Arsip

Posts Tagged ‘daun pandan’

Harumkan Ruangan Anda dengan Daun Pandan

Harumkan Ruangan Anda dengan Daun Pandan
Daun pandan sudah dikenal banyak orang sebagai pengharum makanan dan bisa menambah selera seseorang untuk mencicipi hidangan tertentu. Biasanya aneka bubur atau kolak yang marak ada di bulan Ramadan menggunakannya sebagai penambah wangi hidangan.

Daun pandan wangi atau yang biasa disebut pandan saja merupakan daun yang menghasilkan aroma wangi yang khas. Karena wanginya, daun pandan merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Ternyata daun pandan tak cuma bermanfaat sebagai pewangi masakan, sebab ada beberapa gangguan yang bisa disembuhkan dengan pandan, seperti lemah syahwat dan rematik. Pandan juga bisa menghitamkan rambut serta mencegah timbulnya uban.

Nah, tak cuma urusan penyakit dan gangguan, daun pandan juga bisa mengurangi stres, lho. Daun wangi ini bisa berfungsi sebagai aromaterapi dan mampu merelaksasi tubuh serta pikiran yang tegang. Caranya mudah, cukup potong halus daun pandan. Bila suka bisa tambahkan jenis bunga lain yang berbau harum. Campuran daun pandan dan bunga ini bisa diletakkan di ruang penting di rumah, seperti ruang tamu atau bahkan kamar mandi.

Daun pandan sudah dipercaya sebagai pengharum sejak nenek moyang dulu. Tiap sudut rumah bangsawan atau istana biasanya diberi wewangian berupa irisan daun pandan dan bunga. Tradisi ini masih terasa hingga sekarang saat ada upacara pernikahan adat Jawa, khususnya. Kamar pengantin dan pelaminan adalah tempat-tempat wajib yang harus disebarkan irisan daun pandan dan bunga.

Cleopatra Dan Alexander Juga Minum Lidah Buaya

Loading image...

Tentunya sebagian besar dari kita paham mengenai manfaat dari lidah buaya. Namun tahukah Anda kalau sebenarnya lidah buaya sudah dimanfaatkan sejak empat ribu tahun lampau?

Lidah buaya, kita mengenal tumbuhan yang satu ini sebagai salah satu alternatif untuk menyuburkan rambut. Selain itu, tumbuhan yang di daerah Sunda dikenal dengan letah buaya ini juga memiliki banyak manfaat di bidang kecantikan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, kini lidah buaya tidak hanya dimanfaatkan di bidang kecantikan saja, namun juga dimanfaatkan di bidang kesehatan sebagai obat dalam bentuk yang lebih variatif yaitu makanan dan minuman.

Tapi, tahukah Anda kalau sebenarnya lidah buaya sudah dimanfaatkan sejak empat ribu tahun lampau? Konon, Ratu Cleopatra dan Raja Alexander Agung pun sering mengonsumsi minuman lidah buaya., karena banyak sekali kandungan-kandungan vitamin dan mineral-mineral bermanfaat yang ada pada lidah buaya.

Lidah buaya sendiri mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Lidah buaya memiliki banyak sekali manfaat dibidang kesehatan, diantaranya? untuk menyembuhkan radang tenggorokan, sembelit, wasir, diabetes mellitus, amandel, penurun kadar gula dalam darah, dan bisa juga mengobati berbagai penyakit dalam dan lebam.

Nah, kalau Anda ingin mencicipi minuman lidah buaya ala Cleopatara, Andapun bisa membuatnya sendiri dirumah. Berikut resepnya :

Bahan-bahan:
– 5 lembar lidah buaya, bersihkan lendirnya, potong sesuai selera
– 200 gram gula pasir
– 2 lembar daun pandan, simpulkan
– 1 buah jeruk lemon, ambil airnya
– Garam secukupnya
– Es batu secukupnya

Cara Membuat:
– Didihkan air, gula, daun pandan, air jeruk lemon dan garam
– Masukkan lidah buaya. Aduk rata
– Simpan dalam kulkas atau sajikan dengan es batu

Tips pengolahan lidah buaya:

  • Pilih lembaran lidah buaya yang besar dan cukup tua
  • Potong bagian pangkalnya, biarkan lender kuningnya menetes, dan potong lagi sedikit untuk membuang sisa lender kuning yang masih menempel.
  • Kupas dan ambil bagian dagaingnya.
  • Bila perlu, rendam sebentar dalam air garam agar lendirnya keluar habis dan aromanya tidak langu lagi
  • Kemudian rendam sebentar dalam air tawas dan air kapur sirih.
  • Cuci berulang kali dengan air mengalir hingga bersih dan aroma bahan perendamnya benar-benar hilang dan siap untuk digunakan.
  • Ingat, jangan merebus lidah buaya dalam sirup terlalu lama, akan membuat kurang bagus hasil akhirnya.

 

/sdhanifah

sumber

Dibuat di Indonesia, Tapi Made in Malaysia

Warga di Dusun Pareh, Desa Semunying Jaya, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, melestarikan budaya kearifan lokal berupa anyaman tikar berbahan pelepah bemban atau semacam daun pandan. Hasil anyaman itu dijual ke Pasar Biawak, Malaysia. Warga Pareh memilih menjual ke Malaysia karena hanya berjarak 15 kilometer dari kampung mereka. Ibukota Kecamatan pun lebih jauh, harus ditempuh dengan empat jam perjalanan menyusuri sungai dengan perahu. Selain lebih dekat, Salbiah (55) yang menekuni keterampilan warisan ibunya ini sejak usia 15 tahun menyatakan harga yang didapat dari Malaysia juga lebih baik. Anyaman tikar ini biasa dijual Rp 150 ribu per unit di Malaysia. Namun untuk bisa masuk ke Malaysia, selalu ada yang meminta pungutan keamanan. Salbiah lalu menjual anyaman itu pada seorang bandar, yang kemudian memberi merek Malaysia pada anyaman itu. “Ya, boleh dikatakan diklaimlah anyaman kita itu sama Malaysia, mau diapakan coba,” kata Salbiah.

Anyaman ini pun sebenarnya mulai langka. Selain hanya ditekuni orang tua, bahan baku pun semakin sulit diperoleh. Desi (45), seorang warga lainnya, mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan baku pelepah bemban karena lahan tumbuhnya dibabat untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit. Desi dan Salbiah merupakan dua di antara 100-an kepala keluarga di kampung Pareh yang hidup rukun menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Namun, meski meski berbahasa Indonesia dengan baik, warga Pareh tak menikmati sajian informasi berita dan hiburan Indonesia. Lokasi kampung mereka yang dekat dengan Malaysia membuat siaran radio dan televisi yang mereka nikmati adalah dari Malaysia. Konsekuensinya, mereka lebih mengetahui berita negeri jiran itu dibanding perkembangan ekonomi-politik negeri sendiri. Kondisi yang terisolir juga membuat kebutuhan bahan pokok mereka lebih banyak diperoleh dari kawasan Malaysia. Gas elpiji, mie instan, gula dan sejenisnya diperoleh dari Malaysia. Sementara saluran listrik dan air bersih belum ada. Untuk keperluan sehari hari menggunakan air sungai di desa tersebut. Untuk transportasi, mereka memakai akses darat dan sungai. Di Dusun Pareh terdapat fasilitas pendidikan yaitu sekolah dasar. Namun jika hujan turun, sekolah pun libur karena lokasinya dekat sungai. Masyarakat sudah berkali–kali mengadu ke Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk memperbaiki situasi ini namun belum terealisasi. Sebenarnya jalan lintas Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Jagoi Babang dengan Malaysia segera dibangun untuk membuka keterisoiasian. Sebuah akses jalan tembus sudah ada namun kondisi jalan rusak parah, banyak lubang besar. Di sekitar jalan itu sudah tak ada lagi hutan karena sudah habis dibabat, hanya tinggal tunas saja.

sumber

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 302 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: