Arsip

Posts Tagged ‘dokter gigi’

inilah 5 Dokter Wanita Tercantik di Indonesia

16 Oktober 2012 1 komentar

1. dr. Reisa Kartikasari



bloggermalaz.blogspot.com - 5 Dokter Cantik di Indonesia

Reisa adalah seorang dokter sekaligus seorang model dimana ia menempuh pendidikan kedokterannya di Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia. Ia memulai karir di dunia hiburan saat mengikuti kontes Puteri Indonesia, perwakilan dari provinsi D.I Yogyakarta. Dalam kontes nasional tersbut, ia meraih posisi juara kedua, yang memberikannya gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2010.[1] Ia juga mewakili Indonesia dalam kontes Miss International 2011di  kota Cheng Du, China. Dalam ajang ini, Reisa ingin mengusung isu tentang perdamaian dunia serta kebudayaan Indonesia. Dia juga ingin mengusung tema tentang Pray For Japan, pasca kejadian Gempa Bumi & Tsunami Jepang Reisa Kartikasari (lahir di Malang, 28 Desember 1985; umur 26 tahun)

2. dr sonia wibisono



bloggermalaz.blogspot.com - 5 Dokter Cantik di Indonesia

dr Sonia Wibisono Ia banyak menjumpai pasien dengan berbagai macam jenis penyakit yang rata-rata diderita oleh mereka yang hidupnya sangat sederhana. Ini membuat hatinya lebih peka terhadap kondisi-kondisi seperti itu.ia lahir dan dibesarkan dalam keluarga pasangan dokter yang hidup berkecukupan. Sejak kecil, ia selalu dimanjakan oleh orangtuanya. Orangtuanya sangat protektif dan membantunya mengerjakan segala sesuatu, termasuk hal-hal kecil sekalipun. Biodata Nama: dr. Sonia Wibisono Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 11 Oktober 1977

3. dr. Rosa Rai Djalal



bloggermalaz.blogspot.com - 5 Dokter Cantik di Indonesia

Dokter gigi kelulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Januari 1997 ini memulai karirnya sebagai dokter gigi di Rumah Sakit Mitra Internasional. Kemudian menikah dengan Dino Patti Djalal pada tahun 2004 setelah mengikuti program dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta, yang dapat dijangkau perahu klotok selama lima jam dari Teluk Jakarta. Dokter Gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 1992-1997 Esthetic Dentistry New York University, AS, 2003-2004 – Program Magister Adminis­trasi Rumah Sakit, 2001-2003

4. dr. Nycta Gina



bloggermalaz.blogspot.com - 5 Dokter Cantik di Indonesia

Mahasiswa Universitas Trisakti ini akan menjadi spesialis kandungan (Obgyn). Dia sengaja memilih jadi dokter kandungan karena senang berhubungan dengan orang-orang yang ingin memiliki keturunan.Menjadi dokter merupakan impian Gina sejak kecil. Dia merasa beruntung mendapat dukungan dari orang-orang terdekat.


5. dr. Enrina Diah



bloggermalaz.blogspot.com - 5 Dokter Cantik di Indonesia

Tak hanya berwajah cantik, prestasi dokter spesialis bedah plastik kelahiran Manado, 23 Mei 1974 ini patut diacungi jempol. Karier yang diawali dengan segala keterbatasan, kini telah membawa kesuksesan. Selain memiliki dua klinik di Jakarta dan Surabaya, Ibu satu anak ini punya misi menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pasien operasi plastik yang diperhitungkan.

sumber

7 Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

http://absoluterevo.files.wordpress.com/2012/07/baumulut.jpg?w=300
Selama menjalankan ibadah puasa, masalah bau mulut seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Masalah yang kerap terjadi menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder.

Saat berpuasa, produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya timbul halitosis atau bau mulut.

Bau mulut juga dapat disebabkan penyakit sistemis seperti liver, lambung, saluran pernapasan serta ginjal akut. Sedangkan penyakit gigi dan mulut penyebab napas tak segar di antaranya gigi berlubang, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis.

Sebenarnya bau mulut saat menjalankan puasa tak perlu dirisaukan. Simak beberapa tips sederhana mencegah bau mulut selama puasa, seperti dikutip dari holisticcare-dentalclinic.

1. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut.

2. Periksa ke dokter gigi Anda minimal enam bulan sekali. Bila ada waktu, lakukan spa gigi dua kali dalam sebulan untuk menjaga kesehatan gigi.

3. Hindari rokok dan alkohol karena berefek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.

4. Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari.

5. Keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat, dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.

6. Perbanyak konsumsi air putih minimal satu liter atau delapan gelas sehari selama berbuka hingga sahur. Ini untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

7. Asup makanan probiotik seperti yogurt yang memelihara pencernaan dan menghambat bau mulut.

sumber

10 Kesalahan Cara Sikat Gigi Pada Anak Indonesia

10 Kesalahan Cara Sikat Gigi Pada Anak Indonesia

  1. Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat
    Richard H Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, “Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang garpu saat makan. Semakin nyaman sikat gigi Anda, makin sering Anda akan menggunakannya dengan benar.”
  2. Memilih Bulu Sikat yang Salah
    Menurut para dokter gigi di WebMD, jenis bulu sikat tidak terlalu penting dan tak ada pengaruh lebih. Tampaknya, yang lebih penting adalah teknik membersihkannya ketimbang bentuk sikatnya. Para dokter gigi ADA menyarankan agar memilih sikat yang lembut, jangan yang kasar atau kaku karena bisa merusak/menyakiti gusi. Carilah bulu sikat yang cukup kaku untuk mengangkat plak, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak gigi.
  3. Kurang Sering atau Kurang Lama
    Menurut ahli kesehatan gigi di WebMD, frekwensi sikat gigi tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik. Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut. Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit. Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.
  4. Menyikat Gigi Terlalu Sering atau Terlalu Keras
    Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi. Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi). Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit.
  5. Tidak Menyikat dengan Cara yang Benar
    Buat sudut 45 derajat dari garis gusi dan buat gerakan pendek-pendek saat menyikat. Gerakan menyikat panjang di sepanjang garis gusi bisa menyebabkan abrasi pada gusi. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan dengan gerakan menyamping pada gigi. Buat gerakan sirkular vertikal, jangan horizontal. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah serta pada lidah.
  6. Selalu Memulai Pada tempat yang Sama
    Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi. “Mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya Anda tidak menjadi ‘malas’ untuk membersihkan titik yang lainnya. Jika Anda memulai di titik yang sama, Anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir,” jelas Price.
  7. Mengabaikan Bagian Dalam Gigi
    Kebanyakan orang ternyata sering kali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.
  8. Kurang Bersih Membilas
    Bakteri bisa tumbuh pada sikat gigi yang lupa dibersihkan. Jika ini terjadi, bakteri tersebut bisa tumbuh dan kembali hinggap pada mulut Anda di sesi penyikatan berikutnya. Bersihkan sikat gigi setelah Anda menggunakannya dan pastikan tak ada yang menyangkut atau pasta gigi yang tersisa.
  9. Membiarkan Sikat Gigi dalam Keadaan Basah
    Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri. Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.
  10. Tidak Mengganti Sikat Gigi Cukup Sering
    Rekoomendasi ADA untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Ketimbang Anda mematok waktu, perhatikan sikat gigi Anda. Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna. Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Anda menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segera ganti.

 

sumber

 

Jangan Pasang Behel Untuk Keren-kerenan Saja

[imagetag]
Beberapa waktu lalu, trend memasang behel melanda kaum remaja hingga dewasa. Kawat gigi atau behel dengan berbagai warna karet dan aksesoris pelengkap lainnya kerap terlihat menyembul dari gigi pemakainya.
Biasanya pemakai yang tidak memiliki masalah dengan bentuk susunan gigi itu memakai behel untuk alasan fashion dan gengsi semata.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg. Zaura Rini Anggraeni MDS berkata,

“Behel sekedar gaya-gayaan itu tidak perlu karena bisa merugikan pemakai sendiri”.

Bahayanya adalah, saat tulang yang memegang gigi berubah mengikuti kawat yang mencekat gigi di atasnya, maka gigi bisa jadi goyah. Seperti pagar yang ditekan terus, lama-lama pondasinya akan longgar dan goyah.
Kerugian lainnya adalah dari segi kebersihan. Memakai behel, walau hanya untuk keren-kerenan semata, tetap saja menimbulkan kesulitan dalam membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela  briket dan kawat.

Kuman dan bakteri akan mudah sekali terselip di sela-sela behel dan karetnya, jika tidak rajin memakai obat kumur mulut. Ini bisa menimbulkan masalah kesehatan dan bau mulut.
Proses pemasangan yang asal-asalan, apalagi jika dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya, bisa makin memperparah bentuk gigi yang sebenarnya sudah bagus.
Memasang di tukang gigi yang tidak berijin resmi juga sangat diragukan kebersihan alat-alat yang digunakannya. Hal ini bisa meningkatkan resiko penularan penyakit.
Yang perlu diingat, fungsi behel adalah untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapi, dan juga memperbaiki fungsi kunyah gigi jika bermasalah.
Bukan untuk keren-kerenan saja.

 

Penyebab Dan Obat Gigi Berlubang

 

undefined
Banyak orang yang berpikir penyabab utama gigi berlubang karena mengkonsumsi permen, makan atau minuman yang manis. Tanpa kita sadari penyakit gigi berlubang/busuk dapat juga tertular dari orang lain yang menderita gigi berlubang melalui air liur/ludah, dan dapat juga tertular ketika berciuman atau melalui alat makan seperti sendok, gelas. Karena dalam gigi yang berlubang terdapat bakteri yang disebut Streptococcus Mutans, seperti halnya ketika seseorang yang mengalami pilik dan batuk yang dengan cara mudah dapat tertular dengan orang lain. Oleh sebab itu perhatikan siapa orang yang dekat dengan anda, dalam arti telitilah dalam menjalin persahabatan apabila anda mencitai kesehatan. Bukan berarti harus pilih-pilih teman
Selain akibat tertular dari orang yang menderita gigi berlubang, mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis, gigi berlubang dapat juga timbul karena tidak menjaga kebersihan gigi, karena sisa makanan yang tertinggal akan menghasilkan asam dan asam dan bakteri bertemu akan mengakibatkan gigi memiliki rongga, apabila gigi tidak dibersihkan atau disikat dengan baik maka akan menuju pada pembusukan/gigi berlubang. Dan hal ini lah dapat menuju pada penyakit jantung, ginjal, paru-paru, dan penyakit lainya. Hal ini terjadi karena bakteri yang ada pada gigi berlubang masuk melalui saluran darah.
Agar tidak semakin parah, sebaiknya kunjungilah dokter gigi dan melalukan pengobatan terhadap gigi yang berlubang, karena gigi berlubang tidak akan dapat sembuh dengan sendirinya. Selain diobati dengan medis, gigi berlubang dapat juga diobati denga cara alami. Caranya adalah dengan menggunakan daun sirih. Cara mengolahnya adalah sebagai berikut:
·          Ambil satu lembar daun sirih.
Cara membuat         : Direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan : Setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.
·          Ambil dua lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok
Cara membuat     : Diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin
Cara pemakaian  : Dipakai untuk berkumur-kumur.
·         Daun sirih juga dapat dimakan atau dikunyak usahakanlah dikunyah tepat pada gigi yang berlubang.

Jangan Pasang Behel Untuk Keren-kerenan

 

Beberapa waktu lalu, trend memasang behel melanda kaum remaja hingga dewasa. Kawat gigi atau behel dengan berbagai warna karet dan aksesoris pelengkap lainnya kerap terlihat menyembul dari gigi pemakainya.

Biasanya pemakai yang tidak memiliki masalah dengan bentuk susunan gigi itu memakai behel untuk alasan fashion dan gengsi semata.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg. Zaura Rini Anggraeni MDS berkata,

“Behel sekedar gaya-gayaan itu tidak perlu karena bisa merugikan pemakai sendiri”.

Bahayanya adalah, saat tulang yang memegang gigi berubah mengikuti kawat yang mencekat gigi di atasnya, maka gigi bisa jadi goyah. Seperti pagar yang ditekan terus, lama-lama pondasinya akan longgar dan goyah.

Kerugian lainnya adalah dari segi kebersihan. Memakai behel, walau hanya untuk keren-kerenan semata, tetap saja menimbulkan kesulitan dalam membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela briket dan kawat.

Kuman dan bakteri akan mudah sekali terselip di sela-sela behel dan karetnya, jika tidak rajin memakai obat kumur mulut. Ini bisa menimbulkan masalah kesehatan dan bau mulut.

Proses pemasangan yang asal-asalan, apalagi jika dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya, bisa makin memperparah bentuk gigi yang sebenarnya sudah bagus.

Memasang di tukang gigi yang tidak berijin resmi juga sangat diragukan kebersihan alat-alat yang digunakannya. Hal ini bisa meningkatkan resiko penularan penyakit.

Yang perlu diingat, fungsi behel adalah untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapi, dan juga memperbaiki fungsi kunyah gigi jika bermasalah.

Bukan untuk keren-kerenan saja.

sumber 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 316 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: