Arsip

Posts Tagged ‘jawa barat’

Kujang bukan Senjata

kujang

Oleh: Ajip Rosidi, Ketua Dewan Yayasan Kebudayaan Rancage

PADA awal tahun 1950-an, dalam masyarakat Sunda timbul ketidakpuasan terhadap orang Jawa, sehingga timbul gerakan kasundaan baik di kalangan orang-orang yang sudah aktif dalam gerakan kasundaan sejak sebelum perang, maupun di kalangan para pemuda dan mahasiswa. Tokoh-tokoh Sunda yang sudak aktif sejak masa sebelum perang seperti Ema Bratakusumah, Soetisn (Soetisna Sendjadja), Iwa Koesoemasoemantri, Otong Kosasih, Djoearsa, Joedakoesomah, dll. yang mendirikan organisasi al. Daya Sunda, Badan Musawarah Sunda, dll. Sedang para mahasiswa dan pemuda di Bandung, Bogor dan Jakarta seperti Adjam Syamsupradja, Hasan Wargakusumah, Saikin Suriawidjaja, Alibasjah Natapradja, dll, mendirikan oraganisasi al. Nonoman Sunda, Putra Sunda, Daya Nonoman Sunda, Front Pemuda Sunda dll.

Dalam majalah-majalah bahasa Sunda yang terbit waktu itu terutama dalam Kalawarta Kudjang (Bandung) dan majalah Warga (Bogor), banyak dimuat tulisan dan karikatur yang menyatakan ketidapuasan terhadap orang Jawa dan pemerintah pusat dengan Presiden Soekarno (walupun kemudian eksekutif di tangan perdana mentri) yang dianggap lebih mementingkan orang Jawa.

Hal itu disebabkan adanya kebijaksanaan dari pemerintah Republik Indonesia tentang “non” dan “kok”. Yang disebut non (kooprator) ialah mereka yang menolak bekerja pada pemerintah Belanda, dan tetap bertahan sebagai “republikein“. Sedangkan ko (opretor) ialah mereka yang bersedia bekerja pada pemerintah pendudukan Belanda. Setelah KMB (Konferensi Meja Bundar) dan Belanda mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia, pemerintah Republik Indonesia dengan kebijaksanaan tentang “non” dan “ko” itu menggeser orang-orang “ko” dari jabatannya dan menggantinya dengan orang “non”. Padahal orang-orang Sunda yang menjadi “ko” di Jawa Barat itu berbuat demikian setelah ada anjuran dari Wakil Presiden M. Hatta – lama sebelum KMB – yang membolehkan kaum republikein yang tinggal di daerah pendudukan bekerja pada pemerintah pendudukan asal bukan dalam lapangan kemiliteran dan pertahanan, karena pekerjaan itu niscaya besar manfaatnya buat rakyat Republik Indonesia, seperti guru yang mengajar di sekolah pendudukan karena yang diajarnya adalah anak-anak kaum republikein. Yang dianggap kaum “non” ialah orang-orang Jawa yang pulang mengungsi dari Yogyakarta atau daerah Jawa Tengah lainnya. Dan ternyata para pejabat baru itu bukan saja tidak mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik, melainkan juga memboyong saudara-saudara atau teman-temannya dari daerah asal untuk menduduki berbagai lowongan. Karena itu, timbul perasaan dan umpatan tentang adanya “penjajahan oleh bangsa sendiri”.

Peristiwa Bubat dihidup-hidupkan kembali untuk menunjukan bahwa orang Jawa (Gadjah Mada itu sifatnya khianat dan dalam persitiwa itu Raja Sunda dan putrinya Citreresmi atau Dyah Pitaloka menjadi korban. Untuk menunjukan bahwa orang Sunda juga ada yang berani melawan terhadap kekerasan jaman tentara Jawa zaman Mataram. Dihidupkan kembali cerita tentang Dipati Ukur. Ceritanya ditulis kembali oleh Rohendy Sumardinata & Supis (Supian Iskandar) diterbitkan oleh Daya Sunda Pusat (Bandung) setelah dimuat bersambung dalam Kalawarta Kudjang.

Dalam cerita Dipati Ukur yang itulah pertamakali ditulis bahwa orang Sunda berperang dengan menggunakan senjata khusus yang disebut kujang. Sejak itu dimitoskan bahwa kujanglah senjata orang Sunda, Sedangkan keris adalah senjata orang Jawa. Pendeknya orang Sunda tidak kalah oleh orang Jawa. Kalau orang jawa punya senjata keris, orang Sunda punya senjata kujang. Padahal keris juga sebenarnya senjata orang Sunda, seperi juga senjata orang melayu, karena itu ada keris yang disebut “keris Padjadjaran”. Namun karena pada waktu itu ada semangat bahwa orang Sunda itu lain dari orang Jawa, dan tidak kalah hebat, pemitosan kujang sebagai senjata khas Sunda kian keras. Pada sekitar tahun 1960 sudah tebentuk anggapan bahwa kujang adalah lambang Sunda, sehingga dijadikan lambang pemerintah Jawa Barat. Tidak mustahil gagasan tersebut timbul dari Pak Ema Bratakusuma dan lingkungan Daya Sunda yang menerbitkan Kalawarta Kudjang. Dalam buku-buku naskah yang ditulis sebelum tahun 1950, termasuk dalam wawacan-wawacan, tak pernah dilukiskan bahwa orang berperang mempergunakan kujang. Tidak mustahil gagasan tentang kujang sebagai senjata orang Sunda itu berasal dari Pak Ema Bratakusumah dan lingkungan Daya Sunda yang menertbikan Kalawarta Kudjang.

Ahli sejarah dan kesenian Sunda, almarhum Saleh Danasasmita dengan menggunakan nama samara Asmalasuta menulis dalam karangan berjudul Semar Djeung Kudjang (majalah Handjuang No. 5, 1971) bahwa ia merasa berdosa kalau mebiarkan saja, karena telah terjadi kekeliruan yang telah diterima masarakat secara luas tentang Semar dan kujang. Menurut para ahli ternyata kepercayaan itu bisa dibentuk. “Sanajan carita hayal mun ditabeuh unggal waktu, dipisieup siga heueuh, lila-lila bakal dianggap enyaan“. (Meski ceria hayali, kalau diberitakan setiap waktu, dibuat-buat seakan-akan benar, lama-lama akan dianggap benar). Karena itu dia merasa perlu menulis karangan untuk mnejelaskan hal yang sebenaranya walupun ia tahu bahwa “mun beja geus dipercaya hese ngabedokeunana” (kalau berita sudah dipercaya, susah membatalkannya).

Saya tidak akan mengutip yang ditulis Saleh mengenai Semar, melainkan hanya akan mengutip tentang kujang. Menurut Saleh dia menunjukkan bahwa tentang kujang sudah diteliti dan dibahas oleh Snouck Hurgronje dalam TBG (Tijdchrift van het Bataviaasch Genootchap van Kunsten en Wetenschappen) jilid 41 (1904) Snouck melakukan penelitiannya di daerah Priangan yang masih ditemukan berbagai macam kujang. Tapi pada waktu itu pun (awal abad ke-20), sudah tidak dapat diperoleh keterangan tentang bagaimana menggunakannya. Kujang yang sekarang popular adalah kujang Bandung yang dengan fantasi yang cukup dapat dianggap sebagai senjata. Padahal kujang-kujang yang terdapat di daerah-daerah lain bukanlah bentuk senjata untuk perang. Yang terdapat di daerah Banten lebih dekat dengan bentuk arit.

Dalam naskah Sunda Kuno koropak 630 (Siksa Kanda ng Karesyian) waktu mengurai tentang dina nataan senjata buat pakakas poertang yang disebut adalah pedang, abet panusuk, golok, peso poateundeut, nusuk, golok, dan keris. Kujang tidak disebut. Kujang disebut dalam alat bertani, yaitu, kujang, baliung, parkit, koered, sadap. Di Banten ada pribahasa yang kira-kira berbunyi “mun aya bentang kidang, turun kujang” (kalau bintang kidang telah tampak, kujang pun ditutunkan untuk digunakan”. Bintang kidang menjadi tanda bahwa musim hujan sudah tiba, waktunya turun ke ladang. Dari pribahasa itu jelas bahwa kujang itu alat bertani.

Setelah dimitoskan sebagai senjata orang Sunda, wajarlah kalau tumbuh kebanggaan terhadap kujang dan didorong oleh rasa bangga itu lantas banyak yang membuat kujang senjata sesuai dengan fantasinya. Konon Prof. Dr. Kusnaka Adimihardja pernah mengemukakan pendapat bahwa kujang memang mempunyai beberapa fungsi. Ada yang memang sebagai pekakas bertani tetapi ada juga sebagai senjata untuk perang, di samping kujang yang diberikan oleh penguasa sebagai penghargaan, yang disebut “kujang nugraha“. Apakah penemuan fungsi-fungsi (yang diperoleh oleh Snouck Hurgronje pada awal abad ke-20) itu berdasarkan penelitian yang cermat dan ilmiah? Sebab mungkin saja, karena didorong oleh kebanggaan terhadap senjata warisan leluhur seperti yang dimitoskan, belakangan banyak yang membuat kujang sesuai dengan fantasinya.

Karena itu, saya merasa lucu (dan sedih) waktu membaca berita “Kujang Didaftarkan ke UNESCO” (Pikiran Rakyat Sabtu, 21 Juli, 2012). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bersama dengan Tim Gugus Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hendak mengajukan agar UNESCO mengakui kujang “sebagai senjata tradisional orang Sunda”. Selain Tim Gugus HKI dan juga dosen ITB dan para sarjana pejabat pemda staf gubernur dan wakil dari komunitas kasundaan.

Entah siapa yang pernah mengadakan penelitian tentang kujang. Yang jelas dalam berita itu alasan yang dikemukakan oleh Aris Kurniawan, M.Sn, staf pengajar Seni Rupa ITB sama sekali tidak bersifat alamiah melainkan “ngelmu” karena alasan itu merupakan kirata basa. Katanya setelah melakukan penelitian selama tujuh tahun, dia sampai pada kesimpulan bahwa “Kudi” dalam arti Kudia atau Ku Anjeun memberi pengertian “Titah” atau perintah dari Kahayangan kepada manusia atau manu. Kudi dianggap mempunyai bentuk menyerupai kepala burung, hal ini memberi makna bahwa manusia sebagai bentuk perwakilan Hyang Tunggal atau Tuhan yang senantiasa harus meningkatkan bakti atau bukti kepada Negara dan Tuhan Yang Maha kuasa dimarcapada atau buwana Panca Tengah. Nah lu!!

Sumber: Pikiran Rakyat

dikutip dari:

Pengakuan cewek geng motor yang di ganbang senior

 

Geng motor cewek harus di gangbang atau di tiduri bergiliran saat di rekrut – tutur lisa wanita 15 tahun yang perna masuk kedalam anggota geng motor ini bicara soal prilaku cabul para senior mereka, Lisa mengungkapkan bahwa saat pertama kali member/register lisa harus melayani sekurang nya 22 cowok.

Selain itu ada juga Dewi wanita berumur 21 tahun yang pernah di tiduri 70 aggota geng motor secara bergiliran, waw miris juga si dengar nya !? sebegitu bodoh kan atau luguh kah mereka sampai-sampai mereka mau saja terjerumus kesesatan seperti demikian.

Saat saya tanya apa untung nya jadi geng motor, merekah hanya menjawab gak tau. Tapi kata mereka jadi geng motor itu keren dan gaul. Ya ampun berarti saking ingin di pandang gaul mereka rela di apain aja. sungguh krisi moral yang sangat kronis.

saat ini anggota geng motor wanita di daerah jawa barat sekita 15000 dan semua nya masi bersetatus pelajar.

undefined
Categories: revo Kaitkata:, , , , ,

ini dia FOTO Kecelakaan MAUT di Cianjur, 16 orang tewas

24 Februari 2013 2 komentar

Kecelakaan maut di Cianjur, 16 orang tewas

Kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, 7 luka berat dan 4 luka ringan.  Sejumlah warga melihat kondisi truk tronton bermuatan oli yang menabrak dua rumah, satu angkutan kota dan delapan sepeda motor saat melaju di Jalan Bangbayan, Warung Kondang, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, (23/02/2013).
Kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, 7 luka berat dan 4 luka ringan.

Kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, 7 luka berat dan 4 luka ringan.
Kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, 7 luka berat dan 4 luka ringan.
Kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, 7 luka berat dan 4 luka ringan.
Kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, 7 luka berat dan 4 luka ringan.
Kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, 7 luka berat dan 4 luka ringan.

sumber

Categories: revo Kaitkata:, , , , ,

Keamanan Pengunjuk Rasa dari Luar Garut Tak Terjamin?

Polisi meminta warga dari luar Garut tak ikut memperkeruh suasana.

Bupati Aceng Fikri dan istrinya, Nurohimah.

Bupati Aceng Fikri dan istrinya, Nurohimah. (VIVAnews/Diki Hidayat)

Hari ini, Rabu 19 Desember 2012, rapat Paripurna DPRD Garut akan menyampaikan keputusan hasil investigasi Panitia Khusus (Pansus) Nikah Siri Bupati.

Bersamaan dengan itu, diperkirakan ribuan massa akan berkumpul di depan gedung DPRD, Jl Patriot, Garut, Jawa Barat, untuk berunjuk rasa yang menuntut Bupati Garut Aceng Fikri untuk mundur dari jabatannya.

Polres Garut mengimbau agar massa dari luar Kabupaten Garut tidak ikut berunjuk rasa. Alasannya, keamanan mereka tidak terjamin.

“Bagi warga luar Garut yang ikut demo kami tak menjamin keamanannya. Apalagi kalau membuat rusuh. Kami hanya menjamin keamanan warga Garut yang melaksanakan aksi unjuk rasa di Garut,” ujar Kapolres Garut AKBP Umar Surya Fana.

Menurut Umar, sebenarnya tidak ada kubu pro dan kontra dalam aksi yang digelar hari ini. Namun, di antara kalangan masyarakat punya pandangan yang berbeda-beda mengenai kasus pernikahan siri Aceng Fikri. Apalagi beragam isu juga bermunculan sampai menarik perhatian pejabat negara. “Yang kami tangkap bukan pro dan kontra, tapi hanya perbedaan pendapat saja di antara masyarakat Garut,” katanya.

Unjuk rasa juga diharapkan tidak mengganggu aktifitas masyarakat lain yang bekerja maupun bersekolah. “Aksi unjuk rasa jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Kami yang menjamin agar para sopir, pegawai, dan siswa sekolah bisa beraktivitas dengan normal,” tandasnya.

Pantauan VIVAnews, suasana kompleks perkantoran Pemkab Garut dan gedung DPRD Garut masih relatif sepi. Meski begitu, sekitar 1.000 anggota Kepolisian Polres Garut saat ini sudah menjaga ketat kawasan kantor Pemkab Garut dan DPRD Garut.

sumber

Insiden Kecelakaan Pesawat Di Seluruh Dunia

30 September 2012 Tinggalkan Komentar

Sepuluh tahun belakangan ini kecelakaan pesawat terbang di Indonesia seolah-olah tidak ada hentinya, seperti kita ketahui bersama insiden tragis yang terjadi kemarin yaitu jatuhnya pesawat Bravo AS-22 Di Bandung.

Kecelakaan pesawat Bravo AS-202 pada Sabtu (29/9/2012) merupakan kecelakaan pesawat kedua yang terjadi pada ajang Bandung Air Show (BAS) di Bandung, Jawa Barat. Dalam kecelakaan ini pilot dan copilotnya meninggal di tempat.

Sebuah pesawat akrobatik jenis Cessna yang dikendalikan pilot Alexander Supeli juga jatuh saat bermanuver dalam ajang Bandung Air Show pada 24 September 2010. Ketika itu, pesawat sedang melakukan manuver terbang rendah namun tergelincir ketika sayapnya menyentuh tanah.

Kecelakaan pesawat terbang di Bandung adalah merupakan sejumlah rentetan kecelakaan pesawat yang terjadi sebelumnya. Sebelumnya masyarakat Indonesia di kejutkan dengan jatuhnya pesawat Sukhoi di gunung salak yang menyebabkan penumpang dan awaknya tewas di tempat.

Kecelakaan pesawat Bravo AS-202 pada Sabtu (29/9/2012) Di Bandung
Dalam sejarah penerbangan dunia telah mencatat terjadinya berbagai kecelakaan pesawat yang juga sangat tragis,beberapa hari sebelum insiden di Bandung juga terjadi kecelakaan pesawat di Nepal dan menewaskan 19 orang penumpangnya KLIK DISINI untuk membaca liputannya dan lihat foto-fotonya. Pesawat meledak dan terbakar sesaat setelah take off dan jatuh di pinngir sungai Manohara, Nepal.
Kecelakaan yang sama juga banyak terjadi di beberapa negara, berikut ini foto-fotonya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

undefined

Inilah Hasil Karya Penemuan Baru Dari Mahasiswa di Indonesia (Photo)

14 September 2012 Tinggalkan Komentar

 

undefined
Kapal dengan plat datar meraih juara 1 Technopreneurship 2012 dipamerkan di Technopreneur Island pada Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, (10/8). TEMPO/Prima Mulia.
undefined
Penjernih air Gama Microbubble Generator buatan mahasiswa UGM dipamerkan di Technopreneur Island pada Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, (10/8). TEMPO/Prima Mulia.
Kompor magnet (Komnet) buatan mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Pendidikan Indonesia yang dipamerkan di Technopreneur Island pada Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, (10/8). TEMPO/Prima Mulia.
Baterai dengan bahan lumpur Lapindo dari Sidoarjo yang dipamerkan di Technopreneur Island pada Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/8). TEMPO/Prima Mulia.
Beras Diabeta Rice yang aman dikonsumsi bagi penderita diabetes buatan mahasiswa IPB yang dipamerkan di Technopreneur Island pada Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, (10/8). TEMPO/Prima Mulia.
Tepung berbahan singkong dengan kualitas mirip terigu yang dipamerkan di Technopreneur Island pada Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, (10/8). TEMPO/Prima Mulia.

Ada Kemauan Politik Pemerintah, Mobil Listrik Ternyata Bisa Kita Buat Secara Massal

18 Juli 2012 1 komentar

 



Mobil listrik buatan nasional mengadakan fun drive pada peluncuran peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 17 di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2012). Mobil dengan kapasitas 17 orang ini mampu berjalan sejauh 150 kilometer dengan pengisian listrik 500 ampere.

Mobil Nasional Bertenaga Listrik Diproduksi Massal 2013
Selasa, 12 Juni 2012, 17:42 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,CILEUNGSI–Jika tidak ada aral melintang Indonesia segera memproduksi secara massal mobil listrik nasional pada April 2013. “Mudah-mudahan jika semua lancar, mobil listrik dapat diproduksi massal mulai April 2013 dengan jumlah produksi awal sebanyak 10.000 unit,” kata Dahlan usai meninjau PT Nipress Tbk produsen baterai (accu), di Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Dahlan, prototipe mobil listrik nasional akan diluncurkan pada 10 Agustus 2012 bertepatan dengan Hari Kembangkitan Teknologi Nasional. Ia menjelaskan empat varian mobil listrik yang akan diproduksi yaitu, kendaraan sekelas Carry, Avanza, Yaris, dan kelas premium Ferrari. “Prototipe empat varian mobil listrik tersebut sudah selesai, tinggal meminta kesiapan pasokan baterai jenis lithium ferro posphate,” kata Dahlan.

Menurutnya, baterai merupakan unsur terpenting dalam industri mobil listrik yang perannya bisa mencapai 40 persen. “Tiga minggu lagi, saya akan menaiki mobil listrik itu,” katanya. Saat ini pembangunan mobil listrik nasional tersebut “dikeroyok” lima orang pemuda yang disebut Dahlan sebagai “Pendawa Putra Petir”, yang masing-masing memiliki keahlian dan pengalaman dalam sebuah industri otomotif global.

Meski begitu Dahlan tidak menyebut perusahaan atau pihak mana yang akan ditunjuk dalam memimpin konsorsium proyek mobil listrik nasional tersebut. “Belum ada yang ditunjuk. Tapi kita akan melibatkan PT INKA (Persero) dan PT LEN (Persero). Selain BUMN saya juga mengimbau pihak swasta juga ikut memproduksi mobil listrik ini,” ujarnya.

Dahlan merupakan sosok yang sangat gencar untuk melahirkan industri mobil nasional. Ia pun mempertemukan “Pendawa Putra Petir” dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, di Istana Negara Jogjakarta, Yogyakarta pada 25 Mei 2012, saat membahas mobil nasional.

Menurut Dahlan, saat ini baterai mobil listrik didesain untuk jarak tempuh 150 kilometer sekali pengisian, namun seiring perkembangan teknologi bisa ditingkatkan untuk 300 kilometer. Mantan Dirut PT PLN itu optimistis masa depan mobil listrik nasional menjanjikan, karena selain negara bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM), juga harga kendaraan ini tidak akan terlalu mahal karena selalu akan ada temuan baru. “Bukan hanya pemerintah yang diuntungkan karena terkait dengan penghematan penggunaan BBM dalam APBN, tapi juga masyarakat yang dapat menghemat pengeluaran,” ujarnya. Mobil listrik menghabiskan biaya sebesar Rp 1.000 per 10 kilometer, sedangkan mobil ber-BBM sekitar Rp 10.000 per 10 kilometer.
http://www.republika.co.id/berita/ot…si-massal-2013

‘Mobil Listrik Nasional Dirancang Insinyur Indonesia’
Jumat, 08/06/2012 14:37 WIB

Jakarta – Masyarakat Indonesia sebentar lagi akan memiliki mobil listrik nasional. Mobil kebanggaan Indonesia itu diakui bakal bersaing dengan mobil listrik buatan Toyota, Nissan dan produsen tersohor lainnya di dunia. Nah, tahukah Anda siapa insinyur dibalik mobil listrik yang lahir di Bogor tersebut. Pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama (SAP), Dasep Ahmadi mengatakan desainer bodi hingga insinyur mesin listriknya adalah asli orang Indonesia. “Tidak ada orang luar yang mengerjakannya. Teknisi dari mana saja? banyak yang dari lokal. Dari ITB, ada juga dari beberapa politeknik di Indonesia. Semua dari Indonesia. Pokoknya lokal,” tegas Dasep kepada detikOto.

Ia mengutarakan alasan hanya merekrut orang Indonesia karena menyesuaikan tema dari awal yakni buatan Indonesia. Ia pun menjunjung tinggi slogan tersebut hingga hanya melibatkan anak bangsa yang kreatif dan semangat melahirkan mobil nasional. “Pada dasarnya mobil tersebut adalah asli buatan Indonesia, semuanya orang lokal,” cetus Dasep.

Mobil listrik nasional bisa menampung 5 penumpang. Mobil tersebut diperkuat baterai lithium ion sebanyak 36 buah dengan kapasitas baterai yang mencapai 21 kWh yang mampu berjalan hingga sejauh 130 kilometer dengan sekali isi. Mobil listrik nasional tersebut sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. Sementara dengan cara sistem cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit pada tegangan 220 V.
http://oto.detik..com/read/2012/06/0…nyur-indonesia

———————

Dorongan dan dukungan Pemerintah yang didahului kemauan politik yang kuat, untuk negeri kita ini, jangankan sekedar mobil … bahkan dulu bikin pesawat terbang pun kita mampu (ingat pesawat CN250?). Nah, begitu pula dengan mobil. Kemampuan rancang bangun dan teknologinya, para insinyur mobil kita pasti bisalah. Pemimpin Indonesia memang sebaiknya mulai meniru Pemimpin China dalam mengembangkan industrinya, jangan bergantung pada pemegang merk asing melulu. Dibawah ini adalah contoh mobil jenis Bus dan APV yang memakai listrik untuk tenaganya di China. Kita pun bisa, kalau mau!

 

Penghasilan Sule Sebulan Rp 1 Miliar?

13 Juli 2012 1 komentar

 

undefined

Jakarta – Saat ini, Sule menjadi salah satu komedian yang sukses. Ia membintangi beberapa acara komedi di televisi swasta. Iklan dan juga tawaran manggung, tak pernah berhenti menghampiri pria berambut pirang ini. Honor Sule dikabarkan naik drastis. Bahkan, disebut-sebut dalam sebulan Sule bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp1 miliar.

Saat disinggung soal pendapatannya, Sule tampak senyum-senyum. Pria bernama Entis Sutisna ini pun angkat bicara soal isu tersebut.

“Kata siapa, kalau saya saranin jangan mau tahu uang orang. Yang kita dapatkan itu urusan saya dan Tuhan,” kata Sule saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 12 Juli 2012.

Sule memang tidak membantah juga tidak mengiyakan soal isu Rp1 miliar tersebut. “Kalau saya dapat Rp1 M, berarti saya sudah bisa beli itu istana boneka,” ucapnya sambil tertawa.

Meski menolak membahas soal penghasilannya sebagai artis, Sule tidak menutupi soal dirinya yang memiliki beberapa rumah mewah. Sule tak hanya memiliki rumah di Jakarta, tetapi juga di kampung halaman dan tempat lainnya.

“Minimal Sentul, Bogor, jangan terlalu di Jakarta. Minimal saya harus tahu tanah kelahiran saya, Jawa Barat,” ujarnya.

sumber

Begini Transkrip Percakapan Pilot Sukhoi dan ATC

Jakarta – Tragedi Sukhoi Superjet 100 pada Rabu, 9 Mei 2012 lalu, masih melekat dalam ingatan. Ada 45 penumpang dan awak pesawat yang meninggal dunia seketika waktu pesawat itu menabrak dinding Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

Sebulan berlalu baru diketahui biang musibah itu adalah kurangnya panduan dari pengawas udara di Menara Air Traffic Control Bandara Soekarno-Hatta. Padahal, si pilot Aleksandr Yablontsev, asal Rusia, tidak paham akan medan di daerah Gunung Salak.

Begini komunikasi terakhir Sukhoi nahas itu dengan menara Terminal East, Bandar Udara Soekarno-Hatta, berdasarkan rekaman yang diperoleh Tempo:

Yablontsev (Y): Tower 36801 good afternoon, establish Radial 200 degrees VOR ten thousand feet.

Petugas menara berinisial N (N): RA-36801 radar contact, maintain ten thousand proceed area.

Y: Maintain level 10.000 feet 36801.

(Kala itu, jam menunjuk angka 14.24. Sekitar 12 menit setelah Superjet 100 lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Superjet 100 pun mengarah ke Pelabuhan Ratu. Lokasi tujuan yang memang sudah direncanakan sebelumnya.)

Y: Tower, 36801 request descend 6.000 feet.

(Superjet sudah dua menit mengudara di ketinggian 10 ribu kaki.)

N: 36801, say again request.

(Yablontsev mengulangi permintaannya untuk turun ke 1.828 meter di atas permukaan laut.)

N: OK, 6.000 copied.

Y: Descend to 6.000 feet, 36801.

(Setelah itu, N kembali sibuk melayani 13 pilot yang meminta turun, orbit, atau naik. Semua dia lakukan sendiri, tanpa asisten.)

Y: Tower, 36801 request turn right orbit present position.

(Permintaan belok kanan itu diajukan Yablontsev pukul 14.28.)

N: RA-36801 approve orbit to the right six thousand.

(N langsung mengiyakan permintan Yablontsev sebelum menanyakan alasannya.)

Usai permintaan itu, tak ada lagi komunikasi. Sekitar lima menit usai pembicaraan itu, Sukhoi menghantam Gunung Salak. Petugas baru sadar 24 menit kemudian. Tak ada Sukhoi pada layar radar.

N: RA-36801…RA-36801…RA-36801…

Tiga kali Sukhoit dipanggil, tapi tak ada lagi jawaban. Hening….

sumber

Orang Sukabumi yang Ikut Membangun Mesin Pencari Microsoft

10 Juni 2012 1 komentar

undefined
Penghujung tahun 2005 di kota Sydney, Australia, seorang pemuda yang lahir dan besar di Sukabumi, Jawa Barat, mencoba peruntungan melamar kerja sebagai teknisi software di Microsoft.

Wawancara selama 6 jam ia ladeni, dan hasilnya tidak sia-sia, kini ia bekerja di kantor pusat Microsoft.

Henry Tan Setiawan masih ingat betul momen berharga itu. Kala itu Microsoft sedang menggelarrecruitment trip di beberapa negara, salah satunya Australia. Dan, kala itu pula ia masih kuliah di University of Technology Sydney untuk mengejar gelar PhD yang diemban sejak 2003.

Henry mulai bekerja untuk Microsoft pada Januari 2006 di kota Redmond, Washington, Amerika Serikat, dan langsung menangani layanan Messenger Server. Jabatannya kala itu adalah Software Design Engineer (SDE).

“Karier saya benar-benar dimulai dari bawah,” katanya saat ditemui di kantor Microsoft Indonesia, Kamis (7/6/2012).

Ia tak ingin kuliahnya telantar. Karena itu, harus pintar-pintar membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Hingga pada 2007, Henry berhasil mendapat gelar PhD di bawah bimbingan Prof Tharam S Dillon.

Sukabumi

Anak bungsu dari dua bersaudara ini lahir di Sukabumi pada 7 Desember 1979, dari pasangan Jan Setiawan dan Ina Setiawan. Ia besar di tengah keluarga mampu. Ayah dan ibunya adalah pedagang hasil bumi dan ternak.

“Saya termasuk anak yang beruntung karena orangtua bisa menyekolahkan ke luar negeri,” Henry mengakui.

Sejak kecil Henry sudah menyukai Matematika dan Fisika. Ia kemudian kuliah di Singapura pada 1998 lalu, diteruskan ke Australia.

Di Australia, ia bekerja untuk menambah penghasilan. Henry pernah bekerja sebagai loper koran dan menjaga supermarket. “Waktu itu saya kerja di supermarket dapat shift subuh. Bayarannya terbilang besar, sekitar 25 sampai 30 dollar per jamnya. Bayaran shift pagi memang besar.”

Ia juga pernah bekerja di sebuah startup bernama SpeedAlert, yang membuat aplikasi untuk mendeteksi dan memperingatkan batas kecepatan seseorang yang membawa kendaraan di jalan raya Australia. Australia memang menerapkan sistem batas kecepatan berlalu lintas. Karena itulah, ia rela bekerja di startup ini dan tidak dibayar. “Yang saya butuhkan adalah pengalaman dan portofolio,” tuturnya.

Semasa di luar negeri, biasanya Henry menjalin komunikasi dengan keluarga di Indonesia menggunakan aplikasi chatting dan video call Skype.

Ketika ada kesempatan untuk kembali ke kampung halaman, Henry dan istri, Theresia Lesmana, membawa serta kedua putrinya, yakni Enrika Claire (5,5 tahun) dan Eidee Laurel (3,5 tahun).

“Anak-anak saya bisa bahasa Indonesia, tapi masih pelo-pelo,” kata Henry sembari tertawa. “Dan kalau ke Indonesia, pasti anak saya dapat kosakata baru yang kedengarannya lucu-lucu.”

Membangun mesin pencari Bing

Henry merupakan salah satu dari sekitar 80 orang asal Indonesia yang bekerja di kantor pusat Microsoft di Redmond.

Sejak Oktober 2008, ia dipercaya untuk mengembangkan Bing, sebuah proyek reinkarnasi dari tiga produk mesin pencari Microsoft sebelumnya, yaitu Live Search, Windows Live Search, dan MSN Search.

Bing, yang diluncurkan pada 3 Juni 2009, diasuh oleh banyak orang dari bermacam tim. Saking banyaknya, Henry tak bisa mengira-ngira berapa jumlah orang yang ikut mengembangkan Bing.

Henry punya peran besar di Bing. Ia turut membuat platform Bing. Tugas sehari-harinya kini memimpin urusan teknis dan inkubasi jangka panjang indeks pencarian. Timnya menyortir URL dari situs web dan blog yang baru lahir di seluruh dunia.

“Ada beribu-ribu URL, kapasitasnya petabyte, bukan lagi gigabyte atau terabyte,” ucap Henry sambil menunjukkan screenshot di layar komputer bagaimana ia dan tim menyortir URL-URL baru.

Di sini timnya harus memilih konten apa yang paling relevan dengan hasil pencarian. Mulai dari berita, gambar, video, yang ada di situs web ataupun blog. Berita terkini selalu berada di garis depan pencarian.

Karier Henry di Microsoft terbilang cepat, ia naik jabatan jadi Software Design Engineer 2 (SDE 2) dan sekarang sudah Senior SDE.

Bing memang dibuat Microsoft untuk melawan dominasi Google di ranah mesin pencari. Namun, bukan berarti Bing mengekor fitur-fitur yang ada di Google. “Kami ingin selangkah lebih maju. Jadi tidak mengikuti pemimpin pasar, tapi kita harus membuat sesuatu yang baru,” tegas Henry.

Bing berhasil menyerang kelemahan Google yang kini tidak diizinkan mencari konten Facebook. Sejak 2012, Bing bekerja sama dengan Facebook untuk menampilkan hasil pencarian konten-konten di situs jejaring sosial terbesar di dunia itu. Google sempat meradang karena hal ini, dan menyebut Facebook telah menyandera data penggunanya.

Sekarang Henry ingin membangun jaringan dengan Microsoft di Indonesia. Henry senang begitu mengetahui bahwa Microsoft Indonesia punya program yang membantu kelahiran dan menjaga hubungan antar-startup di Indonesia.

“Saya berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan Microsoft Indonesia. Dan saya ingin mulai memperhatikan ekosistem bisnis software di Indonesia,” aku Henry.

Sebagai orang Indonesia yang berhasil menembus kantor pusat Microsoft, Henry mengatakan bahwa orang Indonesia punya kemampuan teknis yang mumpuni, tak kalah, dan bahkan setara dengan orang dari negara lain. Yang menjadi masalah sekarang, menurut Henry, adalah soal jaringan.

Ketika bertemu orang yang hebat, ada baiknya untuk menjalin komunikasi dan hubungan yang baik. “Yang terpenting adalah jaringan, bagaimana kita membangun jaringan. Begitu ada kesempatan, maka sesuatu akan terjadi,” ucap Henry.

Ia menyarankan, ada baiknya kampus-kampus di Indonesia menjalin hubungan baik dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia pun tak memungkiri bahwa keberhasilannya bekerja di Microsoft pusat tak lepas dari faktor jaringan dan tentu saja, keberuntungan.

sumber

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 250 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: