Arsip

Posts Tagged ‘getty images’

(Foto) Fashion Disaster Memalukan Di Festival Film Cannes 2013

(Foto) Fashion Disaster Memalukan Di festival Film Cannes 2013

Festival Film Cannes 2013 menghasilkan banyak cerita dari pergelaran yang banyak dihadiri oleh insan-insan bintang perfilman dari seluruh dunia ini.

 

Salah satunya adalah kekacauan dalam berbusana, atau lebih tepat jika disebut bencana fashion yang ditampilkan oleh para bintang-bintang di karpet merah yang memicu lahirnya kritikan pedas dari para pengamat fashion seperti:

 

1. Julianne Moore

 

Sudah potongan gaunnya membuat bentuk tubuhnya aneh, masih ditambah ia memakai sepatu yang kekecilan sehingga kelingking kakinya keluar dari jalur.

 

2. Solange Knowles

solange knowles di festival film cannes

Gaun Solange terlihat sangat kedodoran di tubuhnya

 

3. Frederique Bel

frederique Bel Festival Flm Cannes 2013

Baju transparan terlihat murahan jika modelnya seperti ini

 

4. Zhang Ziyi

Zhang Ziyi Festival Film cannes 2013

Busana yang dikenakan Zhang Ziyi ini tidak ada yang salah, hanya busana ini lebih pantas dikenakan ke mall daripada di karpet merah.

 

5. Paz Vega

Paz Vega festival film cannes 2013

Gaun transparan yang tampak konyol

 

6. Carly Steel

Carly steel Festival Film Cannes 2013

 

7. Elena Lenina

Elena Lenina Festival Film Cannes 2013

Selain potongan bajunya aneh, gaya rambut Elena Lenina juga aneh.

 

8. Sonam Kapoor

Sonam Kapoor Festival Film Cannes 2013

Baju sarinya sebenarnya indah tapi motif yang terlalu ramai membuatnya terlihat kacau

 

9. David Hasselhoff

David Hasselhoff

David Hasselhoff si bintang Baywatch memakai warna pink sebenarnya tidak masalah, tapi kalau warnanya terlalu terang itu baru masalah.

(Yahoo, Getty Images)

sumber

(Foto) Pelaksanaan Hukuman Gantung Di Kuwait Ditunjukkan Ke Publik

(Foto) Pelaksanaan Hukuman Gantung Di Kuwait Ditunjukkan Ke Publik

Kuwait untuk pertama kalinya melaksanakan hukuman mati dalam kurun 6 tahun terakhir pada 1 April 2013 kemarin. Ada tiga narapidana yang menjalani hukuman gantung yaitu satu warga negara Pakistan, satu warga negara Arab Saudi, dan satu lagi tidak mempunyai kewarganegaraan.

 

Para terpidana mati diantar petugas menuju tiang gantungan

 

Seorang petugas algojo siap mengeksekusi salah seorang dari 3 terpidana mati ini

 

Ketiganya dinyatakan bersalah atas tindakan pembunuhan. Narapidana warga Arab Saudi, Faisal Al Oteibi dinyatakan bersalah karena membunuh sesama warga Arab Saudi. Pervez Ghulam, terpidana asal Pakistan dinyatakan bersalah karena membunuh suami isteri warga Kuwait. Sementara Dhaher Al Oteibi, narapidana asal Arab Saudi yang tidak berkewarganegaraan dinyatakan bersalah karena membunuh istri dan kelima anaknya.

 

Tiga terpidana mati telah dieksekusi

 

Hukuman mati di Kuwait terakhir dilaksanakan pada tahun 2007. Catatan sampai sebelum hukuman mati ini dilaksanakan adalah sudah 40 orang yang divonis hukuman mati termasuk 1 orang wanita yang dinyatakan bersalah karena membakar sebuah bangunan pada tahun 2009 dan menewaskan 57 orang. Namun eksekusinya masih menunggu keputusan dari Emir Kuwait.

 

 

Para pejabat berwenang dan tim dokter memastikan kondisi terpidana pasca eksekusi

 

Dan pemerintah Kuwait sengaja mempublikasikan pelaksanaan hukuman gantung kali ini untuk menyatakan bahwa tidak ada yang main-main dengan penegakan hukum di negara teluk tersebut.

(NY Daily News, Kuwait Times, AFP, Getty Images)

sumber

(NGERI) Jalan Di Bolivia Ini Adalah Jalanan Paling Maut Di Dunia (Foto)

21 Februari 2013 5 komentar

Nama jalan yang berada di Bolivia ini adalah North Yungas Road. Jalan ini dikenal sebagai jalan yang paling mengerikan dan paling mematikan di dunia.

 

Jalanannya hanya selebar ini dan dipinggirnya jurang menganga

 

Bayangkan saja, rata-rata setiap dua minggu sekali biasanya  terjadi satu kecelakaan fatal di jalan tersebut dan setiap tahun sekitar 200-300 orang meninggal di jalan yang panjang nya sekitar 80 km tersebut.

 

 

 

Melintasi jalan ini serasa melayang di awan karena terletak di ketinggian. Pemandangannya pun indah

 

Jalan ini merupakan jalan satu-satunya untuk menuju sebuah kota yang terletak di atas jalan tersebut. Kondisi yang menakutkan pada jalur maut ini adalah di pinggirnya menganga jurang yang dalam, jalanan sempit dan licin serta tanpa adanya baja pembatas jalan. Ditambah lagi cuaca yang kerap berkabut dan tidak adanya lampu penerangan jalan membuat banyaknya kendaraan yang jatuh ke dalam jurang.

 

 

 

 

Kengerian-kengerian inilah yang “ditawarkan” disini

 

Pada tahun 1995, Inter-American Development Bank menamakan jalur ini sebagai jalan yang paling berbahaya di dunia.

(Getty Images, Offroaders.com, Vacation Homes)

sumber

France secure title after shoot-out

13 Oktober 2012 1 komentar

France secure title after shoot-out

© Getty Images

France won the FIFA U-17 Women’s World Cup on penalties against Korea DPR following a 1-1 draw at the Tofig Bahramov Stadium in Baku.

The French became the first European side to be crowned champions at the competition after a 7-6 shoot-out victory, with Ri Un Yong of Korea DPR the unfortunate person to miss the crucial spot-kick.

Lea Declercq had put France ahead in the first half, before a late equaliser from Ri Un Sim forced penalties in the showpiece, and after a long shoot-out which also saw Kim Un Hwa and Marion Romanelli fail from 12 yards, Ri Un Yong’s miss allowed the French to celebrate.

France had perhaps settled the quicker in the match, passing the ball crisply across the field, and it was Guy Ferrier’s side who created the first genuine chance after 11 minutes.

Racing onto a through ball down the right hand side, captain Sandie Toletti picked out Declercq on the opposite flank but, after taking a touch, the forward sent her attempt far too high.

Unlike both previous FIFA U-17 Women’s World Cup Finals, there was no early goal to shape the opening stages of the match, with 2008 champions Korea DPR particularly struggling to find a way through the stubborn French defence.

The Asians were unusually wasteful in possession, with an especially misdirected pass by Kim Phyong Hwa causing coach Hwang Yong Bong to rise from the bench and reprimand his charges.

Kadidiatou Diani had the second sight of goal for France on 27 minutes, connecting with a bobbling cross from the left wing, but the striker’s effort was no trouble for Korea DPR goalkeeper Rim Yong Hwa.

With Korea DPR failing to register a single shot at goal, France’s pressure told with 33 minutes played. A magnificent, curling Ghoutia Karchouni though ball down the centre of the pitch married with a run from the left by Declercq, who maintained her stride and slotted home on the half-volley.

When referee Carina Vitulano blew the half-time whistle, the statistics showed that Korea DPR had not attempted any shots nor earned a corner-kick, with France thoroughly worthy of their 1-0 advantage.

Korea DPR mount comeback
The Asian outfit finally unleashed a shot on goal five minutes into the second period when Kim Phyong Hwa latched onto an inadequate French clearance, but her strike was wild and sailed high and wide.

A positive drive towards the Korea DPR penalty area by Diani after 57 minutes earned France a free-kick in a dangerous, central area. Goalscorer Declercq stepped up, looking for a personal and collective second goal, but her effort was blocked by the defensive wall.

Forced into action, Korea DPR came agonisingly close to an equaliser midway through the second half. A fast-paced counter-attack concluded with Ri Hyang Sim finding space on the right. The forward danced past a challenge and drove a shot at the France goal but the ball cannoned back off the crossbar and clear.

Despite a marked improvement from their first-half performance, Korea DPR’s forays forward were regularly blocked by impressive defensive duo Griedge MBock Bathy and Aissatou Tounkara.

A mistake by the former, however, handed Ri Kyong Hyang a clear chance to level but the substitute’s drilled shot was beaten away by Romane Bruneau on 78 minutes.

Seconds later, though, Korea DPR were on equal terms. A long-range effort by Choe Yun Gyong brushed against the crossbar away from Bruneau’s despairing dive, and tournament top scorer Ri Un Sim was perfectly placed to convert the rebound into an empty net.

Korea DPR could, and should, have completed the comeback and secured the title twice in the closing moments, but Choe Yun Gyong’s unmarked header from a low, inswinging corner drifted narrowly wide of the far post before Ri Hyang Sim missed a similarly open opportunity from six yards out, and penalties were required.

Line-up

1
18
4
4
5
6
7
7
9
9
10
10
13
11
Out (-60′ ) KIM Phyong Hwa
14
12
Out (-56′ ) JON So Yon
15
15
19
16
20
20
Out (-73′ ) KIM So Hyang

Substitute(s)

16
1
21
21
2
2
3
3
6
5
8
8
11
13
12
14
In (+56′) RI Kum Suk
17
17
In (+60′) KIM Un Hwa
18
19
In (+73′) RI Kyong Hyang

Coaches

Guy FERRIER (FRA)
(PRK) HWANG Yong Bong

Officials

Referee: Carina VITULANO (ITA)Assistant Referee 1: Romina SANTUARI (ITA)Assistant Referee 2: Giuliana GUARINO (ITA)Fourth official: Etsuko FUKANO (JPN)Fifth official: LIU Hsiu Mei (TPE)

source

Peralatan Fotografi Apa Saja yang Dibawa oleh Fotografer Olimpiade?

streeter lecka gear

Bagi sebagian besar fotografer, bertugas memotret di acara Olimpiade adalah sebuah impian. Streeter Lecka, fotografer senior Getty Images akan berada di London, Inggris untuk mengabadikan kemeriahan acara olahraga terbesar dunia, Olimpiade. Sebelum berangkat bertugas, Streeter Lecka memberikan sebuah “tur” peralatan fotografi yang dibawa selama bertugas. Berikut ini cuplikan wawancara popphoto dengan Streeter Lecka yang menarik untuk disimak.

 

Berapa banyak bodi kamera yang anda bawa?

Saya sebenarnya membawa 4 bodi kamera. Dalam tas yang saya bawa, paling sering saya menggunakan 2 bodi, yaitu Canon 1D Xs dan 1D Mark IV yang saya gunakan sebagai kamera remote.

 

Seberapa sering anda mengandalkan remote shots?

99% foto-foto yang saya hasilkan berasal dari genggaman tangan. Saya hanya menggunakan remote pada kasus dimana saya ingin membuat sesuatu yang unik dan berbeda.

 

Berapa banyak frame foto yang biasa anda harapkan pada saat memotret?

Sejujurnya saya tidak yakin berapa banyak, tetapi saya memperkirakan berada antara 2.000 – 4.000 frame tergantung dari jenis peristiwa dimana saya sedang bertugas. Anda harus mempertimbangkan kecepatan dimana sebuah peristiwa terjadi dan kemudian anda hanya memilih beberapa gambar.

 

Seperti apa pilihan lensa anda?

Saya memiliki lensa 400mm f/2.8, lensa yang sangat besar yang akan saya gunakan sepanjang waktu. Dua lensa lain yang sering saya gunakan adalah 70-200mm. Salah satunya adalah yang terbaru f/2.8 dan saya juga memiliki f/4. Pada saat saya memotret di luar ruangan pada siang hari, lensa f/4 tidak akan menjadi masalah. Tetapi pada saat saya memotret di malam hari atau di dalam ruangan, saya akan membawa lensa f/2.8.

Pada saat saya membutuhkan lensa wide angle, saya akan menggunakan 16-35mm f/2.8 dan lensa 15mm fisheye.

 

Seberapa sering anda menggunakan flash?

Saya selalu membawa Canon 580 EX II untuk berjaga-jaga. Anda seharusnya tidak menggunakan flash dalam memotret, akan tetapi pada saat saya bertugas dalam sebuah acara, saya selalu membawa flash untuk berjaga-jaga.

 

Pendukung kamera apa yang selalu anda bawa?

Saya memiliki monopod untuk lensa 400mm, tentu saja. Saya juga selalu membawa magic clam, supaya saya dapat menggantung kamera ketika saya perlukan. Bahkan pada saat saya menaruhnya di tanah, ada sesuatu yang dapat saya jepit. Hal ini membuat saya dapat melakukan banyak hal.

 

Berapa kapasitas kartu memori yang anda gunakan?

Saat ini saya memiliki banyak kartu berkapasitas 8GB. Saya memiliki beberapa kartu lama berkapasitas 4GB yang saya taruh di dalam saku celana untuk berjaga-jaga. Terkadang saya meninggalkan beberapa kartu di sisi lapangan lain. Pada saat anda berpindah posisi memotret terkadang hal ini berguna.

 

Apakah anda memiliki kartu dengan kapasitas yang lebih besar yang digunakan pada remote camera yang mungkin akan sulit bagi anda untuk meraihnya?

Kami memiliki beberapa kartu berkapasitas 16GB pada saat remote camera dibutuhkan. Sering kali saya saya memperlukannya pada saat acara pertandingan Basket, anda tidak diizinkan untuk mengambil remote camera selama pertandingan berlangsung. Anda mungkin akan memotret empat atau lima pertandingan selama satu hari dan tidak diizinkan mengambil kamera sampai acara berakhir.

 

Bahkan dengan ukuran file kamera 1D X, kartu 8GB masih cukup?

Kami mengirim kembali gambar ke editor dengan cepat, bahkan ketika saya menggunakan kartu 4GB, hal itu biasanya dapat diterima. Setiap kali ada jeda istirahat dalam suatu pertandingan, saya akan cepat berlari ke komputer dan mengirimkan foto-foto ke editor. Dengan cara itu mereka tidak akan mendapatkan 600 atau 700 foto secara bersamaan.

 

streeter lecka gear

Bagaimana cara anda mengirimkan foto?

Getty memiliki standar pekerjaan yang berbeda pada setiap acara. Kru yang menangani teknologi akan bekerja 1 bulan sebelum kami mendapatkan ide, posisi dimana kami akan memotret. Kami hanya mencolokkan dari sana dan kemudian mengirimkan foto kepada editor. Editor berada di media center yang akan segera mengirimkan kembali.

Saya memiliki ransel yang sehari-hari saya gunakan dengan komputer dan card reader didalamnya. Ketika saya mencolokkannya kedalam kabel dan menekan tombol start, secara otomatis akan mengirim kepada editor. Semua aktifitas transfer file dilakukan melalui komputer yang saya bawa. Saya juga selalu membawa harddisk eksternal, jadi saya selalu dapat memback up semua foto untuk diri saya sendiri. Jika saya ingin hasil RAW, saya dapat memperolehnya.

 

Berapa banyak baterai yang anda bawa?

Saya memiliki total 8 baterai. Pada saat saya menggunakan kamera baru, hampir tidak pernah saya mengganti baterai hingga akhir acara. Saya hanya ingin memastikan memiliki 1 cadangan baterai untuk 1 kamera.

 

Apakah anda pernah khawatir lupa membawa peralatan kamera yang paling penting? 

Kartu, Kamera, Komputer adalah semua yang anda butuhkan sepanjang hari. Jika sesuatu hal buruk terjadi, selama anda membawa peralatan tersebut semua akan baik-baik saja.

 

Acara belum dimulai, tetapi apakah anda tahu apa yang akan anda potret selama acara tersebut?

Saya rasa akan ada 4 atau 5 acara berbeda pada saat saya memotret dalam beberapa hari pertama. Jika saya selesai satu hari lebih awal pada saat acara berlangsung, saya akan menemui editor dan berkata “Apa yang kalian pikirkan tentang saya pada acara ini?” Saya tidak pernah duduk-duduk dan bertanya-tanya, apakah saya dapat memotret? Selalu ada sesuatu untuk ditemukan. Ini tentang seberapa banyak anda memaksakan diri.

 

Via: popphoto    

sumber

Kontes Unik Melukis Domba

 

Kontes melukis domba dunia berlangsung di Dunedin, Selandia Baru, Minggu (11/9). Kontes yang dikuti oleh Argentina, Italia, Rumania dan Selandia Baru ini meperebutkan tropy World Cup Sheep IRB RWC 2011.

Kontes Unik Melukis Domba
Domba-domba dilukis untuk mengikuti kontes. Getty Images
Kontes Unik Melukis Domba
Kontes unik ini dikuti oleh beberapa negara. Getty Images

Kontes Unik Melukis Domba
Kontes melukis domba dunia berlangsung di Dunedin, Selandia Baru. Getty Images

 

sumber :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 Selebritis Yang Demen Pamer Aurat Secara Total (Foto)

Loading image...

Socialita Inggris, Tara Palmer Tomkinson (40) memang tidak habis-habisnya membuat sensasi. Socialita yang pernah mengikuti kontes acara TV “I’m a Celebrity…Get Me Out Of Here” yang gemar tampil sexy ini kembali membuat sensasi saat menghadiri pesta ulang tahun Tatler’s di London.

 

Dalam acara tersebut dia mengenakan gaun ungu berbahan tipis dan transparan serta tanpa mengenakan bra sehingga payudaranya terekspos.

 

 

 

 

 

Nampaknya dia tidak ingin kalah dari koleganya dari Hollywood, Rose McGowan (mantan pacar penyanyi band Marilyn Manson).

 

 

Penampilan heboh Rose McGowan

 

Yang namanya selebritis selalu lekat dengan sensasi.

(Pure People, The Sun, Getty Images)

sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 310 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: