Arsip

Posts Tagged ‘cilik’

“Bahan Renungan bagi Para Orangtua yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya …… Sangat Menyentuh…”

28 Oktober 2012 1 komentar

 

Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap
mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan
dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang
sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun
anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.

Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya
atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman
cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar
saja.

Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga
memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami
tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku
menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi,
timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9
tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak
kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar
biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan
kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya
tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk
merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran. Topik
pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak
masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah
cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain
piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut
mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½
tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi,
semua orang bertepuk tangan mendengarnya.

Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang
membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau
hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang
banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku
dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu
anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main.

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian
menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya
ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan
memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa
mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang. Semua sanak keluarga
tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut
muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan
membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan
membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?

Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai
sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di
tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi,tidak ikut kelas
origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan
lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung
menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti. Namun
biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan
lagi dan terserang flu berat.Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang,
dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang
radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan
tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa
atau menangis, tetap saja nomor 23.

Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan
hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku
semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa
makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir
hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku
secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya
tumbuh ini. Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami
mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan
majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi
tenteram kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami
sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang
mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami
dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan,
ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek. Anak
kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia
sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali
kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang
longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali
bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak
lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa
Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di
atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau
membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali
tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada
hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan
cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku
terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti.
Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk
binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus
memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan
guntingan kertas hewan shio masing-masing.

Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada
wajah suamiku timbul senyum bangga.

Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.

Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas
menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak
diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun
mengajar.

Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang
paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya
menuliskan nama anakku.

Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji,
tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis
adalah optimis dan humoris. Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia
dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai
sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang,
benar-benar nomor satu.

Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang
merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir
sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan
sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan
di tepi jalan.” Dia pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi
pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku
terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.

Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda
dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di
tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika.
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin
menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita
ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana
ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak
ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi
seorang biasa yang baik hati dan jujur.

Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi
luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja
yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik. Apalagi dia mendapatkan
ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa
senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang
lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak
di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan
kami?
PESAN : SYUKURI APA YG ADA, BUKAN MEMIKIRKAN APA YG TIADA..

sumber

“Mengapa Ayam Menyeberang Jalan?” Versi Indonesia

 

undefinedBukan hanya para ilmuwan dan tokoh dunia saja yang memberikan pernyataannya, namun para tokoh Indonesia pun tertarik untuk berpastipasi memberikan pendapatnya tentang “Mengapa ayam menyeberang jalan?”.

Berikut pendapat para tokoh di Indonesia;

Soekarno:

Ia sedang mencari identitas kebangsaannya!

Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua!
Kalo perlu ya dikebumiken saja.

Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam
mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Gus Dur :
Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!”

Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

SBY:
Ia kurang pengertian dengan kebijakan saya, Dengan ketenangan, kita harus hati-hati, jangan sampai masalah ini menjadi fitnah dan pembunuhan karakter ayam, dalam hal ini merupakan kampanye hitam yang merugikan ayam.

JK:
Itu cuma masalah miskomunikasi saja, yang penting tetap dukung mereka menjadi 7 keajaiban dunia, ketik AYAM kirim ke 9819, Gratis !

Menteri:
Persepsi dan kognisi bisa memunculkan banyak arti dan pemahaman. Menurut Profesor saya bermain persepsi bisa berbahaya. Faktanya memang begitu, seringkali kita bertengkar karena perbedaan persepsi dan kognisi. Cerita “Kenapa Ayam Menyeberang Jalan” merupakan salah satu contoh bagaimana persepsi dan kognisi orang bisa menghasilkan kesimpulan yang berbeda untuk satu hal yang sama yaitu suatu pertanyaan dengan awalan “Kenapa..”.

Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden.

Caleg:
Kalau saya terpilih nanti, saya akan memperjuangkan hak-hak ayam untuk bisa menyebrang dengan selamat.

Desi Ratnasari:
No comment!

Nia Dinata:
Pasti mau casting ’30 Hari Mencari Ayam’ ya?

Ahmad Dhani:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…

Cinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..?
Karena gak ada owject…biecheeck. …

Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan?
Karena sang jantan ada di sana!
Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana
laahh…
Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan) .

Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Aa Gym:
Biarkan ayam itu menyebrang jalan, jangan kita gunjingkan. Karena menggunjing itu dosa. Jagalah hati.

Deddy Corbuzier:
Saya sudah prediksi ayam itu akan menyeberang

Roy Suryo:
Ini rekayasa, kalau saya teliti dari metadata ayam tersebut bahwa ayam itu telah mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga jadilah dalam tanda kutep ayam yang sempurna. Jadi bahwa ayam ini adalah rekayasa adalah bhenar bahwa 100% ini adalah rekayasa.

Anang:
Aku kan sudah bilang .. Biarlah toh ayamnya juga sudah dewasa, tau mana yang baik dan mana yang buruk.

Syahrini:
Ayam yang menyeberang jalan? hmm.. Alhamdulillah yahh. Sesuatu banget..

Tukul Arwana:
Silent Plis, kita coba dengerin dulu dia mau ngomong apa. Ehm, Mas / Mbak Ayam Arwana, kenapa sih, kamu kok menyeberang jalan ?

Jarwo Kwat (Wakil Presiden Rep. Mimpi):
Aya aya wae…. De Fendi kenapa tuh ayam menyeberang jalan?

undefined

Pejabat Korup:
Ndak ada itu. Siapa yang bilang ayam itu menyebrang jalan. Harus dibuktikan dulu dong, jangan asal bicara.

 

sumber

Keadaan BoBoHo dan Kawan Kawan Di Masa Sekarang

11 Mei 2012 4 komentar

Spoiler for imut:

Ato yang ini

Spoiler for imut:

Yang ini pasti masih inget juga kan ?

Spoiler for imut:

Mereka biasanya mengocok perut anda dengan tingkah laku mereka yang lucu dan kocak

Tapi anda tau tidak gan mereka sudah bernjak dewasa sekarang..

Liat nih gan ..

Spoiler for gendut:

Jadi ganteng semua gan

Spoiler for ganteng:

Gimana gan ? semua nya makin ganteng kan ? Si BoBoHo makin gateng tapi tetep gendut ya ?
Tapi Kalau si Shi XiaoLong Makin ganteng ya gan ? :mahos
Tapi tetep kan duanya ganteng dan gagah kan ? hahaha

Nah ceritanya gan si BoBoHo

Baru-baru ini Hao Shaowen, yang sebelumnya terkenal sebagai bintang film cilik, telah diterima di Universitas Tamkang, Taiwan dijurusan Manajemen Transportasi. Untuk menambah biaya kuliah, Hao Shaowen bekerja di Toko Es Cream. Dia merasa senang lebih banyak mengetahui tentang managemen transportasi dan mempraktekkannya apa yang telah dia pelajari.

Hao Shaowen terkenal sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Dia bekerja untuk biaya kuliah dan mengurangi beban orang tuanya. Sampai saat ini dia telah berjualan es cream selama sebulan. Dia bercerita, dia berjualan es cream sampai pada saat perkuliahannya dimulai.

Dia dahulu mendapatkan penghasilan dari film dan dibelikannya tiga rumah, dan dia dapat penghasilan lebih 50.000 Yuan setiap episode TV di China Daratan.

Pendapatan dia sekarang sungguh tidak sesuai dengan pendapatan dia sebelumnya.

Sampai saat ini Hao Shaowen masih single. Ketika ditanya apakah dia iri dengan patner dia dulu, Shi Xiaolong, yang menjadi actor kembali setelah lulus SMA Amerika, dia menjawab “tidak” dan katanya dia tidak akan menjadi actor lagi.

Dan ini Singkat ceritanya si Shi Xiaolong gan

Setelah lima tahun belajar di Sekolah Anak-Anak Professional, Shi Xiao Long (Aston Chen), 20 tahun, dan telah lulus di Universitas New York pada bulan Juni, dan kembali ke China.

Shi Xiao Long merencanakan untuk mendaftar di universitas local, yang memperbolehkannya bermain film.

Shi Xiao Long menampilkan wushu saat acara peresmian kelulusan “Soon Shi Xiao Long” dengan aksi yang mendebarkan pada CCTV Channel.

Acara ini di setting tahun 1930 an di Shanghai, dan Shi Xion Long akan bermain sebagai polisi yang menjalani latihan. Terakhir ini, Shi Xiao Long bercita-cita untuk pergi ke Hollywod, dan mengharapkan dapat bekerja sama dengan Jackie Chan dan Jet Li, dan belajar dari mereka.

Dan ini beberapa foto mereka saat sudah dewasa gan

Spoiler for duoganteng:
Spoiler for duoganteng:
Spoiler for duoganteng:
Spoiler for duoganteng:

Gimana gan Udah ganteng semua ya ? ane juga jadi kepingin kaya mereka gan .. hehehe

 

Ajian Ilmu Penglarisan

Ilmu penglarisan adalah ilmu yang fungsinya mempengaruhi arus kerejekian dari seorang pengusaha sehingga dapat memancarkan medan magnet yang mampu menarik calon pembeli/konsumen untuk bertransaksi sehingga sang pengusaha akan memperoleh keuntungan yang berlimpah dalam bisnisnya.

Ilmu Penglarisan ini sangat cocok diamalkan oleh para pedagang, pengusaha yang bergerak disektor bisnis informal. (Pedagang kakilima, pemilik warung, bengkel, salon, rental, laundry, warung makan, restoran, mini market, dll).

Berikut ini Bacaan do’a, matra/rapalan dan amalan lelaku untuk dapat menguasai Ilmu Penglarisan tersebut :

1). Melaksanakan Puasa Mutih 7 hari
2). Melaksanakan Tapa pati Geni selama 2 malam
3). Membaca Mantra Rapalan Ilmu Penglarisan (dibaca sebanyak 3x sambil menahan nafas), setiap anda membuka tempat usaha anda tersebut.

Bismillahirrohmanirrohiim, Dzat Sir Jasmani, Sami Jasmani Ingsun Rohilapi, Tut Kathut Kumalikut Dening Aku Kabeh Wong Sabuwono Kabeh Lanang lan Wadhon, Gedhe lan Cilik, Kabeh …

Sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 284 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: