tidak begitu jauh dari pesisir pantai. Desa Takpala berada di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor. Sebagai kampung tradisional, Takpala memiliki belasan rumah adat berbentuk limas beratap ilalang yang tertata cukup baik.

 

Kampung Takpala Alor 10

Takpala berasal dari dua kata yaitu, Tak yang berarti ada batasnya, sedangkan Pala artinya Kayu. Jadi Takpala berarti Kayu pembatas. Selain itu Takpala juga mempunyai arti kayu Pemukul. Takpala sendiri berasal dari Suku Abui merupakan suku terbesar di Alor, yang biasa disebut juga Tak Abui, dan yang mempunyai arti Gunung Besar.

 

Kampung Takpala Alor 6

Desa Takpala mencuat dalam daftar kunjungan wisatawan asal Eropa setelah seorang turis warga Belanda bernama Ferry memamerkan foto-foto warga kampung ini tahun 1973. Ia mengambil foto warga Kampung Takpala untuk kalender dan mempromosikan bahwa di Pulau Alor ada kampung primitif. Sejak saat itu Desa Takpala dikenal orang-orang Eropa dan turis pun berdatangan ke kampung ini.

 

Kampung Takpala Alor 5

Kampung Takpala awalnya mendiami pedalaman Gunung Alor tetapi kemudian dipindahkan ke bagian bawah. Alasan pemindahan ini dahulu terkait kewajiban membayar pajak kepada Raja Alor (balsem). Utusan Raja Alor yang hendak memungut pajak kesulitan menjangkau kampung tersebut sehingga akhirnya dipindahkan ke bagian bawah. Adalah Bapak (alm) Piter kafilkae yang menghibahkan tanahnya untuk dijadikan lokasi Kampung Takpala seperti sekarang ini sejak tahun 1940 an.

 

Kampung Takpala Alor 2

Suku Abui sendiri yang menghuni kampung ini adalah suku terbesar yang mendiami Pulau Alor. Terkadang mereka biasa disebut juga Tak Abui (artinya gunung besar). Meski warga penduduk yang mendiami kampung ini hanya puluhan tetapi sebenarnya keturunan penduduk kampung ini telah tersebar dan telah mencapai ribuan orang. Masyarakat suku Abui dikenal begitu bersahaja dan sangat ramah terhadap pendatang.

 

Kampung Takpala Alor

Keseharian suku Abui di Desa Takpala ini adalah memanfaatkan hasil alam terutama hutan dengan berladang atau berburu. Pada saat siang hari otomatis kampung ini terlihat sepi karena sebagian dari mereka akan pergi mencari makanan ke hutan sekaligus berburu. Hasilnya selain dikonsumsi sehari-hari juga dijual di pasar. Makanan aslinya suku Abui umumnya adalah singkong dan jagung. Terkadang mereka mengkonsumsi nasi, akan tetapi dipadukan dengan singkong dan jagung (disebut katemak).

 

Kampung Takpala Alor 8

Rumah adat Takpala merupaka andalan pariwisata dari kampung Takpala. Rumah adat ini berupa rumah panggung dan berbentuk seperti piramida. Rumah adat di Takpala ada 2 macam, yaitu Kolwat yang mempunyai arti Perempuan dan Kanuarwat yang mempunyai arti laki-laki. Masih menurut Pak Martinus, masyarakat Takpala mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali membuat rumah bertingkat 4 didunia dimana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Lantai 1 adalah tempat rapat, lantai 2 tempat tidur dan masak, lantai 3 tempat menyimpan makanan dan lantai 4 untuk menyimpan barang-barang pusaka yang akan dipakai jika ada kegiataan adat.

 

Kampung Takpala Alor 7

Selain itu Kampung Takpala memiliki banyak sekali tradisi, diantaranya adalah masuk kebun atau Potong kebun, Potong kebun dilakukan pada bulan Oktober, dimana kayu-kayu besar diturunkan dan terus dibakar sampai dengan bulan November. Pada bulan Desember mulai tanam. Pada Desember akhir sampai Januari acara cabut rumput yang pertama, sedangkan cabut rumput yang kedua bulan maret-April dimana jagung mulai menguning, dan di bulan Mei sudah patah jagung. Pada tanggal 20 Juni Dimana saat itu ada acara masuk kebun dimulai dan dimulai dengan potong hewan. Dengan segala keunikan dan tradisinya, Desa Takpala sangat menarik untuk dikunjungi.

 

Kampung Takpala Alor 3

All Photo by Himawan – Indonesia Travel   

 

sumber

Tersengat listrik, Tangan Korban Hangus Jadi Arang

12 September 2012 Tinggalkan komentar

Insiden tragis ini di alami seorang warga berkulit hitam, entah apa yang ada di dalam fikirannya. Suatu saat pria ini berencana melakukan sebuah pencurian. Namun naas menimpa pria malang ini, rupanya dia tersengat tegangan listrik yang cukup tinggi hingga menyebabkan tubuhnya hangus terbakar. Begitu kuat arus listrik yang mengalir kedalam tubuhnya hingga membuat tangannya hangus seperti arang dan membuat tengan tersebut putus menyerupai kayu yang terbakar.

Foto-foto di bawah ini menunjukkan kondisi korban yang sangat mengerikan.
Foto tidak cocok untuk orang yang sensitif terhadap luka.

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

Bagaimana Cara Membuat Tempat Tidur Melayangmu Sendiri

 

Ini mungkin sebuah proyek menarik yang ingin kamu lakukan pada saat liburan panjang datang. Redditor mememetatata menunjukan bahwa jika kamu memiliki material yang tepat, memiliki tempat tidur melayang buatan tangan sendiri adalah bukan suatu hal yang mustahil.

Dan caranya ternyata tidak sesulit yang kamu kira. Sama seperti tempat tidur sederhana lainnya, pada dasarnya material yang kita butuhkan cuma material biasa seperti kayu dan paku. Tapi untuk membuat tempat tidur ini dapat melayang, kamu bakal butuh beberapa keping magnet berkekuatan super kuat, langka dan berbahaya (karena jari tanganmu bisa remuk jika terjepit diantara dua magnet ini) yang disebut dengan magnet neodynium. Sepertinya butuh usaha khusus untuk menemukan material tersebut di pasaran.

Catatan: Ini bukan tutorial lengkap, kami hanya menunjukan secara sekilas proses apa yang telah dilalui oleh sang kreator. Secara lengkap (atau tepatnya mungkin “lebih lengkap”), proses ini bisa kamu simak di sini. Termasuk proses melelahkan untuk melepaskan dua magnet neodynium yang saling melekat kuat satu dengan yang lain.

Bagan platform 1 (papan yang melayang)

Kayu-kayu didesain sedemikian rupa agar magnet dapat ditempatkan secara kokoh

Bagan platform 2 (papan yang menempel pada lantai)

Isi dari platform untuk bagian bawah kasur (penopang). Foto diatas menunjukan hasilnya yang masih belum sempurna, tapi saya kira pada dasarnya yang kamu butuhkan adalah membuat struktur yang hampir sama dengan platform 1 di bagian tengah.

Magnet neodynium

Jangan pernah biarkan dua magnet neodynium saling menempel. Karena mencopotnya bakalan butuh perjuangan ekstra keras. Kekuatan magnet di atas bisa mencapai N24 – N55. Sangat berbahaya. Coba saja bayangkan tanganmu tertimpa beban seberat 100 Kg.

Hasil pra jadi

Dua platform tersebut akhirnya disatukan dan diikat dengan tali agar posisi platform diatas tidak meluncur kemana-mana.

Hasil jadi

Setelah bersusah payah, akhirnya kasur melayang ini bisa dipakai untuk beristirahat. Nyemm…

Menurut mememetatata, tempat tidur ini dapat menopang beban hingga seberat 110 kg. Dan untuk semua ini, ia mengeluarkan modal sekitar 9 – 10 juta rupiah.

sumber

Fruit Carving, Seni Mengukir Buah yang Mempesona

 

undefined

Tak hanya kayu dan batu saja yang bisa di ukir. Buah-buahan pun menjadi sangat cantik dan menarik ketika disentuh oleh tangan para seniman fruit carving. Dengan cekatan para seniman ini menjadikan buah-buahan utuh berubah menjadi layaknya patung yang memiliki nilai seni tinggi.

Inilah Fruit Carving, sebuah seni dalam menghidangkan makanan dengan keindahan, biasanya media yang digunakan adalah buah-buahanan yang berbentuk bulat serta memiliki tekstur yang lunak. Dalam seni Fruit Carving, seseorang akan memahat dan mengukir sebuah buah menggunakan alat-alat yang cukup sederhana yaitu, cutter, pisau bergerigi dan tusuk gigi jika diperlukan. Berikut beberapa hasil seni Fruit Carving yang mempesona:

undefined

 

 

 

sumber

Kategori:revo Tag:, , , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 274 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: