Arsip

Posts Tagged ‘iming’

Hati-Hati Dengan Strategi Piramida Marketing Yang Berbasis Komisi – Tips Melamar Pekerjaan

8 Juli 2012 2 komentar
Loading image...

Saat ini banyak perusahaan yang menerapkan strategi marketing associate di mana mereka akan merekrut orang sebanyak-banyaknya dengan sistem piramida. Orang yang direkrut akan diwajibkan untuk merekrut orang lagi untuk dijadikan bawahannya dengan iming-iming mendapatkan pendapatan yang besar dibandingkan bekerja tanpa bawahan. Bagi pelamar yang baru lulus dan yang kurang pengalaman mungkin bisa terjebak dengan sistem ini.

Seolah-olah kita sudah diterima kerja, namun sebenarnya kita bekerja pada mereka secara full time namun sistem rewardnya hanya komisi hasil kerja kita atau gaji dasar yang diberikan sangat minim yang terkadang di bawah UMR. Akan tetapi perusahaan yang seolah-olah bonafit, besar, dan terkenal dapat membuat anda mengiyakan tawaran mereka untuk bergabung. Sebenarnya pekerjaan yang mereka tawarkan kepada anda adalah sales berbasis komisi.

 

 

Perusahaan yang sering menggunakan tehnik semacam itu :
– Perusahaan Futures atau Bursa berjangka (Forex, Valas, Saham, Reksa Dana, dan sebagainya)
– Perusahaan Asuransi
– Perusahaan Perbankan (Kartu Kredit, Kredit/Loan, dll)
– Perusahaan MLM, dan sebagainya

 

 

Namun tidak semua perusahaan di atas melakukan tehnik yang serupa untuk mendapatkan keuntungan yang besar, dan masih banyak jenis perusahaan lainnya yang sedang atau mungkin akan mengadopsi sistem semacam itu. Semua perlu diwaspadai.

 

 

Jika anda yakin dapat melakukan dan mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari sistem semacam itu anda boleh saja bergabung. Tidak ada larangan untuk bergabung dengan mereka. Namun sekali lagi perhatikan kemampuan yang anda miliki. Jangan terlena dengan tawaran dan janji tanpa melihat situasi yang sebenarnya. Banyak juga orang yang sukses, dan banyak pula yang akhirnya keluar dengan tangan hampa dan bahkan kehilangan nyawa. Bergabung dengan perusahaan investasi futures akan mewajibkan anda mencari modal untuk dimainkan dengan cara apapun terserah anda. Resiko kehilangan uang 100% pun bisa terjadi dan membuat anda putus asa.

 

 

Sekali lagi berhati-hatilah menentukan langkah anda. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan yang penting dan vital. Bersabarlah dalam mencari kerja. Mencari kerja dan uang tidaklah mudah. Tetaplah jujur dan tidak mengambil sesuatu yang bukan milik anda agar hidup anda selalu bahagia, damai, aman dan tentram.

sumber

Hati-Hati Dengan Strategi Piramida Marketing Yang Berbasis Komisi – Tips Melamar Pekerjaan

Loading image...

Saat ini banyak perusahaan yang menerapkan strategi marketing associate di mana mereka akan merekrut orang sebanyak-banyaknya dengan sistem piramida. Orang yang direkrut akan diwajibkan untuk merekrut orang lagi untuk dijadikan bawahannya dengan iming-iming mendapatkan pendapatan yang besar dibandingkan bekerja tanpa bawahan. Bagi pelamar yang baru lulus dan yang kurang pengalaman mungkin bisa terjebak dengan sistem ini.

Seolah-olah kita sudah diterima kerja, namun sebenarnya kita bekerja pada mereka secara full time namun sistem rewardnya hanya komisi hasil kerja kita atau gaji dasar yang diberikan sangat minim yang terkadang di bawah UMR. Akan tetapi perusahaan yang seolah-olah bonafit, besar, dan terkenal dapat membuat anda mengiyakan tawaran mereka untuk bergabung. Sebenarnya pekerjaan yang mereka tawarkan kepada anda adalah sales berbasis komisi.

 

 

Perusahaan yang sering menggunakan tehnik semacam itu :
– Perusahaan Futures atau Bursa berjangka (Forex, Valas, Saham, Reksa Dana, dan sebagainya)
– Perusahaan Asuransi
– Perusahaan Perbankan (Kartu Kredit, Kredit/Loan, dll)
– Perusahaan MLM, dan sebagainya

 

 

Namun tidak semua perusahaan di atas melakukan tehnik yang serupa untuk mendapatkan keuntungan yang besar, dan masih banyak jenis perusahaan lainnya yang sedang atau mungkin akan mengadopsi sistem semacam itu. Semua perlu diwaspadai.

 

 

Jika anda yakin dapat melakukan dan mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari sistem semacam itu anda boleh saja bergabung. Tidak ada larangan untuk bergabung dengan mereka. Namun sekali lagi perhatikan kemampuan yang anda miliki. Jangan terlena dengan tawaran dan janji tanpa melihat situasi yang sebenarnya. Banyak juga orang yang sukses, dan banyak pula yang akhirnya keluar dengan tangan hampa dan bahkan kehilangan nyawa. Bergabung dengan perusahaan investasi futures akan mewajibkan anda mencari modal untuk dimainkan dengan cara apapun terserah anda. Resiko kehilangan uang 100% pun bisa terjadi dan membuat anda putus asa.

 

 

Sekali lagi berhati-hatilah menentukan langkah anda. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan yang penting dan vital. Bersabarlah dalam mencari kerja. Mencari kerja dan uang tidaklah mudah. Tetaplah jujur dan tidak mengambil sesuatu yang bukan milik anda agar hidup anda selalu bahagia, damai, aman dan tentram.

sumber

Kisah Bocah Pelaku Bom Bunuh Diri di Afganistan

Begitu sering kita mendengar aksi bom bunuh diri di Afganistan. Tak hanya orang dewasa, kelompok teroris di balik aksi keji itu juga menyasar sejumlah anak kecil sebagai pelaku.

Lewat metode cuci otak, anak-anak dijejali informasi sesat yang membuat mereka dengan rela melakukan aksi bom bunuh diri.


Abdul Samat

Begitu sederhana kaum teroris mencuci otak anak-anak kecil di negara tersebut. “Kami diberi tahu bahwa bom tidak akan membunuh kami, hanya orang Amerika yang akan mati,” kata Abdul Samat, seorang bocah 13 tahun, calon bomber di Afganistan, seperti dikutip harian Inggris, Telegraph.

Abdul sempat begitu percaya dengan kata-kata sang teroris. Ia pun menurut saat matanya ditutup, lalu tubuhnya dipasangi rompi dengan muatan eksplosif.

Namun, beberapa menit sebelum melangkah menuju target serangan di Kandahar, ia tersadar. Bocah asal Quetta, daerah yang berbatasan dengan Pakistan, itu segera menyadari kebohongan sang teroris yang tengah mengubah tubuhnya menjadi bom manusia.

“Ketika membuka mata, saya melihat hal-hal menyesatkan, mereka ingin saya melakukannya (mengebom),” Abdul mengingat. “Saya menangis dan berteriak. Orang-orang keluar dari rumah dan bertanya apa yang salah. Saya lalu menunjuk sesuatu di rompi saya. Mereka pun takut dan menelepon polisi untuk melepasbom dari tubuh saya.”

Pejabat keamanan Afganistan mengatakan bahwa cerita Abdul bukan rekaan. Pada tahun lalu, serangkaian bom bunuh diri melibatkan anak-anak yang sebagian masih berusia 10 tahun. Cara ini dipilih karena anak-anak cenderung lebih mudah melewati pos pemeriksaan daripada pria dewasa.

Seorang pejabat intelijen senior Afganistan memperkirakan bahwa lebih dari 100 anak dicuci otaknya, dalam 12 bulan terakhir. Para teroris berusaha memanfaatkan keluguan mereka untuk direkrut menjadi ‘senjata’.

Anak-anak yang sebagian besar buta huruf itu diambil dari sejumlah keluarga miskin dengan iming-iming pendidikan gratis. Mereka dijejali propaganda antipemerintah dan anti-Barat sampai mereka siap membunuh. “Bagian terburuk adalah anak-anak itu tidak berpikir bahwa mereka itu sedang bunuh diri,” kata pejabat itu.

“Mereka sering diberi jimat yang berisi ayat-ayat Alquran, namun dengan pemahaman sesat bahwa saat bom meledak, mereka akan bertahan dan Allah akan membantu mereka bertahan dari api. Hanya orang-orang kafir yang akan dibunuh, mereka akan diselamatkan dan orangtua mereka akan pergi ke surga.”

Tidak Islami
Sepanjang perang melawan Uni Soviet pada 1980-an, yang diikuti konflik sipil, pejuang Afganistan menolak serangan bunuh diri karena dianggap pengecut dan tidak Islami. Namun, situasi berubah setelah 2001.

Taliban menyangkal menggunakan anak-anak sebagai bomber. Salah satu fasilitator Taliban dari Afganistan Utara mengatakan kepada The Daily Telegraph, “Semua bomber kami adalah laki-laki dan mereka semua relawan. Kami tidak pernah menggunakan anak laki-laki pra-puber.”

Tapi NATO dan pejabat keamanan Afganistan meyakini taktik bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak telah diadopsi secara luas. Kelompok teroris yang dicurigai adalah jaringan Haqqani, sebuah kelompok pemberontak yang selaras dengan Taliban.
sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 310 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: